0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

PPh Final: Panduan untuk UMKM dan Dividen

Diunggah oleh

fesalganteng321
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan2 halaman

PPh Final: Panduan untuk UMKM dan Dividen

Diunggah oleh

fesalganteng321
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PPh Pasal 4 ayat 2

Yaitu Pajak Penghasilan (PPh) yang dikenakan atas objek pajak yang sifatnya
final.
PPh Final berarti PPh yang sudah dibayar tidak dapat dikreditkan atau tidak dapat
dikurangkan dari utang pajak yang lain.
1. PPh atas penghasilan yang diterima UMKM (Usaha Mikro Kecil dan
Menengah)
Bagi UMKM yang memiliki peredaran bruto s.d Rp 4.8 Milyar setahun akan
dikenakan PPh sebesar 0.5% yang dibayarkan setiap bulan paling lambat
tanggal 10 bulan berikutnya.
Contoh :

Apabila penjualan (omset) UMKM bulan Agustus 2023 adalah Rp 360.000.000, maka
PPh yang terutang adalah :

0.5% x 360.000.000 = Rp 1.800.000 (Dibayar paling lambat tanggal 10 September


2023)

2. PPh atas Bunga Bank dan Obligasi


Contoh :
PT. Amen mendepositkan uangnya pada sebuah bank dan mendapat bunga sebesar
Rp 1.300.000 PPh Terutang = 20% x Rp 1.300.000 = Rp 260.000
3. PPh atas Persewaan Tanah dan Bangunan
Contoh :
Hasan menyewakan rukonya sebesar Rp 75.000.000, setahun.
PPh Terutang = 10% x Rp 75.000.000 = Rp 7.500.000
4. PPh atas Hadiah dari Undian
Contoh :
Anto adalah nasabah sebuah Bank, dia mendapatkan hadiah undian sebuah
Kendraan seharga Rp 100.000.000,.
PPh Terutang = 25% x Rp 100.000.000 = Rp 25.000.000
5. PPh atas dividen yang diterima orang pribadi
Contoh :
Doni menerima dividen dari PT. ABC sebesar Rp 1.400.000,
PPh Terutang = 10% x Rp 1.400.000 = Rp 140.000,-
Dividen adalah bagian Laba yang dibayarkan kepada pemegang saham. Bagaian
Laba yang tidak dibagikan disebut Laba yang Tidak Dibagi atau Laba yang Ditahan
(Retained Earning)
Contoh :
PT. ABC telah mengedarkan saham biasanya sebanyak 50.000 lembar. Dalam tahun
2023 PT. ABC memperoleh Laba Bersih sebesar Rp 620.000.000 dan dibagikan
sebagai dividen sebesar 70%.
Dividen yang dibagikan = 70% x Rp 620.000.000 = Rp 434.000.000
Berarti setiap satu lembar saham akan mendapatkan dividen sebesar
Rp 434.000.000
=Rp 8.680
50.000
Kalau diasumsikan Edi memiliki 3.000 lembar saham PT. ABC itu, maka PT. ABC akan
membayar dividen kepada Edi sebesar : 3.000 x Rp 8.680 = Rp 26.040.000
PPh yang dipotong PT. ABC atas dividen yang dibayar kepada Edi = 10% x Rp
26.040.000 = Rp 2.604.000
Jadi, dividen bersih yang diterima Edi = Rp 26.040.000 – Rp 2.604.000 = Rp
23.436.000

TUGAS

PT. Makmur telah mengedarkan saham biasanya sebanyak 30.000 Lembar. Diantara
saham yang beredar tersebut dimiliki oleh Umar sebanyak 2.500 Lembar.

Dalam Tahun 2023 PT. Makmur memperoleh Laba Bersih sebesar Rp 640.000.000
dan dibagikan sebagai dividen sebesar 75%. Berapakah PPh yang harus dipotong
oleh PT. Makmur atas dividen yang dibayarkannya kepada Umar?

Anda mungkin juga menyukai