0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan18 halaman

Peran Emosi dalam Pencapaian Akademik

Diunggah oleh

Aul Aulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan18 halaman

Peran Emosi dalam Pencapaian Akademik

Diunggah oleh

Aul Aulia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

MOTIVASI
BELAJAR

Makalah ini dibuat untuk memenuhi Tugas mandiri

Mata Kuliah Pembelajara psikologi belajar

Dosen pengampu : [Link]


Herlina,[Link].I.

Disusun oleh:
Riko Ramdhani 2407001109

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM DARUSSALAM

CIAMIS JAWA BARAT


2024
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi rabbil alamin, segala pujian dan rasa


syukur atas kehadirat Allah swt karena rahmat, hidayah wal
inayah-Nya yang telah dikaruniakan kepada segenap
hambanya, sehingga saya dapat menyelesaika penyusunan
makalah ini. Adapun yang akan saya kaji dalam makalah ini
ialah “Peran emosi dalam pencapaian
akademik”.Keberhasilan kami dalam menyelesaikan makalah
ini,tidak terlepas dari bantuan,dorongan dan bimbingan
beberapa [Link] karena itu kami akan mengucapkan
terimakasih sebesar besarnya

Yang terhormat: [Link] Herlina,[Link].I Selaku


dosen pengampul dalam mata kuliah Psikologi Belajar Dan
juga seluruh pihak yang telah memberi dukungan bantuan
dan semangat dalam proses penyelesian makalah ini. Saya
harap,dengan dibuatnya makalah ini dapat memberi manfaat
bagi kami dan juga para pembaca maka itu sangat di
harapkan kritik yang membangun dan saran untuk perbaikan
makalah ini

Ciamis,12 Januari
2025

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI
ii
BAB I PENDAHULUAN
1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah
2
C. Tujuan 3
BAB II PEMBAHASAN 4
A. Pengelolaan Emosi Dapat Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Dalam Menghadapi Tantangan Akademik
4
B. Emosi Negatif Memengaruhi Kinerja Akademik Siswa
6
C. Hubungan Antara Pengelolaan Emosi Dan Pencapaian
Akademik 8

BAB III KESIMPULAN


10

A. Kesimpulan
10

DAFTAR PUSTAKA
11

ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pencapaian akademik adalah tujuan utama dalam sistem pendidikan


yang mencerminkan seberapa baik individu menguasai materi, keterampilan,
dan kompetensi yang diajarkan selama proses belajar. Berbagai faktor
mempengaruhi pencapaian akademik seseorang, mulai dari aspek kognitif
seperti kemampuan intelektual hingga faktor-faktor non-kognitif yang sering
kali lebih sulit diukur. Salah satu faktor non-kognitif yang semakin
diperhatikan dalam konteks pendidikan adalah emosi.

Emosi, dalam berbagai bentuknya, dapat mempengaruhi bagaimana


seseorang berpikir, belajar, dan berinteraksi dalam lingkungan pendidikan.
Dalam konteks akademik, emosi dapat dilihat sebagai faktor yang dapat
memotivasi, mendukung, ataupun menghambat proses belajar. Emosi yang
positif, seperti kebahagiaan, antusiasme, dan optimisme, dapat meningkatkan
motivasi belajar, memperbaiki fokus, serta meningkatkan ketahanan mental.
Sebaliknya, emosi negatif seperti kecemasan, stres, dan frustrasi seringkali
menurunkan kualitas pembelajaran, mengurangi daya ingat, serta
meningkatkan kemungkinan kelelahan mental yang dapat merusak kinerja
akademik.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa emosi memiliki hubungan


yang erat dengan prestasi akademik. Menurut Pekrun et al. (2002), emosi
memiliki pengaruh besar terhadap motivasi dan pencapaian akademik, baik
secara langsung melalui efeknya pada proses belajar maupun secara tidak
langsung melalui dampaknya terhadap keadaan mental dan fisik siswa.
Sebagai contoh, kecemasan dapat mengganggu kemampuan untuk fokus pada
tugas-tugas akademik, sementara rasa percaya diri yang timbul dari emosi
positif dapat memperbaiki hasil belajar (Pekrun, 2002). Selain itu, teori dari
Schunk (2009) juga mengemukakan bahwa emosi positif meningkatkan
motivasi intrinsik, yang menjadi pendorong penting bagi keberhasilan
akademik jangka panjang.

Di sisi lain, emosi negatif seperti stres, kecemasan, dan depresi juga
dapat mempengaruhi pencapaian akademik dengan cara yang merugikan.
Zeidner (1998) menjelaskan bahwa kecemasan akademik dapat mengganggu
perhatian dan memori jangka pendek, sehingga menghambat kemampuan
siswa untuk memproses informasi baru. Stres yang berlebihan juga dapat

1
menyebabkan kelelahan mental dan fisik, yang pada akhirnya menurunkan
konsentrasi dan motivasi untuk belajar. Jika tidak dikelola dengan baik, emosi
negatif dapat menyebabkan penurunan prestasi akademik yang signifikan,
bahkan berkontribusi pada munculnya gangguan psikologis seperti depresi,
yang sering kali berhubungan dengan penurunan kualitas hidup dan kegagalan
akademik.

Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana emosi dapat


mempengaruhi pencapaian akademik, baik secara positif maupun negatif.
Pemahaman ini dapat membantu pendidik dan siswa itu sendiri untuk
mengembangkan strategi pengelolaan emosi yang efektif guna meningkatkan
hasil akademik. Misalnya, pendekatan untuk mengurangi kecemasan ujian,
mengembangkan ketahanan mental terhadap kegagalan, serta mempromosikan
suasana belajar yang positif dapat berkontribusi pada pencapaian akademik
yang lebih baik.

Melihat peran penting emosi dalam dunia pendidikan, penelitian


tentang peran emosi dalam pencapaian akademik menjadi sangat relevan. Hal
ini dapat membuka peluang bagi pendidikan untuk tidak hanya fokus pada
aspek kognitif, tetapi juga memperhatikan aspek emosional siswa sebagai
bagian integral dari proses pembelajaran. Dengan demikian, pengelolaan
emosi yang efektif dapat menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan
pencapaian akademik di berbagai tingkat pendidikan.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana pengelolaan emosi dapat meningkatkan
kualitas pembelajaran dalam menghadapi tantangan
akademik?
2. Bagaimana emosi negatif memengaruhi kinerja
akademik siswa?
3. Apa hubungan antara pengelolaan emosi dan
pencapaian akademik?

2
C. TUJUAN

Penulisan makalah ini bertujuan :

a) Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan emosi


dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dalam
menghadapi tantangan akademik
b) Untuk mengetahui Bagaimana emosi negatif
memengaruhi kinerja akademik siswa;
c) Untuk mengetahui Apa hubungan antara
pengelolaan emosi dan pencapaian akademik;

3
BAB ll

PEMBAHASAN

A. Pengelolaan Emosi Dapat Meningkatkan


Kualitas Pembelajaran Dalam Menghadapi
Tantangan Akademik
Pengelolaan emosi yang efektif dapat
memainkan peran penting dalam meningkatkan
kualitas pembelajaran dan membantu siswa
menghadapi tantangan akademik. Emosi yang dikelola
dengan baik tidak hanya memperbaiki fokus dan
motivasi belajar, tetapi juga memperkuat ketahanan
mental yang diperlukan untuk mengatasi kesulitan
dalam proses belajar. Berikut adalah beberapa cara
pengelolaan emosi dapat meningkatkan kualitas
pembelajaran:

a) Mengurangi Kecemasan dan Stres Akademik


Kecemasan dan stres dapat mengganggu
konsentrasi, memori jangka pendek, dan daya serap
informasi. Dengan pengelolaan emosi yang baik,
seperti melalui teknik relaksasi (misalnya
pernapasan dalam), mindfulness, dan latihan
meditasi, siswa dapat mengurangi kecemasan
mereka, sehingga meningkatkan kemampuan untuk
fokus pada pembelajaran. Penelitian oleh Zeidner
(1998) menunjukkan bahwa kecemasan yang
berlebihan dapat mengurangi kapasitas mental

4
untuk memproses informasi baru, yang secara
langsung mengganggu pencapaian akademik.
Dengan mengelola emosi secara efektif, siswa dapat
mengatasi kecemasan ujian dan menghadapi tugas
akademik dengan lebih tenang dan percaya diri.

b) Meningkatkan Motivasi Intrinsik


Emosi positif seperti kebahagiaan, optimisme,
dan rasa percaya diri dapat meningkatkan motivasi
intrinsik siswa. Schunk (2009) menjelaskan bahwa
emosi positif memainkan peran penting dalam
meningkatkan motivasi intrinsik, yang
mempengaruhi keterlibatan aktif siswa dalam proses
belajar dan keberhasilan akademik jangka panjang.
Motivasi intrinsik membuat siswa lebih tertarik dan
bersemangat dalam mempelajari materi, yang pada
gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar mereka.

c) Menumbuhkan Ketahanan Mental

Ketahanan mental adalah kemampuan untuk


bangkit kembali dari kegagalan dan tetap
termotivasi dalam menghadapi tantangan. Dengan
mengelola emosi secara efektif, siswa dapat
mengembangkan ketahanan mental, yang
membantu mereka untuk tetap termotivasi
meskipun menghadapi kesulitan akademik.
Pengelolaan emosi yang baik, seperti mengelola

5
perasaan frustasi atau kekecewaan setelah
kegagalan, memungkinkan siswa untuk terus
berusaha dan tidak menyerah. Pekrun et al. (2002)
mengemukakan bahwa emosi mempengaruhi tidak
hanya kinerja langsung dalam belajar, tetapi juga
dampaknya terhadap kondisi mental siswa dalam
jangka panjang.

d) Meningkatkan Kemampuan Sosial dan


Interaksi

Emosi yang dikelola dengan baik juga


meningkatkan kemampuan siswa untuk berinteraksi
secara positif dengan teman sekelas dan pendidik.
Emosi positif seperti empati, kebahagiaan, dan rasa
hormat dapat memperbaiki hubungan sosial, yang
mendukung pencapaian akademik melalui kolaborasi
dan kerja kelompok. Sebaliknya, emosi negatif yang
tidak terkendali dapat menyebabkan konflik atau
isolasi, yang menghambat proses pembelajaran.

e) Mengembangkan Suasana Belajar yang Positif


Pengelolaan emosi juga membantu menciptakan
suasana belajar yang lebih positif dan kondusif.
Siswa yang mengelola emosinya dengan baik
cenderung lebih mampu menjaga suasana hati yang
stabil, yang memfasilitasi lingkungan belajar yang
lebih nyaman dan menyenangkan. Hal ini, pada

6
gilirannya, mendukung konsentrasi dan daya serap
informasi yang lebih baik.

B. Emosi Negatif Memengaruhi Kinerja Akademik


Siswa
Emosi negatif, seperti kecemasan, stres, dan
frustrasi, dapat mempengaruhi kinerja akademik siswa
secara signifikan melalui berbagai mekanisme
psikologis dan fisiologis. Berikut adalah beberapa cara
bagaimana emosi negatif dapat mempengaruhi kinerja
akademik siswa, beserta referensinya:

a) Mengganggu Konsentrasi dan Fokus:


Kecemasan akademik dapat mengalihkan
perhatian siswa dari tugas-tugas yang harus
diselesaikan, membuat mereka lebih mudah
terganggu oleh pikiran atau kekhawatiran tentang
hasil ujian atau tugas. Hal ini mengurangi
kemampuan untuk fokus pada materi yang sedang
dipelajari. Sebagai contoh, Zeidner (1998)
menjelaskan bahwa kecemasan dapat
memengaruhi kemampuan memori jangka pendek,
yang menghambat pemrosesan informasi baru dan
mempengaruhi performa dalam tugas akademik.
b) Meningkatkan Stres Mental dan Fisik:
Stres yang berlebihan dapat menyebabkan
kelelahan mental dan fisik. Stres memicu respons
fisiologis yang melibatkan hormon stres seperti
kortisol, yang jika terus-menerus tinggi, dapat

7
mengganggu kemampuan kognitif dan menurunkan
motivasi. Stres jangka panjang dapat menyebabkan
kelelahan mental, menurunkan energi, dan
mengurangi kapasitas untuk belajar dan
berkonsentrasi (Pekrun et al., 2002).

c) Menurunkan Motivasi:
Emosi negatif sering kali mengurangi motivasi
intrinsik, yang merupakan dorongan untuk belajar
karena minat pribadi terhadap materi. Kecemasan
atau stres dapat menurunkan rasa percaya diri
siswa dan membuat mereka merasa kurang mampu
untuk mencapai tujuan akademik mereka, yang
pada gilirannya mengurangi usaha dan ketekunan
dalam belajar (Schunk, 2009).

d) Mempengaruhi Pengambilan Keputusan:


Stres dan kecemasan dapat mempengaruhi
kemampuan siswa dalam membuat keputusan yang
tepat. Dalam kondisi emosi negatif, siswa mungkin
cenderung menghindari tugas-tugas akademik atau
mengambil keputusan yang tidak rasional, seperti
menunda pekerjaan rumah atau ujian, yang akan
berdampak buruk pada kinerja akademik mereka.

e) Meningkatkan Risiko Gangguan Psikologis:


Stres dan kecemasan yang tidak dikelola dengan
baik dapat berkembang menjadi gangguan
psikologis seperti depresi. Depresi mempengaruhi

8
konsentrasi, energi, dan motivasi belajar, yang
mengarah pada penurunan prestasi akademik yang
lebih signifikan. Menurut Pekrun et al. (2002), kondisi
mental yang buruk berhubungan langsung dengan
rendahnya pencapaian akademik.

C. Hubungan Antara Pengelolaan Emosi Dan


Pencapaian Akademik
Emosi negatif, seperti kecemasan, stres, dan
frustrasi, dapat mempengaruhi kinerja akademik siswa
secara signifikan melalui berbagai mekanisme
psikologis dan fisiologis. Berikut adalah beberapa cara
bagaimana emosi negatif dapat mempengaruhi kinerja
akademik siswa, beserta referensinya:

a) Mengganggu Konsentrasi dan Fokus:


Kecemasan akademik dapat mengalihkan
perhatian siswa dari tugas-tugas yang harus
diselesaikan, membuat mereka lebih mudah
terganggu oleh pikiran atau kekhawatiran
tentang hasil ujian atau tugas. Hal ini
mengurangi kemampuan untuk fokus pada
materi yang sedang dipelajari. Sebagai contoh,
Zeidner (1998) menjelaskan bahwa kecemasan
dapat memengaruhi kemampuan memori jangka
pendek, yang menghambat pemrosesan
informasi baru dan mempengaruhi performa
dalam tugas akademik.
b) Meningkatkan Stres Mental dan Fisik:

9
Stres yang berlebihan dapat menyebabkan
kelelahan mental dan fisik. Stres memicu respons
fisiologis yang melibatkan hormon stres seperti
kortisol, yang jika terus-menerus tinggi, dapat
mengganggu kemampuan kognitif dan menurunkan
motivasi. Stres jangka panjang dapat menyebabkan
kelelahan mental, menurunkan energi, dan
mengurangi kapasitas untuk belajar dan
berkonsentrasi.

c) Menurunkan Motivasi: Emosi negatif


sering kali mengurangi motivasi intrinsik, yang
merupakan dorongan untuk belajar karena minat
pribadi terhadap materi. Kecemasan atau stres
dapat menurunkan rasa percaya diri siswa dan
membuat mereka merasa kurang mampu untuk
mencapai tujuan akademik mereka, yang pada
gilirannya mengurangi usaha dan ketekunan dalam
belajar (Schunk, 2009).

d) Mempengaruhi Pengambilan Keputusan:


Stres dan kecemasan dapat mempengaruhi
kemampuan siswa dalam membuat keputusan yang
tepat. Dalam kondisi emosi negatif, siswa mungkin
cenderung menghindari tugas-tugas akademik atau
mengambil keputusan yang tidak rasional, seperti
menunda pekerjaan rumah atau ujian, yang akan
berdampak buruk pada kinerja akademik mereka.

10
e) Meningkatkan Risiko Gangguan Psikologis:
Stres dan kecemasan yang tidak dikelola dengan
baik dapat berkembang menjadi gangguan
psikologis seperti depresi. Depresi mempengaruhi
konsentrasi, energi, dan motivasi belajar, yang
mengarah pada penurunan prestasi akademik yang
lebih signifikan. Menurut Pekrun et al. (2002),
kondisi mental yang buruk berhubungan langsung
dengan rendahnya pencapaian akademik.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pengelolaan emosi yang efektif memainkan peran
penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan
pencapaian akademik siswa. Emosi yang dikelola dengan
baik, baik itu emosi positif maupun negatif, dapat
meningkatkan fokus, motivasi intrinsik, ketahanan mental,
dan kemampuan sosial siswa. Sebaliknya, emosi negatif
yang tidak dikelola dengan baik, seperti kecemasan dan
stres, dapat mengganggu konsentrasi, mengurangi
motivasi, dan mempengaruhi kesehatan mental, yang
pada akhirnya merugikan pencapaian akademik siswa.

11
Pengelolaan emosi yang baik membantu
mengurangi kecemasan dan stres, meningkatkan motivasi,
memperkuat ketahanan mental, serta menciptakan
suasana belajar yang positif dan kondusif. Sebaliknya,
emosi negatif dapat mengganggu fokus, mengurangi
kapasitas mental, menurunkan motivasi, dan
meningkatkan risiko gangguan psikologis, yang semuanya
dapat merugikan kinerja akademik. Oleh karena itu,
penting bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan
pengelolaan emosi yang efektif untuk mencapai hasil
akademik yang optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Pekrun, R., Goetz, T., Titz, W., & Perry, R. P. (2002). Academic
emotions in students' learning and achievement:
Theory, findings, and implications. Educational
Psychologist, 37(2), 91-105.

Zeidner, M. (1998). Test Anxiety: The State of the Art. Press


Syndicate of the University of Cambridge.

12
Schunk, D. H. (2009). Learning Theories: An Educational
Perspective (5th ed.). Pearson..

13

Anda mungkin juga menyukai