Analisa Interaksi Perawat-Klien Awal
Analisa Interaksi Perawat-Klien Awal
Keperawatan Jiwa
Disusun Oleh:
41241095000016
K :Waalaikumsalam K : klien menjawab salam Perawat dengan yakin Klien berespon Jawaban salam klien menunjukan klien menerima
dan mengangguk terus melanjutkan positif dengan salam kedatangan perawat dan mulai terbina hubungan
sambil memandang interaksi yang disampaikan terapeutik antara Perawat- klien
perawat oleh perawat
P : Sikap terbuka,
mempertahankan kontak
mata
P: Halo, Ibu. Boleh saya P: Sikap terbuka, sedikit Perawat berharap klien Klien berespon Perawat bertanya apakah boleh duduk
duduk disini menemani membungkuk ke arah dapat mengizinkan positif dengan menemaninya/menawarkan diri bertujuan untuk
ibu? klien, tersenyum, perawat untuk duduk mengizinkan memastikan kesiapan klien untuk
menjaga kontak mata ke didekatnya. perawat berinteraksi/berkomunikasi, demi tercapainya
K: Iya klien, mengulurkan interaksi/komunikasi yang lebih efektif
tangan ke arah tempat Perawat ingin
duduk memastikan kesiapan Klien bersedia ditemani perawat dan mengizinkan
K : memandang perawat , klien untuk untuk duduk di dekat klien , hal ini menunjukkan
mengangguk, klien berinteraksi/berbincan bahwa antara klien dan perawat hubungan saling
mempersilahkan g, percaya sudah terbina.
perawat duduk
disampingnya dengan Sesuai dengan teori bahwa keberhasilan membina
menepuk sofa hubungan saling percaya sangat dipengaruhi oleh
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI NON
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
komunikasi verbal dan non verbal yang disampaikan
oleh perawat
P: Baik, terima kasih ibu P: tersenyum, menjaga Perawat berterima Klien menerima Berterima kasih sebagai bentuk menghargai klien
sudah mengizinkan saya kontak mata dengan kasih dan merasa kehadiran perawat yang dapat menegaskan bahwa klien telah
duduk disini klien senang melakukan hal yang baik, sehingga diharapkan dapat
K: memandang perawat, memupuk rasa optimis dalam dirinya
tersenyum, berkedip
P: kenalin bu, nama saya P: Tersenyum, memandang Klien menanggapi Memperkenalkan diri dapat menciptakan rasa
Yuni. Nama ibu siapa? pasien, tangan di dada dengan positif percaya klien terhadap perawat
Senang diipanggil apa?
K : mengangguk, berbicara Nama panggilan merupakan nama akrab klien
K: Saya Sul*i*a sesuatu namun tidak jelas sehingga menciptakan rasa senang akan adanya
pengakuan atas namanya
P : Ibu S. Bagaimana P : menyimak dan Perawat berharap Klien tenang, Evaluasi validasi keadaan klien merupakan aspek
kabarnya Ibu hari ini mendengarkan dengan keadaan klien stabil berpikir sejenak utama yang harus dilakukan perawat untuk dapat
?ada yang ibu keluhkan? seksama, menjaga dan dapat menjelaskan untuk menjawab mengetahui keadaan dan kebutuhan klien pada saat
kontak mata dengan kondisi yang itu.
K: puyeng, leleus (lemas) klien. dirasakannya dengan
(terus berbicara, artikulasi K : bercerita sambil bahasa indonesia dan
tidak jelas dan susah memandang perawat, disampaikan secara
dimengerti)..habis minum kontak mata terjaga, perlahan
obat..air banyak..mabok menjelaskan sambil
memperagakan
P: Ibu pusing? Kira-kira P : menyimak dan Perawat ingin Klien tampak seperti Beberapa pasien, terutama yang sedang menjalani
karena apa ibu, mendengarkan dengan mengkaji apakah ingin mendengar perawatan di rumah sakit, mungkin mengalami
bagaimana dengan seksama, menjaga keluhan yang lebih jelas apa yang gangguan tidur akibat rasa sakit, kecemasan,
tidurnya malam tadi? kontak mata dengan dirasakan klien berasal dikatakan perawat, lingkungan yang tidak nyaman, atau pengobatan
Bisa tidur? klien. tertentu. Menanyakan kebutuhan tidur dapat
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI NON
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
K: tidurr..bisa (melanjutkan K : menyodorkan badan ke dari kebutuhan dasar membantu perawat mengenali adanya gangguan
dengan bercerita, namun depan lebih dekat pada yang tidak terpenuhi tidur yang dapat mempengaruhi pemulihan pasien.
tidak dapat dimengerti perawat, bercerita sambil
perawat)....geulis (sambil memandang perawat,
menunjuk perawat) kontak mata terjaga
sekolah?
P: Betul ibu saya sedang P: menjaga kontak mata Perawat berharap klien Klien tampak dapat Tindakan tersebut bertujuan untuk memastikan
sekolah, praktik profesi dengan klien. dapat mengerti apa menagkap pesan bahwa komunikasi antara perawat dan pasien dapat
ners. Ibu, mohon maaf. yang disampaikan yang disampaikan berlangsung dengan jelas. Berbicara pelan-pelan
Apakah ibu bisa K: menatap perawat, perawat untuk oleh perawat membantu mengurangi kemungkinan
berbicara dengan mengangguk berbicara secara kesalahpahaman, terutama jika pasien dalam kondisi
perlahan dan perlahan dan yang lemah, cemas, atau kesulitan memahami
menggunakan bahasa menggunakan bahasa percakapan.
indonesia? Karena sus indonesia sehingga
nya dari Jogja tidak bisa perawat dapat Minta pasien untuk mengulangi kata atau frasa
bahasa sunda menggali lebih banyak dengan perlahan. Ini membantu mereka menyadari
informasi kecepatan bicaranya.
K: Ho..hooh
P : Boleh tidak bu kita P : Sentuhan ringan pada Berharap klien Klien merasa bahwa Adanya kontrak dalam hak untuk menentukan
mengobrol 10 atau 15 tangan, bicara lambat, bersedia untuk perawat datang untuk waktu, tempat dan tujuan termasuk ke dalam salah
menit saja? suara jelas, mendekatkan melanjutkan interaksi membantunya. Ingin satu unsur hubungan terapeutik antara nakes dengan
tangan ke klien, selalu dengan berbincang mengetahui rencana klien
kontak mata dengan kegiatan yang akan
klien. dilakukan bersama Sentuhan ringan merupakan sikap terapeutik yang
K : mendengarkan, kontak perawat. memberikan rasa nyaman bagi klien/ menunjukkan
mata dengan perawat rasa kasih sayang perawat terhadap klien,
menciptakan suasana hangat sehingga klien dapat
mengekspresikan perasaannya secara jelas. Dengan
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI NON
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
demikian perawat memiliki kesempatan untuk
mengenali kebutuhan klien.
K : ooh iya K : menganggukkan kepala, Senang klien bersedia Setuju dengan Sikap terapeutik perawat mempertahankan kontak
melihat perawat dengan kontrak interaksi/perbincang mata bertujuan untuk menyatakan bahwa perawat
P : Kontak mata dengan kegiatan yang an yang akan mempertahankan interaksi.
klien, tersenyum. disampaikan perawat. dilakukan.
P : adakah sesuatu yang P: menyimak, Perawat memberikan Klien menjelaskan Memberi kesempatan kepada klien untuk memulai
ingin ibu ungkapkan atau mempertahankan kesempatan pada klien dengan ekspresi pembicaraan bertujuan untuk menstimulasi klien
ceritakan pada saya? kontak mata, untuk berinisiatif kesal sambil untuk mengambil inisiatif dan merasakan bahwa ia
memberikan dalam memilih topik memperagakan diharapkan untuk membuka pembicaraan dan dapat
K: (bercerita namun hanya kesempatan klien untuk pembicaraan gerakan dipukul dan membina hubungan saling percaya
beberapa kata yang dapat membicarakan apapun di cubit
dimengerti perawat) yang disukainya
- Pusing, puyeng K: menjelaskan apa yang
- minum obat dirasaknnya dengan
- mabok gerakan tangan,
P: ibu lagi pusing dan mual P: menjaga kontak mata Mencoba untuk ekspresi non-verbal perawat mengulang atau merangkum kembali apa
setelah minum obat? dengan pasien, mendapatkan bisa menjadi cara yang dikatakan pasien, dengan tujuan untuk
megangguk konfirmasi dari pasien pasien untuk menunjukkan pemahaman terhadap perasaan atau
K: iya..minum obat.. K: menjelaskan apa yang dan menunjukkan mengungkapkan rasa pengalaman pasien.
mabok..pusing dirasaknnya dengan pemahaman atau sakit,
gerakan tangan, pendapat tentang ketidaknyamanan Perawat memvalidasi perasaan pasien menunjukkan
memperagakan seperti situasi bahwa mereka memahami alasan di balik perilaku
orang muntah dan pasien, dalam hal ini, banyak tidur. Ini membantu
memegang kepala pasien merasa didengar dan dihargai.
K : menggeleng,
melambaikan tangan
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI NON
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
P: ooo kenapa tidak ikut bu? K: mengangguk, berkedip, perawat mendorong Klien menolak biar semakin cantik dan rapih rambutnya" berfungsi
Tidak apa-apa biar semakin kontak mata dengan pasien untuk terlibat tawaran perawat sebagai penguatan positif yang menunjukkan bahwa
cantik dan rapih rambutnya perawat dalam aktivitas untuk berdandan perawatan diri, dalam hal ini merapikan rambut,
P : kontak mata dengan perawatan diri. dapat meningkatkan penampilan dan membuat
K: sudah, gapapa klien pasien merasa lebih baik. Pujian ini dapat
meningkatkan rasa percaya diri pasien, yang penting
dalam meningkatkan kesejahteraan emosional
mereka.
P: memang ibu tidak suka P: Tersenyum, kontak mata Perawat ingin Klien menolak perawat menggunakan kalimat tersebut untuk
berdandan? ibu lupa dengan pasien menggali apakah tawaran perawat mengingatkan pasien tentang kesalahan kecil (lupa
mengancingkan baju atas K: mengangguk, tersenyum terdapat hambatan untuk berdandan mengancingkan baju) dengan cara yang tidak
ya...jadi terlihat deh pakaian pada klien untuk menghakimi. Ini memberikan kesempatan bagi
dalamnya berdandan pasien untuk memperbaiki penampilannya tanpa
merasa malu atau canggung. Menggunakan bahasa
K: ga papa yang lembut dan tidak mengkritik secara langsung
membantu menjaga hubungan yang positif dengan
pasien.
P: iii memang kenapa tidak P: kembali menepuk-nepuk Perawat ingin Klien tampak Pertanyaan ini bertujuan untuk memahami alasan
mau bu? Kan banyak loh paha klien untuk menggali apakah ada antusias bercerita pasien menghindari berdandan, sekaligus
manfaatnya kalo kita memfokuskannya hambatan atau memberikan dorongan positif. Ini dapat
berdandan K: tersenyum, menggeleng perasaan tertentu yang meningkatkan motivasi pasien untuk merawat
membuat pasien tidak penampilan mereka.
K: Ga mau tertarik untuk merawat
diri, sambil Kalimat tersebut juga membuka ruang bagi pasien
menekankan manfaat untuk berbicara tentang alasan mereka tidak ingin
dari berdandan. berdandan. Perawat bisa memahami lebih dalam
tentang perasaan atau kondisi pasien yang
menghalangi mereka untuk merawat diri, seperti
kelelahan fisik atau perasaan tidak nyaman. Ini
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI NON
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
memungkinkan perawat untuk memberikan
dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan
pasien.
P: biar rapih, orang lain P : kontak mata tersebar ke Perawat ingin Klien tampak malu- Dengan menjelaskan manfaat berdandan, perawat
melihatnya senang, diri kita semua pasien yang ada mengajak klien untuk malu ketika teman- bertujuan untuk membantu pasien memahami
nyaman, menambah percaya berada di dekat klien, bergabung dengan temannya bahwa berdandan bukan hanya tentang penampilan
diri, berdandan itu kan menyentuh kecil paha teman-temannya mengajaknya luar, tetapi juga tentang kesejahteraan pribadi.
sebagai bentuk menghargai klien berdandan berdandan Penekanan pada kenyamanan, percaya diri, dan
diri sendiri, betul tidak bu? K: berkedip, tersenyum penghargaan diri sendiri memberikan perspektif
malu-malu yang positif mengenai pentingnya merawat diri.
K: hoo
P: nah yuk nanti gantian ya. P : konta mata menyapu Perawat sekaligus Klien tertarik & Aktivitas berdandan bersama teman dapat
Saya bawakan dulu pada semua pasien ingin mendorong menanti dengan apa memperkuat hubungan sosial, meningkatkan rasa
peralatan dandannya. terutam klien interaksi sosial antara yang ingin dilakukan kebersamaan, dan membantu pasien merasa lebih
K: tetap diam di sofa, klien dengan pasien perawat terhubung dengan orang lain di sekitar mereka,
melihat ke perawat lainnya. yang berkontribusi pada kesejahteraan emosional.
K : waalaikumsalam
KESAN PERAWAT :
Perawat mencatat bahwa meskipun gangguan komunikasi verbal menjadi tantangan, pendekatan yang sabar dan penuh perhatian membantu pasien
merasa dihargai dan lebih percaya diri dalam merawat diri mereka sendiri. Pasien yang sebelumnya tampak tidak bersemangat, kini tampak
memiliki keinginan setelah mengikuti kegiatan merawat diri. Pasien terlihat lebih tertarik untuk merapikan penampilannya dan tampak sedikit
tersenyum setelah melihat teman-teman disekitarnya memperagakan langkah berdandan, seperti menyisir rambut dan merapikan pakaian.
Meskipun pasien kesulitan mengungkapkan perasaan secara verbal, mereka memberikan isyarat positif melalui bahasa tubuh, seperti mengangguk
atau senyum kecil.