0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan14 halaman

Analisa Interaksi Perawat-Klien Awal

Diunggah oleh

Nurul Fauziyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan14 halaman

Analisa Interaksi Perawat-Klien Awal

Diunggah oleh

Nurul Fauziyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA PROSES INTERAKSI MINGGU PERTAMA

Tugas Ini Dibuat Untuk Memenuhi Penugasan Praktik Profesi Ners

Keperawatan Jiwa

Dosen Pengampu : Ns. Eni Nur’aini Agustini, MSc., Ph.D

Disusun Oleh:

41241095000016

NURUL YUNI FAUZIYAH

PROGRAM PROFESI NERS


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
DESEMBER / 2024
ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien : Ny. S


Status interaksi perawat-klien : Pertemuan ke-1
Lingkungan : Perawat dan klien duduk bersebelahan dengan klien di ruang
tengah(ruang rekreasi), lingkungan cukup kondusif berada di
sekeliling dan aman.
Deskripsi klien : Klien mengeluh pusing, lemas, penampilan tampak kurang
rapih, kancing atas belakang terbuka, rambut digerai tidk
disisir
Tujuan (berorientasi pada klien) :
Kognitif
 Menjelaskan cara berdandan dan berpakaian rapih
 Menjelaskan manfaat berdandan dan berpakaian rapih
Psikomotor
 Mempraktikkan cara berdandan dan berpakaian rapih
Afektif
 Merasakan manfaat berdandan dan berpakaian rapih
 Membedakan perasaan sebelum dan sesudah berdandan dan berpakaian rapih

Nama Mahasiswa : Nurul Yuni Fauziyah


Tanggal : Selasa, 10 Desember 2024
Jam : 11.10 – 11.20 wib
Tempat : Ruang Rawat Inap Dewi Amba, Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI NON
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Assalamualaikum. Siang P : berdiri dengan badan Perawat memulai Klien tampak tidak Salam merupakan kalimat pembuka untuk memulai
Ibu agak percakapan dengan terganggu / percakapan sehingga dapat terbina hubungan saling
membungkuk/condong sikap terbuka menerima kehadiran percaya
ke arah klien, tubuh perawat
sikap terbuka
K : Melihat kearah
perawat, ekspresi
tersenyum

K :Waalaikumsalam K : klien menjawab salam Perawat dengan yakin Klien berespon Jawaban salam klien menunjukan klien menerima
dan mengangguk terus melanjutkan positif dengan salam kedatangan perawat dan mulai terbina hubungan
sambil memandang interaksi yang disampaikan terapeutik antara Perawat- klien
perawat oleh perawat
P : Sikap terbuka,
mempertahankan kontak
mata
P: Halo, Ibu. Boleh saya P: Sikap terbuka, sedikit Perawat berharap klien Klien berespon Perawat bertanya apakah boleh duduk
duduk disini menemani membungkuk ke arah dapat mengizinkan positif dengan menemaninya/menawarkan diri bertujuan untuk
ibu? klien, tersenyum, perawat untuk duduk mengizinkan memastikan kesiapan klien untuk
menjaga kontak mata ke didekatnya. perawat berinteraksi/berkomunikasi, demi tercapainya
K: Iya klien, mengulurkan interaksi/komunikasi yang lebih efektif
tangan ke arah tempat Perawat ingin
duduk memastikan kesiapan Klien bersedia ditemani perawat dan mengizinkan
K : memandang perawat , klien untuk untuk duduk di dekat klien , hal ini menunjukkan
mengangguk, klien berinteraksi/berbincan bahwa antara klien dan perawat hubungan saling
mempersilahkan g, percaya sudah terbina.
perawat duduk
disampingnya dengan Sesuai dengan teori bahwa keberhasilan membina
menepuk sofa hubungan saling percaya sangat dipengaruhi oleh
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI NON
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
komunikasi verbal dan non verbal yang disampaikan
oleh perawat
P: Baik, terima kasih ibu P: tersenyum, menjaga Perawat berterima Klien menerima Berterima kasih sebagai bentuk menghargai klien
sudah mengizinkan saya kontak mata dengan kasih dan merasa kehadiran perawat yang dapat menegaskan bahwa klien telah
duduk disini klien senang melakukan hal yang baik, sehingga diharapkan dapat
K: memandang perawat, memupuk rasa optimis dalam dirinya
tersenyum, berkedip

P: kenalin bu, nama saya P: Tersenyum, memandang Klien menanggapi Memperkenalkan diri dapat menciptakan rasa
Yuni. Nama ibu siapa? pasien, tangan di dada dengan positif percaya klien terhadap perawat
Senang diipanggil apa?
K : mengangguk, berbicara Nama panggilan merupakan nama akrab klien
K: Saya Sul*i*a sesuatu namun tidak jelas sehingga menciptakan rasa senang akan adanya
pengakuan atas namanya
P : Ibu S. Bagaimana P : menyimak dan Perawat berharap Klien tenang, Evaluasi validasi keadaan klien merupakan aspek
kabarnya Ibu hari ini mendengarkan dengan keadaan klien stabil berpikir sejenak utama yang harus dilakukan perawat untuk dapat
?ada yang ibu keluhkan? seksama, menjaga dan dapat menjelaskan untuk menjawab mengetahui keadaan dan kebutuhan klien pada saat
kontak mata dengan kondisi yang itu.
K: puyeng, leleus (lemas) klien. dirasakannya dengan
(terus berbicara, artikulasi K : bercerita sambil bahasa indonesia dan
tidak jelas dan susah memandang perawat, disampaikan secara
dimengerti)..habis minum kontak mata terjaga, perlahan
obat..air banyak..mabok menjelaskan sambil
memperagakan
P: Ibu pusing? Kira-kira P : menyimak dan Perawat ingin Klien tampak seperti Beberapa pasien, terutama yang sedang menjalani
karena apa ibu, mendengarkan dengan mengkaji apakah ingin mendengar perawatan di rumah sakit, mungkin mengalami
bagaimana dengan seksama, menjaga keluhan yang lebih jelas apa yang gangguan tidur akibat rasa sakit, kecemasan,
tidurnya malam tadi? kontak mata dengan dirasakan klien berasal dikatakan perawat, lingkungan yang tidak nyaman, atau pengobatan
Bisa tidur? klien. tertentu. Menanyakan kebutuhan tidur dapat
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI NON
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
K: tidurr..bisa (melanjutkan K : menyodorkan badan ke dari kebutuhan dasar membantu perawat mengenali adanya gangguan
dengan bercerita, namun depan lebih dekat pada yang tidak terpenuhi tidur yang dapat mempengaruhi pemulihan pasien.
tidak dapat dimengerti perawat, bercerita sambil
perawat)....geulis (sambil memandang perawat,
menunjuk perawat) kontak mata terjaga
sekolah?
P: Betul ibu saya sedang P: menjaga kontak mata Perawat berharap klien Klien tampak dapat Tindakan tersebut bertujuan untuk memastikan
sekolah, praktik profesi dengan klien. dapat mengerti apa menagkap pesan bahwa komunikasi antara perawat dan pasien dapat
ners. Ibu, mohon maaf. yang disampaikan yang disampaikan berlangsung dengan jelas. Berbicara pelan-pelan
Apakah ibu bisa K: menatap perawat, perawat untuk oleh perawat membantu mengurangi kemungkinan
berbicara dengan mengangguk berbicara secara kesalahpahaman, terutama jika pasien dalam kondisi
perlahan dan perlahan dan yang lemah, cemas, atau kesulitan memahami
menggunakan bahasa menggunakan bahasa percakapan.
indonesia? Karena sus indonesia sehingga
nya dari Jogja tidak bisa perawat dapat Minta pasien untuk mengulangi kata atau frasa
bahasa sunda menggali lebih banyak dengan perlahan. Ini membantu mereka menyadari
informasi kecepatan bicaranya.
K: Ho..hooh
P : Boleh tidak bu kita P : Sentuhan ringan pada Berharap klien Klien merasa bahwa Adanya kontrak dalam hak untuk menentukan
mengobrol 10 atau 15 tangan, bicara lambat, bersedia untuk perawat datang untuk waktu, tempat dan tujuan termasuk ke dalam salah
menit saja? suara jelas, mendekatkan melanjutkan interaksi membantunya. Ingin satu unsur hubungan terapeutik antara nakes dengan
tangan ke klien, selalu dengan berbincang mengetahui rencana klien
kontak mata dengan kegiatan yang akan
klien. dilakukan bersama Sentuhan ringan merupakan sikap terapeutik yang
K : mendengarkan, kontak perawat. memberikan rasa nyaman bagi klien/ menunjukkan
mata dengan perawat rasa kasih sayang perawat terhadap klien,
menciptakan suasana hangat sehingga klien dapat
mengekspresikan perasaannya secara jelas. Dengan
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI NON
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
demikian perawat memiliki kesempatan untuk
mengenali kebutuhan klien.

K : ooh iya K : menganggukkan kepala, Senang klien bersedia Setuju dengan Sikap terapeutik perawat mempertahankan kontak
melihat perawat dengan kontrak interaksi/perbincang mata bertujuan untuk menyatakan bahwa perawat
P : Kontak mata dengan kegiatan yang an yang akan mempertahankan interaksi.
klien, tersenyum. disampaikan perawat. dilakukan.
P : adakah sesuatu yang P: menyimak, Perawat memberikan Klien menjelaskan Memberi kesempatan kepada klien untuk memulai
ingin ibu ungkapkan atau mempertahankan kesempatan pada klien dengan ekspresi pembicaraan bertujuan untuk menstimulasi klien
ceritakan pada saya? kontak mata, untuk berinisiatif kesal sambil untuk mengambil inisiatif dan merasakan bahwa ia
memberikan dalam memilih topik memperagakan diharapkan untuk membuka pembicaraan dan dapat
K: (bercerita namun hanya kesempatan klien untuk pembicaraan gerakan dipukul dan membina hubungan saling percaya
beberapa kata yang dapat membicarakan apapun di cubit
dimengerti perawat) yang disukainya
- Pusing, puyeng K: menjelaskan apa yang
- minum obat dirasaknnya dengan
- mabok gerakan tangan,
P: ibu lagi pusing dan mual P: menjaga kontak mata Mencoba untuk ekspresi non-verbal perawat mengulang atau merangkum kembali apa
setelah minum obat? dengan pasien, mendapatkan bisa menjadi cara yang dikatakan pasien, dengan tujuan untuk
megangguk konfirmasi dari pasien pasien untuk menunjukkan pemahaman terhadap perasaan atau
K: iya..minum obat.. K: menjelaskan apa yang dan menunjukkan mengungkapkan rasa pengalaman pasien.
mabok..pusing dirasaknnya dengan pemahaman atau sakit,
gerakan tangan, pendapat tentang ketidaknyamanan Perawat memvalidasi perasaan pasien menunjukkan
memperagakan seperti situasi bahwa mereka memahami alasan di balik perilaku
orang muntah dan pasien, dalam hal ini, banyak tidur. Ini membantu
memegang kepala pasien merasa didengar dan dihargai.

Teknik ini juga dapat mendorong pasien untuk


memberikan penjelasan lebih lanjut tentang
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI NON
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
kondisinya, apakah itu disebabkan oleh faktor fisik,
emosional, atau obat-obatan.
P: ooh iya nanti P: kontak mata dengan Perawat mendengar pendekatan berpusat Mendengar aktif dapat menunjukkan caring dan
disampaikan ya bu dengan klien dengan penuh pada pasien akan minat, sehingga mendukung klien untuk
perawatnya, memang obat- K: Mengangguk perhatian dengan melibatkan perhatian berbicara/mengutarakan perasaannya
obatan bisa salah satu efek menunjukkan terhadap dimensi
sampingnya mual atau kemampuan spiritual pasien, yang
pusing, tapi ibu nanti bilang memahami perasaan mungkin sangat
ya kalau merasakan pusing orang lain dan penting dalam proses
atau mual yang bertambah mengerti bagaimana penyembuhan atau
parah. klien dapat merasakan kenyamanan pasien.
hal tersebut
K: hoo
P : Ibu sudah mandi pagi P : kontak mata, Memberikan perhatian Klien merasa tidak memberi perawat kesempatan untuk memantau
ini? menunjukkan sikap pada klien, perlu berdandan apakah pasien sudah melakukan aktivitas dasar yang
terbuka, tubuh lebih memberikan sikap yang mungkin saja penting untuk kesejahteraan mereka. perawat dapat
K: sudah..dingin condong ke klien, suara empati klien sudah merasa mengetahui apakah ada hambatan atau kesulitan
rendah /lembut nyaman dengan dalam melakukan perawatan diri, seperti kelelahan,
P: ooo sudah. Ibu tidak ikut K: Mengangguk dirinya sendiri. rasa tidak enak badan, atau kesulitan fisik lainnya.
berdandan seperti teman-
teman yang lain disana? P: menunjuk pasien lain di
ruang tengah yang
K : teu, gapapa makasi sedang berkumpul
untuk berdandan

K : menggeleng,
melambaikan tangan
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI NON
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
P: ooo kenapa tidak ikut bu? K: mengangguk, berkedip, perawat mendorong Klien menolak biar semakin cantik dan rapih rambutnya" berfungsi
Tidak apa-apa biar semakin kontak mata dengan pasien untuk terlibat tawaran perawat sebagai penguatan positif yang menunjukkan bahwa
cantik dan rapih rambutnya perawat dalam aktivitas untuk berdandan perawatan diri, dalam hal ini merapikan rambut,
P : kontak mata dengan perawatan diri. dapat meningkatkan penampilan dan membuat
K: sudah, gapapa klien pasien merasa lebih baik. Pujian ini dapat
meningkatkan rasa percaya diri pasien, yang penting
dalam meningkatkan kesejahteraan emosional
mereka.
P: memang ibu tidak suka P: Tersenyum, kontak mata Perawat ingin Klien menolak perawat menggunakan kalimat tersebut untuk
berdandan? ibu lupa dengan pasien menggali apakah tawaran perawat mengingatkan pasien tentang kesalahan kecil (lupa
mengancingkan baju atas K: mengangguk, tersenyum terdapat hambatan untuk berdandan mengancingkan baju) dengan cara yang tidak
ya...jadi terlihat deh pakaian pada klien untuk menghakimi. Ini memberikan kesempatan bagi
dalamnya berdandan pasien untuk memperbaiki penampilannya tanpa
merasa malu atau canggung. Menggunakan bahasa
K: ga papa yang lembut dan tidak mengkritik secara langsung
membantu menjaga hubungan yang positif dengan
pasien.
P: iii memang kenapa tidak P: kembali menepuk-nepuk Perawat ingin Klien tampak Pertanyaan ini bertujuan untuk memahami alasan
mau bu? Kan banyak loh paha klien untuk menggali apakah ada antusias bercerita pasien menghindari berdandan, sekaligus
manfaatnya kalo kita memfokuskannya hambatan atau memberikan dorongan positif. Ini dapat
berdandan K: tersenyum, menggeleng perasaan tertentu yang meningkatkan motivasi pasien untuk merawat
membuat pasien tidak penampilan mereka.
K: Ga mau tertarik untuk merawat
diri, sambil Kalimat tersebut juga membuka ruang bagi pasien
menekankan manfaat untuk berbicara tentang alasan mereka tidak ingin
dari berdandan. berdandan. Perawat bisa memahami lebih dalam
tentang perasaan atau kondisi pasien yang
menghalangi mereka untuk merawat diri, seperti
kelelahan fisik atau perasaan tidak nyaman. Ini
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI NON
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
memungkinkan perawat untuk memberikan
dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan
pasien.
P: biar rapih, orang lain P : kontak mata tersebar ke Perawat ingin Klien tampak malu- Dengan menjelaskan manfaat berdandan, perawat
melihatnya senang, diri kita semua pasien yang ada mengajak klien untuk malu ketika teman- bertujuan untuk membantu pasien memahami
nyaman, menambah percaya berada di dekat klien, bergabung dengan temannya bahwa berdandan bukan hanya tentang penampilan
diri, berdandan itu kan menyentuh kecil paha teman-temannya mengajaknya luar, tetapi juga tentang kesejahteraan pribadi.
sebagai bentuk menghargai klien berdandan berdandan Penekanan pada kenyamanan, percaya diri, dan
diri sendiri, betul tidak bu? K: berkedip, tersenyum penghargaan diri sendiri memberikan perspektif
malu-malu yang positif mengenai pentingnya merawat diri.
K: hoo
P: nah yuk nanti gantian ya. P : konta mata menyapu Perawat sekaligus Klien tertarik & Aktivitas berdandan bersama teman dapat
Saya bawakan dulu pada semua pasien ingin mendorong menanti dengan apa memperkuat hubungan sosial, meningkatkan rasa
peralatan dandannya. terutam klien interaksi sosial antara yang ingin dilakukan kebersamaan, dan membantu pasien merasa lebih
K: tetap diam di sofa, klien dengan pasien perawat terhubung dengan orang lain di sekitar mereka,
melihat ke perawat lainnya. yang berkontribusi pada kesejahteraan emosional.

Mengajak pasien untuk berdandan bergantian


dengan temannya dapat membuat aktivitas ini lebih
menyenangkan dan kurang terkesan sebagai
kewajiban. Ini menciptakan suasana yang lebih
ringan, di mana pasien merasa nyaman dan bisa
menikmati kegiatan perawatan diri dengan cara
yang lebih santai.
P: Nah, silahkan bu ini P: Perawat mengambil Perawat ingin pasien Klien tampak tidak Dengan mengatakan "ibu boleh berdandan bebas,"
peralatannya..ada sisir, ada peralatan berhias dan dapat merapihkan tertarik dengan perawat memberi pasien rasa kontrol atas proses
lipstick, bedak, blush, ada mendekatkannya ke rambut dan bajunya peralatan berhias perawatan diri mereka. Pasien merasa memiliki
parfum macam-macam ibu klien, menyodorkan ataupun berdandan yang didekatkan dan kebebasan untuk memilih dan menentukan langkah-
boleh berdandan bebas tempat peralatan mengikuti teman- hanya melihat langkah apa yang mereka ingin ambil, yang dapat
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI NON
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
berdandan pada semua teman yang ada di teman-temannya meningkatkan rasa percaya diri dan keterlibatan
K: gapapa. makasi pasien lain yang ada di sekitar klien berhias dalam perawatan diri mereka.
sekitar klien juga.
menjaga kontak mata
dengan klien,
tersenyum
K: tersenyum,
mengangguk, tetap
duduk dengan kepala
bersender di sofa
P: Nah, ibu L**a mau P: Perawat memperhatikan Perawat ingin klien Klien tampak Individu dapat dipengaruhi oleh lingkungan
menyisir dulu. Betul klien dan pasien lain termotivasi dari menunjukkan sosialnya. Melihat orang lain berdandan dengan
menyisirnya dari atas ke yang sedang berdandan melihat teman lainnya perhatianya pada baik bisa menciptakan dorongan untuk mengikuti
bawah, kalau ada yang sambil menjelaskan berdandan pasien lain yang perilaku tersebut
kusut perlahan-lahan saja ya cara berdandan dan sedang berdandan
bu dari bawah. Pakai menyisir rambut yang
lipstick dan bedak. Jangan baik
lupa rapihakn juga bajunya,
dikancingkan kancingnya
P: wah, masya allah bu P: Menjaga kontak mata Perawat memberi Klien tampak Pujian adalah bentuk penguatan positif yang dapat
L*L* jago juga berdandan pada klien, tersenyum, pujian pada pasien lain tertarik dengan memotivasi pasien untuk melanjutkan atau
ya, jadi lebih cantik deh. badan condong ke yang telah berdandan berdadan mengulang perilaku yang diinginkan. Dalam hal ini,
Rambut bu l*l* juga sudah klien, mengacungkan untuk memotivasi dengan memuji pasien yang telah berdandan,
tersisir dan wajah lebih jempol klien perawat memberikan umpan balik yang positif yang
fresh. K: tersenyum, mendorong pasien tersebut untuk merasa dihargai
mengangguk, melihat dan mungkin merasa lebih termotivasi untuk
K: geulis ke arah pasien lain merawat diri mereka sendiri.
yang telah berdandan
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI NON
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
Ketika pasien lain melihat bahwa berdandan
dihargai, mereka mungkin merasa termotivasi untuk
mengikuti perilaku tersebut. Pujian dari perawat
dapat bertindak sebagai contoh yang menunjukkan
pentingnya merawat diri melalui penampilan.
P: Nah, geulis kan bu..jadi P: kontak mata ke klien, Perawat ingin Klien masih pertanyaan "jadi ibu mau dandan tidak?" bertujuan
ibu mau dandan tidak? K: menggeleng dan menggugak semangat menolak untuk untuk menggugah niat pasien untuk melakukan
melambaikan tangan klien untuk berdandan berdandan kali ini perawatan diri. Dengan cara yang tidak memaksa,
K: teu..besok..makasii di keesokan hari perawat mengajak pasien untuk mempertimbangkan
merawat diri lebih lanjut, yang dapat meningkatkan
kesejahteraan fisik dan emosional mereka.
P: hmmm yasuda deh kalau P: Bicara perlahan, menjaga Perawat ingin Klien merasa Memberikan kesempatan klien untuk mengulangi
hari ibu tidak mau kontak mata pada klien, memastikan bahwa tertantang/termotivas yang telah diajarkan dapat membatu perawat untuk
berdandan. Saya jadi tubuh condong ke klien klien paham apa yang i dan malu-malu jika mengetahui apakah informasi dapat diterima dengan
penasaran kalau ibu K: tersenyum dan tertawa disampaikan perawat diminta untuk baik atau tidak
berdandan seperti apa si? dan merapikan dipraktikkan. Klien
rambutnya mencoba
K: teu apa-apa...puyeng mengalihkan topik
(bercerita namun tidak
dimenegrti perawat)
P : gimana perasaan ibu P : memperhatikan klien, Perawat sangat senang Klien senang Perawat memberikan reinforcement positif terhadap
senang ya ngeliat temen- memberikan simbol dan terkesan klien mendapat respon keberhasilan klien. Hal ini sesuai dengan teori bahwa
temenya dandan? Besok salut kepada klien, dapat menjelaskan positif dari perawat, setiap keberhasilan klien meskipun hanya sedikit
ikutan dandan yaa tersenyum. kembali hasil dan ingin harus diberikan umpan balik agar klien termotivasi
K : tampak lebih perbincangan mengungkapkan untuk melaksanakan latihan-latihan berikutnya.
K : ya, makasih bersemangat, Perawat mengevaluasi perubahan
tersenyum, melihat perasaan klien untuk perasaannya
perawat menentukan tindakan
selanjutnya
ANALISA ANALISA
KOMUNIKASI NON
KOMUNIKASI VERBAL BERPUSAT BERPUSAT RASIONAL
VERBAL
PADA PERAWAT PADA KLIEN
Klien dapat
mengetahui manfaat
dari berdandan
P : Iya, besok saya tunggu K : tampak lebih ceria, Perawat berharap klien Klien tampak lebih Kalimat yang diucapkan perawat memberikan
ibu berdandan dengan kepalanya sudah dapat termotivasi semangat setelah dorongan positif dengan cara yang mendukung.
rapih oke? terbangun dari sofa, melihat teman-teman Mengatakan "saya tunggu" menunjukkan bahwa
tersenyum lainnya berdandan perawat memiliki harapan positif terhadap pasien,
K: iya P : tersenyum yang dapat memotivasi pasien untuk merawat diri
mereka dengan lebih baik. Harapan ini memberikan
pasien tujuan yang jelas dan dapat meningkatkan
motivasi mereka untuk tampil rapi.
P: Saya selama 3 minggu K : tersenyum Perawat senang klien Klien menyepakati Membuat kontrak penting untuk melanjutkan
akan disini jadi setiap hari P : tersenyum bersedia untuk kontrak untuk interaksi berikutnya. Dengan kontrak yang jelas,
kecuali hari minggu kita melanjutkan interaksi berikutnya pasien tahu apa yang akan terjadi dalam waktu dekat
akan bertemu. Besok kita pertemuan berikutnya dan mampu dan apa yang perlu dilakukan. Ini juga bisa
mau ngobrol dimana bu mengambil mengurangi perasaan khawatir atau ketakutan
disini ya bu, setuju? keputusan untuk terhadap proses perawatan.
menentukan waktu
K : iya..makasih ya dan tempat
pertemuan esok
P: ada yang ibu butuhkan K : tersenyum, Perawat mengakhiri Klien mengakhiri Ucapan salam merupakan bentuk menghargai klien
atau tanyakan tidak? mengangguk perbincangan perbincangan sebagai manusia seutuhnya
kalau tidak ada saya ingin P : tersenyum,
ke sebelah sana bertemu membungkukkan badan
pasien lainnya dulu ya ke lklien, pergi
meninggalkan ruangan
Assalamualaikum.

K : waalaikumsalam
KESAN PERAWAT :
Perawat mencatat bahwa meskipun gangguan komunikasi verbal menjadi tantangan, pendekatan yang sabar dan penuh perhatian membantu pasien
merasa dihargai dan lebih percaya diri dalam merawat diri mereka sendiri. Pasien yang sebelumnya tampak tidak bersemangat, kini tampak
memiliki keinginan setelah mengikuti kegiatan merawat diri. Pasien terlihat lebih tertarik untuk merapikan penampilannya dan tampak sedikit
tersenyum setelah melihat teman-teman disekitarnya memperagakan langkah berdandan, seperti menyisir rambut dan merapikan pakaian.
Meskipun pasien kesulitan mengungkapkan perasaan secara verbal, mereka memberikan isyarat positif melalui bahasa tubuh, seperti mengangguk
atau senyum kecil.

Anda mungkin juga menyukai