Analisa Interaksi Keperawatan Jiwa
Analisa Interaksi Keperawatan Jiwa
Keperawatan Jiwa
Disusun Oleh:
41241095000016
Tujuan
Kognitif
Mampu menjelaskan bagaimana menolak dengan baik, meminta dengan baik, dan
mengungkapkan perasaan dengan baik
Psikomotor
Dapat mempraktikkan bagaimana menolak dengan baik, meminta dengan baik, dan
mengungkapkan perasaan dengan baik
Afektif
Merasakan manfaat dari latihan
Dapat membedakan perasaan sebelum dan sesudah latihan
Tindakan keperawatan
Mengevaluasi SP yang sebelumnya telah diajarkan
Melatih bagaimana menolak dengan baik, meminta dengan baik, dan mengungkapkan
perasaan dengan baik
Menganjurkan pasien untuk menysuun/memasukkan kegiatan latihan ke dalam jadwal
kegiatan sehari-hari
Memberikan pujian saat klien berhasil melakukan sesuatu
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Assalamualaikum. P : berdiri dengan badan Perawat memulai Klien tampak tidak Salam merupakan kalimat pembuka untuk
Selamat pagi teh R*n* agak percakapan dengan sikap terganggu / menerima memulai percakapan sehingga dapat terbina
membungkuk/condong terbuka kehadiran perawat hubungan saling percaya
ke arah klien, tubuh sikap
terbuka
K : Melihat kearah perawat,
ekspresi tersenyum
K :Waalaikumsalam K : klien menjawab salam Perawat dengan yakin Klien berespon positif Jawaban salam klien menunjukan klien
dan mengangguk sambil terus melanjutkan dengan salam yang menerima kedatangan perawat dan mulai
memandang perawat interaksi disampaikan oleh terbina hubungan terapeutik antara
P : Sikap terbuka, perawat Perawat- klien
mempertahankan kontak
mata
P: Halo, Teh. Boleh saya P: Sikap terbuka, sedikit Perawat berharap klien Klien berespon positif Perawat bertanya apakah boleh duduk
duduk disini nemenin teteh? membungkuk ke arah dapat mengizinkan dengan mengizinkan menemaninya/menawarkan diri bertujuan
klien, tersenyum, perawat untuk duduk perawat untuk memastikan kesiapan klien untuk
K: Iya menjaga kontak mata ke didekatnya. berinteraksi/berkomunikasi, demi
klien, mengulurkan tercapainya interaksi/komunikasi yang lebih
tangan ke arah tempat Perawat ingin efektif
duduk memastikan kesiapan
K : memandang perawat , klien untuk Klien bersedia ditemani perawat dan
mengangguk, klien berinteraksi/berbincang, mengizinkan untuk duduk di dekat klien ,
mempersilahkan perawat hal ini menunjukkan bahwa antara klien dan
duduk disampingnya perawat hubungan saling percaya sudah
terbina.
P: teteh masih ingat nama P: Tersenyum, memandang Perawat senang karena Klien menanggapi Memperkenalkan diri dapat menciptakan
saya gak? pasien, tangan di dada keramahan pasien dan dengan positif rasa percaya klien terhadap perawat
perawat ingin diantara
K: suster, aku panggil kamu K : tersenyum ceria pasien dan perawat tetap Nama panggilan merupakan nama akrab
itik aja ya karena kamu memanggil nama klien sehingga menciptakan rasa senang
cantik panggilan akan adanya pengakuan atas namanya
P: waduh terima kasih teteh P: Tersenyum, memandang Perawat senang karena klien menunjukkan rasa Memperkenalkan diri dapat menciptakan
manis, nama suster Yuni. pasien, keramahan pasien dan percaya pada perawat, rasa percaya klien terhadap perawat
teh R*n* suka dipanggil apa perawat ingin diantara serta menunjukkan
si ? K : tersenyum ceria pasien dan perawat tetap bahwa klien merasa Nama panggilan merupakan nama akrab
. memanggil nama nyaman dengan interaksi klien sehingga menciptakan rasa senang
K: boleh r*r*, boleh panggilan yang terjadi. akan adanya pengakuan atas namanya
r*n*..terserah suster aja
P : oke, Kita ngobrol yuk P : Sentuhan ringan pada Berharap klien bersedia Klien merasa bahwa Adanya kontrak dalam hak untuk
teh 10 atau 15 menit tangan, bicara lambat, untuk melanjutkan perawat datang untuk menentukan waktu, tempat dan tujuan
saja, boleh? suara jelas, mendekatkan interaksi dengan membantunya. Ingin termasuk ke dalam salah satu unsur
tangan ke klien, selalu berbincang mengetahui rencana hubungan terapeutik antara nakes dengan
kontak mata dengan klien. kegiatan yang akan klien
K : mendengarkan, kontak dilakukan bersama
mata dengan perawat perawat. Sentuhan ringan merupakan sikap
terapeutik yang memberikan rasa nyaman
bagi klien/ menunjukkan rasa kasih sayang
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
perawat terhadap klien, menciptakan
suasana hangat sehingga klien dapat
mengekspresikan perasaannya secara jelas.
Dengan demikian perawat memiliki
kesempatan untuk mengenali kebutuhan
klien.
K : ooh iya K : menganggukkan kepala, Senang klien bersedia Setuju dengan Sikap terapeutik perawat mempertahankan
melihat perawat dengan kontrak kegiatan interaksi/perbincangan kontak mata bertujuan untuk menyatakan
P : Kontak mata dengan yang disampaikan yang akan dilakukan. bahwa perawat mempertahankan interaksi.
klien, tersenyum. perawat.
P : adakah sesuatu yang teh P: menyimak, Perawat memberikan klien sedang berpikir Memberi kesempatan kepada klien untuk
R*n* mau sampaikan atau mempertahankan kontak kesempatan pada klien atau merenungkan apa memulai pembicaraan bertujuan untuk
ceritakan pada saya? mata, memberikan untuk berinisiatif dalam yang ingin disampaikan. menstimulasi klien untuk mengambil
kesempatan klien untuk memilih topik Klien mungkin inisiatif dan merasakan bahwa ia
K: hmm apa ya hahaha membicarakan apapun pembicaraan membutuhkan sedikit diharapkan untuk membuka pembicaraan
yang disukainya dorongan atau dan dapat membina hubungan saling
K: tertawa pertanyaan lebih lanjut percaya
dari perawat untuk
membantu merumuskan
pikiran atau perasaan
yang ingin disampaikan.
P: kakak bagaimana P: menyimak, Perawat berharap Klien menunjukkan Evaluasi validasi keadaan klien merupakan
kabarnya dan perasaannya mempertahankan kontak keadaan klien stabil dan respon yang positif dan aspek utama yang harus dilakukan perawat
hari ini? mata, memberikan dapat menjelaskan sopan. Klien untuk dapat mengetahui keadaan dan
kesempatan klien untuk kondisi yang menunjukkan perhatian kebutuhan klien pada saat itu.
K: Alhamdulillah baik. membicarakan apapun dirasakannya dan kepedulian terhadap
Kakak apa kabar? yang disukainya perasaan orang lain
K: Tersenyum , dan dengan menanyakan
P: alhamdulillah baik juga mengacungi 2 jempol kabar perawat
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
teh kepada perawat
P: teteh ada keluhan di P: mendengar aktif, Perawat ingin Ari kata-kata "palingan Mengetahui keluhan fisik memungkinkan
badan teu? Mempertahankan kontak menunjukkan perhatian mah,", klien mungkin perawat untuk mengidentifikasi masalah
mata, mendengarkan terhadap kesehatan K mencoba meredakan kesehatan yang mungkin memerlukan
K: ooh pusing, agak pusing dengan penuh perhatian dengan menanyakan situasi dengan cara yang perhatian lebih lanjut. Ini adalah langkah
daong palingan mah kak (mendengar aktif), tentang keluhan. Ini humoris atau ringan, awal dalam diagnosis dan perawatan.
mengannggukan kepala mencerminkan sikap meskipun mengalami
saat klien membicarakan profesional dan ketidaknyamanan. Ini Pertanyaan tersebut juga menunjukkan
hal penting/yang kepedulian terhadap bisa menunjukkan cara bahwa perawat peduli terhadap kondisi
memerlukan umpan pasien. Klien dalam menghadapi pasien, yang dapat meningkatkan hubungan
balik, tubuh condong ke masalah. interpersonal dan memberikan dukungan
klien emosional yang dibutuhkan pasien.
K: mengerutkan dahi dan
memegang kepala ketika
menejlaskan keluhannya
P: bagaimana tidurnya? P : menyimak dan Perawat ingin mengkaji Tidur yang nyenyak Beberapa pasien, terutama yang sedang
mendengarkan dengan apakah keluhan yang biasanya berhubungan menjalani perawatan di rumah sakit,
K: alhamdulillah nyenyak, seksama, menjaga kontak dirasakan klien berasal dengan kesehatan fisik mungkin mengalami gangguan tidur akibat
enak mata dengan klien. dari kebutuhan dasar dan mental yang baik. rasa sakit, kecemasan, lingkungan yang
K : menyodorkan badan ke yang tidak terpenuhi Dengan menyatakan tidak nyaman, atau pengobatan tertentu.
depan lebih dekat pada bahwa tidurnya enak, K Menanyakan kebutuhan tidur dapat
perawat, bercerita sambil menunjukkan bahwa ia membantu perawat mengenali adanya
memandang perawat, berada dalam kondisi gangguan tidur yang dapat mempengaruhi
kontak mata terjaga yang baik secara pemulihan pasien.
keseluruhan.
P: masih inget gak cara P : menyimak dan Perawat tidak hanya Klien menanggapi Pertanyaan evaluasi tersebut berfungsi
mengontrol emosi yg mendengarkan dengan mengajarkan teknik pertanyaan P dengan sebagai alat untuk menilai kemajuan Klien
kemarin kita pelajari? seksama, menjaga kontak sebelumnya, tetapi juga "masih dong" dalam mengelola emosinya. Perawat dapat
mata dengan klien. memastikan bahwa K menunjukkan sikap menggunakan informasi ini untuk
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
K: masih dong. Tarik napas, K : bercerita sambil mengingatnya. Perawat positif dan percaya diri. menyesuaikan pendekatan atau intervensi
pukul bantal menggerakkan berupaya untuk dalam penerapan teknik yang diperlukan.
tangannya, memandang memfasilitasi yang telah dipelajari.
perawat pembelajaran
berkelanjutan dan
penerapan strategi dalam
kehidupan sehari-hari.
P: wihh betul. Diterapkan P : menyimak dan Perawat tidak hanya Klien menanggapi Pertanyaan evaluasi tersebut berfungsi
atau dilatih gak setiap hari? mendengarkan dengan mengajarkan teknik pertanyaan P dengan sebagai alat untuk menilai kemajuan Klien
seksama, menjaga kontak sebelumnya, tetapi juga "masih dong" dalam mengelola emosinya. Perawat dapat
K: iya dong, aku inget inget mata dengan klien. memastikan bahwa K menunjukkan sikap menggunakan informasi ini untuk
setiap hari biar gak lupa. K : bercerita sambil mengingatnya. Perawat positif dan percaya diri. menyesuaikan pendekatan atau intervensi
Makasi banyak ya suster. menggerakkan berupaya untuk dalam penerapan teknik yang diperlukan.
tangannya, memandang memfasilitasi yang telah dipelajari.
perawat pembelajaran
berkelanjutan dan
penerapan strategi dalam
kehidupan sehari-hari.
P: disini pernah ada rasa P : menyimak dan Perawat menunjukkan Klein menyebutkan Pertanyaan ini mendorong pasien untuk
marah yang muncul ga? mendengarkan dengan empati dengan bahwa ia belajar banyak merenungkan dan mengevaluasi
seksama, menjaga kontak menanyakan tentang berkat suster. Ini perasaannya, yang dapat meningkatkan
K: enggak si sus mata dengan klien. pengalaman emosional menunjukkan bahwa kesadaran diri dan membantu dalam
alhamdulillah disini aku K : menggeleng, bercerita K, khususnya terkait rasa klien menghargai pengelolaan emosi.
happy. Kan berkat suster sambil memandang marah. Ini dukungan yang diberikan
suster juga aku belajar perawat mencerminkan perhatian oleh perawat dan merasa Pertanyaan ini juga dapat membantu
banyak P terhadap kesejahteraan bahwa pembelajaran perawat menilai apakah lingkungan
mental pasien. tersebut berkontribusi perawatan mendukung kesehatan emosional
pada kesejahteraannya. pasien, memungkinkan perbaikan jika
diperlukan.
P: alhamdulillah. Sekarang P: Tersenyum, menggunakan Dengan menawarkan Klien menjawab dengan Pertanyaan "Mau tau gak?" mengajak K
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
saya mau kasih tau nih cara gerakan tangan yang untuk memberi tahu cara "mau dong sus," untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi. Ini
lainnya buat mengontrol terbuka, mempertahankan lain untuk mengontrol menunjukkan antusiasme menciptakan kesempatan bagi K untuk
emosi. Mau tau gak? kontak mata emosi, Perawat dan ketertarikan untuk terlibat lebih dalam dan merasa memiliki
K: menunjukkan ekspresi menunjukkan belajar lebih banyak. Ini kontrol atas proses pembelajaran.
K: mau dong sus wajah yang antusias atau komitmennya untuk mencerminkan
senang, mengangguk, mendukung klien dalam keterbukaan K terhadap
kontak mata dengan mengendalikan informasi baru dan
perawat emosinya. Perawat keinginan untuk
bersedia berbagi berkembang.
pengetahuan yang
bermanfaat. Perawat juga
menunjukkan bahwa
pembelajaran tentang
pengelolaan emosi
adalah proses yang
berkelanjutan,
P: kan kemaren kita udah P: Tersenyum, menggunakan Perawat ingin menunjukkan Mengingatkan K tentang teknik yang telah
belajar kalau saat emosi kita gerakan tangan yang mengingatkan Klien keterbukaan dan dipelajari sebelumnya membantu
menenangkan diri kita terbuka, mempertahankan tentang teknik yang telah keinginan untuk belajar memperkuat ingatan dan pemahaman K. Ini
dengan duduk atau kontak mata dipelajari sebelumnya, lebih lanjut. Ini penting agar K dapat menerapkan strategi
berbaring lalu kita bisa K: menunjukkan ekspresi yang menunjukkan mencerminkan sikap tersebut dalam situasi nyata.
mengatur napas hirup lewat wajah yang antusias atau bahwa Perawat proaktif dalam
hidung keluarkan lewat senang, kontak mata memahami pentingnya menghadapi emosi.
mulut. Yang kedua betul dengan perawat konsistensi dalam
dengan pukul bantal. Nah pembelajaran. Hal ini Klien menunjukkan
sekarang yang ketiga membantu Klien untuk bahwa ia ingin terlibat
dengan cara kita mengingat dan secara aktif dalam proses
mengungkapkan rasa marah menerapkan strategi pembelajaran. Ini adalah
secara verbal atau kita yang telah diajarkan. indikasi bahwa Klien
bilang kepada orang lain tidak hanya
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
kalau kita sedang marah mendengarkan, tetapi
juga berusaha
K: contohin dong sus memahami dan
menerapkan teknik
pengelolaan emosi.
P: oke sus contohin ya. P: Tersenyum, menggunakan Perawat menjelaskan dan Klien tampak sedang Dengan mengulangi kata-kata kunci seperti
Intinya yang harus gerakan tangan yang meringkas yang merefleksikan atau "tolong" dan "maaf," P memastikan bahwa
dipahami adalah tanpa terbuka, mempertahankan dijelaskannya untuk mencoba mengingat K dapat mengingat dan menerapkan konsep
marah, bicara dengan suara kontak mata memastikan tidak ada kembali apa yang telah tersebut dalam situasi nyata.
rendah, dan tidak K: menunjukkan ekspresi kebingungan dipelajari sebelumnya.
menggunakan kata-kata wajah yang antusias atau Ini menunjukkan bahwa Mengulang informasi memberikan
kasar senang, kontak mata klien berusaha untuk kesempatan bagi P untuk menjelaskan lebih
Pertama, cara meminta dengan perawat menerima dan lanjut jika ada kebingungan. Ini membantu
secara baik dengan kata memahami memastikan bahwa K memiliki pemahaman
tolong. Kemarin ka teknik yang diajarkan yang jelas tentang cara menggunakan teknik
R*n* bilang W*l*n perawat tersebut.
suka menjahili kakak,
maka kakak bisa
sampaikan ”w*l*n
tolong jangan ganggu
saya, saya mau
istirahat”
Kedua, menolak secara
baik dengan kata maaf,
misalnya ”maaf saya
tidak ikut kegiatan dulu,
saya ingin istirahat”
Ketiga,
mengunggkapkan
kekesalan secara baik,
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
contohnya ”saya tidak
suka dengan sikap anda
yang suka menjahili
saya itu” Nah seperti
itu.
P: nah gimana kak P : memperhatikan klien, Perawat ingin klien merasa Evaluasi membantu menilai sejauh mana
perasaannya setelah tersenyum. mengevaluasi apakah mendapatkan manfaat tujuan perawatan dan pembelajaran telah
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
belajar cara yang ketiga K : tampak lebih informasi atau dari sesi pembelajaran, tercapai. Ini memberikan gambaran jelas
ini? bersemangat, tersenyum, pembelajaran yang yang menunjukkan tentang efektivitas intervensi yang
K: seneng dong. Mantab melihat perawat disampaiakan hari ini efektivitas dari interaksi dilakukan.
suster mah keren. Kan aku dapat diterima dengan tersebut.
jadi tambah ilmu lagi baik dan membawa
manfaat
P: wih bagus dong. Boleh P : memperhatikan klien, Perawat sangat senang Klien senang mendapat Perawat memberikan reinforcement positif
dongg kak r*n* memberikan simbol salut dan terkesan klien dapat respon positif dari terhadap keberhasilan klien. Hal ini sesuai
praktekin atau jelasi lagi kepada klien, tersenyum. menjelaskan kembali perawat, dan ingin dengan teori bahwa setiap keberhasilan
yang udah di dapet K : tampak lebih hasil perbincangan mengungkapkan klien harus diberikan umpan balik agar
K: oooh okee. Ni tadi bersemangat, tersenyum, Perawat mengevaluasi perubahan perasaannya klien termotivasi untuk melaksanakan
misalkan kalau kita melihat perawat perasaan klien untuk Klien dapat merasakan latihan-latihan berikutnya.
marah, kita gak boleh menentukan tindakan manfaat dari latihan
ngomong kasar. Kita selanjutnya
harus ngomong baik baik
ya sus
P : betul. Misalkan kalau K : tampak lebih ceria, Perawat memberikan Klien menunjukkan Perawat memberikan validasi terhadap
kita ingin sesuatu kita tersenyum pertanyaan yang pemahaman yang baik jawaban klien, yang menunjukkan bahwa
harus apa? P : tersenyum mengarahkan klien untuk tentang cara Klien pada jalur yang benar. Dukungan ini
K: harus minta dengan baik, berpikir dan berkomunikasi secara sangat penting untuk membangun
bilang "tolong" merumuskan jawaban, efektif. Dengan kepercayaan diri Klien dalam kemampuan
yang membantu klien memberikan jawaban berkomunikasi.
P: betul lalu kalo kita untuk aktif dalam proses yang benar untuk setiap
menolak gimana atau pembelajaran. Metode pertanyaan perawat,
gak setuju dengan orang ini efektif dalam klien menunjukkan
gimana? mendorong klien untuk bahwa ia telah
merenungkan cara-cara memahami teknik-teknik
K: bilang "maaf" komunikasi yang baik. yang telah diajarkan.
P: wihh mantab K : tersenyum, mengangguk Perawat menunggu Dengan menyetujui Kalimat yang diucapkan perawat
semangattnya. Kakak P : tersenyum, konfirmasi dari Klien untuk memasukkan memberikan dorongan positif dengan cara
masih menyimpan kertas membungkukkan badan tentang pelaksanaan kegiatan baru ke dalam yang mendukung. Mengatakan "saya
jadwal kegiatan sehari- ke lklien, pergi kegiatan, yang jadwal kegiatan sehari- tunggu" menunjukkan bahwa perawat
hari gak? Nah boleh tu meninggalkan ruangan menunjukkan bahwa hari, Klien menunjukkan memiliki harapan positif terhadap pasien,
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
kegiatan ini dimasukkan Perawat mendorong keterbukaan untuk yang dapat memotivasi pasien untuk
ke dalam jadwalnya itu. Klien untuk mengambil mengintegrasikan merawat diri mereka dengan lebih baik.
Kegiatannya namanya tanggung jawab atas pembelajaran tentang Harapan ini memberikan pasien tujuan yang
"mengungkapkan proses pembelajaran. Ini pengelolaan emosi ke jelas dan dapat meningkatkan motivasi
perasaan dengan kata- memperkuat peran aktif dalam rutinitasnya. Ini mereka untuk tampil rapi.
kata yang baik". Sus Klien dalam pengelolaan mencerminkan
tunggu besok udah emosinya. komitmen K untuk
dilakuin atau belum nih menerapkan apa yang
telah dipelajari.
K: oke deh sus
P: sus masih sampai hari K : tersenyum, kontak mata Perawat menunjukkanKlien menunjukkan Membuat kontrak penting untuk
Sabtu tanggal 28 disini, dengan perawat komitmen untuk
keterbukaan untuk melanjutkan interaksi berikutnya. Dengan
besok kita belajar cara P : tersenyum melanjutkan proses
melanjutkan kontrak yang jelas, pasien tahu apa yang
lain lagi ya buat pembelajaran denganpembelajaran dengan akan terjadi dalam waktu dekat dan apa
mengendalikan emosi . merencanakan sesi
menjawab "boleh sus." yang perlu dilakukan. Ini juga bisa
Kakak bersedia gak ? berikutnya. Ini mencerminkan minat mengurangi perasaan khawatir atau
K: boleh sus dan kesiapan K untuk ketakutan terhadap proses perawatan
P: Besok mau ngobrol Peraawat menunjukkan belajar lebih lanjut
dimana? perhatian terhadap tentang pengelolaan
K: iii disini aja sus yang kenyamanan Klien emosi.
banyak temennya dengan menanyakan
P: Oke deh, besok ngobrol lokasi yang diinginkan Dengan menyetujui
lagi habis TAK ya Klien rencana perawat dan
memilih lokasi untuk
belajar, klien
menunjukkan
keterlibatan aktif dalam
proses pembelajaran. Ini
adalah indikasi bahwa
klien merasa memiliki
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
kontrol atas pengalaman
belajarnya.
P: ada yang mau ditanya K : tampak lebih ceria, Mengakhiri interaksi Mengakhiri interaksi Mengingatkan pasien agar tidak melupakan
lagi gak kak? Jangan tersenyum, memberikan teknik atau langkah-langkah tertentu yang
lupa mulai dibiasakan simbol love dengan sudah diajarkan sebelumnya bertujuan
setiap hari ya kak jarinya untuk meningkatkan kepatuhan pasien
P : tersenyum terhadap rencana perawatan yang telah
K: kayanya gak ada sus. disepakati. Perawat mengingatkan pasien
Makasii yaa. Sarange agar disiplin dalam melaksanakan tindakan
atau teknik tertentu,
P: Assalamualaikum K :tersenyum Mengakhiri interaksi Mengakhiri interaksi Ucapan salam merupakan bentuk
K: Waalaikumsallam P : tersenyum menghargai klien sebagai manusia
seutuhnya
KESAN PERAWAT
Setelah melakukan tindakanSP 3 RPK, perawat merasakan beberapa hal yang
mencerminkan keberhasilan dan tantangan dalam interaksi dengan klien. Perawat merasa
puas karena dapat memulai percakapan dengan klien dengan cara yang ramah dan terbuka.
Salaman dan kontak mata yang terjaga menunjukkan bahwa klien merasa nyaman dan
diterima. Melalui latihan yang dilakukan, perawat melihat klien mulai mampu
mengekspresikan perasaan dan kebutuhan dengan lebih baik. Ini merupakan tanda positif
bahwa tujuan kognitif dan afektif dalam interaksi telah tercapai. Perawat merasa hubungan
saling percaya dengan klien semakin kuat. Klien menunjukkan respons positif terhadap
berbagai pertanyaan, yang menunjukkan bahwa klien merasa diperhatikan dan dihargai.
Meskipun banyak hal positif, perawat merasakan tantangan dalam menjaga konsistensi dalam
metode yang digunakan. Penting untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan klien yang
mungkin berubah. Secara keseluruhan, perawat merasakan bahwa tindakan yang dilakukan
tidak hanya memberikan manfaat bagi klien, tetapi juga memberikan pengalaman berharga
bagi diri perawat dalam membangun hubungan terapeutik yang lebih baik.