0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan1 halaman

Efisiensi dan Pembagian Air Irigasi

Diunggah oleh

Hafiz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan1 halaman

Efisiensi dan Pembagian Air Irigasi

Diunggah oleh

Hafiz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Volume 3 – November 2017 Civil Engineering

Q = v x A……………………………………..(9) saat pengolahan tanah) sangat besar. Dirjen


dengan : Pengairan Departemen PU. KP. 01 (1986),
Q = debit pada saluran (m3/s) menyatakan bahwa pemberian air dengan
Vrerata = Kecepatan aliran pada saluran golongan atau dapat diistilahkan rotasi teknis
ml(m/s) berguna untuk mengurangi kebutuhan puncak air
A = luas penampang basah (m2) irigasi dan kebutuhan pengambilan bertambah
Nilai efisiensi irigasi menunjukkan angka daya secara berangsur–angsur pada awal waktu
guna pemakaian air yaitu merupakan pemberian air irigasi (pada periode penyiapan
perbandingan antara jumlah air yang digunakan lahan), seiring dengan makin bertambahnya debit
dengan jumlah air yang diberikan yang sungai; kebutuhan pengambilan puncak dapat
dinyatakan dalam persen (%). Secara ditunda. Tetapi metode ini akan menyebabkan
matematis dapat dilihat pada uraian di bawah eksploitasi yang lebih kompleks. Beberapa hal
ini: yang tidak menguntungkan dari metode ini adalah:
a) Timbulnya konflik sosial;
b) Eksploitasi lebih rumit;
c) Kehilangan air akibat ekploitasi sedikit lebih
Perkiraan efisiensi irigasi ditetapkan sebagai tinggi; Jangka waktu irigasi untuk tanaman
berikut: pertama lebih lama, akibatnya lebih sedikit
Tabel 2.4 Nilai Efisiensi Irigasi waktu tersedia untuk tanaman kedua;
d) Daur/siklus gangguan serangga ; pemakaian
insektisida
3. Cara Rotasi/Giliran
Jika kebutuhan air irigasinya besar sementara
air yang tersedia kurang, maka perlu dilakukan
2.4 Keseimbangan Air (Neraca Air) Daerah Irigasi pemberian air secara giliran antar petak tersier,
Neraca air (water balance) merupakan neraca masukan atau antar petak sekunder. Idealnya periode giliran
dan keluaran air disuatu tempat pada periode tertentu, adalah 2-3 (dua sampai tiga) hari dan jangan lebih
sehingga dapat diketahui jumlah air tersebut kelebihan dari 1 (satu) minggu karena akan berpengaruh
(surplus) ataupun kekurangan (defisit). Dari neraca air terhadap per tumbuhan tanaman (Hansen et al,
ini akan diperoleh hasil berupa faktor kegagalan, yang 1986; Pasandaran et al, 1984 dalam Purba 2011
merupakan perbandingan antara ketersediaan air dan dalam Wardani, 2014).
kebutuhan air. Secara matematis dapat diuraikan dengan 2.6 Cropwat 8.0
rumus di bawah ini: Cropwat untuk windows adalah program komputer
untuk mengkalkulasi atau menghitng kebutuhan air
……………….(11) tanaman dan kebutuhujan dasar irigasi pada tanah,
klimatologi, dan data panen. Pada beberapa kondisi,
dimana jika perbandingan tersebut kurang dari 0,70 memungkinkan dikembangkan pada penjadwalan irigasi
maka sistem penyediaan air tersebut dianggap gagal untuk kondisi manejement yang berbeda dan
(Wardani, 2015). perhitungan untuk skema ketersediaan air untuk
beberapa pola tanam ([Link]).
2.5 Cara Pembagian Air Irigasi
3 Metodologi Penelitian
Ada 3 (tiga) cara pembagian air irigasi yaitu: sistem
serentak, sistem golongan dan sistem rotasi. Penerapan 3.1 Deskripsi Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Daerah Irigasi (D.I)
ketiga cara tersebut tergantung pada jumlah air yang
tersedia: Wawotobi, Kecamatan Unaaha Kabupaten
Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kabupaten
1. Pembagian Air Irigasi Secara Serentak
Air dibagikan ke seluruh areal yang ditanami pada Konawe terletak pada posisi 02⁰45’ dan 04⁰15’
waktu bersamaan secara merata. Jumlah air yang Lintang Selatan 121⁰15’ dan 123⁰30’ Bujur Timur,
dibagikan disesuaikan fase perkembangan padi dan yang berjarak 73 km dari Kota Kendari. Dengan
kebutuhan air yang diperlukan secara maksimal. studi kasus pada aringan BW 1 – B UN 5 Tg.
Cara ini dapat dilakukan apabila jumlah air yang Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan
tersedia cukup banyak, atau jika nilai k lebih besar Desember sampai bulan Februari.
atau sama dengan 1. Rumus untuk menghitung nilai 3.2 Pengumpulan Data
k (Kunaifi,A.A. 2010 dalam Huda dkk, 2012) 3.2.1 Data Primer
adalah: Data primer adalah data yang diperoleh dan
diukur atau diamati di lapangan. Pada data
……(12) primer yang dibutuhkan adalah:
1. Debit aktual pada jaringan irigasi BW
1 – B UN. 5 TG.
2. Cara Golongan 2. Dimensi saluran jaringan irigasi BW
Cara ini dilakukan bila jumlah air yang tersedia 1 – B UN. 5 TG.
sangat terbatas, sementara kebutuhan air (terutama

30

Anda mungkin juga menyukai