0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan1 halaman

Analisis Curah Hujan dan Irigasi

Diunggah oleh

Hafiz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan1 halaman

Analisis Curah Hujan dan Irigasi

Diunggah oleh

Hafiz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Volume 3 – November 2017 Civil Engineering

mengitung efisiensi saluran irigasi menggunakan alat


b) Curah hujan rata-rata Current Meter dapat diabarkan sebagai berikut:
Curah hujan yang diperlukan untuk penggunaan [Link] Penampang Basah Saluran
suatu rancangan pemanfaatan air dan rancangan a) Mengukur lebar atas permukaan aliran (bb)
pengendalian banjir ialah curah hujan rata-rata b) Mengukur lebar dasar saluran (ba)
di seluruh daerah yang bersangkutan, bukan c) Mengukur ketinggian air (h)
curah hujan pada suatu titik tertentu. Curah [Link] Kecepatan Aliran
hujan ini disebut hujan wilayah dan dinyatakan a) Menentukan titik awal pengukuran kecepatan
dalam mm. Metode perhitungan curah hujan aliran.
rata-rata ini ialah dengan menggunakan rumus b) Menghitung kedalaman titik pengukuran.
aritmetik aljabar yang dapat dilihat sebagai c) Menyiapakan alat current meter dan
berikut: menenggelamkannya sesuai dengan titik
pengukuran.
…………………………………...(4)
Tabel 2.3 Pengukuran dan perhitungan kecepatan rata
dengan: – rata dengan alat current meter
= Jumlah curah hujan stasiun I,
(mm/hari)
n mll = Jumlah stasiun curah hujan, (tanpa
satuan)
c) Curah hujan efektif dan curah hujan andalan
Curah hujan efektif merupakan curah hujan
yang jatuh pada suatu daerah dan dapat
digunakan tanaman untuk pertumbuhannya
yang dapat dihitung sebagai berikut: Gambar 2.3 Penampang Saluran Irigasi
………………………..(5) dengan :
B = Lebar atas Saluran (m)
dengan:
H = Tingggi Saluran (m)
Re = R80 = Curah hujan 80% (mm)
hw = Tinggi jagaan air (m)
= Rangking curah hujan efektif h = Tinggi muka air (m)
bb = Lebar atas permukaan air (m)
dihitung curah hujan mterkecil
ba = Lebar dasar saluran (m)
(tanpa satuan)
v1 = kecepatan di titik 1 (m/s)
l = jumlah data (tanpa satuan) v2 = kecepatan di titik 2 (m/s)
Analisa curah hujan efektif dilakukan dengan v3 = kecepatan di titik 3 (m/s)
maksud untuk menghitung kebutuhan air dengan analisa data hasil pengukuran sebagai berikut :
irigasi. Curah hujan efektif ialah bagian dari 1. Perhitungan luas penampang basah aliran dengan
keseluruhan curah hujan yang secara efektif rumus :
tersedia untuk kebutuhan air tanaman. Untuk
……………………… (7)
irigasi padi curah hujan efektif bulanan diambil
70% dari curah hujan minimum dengan periode Dengan:
ulang rencana tertentu dengan kemungkinan A = Luas penampang basah aliran (m2)
kegagalan 20%. (Curah hujan R80). Apabila ba = Lebar dasar permukaan air (m)
data hujan yang digunakan 15 harian maka
persamaannya menjadi (SPI KP 01: 1986 ) : bb = Lebar atas saluran (m)
h = Tinggi muka air (m)
………………….(6)
2. Perhitungan kecepatan aliran rerata dengan rumus :
dengan:
Re = curah hujan efektif (mm/ hari) …………………(8)
R80 = Curah hujan 80% (mm)

2.3 Efisiensi Jaringan Irigasi Dengan:


Vrerata = Kecepatan rata – rata pada aliran pada
Efisiensi merupakan persentase perbandingan
saluran (m/s)
antara jumlah air yang dapat digunakan untuk
v1mmm = Kecepatan aliran pada saluran di titik 1
pertumbuhan tanaman dengan jumlah air yang
(m/s)
dikeluarkan dari pintu pengambilan. Air yang
v2 = Kecepatan aliran pada saluran di titik 2
diambil dari sumber air yang dialirkan ke areal
(m/s)
irigasi tidak semuanya dimanfaatkan oleh tanaman.
v3 = Kecepatan aliran pada saluran di titik 3
Dalam praktek irigasi terjadi kehilangan air. dalam
(m/s)
Rangga AP, 2012 Metode yang dapat digunakan untuk
3. Perhitungan debit aliran saluran, dengan
rumus :

29

Anda mungkin juga menyukai