0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan1 halaman

Teori Irigasi dan Kebutuhan Air Pertanian

Diunggah oleh

Hafiz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan1 halaman

Teori Irigasi dan Kebutuhan Air Pertanian

Diunggah oleh

Hafiz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Volume 3 – November 2017 Civil Engineering

2 LANDASAN TEORI Eo = Evaporasi air terbuka yang diambil 1,1 x Eto


selama penyiapan lahan, (mm/ hari)
2.1 Irigasi
P = Perkolasi
Irigasi merupakan usaha-usaha yang dilakukan
untuk membawa air dari sumbernya (usaha k =
penyediaan) dan kemudian diberikan pada tanaman T = jangka waktu penyiapan lahan, (hari)
(mengairi) di lahan pertanian dengan jumlah sesuai S = Kebutuhan air : = tanaman padi : untuk
dengan kebutuhan tanaman (usaha pengelolaan).
penjenuhan ditambah dengan lapisan air
Saluran irigasi terdiri dari: 50 mm, mm yakni 200 + 50 = 250 mm; atau
1) Saluran Primer (Saluran Induk) yaitu saluran dapat diambil 250 + 50 = 300 mm untuk
yang lansung berhubungan dengan saluran lahan telah dibiarkan beda selama jangka
bendungan yang fungsinya untuk menyalurkan waktu yang lama (2,5 bulan atau lebih) =
air dari waduk ke saluran lebih kecil. tanaman ladang: untuk penjenuhan
2) Saluran Sekunder yaitu cabang dari saluran primer diperlukan jumlah air 50 sampai 100 mm.
yang membagi saluran induk kedalam saluran 2. Kebutuhan air untuk konsmtif tanaman
yang lebih kecil (tersier) Kebutuhan air untuk konsumtif tanaman merupakan
3) Saluran Tersier yaitu cabang dari saluran sekunder kedalaman air yang diperlukan untuk memenuhi
yang langsung berhubungan dengan lahan atau
evapotranspirasi tanaman yang bebas penyakit,
menyalurkan air ke saluran-saluran kuarter tumbuh di areal pertanian pada kondisi cukup air
(Ansori, 2013). dari kesuburan tanah dengan potensi pertumbuhan
Jaringan irigasi adalah adalah satu kesatuan saluran yang baik dan tingkat lingkungan pertumbuhan yang
dan bangunan yang diperlukan untuk pengaturan air baik. Menghitung kebutuhan air untuk konsumtif
irigasi, mulai dari penyediaan, pengambilan,
tanaman digunakan persamaan empiris sebagai
pembagian, pemberian dan penggunaannya. Dan
berikut :
Berdasarkan cara pengaturan, pengukuran, serta ET = Kc x Eto…………………………………..(2)
kelengkapan fasilitas, jaringan irigasi dapat dengan:
dikelompokkan menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu (1) ET = kebutuhan air komsumtif, (mm/hari)
jaringan irigasi sederhana, (2) jaringan irigasi semi Kc = koefisien tanaman, (tanpa satuan)
teknis dan (3) jaringan irigasi teknis. Et0 = evapontranspirasi, (mm/ hari)
3. Perkolasi dan rembesan
2.2 Kebutuhan Air di Petak Sawah Perembesan terjadi akibat meresapnya air melalui
Kebutuhan air irigasi adalah jumlah volume air yang tanggul sawah. Laju perkolasi normal pada tanah
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan lempung sesudah dilakukan genangan berkisar
evapotranspirasi, kehilangan air, kebutuhan air untuk antara 1 sampai 3 mm/hari. Di daerah dengan
tanaman dengan memperhatikan jumlah air yang kemiringan di atas 5 %, paling tidak akan terjadi
diberikan oleh alam melalui hujan dan kontribusi air kehilangan 5 mm/hari akibat perkolasi dan rembesan
tanah. Kebutuhan air untuk tanaman pada suatu 4. Pergantian lapisan air
jaringan irigasi merupakan air yang dibutuhkan untuk Pergantian lapisan air pada lahan irigasi dilakukan;
pertumbuhan tanaman yang optimal tanpa kekurangan a) Setelah pemupukan, usahakan untuk
air. Kebutuhan air di sawah untuk padi ditentukan menjadwalkan dan mengganti lapisan air
oleh faktor–faktor berikut (SPI KP 1: 1986) : menurut kebutuhan.
1. Penyiapan lahan b) Jika tidak ada penjadwalan semacam itu,
Kebutuhan air untuk penyiapan lahan dilakukan penggantian sebanyak 2 kali, masing-
ditentukan oleh lamanya waktu yang dibutuhkan masing 50 mm (atau 3,3 mm/hari selama ½
dan jumlah air yang dibutuhkan untuk menyiapkan bulan ) selama sebulan dan dua bulan setelah
lahan. Waktu yang dibutuhkan dapat selama 30 transplantasi
hari atau 45 hari dan jumlah kebutuhan air selama 5. Curah hujan efektif
penyiapan lahan dihitung dengan metode yang Curah hujan efektif mulai di analisa:
dikembangkan oleh van de Goor dan Zijlstra a) Melengkapi data curah hujan hilang
(1968) yaitu :
………….(3)
…………………………..(1)
dengan:
IR = kebutuhan air irigasi di tingkat persawahan, Px = Hujan yang hilang di stasiun x
l(mm/ hari) m(mm)
P1, P2, Pn = Data hujan di statiun sekitarnya
Mll=llkebutuhan air untuk mengganti/ pada periode lyang sama (mm)
mengkompensasi kehilangan air akibat Nx mmmm= hujan tahunan di stasiun x (mm)
evaporasi dan perkolasi di sawah yang sudah N1,N2, Nx = Hujan tahunan di stasiun sekitar
dijenuhkan, M = Eo+ P, (mm/ hari) x (mm)
N= jumlah stasiun hujan di sekitar x (tanpa
lsatuan)

28

Anda mungkin juga menyukai