0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan45 halaman

Program PKB Guru MTsN 2 Way Kanan 2024

Diunggah oleh

MTsN 2 Way Kanan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan45 halaman

Program PKB Guru MTsN 2 Way Kanan 2024

Diunggah oleh

MTsN 2 Way Kanan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KEGIATAN

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN


(PKB)

MTsN 2 WAY KANAN


TAHUN PELAJARAN 2024/2025

ii
LEMBAR PENGESAHAN

PROGRAM

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)

MTsN 2 WAY KANAN


TAHUN PELAJARAN 2024/2025

Disyahkan di Way Kanan


Pada tanggal Juli 2024

Komite Sekolah Kepala Sekolah,

Sayudi,[Link] Irawan,[Link]
Nip.197708082005011004

Mengetahui,
Pengawas Sekolah

[Link]
Nip.198006202007101001

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke khadirat illahi Robbi yang mana atas rahmat dan
karunia- Nya

penyusun dapat menyelesaikan Program Kegiatan Pengembangan Keprofesian

Berkelanjutan (PKB) di MTsN 2 Way Kanan Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh

sekolah kami.

Program ini juga merupakan salah satu bukti bagi sekolah untuk mensukseskan

Penilaian Kinerja Guru (PKG) Tahun 2024 dalam melaksanakan kewajibannya untuk

melaporkan hasilnya kepada Kementrian Agama Kabupaten Way Kanan.

Isi Program ini secara umum lebih menekankan pada pemahaman-pemahaman

konsep dan cara mengimplementasikannya dilapangan sebagai pedoman

Koordinator PKB dalam upaya

penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah .

Dalam kesempatan kali ini pula saya menghaturkan ucapkan terimakasih yang

sebesar- besarnya kepada berbagai pihak yang telah ikut membantu sehingga

terselesaikan program ini.

Akhirnya kami beharap semoga program ini berguna khususnya bagi penyusun dan

berbagai pihak yang berkepentingan pada umumnya. Kritik dan saran demi

kesempurnaan laporan ini sangat dinantikan.

Bandung, Juli
2024
Penyusun,

Tim Kurikulum

iv
DAFTAR ISI

Hal

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .........................................
...........................................
B. Dasar Hukum
........................................................................................
C. Tujuan ...............................................................................................
.........................................................................................................................................
D. Manfaat ............................................................................................
.....
E. Sasaran
…..............................................................................................
F. Kegiatan ...........................................................................................
....
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN
BERKELANJUTAN (PKB) Di MTsN 2 WAY KANAN
A. Pelaksanan Kegiatan
............................................................................
B. Tempat Pelaksanaan Kegiatan .................. ...........................................

C. Peserta ..............................................................................................
....
D. Materi Pokok dan Strategi Pengembangan Kegiatan PKB .................

E. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan


.............................................................
BAB III LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PENGEMBANGAN
KEPROPESIAN BERKELANJUTAN (PKB) Di MTsN 2 WAY KANAN
PERIODE 2024

BAB IV PENUTUP
Kesimpulan ............................................. ..............................................
.

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan
kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai degan kebutuhan, secara bertahap,
berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitas guru. Dengan demikian, guru
dapat memelihara, meningkatkan, dan memperluas pengetahuan dan
keterampilannya untuk melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
Pembelajaran yang berkualitas diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap peserta didik. Pengembangan keprofesian berkelanjutan
dilaksanakan setelah kegiatan evaluasi diri yang dilakukan oleh masing-masing guru
yang selanjutnya di analisis oleh koordinator PKB beserta Tim Pembantu
Koordinator. Dimana hasil evaluasi diri dan analisis ini selanjutnya dijadikan
sebagai acuan dalam penyusunan Program Kegiatan Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB). Pengembangan keprofesian berkelanjutan mencangkup
kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi,dan refleksi yang didesain untuk
meningkatkan karakteristik, pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan
sebagaimana digambarkan pada diagram berikut ini.
diadopsi dari Center for Continous Profesional Development (CPD). University of Cincinnati
Academic Health Center.

1
Melalui siklus evaluasi, refleksi pengalaman belajar, perencanaan dan
implementasi kegiatan pengembangan keprofesian guru secara berkelanjutan,
maka diharapkan guru akan mampu mempercepat pengembangan kompetensi
padagogik, profesional, sosial, dan kepribadian untuk kemajuan [Link]
dapat memenuhi harapan tersebut diatas dan untuk dapat menjamin
keterlaksanaan kegiatan PKB maka terlebih dahulu perlu di susunnya program
pelaksanaan kegiatan yang merupakan langkah awal dalam tahap perencanaan
yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan serta menjadi dasar
monitoring evaluasi maupun pelaporan.

B. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional; 2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen;
3. Peraturan Pemerintahan Nomor 101 Tahun 2000 tentang
Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil;
4. Peraturan Pemerintahan Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan; 5. Peraturan Pemerintahan Nomor 74 Tahun 2008
tentang Guru;
6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan
Fungsional Pegawai Negeri Sipil;
7. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi
Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsinal Guru dan Angka Kreditnya;
8. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan
Kepegawaian
Negara Nomor 14 Tahun 2010 dan No mor 03/V/PB/2010 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya;

9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional 12 Tahun 200 tentan Standa


Nomer 7 g r
Kualifikasi dan Kompetensi Pengawas Sekolah;
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional 13 Tahun 200 tentan Standa
Nomer 7 g r
Kualifikasi dan Kompetensi Kepala Sekolah;
11 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional 16 Tahun 200 tentan Standa
. Nomer 7 g r
Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional 27 Tahun 200 tentan Standa
Nomer 8 g r
Kualifikasi dan Kompetensi Konselor;

2
13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 63 Tahun 2009
tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan;
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 35 Tahun 2010 tentang
Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka
Kreditnya;

C. TUJUAN
1. Tujuan umum pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah untuk
meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah/madrasah dalam
rangka meningkatkan mutu
pendidikan.
2. Tujuan khusus pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah sebagai
berikut;
a. Meningkatkan kompetensi guru untuk mencapai standar
kompetensi yang di tetapkan dalam peraturan perundangan yang
berlaku.
b. Memutakhirkan kompetensi guru untuk memenuhu kebutuhan guru
dalam
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk
memfasilitasi proses
pembelajaran peserta didik.
c. Meningkatkan komitmen guru dalam melaksanakan tugas pokok dan
fungsinya sebagai tenaga profesional.
d. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai penyandang profesi guru.
e. Meningkatkan citra, harkat, dan martabat profesi guru di masyarakat.
f. Mununjang pengembangan karir guru.

D. MANFAAT
Manfaat pengembangan keprofesian berkelanjutan
yang terstruktur, sistematik
dan memenuhi kebutuhan peningkatan
keprofesian guru adalah sebagai berikut:
1. Bagi Peserta Didik
Peserta didik memperoleh jaminan pelayanan dan pengalaman belajar yang
efektif.
2. Bagi Guru
Guru dapat memenuhi standar dan mengembangkan kompetensinya
sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas utamanya secara efektif sesuai
dengan kebutuhan belajar
peserta didik untuk menghadapi kehidupan di masa datang.

3
a. Bagi Madrasah
Madrasah mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas
kepada peserta didik.
b. Bagi Orang Tua/Masyarakat
Orang tua/masyarakat memperoleh jaminan bahwa anak mereka
mendapatkan
layanan pendidikan yang berkualitas dan pengalaman belajar
yang efektif. c. Bagi Pemerintah
Memberikan jaminan kepada mayarakat tentang layanan
pendidikan yang
berkualitas dan professional.

E. SASARAN
Sasaran kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah semua
d e w a n guru pada MTsN 2 Way Kanan

F. KEGIATAN
Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan sesuai dengan
kebutuhan guru. Pelaksanaannya didasarkan pada unsur-unsur
pengembangan keprofesian berkelanjutan,
prinsip pelaksanaan dan lingkup pelaksanaan kegiatan.
1. Unsur-unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan
Menurut Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009,
unsur kegiatan
pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi:
a. Pengembangan Diri
Pengembangan diri adalah upaya untuk meningkatkan
profesionalisme diri agar
memiliki kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang-
undangan atau kebijakan pendidikan nasional serta perkembangan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni.
b. Publikasi Ilmiah
Publikasi ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan
kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi guru terhadap
peningkatan kualitas proses
pembelajaran di madrasah dan pengembangan dunia pendidikan
secara umum. Publikasi ilmiah mencakup 3 kelompok yaitu ;
1) Presentasi pada forum ilmiah

2) Publikasi ilmiah berupa hasil penelitian atau gagasan ilmu bidang


pendidikan formal

4
3) Publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan/atau pedoman
guru

c. Karya Inovatif
Karya inovatif adalah karya yang bersifat pengembangan,
modifikasi atau
penemuan baru sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan
kualitas
proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan,
sains/teknologi, dan seni. Karya inovatif ini dapat berupa penemuan
teknologi tepat

guna, penemiian/peciptaan atau pengembangan karya seni,


pembuatan/modifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum, atau
penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya pada tingkat
nasional maupun provinsi.

2. Prinsip pelaksanaan
Dalam sistem Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, sebagai
langkah awal
pelaksanaan pembinaan dan pengembangan profesionalisme guru, dilakukan
pemetaan
profil kinerja guru dengan menggunakan instrumen evaluasi diri. Kegiatan
tersebut dilaksanakan pada setiap awal semester periode penilaian kinerja
guru

Melalui kegiatan ini dapat diketahui tentang profil kinerja guru baik secara
individual maupun kelompok. Merumuskan / membuat perencanaan PKB
oleh koordinator PKB
bersama- sama guru, melalui konsuhasi dengan kepala sekolah.
menetapkan dan menyetujui rencana final PKB bagi guru dengan oleh
Koordinator PKB bersama Kepala Sekolah, untuk selanjutnya serah terima
rencana kegiatan PKB dari koordinator PKB kepada masing-masing guru.

5
Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan selama kurun waktu
2 semester
baik bagi guru yang telah maupun yang belum mencapai standar yang
ditetapkan. Dalam setiap semester terdapat bulan yang tidak sepenuhnya
efektif digunakan dalam proses
pembelajaran terdapat mingu-minggu yang tidak efektif, hal ini tentunya harus
dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan jadwal kegiatan
PKB, selanjutnya pada

setiap akhir semester ke 2 dilakukan penilaian kinerja guru (PKG),


dimana hasilnya merupakan gambaran peningkatan kompetensi
yang diperoleh guru setelah
melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan pada tahun
berjalan dan sekaligus digunakan sebagai dasar penetapan angka kredit
unsur utama dari sub-unsur
pembelajaran/bimbingan pada tahun tersebut. Hasil penilaian kinerja guru
tahun sebelumnya dan dilengkapi hasil evaluasi diri tahun berjalan,
selanjutnya digunakan sebagai acuan perencanaan pengembangan
keprofesian berkelanjutan untuk tahun
berikutnya.

Agar pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan dapat mencapai


tujuan yang diharapkan sesuai dengan prioritas pelaksanaan tersebut,
maka pelaksanaan
pengembangan keprofesian berkelanjutan didasarkah pada prinsip-prinsip
sebagai
berikut.
a. Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus menjadi bagian
integral dari tugas guru sehari-hari yang berorientasi kepada
keberhasilan peserta didik. Cakupan materi untuk kegiatan
pengembangan keprofesian berkelanjutan harus kaya dengan materi
akademik, metode pembelajaran, penelitian pendidikan terkini,
teknologi dan/atau seni, serta berbasis pada data dan hasil pekerjaan
peserta didik sebagai

upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.


b. Setiap guru berhak mendapat kesempatan dan wajib mengembangkan
diri secara leratur. sistematis, dan berkelanjutan sesuai dengan
kebutuhan pengembangan
profesinya.
c. Sekolah wajib menyediakan kesempatan kepada setiap guru untuk
mengikuti
program pengembangan keprofesian berkelanjutan dengan minimal
jumlah jam per tahun sesuai dengan yang ditetapkan dalam Peraturan
Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi

6
Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
dan/atau sekolah berhak menambah alokasi

waktu jika dirasakan perlu. Untuk menghindari kemungkinan


pengalokasian kesempatan pengembangan yang tidak merata, maka
proses perencanaan program

7
pengembangan keprofesian berkelanjutan harus dimulai dari madrasah.
d. Guru yang tidak memperlihatkan peningkatan kompetensi setelah
diberi kesempatan untuk mengikuti program pengembangan
keprofesian berkelanjutan sesuai dengan kebutuhannya, maka
dimungkinkan diberikan sanksi sesuai dengan
peraturan yang berlaku. Sanksi tersebut tidak berlaku bagi guru, jika
sekolah tidak

dapat memenuhi kebutuhan guru untuk melaksanakan program


pengembangan keprofesian berkelanjutan.

e. Guru harus terlibat secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan


sebagai salah satu sumber informasi kegiatan monitoring dan evaluasi
program pengembangan keprofesian berkelanjutan sehingga betul-betul
terjadi perubahan pada dirinya yang
berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan di
madrasah.
f. Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus berkontribusi dalam
mewujudkan visi, misi, dan nilai-nilai yang berlaku di madrasah atau
kabupaten/kota. Oleh karena itu, kegiatan pengembangan keprofesian
berkelanjutan harus menjadi bagian terintegrasi dari rencana pengembangan
sekolah dan/atau kabupaten/kota dalam melaksanakan peningkatan mutu pendidikan.

g. Sedapat mungkin kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan


dilaksanakan di sekolah atau MGMP bersama-sama dengan sekolah lain,
sehingga mengurangi dampak negatif pada layanan pendidikan karena guru
meninggalkan sekolah.
h. Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus dapat mewujudkan
guru yang lebih
profesional sehingga mendorong pengakuan profesi guru sebagai
lapangan pekerjaan yang bermartabat dan bermakna bagi masyarakat
dalam pencerdasan kehidupan bangsa.
i. Pengembangan keprofesian berkelanjutan diharapkan dapat
mendukung pengembangan karir guru yang lebih obyektif, transparan dan akuntabel.

3. Lingkup pelaksanaan
Lingkup pelaksanaan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan
ditunjukkan dalam diagram di bawah ini (diadopsi dari TDA: Continuing
Profesional
Development. pengembangan keprofesian berkelanjutan dapat dilakukan di
internal madrasah, eksternal-antar madrasah maupun melibatkan
kepakaran lain yang dimungkinkan untuk dilakukan melalui jaringan
virtual.

8
Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk pengembangan
di MTsN 2 Way Kanan dilakukan secara mandiri dan dikelompokkan sebagai
berikut;
a. Dilakukan oleh guru secara mandiri, dengan program kegiatan antara lain
sebagai
berikut:
1) mengembangkan kurikulum yang mencakup topik-topik
aktual/terkini yang
berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan
sebagainya sesuai
dengan kebutuhan peserta didik;
2) merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan
menggunakan metode
pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan peserta didik;
3) mengevaluasi,
menilai dan menganalis hasil belajar peserta
didik yang dapat menggambarkan kemampuan peserta
didik secara nyata;
4) menganalisis dan mengembangkan model pembelajaran
berdasarkan umpan
balik yang diperoleh dari peserta didik;
5) melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang
dilakukan sehari-hari sebagai bahan untuk pengembangan
pembelajaran;

6) mengkaji artikel dan/atau buku yang berkaitan dengan bidang


dan profesi untuk membantu pengembangan pembelajaran;
7) melakukan penelitian mandiri (misalnya Penelitian Tindakan
Kelas) dan menuliskan menjadi bahan publikasi ilmiah;
8) lain-lain kegiatan terkait dengan pengembangan keprofesian guru

9
b. Dilakukan oleh guru bekerja sama dengan guru lain dalam satu madrasah
dengan
program kegiatan antara lain sebagai berikut:
1) mengobservasi kegiatan pembelajaran sesama guru dan memberikan
saran untuk
perbaikan pembelajaran;
2) melakukan identifikasi, investigasi dan membahas permasalahan yang
dihadapi
di kelas/sekolah;
3) menulis modul, buku panduan peserta didik, lembar kerja peserta
didik, dsb;
4) membaca dan mengkaji artikel dan/atau buku yang berkaitan
dengan bidang dan
profesi untuk membantu pengembangan pembelajaran;
5) mengembangkan kurikulum dan persiapan mengajar dengan
memanfaatkan TIK;
6) melaksanakan pembimbingan pada program induksi bagi
guru pemula; 7) melakukan penelitian bersama dan menuliskan
hasil penelitian tersebut; 8) lain-lain kegiatan terkait dengan
pengembangan keprofesian guru

c. Dilakukan oleh guru melalui jaringan madrasah


Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui jaringan
madrasah dapat dilakukan dalam satu rayon (kelompok
kerja/musyawarah kerja guru), antar rayon dalam kabupaten/kota
tertentu, antar provinsi, bahkan dimungkinkan melalui jaringan
kerjasama sekolah antar neeara serta kerjasama madrasah dan industri,
baik secara langsung maupun melalui teknologi informasi.
Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui jaringan antara
lain dapat
berupa:

1) kegiatan MGMP;
2) pelatihan/seminar/lokakarya;
3) kunjungan ke sekolah lain, dunia usaha dan industri, dsb;
4) mengundang nara sumber dari madrasah lain, komite , dinas
pendidikan,
pengawas, asosiasi profesi, atau dari instansi/institusi yang relevan.

Adapun dalam pelaksanaannya nanti tentunya akan memperhatikan hasil


evaluasi diri yang dijadikan dasar dalam menentukan profil kinerja guru,
situasi dan kondisi, kemampuan serta arah kebijakan tingkat rayon,
tingkat kabupaten, propinsi dan

10
pusat.

11
Dalam menetapkan pelaksanaan pengembangan keprofesian
berkelanjutan di madrasah, melalui jaringan madrasah, atau kepakaran
lain, hal hal lamnya yang juga menjadi perhatian yaitu :
1) tidak merugikan kepentingan belajar peserta didik
2) sesuai dengan kebutuhan pengembangan profesionalisme guru -dan
peningkatan

mutu sekolah
3) kelayakan pelaksanaan program pengembangan keprofesian
berkelanjutan ditinjau dari segi ketersediaan sumber daya manusia,
biaya. dan waktu.

4. Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan

Tahap 1 :Guru melaksanakan evaluasi diri pada setiap awal tahun dengan mengisi
format-1

Tahap 2: Menentukan profil kinerja guru yang didasarkan pada hasil evaluasi diri
yang dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa perangkat

pembelajaran
Tahap 3:Membuat perencanaan kegiatan PKB dengan menggunakan format-2 oleh
Sekolah

Tahap 4: Menetapkan dan menyetujui rencana final PKB bagi guru dengan
menggunakan format 2-3 oleh Koordinator PKB bersama Kepala Madrasa

Tahap 5 :Gurumenerimarencanaprogrampengembangankeprofesian
berkelanjutan yang mencakup kegiatan yang akan dilakukan di dalam dan/atau luar

Tahap 6: Guru melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan


yang telah direncanakan baik di dalam atau di luar madrasah

12
Dengan memperhatikan profil kinerja guru yang didasarkan pada hasil
evaluasi diri yang dilengkapi dengan dokumen pendukung berupa
perangkat pembelajaran, maka
program kegiatan PKB pada tahap-6 ini diarahkan menjadi:
a. Bagi guru yang memiliki kompetensi sesuai standar atau diatas
standar program
pengembangan keprofesian berkelanjutan diarahkan kepada
peningkatan dan

pengembangan kompetensi terkait dengan pelaksanaan tugas


utama/kinerja guru,
pengembangan model pembelajaran aktif dan materi-materi ajar
berbasiskan IT/ICT, serta pengembangan kompetensi untuk
menghasilkan publikasi ilmiah/karya inovatif. Dengan demikian
guru akan memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, tuntas dan tidak
setengah-tengah serta memiliki kepribadian yang matang dan
seimbang agar mampu memberikan layanan pendidikan sesuai
dengan
perkembangan masa kini
b. Bagi guru yang belum mencapai standar kompetensi yang
dipersaratkan Program pengembangan keprofesian
berkelanjutannya diarahkan kepada
pencapaian standar kompetensi. Dalam pelaksanaan pengembangan
keprofesian berkelanjutan bagi guru yang belum mencapai kompetensi
standar dapat didampingi oleh Guru pendamping.

Adapun mekanisme penanganan guru yang belum memenuhi


standar yang ditetapkan akan dilakukan sebagai berikut;
1) Informal
Pada tahap ini guru bersangkutan menganalisis hasil
penilaian kinerjanya dengan menemukan kemungkinan
solusi - untuk pengembangan lebih

lanjut terhadap kompetensi yang nilainya dibawah standar


dengan didampingi oleh kepala sekolah, koordinator PKB
dan guru pembimbing. Dengan alokasi waktu 6-8 minggu
untuk melaksnakan PKB secara mandiri.

13
2) Semi-formal
Dilaksanaka apabila observasi pada tahap informal belum
menunjukan adanya peningkatan kompetensi yang ingin
dicapai. Pada tahap ini,
program pembinaan lebih terstruktur dan guru harus bekerja
sama dengan seorang guru pendamping. Dengan dukungan guru
pendamping,

guru melakukan kegiatan. peningkatan kompetensi yang


diperlukan selama 6 - 8 minggu melalui kegiatan kolektif guru
di MGMP.

3) Formal
Jika hasil observasi ulang pada tahap informal dan semi-formal
belum menunjukkan peningkatan kompetensi standar, maka
pembinaan guru dilakukan melalui tahapan formal. Pada tahap
formal ini, guru dikirimkan oleh madrasah untuk mengikuti
pengembangan keprofesian berkelanjutan di lembaga
pelatihan (misalnya P4TK, PT/LPTK, dan service provider
lainnya) melalui proses pengawasan oleh kepala madrasah.

Tahap 7 : Guru mengikuti PKG diakhir semester


Tahap 8: Semua guru dan koordinator PKB melakukan refleksi terhadap k

14
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN PKB
MTSN 2 WAY KANAN

A. PELAKSANA KEGIATAN

Jabatan Dalam
No Nama/NIP/NUPTK Jabatan
Kegiatan

1 Irawan. [Link] KepalaMadrasah PenJab Kegiatan

2 Jumadu Rohman,[Link] Kurikulum Koordinator PKB

3 Ubaidillah, [Link] Waka Kesiswaan Pemb. [Link]

4 Mertaria, [Link] Guru Pemb. [Link]

B. .TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN

No Uraian Kegiatan Tempat

1 Dilakukan oleh guru secara mandiri MTsN 2 Way Kanan

Dilakukan oleh guru bekerja sama dengan guru lain


2 MTsN 2 Way Kanan
dalam satu sekolah (MGMP Sekolah)
3 Dilakukan oleh guru melalui jaringan sekolah. (MGMP Rayon atau MGMP Kabupaten
MTsN 2 Way Kanan

15
C. PESERTA

Peserta kegiatan PKB adalah seluruh guru MTsN 2 Way Kanan yang telah mengikuti

/melaksanakan kegiatan evaluasi diri,adapun pesertanya adalah sebagai berikut ;

No NAMA GURU MATA PELAJARAN

1 Idayanti [Link] BHS INDONESIA


2 Tri Wahyuni,[Link] BHS INDONESIA
3 Ida Sumarni [Link]. MATEMATIKA

4 Rohana, [Link] MATEMATIKA

5 Akbar Setia, [Link] IPA

6 Della Susiani [Link] IPA


7 Nasttiti Nurgrahaini, SP IPA

8 Jefri Nanda, [Link] IPS

9 Susilawati, [Link] IPS

10 Afif Azizah, [Link] PKN


11 Siti Rokayah, [Link] BHS INGGRIS
12 Nur Novis Taslim, [Link] BHS INGGRIS

13 Mertaria, [Link] FIQIH

14 Irwan Setiawan,[Link] FIQIH

15 Inarotun, [Link] BAHASA ARAB

16 Tuti Alfiyah, [Link] BAHASA ARAB

17 [Link] F, [Link] AQIDAH AKHLAK

18 , [Link]. AQIDAH AKHLAK

19 Eko H Purnomo, [Link] QUR’AN HADIST

20 Dewi Aim,[Link] QUR’AN HADIST

21 Heriyono,[Link] SKI

22 Fatmawati, [Link]. PENJAS

23 Ibnu Hidayat, SPd. PENJAS

24 Sherly Sintia,[Link] BK

25 Indah Rahm,[Link] BK

16
D. MATERI POKOK DAN STRATEGI PENGEMBANGAN KEGIATAN PKB

Materi kegiatan disusun dengan memperhatikan unsur-unsur, prinsip-prinsip

dan ruang lingkup pelaksanaan PKB serta tujuan dan manfaat penyelenggaraan

kegiatan PKB, yang didasarkan pada hasil evaluasi diri yang memberikan

gambaran tentang profil kinerja dari masing-masing guru. Berdasarkan hal

tersebut maka hal yang berkaitan dengan materi kegiatan kami sampaikan

sebagai berikut;

1. Uraian Materi Pokok Kegiatan PKB

Diatas sudah disampaikan bahwa unsur-unsur kegiatan PKB meliputi


kegiatan

pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif. Pengembangan diri

merupakan upaya untuk meningkatkan profesionalisme diri agar memliki

kompetensi yang sesuai

dengan peraturan perundang-undangan atau kebijakan pendidikan


nasional serta
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni. Publikasi ilmiah

sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses

pembelajaran di sekolah dan

pengembangan dunia pendidikan secara umum. Dan karya inovatif adalah


karya yang

bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan baru sebagai bentuk

kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah

dan pengembangan dunia

pendidikan, sains/teknologi, dan seni. Disamping itu dalam melaksanakan


tugasnya ada

beberapa guru yang mendapat tugas tambahan. Berikut ini disampaikan


uraian materi

pokok kegiatan PKB yang berkaitan dengan unsur pengembangan diri,

berdasarkan kisi- kisi penilaian kinerja guru, untuk guru mata pelajaran dan

untuk guru BP/BK.

17
a. Uraian Materi Pokok Kegiatan PKB Guru Mata Pelajaran

No KOMPETENSI INDIKATOR

1 Mengenal
1. Guru dapat mengidentifikasi karakteristik belajar
karakterist setiap
ik peserta didik di kelasnya
peserta 2. Guru memastikan bahwa semua peserta didik
didik
mendapatkan kesempatan yang sama untuk
berpartisipasi aktif dalam
kegiatan pembelajaran.
3. Guru dapat mengatur kelas untuk memberikan
kesempatan
belajar yang sama pada semua peserta didik dengan
kelainan fisik dan kemampuan belajar yang berbeda.
4. Guru mencoba mengetahui penyebab
penyimpangan
perilaku peserta didik untuk mencegah agar
perilaku tersebut tidak merugikan peserta didik
lainnya.
5. Guru membantu mengembangkan potensi dan
mengatasi kekurangan peserta didik

6. Guru memperhatikan peserta didik dengan


kelemahan fisik tertentu agar dapat mengikuti
aktivitas pembelajaran, sehingga peserta didik
tersebut tidak termarginalkan (tersisihkan, diolok-
olok, minder, dsb.).

2 Menguasai
teori 1. Guru memberi kesempatan kepada peserta didik
untuk menguasai materi pembelajaran sesuai usia
belajar dan
dan kemampuan
prinsip-
prinsip belajarnya melalui pengaturan proses pembelajaran
pembelajara dan aktivitas yang bervariasi
n yang 2. Guru selalu memastikan tingkat pemahaman
mendidik peserta didik terhadap materi pembelajaran
tertentu dan menyesuaikan aktivitas pembelajaran
berikutnya berdasarkan tingkat
pemahaman tersebut.

18
3 Guru dapat menjelaskan alasan pelaksanaan
kegiatan/aktivitas yang dilakukannya, baik yang sesuai
maupun yang berbeda dengan rencana, terkait keberhasilan
pembelajaran.

4. Guru menggunakan berbagai teknik untuk memotiviasi

kemauan belajar peserta didik.


5. Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang saling

terkait satu sama lain, dengan memperhatikan tujuan


pembelajaran maupun proses belajar peserta didik.

6. Guru memperhatikan respon peserta didik yang


belum/kurang memahami materi pembelajaran yang
diajarkan dan menggunakannya untuk memperbaiki
rancangan pembelajaran berikutnya.

3 Pengembangan 1. Guru dapat menyusun silabus yang sesuai dengan kurikulum.


kurikulum 2. Guru merancang rencana pembelajaran yang sesuai dengan
silabus untuk membahas materi ajar tertentu agar peserta
didik dapat mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan.

3. Guru mengikuti urutan materi pembelajaran dengan


memperhatikan tujuan pembelajaran.

4. Guru memilih materi pembelajaran yang: a) sesuai dengan


tujuan pembelajaran, b) tepat dan mutakhir, c) sesuai
dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik,
dan d) dapat dilaksana kan di kelas e) sesuai dengan
konteks

kehidupan sehari-hari peserta didik.

4 Kegiatan
1. Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan
Pembelajaran
rancangan yang telah disusun secara lengkap dan
yang Mendidik
pelaksanaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru
mengerti tentang tujuannya.
2. Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran yang bertujuan

untuk membantu proses belajar peserta didik, bukan untuk


menguji sehingga membuat peserta didik merasa tertekan.

3. Guru mengkomunikasikan informasi baru


misalnya materi tambahan) sesuai dengan usia dan tingkat

19
20
8. Guru mampu menyesuaikan aktivitas pembelajaran yang

dirancang dengan kondisi kelas.

9. Guru memberikan banyak kesempatan kepada peserta didik

untuk bertanya, mempraktekkan dan berinteraksi dengan


peserta didik lain.

10. Guru mengatur pelaksanaan aktivitas pembelajaran secara

sistematis untuk membantu proses belajar peserta didik.


Sebagai contoh: guru menambah informasi baru setelah
mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi
sebelumnya.

11. Guru menggunakan alat bantu mengajar, dan/atau audio-

visual (termasuk TIK) untuk meningkatkan motivasi belajar


peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran.

5 Memahami dan 1. Guru menganalisis hasil belajar berdasarkan segala bentuk


penilaian terhadap setiap peserta didik untuk mengetahui
Mengembangkan tingkat kemajuan masing-masing.
potensi

2. Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran

yang mendorong peserta didik untuk belajar sesuai dengan


kecakapan dan pola belajar masing-masing.
3. Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran

untuk memunculkan daya kreativitas dan kemampuan


berfikir kritis peserta didik.

4. Guru secara aktif membantu peserta didik dalam proses

pembelajaran dengan memberikan perhatian kepada setiap

individu.
5. Guru dapat mengidentifikasi dengan benar tentang bakat,

minat, potensi, dan kesulitan belajar masing-masing peserta


didik.
6. Guru memberikan kesempatan belajar kepada peserta didik

sesuai dengan cara belajarnya masing-masing.


7. Guru memusatkan perhatian pada interaksi dengan peserta

didik dan mendorongnya untuk memahami dan


menggunakan informasi yang disampaikan.

21
22
6. Guru memberikan perhatian terhadap pertanyaan
peserta didik dan meresponnya secara lengkap dan
relevan untuk menghilangkan kebingungan pada
peserta didik.

7 Penilaian dan 1. Guru menyusun alat penilaian yang sesuai dengan


evaluasi tujuan pembelajaran untuk mencapai kompetensi
tertentu seperti yang tertulis dalam RPP.

2. Guru melaksanakan penilaian dengan berbagai teknik

dan jenis penilaian, selain penilaian formal yang


dilaksanakan sekolah, dan mengumumkan hasil serta
implikasinya kepada peserta didik, tentang tingkat
pemahaman terhadap materi pembelajaran yang telah
dan akan dipelajari

3 Guru menganalisis hasil penilaian


untuk mengidentifikasi topik/kompetensi
dasar yang sulit
sehingga diketahui kekuatan dan kelemahan masing-
masing peserta didik untuk keperluan remedial dan
pengayaan.
4. Guru memanfaatkan masukan dari peserta didik dan

merefleksikannya untuk meningkatkan pembelajaran


selanjutnya, dan dapat membuktikannya melalui
catatan,
jurnal pembelajaran, rancangan pembelajaran, materi
tambahan, dan sebagainya.

5. Guru memanfatkan hasil penilaian sebagai bahan


penyusunan rancangan pembelajaran yang akan
dilakukan selanjutnya.

8 Bertindak sesuai nasional


dengan norma
agama, hukum,
sosial dan

kebudayaan
23
1. Guru menghargai dan
mempromosikan prinsip-
prinsip Pancasila sebagai
dasar ideologi dan etika bagi
semua warga Indonesia.

2. Guru mengembangkan
kerjasama dan
membina

kebersamaan dengan
teman
sejawat
tanpa
memperhatikan perbedaan
yang ada (misalnya: suku,

24
Indonesia agama, dan gender).

3. Guru saling menghormati dan menghargai teman


sejawat sesuai dengan kondisi dan keberadaan masing-
masing

4. Guru memiliki rasa persatuan dan kesatuan sebagai


bangsa Indonesia.

5. Guru mempunyai pandangan yang luas tentang


keberagaman bangsa Indonesia (misalnya: budaya,
suku, agama).

9 Menunjukkan
1. Guru bertingkah laku sopan dalam berbicara,
pribadi yang
berpenampilan, dan berbuat terhadap semua peserta
dewasa dan
didik, orang tua, dan teman sejawat.
teladan
2. Guru mau membagi pengalamannya dengan teman
sejawat, termasuk mengundang mereka untuk
mengobservasi cara mengajarnya dan memberikan
masukan

2. Guru mampu mengelola pembelajaran yang


membuktikan bahwa guru dihormati oleh peserta
didik, sehingga semua peserta didik selalu
memperhatikan guru dan berpart isipasi aktif dalam
proses pembelajaran.

4. Guru bersikap dewasa dalam menerima masukan dari


peserta didik dan memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk berpartisipasi dalam proses
pembelajaran.

5. Guru berperilaku baik untuk mencitrakan nama baik

sekolah.

25
10 Etos kerja, 1. Guru mengawali dan mengakhiri pembelajaran dengan
tanggung jawab
tepat waktu.
yang tinggi, dan
2. Jika guru harus meninggalkan kelas, guru mengaktifkan
rasa bangga
siswa dengan melakukan hal -hal produktif terkait
menjadi guru
dengan mata pelajaran, dan meminta guru piket atau

guru lain untuk mengawasi kelas.


3. Guru memenuhi jam mengajar dan dapat melakukan

semua kegiatan lain di luar jam mengajar berdasarkan


ijin dan persetujuan pengelola sekolah.

4. Guru meminta ijin dan memberitahu lebih awal, dengan

memberikan alasan dan bukti yang sah jika tidak


menghadiri kegiatan yang telah direncanakan, termasuk
proses pembelajaran di kelas.

5. Guru menyelesaikan semua tugas administratif dan non-

pembelajaran dengan tepat waktu sesuai standar yang


ditetapkan.

6. Guru memanfaatkan waktu luang selain mengajar untuk

kegiatan yang produktif terkait dengan tugasnya.

7. Guru memberikan kontribusi terhadap pengembangan

sekolah dan mempunyai prestasi yang berdampak positif


terhadap nama baik sekolah.

8. Guru merasa bangga dengan profesinya sebagai guru.

11 Bersikap inklusif,
1. Guru memperlakukan semua peserta didik secara adil,
bertindak
memberikan perhatian dan bantuan sesuai kebutuhan
objektif, serta
masing-masing, tanpa memperdulikan faktor personal.
tidak
2. Guru menjaga hubungan baik dan peduli dengan teman
Diskriminatif
sejawat (bersifat inklusif), serta berkontribusi positif
terhadap semua diskusi formal dan informal terkait
dengan pekerjaannya.

3. Guru sering berinteraksi dengan peserta didik dan tidak

membatasi perhatiannya hanya pada kelompok tertentu


(misalnya: peserta didik yang pandai, kaya, berasal dari

26
daerah yang sama dengan guru).

12 Komunikasi 1. Guru menyampaikan informasi tentang kemajuan,


dengan sesama
kesulitan, dan potensi peserta didik kepada orang

guru, tenaga tuanya,


pendidikan, orang
baik dalam pertemuan formal maupun tidak formal
tua peserta didik,
antara guru dan orang tua, teman sejawat, dan dapat
dan masyarakat
menunjukkan buktinya

2. Guru ikut berperan aktif dalam kegiatan di luar

pembelajaran yang diselenggarakan oleh sekolah dan


masyarakat dan dapat memberikan bukti
keikutsertaannya.

3. Guru memperhatikan sekolah sebagai bagian dari

masyarakat, berkomunikasi dengan masyarakat sekitar,

serta berperan dalam kegiatan sosial di masyarakat


13 Penguasaan
materi struktur
1. Guru melakukan pemetaan standar kompetensi dan
konsep dan pola
kompetensi dasar untuk mata pelajaran yang diampunya,
pikir keilmuan
untuk mengidentifikasi materi pembelajaran yang
yang mendukung
dianggap sulit, melakukan perencanaan dan pelaksanaan
mata pelajaran
pembelajaran, dan memperkirakan alokasi waktu yang
yang diampu
diperlukan

2. Guru menyertakan informasi yang tepat dan mutakhir di

dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.


3. Guru menyusun materi, perencanaan dan pelaksanaan

pembelajaran yang berisi informasi yang tepat, mutakhir,


dan yang membantu

27
14 Mengembangkan 1. Guru melakukan evaluasi diri secara spesifik, lengkap,
keprofesian
melalui tindakan
reflektif dan didukung dengan contoh pengalaman diri sendiri.

2. Guru memiliki jurnal pembelajaran, catatan masukan

dari kolega atau hasil penilaian proses pembelajaran

sebagai bukti yang menggambarkan kinerjanya.

3. Guru memanfaatkan bukti gambaran kinerjanya untuk

mengembangkan perencanaan dan pelaksanaan

pembelajaran selanjutnya dalam program

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

4. Guru dapat mengaplikasikan pengalaman PKB dalam

perencanaan, pelaksanaan, penilaian pembelajaran dan

tindak lanjutnya.

5. Guru melakukan penelitian, mengembangkan karya

inovasi, mengikuti kegiatan ilmiah (misalnya seminar,

konferensi), dan aktif dalam melaksanakan PKB.

6. Guru dapat memanfaatkan TIK dalam pelaksanaan

PKB dalam nerkomunikasi

28
b. Uraian Materi Pokok Kegiatan Guru BP/BK

No KOMPETENSI INDIKATOR

1 Menguasai teori dan


1. Guru BK/Konselor dapat menunjukkan dalam
praksis pendidikan.
perencanaan layanan BK, sesuai dengan landasan dan
prinsip-prinsip pendidikan serta pembelajaran yang
aktif, kreatif, mandiri, dan berpusat pada peserta
didik/konseli.
2. Guru BK/Konselor dapat menunjukkan dalam
perencanaan layanan BK, sesuai dengan usia, tahap
perkembangan, dan kebutuhan peserta didik/konseli.
3. Guru BK/Konselor dapat menunjukkan dalam
perencanaan layanan BK, sesuai dengan keragaman
latar belakang budaya, ekonomi, dan sosial peserta
didik/konseli.
2 Mengaplikasikan
1. Peserta didik/konseli diberi kesempatan dalam
perkembangan
memperoleh layanan BK sesuai dengan kebutuhan
fisiologis dan
perkembangan mental, emosional, fisik, dan gender.
psikologis serta
2. Peserta didik/konseli diberi kesempatan
perilaku konseli.
dalam
memperoleh layanan BK sesuai dengan kebutuhan
bakat, minat, dan potensi pribadi.
3. Peserta didik/konseli diberi kesempatan dalam
memperoleh layanan BK sesuai dengan harapan untuk
3 Menguasai esensi melanjutkan pendidikan dan pilihan karir.
layanan BK dalam 1. Layanan BK yang diprogramkan oleh
jalur, jenis, dan guru BK/Konselor telah memenuhi esensi layanan
jenjang satuan pada jalur satuan pendidikan formal, nonformal dan
pendidikan. informal.
2. Layanan BK yang diprogramkan oleh guru
BK/Konselor telah memenuhi esensi layanan pada
jenis satuan pendidikan umum, kejuruan, keagamaan,
dan khusus.
3. Layanan BK yang diprogramkan oleh guru
BK/Konselor telah memenuhi esensi layanan pada

29
jenjang satuan pendidikan usia dini, dasar dan
menengah, serta tinggi.
Beriman dan bertakwa 1. Guru BK/Konselor berpenampilan rapih dan bersih.
4 kepada Tuhan Yang 2. Guru BK/Konselor berbicara dengan santun dan jujur
Maha Esa. kepada peserta didik/konseli.

3. Guru BK/Konselor bersikap dan mendorong kepada


peserta didik/konseli untuk bersikap toleran.
4. Guru BK/Konselor memperlihatkan konsistensi dan

memotivasi peserta didik/konseli dalam


melaksanakan ibadah.

5 Menghargai dan 1. Guru BK/Konselor merencanakan layanan BK yang

menjunjung tinggi mengacu kepada pengaplikasian pandangan dinamis

nilai-nilai tentang manusia sebagai mahluk bermoral spiritual,

kemanusian, sosial, dan individu.

individualitas dan 2. Pelayanan BK yang dirancang oleh Guru


kebebasan memilih. BK/Konselor mendorong kepada pengembangan
potensi positif individu.
3. Rancangan pelayanan BK mengacu kepada
kebutuhan dan masukan balik peserta didik/konseli.
4. Pelayanan BK dirancang untuk mengembangkan

sikap toleran dalam menjunjung hak azasi manusia


pada peserta didik/konseli

6 Menunjukkan 1. Guru BK/Konselor menunjukkan kepribadian,

integritas dan kestabilan emosi dan perilaku yang terpuji, jujur,


stabilitas kepribadian sabar, ramah, dan konsisten.
yang kuat. 2. Guru BK/Konselor menunjukkan kepekaan dan
bersikap empati terhadap keragaman dan perubahan.
3. Guru BK/Konselor menampilkan toleransi tinggi
terhadap peserta didik/konseli yang menghadapi stres
dan frustasi.

30
7 Menampilkan kinerja
1. Guru BK/Konselor memotivasi peserta didik/konseli
berkualitas tinggi.
untuk berpartisipasi aktif dalam layanan BK yang
diberikan.
2. Guru BK/Konselor melaksanakan pelayanan BK

yang efektif sesuai dengan rancangan untuk

mencapai tujuan pelayanan BK dalam waktu yang


tersedia.
3. Guru BK/Konselor melaksanakan tugas layanan BK

secara mandiri, disiplin, dan semangat agar peserta


didik/konseli berpartisipasi secara aktif.
8 Mengimplementasikan 1. Guru lain dapat menunjukkan contoh penggunaan
kolaborasi internal di
hasil pelayanan BK untuk membantu peserta
tempat
didik/konseli dalam proses pembelajaran yang
dilakukannya.

2. Guru BK/Konselor merencanakan pelayanan BK


dengan menyertakan pihak-pihak terkait di sekolah.
3. Guru BK/Konselor dapat menunjukkan bukti
bagaimana menjelaskan program dan hasil layanan
BK kepada pihak-pihak terkait di sekolah.
4. Guru BK/Konselor dapat menunjukkan bukti
permintaan guru lain untuk membantu penyelesaian
permasalahan pembelajaran.
9 Mengimplementasikan 1. Guru BK/Konselor mentaati Kode Etik organisasi
kolaborasi internal di
profesi BK (seperti MGBK, ABKIN, atau organisasi
tempat
profesi sejenis lainnya).
2. Guru BK/Konselor berpartisipasi aktif dalam proses

pengembangan diri melalui organisasi profesi guru


BK/Konselor.
3. Guru BK/Konselor dapat memanfaatkan organisasi

profesi BK/Konselor untuk membangun kolaborasi


dalam pengembangan program BK.

31
10 Mengimplementasi
1. Guru BK/Konselor dapat menunjukkan bukti
kolaborasi antar
melakukan interaksi dengan organisasi profesi lain.
profesi.
2. Guru BK/Konselor dapat berkolaborasi dengan

institusi atau profesi lain untuk mencapai tujuan


pelayanan BK.

3. Guru BK/Konselor dapat memanfaatkan keahlian lain


untuk membantu penyelesaian permasalahan peserta
didik/konseli sesuai kebutuhan.
11 Menguasai konsep dan
1. Guru BK/Konselor dapat mengembangkan
praksis asesmen untuk
instrumen nontes (pedoman wawancara, angket,
memahami kondisi,
atau format lainnya) untuk keperluan pelayanan BK.
kebutuhan dan
2. Guru BK/Konselor dapat mengaplikasikan instrumen
masalah konseli.
nontes untuk mengungkapkan kondisi aktual peserta
didik/konseli berkaitan dengan lingkungan.

3. Guru BK/Konselor dapat mendeskripsikan


penilaian yang digunakan dalam pelayanan BK
yang sesuai dengan kebutuhan peserta
didik/konseling.
4. Guru BK/Konselor dapat memilih jenis penilaian

(Instrumen Tugas Perkembangan/ITP, Alat Ungkap


Masalah/AUM, Daftar Cek Masalah/DCM, atau
instrumen non tes lainnya) yang sesuai dengan
kebutuhan layanan bimbingan dan konseling.
5. Guru BK/Konselor dapat mengadministrasikan

penilaian (merencanakan, melaksanakan, mengolah


data) untuk mengungkapkan kemampuan dasar dan
kecenderungan pribadi peserta didik/konseli.
6. Guru BK/Konselor dapat mengadministrasikan
penilaian (merencanakan, melaksanakan, mengolah
data) untuk mengungkapkan masalah peserta
didik/konseli (data catatan pribadi, kemampuan
akademik, hasil evaluasi belajar, dan hasil psikotes).
7. Guru BK/Konselor dapat menampilkan tanggung

jawab profesional sesuai dengan azas BK (misalnya


kerahasiaan, keterbukaan, kemutakhiran, dll.) dalam
32
praktik penilaian.

12 Menguasai kerangka 1. Guru BK/Konselor dapat mengaplikasikan hakikat


teoritik dan praksis pelayanan BK (tujuan, prinsip, azas, fungsi, dan
BK.
landasan).
2. Guru BK/Konselor dapat menentukankan arah profesi

bimbingan dan konseling (peran sebagai guru


BK/konselor).
3. Guru BK/Konselor dapat mengaplikasikan dasar-

dasar pelayanan BK.


4. Guru BK/Konselor dapat mengaplikasikan pelayanan

BK sesuai kondisi dan tuntutan wilayah kerja.


5. Guru BK/Konselor dapat mengaplikasikan
pendekatan /model/jenis pelayanan dan kegiatan
pendukung bimbingan dan konseling.

6. Guru BK/Konselor dapat mengaplikasikan praktik


format (kegiatan) pelayanan BK.

13 Merancang program 1. Guru BK/Konselor dapat menganalisis kebutuhan


BK. peserta didik/konseli.
2. Guru BK/Konselor dapat menyusun program
pelayanan BK yang berkelanjutan berdasar
kebutuhan peserta didik/konseli secara komprehensif
dengan pendekatan perkembangan.
3. Guru BK/Konselor dapat menyusun rencana

pelaksanaan program pelayanan guru BK


4. Guru BK/Konselor dapat merencanakan sarana dan

biaya penyelenggaraan program pelayanan BK.


14 Mengimplementasikan 1. Guru BK/Konselor dapat melaksanakan program
program BK yang pelayanan BK.
komprehensif.
2. Guru BK/Konselor dapat melaksanakan pendekatan

kolaboratif dengan pihak terkait dalam pelayanan


BK.
3. Guru BK/Konselor dapat memfasilitasi

perkembangan akademik, karier, personal/ pribadi,


dan sosial peserta didik/konseli.

33
4. Guru BK/Konselor dapat mengelola sarana dan biaya

program pelayanan BK.


Menilai proses dan 1. Guru BK/Konselor dapat melakukan evaluasi
15 hasil kegiatan BK. proses dan hasil program pelayanan BK.
2. Guru BK/Konselor dapat melakukan penyesuaian

kebutuhan peserta didik/konseli dalam proses


pelayanan BK.
3. Guru BK/Konselor dapat menginformasikan hasil

pelaksanaan evaluasi pelayanan BK kepada pihak


terkait.
4. Guru BK/Konselor dapat menggunakan hasil
pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan
mengembangkan program pelayanan BK berdasarkan
analisis kebutuhan.

16 Memiliki kesadaran 1. Guru BK/Konselor dapat memberdayakan kekuatan


dan komitmen
pribadi, dan keprofesionalan guru BK/konselor.
terhadap etika
2. Guru BK/Konselor dapat meminimalisir dampak
professional.
lingkungan dan keterbatasan pribadi guru
BK/konselor.
3. Guru BK/Konselor dapat menyelenggarakan
pelayanan BK sesuai dengan kewenangan dan kode
etik profesional guru BK/konselor.
4. Guru BK/Konselor dapat mempertahankan

objektivitas dan menjaga agar tidak larut dengan


masalah peserta didik/konseli.
5. Guru BK/Konselor dapat melaksanakan layanan
pendukung sesuai kebutuhan peserta didik/konseli
(misalnya alih tangan kasus, kunjungan rumah,
konferensi kasus, instrumen bimbingan, himpunan
data)
6. Guru BK/Konselor dapat menghargai identitas
profesional dan pengembangan profesi.

7. Guru BK/Konselor dapat mendahulukan


kepentingan peserta didik/konseli daripada

34
kepentingan pribadi guru BK/konselor.

17 Menguasai konsep dan 1. Guru BK/Konselor dapat mendeskripsikan jenis


praksis penelitian dan metode penelitian dalam BK.
dalam BK. 2. Guru BK/Konselor mampu merancang penelitian

dalam BK.

3. Guru BK/Konselor dapat melaksanakan penelitian


dalam BK.
4. Guru BK/Konselor dapat memanfaatkan hasil
penelitian dalam BK dengan mengakses jurnal yang
relevan.

a. Strategi Pengembangan Kegiatan PKB


Propil kinerja guru yang didasarkan peda evaluasi diri yang selanjutnya dianalisis oleh
koordinator PKB bersama guru bersangkutan akan memberikan hasil yang beragam.
pencapain indikator dimensi tugas utama sebagi guru mata pelajaran mungkin ada yang
sama sudah mampu atau sama belum mampu.
Meskipun terdapat perbedaan mata pelajaran yang diampu akan tetapi pada dasarnya
bentuk perangkat pembelajaran yang disusun sebagai salah satu penentuan propil
kinerja guru mampu atau tidak mampu memenuhi indikator dimensi tugas utama adalah
sama, untuk guru BK pada saat ini baru ada satu orang. Berdasarkan hal tersebut dan
juga mempertimbangkan hal yang lainnya, strategi pengembangan kegiatan PKB
direncanakan sebagai berikut;
i. dilakukan oleh guru mata pelajaran/ BK sendiri

ii. dilakukan bersama guru lain


iii. dilaksanakan di sekolah
iv. dilaksanakan di MGMP
v. dilaksanakan oleh institusi selain madrasah
vi. diajukan/dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan untuk dipertimbangkan

35
E. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Sebagaimana disampaikan diatas untuk pelaksanaan PKB dilaksanakan selama kurun waktu
2 semester, untuk itu terlebih dahulu disampaikan tentang hasil analisis waktu untuk 2
semester berjalan sehingga dapat diperkirakan tentang minggu efektif dan minggu tidak
efektif pada setiap bulan dalam setiap semester berjalan, dengan demikian diharapkan dalam

penyusunan jadwal kegiatan dapat dilaksanakan secara efektif dan mengenai sasaran. Berikut
ini disajikan perkiraan minggu efektif dan minggu tidak efektif pada setiap bulan dalam setiap
semesternya.
Perkiraan Minggu Efektif dan Minggu Tidak Efektif
Tahun Pelajaran 2024/2025
Minggu ME
Jumlah Minggu ME
Bulan tidak efektif Non TM Keterangan
Minggu Efektif TM
2
Juli 2024 4 2 MADSAMA
1 1

Agustus 2024 5 - 5
- 5
Prakiraan STS
September 2024 4 - 4 1 3
Oktober 2024 4 - 4 - 4
November 2024 5 - 5 - 5
Prakiraan penilaian
Desember 2024 4 1 3 3 - akhir semester 1 ME yang bisa
dipakai TM dan P5=
18
Jumlah 26 3 23 5 18

Januari 2025 4 1 3 - 3
Pebruari 2025 4 - 4 - 4
Prakiraan STS
Prakiraan libur hari raya Idul Fitri 1444
Maret 2025 5 1 4 1 3 Ujian Sekolah

April 2025 4 2 2 - 2

Mei 2025 5 - 5 1 4
Juni 2025 4 1 3 3 Prakiraan SAS dan
-
pasca SAS
MEyangbisa
Jumlah26421 5 16 dipakai TM dan P5=
16
Jumlah 1 tahun52744 10 34

36
Dengan memperhatikan hal hal tersebut diatas, secara garis besar jadwal pelaksanaan kegiatan

PKB di MTsN 2 Way Kanan adalah sebagai berikut:

A. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) untuk

Penguatan dan Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Perencanaan Pembelajaran (indilator

1 sampai dengan 4 pada instrumen (PKG)

B. Kegiatan Pelaksanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) untuk Penguatan

dan Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Penilaian Pembelajaran (indilator 12 sampai

dengan 14 pada instrumen PKG)

C. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PKG) untuk Perencanaan


Pembelajaran (indilator 1 sampai dengan 4 pada instrumen PKG)

D. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PKG) untuk Pelaksanaan


Pembelajaran/Supervisi kelas (indilator 5 sampai dengan 11 pada instrumen PKG)

E. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PKG) untuk Penilaian


Pembelajaran (indilator 12 sampai dengan 14 pada instrumen PKG)

37
BAB III
LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN P K B
MTSN 2 WAY KANAN

A. Persiapan
a. Mengikuti kegiatan sosialisasi
b. Musyawarah Dewan Pendidik untuk menunjuk dan memutuskan Koordinator PKB
B. Pelaksanaan
a. Tahap 1 : Guru melaksanakan evaluasi diri pada setiap awal tahun dengan mengisi
format-1
b. Tahap 2 : Menentukan profil kinerja guru yang didasarkan pada
hasil evaluasi diri yang dilengkapi dengan dokumen pendukung
berupa perangkat pembelajaran

c. Tahap 3 : Membuat perencanaan kegiatan PKB dengan menggunakan format-2


oleh guru dan koordinator PKB melalui konsultasi dengan Kepala Sekolah
d. Tahap 4 : Menetapkan dan menyetujui rencana final PKB bagi guru dengan

menggunakan format 2-3 oleh Koordinator PKB bersama Kepala Sekolah


e. Tahap 5 : Guru menerima rencana program pengembangan keprofesian
berkelanjutan yang mencakup kegiatan yang akan dilakukan di dalam dan/atau luar
sekolah
f. Tahap 6 : Guru melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan
yang telah direncanakan baik di dalam dan/atau di luar sekolah
g. Tahap 7 : Guru mengikuti PKG diakhir semester

h. Tahap 8 : Semua guru dan koordinator PKB melakukan refleksi terhadap kegiatan
PKB pada akhir semester dengan menggunakan format-4.

C. Monitoring dan Evaluasi


[Link] dan Rencana Tindak Lanj

38
39
40
BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan

Demikian Program Kegiatan Pengembangan Kepropesian Berkelanjutan (PKB) MTsN 2 Way

Kanan ini disusun, dengan harapan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan apa yang

diharapkan, tentunya disadari bahwa dalam program ini masih banyak kekurangan dan

kelemahan. Semoga yang Maha Kuasa memberikan petunjuk dan bimbingan untuk

melengkapinya dan dapat tersusun program berikutnya yang mendekati kesempurnaan. Dengan

demikian saran pandangan dan masukan sangat kami nantikan, sebelumnya kami haturkan terima

kasih.

41

Anda mungkin juga menyukai