0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan13 halaman

RPP Fisika: Gerak Melingkar SMA 4

Diunggah oleh

Irma Yuliandari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan13 halaman

RPP Fisika: Gerak Melingkar SMA 4

Diunggah oleh

Irma Yuliandari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 4 Singaraja


Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X MIPA/Ganjil
Materi Pokok : Gerak Melingkar
Alokasi Waktu : 4 JP (4 × 45 menit)

A. Tujuan Pembelajaran
3.4.1 Melalui kegiatan mengamatisimulasi virtual, diskusi, studi pustaka, dan tanya
jawab, siswa mampu menjelaskan definisi gerak lurussehingga dapat ditumbuh
kembangkan sikap rasa ingin tahu, percaya diri, terbuka, disiplin, jujur,
bertanggung jawab, dan kritis.
3.4.2 Melalui kegiatanmengamatisimulasi virtual, diskusi, studi pustaka, dan tanya
jawab, siswa mampu mendefinisikan besaran-besaran fisika pada gerak lurus(jarak,
perpindahan, kelajuan, kecepatan, dan percepatan),sehingga dapat ditumbuh
kembangkan sikap rasa ingin tahu, percaya diri, terbuka, disiplin, jujur,
bertanggung jawab, dan kritis.
3.4.3 Melalui kegiatan mengamatisimulasi virtual, diskusi, studi pustaka, dan tanya
jawab, siswa mampu menganalisis besaran-besaran pada gerak lurus (jarak,
perpindahan, kelajuan, kecepatan, dan percepatan)pada suatu permasalahan disertai
makna fisisnya, sehingga dapat ditumbuh kembangkan sikap rasa ingin tahu,
percaya diri, terbuka, disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan kritis.
4.4.1 Melalui kegiatan mengamatisimulasi virtual,diskusi kelompok, studi pustaka dan
tanya jawab, siswa mampu mempresentasikan hasil data analisis besaran-besaran
gerak lurus berdasarkan sebuah fenomena sehingga dapat ditumbuh kembangkan
sikap rasa ingin tahu, percaya diri, terbuka, disiplin, jujur, bertanggung jawab,
kritis, dan bekerjasama.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI DASAR
KOMPETENSI
1.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang
menciptakan dan mengatur alam jagad
raya melalui pengamatan fenomena
alam fisis dan pengukurannya.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah
(memiliki rasa ingin tahu; objektif;
jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati;
bertanggung jawab; terbuka; kritis;
kreatif; inovatif dan peduli lingkungan)
dalam aktivitas sehari-hari sebagai
wujud implementasi sikap dalam
melakukan percobaan, melaporkan, dan
berdiskusi.
3.6 Menganalisis besaran fisispada gerak Pertemuan 1
melingkar denganlaju konstan (tetap)
danpenerapannya dalamkehidupan 3.6.1. Memberi contoh gerak melingkar
sehari-hari. dalam kehidupan sehari-hari.
3.6.2. Menjelaskan pengertian gerak
melingkar.
3.6.3. Mengidentifikasi besaran fisis
frekuensi, periode, sudut tempuh,
dan kecepatan sudut.
3.6.4. Menganalisis hubungan besaran-
besaran dalam gerak linear
dengan besaran-besaran yang
terdapat dalam gerak melingkar

Pertemuan 2

3.6.5. Menganalisis hubungan roda-


roda dalam penerapannya sehari-
hari.
3.6.6. Menganalisis gerak melingkar
beraturan dalam pemecahan
masalah.

4.6 Melakukan percobaan berikutpresentasi 4.6.1 Menunjukkan keterampilan


hasilnya tentang gerakmelingkar, dalam menyajikan hasil diskusi
makna fisis danpemanfaatannya. kelompok.

C. Materi Pembelajaran
Faktual  Gerak jarum jam
 Baling-baling kipas angin
 Perputaran roda pada sepeda
 Hubungan antar gir di roda sepeda dengan pengayuhnya
 Gir yang saling bersinggungan pada jam tangan
Konseptual  Frekuensi, periode, sudut tempuh, dan kecepatan sudut
 Gerak melingkar beraturan
 Percepatan sentripetal
 Hubungan roda-roda
 Gerak melingkar berubah beraturan
Prosedural  Analisis hubungan besaran-besaran gerak linear dengan
besaran-besaran dalam gerak melingkar
Metakognitif  Menganalisis hubungan roda-roda terhadap kecepatan gerak
suatu sepeda gunung

D. Uraian Materi
1. Besaran dalam Gerak Melingkar
Gerak melingkar adalah gerak yang memiliki lintasan berupa lingkaran. Kecepatan
pada gerak melingkar memiliki arah yang selalu menyinggung lintasan, sehingga kecepatan
benda selalu tegak lurus jari-jari lintasan. Adapun beberapa besaran terkait dengan gerak
melingkar, sebagai berikut.
a. Posisi Sudut (θ)
Ketika memahami gerak melingkar akan menemukan sudut yang dibentuk oleh vektor
jari-jari yang menghubungkan dua posisi benda yang berbeda dalam lintasan melingkar
itu.

S=θ

θ
r

Gambar 1. Menggambarkan gerak melingkar, sudut yang dibentuk oleh vektor


jari-jari. Satu radian adalah satuan sudut yang setara dengan 57,3o.
Dalam geometri berbagai satuan digunakan untuk menyatakan pengukuran sudut.
Misalnya derajad (°), yang mana untuk satu putaran penuh sebesar 360°. Satuan lain
adalah radian, yang mana untuk satu putaran penuh sebesar 2 radian, sehingga dapat
dikatakan bahwa 360°setara dengan 2 radian.
Hubungan antara sudut tempuh  dengan busur lingkaran yang ditempuh s adalah ,
jika sudut tempuh satu putaran 2 radian maka panjang busur yang ditempuh adalah
keliling lingkaran = 2 r (r = jari-jari lingkaran).
jika sudut tempuh satu putaran  radian maka panjang busur lingkaran yang
ditempuh adalah = s.
Dengan demikian 2/ = 2 r/s
atau 2 .s = 2 r. 
sehingga s = r. 
Satuan radian lebih banyak digunakan dalam pembahasan gerak melingkar.

b. Periode (T) dan Frekuensi (f)


Waktu yang diperlukan benda untuk melakukan satu kali putaran penuh dinamakan
periode dan dilambangkan dengan T.
t
Atau dinyatakan dengan T= n
Satuan periode adalah sekon atau detik. Sedangkan jumlah putaran yang dilakukan benda
dalam satuan waktu disebut frekuensi, dan dilambangkan dengan f. Dengan demikian
dapat dirumuskan sebagai berikut.
n
f = t
Satuan frekuensi adalah cyclus per second (cps) atau 1/s atau s -1,dan sering juga
menggunakan Hertz (Hz).
Periode dan frekuensi berhubungan satu sama lain. Hubungan antara periode dan
frekuensi sebagai berikut.
1 1
T= f atau f= T

c. Kecepatan Sudut (ω) dan Kecepatan Linear (v)


Kecepatan sudut merupakan besar sudut yang ditempuh tiap satu satuan waktu. Satuan
kecepatan sudut adalah rad.s-1. Selain itu, satuan lain yang sering digunakan untuk
menentukan kecepatan pada sebuah mesin adalah rpm, singkatan dari rotation per
minutes (rotasi per menit). Karena selang waktu untuk menempuh satu putaran adalah T
dan dalam satu putaran sudut yang ditempuh benda adalah 360° (2π), maka persamaan
kecepatan sudutnya adalah sebagai berikut.
2π 1
ω= T=
T , dimana f , maka ω=2 πf
Kecepatan linear (v) merupakan hasil bagi panjang lintasan linear yang ditempuh benda
dengan selang waktu tempuhnya. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.
2 πr 1
v= T=
T , dimana f , maka v=2 π rf
Jadi, hubungan antara kecepatan sudut dengan kecepatan linear adalah
2π 2 πr
ω= v=
T , sedangkan T , maka v=ω⋅r

d. Percepatan Sudut (α) dan Percepatan Sentripetal (as)


Perubahan kecepatan sudut tiap satu satuan waktu inilah yang dinamakan percepatan
sudut. Dari definisi ini dapat diturunkan rumus percepatan sudut seperti berikut.
Δω
α=
Δt
Percepatan sentripetal merupakan percepatan yang tegak lurus dengan vektor kecepatan
dan arahnya menuju pusat lingkaran.
v2
as= atau a s =ω2 r
r

e. Hubungan antara Besaran Rotasi dan Translasi

Gerak Translasi Gerak Rotasi Hubungan


Besaran Satuan Besaran Satuan
S m θ rad s=θ⋅r
Δs Δθ
v= m/s ω= rad/s v=ω⋅r
Δt Δt
Δv Δω
at= m/s2 α= rad/s2 a t =α⋅r
Δt Δt

2. Gerak Melingkar Beraturan (GMB)


Ciri-ciri gerak melingkar beraturan, antara lain:
a. Lintasannya berbentuk lingkaran.
b. Frekuensi putaran, periode putaran, kecepatan sudut, kelajuan linear, dan
percepatan sentripetal bernilai konstan.
c. Vektor kecepatan linear dan vektor percepatan sentripetalnya berubah.
d. Kecepatan linearnya selalu tegak lurus dengan percepatan sentripetal dimana
arah percepatan sentripetal selalu menuju pusat lingkaran dan arah kecepatan
linear selalu menyinggung lingkaran
Posisi sudut (θ) yang ditempuh selama interval waktu (t) dan dengan kecepatan sudut (ω)
dirumuskan dengan persamaan berikut:
θ=ω⋅t
Frekuensi, periode, kecepatan linear, dan kecepatan sudut pada gerak melingkar
beraturan memiliki persamaan yang sama dengan gerak melingkar pada umumnya.
Sesuai pernyataan sebelumnya, percepatan sentripetal adalah percepatan pada gerak
melingkar beraturan yang arahnya selalu menuju pusat lingkaran.

v2
as= =ω 2 r
r
Gaya sentripetal (Fs) merupakan gaya yang menyebabkan
timbulnya percepatan sentripetal.

v2
F s =mas =m =mω2 r
r
Untuk mengimbangi gaya sentripetal sehingga benda tetap bergerak melingkar beraturan
terjadi gaya sentrifugal.
F s =−F st
Hubungan besaran fisis dalam gerak melingkar beraturan (GMB) adalah sebagai berikut:
Variabel yang berhubungan Persamaan
1 1
Periode dan frekuensi T= ;f =
f T
2 πr
Kecepatan linear, jarak, dan periode/frekuensi v= =2 π rf
T

Kecepatan sudut dan periode/frekuensi ω= =2 πf
T
Kecepatan linear, kecepatan sudut, dan jarak v=ω⋅r
3. Hubungan antara roda-roda dapat disajikan dalam tabel di bawah ini

Gambar hubungan roda sepusat

2
1

Arah putar kedua roda searah


Kecepatan sudut kedua roda sama
v1 v2
ω 1=ω2 atau =
r1 r 2

Gambar hubungan roda bersinggungan

1 2

Arah putar kedua roda berlawanan arah


Kelajuan linear kedua roda sama
v 1=v 2 atau ω 1 r 1=ω2 r 2

Gambar hubungan roda bersabuk

1 2

Arah putar kedua roda searah


Kelajuan linear kedua roda sama
v 1=v 2 atau ω 1 r 1=ω2 r 2

Materi pengayaan
3. Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB)
Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak jumpai gerak melingkar Beraturan (GMBB).
Saat kita menggawyuh sepeda, roda sepeda akan berputar semakin cepat. Hal ini berate
dop pada roda mendapat percepatan. Saat direm, putaran roda akan makin melambat.
Perumusan kelajuan, panjang lintasan, dan besar sudut yang ditempuh pada dasarnya
sama dengan perumusan pada gerak lintasan berubah beraturan (GLBB). Kerlajuan dan
panjang lintasan linier setelah t satuannya dirumuskan sebagai berikut:
t = o + t
1
 = ot + t2
2
Keterang
 = sudut yang ditempuh (rad)
 = kecepatan sudut (rad/s)
 = percepatan sudut (rad/s2)

Pada gerak melingkar berubah beraturan, selain ada percepatan linier, juga terdapat
percepatan sudut. Hubungan anatara besar percepatan sudut dan linier adalah sebagai
berikut:

V=R
∆v ∆ ω
= R
∆t ∆t
a = R

Keterang :
a = percepatan linier (m/s2)
 = percepatan sudut (rad/s2)
R = jarijari putaran (m)

a. Pendekatan, Model,dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Saintifik.
2. Model Pembelajaran : Kooperative Group Investigation (GI).
3. Metode Pembelajaran : Studi pustaka, diskusi kelompok, tanya jawab, dan presentasi.

b. Media dan Alat Pembelajaran


1. Media : LKS, simulasi gerak lurus.
2. Alat : Laptop, perangkat LCD, papan Tulis, spidol, penghapus, penggaris.

c. Sumber Belajar
 Kanginan, M. 2004. Fisika untuk SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga.
 LKS Kreatif

d. Langkah-Langkah Pembelajaran
Kompetensi
Sintaks Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan yang
Model GI Waktu
dikembangkan
Pendahuluan 1. Guru dan siswa Karakter: 10 menit
menyampaikan salam. Rasa ingin tahu,
2. Guru melakukan presensi. disiplin
3. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran. Pendekatan:
4. Guru memberikan Mengamati
apersepsi:
5. Guru meminta siswa untuk
Kompetensi
Sintaks Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan yang
Model GI Waktu
dikembangkan
membentuk kelompok atau
berpasangan dengan teman di
dekatnya.
Kegiatan Inti Grouping 1. Guru menayangkan vidio Karakter: 70 menit
tentang peristiwa gerak Rasa ingin tahu,
melingkar. kritis, disiplin,
2. Guru memancing siswa untuk terbuka, percaya
bertanya. diri, kritis
3. Siswa mengajukan pertanyaan
4. Guru dan siswa
mengklasifikasikan
pertanyaan berdasarkan Pendekatan:
relevansinya dengan sub Mengamati dan
materi. menanya
Planning 1. Guru memberikan LKS Karakter:
(terlampir). Kritis,
2. Siswa merumuskan hipotesis bekerjasama,
permasalahan yang terdapat bertanggung
pada LKS. jawab
3. Siswa merencanakan cara
membuktikan/menjawab
hipotesis berdasarkan petunjuk
LKS.
4. Siswa melakukan pembagian Pendekatan:
tugas untuk anggota kelompok Mengasosiasi,
masing-masing. mengkomunikas
5. Guru melakukan observasi ikan
penilaian sikap.
Investigating 1. Siswa mengumpulkan data dari Karakter:
simulai virtual gerak lurus Rasa ingin tahu,
beraturan, menganalisis data, kritis,
dan membuat simpulan terkait bekerjasama,
dengan permasalahan yang jujur
diselidiki.
2. Dalam melakukan analisis Pendekatan:
data, siswa saling bertukar Mengamati,
informasi hasil studi pustaka, mengasosiasi,
berdiskusi, mengklarifikasi, menanyakan,
dan mempersatukan ide dan mengkomunikas
pendapat. ikan, menalar
Kompetensi
Sintaks Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan yang
Model GI Waktu
dikembangkan
Organizing 1. Anggota kelompok Karakter:
mengerjakan LKS dan Kritis, jujur,
membagi pengerjaan pada bekerjasama,
setiap soalnya kemudian bertanggung
mendiskusikannya bersama- jawab
sama kemudian menentukan Pendekatan:
anggota yang akan Mengasosiasi,
menjelaskan hasil diskusi. menalar,
mengkomunikas
ikan
Presenting 1. Salah satu kelompok Karakter:
menyajikan hasil analisis data, Kritis, jujur,
sedangkan kelompok lain bekerjasama,
mengamati, mengevaluasi, rasa ingin tahu,
mengklarifikasi, mengajukan percaya diri
pertanyaan atau tanggapan
yang relevan dengan materi Pendekatan:
yang dipaparkan. Mengasosiasi,
2. Guru melakukan observasi mengkomunikas
penilaian keterampilan kinerja ikan, menanya
presentasi.
Evaluating 1. Guru dan siswa mengevaluasi Karakter:
pembelajaran yang telah Kritis, jujur,
dilaksanakan bekerjasama
2. Siswa merangkum hasil
analisis dan temuan dari Pendekatan:
kelompoknya dan kelompok Mengasosiasi
lain.
3. Guru memberikan kuis.
Penutup 1. Memberikan kesempatan Karakter: 10 menit
kepada siswa untuk bertanya Rasa ingin tahu,
apabila ada yang belum kritis, terbuka
dimengerti.
2. Meminta siswa menyimpulkan Pendekatan:
pembelajaran. Menanya dan
3. Memberikan PR. mengkomunikas
4. Memberikan salam penutup. ikan

e. Penilaian Hasil Belajar


Bentuk
No Aspek Teknik Waktu Keterangan
Instrumen
1 Sikap Observasi Saat kegiatan Lembar Instrumen
1. Rasa ingin tahu (sosial) pembelajaran pengamatan Pengamatan/
2. Percaya diri Penilaian,
3. Disiplin Rubrik
4. Bertanggung jawab Penilaian dan
5. Terbuka pedoman
6. Bekerja sama penskoran
7. Jujur (Terlampir)
8. Kritis
9. Mengagumi kebesaran
Tuhan.
2 Pengetahuan Observasi, Saat kegiatan Lembar Instrumen
Diskusi, Tes dan PR Pengamatan Penilaian
tertulis Diskusi, LKS, Kuis,
Tanya Jawab, Rubrik, dan
dan Soal Pedoman
Uraian Penskoran
(Terlampir)
3 Keterampilan Observasi Saat Lembar Instrumen
pembelajaran Penilaian Penilaian,
Kinerja Rubrik dan
Presentasi pedoman
penskoran
(Terlampir)

Mengetahui Singaraja, 11 Juli 2017


Kepala SMA Negeri 4 Singaraja Guru Mata Pelajaran

Putu Gede Wartawan, [Link]., [Link] Irma Yuliandari, [Link]., [Link]


NIP. 19700224 199503 1 003 NIP. 19860722 200902 2 005
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
Pokok Bahasan : Gerak Melingkar
Kelas/Semester : X MIPA/Ganjil

Pertemuan 1

A. Tujuan Percobaan
1. Siswa dapat menjelaskan besaran-besaran gerak melingkar beraturan melalui kegiatan
diskusi.
2. Siswa dapat menghitung besaran-besaran pada gerak melingkar melalui kegiatan
diskusi.
3. Siswa dapat menganalisis hubungan kecepatan linear dengan kecepatan sudut melalui
percobaan sederhana.

B. Alat dan Bahan


1. CD bekas
2. Spidol
3. Batang spidol
4. Jam dinding

C. Langkah Percobaan
1. Lakukanlah pengamatan berikut terhadap jam dinding yang ada di kelas kalian!
a. Perhatikanlah jarum jam penunjuk detik dan menit.
b. Dalam satu kali putaran jarum detik, yaitu dari angka 12 sampai ke angka 12
kembali, berapakah waktu yang diperlukan oleh jarum detik tersebut?
c. Berapa putarankan yang terjadi pada jarum detik jika jarum menit bergeser dari
angka 12 sampai angka 1?
d. Berapakah periode, frekuensi, dan kecepatan sudut dari jarum detik dan menit
tersebut?

2. Lakukanlah percobaan sederhana berikut!


a. Siapkan sebuah CD bekas.
b. Buatlah dua buah titik A dan B dengan menggunakan spidol
seperti pada gambar berikut!
c. Putarlah CD tersebut dengan menggunakan batang spidol
sebagai porosnya
d. Amatilah apa yang terjadi pada titik A dan B
e. Manakah yang kecepatan sudutnya lebih besar A atau B?
Jelaskan jawaban kalian!
f. Manakah yang kelajuan linearnya lebih besar A atau B?
Jelaskan jawaban kalian!

D. Pemecahan Masalah
1. Raisa memacu sepedanya pada lintasan yang berbentuk lingkaran dengan diameter 500
meter. Dalam 1 jam Raisa telah melakukan 72 putaran. Tentukanlah periode, frekuensi,
kecepatan sudut dan kecepatan linearnya.
2. Sebuah mobil dikemudikan sepanjang lintasan berbentuk seperempat lingkaran dengan
jejari 320 m dan 960 m. Bandingkan percepatan sentripetal untuk kedua belokan. Dalam
kedua kasus ini laju mobil adalah 28 m/s. Belokan seperempat lingkaran dapat
digambarkan sebagai berikut.

Pertemuan 2
3. Dua buah roda berputar dihubungkan seperti gambar berikut!
Jika jari jari roda pertama adalah 20 cm, jari-jari roda kedua
adalah 10 cm dan kecepatan sudut roda pertama adalah 50
rad/s, tentukan kecepatan sudut roda kedua!

4. Dua buah roda berputar dihubungkan seperti gambar


berikut! Jika kecepatan roda pertama adalah 20 m/s jari-jari
roda pertama dan kedua masing-masing 20 cm dan 10 cm,
tentukan kecepatan roda kedua!
5. Tiga buah roda berputar dihubungkan seperti gambar
berikut! Data ketiga roda :
r1 = 20 cm
r2 = 10 cm
r3 = 5 cm
Jika kecepatan sudut roda pertama adalah 100 rad/s,
tentukan kecepatan sudut roda ketiga!

6. Perhatikan gambar berikut.


Tiga buah roda disusun sesuai dengan
gambar, jari-jari roda A, B, dan C
berturut-turut sebesar 4 cm, 2 cm, dan 8
RA RB RC
cm. Jika roda A berputar dengan
kecepatan linier 2 m/s. tentukan
kecepatan linier roda C!
7. Seorang pembalap motoGP melewati sebuah jalan tikungan dengan kecepatan tertentu,
tiba-tiba pembalap tersebut terpeleset dan terjatuh dari motornya. Apa yang harus
dilakukan pembalap tersebut agar tidak terjatuh saat melewati tikungan tersebut?

E. Rubrik Penilaian LKS


Sko Kriteria
r
4 Mampu mengisi/ menjawab lembaran kerja siswa secara benar, lengkap, dan
komprehensif sesuai dengan tuntutan LKS
3 Mampu mengisi/ menjawab lembaran kerja siswa sesuai dengan tuntutan LKS,
kurang lengkap namun memuaskan
2 Mampu mengisi/ menjawab lembaran kerja siswa sesuai dengan tuntutan LKS,
namun tidak lengkap
1 Tidak mampu mengisi/ menjawab lembaran kerja siswa sesuai dengan tuntutan
LKS secara benar dan lengkap
0 Tidak mencoba memberikan penyelesaian sama sekali
(Sumber: Santyasa, 2006)
Keterangan:
skor yang diperoleh
×100
Nilai = skor maksimum

Anda mungkin juga menyukai