Hakikat Norma
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah pembelajaran
Antropologi Kesehatan
Dosen Pembimbing: [Link], [Link]
Disusun Oleh:
Supian Sauri (144012333)
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESDAM VI BANJARMASIN
2023
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan rahmat-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan kesempatan tugas penulisan makalah tentang
Hakikat Norma. Saya menyampaikan rasa terimakasih sebanyak banyaknya kepada
Bapak [Link], [Link] selaku dosen mata kuliah Antropologi Kesehatan yang
telah menyerahkan kepercayaannya kepada saya untuk menyelesaikan makalah ini
dengan tepat waktu.
Saya juga berharap dengan adanya makalah ini mampu berguna serta
bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan. Selain itu saya sadar bahwa pada
makalah ini dapat ditemukan banyak kekurangan serta jauh dari kesempurnaan.
Banjarmasin, 5 Desember 2023
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .........................................................................................................
DAFTAR ISI .......................................................................................................................
BAB I ..................................................................................................................................
PENDAHULUAN................................................................................................................
1.1 Latar Belakang ................................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah ...........................................................................................................
1.3 Tujuan .............................................................................................................................
BAB II.................................................................................................................................
TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................................................
2.1 Definisi hakikat/ norma yang berlaku dalam masyarakat .....................................................
2.2 Macam-Macam Norma Dalam Kehidupan Masyarakat........................................................
2.3 Hakikat dan Arti Penting Norma yang Berlaku dalam Masyarakat ......................................
2.4 Fungsi Norma dalam Masyarakat .........................................................................................
2.5 Bentuk Klasifikasi Norma Dalam Kehidupan Masyarakat ...................................................
2.6 Norma Berdasarkan Tingkat Kepentingannya di Dalam Masyarakat ...................................
BAB III ...............................................................................................................................
PENUTUP...........................................................................................................................
3.1 Kesimpulan ...........................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Antropologi berasal dari kata Yunani anthropos yang berarti “manusia” atau
“orang”, dan logos yang berarti “wacana” dalam pengertian “bernalar”, “berakal”.
Antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk
sosial. Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang
budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi berawal dari ketertarikan
orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri fisik, adat istiadat, budaya yang berbeda
dari apa yang dikenal di Eropa. Antropologi fisik mempelajari manusia sebagai
organisme biologis yang melacak perkembangan manusia menurut evolusinya dan
menyelidiki variasi biologisnya dalam berbagai jenis (spesies), (Koentjaraningrat,
2008:163). Antropologi budaya juga, merupakan studi tentang praktik sosial,
bentuk-bentuk ekspresi, dan penggunaan bahasa, di mana diciptakan dan diuji
sebelum digunakan oleh masyarakat manusia, (Burke dalam Supardan, 2008:165).
Adapun Moralitas menempati tempat yang sangat penting dalam kehidupan
manusia. Nilai-nilai moral mempunyai arti yang sangat penting bagi umat manusia,
baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok masyarakat dan bangsa.
Peradaban suatu negara dapat dinilai dari karakter moral masyarakatnya. Dalam
menjalani kehidupannya, masyarakat harus mengikuti dan menaati norma, aturan,
adat istiadat, undang-undang, dan hukum yang ada dalam masyarakat. Yang
dimaksud dengan norma, aturan, adat istiadat, undang-undang, dan peraturan yang
mengatur kehidupan manusia dan didasarkan pada kesepakatan dan aturan
sekelompok orang. Mereka berasal dari hukum Tuhan dan memungkinkan orang
untuk hidup sesuai dengan komunitas mereka. Manusia dapat hidup menurut
norma-norma dan hukum ketuhanan yang telah disepakati dalam kehidupannya.
Moral merupakan tata cara dalam kehidupan, adat istiadat atau kebiasaan yang
digunakan dalam tumbuh kembang individu atau kelompok sosial untuk mencapai
kematangan. Moral bisa mengendalikan tingkah laku anak yang beranjak dewasa
(remaja) sehingga ia tidakmelakukan hal-hal yang bertentangan dengan pandangan
masyarakat. Di sisi lain tiadanyamoral sering kali dituding sebagai faktor penyebab
meningkatnya kenakalan remaja(Sarwono, 2010: 25)
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Hakikat Norma?
2. Apa saja Fungsi Norma dalam Masyarakat ?
1.3 Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui apa itu Hakikat Norma
2. Mahasiswa dapat mengetahui Fungsi Norma dalam Masyarakat
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi hakikat/ norma yang berlaku dalam masyarakat
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), norma adalah
peraturan atau ketentuan yang mengikat anggota suatu kelompok dalam suatu
masyarakat dan berfungsi sebagai pedoman, ketertiban, dan pengendalian
terhadap tingkah laku yang pantas dan diterima. Norma adalah peraturan atau
ketentuan yang disepakati untuk memberikan pedoman bagi anggotanya dalam
berperilaku untuk mencapai sesuatu yang dianggap baik, benar, dan diinginkan.
Sederhananya, norma adalah peraturan dan pedoman untuk mewujudkan nilai.
Aturan dan ketentuan tersebut biasanya berbentuk perintah atau larangan.
Adapun norma sosial adalah peraturan, termasuk perintah dan larangan, yang
ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama dan dimaksudkan untuk mengatur
segala tingkah laku anggota suatu masyarakat agar tercapai ketertiban dan
keamanan. Norma-norma yang mengatur masyarakat secara umum dapat bersifat
formal seperti undang-undang (SK), peraturan daerah (Perda), peraturan
pemerintah (PP), dan undang-undang (UU), serta norma-norma informal (non-
resmi).
2.2 Macam-Macam Norma Dalam Kehidupan Masyarakat
Norma yang ada dalam masyarakat terbagi atas norma agama (pedoman),
norma adat dan kebiasaan (tidak tertulis/tertulis), norma kesusilaan dan norma
kesopanan (tidak tertulis) serta norma hukum (tertulis), contoh-contoh norma
sebagai berikut:
1. Norma Agama (Pedoman)
Melaksanakan perintah perintah Tuhan, Menjauhi larangan-
larangan agama, Berbuat baik kepada sesama
2. Norma adat dan kebiasaan (tidak tertulis/tertulis)
Norma Adat
Membuat tumpengan ketika mempunyai hajatan (adat
Jawa), Menggunakan baju batik pada acara tertentu (adat Jawa),
Membuat ketupat ketika lebaran, Orang Batak (Tapanuli)
dilarang melakukan pernikahan yang bermarga sama, Mitoni
(adat Jawa), Kenduri (adat Jawa), Selametan (adat Jawa),
Ruwatan (adat Jawa)
Norma Kebiasaan
Pada saat berlibur hendaknya membawa oleh oleh, Selalu
mencuci tangan sebelum makan, Selalu membaca doa sebelum
melakukan sesuatu, Selalu menggosok gigi setelah makan, Selalu
mandi dengan teratur, Jangan makan didepan pintu
3. Norma kesusilaan dan Norma kesopanan (tidak tertulis)
Norma kesusilaan
Tidak melakukan perzinaan, Tidak melakukan korupsi,
Selalu menghormati orang lain terutama orang tua / yang lebih
tua, Mempunyai sikap jujur dan adil dalam masyarakat, Tidak
menfitnah orang lain
Norma kesopanan
Tidak meludah disembarang tempat, Pada saat memberi
atau menerima makanan harus dengan tangan kanan, Saat makan
jangan sambil berbicara, Dalam bersikap dan bersifat rukun
dengan siapa saja
4. Norma hukum (tertulis)
Kewajiban harus membayar pajak, Menanti dalam berlalu lintas,
Menyeberang jalan dengan melalui jembatan penyeberangan,
Dilarang mengganggu ketertiban umum, Tidak melakukan
kejahatan
2.3 Hakikat dan Arti Penting Norma yang Berlaku dalam Masyarakat
Menerapkan Norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara Sebagai mahluq individu, manusia mempunyai dorongan
alamiah untuk mengejar kepentingan dan memenuhi kebutuhan pribadinya. Akan
tetapi, sebagai mahluq social yang hidup dalam tatanan masyarakat, manusia juga
harus memperhatikan kepentingan orang lain atau kepentingan umum. Artinya
adalah bahwa dalam upaya memperoleh sesuatu yang menjadi haknya, setiap
manusia juga berkewajiban untuk menghargai hak hak orang lain. Norma agama
mengajarkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh manusia agar selamat
dan bahagia didunia dan akhirat. Dalam pelaksanaannya, setiap agama
mengajarkan kepada pemeluknya untuk menciptakan keseimbangan antara hak
dan kewajiban serta menjalin hubungan dengan tuhannya dan hubungan dengan
sesamanya. Cara-cara untuk menerpakan kaidah/ norma agama dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernagara, antara lain ialah :
Rajin beribadah
Menolong sesama, terutama yang berkekurangan
Memberikan harta yang kita cintai kepada kerabat, anak yatim, orang
orang miskin
Bertutur kata yang sopan dan santun
Menjauhi perkataan dan perbuatan yang tak berguna
Memberikan derma/ sumbangan
Menghargai tetangga dan tamu
Mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri
Menepati janji
Sabar dalam menghadapi kesusahan, penderitaan,dan cobaan.
Norma kesusilaan berkaitan dengan baik dan buruk dalam berperilaku
dan sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat. Perilaku sopan dan bersusila
dapat kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah,
serta dalam kehidupan masyarakat. Untuk menerapkan kaidah / norma
kesusilaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, cara-cara
antara lain :
Melaksanakan tugas dan kewajiban dengan jujur
Menjalani kehidupan secara wajar
Membiasakan diri menghormati orang lain
Mengendalikan diri dari ucapan dan perbuatan tercela
Menghindari sifat malas
Menghindari sifat masa bodoh
Tidak angkuh
Setia kawan dan soliter atas dasar kebenaran
Bersikap dan bertindak dengan budi bahasa yang baik
Menghindari sikap kasar
Norma kesopanan mengatur perilaku yang baik dan buruk, boleh dan
tidak boleh, pantas dan tidak pantas, menurut ukuran lingkungan masyarakat
tertentu. misalnya apabila di suatu daerah dilaksanakan upacara adat, setiap
warga daerah tersebut diwajibkan ikut upacara adat. Jika ada orang yang tidak
memenuhi kewajibannya itu, ia akan dikucilkan oleh masyarakatnya. Untuk
menerapkan kaidah/ norma sopan santun atau kesopanan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, cara-caranya antara lain ialah :
Menampilkan diri sesuai budaya dan kebiasaan luhur bangsa
Menghormati hak dan kewjiban diri maupun orang lain
Berbuat sesuatu dengan wajar dan sepatutnya
Mematuhi keputusan bersama dan menghargai perjanjian yang telah
dibuat
Begaul dan memperlakukan orang lain secara baik
Tidak egois dan tidak munafik dalam kehidupan social
Mentaati peraturan yang berlaku
Bertutur kata yang sopan dan jujur daam kehidupan sehari hari
Memperlakukan orang lain sesuai dengan harkat, derajat, dan
martabatnya
Menghindari sikap sombong, benci, sewenang wenang terhadap orang
lain
Norma hukum mengarahkan manusia untuk menjaga keseimbangan
dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan mematuhi norma
hukum yang berlaku, seseorang akan mendapat perlakuan sesuai dengan hak
haknya sebagai warga Negara dan bebas dari sangsi. Untuk itu, dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara terdapat Lembaga lembaga yang tugas
utamanya menegakkan hukum, misalnya aparat keamanan, kehakiman,
kejaksaan, serta lembaga lembaga pemerintah dan masyarakat lainnya yang
harus dihormati oleh setiap orang
2.4 Fungsi Norma dalam Masyarakat
Norma memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah :
Mengontrol perilaku manusia
Membantu memenuhi kebutuhan sosial manusia
Membantu dalam memprediksi perilaku manusia
Bertindak sebagai alat ukur atau parameter untuk mengevaluasi perilaku
manusia
Bertindak sebagai sesuatu yang sangat ideal dalam situasi tertentu
Membantu dalam membentuk tatanan sosial dengan cara meredakan
ketegangan serta konflik yang terjadi dalam masyarakat
2.5 Bentuk Klasifikasi Norma Dalam Kehidupan Masyarakat
Norma diklasifikasikan berdasarkan daya ikat serta kepentingannya di
dalam masyarakat. Berikut Norma Berdasarkan Daya Ikat, Soerjono Soekanto
membagi norma berdasarkan daya ikatnya berturut-turut dari norma dengan daya
ikat lemah hingga norma dengan daya ikat yang kuat, yaitu cara atau usage,
kebiasaan atau folkways, tata kelakuan atau mores, dan adat istiadat atau
custom.
Cara ( Usage ) yaitu jenis perbuatan yang bersifat perorangan. Daya
ikatnya lemah, penyimpangan terhadap cara hukumannya tidak berat,
tetapi hanya berupa celaan. contoh cara berpakaian, cara berdandan, cara
makan, cara menelpon.
Kebiasaan( folkways ) yaitu perbuatan yang dilakukan berulang-ulang
dengan pola yang sama dan tetap karena dianggap baik. Dibanding
dengan cara, daya ikat kebiasaan jauh lebih kuat. contoh mengetuk pintu
saat bertamu atau saat memasuki ruangan orang lain dan memberi
sesuatu dengan tangan kanan adalah kebiasaan-kebiasaan yang baik dan
sopan. Sanksi yang diberikan jika melanggar kebiasaan umumnya masih
tergolong ringan yaitu berupa sindiran, atau ejekan. dibanding dengan
Cara saknsinya jauh lebih berat.
Tata Kelakuan ( Mores ) yaitu perilaku yang ditetapkan oleh
masyarakat sebagai perilaku yang baik dan diterima sebagai norma
pengatur dan pengawas anggota-anggotanya. Sanksi terhadap tata
kelakuan tergolong berat. contoh seorang pembentu rumah tangga
melakukan perbuatan yang tidak pantas terhadap nyonya majikannya.
sanksinya bisa dipecat/diberhentikan.
Adat - istiadat ( custom ) yaitu pola-pola perilaku yang diakui sebagai
hal yang baik dan dijadikan sebagai hukum tidak tertulis dengan sanksi
yang berat. sanksi diberikan oleh orang yang tahu tentang seluk-beluk
adat seperti pemimpin adat, pemangku adat, atau kepala suku. Misalnya
dalam masyarakat dikenal istilah " tabu " atau " Pantangan " berarti
sesuatu yang tidak boleh dilanggar, seandainya tabu itu dilanggar berarti
akan ada bencana menimpa kepada seluruh warga dan sipelaku akan
dikenakan sanksi yang berat.
2.6 Norma Berdasarkan Tingkat Kepentingannya di Dalam Masyarakat
Norma-norma yang tercakup didalamnya dibedakan atas tingkatan
perasaan yang ditimbulkan serta konsekuensi yang menyertainya. Kingsley
Davis (1960) membagi norma-norma ke dalam tujuh macam, yaitu :
Kebiasaan atau folkways
Tata kelakuan atau mores
Hukum
Institusi
Adat istiadat, moralitas, dan agama
Konvensi dan etiket
Mode
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Norma adalah kaidah atau aturan yang disepakati dalam memberikan
pedoman tingkah laku bagi para anggotanya dalam mewujudkan sesuatu yang
dianggap baik, benar, dan diinginkan. Singkatnya norma adalah kaidah atau
pedoman dalam mewujudkan suatu nilai. kaidah atau aturan itu
biasanyaberwujud perintah dan larangan norma jugamerujuk pada norma sosial
yangmerupakan seperangkat aturan yang dibuat oleh suatu kelompok orang yang
secara khususmengatur apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari
dalam berbagai situasi. Misalnya, sebagai seorang anak harus meminta izin
kepada orang tua ketika akan pergi kesekolah.
2. Adapun fungsi fungsi norma yaitu, Mengontrol perilaku manusia, Membantu
memenuhi kebutuhan sosial manusia, Membantu dalam memprediksi perilaku
manusia, Bertindak sebagai alat ukur atau parameter untuk mengevaluasi
perilaku manusia, Bertindak sebagai sesuatu yang sangat ideal dalam situasi
tertentu, Membantu dalam membentuk tatanan sosial dengan cara meredakan
ketegangan serta konflik yang terjadi dalam masyarakat
DAFTAR PUSTAKA
Andriani, K. F., & Yuniasih, N. SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI PENDIDIKAN
MENGANALISIS HAKIKAT SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI.
Asam Safitri, Hesty.(2019). Norma Antropologi I. 26 September,
[Link]
Koentjaraningrat. (2005). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.
Sunardi, S. K. M. (2020). Modul Ajar Antropologi Kesehatan