Nama : Nuraidah
Kelas : B
PELAKSANAAN PENILAIAN
1. Definisi Pelaksanaan Penilaian
Penilaian merupakan bagian dari proses dan hasil pembelajaran sehingga
pelaksanaan pembelajaran perlu diperhatikan. Penilaian juga merupakan suatu proses yang
sistematis dan mencakup kegiatan mengumpulkan, menganalisis serta
menginterpretasikan informasi untuk menentukan seberapa jauh seorang peserta didik
mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, baik aspek pengetahuan, sikap,
maupun keterampilan. Penilaian merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk
memperoleh informasi yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengambil keputusan
tentang hasil belajar peserta didik.
2. Fungsi Penilaian
Penilaian bukan sekadar untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik.
Penilaian dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam proses belajar. Selama ini,
seringkali penilaian cenderung dilakukan hanya untuk mengukur hasil belajar peserta
didik. Sehingga, penilaian diposisikan seolah-olah sebagai kegiatan yang terpisah dari
proses pembelajaran. Penilaian seharusnya dilaksanakan melalui tiga pendekatan, yaitu
assessment of learning (penilaian akhir pembelajaran), assessment for learning (penilaian
untuk pembelajaran), dan assessment as learning (penilaian sebagai pembelajaran).
3. Menentukan Nilai Akhir
• Fungsi Nilai Akhir
Secara garis besar, nilai mempunyai empat fungsi sebagai berikut: fungsi
instruksional, fungsi informatif, fungsi bimbingan, dan fungsi administratif.
• Faktor Penilaian
Secara garis besar dapat ditentukan unsur umum dalam penilaian yang
menyangkut faktor-faktor yang harus dipertimbangkan yaitu prestasi atau
pencapaian, usaha, spek pribadi dan sosial, serta kebiasaan bekerja.
• Cara Menentukan Nilai Akhir
Penentuan nilai akhir dilakukan terutama pada waktu guru akan mengisi raport.
Dalam menentukan nilai akhir guru biasanya mengacu pada peraturan atau pedoman
yang dikeluarkan oleh pemerintah atau kantor/badan yang membawahinya. Ada
beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan nilai akhir di antaranya
sebagai berikut:
a. Guru perlu menghitung nilai tes formatif dan tes sumatif dengan rumus sebagai
berikut:
Keterangan :
NA = Nilai Akhir
F = Nilai tes formatif
S = Nilai tes sumatif
Jadi nilai akhir diperoleh dari rata-rata nilai tes formatif (diberi bobot 1)
dijumlahkan dengan nilai tes sumatif (diberi bobot 2), dan kemudian dibagi 3.
b. Nilai akhir diperoleh dari nilai tugas, nilai ulangan harian, dan nilai ulangan umum
dengan bobot 2, 3, dan 5. Seperti yang ditunjukkan dalam rumus berikut:
Keterangan:
T = Nilai tugas
H = Nilai ulangan harian
U = Nilai ulangan umum
c. Nilai akhir untuk ijazah diperoleh dari rata-rata nilai ulangan harian (diberi
bobot 1) dan nilai Ujian Nasional (diberi bobot 2), kemudian dibagi 3.
rumusnya adalah:
Keterangan:
∑ = Jumlah nilai ulangan harian
E = Nilai Ujian Nasional
N = Frekuensi Nilai
Dalam pembulatan nilai-nilai yang akan dicantumkan dalam buku rapor atau STTB
(Ijazah), umumnya dipergunakan pedoman sebagai berikut:
• Jika dibelakang tanda desimal terdapat bilangan yang lebih kecil dari 50,
dianggap = 0 (dibulatkan ke bawah). contoh: nilai 5,43 dibulatkan ke bawah
menjadi 5.
• Jika dibelakang tanda desimal terdapat bilangan yang besarnya = 50, maka
nilai akhir tidak dibulatkan. Jadi dituliskan apa adanya. contoh: 6,50 tetap
dicantumkan 6,5.
• Jika di belakang tanda desimal terdapat bilangan yang lebih besar atau di
atas 0,50 dibulatkan ke [Link]: nilai 5,75 dibulatkan ke atas menjadi 6.
d. Menentukan Nilai Akhir Melalui Nilai Rata-Rata
Setelah hasil penilaian formatif diubah ke dalam nilai berskala 1-10, kemudian
untuk hasil penilaian formatif setiap peserta didik pada semester semester yang
bersangkutan dicari. Nilai rata-rata ini selanjutnya dijumlahkan dengan tes
sumatif dan kemudian hasil penjumlahan dibagi dua. Hasil yang terakhir inilah
yang akan merupakan nilai akhir bagi setiap siswa yang nantinya dijadikan nilai
rapor.
Contoh: Rata-rata formatif = 7
Nilai sumatif = 8
Nilai akhir = 7,5
Apabila pada nilai akhir terdapat pecahan kurang dari setengah, maka nilai
tersebut dibulatkan ke bawah. Kalau pecahan itu setengah, nilai akhir tetap
seperti itu. Sedangkan dalam pecahan lebih dari setengah, maka nilai itu
dibulatkan ke atas kecuali untuk nilai 5,5 dibulatkan menjadi 6.
4. Mekanis dan Prosedur Penilaian
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan
untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik, memantau proses dan
kemajuan belajar peserta didik, serta meningkatkan etektivitas kegiatan pembelajaran.
Penilaian tersebut meliputi kegiatan sebagai berikut:
1. Menginfomasikan silabus mata pelajaran yang didalamnya memuat rancangan dan
kriteria penilaian pada awal semester.
2. Mengembangkan indikator pencapaian kompetensi dan memilih teknik penilaian yang
sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran.
3. Mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik
penilaian yang dipilih.
4. Melaksanakan tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan.
5. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahu kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar
peserta didik.
6. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai komentar yang
mendidik.
7. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikaa pembelajaran.
8. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap semester kepada pemimpin
satuan pendiikanam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta didik serta deskripsi
singkat.
9. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru agama dan hasil penilaian kepribadian
kepada guru pendidik kewanganegaraan sebagai informasi untuk nilai akhir semester
akhlak dan kepribadian peserta didik dengan kategori sangat baik, baik, atau kurang
baik.
Mekanisme penilaian pembelajaran meliputi penilaian guru, penilaian oleh satuan
pendidikan dan penilaian pemerintah
Penilaian oleh guru
1. Ulangan Harian
Hasil ulangan harian diinformasikan sebelum diadakan ulangan harian berikutnya.
Hasil belajar peserta didik setelah menyelesaikan ulangan harian dilaporkan kepada
peserta didik/orang tua peserta didik dalam bentuk lembar jawaban yang sudah
diperiksa dan diberi nilai harus ditandatangani oleh orang tua.
2. Ulangan Tengah Semester (UTS)
Hasil belajar peserta didik setelah menyelesaikan UTS dilaporkan kepada peserta
didik/orang tua peserta didik dalam buku laporan pendidikan yang
dikeluarkan/dibuat oleh sekolah yang berisi nilai kognitif, afektif, dan praktik serta
harus ditandatangani oleh wali kelas, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan
orang tua.
3. Ulangan Akhir Semester (UAS)/Ulangan Kenaikan Kelas (UKK)
Hasil belajar peserta didik setelah menyelesaikan UAS/UKK dilaporkan kepada
peserta didik/oang tua peserta didik dalam buku laporan pendidikan yang
dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan yang berisi nilai kognitif, afektit, praktik dan
keterampilan kompetensi serta harus ditandatangangani oleh wali kelas, kepala
sekolah, dan orang tua.
Pembelajaran remedial adalah pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik
yang belum mencapai ketuntasan pada KD tertentu dengan menggunakan berbagai metode
yang diakhiri dengan penilaian untuk mengukur kembali tingkat ketuntasan belajar peserta
didik. Pembelajaran remedial merupakan pemberian perlakuan khusus terhadap peserta
didik yang mengalami hambatan dalam kegiatan belajarnya.
Penilain oleh pemerintah
Penilain oleh pemerintah berupa Asesmen ketuntasan minimal (AKM) yang
diikuti oleh peserta didik kelas XI
5. Langkah-langkah Pelaksanaan Penilaian
• Penetapan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator merupakan ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan, atau proses
yang berkontribusi atau menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi dasar. Indikator
pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional
yang dapat diukur, seperti: mengidentifikasi, menghitung, membedakan,
menyimpulkan, mencenitakan kembali, mempraktikkan, mendemonstrasikan, dan
mendesknpsikan.
Berikut adalah contoh penetapan indikator mata pelajaran Fisika
Kompetensi Dasar Indikator
3.2 Menganalisis muatan listrik gaya 3.2.1 Mengidentifikasi muatan listrik
listrik, kuat medan listrik, fluks, energi 3.2.2 Mengidentifikasi listrik statis dan
potensial listrik serta penerapannya
muatan listrik
pada berbagai kasus
3.2.3 Memahami hukum Coulomb
3.2.4 Mengidentifikasi Medan listrik
3.2.5 Mengidentifikasi energi potensial
listrik dan potensial listrik
3.2.6 Mengidentifikasi kapasitor
4.2 Melakukan percobaan berikut 4.2.1 Menyusun percobaan kelistrikan
presentasi hasil percobaan kelistrikan (pengisian dan
(misalnya pengisian dan pengosongan
pengosongan kapasitor) dan
kapasitor) dan manfaatnya dalam
kehidupan sehari-hari. pemanfaatannya dalam kehidupan
sehari-hari
4.2.2 Memprsentasikan hasil percobaan
kelistrikan (pengisian
dan pengosongan kapasitor)
dan pemanfaatannya dalam
kehidupan sehari-hari.
• Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator
Pemetaan standar kompetensi dilakukan untuk memudah dalam menentukan
teknik penilaian. Berikut contoh pemetaan untuk pelajaran Fisika.
• Pemetaan Teknik Penilaian
Dalam memilih teknik penilaian harus mempertimbangkan ciri indikator,
diantaranya sebagai berikut:
1) Apabila tuntutan indikator adalah melakukan ses suatu, teknik penilaian adalah unjuk
kerja (performance).
2) Apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep, teknik penilaiannya
adalah terTulis.
3) Apabila tuntutan indikator memuat unsur penyelidikan, teknik penilaiannya
adalah proyek.