0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan13 halaman

Jenis dan Prinsip Kerja Thyristor

Diunggah oleh

hgwsyzj9yq
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan13 halaman

Jenis dan Prinsip Kerja Thyristor

Diunggah oleh

hgwsyzj9yq
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

THRYSTOR

1. Muhammad Zaki Hilmi


2. Robi Kurniawan
Thyristor
Thyristor adalah komponen elektronika yang terbuat dari
bahan semikonduktor dan terdiri dari empat lapisan (P-N),
yaitu semikonduktor tipe-P dan semikonduktor tipe-N yang
tersusun selang-seling (P-N-P-N). Thyristor umumnya
memiliki tiga kaki/terminal: anoda/anode (terminal positif),
katoda/cathode (terminal negatif), dan gerbang/gate
(terminal kontrol).
Jenis jenis Thrystor
1. SCR
1.1 pengertian
SCR atau kepanjangan dari Silicon Controlled Rectifier atau thyristor
merupakan salah satu jenis dioda yang berfungsi sebagai pengendali. SCR dan
dioda biasa hampir sama, namun pada komponen SCR ini memiliki tiga buah
terminal atau kaki sedangkan pada dioda biasa hanya terdapat dua terminal.

Dua terminal pada dioda biasa hanya terminal Anoda dan terminal Katoda,
sedangkan pada SCR tiga terminal tersebut yaitu terminal Gate, terminal Anoda
dan terminal Katoda. Terminal Gate pada komponen SCR ini berfungsi
sebagai pengendali atau control untuk pemicu agar terminal Anoda dan
Katoda terhubung.
1.2 prinsip kerja SCR
Cara kerja dari SCR sama dengan dioda pada umumnya yaitu untuk mengalirkan
arus searah dari terminal Anoda ke Katoda, namun untuk menghubungkan antara
terminal Anoda dan terminal Katoda menggunakan pengendali yaitu terminal
Gate. Untuk mengaktifkan SCR (agar terminal Anoda dan Katoda terhubung)
maka pada terminal Gate harus dialiri arus positif terlebih dahulu sebagai pemicu
atau trigger.

Ketika terminal Gate dialiri arus listrik maka SCR akan aktif, antara terminal
Anoda dan Katoda terhubung sehingga arus listrik dapat mengalir dari terminal
Anoda ke Katoda. Dan jika terminal Gate sudah tidak dialiri arus positif kembali
(arus positif yang ke terminal Gate dihilangkan), SCR akan masih tetap aktif.
[Link]
2.1. Pengertian
Silicon Controlled Switch atau disingkat dengan SCS adalah komponen
elektronika yang berfungsi sebagai pengendali atau sakelar (switch). Silicon
Controlled Switch atau SCS ini termasuk anggota keluarga Thyristor dengan
cara kerja yang hampir sama dengan SCR (Silicon Controlled Rectifier).
Berbeda dengan SCR, Silicon Controlled Switches (SCS) memiliki 4 kaki
terminal dan dirancang untuk dapat memutuskan arus listrik apabila kaki
tambahannya yaitu kaki terminal Gerbang Anoda (Anode Gate) diberikan
tegangan positif.
2.2. Prinsip kerja SCS
Saat tegangan positif diberikan ke terminal Gate (Gerbang), transistor NPN
akan berubah menjadi ON sehingga arus listrik akan mengalir ke Basis
transistor PNP dan mengakibatkan transistor NPN berubah menjadi ON juga.
Dengan demikian, kedua transistor berada dalam kondisi ON sehingga dapat
menghantarkan arus listrik dari Anoda ke Katoda (SCS berada dalam kondisi
ON). Silicon Controlled Switch akan terus menghantarkan arus listrik (ON)
hingga arus listrik mengalir dari Anoda ke Katoda tersebut diputuskan atau
membalikan polaritas Anoda dan Katoda ataupun memberikan tegangan
positif ke terminal Anode Gate (Gerbang Anoda) yang kemudian
menyebabkan SCSberubah menjadi OFF.
[Link]
3.1. Pengertian
TRIAC adalah perangkat semikonduktor berterminal tiga yang berfungsi
sebagai pengendali arus listrik. Nama TRIAC ini merupakan singkatan
dari TRIode for Alternating Current (Trioda untuk arus bolak balik). Sama
seperti SCR, TRIAC juga tergolong sebagai Thyristor yang berfungsi sebagai
pengendali atau Switching. Namun, berbeda dengan SCR yang hanya dapat
dilewati arus listrik dari satu arah (unidirectional), TRIAC memiliki
kemampuan yang dapat mengalirkan arus listrik ke kedua arah (bidirectional)
ketika dipicu. Terminal Gate TRIAC hanya memerlukan arus yang relatif
rendah untuk dapat mengendalikan aliran arus listrik AC yang tinggi dari dua
arah terminalnya. TRIAC sering juga disebut dengan Bidirectional Triode
Thyristor.
3.2. Prinsip kerja TRIAC
Secara umum dapat kita ketahui bahwa IC = ß. IB, arus kolektor adalah hasil
penguatan dari arus basis. Contohnya, arus sebesar IB yang mengalir melalui
basis transistor Q2, maka akan ada arus IB yang mengalir pada kolektor Q2.
Arus kolektor ini adalah arus basis IB pada transistor Q1, sehingga akan
didapatkan penguatan pada arus kolektor transistor Q1. Arus kolektor
transistor Q1 tidak lain adalah arus base bagi transistor Q2.
Demikian seterusnya hingga lama kelamaan sambungan PN dari thyristor ini
di bagian tengah akan mengecil dan hilang yang tertinggal hanya lapisan P
dan N di bagian luar. Pada kondisi ini, struktur ini merupakan struktur dioda
PN (anoda-katoda) yang telah dikenal. Dengan begitu, thyristor dalam
keadaan ON dan dapat mengalirkan arus seperti halnya dioda.
[Link]
4.1. Pengertian
DIAC adalah komponen semikonduktor yang dapat berfungsi sebagai saklar
yang bekerja pada tegangan AC. DIAC terdiri dari dua lapisan semikonduktor
yang dihubungkan oleh empat junction.

Komponen ini memungkinkan aliran arus pada kedua arah (dari sumber listrik
positif ke negatif dan sebaliknya) ketika tegangan melampaui tegangan ambang
(breakover voltage).
4.2. Prinsip kerja DIAC
DIAC beroperasi berdasarkan mekanisme breakover voltage atau tegangan
ambang. Ketika tegangan yang diberikan pada DIAC mencapai nilai ambang
yang ditentukan, biasanya di sekitar 30 hingga 40 volt, komponen ini menjadi
konduktif dan memungkinkan aliran arus dalam kedua arah.
Ketika tegangan di atas ambang, DIAC berperilaku seperti saklar yang
terbuka, dan ketika tegangan di bawah ambang, DIAC berperilaku seperti
saklar yang tertutup.
Ketika DIAC diberikan tegangan AC, tegangan positif dari sumber listrik
akan menyebabkan DIAC menghantarkan arus melalui junction yang
pertama. Ketika arus melewati komponen, tegangan di kedua junction akan
berbalik polaritas, dan proses ini berulang selama setiap siklus AC.
Prinsip Kerja Thyristor

● Arus utama mengalir antara anoda dan katoda, sementara gerbang digunakan untuk mengendalikan apakah
thyristor akan memulai konduksi atau tidak.
● Ketika thyristor dalam keadaan non-konduksi, tidak ada arus yang mengalir antara anoda dan katoda. Pada
keadaan ini, junctions P-N yang ada dalam struktur thyristor berada dalam keadaan tertutup dan tidak
membiarkan arus mengalir.
● Agar thyristor mulai mengalirkan arus, sinyal kecil diterapkan ke terminal gerbang (G). Sinyal ini menyebabkan
lapisan-lapisan semikonduktor dalam thyristor menjadi aktif, dan dengan demikian, memicu konduksi arus
antara anoda dan katoda. Proses ini dikenal sebagai “triggering”.
● Setelah thyristor diaktifkan, ia akan terus konduktif meskipun sinyal ke gerbang dihilangkan.
● arus yang mengalir antara anoda dan katoda harus dikurangi di bawah level tertentu, atau dengan kata lain,
thyristor harus mengalami kondisi reverse bias.
Thanks!
Do you have any questions?
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, and
includes icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik

Please keep this slide for attribution

Anda mungkin juga menyukai