0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan49 halaman

Deteksi Gas Portabel untuk Keselamatan

Diunggah oleh

Adhitya J. Sambodo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan49 halaman

Deteksi Gas Portabel untuk Keselamatan

Diunggah oleh

Adhitya J. Sambodo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pencegahan Kecelakaan

Serius dan Fatality


Portable Gas Detection

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 1
Tujuan Pelatihan

Tujuan
 Personil memiliki pengetahuan tentang persyaratan Portable Gas Detection.
 Personil dapat melakukan, berpartisipasi dan mengevaluasi deteksi gas sehingga kegiatan dapat dilakukan tanpa:
– Cedera
– Kerusakan properti
– Dampak lingkungan yang merugikan
 Personil memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam Portable Gas Detection Standard.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 2
Cakupan & Penerapan

Ruang Lingkup Izin Kerja termasuk:


• Karyawan Chevron dan delegasinya,
serta kontraktor didalam Chevron
Upstream & Gas.
• Setiap pekerjaan yang diidentifikasi
memiliki potensi bahaya yang signifikan
dalam analisis bahaya dan harus
dikendalikan oleh izin kerja dan/atau
rencana kerja.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 3
Definisi

• Alarm Set Point


– Pengaturan tetap atau dapat diatur dari peralatan (Apparatuses) yang dimaksudkan untuk mengatur (preset)
tingkat konsentrasi dimana apparatus secara otomatis akan memulai dan mengindikasikan alarm atau fungsi
output lain.
• Auto Zero Check
– Sebuah verifikasi elektronik yang menunjukkan pembacaan angka nol dari instrumen. Hal ini umumnya dilakukan
dengan menekan tombol pada perangkat dan melihat pembacaan nol dan/atau mendengar bunyi nada konfirmasi.
• Bump Test/Functional Test
– Sebuah tes yang memverifikasi kalibrasi dengan mengekspos instrumen pada konsentrasi gas (campuran gas) test
yang diketahui. Bacaan instrumen dibandingkan dengan jumlah dari gas aktual yang ada (sesuai ditentukan pada
materi uji atau sertifikat). Kalibrasi diverifikasi jika respon instrumen berada dalam rentang toleransi yang dapat
diterima (ditentukan oleh produsen bahan pengujian) dari konsentrasi yang sebenarnya.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 4
Definisi

• Calibration (of Portable Gas Detectors)


– Sebuah instrumen untuk mengukur akurasi relatif terhadap konsentrasi gas yang diketahui.
• Continuous Gas Test
– Sebuah proses dimana gas yang mungkin ada atau dihasilkan selama bekerja terus dipantau. Pengujian gas terus
menerus biasanya diperlukan dimana ada kemungkinan besar terjadi perubahan konsentrasi gas dan/atau ada
risiko tinggi bagi pekerja jika konsentrasi gas berubah secara tak terduga.
• Explosion Proof
– Apparatuses listrik dirancang untuk menampung ledakan atau api diproduksi didalam perangkat tanpa memicu gas
atau uap yang mudah terbakar di sekitarnya.
• Explosive Atmosphere
– Campuran gas, uap, cairan atau debu yang mudah terbakar dengan udara. (Ada potensi terjadinya atmosfer
ledakan karena pembersihan atau persiapan tank, bejana, pipa atau peralatan yang tidak sesuai dimana
sebelumnya berisi material tersebut atau mungkin terbentuk dengan akumulasi debu yang mudah terbakar).
• Follow Up Gas Testing
– Pengujian gas secara berkala (interval tertentu), dilakukan setelah pengujian awal, cukup untuk memastikan bahwa
atmosfer tetap selamat untuk pekerjaan yang sedang dilakukan.
© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved
Module 9: Portable Gas Detection 5
Definisi

• Gas Testing
– Penggunaan peralatan deteksi portabel oleh Qualified Gas Tester, termasuk tabung detektor dan indikator gas yang
mudah terbakar, untuk menentukan kadar oksigen serta uap dan gas yang mudah terbakar atau beracun.
– Sebuah proses dimana tes gas yang diperlukan secara terus menerus atau selang-seling (intermittent) dipantau.
Pengujian gas secara kontinyu atau intermiten biasanya diperlukan ketika ada kemungkinan perubahan konsentrasi gas
dan/atau ada risiko tinggi bagi pekerja jika konsentrasi gas berubah secara tak terduga.
• Handheld/Portable Gas Detector
– Sebuah perangkat genggam, biasanya dioperasikan dengan baterai, yang mendeteksi adanya gas termasuk oksigen, gas
beracun dan/atau mudah terbakar.
• Hazardous Atmosphere
– Suatu atmosfer yang dapat membuat para pekerja terkena risiko kematian, menderita cacat, penurunan kemampuan
untuk menyelamatkan diri, cedera atau penyakit akut, dari berikut ini:
• Gas, uap atau kabut yang mudah terbakar dalam jumlah lebih dari 10% dari lower explosive limit (LEL).
• Debu berterbangan yang mudah terbakar pada konsentrasi yang memenuhi atau melebihi LEL nya.
• Konsentrasi oksigen atmosfer < 19,5% atau > 23,5%.
• Konsentrasi atmosfer dari zat yang melebihi batas yang diizinkan.
• Kondisi atmosfer yang dengan segera membahayakan kehidupan dan kesehatan.
© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved
Module 9: Portable Gas Detection 6
Definisi

• Immediately Dangerous to Life and Health (IDLH) Atmosphere


– Suatu konsentrasi atmosfer dari zat beracun, korosif atau menyebabkan sesak nafas yang menimbulkan ancaman langsung
terhadap nyawa atau akan mengganggu kemampuan individu untuk melarikan diri tanpa bantuan dari atmosfer yang
berbahaya.
• Inert Atmosphere
– Kondisi atmosfir yang terdiri dari gas inert utama seperti nitrogen atau karbon dioksida yang secara efektif bebas oksigen.
• Initial Gas Test
– Pengujian gas, atau tes, yang dilakukan sebelum pekerjaan dimulai, dan dirancang untuk menentukan hal berikut:
• Persyaratan untuk masuk ruang terbatas (confined space)
• Apakah daerah aman untuk pekerjaan panas (hot work)
– Pengujian dapat dilakukan dalam dua bagian: pengujian ruang terbatas diawalnya dari luar dan kemudian menguji lagi di dalam
untuk menentukan apakah pekerjaan sudah aman untuk dimulai.
• Intrinsically Safe
– Peralatan dan perkabelan yang tidak mampu melepaskan sejumlah energi termal atau listrik yang dalam kondisi normal dan
abnormal menyebabkan pengapian dari campuran atmosfer berbahaya tertentu dalam konsentrasi yang paling mudah tersulut.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 7
Definisi

• Lower Explosive Limit (LEL)


– Konsentrasi terendah (%) dari gas atau uap di udara yang mampu menghasilkan percikan atau api dalam kondisi ada
sumber api (percikan, api, panas). Juga biasa disebut Lower Flammable Limit (LFL).
• Oxygen Deficient
– Kondisi atmosfer yang mengandung volume oksigen < 19,5%.
• Oxygen Enriched
– Kondisi atmosfer yang mengandung volume oksigen > 23,5%.
• Portable Gas Detector
– Alat pendeteksi gas secara diskrit (spot-reading) atau terus-menerus (continuous-duty) yang dirancang untuk mudah
dibawa dari satu tempat ke tempat lain. Sebuah perangkat portabel yang dioperasikan dengan baterai dan termasuk
namun tidak terbatas pada hal berikut:
– Handheld apparatus, cocok untuk operasi satu tangan
– Sebuah alat yang lebih besar yang dapat dioperasikan oleh pengguna ketika sedang digantungkan dengan tangan, tali
bahu atau dengan carrying harness; yang mungkin memiliki pasak uji (probe) tangan yang bisa diarahkan atau tidak.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 8
Definisi

• Stratified Atmosphere
– Kepadatan gas dan uap dapat menghasilkan atmosfer yang bertingkat atau berlapis, khususnya di ruang terbatas,
sebagai contoh:
– Beberapa gas lebih berat daripada udara, dan berada di bagian bawah ruangan (hidrogen sulfida),
– Beberapa gas lebih ringan dari udara, dan terkonsentrasi di bagian atas ruangan (metana),
– Beberapa gas sama berat dengan udara, dan menumpuk di bagian tengah ruangan (karbon monoksida).

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 9
Tugas dan Tanggung Jawab

 Qualified Gas Tester


– Memiliki pengetahuan tentang kondisi atmosfer kerja yang
dapat diterima dan urutan pengujian gas.
– Memiliki pengetahuan tentang teknik pengujian gas (seperti
pengujian bejana, pengujian atmosfer bertingkat, dll ).
– Melakukan dan mendokumentasikan hasil pengujian gas.
– Memverifikasi dan memvalidasi kalibrasi peralatan pengujian gas
di lapangan.
– Memahami kapan harus menghentikan pekerjaan (SWA).

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 10
Tugas dan Tanggung Jawab

 Area Controller  Permit Approver


– Memastikan pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai – Memahami pekerjaan yang direncanakan dan
dengan dokumen izin kerja dan analisis bahaya. prosedur pemberitahuan kondisi darurat
– Memantau area kerja secara berkala untuk – Meninjau semua jenis izin dan rencana kerja
memastikan bahwa area kerjanya selamat sebelum diterbitkan
– Memberitahukan Person Managing Control of Work – Meninjau dokumen Planning Phase Hazard
jika terdapat perubahan kondisi yang dapat Analysis (PPHA)
mempengaruhi pekerjaan yang sedang berlangsung
di daerah tugasnya. – Menerbitkan izin kerja bagi Persons Managing
Control of Work
– Memahami kapan harus menghentikan pekerjaan
(SWA) – Meninjau lingkup izin untuk memastikan aktivitas
kerja yang saling bertentangan tidak terjadi secara
bersamaan
– Memahami kapan harus menghentikan pekerjaan
(SWA)

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 11
Tugas dan Tanggung Jawab

 Person Managing Control of Work (PMCoW)


– Memahami pekerjaan yang direncanakan, operasi/perawatan dan prosedur pemberitahuan kondisi darurat.
– Meninjau Planning Phase Hazard Analysis (PPHA)
– Memfasilitasi, meninjau, dan mendokumentasikan onsite-JSA
– Membuat dan/atau membantu penyusunan izin dan rencana kerja
– Mengkomunikasikan lingkup kerja, potensi bahaya, mitigasi, kondisi izin/rencana kerja kepada tim kerja.
– Memantau tempat kerja untuk memastikan bahwa area kerja selamat.
– Memfasilitasi penyelesaian pekerjaan (seperti: diskusi lesson learnt, penutupan izin kerja, dll ).
– Memahami kapan harus menghentikan pekerjaan (SWA).

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 12
Persyaratan

• Pengujian gas diperlukan bila ada potensi kondisi udara/ atmosfir berbahaya di lokasi kerja termasuk
lingkungan dengan kekurangan atau kelebihan oksigen, mudah terbakar/meledak, suasana yang
membahayakan kehidupan atau kesehatan secara segera (immediately dangerous to life or health/
IDLH), atmosfer beracun di atas batas paparan diperbolehkan.
• Pengujian gas portabel harus dilakukan dan dievaluasi oleh Qualified Gas Tester.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 13
Rencana Kerja: Tentukan Bahaya dan Mitigasi

Personil melakukan perencanaan bahaya untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang berhubungan dengan deteksi gas
dan untuk menentukan tindakan pencegahan, pengamanan, dan mitigasi yang diperlukan untuk memastikan bahwa
pekerjaan dapat dilakukan dengan aman.

sumber energi Berbahaya secara umum terkait dengan deteksi gas meliputi:
• Kimia
• Biologi
• Suhu
• Listrik
• Radiasi

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 14
Persyaratan Izin Kerja

Pertimbangkan:
 Perlu untuk memonitor secara berkelanjutan.  Kondisi dan stabilitas permukaan kerja yang ada.
 Potensi gas yang mudah terbakar atau bahan peledak.  Ventilasi dan kebutuhan pernapasan.
 Gas dan uap beracun (mis, H2S, Benzene).  Peralatan yang akan digunakan dan bahaya yang
berhubungan dengan menggunakannya (misalnya,
 Aktivitas kerja, lokasi, durasi kerja dan lingkungan kerja instrumen pemantauan, peralatan pernapasan,
 Mendapatkan akses ke atau jalan keluar dari lokasi. ventilasi).
 Dekat dengan konduktor listrik.  Prosedur darurat jika terjadi insiden.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 15
Persyaratan

• Pengujian Gas dan/atau penggunaan detektor gas personal (yang dapat dipakai perorangan) diperlukan selama
kegiatan berikut bilamana ada potensi bahaya pada kondisi udara/atmosfer:
– Confined space entry.
– Kegiatan emergency response (misal merespon kebocoran, tumpahan,dll).
– Kegiatan excavation (penggalian) and trenching (parit).
– Penanganan atau penyimpanan bahan berbahya atau kargo (mis. Tangki penyimpanan/ storage tanks,
ships/shipyards, mobil tangker, lokasi limbah berbahaya dan beracun/ hazardous waste sites, dll).
– Kegiatan hot work (kecuali dilakukan di area yang ditunjuk sebagai area selamat untuk hot work).
– Kegiatan isolation of hazardous energy (IHE).
– Kegiatan proses dan produksi (misal operasi fasilitas pabrik, drilling & operasi produksi, dll).
– Kegiatan lain atau kondisi sebagaimana yang didefinisikan oleh unit/fasilitas.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 16
Persyaratan

• Gas harus diuji dalam urutan sebagai berikut:


– Kandungan Oxygen.
– Gas dan uap mudah terbakar/meledak.
– Gas dan uap beracun (misal hidrogen sulfida (H2S), benzene).
• Kondisi kerja yang dapat diterima sesuai dengan persyaratan Chevron dan peraturan perundangan yang berlaku
adalah sebagai berikut:
i. Oxygen: antara 19.5 – 23.5%.
ii. LEL: <10%.
iii. H2S:
i. Kondisi atmosfer yang dapat diterima untuk aktivitas kerja dengan durasi 15 menit atau kurang adalah < 5
ppm.
ii. Kondisi atmosfer yang dapat diterima untuk aktivitas kerja dengan durasi 15 menit atau lebih adalah <1
ppm.
iv. Benzene:
i. Kondisi atmosfer yang dapat diterima untuk aktivitas kerja dengan durasi 15 menit atau kurang adalah <5
ppm.
ii. Kondisi atmosfer yang dapat diterima untuk aktivitas kerja dengan durasi lebih 15 menit adalah <1 ppm

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 17
Persyaratan

 Oxygen
– Atmosphere mengandung terlalu sedikit oxygen (<19.5% O2 by volume) dikategorikan sebagai “O2 deficient” dan
mengganggu penafasan normal manusia.
– Atmosphere mengandung terlalu banyak oxygen (>25% O2 by volume) dikategorikan “O2 enriched” dan berakibat
meningkatnya resiko ledakan.
– Pengukuran Dalam % vol (normal O2 di udara 20.8% by volume di atas permukaan laut).
– Alarm O2 monitor akan bekerja jika atmosphere udara mengandung terlalu sedikit atau terlalu banyak O2.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 18
Gas Detector & Pembacaannya

 Gas Mudah Terbakar/ Meledak


– Bahaya Ledakan
– Untuk menghindari ledakan, level atmosphere harus dijaga pada level dibawah LEL.
– Umumnya diukur dalam pada 0-100% LEL atau dalam ppm.
 Gas Beracun
– Berbahaya terhadap kesehatan manusia
– Umumnya diukur dalam ppm
– Monitor gas beracun di rancang untuk memberi peringatan kepada pekerja jika level gas mencapai konsentrasi yang berbahaya

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 19
Gas Beracun

 Gas Beracun adalah gas yang mampu menyebabkan kerusakan pada jaringan hidup, gangguan pada system saraf
pusat, penyakit yang parah atau dalam kasus yang ektrim - dapat menyebabkan kematian, ketika termakan, terhirup,
atau diserap oleh kulit atau mata.
 Bahaya “Acute” mengacu para paparan terhadap waktu yang singkat, seperti paparan singkat tunggal.
 Bahaya “Chronic” mengacu para paparan terhadap waktu yang lama, seperti paparan yang berulang dan waktu yang
panjang.

Gas STEL (ppm) TWA (ppm) Effect Remarks

H2S 5 1 Acute IDLH: 100 ppm

Benzene 5 1 Chronic

CO 25 Acute IDLH: 1,200 ppm

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 20
Combustible Atmosphere

 Untuk menyebabkan terjadinya api, tiga kondisi berikut harus terpenuhi:


– Sumber bahan bakar
– Cukup kandungan O2 (lebih dari 10 - 15%) untuk mengoksidasi atau membakar bahan bakar.
– Sumber panas atau pengapian untuk memulai proses.

 Contoh dari sumber panas atau pengapian:


– Api terbuka: seperti pemantik api, pembakar, korek api, obor las adalah sumber pengapian yang paling umum.
– Radiasi dalam bentuk sinar matahari yang datang dari permukaan yang panas.
– Percikan api dari berbagai sumber: menyalakan / mematikan peralatan listrik, mengeluarkan colokan, listrik statis atau relay
switching.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 21
Combustible Atmosphere Flammable Range (LEL & UEL)

100% volume
Too Rich to Burn
UEL

Flammable Range

LEL
Too Lean to Burn
0% volume
LEL – konsentrasi minimum gas / uap mudah terbakar yang harus ada untuk pembakaran
UEL – konsentrasi maksimum gas / uap yang mudah terbakar yang harus ada untuk pembakaran

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 22
Combustible Atmosphere Flammable Range (LEL & UEL)

 LEL umumnya berada pada 1.4% hingga 5% by volume.


 Sebagian besar alat penguji gas mudah terbakar mengukur dalam kisaran LEL dan pembacaan dalam alat ditunjukkan
dalam satuan persen LEL (%LEL).
 Contoh: pembacaan 50% LEL berarti sampel campuran gas mengandung setengah dari jumlah gas yang diperlukan
untuk menyebabkan pembakaran.

Gas Type 100% LEL UEL


Methane (CH4) 5.0% gas by volume 15.0% gas by volume
Hydrogen (H2) 4.0% gas by volume 75.0% gas by volume
Propane 2.1% gas by volume 9.5% gas by volume
Acetylene (C2H2) 2.5% gas by volume 100% gas by volume

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 23
Resiko Bahaya Paparan Benzene

 Benzene (C6H6) adalah salah satu komponen dalam minyak bumi, berbentuk cair yang tidak berwarna,
flammable, dengan wangi yang manis. Benzene menguap dengan cepat ketika kontak dengan udara.

 Paparan Benzene dapat ditemukan di uap minyak bumi. Benzene juga merupakan produk alam dari gunung
berapi.
 Rute utama pemaparan terhadap benzene adalah melalui inhalasi (pernafasan)

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 24
Resiko Bahaya Paparan Benzene

 Benzene adalah zat kimia yang dikonfirmasi bersifat karsinogenik yang berpotensi menyebabkan leukemia (kanker
darah) (dampak kesehatan kronis).
 Diidentifikasi dapat ditemukan di Open Separator System (Lokasi Operasi Minyak Bumi Darat):
Slurry Pit, API Separator & Opened-conditional MFU (Mechanical Flotation Unit).

API Separator MFU

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 25
Portable Gas Detection Standard Persyaratan

• Pekerjaan tidak bisa dimulai sampai hasil pengujian gas berada dalam batas yang
dapat diterima.
• Pengujian gas awal harus dilakukan sebelum pekerjaan dapat dimulai.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 26
Gas Testing Record Form

 Centang nama Permit To Work dan nomor permit yang berlaku untuk hasil
pengukuran gas
 Tuliskan Nomor atau Serial Number dari Gas Detector yang dipakai. Tuliskan
juga tanggal jatuh tempo gas detector ini harus dikalibrasi ulang.
 Form ini berlaku hanya untuk 1 gas detector. Jika gas detector lain yang
dipakai, gunakan form baru untuk menuliskan hasil pengukuran gas dengan
menggunakan gas detector yang berbeda dari sebelumnya.
 Form ini bisa dipakai untuk 1 atau lebih permit, selama durasi waktunya
sama.
 QGT bisa berganti dalam durasi permit dengan tetap menggunakan form
yang sama. Nama dan tanda tangan QGT yang bertugas harus diisi untuk
setiap hasil pengukuran gas
 Jika terdapat lebih dari 1 spot pengukuran, tuliskan indeks penomoran spot
tersebut sesuai dengan yang dibuat di dalam Gas Mapping Plan.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 27
Persyaratan

 Persyaratan gas testing pada Confined Space termasuk tetapi tidak terbatas pada:
a. Pengujian gas awal harus dilakukan di luar confined space segera sebelum pekerja masuk ke dalam.
b. Setelah pengujian gas awal dilakukan di luar confined space, uji gas harus dilakukan di dalam confined space.
i. Sebuah tongkat ekstensi harus digunakan untuk sampel sejauh mungkin kedalam ruangan tanpa
melanggar entry barrier.
ii. Ketika ruang terbatas/ confined space tidak dapat disampel menggunakan tongkat ekstensi, tester gas yang
memenuhi syarat (Qualified Gas Tester) harus memasuki ruang memakai alat bantu pernapasan dengan
pasokan udara untuk menguji gas di ruangan terbatas.
• Qualified Gas Tester harus memiliki izin masuk ruang terbatas/ Confined Space Entry Permit
(diterbitkan khusus untuk pengujian gas)

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 28
Persyaratan

c. Sistem ventilasi harus dimatikan selama minimal 30 menit sebelum melakukan pengujian gas di ruang yang
besar.
 Ventilasi tersebut harus dihidupkan kembali setelah menyelesaikan tes gas dan tidak boleh
dihentikan/dimatikan selama pekerja berada di dalam confined space.
d. Confined space entry harus dimulai tidak lebih dari 30 menit setelah Qualified Gas Tester menguji area dan
diperbolehkan untuk masuk.
 Jika entry dimulai lebih dari 30 menit setelah diperbolehkan untuk masuk oleh Qualified Gas Tester,
pengujian gas harus diulang dan izin divalidasi ulang sebelum masuk.
e. Pengujian gas terus menerus harus dilakukan dan didokumentasikan minimal setiap jam

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 29
Persyaratan

Persyaratan gas testing pada excavation and trenching termasuk tetapi tidak terbatas pada:
a. Initial gas testing harus dilakukan apabila terdeteksi:
Bau yang tidak diharapkan (misal exhaust fumes, bau H2S, dll.).
Ada struktur subsurface yang tidak diharapkan (misal. Perpipaan, drum, tangki, dll.).
Ada buangan yang tidak diharapkan.
b. Kegiatan excavation harus dilakukan tidak lebih dari 30 menit sesudah Qualified Gas Tester melakukan test
area dan diperbolehkan untuk bekerja.
Jika kegiatan excavation dimulai lebih dari 30 menit sesudah area dinyatakan diperbolehkan untuk masuk
oleh Qualified Gas Tester, maka pengujian gas harus diulang sebelum aktivitas excavation dapat dilanjutkan.
Persyaratan gas testing Hot Work termasuk tetapi tidak terbatas pada:
a. Pengujian gas awal yang harus dilakukan setelah lokasi kerja dan peralatan diisolasi dan disiapkan.
b. Aktivitas kerja panas harus dimulai tidak lebih dari 30 menit setelah Qualified Gas Tester telah menguji gas di
daerah pekerjaan dan memperbolehkan untuk memulai pekerjaan.
Jika kegiatan hot work dimulai lebih dari 30 menit sesuah area dinyatakan boleh untuk bekerja oleh
Qualified Gas Tester, maka pengujian gas harus diulang sebelum aktivitas hot work dapat dilakukan.
c. Qualified Gas tester akan melakukan tindak lanjut pengujian gas setiap jam dan mendokumentasikan pada
Gas Testing Record.
d. Pengujian gas harus dilakukan didaerah sekitar aktivitas kerja panas pada jarak minimal 15 meter (50 kaki)

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 30
Portable Gas Detection Standard Persyaratan

 Persyaratan gas testing Hot Work termasuk tetapi tidak terbatas pada:
e. Bilamana melakukan pekerjaan panas didalam tangki atau, bejana atau pipa, pengujian gas harus dilakukan:
• Di semua bukaan dan ruang tertutup di atas dan di bawah lokasi di mana pekerjaan panas sedang dilakukan
• Di semua bukaan ≤ 15 meter horizontal (50 kaki) dimana pekerjaan panas sedang dilakukan.
f. Pengujian gas diperlukan bila kendaraan bermotor (baterai atau pembakaran internal) sedang dioperasikan
didalam wilayah dimana uap mudah terbakar mungkin ada.
g. Gas testing diperlukan bila peralatan elektronik “non-intrinsically safe” atau “non-explosion proof” yang
dioperasikan dengan baterai digunakan dalam area berbahaya (classified area).
h. Personil yang menggunakan peralatan non-intrinsically safe atau non- explosion proof di tempat kerja harus
memakai monitor gas pribadi.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 31
Hazardous (Classified) Area

 Suatu daerah yang diklasifikasikan sebagai daerah berpotensi bahaya kebakaran atau ledakan karena adanya gas
atau uap yang mudah terbakar, cairan yang mudah terbakar, debu mudah terbakar atau serat yang bisa terbakar.
 Daerah ini termasuk setiap daerah diklasifikasikan sebagai daerah zona berbahaya / hazardous zone area (zona 0, 1
atau 2 atau kelas 1, divisi 1 atau 2) sesuai dengan American Petroleum Institute Recommended Practices (API RP)
505/ API RP 500 atau standar lokal yang setara lainnya.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 32
Hazardous (Classified) Area

Class adalah penggolongan lokasi kerja yang berpotensi mudah terbakar atau meledak berdasarkan bahan
penyebabnya, yaitu:
• Class I: Gas atau uap yang mudah terbakar (flammable gasses or vapors), Contoh lokasi: sumur minyak dan gas,
refinery, cat
• Class II: Debu yang mudah terbakar (combustible dust), Contoh lokasi: penambangan batubara
• Class III: Serat atau bahan melayang yang mudah terbakar (ignitable fibre or flyings), Contoh lokasi: pabrik tekstil
Division adalah penggolongan lokasi kerja yang berpotensi mudah terbakar atau meledak berdasarkan tingkat
bahayanya. Ada dua penggolongan division yaitu division 1 dan division 2, dimana lokasi division 1 lebih rawan terbakar
dibanding division 2.
• Division I: Lokasi dimana terdapatnya atmosfer yang mudah terbakar atau menyala pada kondisi operasi normal
• Division II: Lokasi dimana terdapatnya atmosfer yang mudah terbakar atau menyala pada kondisi tidak normal
– Class I division I adalah lokasi dimana gas atau uap berpotensi untuk menyala dan terbakar dalam kondisi operasi
normal.
– Class I division II adalah Lokasi dimana gas atau cairan yang mudah terbakar dapat lepas ke luar jika tempat
penyimpannya retak/pecah, atau terjadi kegagalan operasi. Catatan: dalam operasi normal, gas atau cairan yang
mudah terbakar tersebut berada dalam tempat yang tertutup.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 33
Hazardous (Classified) Area

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 34
Penandaan pada Alat Intrinsically Safe

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 35
Persyaratan

 Atmosfer yang berpotensi terdapat penumpukan gas harus diuji sesuai dengan persyaratan perundangan dan standar
Chevron yang berlaku dan/atau best practice industri yang dapat diterima.
 Ketika suatu area diduga terkontaminasi, pembacaan deteksi gas harus diambil selama melakukan pendekatan ke area
(seperti tumpahan/ lepasan bahan berbahaya, dll).

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 36
Persyaratan

 Menindaklanjuti pengujian gas harus dilakukan:


a. Sebagaimana ditentukan oleh Qualified Gas Tester saat melakukan semua jenis pekerjaan dalam kondisi yang
berpotensi mudah terbakar/meledak, atmosfer yang membahayakan kehidupan atau kesehatan dengan segera
(Immediately Dangerous to Life or Death/ IDLH), atmosfer beracun diatas batas paparan yang diperbolehkan
atau atmosfer berbahaya lainnya.
b. Setelah setiap istirahat kerja di lokasi kerja berlangsung lebih dari 30 menit.
c. Sebelum mulai bekerja setelah terjadi pergantian shift.
d. Setiap kali ada perubahan kondisi kerja (seperti darurat, perubahan suhu lingkungan, gangguan kerja, dll).
e. Pada waktu lain yang ditentukan oleh fasilitas/ unit.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 37
Persyaratan

• Jika hasil pengujian gas melebihi batas yang dapat diterima, tindakan berikut harus dilakukan dalam urutan yang
tercantum dibawah ini:
- Segera berhenti bekerja.
- Evakuasi pekerja dari daerah berbahaya.
- Menilai bahaya atmosfer dan mengidentifikasi solusi mitigasi
- Menerapkan solusi mitigasi
- Tes ulang kondisi atmosfer
- Validasi ulang izin kerja

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 38
Hentikan Pekerjaan Jika Kondisi berubah

Tindakan diperlukan jika kondisi berubah, kondisi tidak aman atau ada perubahan personel, perubahan kondisi
tertentu, terdapat kejadian atau keadaan darurat.
• Gunakan SWA
– SWA) menjadi tanggung jawab dan wewenang dari setiap individu untuk berhenti bekerja ketika kondisi tidak aman
atau prilaku yang dapat mengakibatkan peristiwa yang tidak diinginkan.
• Tinjau JSA
– Tinjau JSA dengan tim kerja untuk memvalidasi ulang atau memperbarui sesuai kebutuhan.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 39
Hentikan Pekerjaan Jika Kondisi berubah

Keabsahan Izin
 Berhenti bekerja, lakukan penilaian dan tindakan untuk mengurangi bahaya
 Validasi ulang izin, termasuk namun tidak terbatas pada:
– Tempat kerja yang ditinggalkan untuk setiap saat
– Hasil pengujian Gas melebihi kondisi kerja atmosfer dapat diterima
– Kegagalan peralatan deteksi gas
– Insiden dan/ atau Nearmiss terjadi
– Perubahan dari seluruh kru kerja
– PMCOW meninggalkan lokasi kerja
– Perubahan dalam kondisi tempat kerja (Misal kebocoran, Tumpahan, alarm, cuaca atau kondisi memungkinkan
tertentu terlampaui (jangka waktu, persyaratan pengujian gas dan lain-lain.)
– Kondisi darurat
– Isu keamanan

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 40
Pekerjaan Validasi ulang/pembatalan Izin jika diperlukan

Revalidasi
• Izin harus divalidasi ulang oleh Person Managing Control of Work (PMCOW)

Izin Dibatalkan
• Jika terjadi perubahan lingkup kerja (misalnya, pengenalan langkah-langkah pekerjaan tambahan, peralatan dan /
atau SIMOPs kegiatan, dll) maka izin harus dibatalkan dan Pekerjaan harus dievaluasi kembali sesuai dengan
Hazard Analysis Procedure
• Izin baru harus dibuat

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 41
Persyaratan

• Peralatan portable gas testing, personal gas detectors (yang dapat dipakai/dikenakan) harus dipelihara, disimpan,
diperiksa dan dikalibrasi sesuai dengan instruksi pabrikan.
• Personal gas monitor harus dikenakan sesuai dengan instruksi penempatan monitor dari produsen.
• Peralatan dan perlengkapan pengujian gas (seperti tabung kolorimetri, gas kalibrasi, dll) tidak boleh digunakan jika
telah diubah, rusak atau telah kadaluarsa melampaui umur layanan yang ditentukan.
• Peralatan pengujian Gas dan perlengkapan harus dirawat, diperiksa dan disimpan sesuai dengan instruksi
pabrikan.
• Peralatan pengujian Gas dan perlengkapan harus dikalibrasi dengan gas kalibrasi bersertifikat yang dikenal
konsentrasinya sesuai instruksi pabrikan. Kalibrasi harus didokumentasikan.
o Jika instrumen tidak lulus uji kalibrasi penuh, harus dikalibrasi ulang oleh produsen.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 42
Persyaratan

 Peralatan pengujian Gas dan perlengkapan harus verifikasi di lapangan:


– Personal (wearable) gas detektor harus diperiksa setiap hari untuk fungsi auto zero-nya (misalnya: sebelum
digunakan).
– Handheld/portable gas detector harus berfungsi dan/atau di-bump test setiap hari (pengujian harian harus
didokumentasikan).
– Personal (wearable) gas detector harus berfungsi dan/atau di-bump test setiap bulan (pengujian harian harus
didokumentasikan).
– Semua peralatan pengujian gas dan perlengkapan yang tidak digunakan secara teratur harus berfungsi dan/atau di-
bump test bulanan (tidak melebihi jangka waktu 30 hari, tes harus didokumentasikan).
– Semua peralatan pengujian gas dan perlengkapan harus berfungsi dan/atau di-bump test pada interval tambahan
sesuai dengan instruksi pabrikan (tes harus didokumentasikan).

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 43
Sampling Udara Lapangan Diffusion dan Aspirated

Diffusion monitor
– Ketika digunakan, diffusion monitor harus terpasang dengan kuat untuk memastikan portal sensor terkena udara. Monitor
harus dalam tampilan penuh. Tidak ada bagian monitor yang tertutupi oleh pakaian atau bagian dari pakaian.
Aspirated monitor
Sebelum menggunakan aspirated monitor, tekan ujung pompa untuk memastikan pompa dan aksesoris sampling udara
(sample tubing, probe, or sample tubing and probe) bekerja seperti yang diinginkan:
1. Hidupkan monitor,
2. Pasang aksesoris sampling udara pada inlet pompa
3. Gunakan jari, tutup bukaan pada ujung lain dari pipa sampling udara (probe) untuk menahan laju aliran udara. Aktifitas
ini harus menyebabkan alarm – pump fault aktif.
4. Setelah pump fault terjadi, lepaskan jari dari pipa (probe). Jika unit beroperasi normal, maka pompa dan aksesoris
sampling udara bekerja seperti yang diinginkan.
Catatan: jika tejadi kerusakan pompa atau jika unit tetap pada pump fault, periksa kemungkinan adanya kotoran pada lokasi
berikut: puting pompa (pump nipple), di dalam tong masuk (inlet barrel), di penghalang air, dan di dalam dudukan pompa;
coba untuk membersihkan penghalang udara masuk. Periksa juga aksesoris sampling udara, juga untuk puing dan kemungkinan
retakan atau kebocoran.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 44
In-Field Air Sampling Gas Monitor

Diffusion Gas Monitor Aspirated Gas Monitor

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 45
Sampling Udara Lapangan Aspirated & Diffusion Sampling

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 46
Sampling Udara Lapangan Aturan Dua Menit Waktu Sampling

 Aturan Dua Menit untuk Sampling Diffusion


– Yang harus diingat adalah apa yang disebut “Aturan Dua Menit”. “Aturan Dua Menit” menyatakan bahwa umumnya
diperlukan waktu 30 detik untuk sebuah gas detector membaca 90% konsenterasi gas di udara. Untuk mendapatkan
bacaan 100%, diperlukan lagi satu setengah (1.5) menit waktu sampling. Sehingga untuk mendapatkan bacaan
100%, diperlukan waktu sampling sekitar 2 menit.

 Dua menit Plus untuk Sampling Jauh


– Diatas peraturan 2 menit, ada juga saat dimana kita perlu menguji area yang jauh atau dari jarak jauh. Pada jenis
aplikasi ini, kita harus menggunakan pompa yang menempel pada detektor gas. Mari kita pertimbangkan hal ini. Jika
dibutuhkan dua menit agar sensor memberi Anda 100% dari apa yang ada di atmosfer menggunakan detektor gas
jenis diffuse (tanpa pompa), maka kita juga harus mempertimbangkan berapa lama waktu sampling yang
dibutuhkan untuk melakukan perjalanan melalui tabung. Untuk sampai ke instrumen dalam mode aspirated
(dengan pompa).

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 47
Stratified Atmosphere

Methane (CH4) – lebih ringan dari udara

CO – sedikit lebih ringan dari udara

H2S – lebih berat dari udara


– Katakanlah kita mencoba untuk men-sampling udara di ruang tertutup yang tingginya 20 kaki. Kita akan
gunakan, pompa, dengan panjang tubing 20 kaki. Sejak awal, kita tahu kita harus menunggu setidaknya
dua menit. Lebih dari itu, kita harus memperhitungkan panjang tubing (di kaki) dan mengalinya dengan
dua detik.
– Sehingga untuk ruang tertutup dengan kedalaman 20 feet, kita harus menunggu hingga 2 menit untuk
sensor bekerja dan menambahkan 40 detik karena menggunakan tubing. Hal ini untuk memastikan gas
detector menerima konsenterasi gas tertinggi di area yang di sample.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 48
Gas Detector Alarm Set Point

Gas Type Low Alarm Setting High Alarm Setting


Hydrogen Sulfide (H2S) 1 ppm 5 ppm
Carbon Monoxide (CO) 25 ppm 50 ppm
Oxygen (O2) 19.5% 23.5%
LEL 10% 20%

Catatan : Gas detector alarm set points dapat berubah sesuai dengan regulasi atau standard. Dapat mengacu kepada
manual dari manufactur untuk pengesetan alarm.

© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved


Module 9: Portable Gas Detection 49

Anda mungkin juga menyukai