Deteksi Gas Portabel untuk Keselamatan
Deteksi Gas Portabel untuk Keselamatan
Tujuan
Personil memiliki pengetahuan tentang persyaratan Portable Gas Detection.
Personil dapat melakukan, berpartisipasi dan mengevaluasi deteksi gas sehingga kegiatan dapat dilakukan tanpa:
– Cedera
– Kerusakan properti
– Dampak lingkungan yang merugikan
Personil memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam Portable Gas Detection Standard.
• Gas Testing
– Penggunaan peralatan deteksi portabel oleh Qualified Gas Tester, termasuk tabung detektor dan indikator gas yang
mudah terbakar, untuk menentukan kadar oksigen serta uap dan gas yang mudah terbakar atau beracun.
– Sebuah proses dimana tes gas yang diperlukan secara terus menerus atau selang-seling (intermittent) dipantau.
Pengujian gas secara kontinyu atau intermiten biasanya diperlukan ketika ada kemungkinan perubahan konsentrasi gas
dan/atau ada risiko tinggi bagi pekerja jika konsentrasi gas berubah secara tak terduga.
• Handheld/Portable Gas Detector
– Sebuah perangkat genggam, biasanya dioperasikan dengan baterai, yang mendeteksi adanya gas termasuk oksigen, gas
beracun dan/atau mudah terbakar.
• Hazardous Atmosphere
– Suatu atmosfer yang dapat membuat para pekerja terkena risiko kematian, menderita cacat, penurunan kemampuan
untuk menyelamatkan diri, cedera atau penyakit akut, dari berikut ini:
• Gas, uap atau kabut yang mudah terbakar dalam jumlah lebih dari 10% dari lower explosive limit (LEL).
• Debu berterbangan yang mudah terbakar pada konsentrasi yang memenuhi atau melebihi LEL nya.
• Konsentrasi oksigen atmosfer < 19,5% atau > 23,5%.
• Konsentrasi atmosfer dari zat yang melebihi batas yang diizinkan.
• Kondisi atmosfer yang dengan segera membahayakan kehidupan dan kesehatan.
© 2020 PT. Chevron Pacific Indonesia. All Rights Reserved
Module 9: Portable Gas Detection 6
Definisi
• Stratified Atmosphere
– Kepadatan gas dan uap dapat menghasilkan atmosfer yang bertingkat atau berlapis, khususnya di ruang terbatas,
sebagai contoh:
– Beberapa gas lebih berat daripada udara, dan berada di bagian bawah ruangan (hidrogen sulfida),
– Beberapa gas lebih ringan dari udara, dan terkonsentrasi di bagian atas ruangan (metana),
– Beberapa gas sama berat dengan udara, dan menumpuk di bagian tengah ruangan (karbon monoksida).
• Pengujian gas diperlukan bila ada potensi kondisi udara/ atmosfir berbahaya di lokasi kerja termasuk
lingkungan dengan kekurangan atau kelebihan oksigen, mudah terbakar/meledak, suasana yang
membahayakan kehidupan atau kesehatan secara segera (immediately dangerous to life or health/
IDLH), atmosfer beracun di atas batas paparan diperbolehkan.
• Pengujian gas portabel harus dilakukan dan dievaluasi oleh Qualified Gas Tester.
Personil melakukan perencanaan bahaya untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang berhubungan dengan deteksi gas
dan untuk menentukan tindakan pencegahan, pengamanan, dan mitigasi yang diperlukan untuk memastikan bahwa
pekerjaan dapat dilakukan dengan aman.
sumber energi Berbahaya secara umum terkait dengan deteksi gas meliputi:
• Kimia
• Biologi
• Suhu
• Listrik
• Radiasi
Pertimbangkan:
Perlu untuk memonitor secara berkelanjutan. Kondisi dan stabilitas permukaan kerja yang ada.
Potensi gas yang mudah terbakar atau bahan peledak. Ventilasi dan kebutuhan pernapasan.
Gas dan uap beracun (mis, H2S, Benzene). Peralatan yang akan digunakan dan bahaya yang
berhubungan dengan menggunakannya (misalnya,
Aktivitas kerja, lokasi, durasi kerja dan lingkungan kerja instrumen pemantauan, peralatan pernapasan,
Mendapatkan akses ke atau jalan keluar dari lokasi. ventilasi).
Dekat dengan konduktor listrik. Prosedur darurat jika terjadi insiden.
• Pengujian Gas dan/atau penggunaan detektor gas personal (yang dapat dipakai perorangan) diperlukan selama
kegiatan berikut bilamana ada potensi bahaya pada kondisi udara/atmosfer:
– Confined space entry.
– Kegiatan emergency response (misal merespon kebocoran, tumpahan,dll).
– Kegiatan excavation (penggalian) and trenching (parit).
– Penanganan atau penyimpanan bahan berbahya atau kargo (mis. Tangki penyimpanan/ storage tanks,
ships/shipyards, mobil tangker, lokasi limbah berbahaya dan beracun/ hazardous waste sites, dll).
– Kegiatan hot work (kecuali dilakukan di area yang ditunjuk sebagai area selamat untuk hot work).
– Kegiatan isolation of hazardous energy (IHE).
– Kegiatan proses dan produksi (misal operasi fasilitas pabrik, drilling & operasi produksi, dll).
– Kegiatan lain atau kondisi sebagaimana yang didefinisikan oleh unit/fasilitas.
Oxygen
– Atmosphere mengandung terlalu sedikit oxygen (<19.5% O2 by volume) dikategorikan sebagai “O2 deficient” dan
mengganggu penafasan normal manusia.
– Atmosphere mengandung terlalu banyak oxygen (>25% O2 by volume) dikategorikan “O2 enriched” dan berakibat
meningkatnya resiko ledakan.
– Pengukuran Dalam % vol (normal O2 di udara 20.8% by volume di atas permukaan laut).
– Alarm O2 monitor akan bekerja jika atmosphere udara mengandung terlalu sedikit atau terlalu banyak O2.
Gas Beracun adalah gas yang mampu menyebabkan kerusakan pada jaringan hidup, gangguan pada system saraf
pusat, penyakit yang parah atau dalam kasus yang ektrim - dapat menyebabkan kematian, ketika termakan, terhirup,
atau diserap oleh kulit atau mata.
Bahaya “Acute” mengacu para paparan terhadap waktu yang singkat, seperti paparan singkat tunggal.
Bahaya “Chronic” mengacu para paparan terhadap waktu yang lama, seperti paparan yang berulang dan waktu yang
panjang.
Benzene 5 1 Chronic
100% volume
Too Rich to Burn
UEL
Flammable Range
LEL
Too Lean to Burn
0% volume
LEL – konsentrasi minimum gas / uap mudah terbakar yang harus ada untuk pembakaran
UEL – konsentrasi maksimum gas / uap yang mudah terbakar yang harus ada untuk pembakaran
Benzene (C6H6) adalah salah satu komponen dalam minyak bumi, berbentuk cair yang tidak berwarna,
flammable, dengan wangi yang manis. Benzene menguap dengan cepat ketika kontak dengan udara.
Paparan Benzene dapat ditemukan di uap minyak bumi. Benzene juga merupakan produk alam dari gunung
berapi.
Rute utama pemaparan terhadap benzene adalah melalui inhalasi (pernafasan)
Benzene adalah zat kimia yang dikonfirmasi bersifat karsinogenik yang berpotensi menyebabkan leukemia (kanker
darah) (dampak kesehatan kronis).
Diidentifikasi dapat ditemukan di Open Separator System (Lokasi Operasi Minyak Bumi Darat):
Slurry Pit, API Separator & Opened-conditional MFU (Mechanical Flotation Unit).
• Pekerjaan tidak bisa dimulai sampai hasil pengujian gas berada dalam batas yang
dapat diterima.
• Pengujian gas awal harus dilakukan sebelum pekerjaan dapat dimulai.
Centang nama Permit To Work dan nomor permit yang berlaku untuk hasil
pengukuran gas
Tuliskan Nomor atau Serial Number dari Gas Detector yang dipakai. Tuliskan
juga tanggal jatuh tempo gas detector ini harus dikalibrasi ulang.
Form ini berlaku hanya untuk 1 gas detector. Jika gas detector lain yang
dipakai, gunakan form baru untuk menuliskan hasil pengukuran gas dengan
menggunakan gas detector yang berbeda dari sebelumnya.
Form ini bisa dipakai untuk 1 atau lebih permit, selama durasi waktunya
sama.
QGT bisa berganti dalam durasi permit dengan tetap menggunakan form
yang sama. Nama dan tanda tangan QGT yang bertugas harus diisi untuk
setiap hasil pengukuran gas
Jika terdapat lebih dari 1 spot pengukuran, tuliskan indeks penomoran spot
tersebut sesuai dengan yang dibuat di dalam Gas Mapping Plan.
Persyaratan gas testing pada Confined Space termasuk tetapi tidak terbatas pada:
a. Pengujian gas awal harus dilakukan di luar confined space segera sebelum pekerja masuk ke dalam.
b. Setelah pengujian gas awal dilakukan di luar confined space, uji gas harus dilakukan di dalam confined space.
i. Sebuah tongkat ekstensi harus digunakan untuk sampel sejauh mungkin kedalam ruangan tanpa
melanggar entry barrier.
ii. Ketika ruang terbatas/ confined space tidak dapat disampel menggunakan tongkat ekstensi, tester gas yang
memenuhi syarat (Qualified Gas Tester) harus memasuki ruang memakai alat bantu pernapasan dengan
pasokan udara untuk menguji gas di ruangan terbatas.
• Qualified Gas Tester harus memiliki izin masuk ruang terbatas/ Confined Space Entry Permit
(diterbitkan khusus untuk pengujian gas)
c. Sistem ventilasi harus dimatikan selama minimal 30 menit sebelum melakukan pengujian gas di ruang yang
besar.
Ventilasi tersebut harus dihidupkan kembali setelah menyelesaikan tes gas dan tidak boleh
dihentikan/dimatikan selama pekerja berada di dalam confined space.
d. Confined space entry harus dimulai tidak lebih dari 30 menit setelah Qualified Gas Tester menguji area dan
diperbolehkan untuk masuk.
Jika entry dimulai lebih dari 30 menit setelah diperbolehkan untuk masuk oleh Qualified Gas Tester,
pengujian gas harus diulang dan izin divalidasi ulang sebelum masuk.
e. Pengujian gas terus menerus harus dilakukan dan didokumentasikan minimal setiap jam
Persyaratan gas testing pada excavation and trenching termasuk tetapi tidak terbatas pada:
a. Initial gas testing harus dilakukan apabila terdeteksi:
Bau yang tidak diharapkan (misal exhaust fumes, bau H2S, dll.).
Ada struktur subsurface yang tidak diharapkan (misal. Perpipaan, drum, tangki, dll.).
Ada buangan yang tidak diharapkan.
b. Kegiatan excavation harus dilakukan tidak lebih dari 30 menit sesudah Qualified Gas Tester melakukan test
area dan diperbolehkan untuk bekerja.
Jika kegiatan excavation dimulai lebih dari 30 menit sesudah area dinyatakan diperbolehkan untuk masuk
oleh Qualified Gas Tester, maka pengujian gas harus diulang sebelum aktivitas excavation dapat dilanjutkan.
Persyaratan gas testing Hot Work termasuk tetapi tidak terbatas pada:
a. Pengujian gas awal yang harus dilakukan setelah lokasi kerja dan peralatan diisolasi dan disiapkan.
b. Aktivitas kerja panas harus dimulai tidak lebih dari 30 menit setelah Qualified Gas Tester telah menguji gas di
daerah pekerjaan dan memperbolehkan untuk memulai pekerjaan.
Jika kegiatan hot work dimulai lebih dari 30 menit sesuah area dinyatakan boleh untuk bekerja oleh
Qualified Gas Tester, maka pengujian gas harus diulang sebelum aktivitas hot work dapat dilakukan.
c. Qualified Gas tester akan melakukan tindak lanjut pengujian gas setiap jam dan mendokumentasikan pada
Gas Testing Record.
d. Pengujian gas harus dilakukan didaerah sekitar aktivitas kerja panas pada jarak minimal 15 meter (50 kaki)
Persyaratan gas testing Hot Work termasuk tetapi tidak terbatas pada:
e. Bilamana melakukan pekerjaan panas didalam tangki atau, bejana atau pipa, pengujian gas harus dilakukan:
• Di semua bukaan dan ruang tertutup di atas dan di bawah lokasi di mana pekerjaan panas sedang dilakukan
• Di semua bukaan ≤ 15 meter horizontal (50 kaki) dimana pekerjaan panas sedang dilakukan.
f. Pengujian gas diperlukan bila kendaraan bermotor (baterai atau pembakaran internal) sedang dioperasikan
didalam wilayah dimana uap mudah terbakar mungkin ada.
g. Gas testing diperlukan bila peralatan elektronik “non-intrinsically safe” atau “non-explosion proof” yang
dioperasikan dengan baterai digunakan dalam area berbahaya (classified area).
h. Personil yang menggunakan peralatan non-intrinsically safe atau non- explosion proof di tempat kerja harus
memakai monitor gas pribadi.
Suatu daerah yang diklasifikasikan sebagai daerah berpotensi bahaya kebakaran atau ledakan karena adanya gas
atau uap yang mudah terbakar, cairan yang mudah terbakar, debu mudah terbakar atau serat yang bisa terbakar.
Daerah ini termasuk setiap daerah diklasifikasikan sebagai daerah zona berbahaya / hazardous zone area (zona 0, 1
atau 2 atau kelas 1, divisi 1 atau 2) sesuai dengan American Petroleum Institute Recommended Practices (API RP)
505/ API RP 500 atau standar lokal yang setara lainnya.
Class adalah penggolongan lokasi kerja yang berpotensi mudah terbakar atau meledak berdasarkan bahan
penyebabnya, yaitu:
• Class I: Gas atau uap yang mudah terbakar (flammable gasses or vapors), Contoh lokasi: sumur minyak dan gas,
refinery, cat
• Class II: Debu yang mudah terbakar (combustible dust), Contoh lokasi: penambangan batubara
• Class III: Serat atau bahan melayang yang mudah terbakar (ignitable fibre or flyings), Contoh lokasi: pabrik tekstil
Division adalah penggolongan lokasi kerja yang berpotensi mudah terbakar atau meledak berdasarkan tingkat
bahayanya. Ada dua penggolongan division yaitu division 1 dan division 2, dimana lokasi division 1 lebih rawan terbakar
dibanding division 2.
• Division I: Lokasi dimana terdapatnya atmosfer yang mudah terbakar atau menyala pada kondisi operasi normal
• Division II: Lokasi dimana terdapatnya atmosfer yang mudah terbakar atau menyala pada kondisi tidak normal
– Class I division I adalah lokasi dimana gas atau uap berpotensi untuk menyala dan terbakar dalam kondisi operasi
normal.
– Class I division II adalah Lokasi dimana gas atau cairan yang mudah terbakar dapat lepas ke luar jika tempat
penyimpannya retak/pecah, atau terjadi kegagalan operasi. Catatan: dalam operasi normal, gas atau cairan yang
mudah terbakar tersebut berada dalam tempat yang tertutup.
Atmosfer yang berpotensi terdapat penumpukan gas harus diuji sesuai dengan persyaratan perundangan dan standar
Chevron yang berlaku dan/atau best practice industri yang dapat diterima.
Ketika suatu area diduga terkontaminasi, pembacaan deteksi gas harus diambil selama melakukan pendekatan ke area
(seperti tumpahan/ lepasan bahan berbahaya, dll).
• Jika hasil pengujian gas melebihi batas yang dapat diterima, tindakan berikut harus dilakukan dalam urutan yang
tercantum dibawah ini:
- Segera berhenti bekerja.
- Evakuasi pekerja dari daerah berbahaya.
- Menilai bahaya atmosfer dan mengidentifikasi solusi mitigasi
- Menerapkan solusi mitigasi
- Tes ulang kondisi atmosfer
- Validasi ulang izin kerja
Tindakan diperlukan jika kondisi berubah, kondisi tidak aman atau ada perubahan personel, perubahan kondisi
tertentu, terdapat kejadian atau keadaan darurat.
• Gunakan SWA
– SWA) menjadi tanggung jawab dan wewenang dari setiap individu untuk berhenti bekerja ketika kondisi tidak aman
atau prilaku yang dapat mengakibatkan peristiwa yang tidak diinginkan.
• Tinjau JSA
– Tinjau JSA dengan tim kerja untuk memvalidasi ulang atau memperbarui sesuai kebutuhan.
Keabsahan Izin
Berhenti bekerja, lakukan penilaian dan tindakan untuk mengurangi bahaya
Validasi ulang izin, termasuk namun tidak terbatas pada:
– Tempat kerja yang ditinggalkan untuk setiap saat
– Hasil pengujian Gas melebihi kondisi kerja atmosfer dapat diterima
– Kegagalan peralatan deteksi gas
– Insiden dan/ atau Nearmiss terjadi
– Perubahan dari seluruh kru kerja
– PMCOW meninggalkan lokasi kerja
– Perubahan dalam kondisi tempat kerja (Misal kebocoran, Tumpahan, alarm, cuaca atau kondisi memungkinkan
tertentu terlampaui (jangka waktu, persyaratan pengujian gas dan lain-lain.)
– Kondisi darurat
– Isu keamanan
Revalidasi
• Izin harus divalidasi ulang oleh Person Managing Control of Work (PMCOW)
Izin Dibatalkan
• Jika terjadi perubahan lingkup kerja (misalnya, pengenalan langkah-langkah pekerjaan tambahan, peralatan dan /
atau SIMOPs kegiatan, dll) maka izin harus dibatalkan dan Pekerjaan harus dievaluasi kembali sesuai dengan
Hazard Analysis Procedure
• Izin baru harus dibuat
• Peralatan portable gas testing, personal gas detectors (yang dapat dipakai/dikenakan) harus dipelihara, disimpan,
diperiksa dan dikalibrasi sesuai dengan instruksi pabrikan.
• Personal gas monitor harus dikenakan sesuai dengan instruksi penempatan monitor dari produsen.
• Peralatan dan perlengkapan pengujian gas (seperti tabung kolorimetri, gas kalibrasi, dll) tidak boleh digunakan jika
telah diubah, rusak atau telah kadaluarsa melampaui umur layanan yang ditentukan.
• Peralatan pengujian Gas dan perlengkapan harus dirawat, diperiksa dan disimpan sesuai dengan instruksi
pabrikan.
• Peralatan pengujian Gas dan perlengkapan harus dikalibrasi dengan gas kalibrasi bersertifikat yang dikenal
konsentrasinya sesuai instruksi pabrikan. Kalibrasi harus didokumentasikan.
o Jika instrumen tidak lulus uji kalibrasi penuh, harus dikalibrasi ulang oleh produsen.
Diffusion monitor
– Ketika digunakan, diffusion monitor harus terpasang dengan kuat untuk memastikan portal sensor terkena udara. Monitor
harus dalam tampilan penuh. Tidak ada bagian monitor yang tertutupi oleh pakaian atau bagian dari pakaian.
Aspirated monitor
Sebelum menggunakan aspirated monitor, tekan ujung pompa untuk memastikan pompa dan aksesoris sampling udara
(sample tubing, probe, or sample tubing and probe) bekerja seperti yang diinginkan:
1. Hidupkan monitor,
2. Pasang aksesoris sampling udara pada inlet pompa
3. Gunakan jari, tutup bukaan pada ujung lain dari pipa sampling udara (probe) untuk menahan laju aliran udara. Aktifitas
ini harus menyebabkan alarm – pump fault aktif.
4. Setelah pump fault terjadi, lepaskan jari dari pipa (probe). Jika unit beroperasi normal, maka pompa dan aksesoris
sampling udara bekerja seperti yang diinginkan.
Catatan: jika tejadi kerusakan pompa atau jika unit tetap pada pump fault, periksa kemungkinan adanya kotoran pada lokasi
berikut: puting pompa (pump nipple), di dalam tong masuk (inlet barrel), di penghalang air, dan di dalam dudukan pompa;
coba untuk membersihkan penghalang udara masuk. Periksa juga aksesoris sampling udara, juga untuk puing dan kemungkinan
retakan atau kebocoran.
Catatan : Gas detector alarm set points dapat berubah sesuai dengan regulasi atau standard. Dapat mengacu kepada
manual dari manufactur untuk pengesetan alarm.