PROPOSAL INSTALASI RUMAH BERTINGKAT
Dosen Pengampu:
Dr. Ta’ali, M.T
Oleh:
Nanda Hidayatullah
(22130014)
TEKNIK ELEKTRO INDUSTRI
DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2023
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan
Rahmat dan Karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis berhasil menyelesaikan proposal
ini yang membahas tentang “Instalasi Listrik Bangunan Rumah Bertingkat”. Shalawat beserta
salam tidak lupa penulis kirimkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah megeluarkan
umatnya dari alam jahilliyah ke alam berilmu pengetahuan seperti saat sekarang.
Proposal ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Proyek dan
Industri serta memberikan informasi kepada pembaca sehingga dapat menambah
pengetahuan mengenai Instalasi listrik bangunan rumah bertingkat. Tak lupa juga, penulis
mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan dukungan, serta
ucapan terima kasih kepada Bapak Dosen yang telah memberikan arahan dalam pembuatan
proposal ini, sehingga proposal ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya.
Penulis telah menyusun proposal ini dengan sebaik-baiknya, namun bukan tidak
mungkin dalam proposal ini tidak ada kekurangan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik
dan saran yang mendukung dari pembaca agar dapat menyempurnakan proposal ini ke
depannya. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita Aamiin. Demikian
proposal ini penulis buat semoga memberikan manfaat. Terima kasih.
Padang, 5 Maret 2024
(Nanda Hidayatullah )
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................................1
A. LATAR BELAKANG ................................................................................................1
B. TUJUAN.....................................................................................................................2
C. MANFAAT.................................................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.............................................................................................3
A. TEORI DASAR..........................................................................................................3
B. TAHAPAN INSTALASI LISTRIK RUMAH.............................................................5
C. KOMPONEN INSTALASI LISTRIK RUMAH........................................................8
BAB III METODE PELAKSANAAN ................................................................................16
A. KESELAMATAN KERJA .......................................................................................17
B. ALAT DAN BAHAN BESERTA HARGANYA......................................................17
C. LANGKAH KERJA .................................................................................................19
D. GAMBAR KERJA....................................................................................................21
E. ANGGARAN BIAYA...............................................................................................26
F. PERHITUNGAN LAMPU ......................................................................................27
BAB IV PENUTUP..............................................................................................................31
A. KESIMPULAN ........................................................................................................31
B. SARAN.....................................................................................................................31
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan hidup yang semakin
modern, rumah menjadi pusat aktivitas bagi setiap individu dan keluarga. Dalam
konteks ini, instalasi rumah yang efisien dan canggih memiliki peran penting dalam
menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan berdaya guna.
Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan perkembangan pesat
dalam berbagai inovasi teknologi untuk rumah. Mulai dari sistem keamanan pintar,
otomatisasi rumah, hingga efisiensi energi, semuanya menjadi bagian integral dari
desain rumah modern. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melibatkan diri dalam
mengadopsi teknologi-teknologi ini agar dapat meningkatkan kualitas hidup dan
meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Saat ini, rumah bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi
ruang kerja, pusat hiburan, dan pusat kontrol bagi berbagai perangkat pintar. Dalam
konteks ini, instalasi rumah yang baik tidak hanya mencakup listrik dan perangkat
keras, tetapi juga integrasi yang harmonis antara sistem-sistem yang ada.
Melihat pentingnya instalasi rumah yang canggih dan terintegrasi, proposal ini
diajukan untuk memberikan solusi komprehensif dalam mendesain,
mengimplementasikan, dan memelihara instalasi rumah yang memenuhi standar
keamanan, kenyamanan, dan efisiensi energi. Dengan mengadopsi teknologi terkini,
kita dapat menciptakan rumah yang tidak hanya fungsional namun juga ramah
lingkungan.
Proposal ini menggarisbawahi pentingnya instalasi rumah yang baik dalam
mendukung gaya hidup modern dan memberikan solusi yang terkini bagi kebutuhan
rumah tangga. Dengan demikian, diharapkan agar proposal ini dapat menjadi langkah
awal dalam mewujudkan rumah-rumah yang cerdas, efisien, dan sesuai dengan
tuntutan zaman.
1
B. Tujuan
Setiap pekerjaan yang dilakukan tentunya ada tujuan yang ingin dicapai dari
pekerjaan tersebut. Adapun tujuan dari penulisan proposal ini yaitu :
a. Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Manajemen Proyek dan Industri.
b. Agar mampu membuat rancangan instalasi rumah bertingkat, baik itu single
line, wiring diagram, pemipaan, rekapitulasi daya serta perhitungan bahan dan
biaya instalasi yang sesuai dengan PUIL.
c. Mampu memasang instalasi listrik dua grup sesuai dengan perancangan yang
telah dibuat sebelumnya.
d. Mampu memasang instalasi sesuai dengan ketentuan PUIL dan
mengutamakan keselamatan kerja.
e. Agar disiplin dalam melakukan pekerjaan dan bisa memperhatikan
keselamatan alat dan keselamatan pribadi.
C. Manfaat
Dengan adanya penulisan proposal ini penulis berharap proposal ini dapat
bermanfaat bagi penulis pribadi, dan rekan rekan pembaca proposal ini, khususnya
bagi para dosen atau mahasiswa yang mau, akan, dan sedang melakukan
pembelajaran instalasi, yaitu sebagai acuan atau pedoman dalam memasang instalasi
listrik rumah bertingkat. Sehingga mahasiswa tidak hanya mampu memasang tetapi
juga merencanakan serta menghitung kebutuhan bahan. Perancangan ini sangat
diperlukan dalam rancang bangun instalasi perumahan untuk meminimalisir
kerusakan, kecelakaan maupun kerugian lainnya.
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. TEORI DASAR
Listrik merupakan energi yang bersih, mudah dibangkitkan, disalurkan,
dikendalikan, dan dirubah dalam berbagai bentuk energilain. Oleh karena itu listrik
banyak dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan. Menurut Peraturan Menteri
Pertambangan dan Energi Nomor: 03 P/ 40/ [Link]/ 1990, instalasi ketenagalistrikan
adalah bangunan-bangunan sipil dan elektromekanik, mesin-mesin, peralatan, saluran-
saluran dan perlengkapannnya, yang digunakan untuk pembangkitan, konversi,
transformasi, penyaluran, distribusi, dan pemanfaatan tenaga listrik. Persyaratan
Umum Instalasi Listrik (PUIL) yang berlaku untuk semua instalasi listrik bangunan.
Selain menguasai persyaratan, perancangan, dan memiliki pengetahuan
tentang peralatan instalasi listrik, hal yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang ahli
listrik adalah kemampuan menggambar dan membaca gambar [Link]
instalasi memegang peranan penting dan menentukan dalan perancangan instalasi,
karena hanya dengan bantuan gambar suatu proyek dapat dilaksanakan.
Ketentuan rancangan instalasi listrik meliputi :
1. Rancangan instalasi listrik ialah berkas gambar rancangan dan uraian teknik,
yang digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan pemasangan suatu
instalasi listrik.
2. Rancangan instalasi listrik harus dibuat dengan jelas, serta mudah dibaca dan
dipahami oleh para teknisi listrik. Untuk itu harus diikuti ketentuan dan
standar yang berlaku.
3. Rancangan instalasi listrik terdiri dari :
a. Gambar situasi, yang menunjukkan dengan jelas letak gedung atau
bangunan tempat instalasi tersebut akan dipasang dan rancangan
penyambungannya dengan jaringan listrik PLN.
b. Gambar instalasi, meliputi:
1) Rancangan tata letak yang menunjukkan dengan jelas letak
perlengkapan listrik beserta sarana kendalinya (pelayanannya),
3
seperti titik lampu, kotak kontak, sakelar,motor listrik, PHB dan
lain-lain.
2) Rancangan hubungan perlengkapan listrik dengan gawai
pengendalinya seperti hubungan lampu dengan sakelarnya, motor
dengan pengasutnya, dan dengan gawai pengatur kecepatannya,
yang merupakan bagian dari sirkit akhir atau cabang sirkit akhir.
3) Tanda ataupun keterangan yang jelas mengenai setiap
perlengkapan listrik.
c. Diagram garis tunggal, meliputi:
1. Diagram PHB lengkap dengan keterangan mengenai ukuran dan
besaran pengenal komponennya
2. Keterangan mengenai jenis dan besar beban yang terpasang dan
pembagian
3. Sistem pembumian
4. Ukuran dan jenis penghantar yang dipakai
d. Gambar detail, meliputi:
1. Perkiraan ukuran fisik PHB
2. Cara pemasangan perlengkapan listrik
3. Cara pemasangan kabel
4. Cara kerja instalasi kendali
e. Perhitungan teknis, meliputi:
1. Susut tegangan
2. Perbaikan faktor daya
3. Beban terpasang dan kebutuhan maksimum
4. Arus hubung pendek dan daya hubung pendek
5. Tingkat penerangan
f. Tabel bahan instalasi, meliputi:
1. Jumlah dan jenis kabel, penghantar dan perlengkapan
2. Jumlah dan jenis perlengkapan bantu
3. Jumlah dan jenis PHB
4. Jumlah dan jenis luminer lampu
g. Uraian teknis, yang meliputi:
1. Ketentuan tentang sistem proteksi
4
2. Ketentuan teknis perlengkapan listrik yang dipasang dan cara
pemasangannya
3. Cara pengujian
4. Jadwal waktu pelaksanaan
h. Perkiraan biaya
Pemasangan instalasi mengacu pada gambar rencana dan dimana
komponen akan dipasang. Pemasangan kabel listrik dan pipa kabel
dilakukan oleh tenaga kerja yang ahli dan dibantu oleh tenaga pembantu.
[Link] INSTALASI LISTRIK RUMAH
Instalasi listrik harus dirancang dan dipasang dengan hati-hati untuk memastikan
keamanan dan kehandalan sistem. Selain itu, pemeliharaan rutin juga diperlukan untuk
mencegah masalah potensial dan memastikan kinerja yang optimal. Instalasi listrik yang baik
sangat penting untuk mendukung berbagai kebutuhan listrik di rumah, industri, dan tempat
lainnya. Berikut adalah gambar denah rumah bertingkat
LANTAI 1
5
LANTAI 2
[Link] INSTALASI LISTRIK RUMAH
1. Stop Kontak
Stop kontak adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai muara penghubung
antara peralatan listrik dan aliran listrik juga bisa disebut kotak sumber tegangan
listrik yang siap pakai.
a. Berdasarkan tempat pemasangannya, stop kontak terbagi menjadi :
Stop kontak in box Stop kontak yang dipasang dalam tembok.
Stop kontak out box Stop kontak yang dipasang diluar tembok atau hanya
diletakkan dipermukaan tembok jika berfungsi sebagai stop kontak
portable.
6
b. Berdasarkan bentuknya, terdapat beberapa macam stop kontak yaitu
Stop kontak dengan hubungan tanah
Stop kontak tahan air (tetesan air)
Kabel untuk stop kontak ada tiga jenis, satu kabel merah atau kable
bermuatan arus phasa, kedua biru atau kabel yang bermuatan arus netral
dan yang terakhir kuning strip ijau yang menuju ke grounding atau
arde atau pembumian. Lantas bagaimana cara pemasangannya. Lihat
gambar diatas :
Untuk kabel hitam untuk muatan arus phasa diapasang
disebelah kanan dari depan.
kabel biru untuk muatan arus netral dipasang disebelah kiri
dari depan.
kabel kuning strip hijau untuk muatan arus ground atau
pembumian dipasang ditengah dari depan.
2. Saklar Tunggal
Sakelar tunggal adalah sakelar yang berfungsi untuk mengontrol atau
mengendalikan satu buah lampu atau satu kelompok lampu dari satu tempat.
7
Cara pemasangan saklar tunggal:
Warna Hitam adalah muatan arus phasa menuju pada terminal satu (bisa
dipasang dipinggir atau ditengah)
Warna Biru adalah muatan arus netral yang langsung menuju pada bola
lampu.
Warna Merah muatan arus phasa dimana bisa teraliri jika tombol ditekan.
Saklar tunggal smart switch dengan menggunakan kabel netral.
3. Saklar Seri
Saklar seri adalah sebuah saklar yang dapat menghubungkan dan memutuskan dua
lampu, atau dua golongan lampu maupun lebih baik secara bergatian maupun
bersama – sama. Saklar ini sering disebut juga saklar deret.
cara pemasangan saklar seri :
Warna Hitam muatan arus positif masuk ke terminal satu langsung juga ke
terminal dua biasa dikatakan oleh beberapa teknik listrik dikople.
Warna Biru muatan arus netral langsung menuju ke bola lampu.
Warna Merah muatan arus phasa dimana bisa teraliri jika tombol ditekan.
Pada Smart switch, membutuhkan kabel netral agar sakelar dapat aktif
untuk menerima sinyal Wi-fi, ia membutuhkan jalur balik untuk diri sendiri
sehingga beban tidak menyala setiap saat. Memiliki kabel netral yang ada di
sakelar memungkinkan hal ini terjadi, dan kemudian ketika anda
memerintahkan beban untuk hidup, itu dapat melewati semua listrik ke beban
dan kemudian kembali melalui kabel netral itu ke pusat beban.
4. Saklar Tukar
8
Saklar tukar adalah sebuah rangkaian instalasi listrik dengan prinsip "Kontrol satu
atau beberapa lampu oleh dua saklar", Maksudnya adalah kita dapat
menghidupkan dan mematikan lampu dengan dua buah saklar secara berbeda,
misalnya kita memasang sebuah lampu di sebuah daerah tangga, lalu kita
memasang dua buah saklar untuk lampu itu dengan posisi satu saklar diletakkan di
bawah tangga sedangkan satu saklar lagi diletakkan di atas tangga, saat kita
sedang berada di bawah lalu menyalakan lampu dengan saklar yang berada di
bawah kemudian kita berjalan naik ke atas tangga maka untuk mematikannya
tidak perlu turun ke bawah tangga lagi tetapi cukup mematikannya dengan
menggunakan saklar yang berada di atas tangga.
Cara pemasangan pada saklar tukar :
Sambungkan kabel pada terminal utama saklar1 kemudian disambungkan
ke terminal utama saklar.
sambungkan salah satu terminal pada saklar1 ke salah satu terminal
saklar2 kemudian hubungkan ke kabel bermuatan arus phasa pada jalur
utama instalasi listrik di rumah.
Pasang kabel pada Terminal saklar1 yang lainnya lalu disambungkan ke
terminal saklar 2 yang lain kemudian hubungkan ke salah satu terminal
pada fitting lampu.
sambungkan terminal fitting lampu yang lain ke kabel bermuaatan arus
negative pada jalur utama instalasi listrik di rumah.
5. Kabel Listrik
Kabel listrik adalah media untuk menyalurkan energi listrik. Sebuah kabel listrik
terdiri dari isolator dan konduktor. Isolator adalah bahan pembungkus kabel yang
9
biasanya terbuat dari karet atau plastik, sedangkan konduktor terbuat dari serabut
tembaga atau tembaga pejal. Kemampuan hantar sebuah kabel listrik ditentukan
oleh KHA (kemampuan hantar arus) yang dimilikinya dalam satuan Ampere.
Kemampuan hantar arus ditentukan oleh luas penampang konduktor yang berada
dalam kabel listrik.
a. Kabel NYA
Biasanya digunakan untuk instalasi rumah dan sistem tenaga. Dalam instalasi
rumah digunakan ukuran 1,5 mm2 dan 2,5 mm2. Berinti tunggal, berlapis
bahan isolasi PVC, dan seringnya untuk instalasi kabel [Link] warna
isolasi ada warna merah, kuning, biru, hitam, dan kuning strip [Link]
isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air dan mudah
digigit tikus. Agar aman memakai kabel tipe ini, kabel harus dipasang dalam
pipa/conduit jenis PVC atau saluran tertutup. Sehingga tidak mudah menjadi
sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi yang terkelupas tidak tersentuh
langsung oleh orang.
b. Kabel NYM
Digunakan untuk kabel instalasi listrik rumah atau gedung dan sistem
[Link] NYM berinti lebih dari 1, memiliki lapisan isolasi PVC
10
(biasanya warna putih atau abu-abu), ada yang berinti 2, 3 atau [Link]
NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih
baik dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA).Kabel ini dapat
dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh
ditanam.
c. Kabel NYY
Memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna hitam), ada yang berinti 2, 3
atau [Link] NYY dipergunakan untuk instalasi tertanam (kabel tanah), dan
memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih
mahal dari NYM).Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang
tidak disukai [Link] kondisi nirmal kedalaman pemasangan dibawah
tanah adalah 0.8 meter.
6. MCB (Miniature Circuit Breaker)
Dengan adanya MCB dapat melakukan tugas berupa :
1) Mengamankan sistem instalasi listrik (hantaran, perlengkapan listrik dan
alat/ pesawat yang menggunakan listrik).
2) Membatasi arus lebih yang disebabkan oleh pemakaian beban yang
berlebihan dan akibat hubung singkat antara fasa dengan fasa, fasa dengan
netral atau fasa dengan badan (body).
3) Melindungi hubung singkat dengan badan mesin atau perlengkapan
lainnya.
11
7. KWH meter 1 Fasa
KWH meter 1 fasa adalah suatu alat penghitung pemakaian tenaga energi lisrik.
Tentunya alat ini bekerja menggunakan metode induksi medan magnet dimana
medan magnet tersebut mengerakan piringan yang terbuat dari alumunium.
12
8. Klem
Klem adalah suatu bahan yang digunakan untuk menahan pipa agar dapat
dipasang pada dinding atau langit-langit. Klem bisa dibuat dari pelat besi dan
plastik atum, serupa dengan bahan pipa.
9. Kotak sambung
Penyambungan kabel atau kawat dalam instalasi listrik harus dilakukan dalam
kotak sambung dan tidak boleh dilakukan dalam pipa. Karena dikhawatirkan akan
mengalami putus akibat penarikan. Selain itu sambungan listrik dalam pipa pelat
akan memudahkan terjadi kontak listrik dengan pipa sehingga berbahaya bagi
keselamatan.
13
10. Pipa
Berfungsi untuk melindungi kabel dari bahaya dan juga menyebabkan instalasi
tahan lebih lama.
11. Elbow
Berfungsi untuk membelukkan aliran pipa dan menyambungkan dua pipa.
12. Fitting Lampu
Dalam meletakkan sebuah lampu, kita harus memastikan bahwa tempat lampu
atau dudukan sudah pada posisi yang benar. Untuk memastikan keadaan tersebut,
kita harus menggunakan fitting. Fitting lampu adalah sebuah komponen
kelistrikan yang berfungsi sebagai dudukan atau tempat meletakkan lampu.
13. Lampu
14
Fungsi lampu sebagai penerangan pada saat malam hari atau di dalam keadaan
gelap, memberi sumber energi, memberi kehidupan sarana hiburan seperti halnya
di cafe sangat banyak menggunakan lampu, memberi penghasil panas, memberi
penghasil gerak dan banyak lainnya.
14. Sekrup Kayu
Sekrup digunakan untuk memasangkan komponen listrik ke media (kayu) yang
akan digunakan sa
15
BAB III
METODE PELAKSANAAN
A. Keselamatan Kerja
1. Periksalah semua komponen yang digunakan, apakah masih utuh atau tidak.
2. Memasang komponen-komponen yang membutuhkan keselamatan kerja dengan
teliti, lakukan pada Langkah kerja paling akhir.
3. Supaya jangan terjadi sengatan arus listrik diwaktu memasang lampu pijar dan
sekring, maka kabel fasa dihubungkan pada bagian tengah fitting dan dudukan
sekring.
4. Rangkaian instalasi yang akan dihubungkan dengan sumber arus listrik,
sebelumnya harus dicek kebenarannya dengan multimeter atau megger.
5. Jangan membawa benda-benda mudah terbakar (korek api, gas, dll) ke dalam
ruangan.
6. Jangan melakukan sesuatu yang menimbulkan api, percikan api, atau panas yang
berlebihan.
7. Jangan melakukan sesuatu yang menimbulkan bahaya api atau panas berlebih
pada diri sendiri atau orang lain.
8. Hindari daerah atau benda yang berpotensi menimbulkan bahaya listrik (sengatan
listrik) secara tidak sengaja, misal seperti jala-jala kabel yang terkelupas.
9. Hindari daerah, benda atau logam yang memiliki bagian tajam dan dapat melukai.
B. Alat dan Bahan serta anggaran pelaksanaan
Tebel Alat
No. ALAT JUMLAH HARGA TOTAL
1 Tang Kombinasi 2 Buah Rp 50.000 Rp 100.000
2 Tang Kupas 2 Buah Rp 40.000 Rp 80.000
3 Tang Potong 2 Buah Rp 50.000 Rp 100.000
4 Tang Lancip 2 Buah Rp 45.000 Rp 90.000
5 Obeng Minus 2 Buah Rp 30.000 Rp 60.000
6 Obeng Plus 2 Buah Rp 30.000 Rp 60.000
7 Test pen 2 Buah Rp 10.000 Rp 20.000
16
8 Multi Meter 2 Buah Rp 200.000 Rp 400.000
9 Meteran 2 Buah Rp 37.000 Rp 74.000
10 Jara 2 Buah Rp 30.000 Rp 60.000
11 Gergaji Besi 2 Buah Rp 30.000 Rp 60.000
12 Water Pass 2 Buah Rp 30.000 Rp 60.000
TOTAL HARGA ALAT Rp 1.178.000
Tabel Bahan
No BAHAN JUMLAH HARGA TOTAL
.
1 Saklar Tunggal 6 Buah Rp 22.000 Rp 132.000
2 Saklar Seri 5 Buah Rp 33.000 Rp 165.000
3 Kotak Kontak 10 Buah Rp 15.000 Rp 150.000
4 Kotak Sambung 6 Buah Rp 8.000 Rp 48.000
5 Pipa 12 Buah Rp 14.000 Rp 168.000
6 Klem 70 Buah Rp 1.500 Rp 105.000
7 Isolasi 1 Buah Rp 7.000 Rp 7.000
8 Fitting 15 Buah Rp 10.000 Rp 150.000
9 Lampu LED 8 Watt 2 Buah Rp 32.000 Rp 64.000
10 Lampu LED 10 Watt 4 Buah Rp 37.000 Rp 148.000
11. Lampu LED 15 Watt 3 Buah Rp 44.000 Rp 132.000
12 Sekrup ½ 70 Buah / 1Pak Rp 30.000 Rp 30.000
13 Sekrup 1 60 Buah/1Pak Rp 35.000 Rp 35.000
14 Elbow 16 Buah Rp 2.000 Rp 32.000
15 Box MCB 1 Buah Rp 13.000 Rp 13.000
16 Lasdop 100 Buah/1Pak Rp 25.000 Rp 25.000
17 Kabel NYA 1,5 mm2 50 Meter Rp 3.500 Rp 175.000
(Merah/Fasa)
18 Kabel NYA 2,5 mm2 37 Meter Rp 5.000 Rp 185.000
(Merah/Fasa)
19 Kabel NYA 1,5 mm2 40 Meter Rp 5.000 Rp 200.000
(Biru/Netral)
20 Kabel NYA 2,5 mm2 40 Meter Rp 5.000 Rp 200.000
17
(Biru/Netral)
21 Kabel NYA 1,5 mm2 35 Meter Rp 5.000 Rp 175.000
(Kuning Strip
Hijau/Grounding)
22 MCB 4 Ampere 1 Buah Rp 100.000 Rp 100.000
23 Outbow 11 Buah Rp 2.500 Rp 27.500
TOTAL HARGA BAHAN Rp 2.247.500
Tabel Pelaksanaan
PEKERJA TITIK HARGA/TITK TOTAL
2 26 Rp 100.000 Rp 2.600.000
Tabel Total Harga Keseluruhan
TOTAL HARGA TOTAL HARGA TOTAL BIAYA TOTAL
ALAT BAHAN PELAKSANA KESELURUHAN
Rp 1.178.000 Rp [Link] Rp 2.600.000 Rp 6.025.500
18
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pemasangan instalasi listrik harus sesuai dengan PUIL yang ada dan yang
terbaru. Dalam pemasangan instalasi listrik harus mengacu pada perencanaan yang
telah dibuat seperti kebutuhan alat, panjang kabel, pipa, maupun kebutuhan bahan.
Serta harus mengacu pada gambar yang telah dibuat sebelumnya.
Dalam pemasangan instalasi listrik juga harus menerapkan K3. K3 listrik
mencakup semua aspek keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja yang
melibatkan kelistrikan. Hal ini memuat perencanaan, perancangan, Instalasi,
pemeliharaan, hingga pengoperasian peralatan. Pengimplementasian K3 listrik
bertujuan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dan orang lain
yang berada di dalam lingkungan tempat kerja dari potensi bahaya listrik.
B. Saran
Pemasangan instalasi listrik harus menerapkan K3 untuk menghindari
kecelakaan kerja. Pemasangan instalasi listrik harus bekerja sesuai PUIL yang ada dan
terbaru serta mengikuti SOP saat bekerja. SOP berfungsi sebagai pedoman dan
landasan hukum yaitu pedoman untuk mengantisipasi situasi atau keadaan yang tidak
terduga sekaligus sebagai acuan melaksanakan pekerjaan.
19