0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan133 halaman

Praktikum Saklar Tunggal Listrik

Diunggah oleh

niken
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan133 halaman

Praktikum Saklar Tunggal Listrik

Diunggah oleh

niken
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNIK LISTRIK

Disusun Oleh :
HANIK INDAH KHAFIDYANA (0515040045)

NOVENDI AFIADIN (0515040056)

KERIN NOVA DIANTI (0515040063)

PROGRAM STUDI TEKNIK KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
SURABAYA
2016
LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNIK LISTRIK
“SAKLAR TUNGGAL”

Disusun Oleh :
HANIK INDAH KHAFIDYANA (0515040045)

NOVENDI AFIADIN (0515040056)

KERIN NOVA DIANTI (0515040063)

PROGRAM STUDI TEKNIK KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
SURABAYA
2016
PRAKTIKUM LISTRIK
RANGKAIAN SAKLAR TUNGGAL

I. TUJUAN
 Tujuan Instruksional Umum ( TIU )
Setelah mempelajari materi ini diharapkan akan dapat
merencanakan, memasang, memperbaiki, dan mengetes beberapa
rangkaian instalasi penerangan.
 Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )
Mahasiswa akan dapat merencanakan, memasang, memperbaiki,
dan mengetes rangkaian instalasi penerangan yang terdiri dari :
 Sumber tegangan AC satu phasa
 Saklar tunggal
 Lampu
 Kotak-kontak.

II. DASAR TEORI


Saklar adalah komponen listrik yag berfungsi sebagai pemutus dan
penyambung arus listrik dari sumber arus ke beban listrik pada rangkaian
listrik tertutup. Berbagai jenis saklar tersedia sesuai dengan fungsi, jenis
dan cara pemasangannya. Salah satunya adalah saklar tunggal yang
digunakan untuk menghidupkan dan mematikan satu buah atau satu
kelompok beban [Link] hal ini adalah beban penerangan atau lampu
listrik.

Gambar Saklar Tunggal


Gambar Simbol Saklar Tunggal

Saklar tunggal memiliki dua titik kontak. Masing-masing titik kontak


dihubungkan ke saluran fasa dan saluran masukan beban

Gambar Instalasi Saklar Tunggal

Berikut ini di gambarkan pemasangan saklar tunggal denagan satu titik


cahaya.

Gambar Instalasi Saklar Tunggal dengan Satu Titik Cahaya

Karena fungsinya sebagai pemutus dan penyambung arus listrik,


saklar juga dapat digunakan sebagai komponen pengaman manual pada
sistem instalasi listrik. Dalam melakukan perbaikan instalasi beban,
seluruh sistem instalasi tidak perlu dimatikan. Anda cukup mematikan
saklar bebannya saja. Dengan catatan, saklar beserta instalasinya terpasang
dan bekerja dengan baik dan benar. Kasus yang sering ditemukan di
lapangan, pemasangan instalasi saklarjustru terbalik. Saklar terpasang pada
saluran netral beban dan beban terhubung langsung ke fasa.
Dalam keadaan sistem bekerja normal atau tidak ada gangguan listrik
maka ketika saklar pada posisi mati (off), terdapat arus listrik pada saluran
dari titik kontak saklar sampai ke titik kontak lampu yang terhubung ke
saluran fasa. Sedangkan saluran kontak saklar yang terhubung ke saluran
netral tidak terdapat arus listrik. Namun ketika saklar pada posisi hidup
(on), saluran dari titik kontak netral beban sampai ke titik kontak saklar
hingga saluran netral tidak terdapat arus listrik.
Pemasangan yang salah memang tidak menimbulkan kegagalan kerja
pada sistem tersebut. Lampu dapat menyala dan mati sesuai kerja saklar.
Tapi hal ini dapat membahayakan orang lain (bukan si pemasang instalasi)
yang menganggap sistem instalasi tersebut sudah terpasang dengan baik,
benar dan aman. Misalnya, orang lain tersebut memperbaiki instalasi
fitting lampu secara langsung tanpa memutuskan arus listrik dari sumber
(PLN). Walaupun saklar tersebut sudah dimatika, pada saluran lampu
sampai ke saklar masih terdapat arus listrik.
Untuk memeriksa apakah saklar ini terpasang dengan instalasi yang
benar, anda dapat memeriksanya dengan menggunakan testpen. Deangan
sakalar pada posisi hidup (on), periksalah kedua titik kontak saklar. Bila
kedua titik kontak saklar terdapat arus listrik, maka instalasi saklar yang
terpasang sudah benar. Namun bila kedua titik kontak saklar tidak terdapat
arus listrik, maka instalasi sakalar yang terpasang salah.
Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel
pada suatu rangkaian, dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan
keadaan sambung (on) atau putus (off) dalam rangkaian itu. Material
kontak sambungan umumnya dipilih supaya tahan terhadap kosrosi. Kalau
logam yang dipakai terbuat dari bahan oksida biasa, maka saklar akan
sering tidak bekerja. Untuk mengurangi efek korosi ini, paling tidak logam
kontaknya harus disepuh dengan logam anti korosi dan anti karat. Pada
dasarnya saklar tombol bisa diaplikasikan untuk sensor mekanik, karena
alat ini bisa dipakai pada mikrokontroller untuk pengaturan rangkaian
pengontrolan.
Pada bagian ini akan dapat dipelajari sistem instalasi penerangan
dengan menggunakan satu buah saklar seri, dua buah lampu pijar,dan
dilengkapi deangan dua buah kotak kontak.
Satu buah saklar seri dalam instalasi penenrangan pada umumnya
digunakan untuk mengoperasikan dua buah lampu atau beberapa lampu,
baik lampu pijar maupun lampu tabung. Kotak-kotak dipasang dalam
sistem instalasi berfungsi untuk menyediakan, sumber tegangn listrik pada
beban yang tidak tetap, atau beban yang dapat dipindah pindah.
Praktikum ini merupakan salah satu contoh pengguanaan satu buah
saklar tunggal untuk mengoperasikan satu buah lampu pijar pada satu
tempat dan dilengkapi dengan dua buah kotak kotak yang terdiri dari :
- gambar penempatan (material arrangement)
- gambar diagram garis tunggal (single line diagram)
- gambar diagaram garisganda (wiring diagram)
- gambar diagram aliran arus (current flow diagram)

III. PERALATAN DAN KOMPONEN


Peralatan dan komponen yang dipakai dalam percobaan ini adalah
sebagai berikut :
Jumlah
No Nama Spesifikasi Angka Huruf Satuan Ket.
1. KWH meter 220V/50Hz/450VA 1 Satu Buah Baik
2. MCB 1 phasa 6 A 1 Satu Buah Baik
3. Saklar tunggal MK, setara 1 Satu Buah Baik
4. Kotak-kontak 250V / 16 A 2 Dua Buah Baik
5. Lampu pijar 40 W 1 Satu Buah Baik
6. Kotak penghubung MK, setara 3 Tiga Buah Baik
7. Kotak saklar / MK, setara 3 Tiga Buah Baik
kotak-kontak Clipsal 2 dua Buah Baik
8. Pipa PVC 3/4", maspion 2 Dua Lonjor Baik
9. Klem pipa PVC 3/4", maspion 28 Dua puluh Buah Baik
delapan
10. Sekrup 5/8" 28 Dua puluh Buah
delapan Baik
11. Tool set 1 Satu Box Baik
12. AVO meter Kyoritsu, setara 1 Satu Buah Baik
13 Kabel NYA,NYAF Baik

IV. RANGKAIAN PERCOBAAN


Gambar 1 adalah merupakan salah satu contoh penggunaan satu
buah saklar tunggal untuk mengoperasikan satu buah lampu pijar pada satu
tempat dan dilengkapi dengan dua buah kotak - kontak yang terdiri dari :
 Gambar penempatan alat (material arrangement)
 Gambar diagram garis tunggal (single line diagram)
 Gambar diagram garis ganda (wiring diagram)
 Gambar diagram aliran arus (current flow diagram)

V. PROSEDUR KESELAMATAN
Adapun prosedur keselamatan yang dapat dilakukan pada
praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Perhatikan setiap langkah kerja yang akan saudara kerjakan, semua
harus sesuai dengan SOP (standart operation procedur).
2. Sebelum merangkai pastikan power dalam keadaan off atau mati.
3. Periksa semua peralatan dan komponen dalam keadaan aman
digunakan.
4. Dalam melakukan pekerjaan rangkaian dilarang bercanda dan
bercakap yang tidak ada hubungannya dengan modul praktikum.
5. Sebelum mencoba pastikan dicek terlebih dahulu dengan
menghubungi instruktur bengkel/laboratorium.
VI. PROSEDUR KERJA
Adapun langkah-langkah percobaan yang ada dalam praktikum ini
adalah sebagai berikut :
1. Merangkai peralatan yang tersedia seperti pada gambar diagram
garis ganda dan power supply dalam keadaan terbuka.
2. Mengecek kembali hubungan terminal masing-masing peralatan
dan sambungan apakah sudah baik dengan peralatan ukur AVO
meter.
3. Sebelum power supply di on - kan, meyakinkan bahwa rangkaian
sudah benar dengan menanyakan kepada instruktur.

VII. GAMBAR RANGKAIAN


Berikut adalah gambar rangkaian percobaan yang dipraktikan dalam
praktikum saklar seri :
 Gambar Penempatan Alat

 Gambar Diagram Garis Tunggal

 Gambar Diagram Garis Ganda


 Gambar Diagram Aliran Arus

VIII. TABEL HASIL PERCOBAAN


Pengukuran tanpa tegangan

No. Hubungan Instalasi Hasil Pengukuran

Semua Saklar OFF


1. L1 terhadap N 0
2. L1 terhadap PE 0
3. N terhadap PE 0

Semua Saklar ON
4. L1 tehadap N 1
5. L1 terhadap PE 0
6. N terhadap PE 0
7. L1 terhadap sakelar 1
8. Sakelar terhadap lampu 1
9. Lampu terhadap N 1
Keterangan :
0 = Tidak ada hubungan
1 = Ada hubungan
Pengukuran dengan tegangan

No. Hubungan Instalasi Hasil Pengukuran (V)

1. L1 tehadap N 216,5

2. L1 terhadap PE 119

3. N terhadap PE 87,1

4. Kotak-kontak 1 216,7

5. Kotak-kontak 2 216,4

IX. ANALISA DATA


Pada saklar tunggal ini, kami merangkai rangkaian seperti yang ada
pada gambar percobaan diatas. Setelah rangkaian saklar tunggal sudah
benar, kami melakukan pengamatan yang terdiri dari dua kondisi yang
berbeda. Pertama, mengamati rangkaian dalam kondisi semua saklar mati
dan yang kedua dalam keadaan semua saklar hidup.
Dari data hasil pengujian yang diperoleh menunjukkan bahwa
ketika dilakukkan pengukuran tanpa tegangan dan semua saklar dalam
keadaan OFF, tidak ada hubungan instalasi antar masing-masing line.
Sedangkan ketika saklar di ON-kan semua instalasi ada hubungan kecuali
L1 dengan PE dan netral dengan PE. Jika terdapat hubungan berarti
rangkaian tersebut tidak aman karena terjadi hubungan singkat atau short,
hal ini akan mengakibatkan MCB akan trip ketika diberi tegangan.
Ketika dilakukan pengukuran dengan tegangan semua instalasi
memiliki tegangan, tetapi besar tegangan ini tidak sama, seperti yang
ditunjukkan oleh hubungan instalasi L1 terhadap PE dan N terhadap PE,
hal ini disebabkan karena pengaruh adanya induksi tegangan oleh L1
terhadap PE dan N.
Pada pengukuran tegangan yang terukur pada fase L1 dan N yaitu
216,5 V, hubungan instalasi kotak-kontak 1 yakni 216,7 V dan hubungan
instalasi kotak-kontak 2 yaitu 216,4 V.. Penurunan tegangan paling besar
yaitu saat pengukuran anatara N terhadap N yakni 87,1 V ,karena saat
pengukuran terjadi penurunan yang cukup besar.

X. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan ketika
memasang instalasi listrik harus diperiksa terlebih dahulu apakah terdapat
instalasi-instalasi yang short atau terjadi hubungan singkat, sehingga
instalasi tersebut dipastikan aman sebelum dioperasikan.
Pada pemasangan suatu instalasi harus dilakukan dengan benar
yang mana seharusnya dipasang dengan keadaan L1 tidak terhubung
dengan PE, dan N tidak terhubung dengan PE. Karena jika terjadi
kesalahan pemasangan dapat menyebabkan terjadinya hubung singkat
yang sangat berbahaya.
XI. PERTANYAAN DAN TUGAS
1. Sebutkan Peraturan-peraturan yang berhubungan dengan pemasangan
instalasi listrik ?
2. Sebutkan persyaratan yang berhubungan dengan peralatan listrik dan
pemasangan instalasi listrik ?
3. Sebutkan Persyaratan yang harus dipenuhi instalasi listrik sebelum
dipergunakan ?
4. Sebutkan gambar perencanaan instaasi listrik yang anda ketahui ?
5. Sebutkan langkah-langkah pemasangan saluran listrik dirumah baru ?

Jawaban :
1. Peraturan yang harus diperhatikan untuk pemasangan instalasi listrik di
samping Persyaratan Umum Instalasi Listrik. Harus pula diperhatikan
ketentuan yang terkait dengan dokumen berikut :
a) Undang undang no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
b) Undang-undang No. 15 tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan.
c) Undang-undang No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan
Hidup.
d) Peraturan Pemerintah RI No. 10 tahun 1989 tentang Penyediaan dan
Pemanfaatan Tenaga Listrik.
e) Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 1995 tentang Usaha Penunjang
Tenaga Listrik.
f) Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. 01.P/40/[Link]/1990
tentang Instalasi Ketenagalistrikan.
g) Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi No. 02.P/0322/[Link]/1995
tentang Standardisasi, Sertifikasi dan Akreditasi dalam Lingkungan
pertambangan dan energi

2. Syarat peralatan listrik dapat digunakan dalam instalasi listrik :


Untuk pemasangan suatu instalasi listrik lebih dahulu harus dibuat
gambar-gambar rencananya berdasarkan denah bangunan, dimana
instalasinya akan dipasang jika spesifikasinya dan syarat-syarat pekerjaan
yang diterima dari pihak bangunan / pemesan. Harus diperhatikan
spesifikasi dan syarat pekerjaan ini menguraikan syarat yang harus
dipenuhi pihak pemborong, antara lain mengenai pelaksanaannya material
yang digunakan, waktu penyerahannya dan sebagainya.
Gambar-gambarnya harus jelas, mudah dibaca dan dimengerti. Gambar
denah bangunannya biasanya disederhanakan. Dinding-dindingnya
digambar dengan garis tunggal agar tipis, saluran-saluran listriknya karena
lebih penting maka digambar lebih tebal. Supaya gambarnya rapi harus
dipilih tebal garis yang tepat. Memenuhi ketentuan – ketentuan dalam
PUIL 2000 serta mendapat pengesahan atau ijin dari instansi yang
berwenang.

3. Instalasi yang baru dipasang atau mengalami perubahan harus diperiksa


dan diuji dulu sesuai dengan ketentuan mengenai :
a) resistans isolasi (3.20);
b) pengujian sistem proteksi (3.21);
c) pemeriksaan dan pengujian instalasi listrik (9.5.6).

Instalasi listrik yang sudah memenuhi semua ketentuan tersebut dapat


dioperasikan setelah mendapat izin atau pengesahan dari instansi yang
berwenang dengan syarat tidak boleh dibebani melebihi
kemampuannya. Serta harus diperiksa dan diuji lebih dahulu sesuai
dengan ketentuan-ketentuan PUIL 2000.
4. 1. Saklar tunggal
2. Saklar tukar
3. Saklar seri
4. Tegangan sentuh
5. Tahanan tanah
6. Direct on line
7. Motor bergantian
8. Panel distribusi

5. 1. Mempelajari isi box MCB


2. Mengerjakan pemasangan kabel
3. Mengerjakan sambungan pada unit stop kontak dan unit saklar
4. Mengaktifkan instalasi baru pertama kali

XII. PUSTAKA
Antonius Lipsmeir, Adolf [Link] Tabellenbuch
Elektrotechnik [Link]: Bronner and Daentler K. G
Horst Dieter Tolle-Erhard [Link] Drawing for Electrical
[Link]:GTZ GmbH
Michael Neidle, Ir. Sahat [Link] Instalasi Listrik,
Lembaga Penerbangan dan Amerika Nasional
(LAPAN).Jakarta:Erlangga
P. Van Harten, E [Link] Listrik Arus Kuat
[Link]:Bina Cipta
Tim revisi PUIL [Link] Umum Instalasi Listrik Indonesia
[Link] Jakarta
LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNIK LISTRIK
“SAKLAR TUKAR”

Disusun Oleh :
HANIK INDAH KHAFIDYANA (0515040045)

NOVENDI AFIADIN (0515040056)

KERIN NOVA DIANTI (0515040063)

PROGRAM STUDI TEKNIK KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
SURABAYA
2016
Nama : Saklar Seri
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 26 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

PRAKTIKUM LISTRIK
RANGKAIAN SAKLAR TUKAR

I. TUJUAN
 Tujuan Instruksional Umum ( TIU )
Setelah mempelajari materi ini diharapkan akan dapat merencanakan,
memasang, memperbaiki dan mengetes beberapa rangkaian instalasi
penerangan.
 Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )
Mahasiswa akan dapat merencanakan, memasang, memperbaiki dan
mengetes rangkaian instalasi penerangan yang terdiri dari :
 Sumber tegangan AC satu phasa
 Saklar seri
 Lampu
 Kotak - kontak.

II. DASAR TEORI


Saklar adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai pemutus dan
penymbung arus listrik dari sumber arus ke beban listrik pada rangkaian
listrik tertutup.
Fungsi saklar dalam instalasi listrik penerangan untuk memutuskan
dan menghubungkan arus listrik dari sumber ke beban. Didalam saklar
dilengkapi dengan pegas yang dapat memutuskan rangkaian dalam waktu
yang sangat singkat, dengan cepatnya pemutusan ini kemungkinan timbulnya
busur api antara kontak (tuas) saklar menjadi lebih kecil.
Saklar yang digunakan pada umunya jenis saklar tunggalm saklar seri
dan saklar tukar (hotel) jenis inbow (terpendam dalam tembok).
Aturan pemasangan saklar :
1. Tinggi pemasangan ± 150 cm di atas lantai.
2. Dekat dengan pintu dan mudah dicapai tangan.

LAPORAN RESMI PRAKTEK SAKLAR TUKAR | 17 |


Nama : Saklar Seri
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 26 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

3. Arah posisi kontak (tuas) saklar seragam bilapemasangan lebih dari


satu.
Fungsi kotak kontak (stop kontak) dalam instalasi listrik sebagai alat
penghubung beban dengan sumber listri. Serta berfungsi untuk menyediakan
sumber teganganlistrik pada beban yang tidak tetap atau beban yang dapat
dipindah-pindah.
Aturan pemasangan stop kontak :
1. Tinggi pemasangan ± 150cm di atas lantai, apabila kurang dari 150
cm harus dilengkapi tutup.
2. Mudah dicapai tangan.
3. Di psaang sedemikian rupa, sehingga penghantar netralnya berada
disebelah kanan atau di sebelah bawah.
Pada bagian ini akan dipelajari sistem instalasi penerangan deangan
menggunakan satu buah saklar seriseri, dua buah lampu pijar dan dilengkapi
deangan dua buah kotak kontak.
Saklar seri adalah sebuah saklar yang dapat menghubungkan dan
memustuskan dua lampu, atau dua golongan lampu baik secara bergantian
maupun bersama-sama. Saklar seri sering disebut pula saklar deret. Satu buah
saklar seri dalam instalasi penerangan pada umumnya digunakan untuk
mengoperasikan dua buah atau bebrapa lampu secara terpisah pada satu
tempat, baik lampu pijar maupun lampu tabung.

Gambar Penjelasan
bagian-bagian dari saklar

LAPORAN RESMI PRAKTEK SAKLAR TUKAR | 18 |


Nama : Saklar Seri
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 26 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Saklar mempunyai banyak jenis dan tipe yang mempunyai berbagai


fungsi. Akan tetapi pada pembahasan disini kita hanya membahas tentang
saklar yang merupakn komponen pada instalasi listrik yang berfungsi untuk
menyambung dan atau memutuskan aliran listrik kebeban (dalam hal ini
lampu penerangan).

Gambar Cara memasang saklar double/seri

Gambar Macam-macam Saklar Seri

LAPORAN RESMI PRAKTEK SAKLAR TUKAR | 19 |


Nama : Saklar Seri
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 26 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

III. PERALATAN DAN KOMPONEN


Adapun peralatan dan komponen yang digunakan dalam percobaan ini
adalah sebagai berikut :
Jumlah
No Nama Spesifikasi Angka Huruf Satuan Ket.
1. KWH meter 220V/50Hz/450VA 1 Satu Buah baik
2. MCB 1 phasa 6 A 1 Satu Buah baik
3. Saklar seri MK, setara 1 Satu BUah baik
4. Kotak-kontak 250V / 16 A 2 Dua Buah baik
Philips,100W,220-
5. Lampu pijar 2 Dua Buah
240 Baik
6. Kotak penghubung MK, setara 2 Dua Buah Baik
7. Kotak saklar/ MK ,setara 3 Tiga Buah baik
kotak-kontak Clipsal,250 V
8. Pipa PVC 3/4", Maspion 2 Dua Lonjor Baik
9. Klem pipa PVC 3/4", maspion 28 Dua puluh Buah
delapan Baik
10. Sekrup 5/8" 28 Dua puluh Buah
delapan Baik
11. Tool set 1 Satu Box Baik
12. Digital Clamp meter Kew snap 2007A 1 Satu Buah Baik
13 Kabel NYA Baik

IV. RANGKAIAN PERCOBAAN


Gambar 2 adalah merupakan salah satu contoh penggunaan satu buah
saklar seri untuk mengoperasikan dua buah lampu pijar pada satu tempat dan
dilengkapi dengan dua buah kotak - kontak yang terdiri dari :
 Gambar penempatan alat (material arrangement)
 Gambar diagram garis tunggal (single line diagram)

LAPORAN RESMI PRAKTEK SAKLAR TUKAR | 20 |


Nama : Saklar Seri
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 26 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

 Gambar diagram garis ganda (wiring diagram)


 Gambar diagram aliran arus (current flow diagram)

V. PROSEDUR KESELAMATAN
Adapun prosedur keselamatan yang dapat dilakukan dalam praktikum
ini adalah sebagai berikut :
1. Perhatikan setiap langkah kerja yang akan saudara kerjakan, semua
harus sesuai dengan SOP (standart operation procedur).
2. Sebelum merangkai pastikan power dalam keadaan off atau mati.
3. Periksa semua peralatan dan komponen dalam keadaan aman
digunakan.
4. Dalam melakukan pekerjaan rangkaian dilarang bercanda dan
bercakap yang tidak ada hubungannya dengan modul praktikum.
5. Sebelum mencoba pastikan dicek terlebih dahulu dengan
menghubungi instruktur bengkel/laboratorium.
VI. PROSEDUR KERJA
Adapun langkah-langkah percobaan dalam praktikum ini adalah :
4. Merangkai peralatan yang tersedia seperti pada gambar
diagram garis ganda dan power supply dalam keadaan terbuka.
5. Mengecek kembali hubungan terminal masing-masing
peralatan dan sambungan apakah sudah baik dengan peralatan
ukur AVO meter.
6. Sebelum power supply di on-kan, meyakinkan bahwa
rangkaian sudah benar dengan menanyakan pada instruktur.

VII. GAMBAR RANGKAIAN


Berikut adalah gambar rangkaian percobaan yang dipraktikan dalam
praktikum saklar seri :

LAPORAN RESMI PRAKTEK SAKLAR TUKAR | 21 |


Nama : Saklar Seri
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 26 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

 Gambar Penempatan Alat

 Gambar Diagram Garis Tunggal

LAPORAN RESMI PRAKTEK SAKLAR TUKAR | 22 |


Nama : Saklar Seri
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 26 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

 Gambar Diagram Garis Ganda

Gambar Diagram Aliran Arus

LAPORAN RESMI PRAKTEK SAKLAR TUKAR | 23 |


Nama : Saklar Seri
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 26 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

VIII. TABEL HASIL PECOBAAN


Pengukuran tanpa tegangan

Hubungan Instalasi
No. Hasil Pengukuran
Semua Sakelar OFF

1. L1 terhadap N 0
2. L1 terhadap PE 0
3. N terhadap PE 0

Semua Sakelar ON S1(on)S2(off) S2(on)S1(off)

4 L1 Tterhadap N 0 1
5. L1 terhadap PE 0 0
6. N terhadap PE 0 0
7. L1 terhadap sakelar 1 0
8. Saklar terhadap lampu 1 1
9. Lampu terhadap N 1 1
Catatan : 0 = tidak ada hubungan
1 = ada hubungan
Pengukuran dengan tegangan

No. Hubungan Instalasi Hasil Pengukuran (volt)

1. L1 tehadap N 217,1

2. L1 terhadap PE 105,6

3. N terhadap PE 76,9

4. Kotak-kontak 1 218,1

LAPORAN RESMI PRAKTEK SAKLAR TUKAR | 24 |


Nama : Saklar Seri
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 26 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

5. Kotak-kontak 2 218,6

IX. ANALISA DATA


Dalam praktikum ini rangkaian saklar tukar yang telah dibuat diamati
dengan memberikan dua perlakuan yang berbeda, yang pertama mengamati
ketika semua saklar dalam kondisi mati dan yang kedua ketika semua saklar
dalam kondisi hidup.
Dari data hasil pengujian yang diperoleh menunjukkan bahwa ketika
dilakukan pengukuran tanpa tegangan dan saklar 1 dalam keadaan ON dengan
saklar 2 dalam keadaan OFF, tidakada hubungan antara masing-masing sistem
kecuali instalasi antara L1 dengan saklar, Sakelar terhadap lampu, lampu
terhadap N. Sedangkan ketika saklar 1 dalamkeadaan OFF dengan sakelar 2
dalam keadaan ON, ada hubungan kecuali L1 terhadap PE, N terhadap PE dan
L1 terhadap sakelar. Jika terdapat hubungan yang seperti ini, tandanya
rangkaian tersebut tidak aman karena terjadi hubungan singkat atau short dan
hal ini akan mengakibatkan MCB akan trip ketika di beri tegangan.
Ketika dilakuan pengukuran dengan tegangan semua instalasi, kecuali
N terhadap PE, memiliki tegangan tetapi besar tegangan ini tidak sama, seperti
yang di tunjukkan oleh hubungan instalasi L1 terhadap PE dan N terhadap PE,
hal ini disebabkan karena pengaruh adanya induksi tegangan oleh L1 terhadap
PE dan N.
Pada pengukuran dengan tegangan yang terukur pada fase L dan N
yaitu 217,1 V, hubungan instalasi kotak kontak 1 yakni 218,1 V, hubungan
instalasi kotak kontak 2 yakni 218,6 V ,penurunan tegangan paling besar yaitu
pada saat pengukuran antara Pe dan N yaitu 76,9 V, karena saat melewati Pe
tegangan disalurkan ke tanah sehingga saat pengukuran terjadi penurunan yang
sangat besar.

LAPORAN RESMI PRAKTEK SAKLAR TUKAR | 25 |


Nama : Saklar Seri
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 26 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

X. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan dapat di simpulkan ketika
memasang instalasi listrik harus di periksa terlebih dahulu apakah terdapat
instalasi-instalasi yang dapat menyebabkan short circuit atau hubungan singkat,
sehingga instalasi tersebut di pastikan aman sebelum di operasikan. Saklar seri
di gunakan untuk mengoperasikan dua buah lampu atau beberapa lampu, baik
lampu pijar maupun lampu tabung.

XI. PERTANYAAN DAN TUGAS

1. Peraturan-peraturan apa yang harus diperhatikan untuk pemasangan


stop kontak berdasar standart (sebutkan standart yang digunakan)
2. Persyaratan pemasangan grounding sesuai standar! Sebutkan dasar
persyaratan yang digunakan
3. Sebutkan jenis-jenis saklar kontak yang anda ketahui ? sebutkan
keluarannya
4. Sebutkan syarat pemasangan saklar dan stop kontak pada kamar
mandi ?
5. Ketentuan-ketentuan umum apa yang berlaku mengenai pemasangan
kotak-kontak dinding ?
6. Gambar perencanaan layout rumah sederhana dengan instalasi 1 saklar
tunggal + stopkontak, 1 sakalr seri + 1 stopkontak dan 1 sakalr tukar +
stop kontak

Jawaban :
1. Pemasangan stop kontak pada puil 2000 pasal [Link]

LAPORAN RESMI PRAKTEK SAKLAR TUKAR | 26 |


Nama : Saklar Seri
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 26 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

2. Nilai standar grounding mengacu pada Persyaratan Umum


Instalasi Listrik atau PUIL 2000 (peraturan yang sesuai dan
berlaku hingga saat ini) yaitu kurang dari atau sama
dengan 5 (lima) ohm. Dijelaskan bahwa nilai sebesar 5
ohm merupakan nilai maksimal atau batas tertinggi dari
hasil resistan pembumian (grounding) yang masih bisa
ditoleransi. Nilai yang berada pada range 0 ohm - 5 ohm
adalah nilai aman dari suatu instalasi pembumian
grounding. Nilai tersebut berlaku untuk seluruh sistem
dan instalasi yang terdapat pembumian (grounding) di
dalamnya.

Standar Nilai Resistan Pembumian - PUIL 2000

Untuk standar nilai resistan pembumian grounding pada


bidang penangkal petir, menggunakan refrensi peraturan
yang berbeda. Tetapi untuk ketentuan standar nilai
resistan pembumian sama dengan refrensi peraturan pada
PUIL 2000. Ketentuan yang hampir sama inilah yang
menjadikan masing - masing peraturan akan saling
berkaitan dalam memberikan solusi dan penjelasan untuk
suatu permasalahan. Dengan diperkuat dengan banyak
refrensi di atas menjadikan standarisasi lebih kuat dan
menjadikannya suatu keharusan. Berikut refrensi
untuk standar nilai resistan pembumian yang
bersumber dari PER02/MEN/1989, tentang pengawasan
instalasi penyalur petir.

LAPORAN RESMI PRAKTEK SAKLAR TUKAR | 27 |


Nama : Saklar Seri
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 26 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Standar Nilai Pembumian - PER02/MEN/1989

3. Jenis-jenis sakelar pada dasarnya dibedakan menjadi:


1. Saklar manual
2. Saklar magnetik (MC)
3. Saklar otomatis

4. wajib digunakan stop kontak yang memiliki arde,


sehingga dapat mencegah efek negatif dari kebocoran
arus listrik pada peralatan.

Selain itu juga patut diperhatikan soal penempatan stop


kontak. Pada kamar mandi berukuran kecil yang tidak
mempunyai area shower yang terpisah, tempatkan
saklar di luar kamar mandi. Ini dilakukan agar aman dari
percikan air. Pada area kamar mandi yang juga
digunakan untuk berhias, letakkan stop kontak di sana.
Karena peralatan elektronik seperti hair dryer, dsb
biasanya digunakan pada area ini. Jumlah titik stop
kontak dapat anda sesuaikan dengan kebutuhan anda.
Pilihlah stop kontak berpenutup sehingga lubang kontak
terlindung dari percikan air.

5. Stop kontak

b) Tinggi pemasangan ± 150 cm di atas lantai, apabila


kurang dari 150 cm harus dilengkapi tutup.
c) Mudah dicapai tangan.
d) Di pasang sedemikian rupa, sehingga penghantar
netralnya berada disebelah kanan atau di sebelah
bawah.
1.
LAPORAN RESMI PRAKTEK SAKLAR TUKAR | 28 |
Nama : Saklar Seri
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 26 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

XII. PUSTAKA
Antonius Lipsmeir, Adolf [Link] Tabellenbuch Elektrotechnik
[Link]: Bronner and Daentler K. G
Horst Dieter Tolle-Erhard [Link] Drawing for Electrical
[Link]:GTZ GmbH
Michael Neidle, Ir. Sahat [Link] Instalasi Listrik, Lembaga
Penerbangan dan Amerika Nasional (LAPAN).Jakarta:Erlangga
P. Van Harten, E [Link] Listrik Arus Kuat [Link]: Bina
Cipta
Tim revisi PUIL [Link] Umum Instalasi Listrik Indonesia [Link]
Jakarta

LAPORAN RESMI PRAKTEK SAKLAR TUKAR | 29 |


LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNIK LISTRIK
“RUGI TEGANGAN”

Disusun Oleh :
HANIK INDAH KHAFIDYANA (0515040045)

NOVENDI AFIADIN (0515040056)

KERIN NOVA DIANTI (0515040063)

PROGRAM STUDI TEKNIK KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
SURABAYA
2016
Nama : Rugi Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 17 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

PRAKTIKUM TEKNIK LISTRIK


RUGI TEGANGAN (VOLTAGE DROP)

I. TUJUAN
Adapun tujuan dari praktikum rugi tegangan ini adalah :
1. Mengetahui tahanan isolasi dari kabel
2. Mengetauhi kerugian tegangan pada saluran distribusi tegangan rendah
AC 220 V
3. Menghitung besar kerugian tegangan AC 220 V

II. DASAR TEORI


Kerugian tegangan dalam saluran listrik adalah berbanding lurus terhadap
panjang saluran dan beban, namun berbanding terbalik terhadap penampang
saluran. Kerugian ini harus tetap berada dalam batas-batas tertentu.
Dalam peraturan instalasi listrik, telah ditentukan bahwa rugi tegangan pada
suatu titik dari suatu instalasi, tidak boleh melebihi 2% dari tegangan yang dipakai
untuk instalasi penerangan dan 5% dari tegangan yang dipakai untuk instalasi
tenaga seperti motor listrik dan lain-lain. Perhitungan-perhitungan menggunakan
notasi berikut :
E = Tegangan antara 2 saluran (Volt)
q = Penampang saluran dalam (mm2)
N = Beban (watt)
ev = Rugi tegangan (Volt)
p = Rugi tegangan (%)
L = Panjang saluran (m)
ξ = Daya hantara Jenis saluran, yaitu
Tembaga (Cu) = 56
Alumunium (Al) = 32.7
Besi (Fe) =7

LAPORAN RESMI PRAKTEK RUGI TEGANGAN | 31 |


Nama : Rugi Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 17 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Dalam peraturan instalasi tenaga listrik ( SPLN ) secara umum,


ditetapkan bahwa kerugian tegangan disuatu titik beban terhadap
sumber listrik adalah untuk instalasi penerangan tidak boleh
melebihi dari 2%, dan untuk instalasi tenaga 5%. Kerugian tegangan
ini disebabkan karena terdapat tahanan sebesar R.
U=I.R ( Hukum Ohm ) (1)

Dimana besarnya R adalah


l
R=ρ A (2)

Persamaan 2 disubsitusikan ke persamaan 1 maka akan diperoleh


persamaan baru,yaitu:
I . ρ. l 1
U= A , dengan ρ= χ (3)

sehingga persamaan 3 dapat ditulis:


I .l
U= χ . A (4)
Untuk dua hantran kawat maka persamaan 4 menjadi:
2. I .l
U= χ . A (5)
Dimana:
R = Tahanan saluran ( Ohm )
l = Panjang saluran ( Meter )
A = Luas penampang kabel ( mm 2 )
U = Kerugian tegangan pada saluran ( Volt )
Ω. mm 2
ρ = Resistansi jenis ( m )

LAPORAN RESMI PRAKTEK RUGI TEGANGAN | 32 |


Nama : Rugi Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 17 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

m
2
 = Konduktansi jenis ( Ω mm )

m
2
Untuk tembaga = 56 , ( Ω. mm )
m
2
dan untuk aluminium = 35 ( Ω. mm )

Dalam jenis sistem tegangan antara tegangan bolak balik dengan


tegangan searah adalah berbeda. Dalam hal ini adalah pada sistem
tegangan searah atau sistem Dc bukan merupakan fungsi dari waktu
(t) serta tidak memiliki adanya frekuensi. Berikut ini merupakan
bentuk grafik dari sistem DC

U,I

t
Gambar 2.1 Bentuk gelombang arus searah

Sedangkan pada tegangan bolak-balik atau sistem AC bentuk


gelombang tegangan dan arus merupakan sinusiodal yang tergantung
pada waktu atau merupakan fungsi dari waktu dan memiliki
frekuensi.

LAPORAN RESMI PRAKTEK RUGI TEGANGAN | 33 |


Nama : Rugi Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 17 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

ωt

Gambar 2.2 Bentuk Gelombang Arus Bolak-Balik

Dalam hubungan persamaan kerugian tegangan adalah:


Sistem tegangan searah ( DC )
2.l.i
ΔU= χ . A (6)
Sistem tegangan bolak balik (AC )
[Link] φ
ΔU= χ.A (7)

Berdasarkan PUIL No. 3.20 tentang Resistans isolasi suatu instalasi listrik
tegangan rendah :
3.20.1 Resistans isolasi suatu instalasi listrik tegangan rendah merupakan salah
satu unsur yang menentukan kualitas instalasi tersebut, mengingat fungsi
utama isolasi sebagai sarana proteksi dasar (lihat 3.4.1).
3.20.2 Resistans isolasi harus diukur :
a) antar penghantar aktif secara bergiliran sepasang-sepasang;
CATATAN 1 : Dalam praktek, pengukuran hanya dapat dilakukan
selama pemasangan instalasi sebelum dihubungkan ke peranti listrik.
b) antara setiap penghantar aktif dan bumi.

LAPORAN RESMI PRAKTEK RUGI TEGANGAN | 34 |


Nama : Rugi Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 17 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

CATATAN 2 :
1) Dalam sistem TN-C, penghantar PEN dianggap sebagai bagian bumi.
2) Selama pengukuran, penghantar fase dan netral dapat dihubungkan
bersama.
1.20.3 Resistans isolasi yang diukur dengan nilai tegangan uji yang ditunjukkan
dalam Tabel 3.20-1, akan memuaskan jika setiap sirkit (dengan peranti
tidak terhubung)mempunyai resistans isolasi tidak kurang dari nilai yang
diberikan dalam Tabel 3.20-1.

Pengukuran harus dilakukan dengan arus searah. Aparat pengukuran harus


mampu menyuplai tegangan uji yang ditentukan dalam Tabel 3.20-1 jika dibebani
dengan 1 [Link] sirkit mencakup gawai elektronik, maka hanya dilakukan
pengukuran antara fase dan netral yang terhubung bersama ke bumi.

CATATAN : Tindakan pencegahan ini diperlukan karena melakukan pengujian


tanpa hubungan antar penghantar aktif dapat menyebabkan kerusakan dalam
gawai elektronik.

Tabel 3.20-1 Nilai resistans isolasi minimum

LAPORAN RESMI PRAKTEK RUGI TEGANGAN | 35 |


Nama : Rugi Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 17 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

[Link]
3.1 Alat dan Bahan
Adapun peralatan yang digunakan pada praktikum ini yang ditampilkan
dalam bentuk tabel sebagai berikut:

Tabel 3.1 Peralatan

No Nama Peralatan Merk Type Range/ket


400 V AC
1 Digital Clamp Ampere Kyoritsu 2007 A
400 A AC
2 MEGER Konstar DM-1006S 1000 V
3 Kabel Jumper 6 buah
4 Roll Meter 100 cm

3.2 Langkah Kerja


Adapun langkah kerja yang akan dilakukan pada praktikum ini antara lain:
1. Sebelum melaksanakan percobaan dilakukan pengukuran panjang kabel
dengan menggunakan roll meter sesuai dengan tabel percobaan
2. Melakukan cek sambungan atau hubungan kabel dengan menggunakan
Avo meter yang diposisikan pada posisi ohm meter dengan range x 10 KΩ
sesuai tabel percobaan
3. Melakukan pengukuran tahanan isolasi pada kabel dengan menggunakan
Insulation Resistance Tester (merger) dengan range 1000 V sesuai dengan
tabel percobaan
4. Merangkai sesuai dengan gambar percobaan :
 Menggunakan kabel dengan ukuran 3 x 2.5 mm 2, pertama-tama
digunakan terlebih dahulu panjang saluran pada terminal yang
terendek dengan cara menghubugkan terminal 1 ke C 1 untuk
disambung ke beban yang telah ditentukan.
 Untuk terminal yang tengah (sedang), dihubungkan terminal 1 dan
terminal 2 maka akan diperoleh jarak yang lebih panjang dari pada

LAPORAN RESMI PRAKTEK RUGI TEGANGAN | 36 |


Nama : Rugi Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 17 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

terminal yang pertama, yang kemudian diberi beban yang telah


ditentukan.
 Untuk panjang terminal yang paling akhir, maka semua terminal
dihubungkan pada terminal pertama dan pada terminal yang kedua,
maka akan diperoleh jarak terjauh dari rangkaian tersebut.
(perhatian: pada saat merubah panjang saluran pastikan saklar S 0
dalam keadaan off)

3.3 Prosedur Keselamatan


Adapun prosedur keselamatan yang harus diperhatikan dalam praktikum
ini antara lain:
1. Perhatikan setiap langkah kerja yang akan saudara kerjakan semua harus
sesuai dengan SOP (Standar Operasi Prosedur)
2. Sebelum merangkai pastikan power dalam keadaan off atau mati
3. Periksa semua alat dan komponen dalam keadaan aman digunakan
4. Dalam melakukan pekerjaan rangkaian dilarang bercanda dan bercakap-
cakap yang tidak ada hubungannya dengan modul praktikum.
5. Sebelum mencoba pastikan dicek dahulu dengan menghubungi instruktur
bengkel/laboratorium.

3.4. Gambar Rangkaian Percobaan


Sebelum melaksanakan percobaan,dilakukan pembagian panjang saluran kabel,
perlu suatu adanya conection yang permanen sehinnga pekerjaan mengubah
panjang saluran menjadi cepat dan efisien.

Untuk mudahnya gambar dibawah ini merupakan konstruksi dari bangunan


sebagai penenpatan kabel. Konstruksi dari bangunman tersebut nampak dari
depan sebelum kabel ditempatkan ke konstruksi tersebut. Gambar 3 merupakan
konstruksi yang dipakai penempatan kabel ukuran 3 x 4 mm2.

LAPORAN RESMI PRAKTEK RUGI TEGANGAN | 37 |


Nama : Rugi Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 17 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Sedangkan untuk gambar 4 konstruksi yang dipakai untuk penempatan kabel


dengan ukuran 3 x 1,5mm2 dan gambar 5 untuk kabel dengan ukuran 3 x 4 mm2.

2.5
m

Saluran
138,8m

Saluran 78,3 m
Saluran
24,7m

Gambar 3.1 Konstruksi Kabel Jenis NYY 3 x 1,5 mm2

2.5
m

Saluran 130
m

Saluran
Saluran 24,3
72,63 m
m

LAPORAN RESMI PRAKTEK RUGI TEGANGAN | 38 |


Nama : Rugi Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 17 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Gambar 3.2 Konstruksi Kabel Jenis NYY 3 x 4 mm2


PHB 1Hp
M C B 6A M
N Y Y 3 x 1 ,5 m m
2 1~
2 3 ,5 m L a m p u P ija r 2 x720W
200W
24,7 m 78,3 m
7 3 ,5 m
1Hp
1 3 6 ,9 m M
S0 M C B 6A
1~
Sum ber AC 220V N Y Y 3 x 2 ,5 m m 2 138,8 m

28m
L a m p u P ija r 3 x 2 0 0 W
76m

131m 1Hp M
1~
N YY 3 x 4m m 2

M C B 6A
L a m p u P ija r 4 x720W
200W
19m 24,2 m 77,6 m

6 0 ,8 m

113m

130,1 m

Gambar 3.3 Diagram Garis Tunggal Dengan Sumber AC 220V

LAPORAN RESMI PRAKTEK RUGI TEGANGAN | 39 |


Nama : Rugi Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 17 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Soal
1. Sebutkan standart pengukuran yang diijinkan? (sebutkan standart yang
digunakan)
2. Sebutkan macam ukuryang digunakan untuk mengukur tahanan isolasi
(sebutkan produksi yang membuat)
3. Mengapa pengukuran tahanan isolasi harus dilakukan?
4. Berapa kerugian tegangan yang diperoleh untuk saluran penerangan dan
saluran tenaga? (jelaskan berdasarkan standart)
5. Bagaimana cara memperkecil kerugian tegangan pada percobaan ini

jawab

1. SNI no. 04-0225-2000


Puil 2000
3. Pada suatu jaringan listrik yang terpasang diudara meski menggunakan kabel atau
penghantar listrik tanpa selubung (Tanpa diisolasi), masih tetap terisolasi oleh
udara dan tidak sampai membahayakan kita dan benda lainnya. Kabel penghantar
listrik pada suatu instalasi listrik, dilengkapi dengan selubung isolasi yang
bertujuan untuk mencegah berbagai gangguan dan bahaya lainnya.
5. Untuk mengurangi rugi-rugi daya dilakukan dengan pertimbangan:
1. Jika ingin memperkecil tahanan konduktor, maka luas penampang konduktor
harus diperbesar. sedangkan luas penampang konduktor ada batasnya.

2. jika ingin memperbaiki faktor daya beban, maka perlu dipasang kapasitor
kompensasi (shunt capacitor). perbaikan faktor daya yang diperoleh dengan
pemasangan kapasitor pun ada batasnya.

3. rugi-rugi transmisi berbanding lurus dengan besar tahanan konduktor dan


berbanding terbalik dengan kuadrat tegangan transmisi, sehingga pengurangan
rugi-rugi daya yang diperoleh karena peninggian tegangan transmisi jauh lebih
efektif daripada pengurangan rugi-rugi daya dengan mengurangi nilai tahanan
konduktornya.

LAPORAN RESMI PRAKTEK RUGI TEGANGAN | 40 |


LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNIK LISTRIK
“TEGANGAN SENTUH”

Disusun Oleh :
RIZKI DWI PRAPTIWI (0514040070)
AGHNIA UYUN (0514040081)
KHARIZA AMALIA (0514040085)
KHOIRUL ABROR (0514040091)

PROGRAM STUDI TEKNIK KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
SURABAYA
2016
Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

PRAKTIKUM TEKNIK LISTRIK


PRAKTEK TEGANGAN SENTUH

I. TUJUAN
Adapun tujuan pada praktikum ini adalah :
1. Mempelajari cara pemeriksaan keefektifan ELCB
2. Mengetahui cara menentukan dan mengatur besarnya arus trip pada ELCB
3. Mengetahui arus respon operasi ELCB, bila terjadi hubungan singkat
4. Mengetahui definisi dari tegangan gangguan
5. Mengetahui arus kejut terhadap tubuh manusia
6. Mengetahui batas tegangan yang aman bagi manusia

II. DASAR TEORI


II.1 Pengertian Tegangan Sentuh
Tegangan gangguan adalah tegangan yang terjadi antara bagian konduktif
pada saat terjadi gangguan. Tegangan sentuh adalah bagian dari tegangan
gangguan yang dapat mengalir pada tubuh manusia

Ketika itu mengadakan pengukuran tegangan gangguan dan tegangan


sentuh, kita harus mengingat kondisi yang menyebabkan terjadinya gangguan
tersebut. Terjadinya tegangan gangguan disebabkan oleh gangguan isolasi.
Tegangan ini dapat terjadi tanpa menyebabkan adanya arus gangguan. Untuk
mengukur terjadinya tegangan gangguan harus menggunakan voltmeter yang
mempunyai resistansi dalam kira-kira sebesar 40kΩ.

II.2 Pengaman Tegangan Sentuh


Ada beberapa cara untuk mengurangi bahaya tegangan sentuh yang
berlebihan. Metode yang paling umum digunakan digolongkan menjadi 2 yaitu

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 42 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

a. Langkah-langkah pengaman untuk mencegah terjadinya tegangan sentuh


 Tahanan isolasi
Peralatan diisolir dari pembumian dan dari seluruh benda
penghantar listrik yang terhubung ke benda-benda tersebut
 Alas isolasi
Manusia diisolir dari pembumian dan dari seluruh benda
penghantar listrik yang terhubung ke benda-benda tersebut
 Pengaman dengan pemisah
Peralatan listrik dihubungkan ke saluran umum melalui sebuah
trafo isolasi
 Tegangan ekstra rendah yang aman
 Peralatan disulang dengan tegangan uang aman (sampai 50 V)
yang misalnya berasal dari sebuh trafo isolasi, baterai, atau yang
lainnya.

b. langkah-langkah pengaman yang bertujuan memtuskan bahaya tegangan


sentuh, yaitu
 pertanahan pengaman
 Netralisasi
 Sistem Pemutus sirkuit gangguan tanah

Pada percobaan kali ini kita mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan
pengukuran-pengukuran proteksi manusia terhadap adanya tegangan kejut
maupun arus kejut yang melebihi batas normal dari tubuh manusia adalah sebagai
berikut :

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 43 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Tabel 2.1 tegangan kejut


Kondisi AC DC
obyek Basah Kering Basah Kering
Manusia 25V 50V 60V 120V

Binatang 10V 25V 30V 60V


Besar

Ii.3 Tahan Listrik Tubuh Manusia


Tahanan tubuh manusia pada sejumlah parameter-parameter yang amat
penting adalah: kelembaban kulit, daerah sentuhan, dan tegangan yang ada.
Tahanan tubuh manusia merupakan gabungan dari tahanan kulit dan tahanan
internal tubuh.

Ii.4 Arus yang Melalui Tubuh


Apabila manusia memegang suatu bagian yang bertegangan maka sesuai
dengan hukum ohm akan mengalir arus dimana besarnya adalah pembagian
tegangan dengan tahanan tubuh orang tersebut.

II.5 ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)


ELCB adalah alat proteksi terjadinya arus bocor yang bekerja dengan prinsip
electromagnet. Catat memeriksa masih baiknya ELCB yaitu dengan menekan
tombol trip, bila ELCB trip maka ELCB masih layak pakai. ELCB memiliki
sebuah transformator arus dengan into berbentuk gelang. Inti ini melingkari
semua hantaran suplai ke mesin atau system yang diamankan, termasuk
penghantar netral.

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 44 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

III. METODOLOGI
III.1 Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunkan pada praktikum ini antara lain:
 Praktikum ELBC
1. System infeed I buah 2GA2376-4A
2. Load Connection I buah 2GA2376-4C
3. System Earth I buah 2GA2376-4M
4. Current Operated ELCB I buah 2GA2376-4G
5. Measuring Instrument I buah 2GA2376-4E
6. Tes Potensio Meter I buah 2GA2376-4X

 Praktikum VED
1. System Infeed I buah 2GA2376-4A
2. Load Connection I buah 2GA2376-4C
3. System Earth I buah 2GA2376-4M
4. Body Resistor I buah 2GA2376-4T
5. Measuring Instrument I buah 2GA2376-SU

Kondisi Rangkaian
 ELCB
1. Line Rersistance RL1 = 1 ohm
2. PEN Resistance RPEN = 1 ohm
3. System Earth RB = 2 ohm

 Praktikum VDE
1. Line Resistance RL1 = 1 ohm
2. PEN Resistance RPEN = 1 ohm
3. System earth RB = 2 ohm
4. Contact Resistance RU = 50 Kohm/500 ohm
5. Conductive port RK = 0 ohm

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 45 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

III.2 Langkah Kerja


Adapun langkah kerja pada praktikum inin :
1. Rangkailah peralatan yang tersedia pada panel seperti pada gambar
percobaan, dengan semua power supply dalam keadaan OFF.
2. sebelum power supply di ON kan tanyakan pada instruktur apakah
rangkaian yang dipasang sudah benar.
3. Minta persetujuan instruktur untuk melakukan percobaan.
4. Amati dan catat hasil pengukuran pertama sesuai dengan lembar tugas
pengukuran.
5. Lanjutkan pengukuran sesuai keadaan yang ada pada lembar pengukuran.
6. matikan power supply dan rapikan kembali alat percobaan yang digunakan
pada tempat yang telah disediakan.

III.3 Prosedur Keselamatan


Adapun prosedur keselamatan yang harus diperhatikan dalam praktikum ini
antara lain:
6. Perhatikan setiap langkah kerja yang akan saudara kerjakan semua harus
sesuai dengan SOP (Standar Operasi Prosedur)
7. Sebelum merangkai pastikan power dalam keadaan off atau mati
8. Periksa semua alat dan komponen dalam keadaan aman digunakan
9. Dalam melakukan pekerjaan rangkaian dilarang bercanda dan bercakap-
cakap yang tidak ada hubungannya dengan modul praktikum.
10. Sebelum mencoba pastikan dicek dahulu dengan menghubungi instruktur
bengkel/laboratorium.

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 46 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

III.4 Gambar Kerja


a. Praktikum I

RL1
L1

L2

L3

N
RN

IM

V UF V UB RM 3 KΩ

RU 50 KΩ
RB

Gambar 3.1 Praktikum I

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 47 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

b. Praktikum 2

Gambar 3.2 Praktikum 2

c. Praktikum 3

Gambar 3.3 Praktikum 3

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 48 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

[Link]
IV. Hasil Praktikum
Tabel 1 Praktikum 1
RK = 0 KΩ RK = 1 KΩ
R
RL 1 RB RU Im Uf Ub Im Uf Ub
PEN
(mA) (V) (V) (mA) (V) (V)
1Ω 1Ω 2Ω 50Ω 0,39 22,28 1,23 0,41 22,30 1,24
20 Ω 1Ω 2Ω 50Ω 0,31 18,77 1,05 0,31 18,80 1,04
400 Ω 1Ω 2Ω 50Ω 0,18 4,30 0,24 0,18 4,39 0,24
Sumber : Hasil Praktikum
Tabel 2 Praktikum 2
RL1 R PEN RB RU Uf (mV) Ampere
1Ω 1Ω 2Ω 50 Ω 0,158 0,02
20 Ω 1Ω 2Ω 50 Ω 0,124 0,02
400 Ω 1Ω 2Ω 50 Ω 0,115 0,02

Tabel 3 Praktikum 3
ULN PENGUKURAN Rp % IA (mA) R(Ω)
1 100 7,96 3,48
2 90 8,47 2,92
3 80 9,16 2,47
4 70 10,10 2,51
5 60 11,43 2,09
6 50 13,32 2,46
7 40 - 1,87
220V 8 30 - 2,47
9 20 - 1,13
10 10 - 0,79
11 0 - 0,79
Kondisi 40% trip / lepas

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 49 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

IV.3 Latihan Soal


PERTANYAAN
1. Hitung berapa nilai dari Im , Ub, Uf secara matematis dan bandingkan
dengan hasil pengukuran ?
2. Berapa prosentase kesalahan antara keduanya, mengapa bisa terjadi
perbedaan , jelaskan!
3. Bandingkan pengukuran RK = 0 Kohm dengan RK = 1 Kohm , mengapa
bisa terjadi perbedaan, jelaskan?
4. Jelaskan apa yang terjadi apabila rangkaian pada skema proteksi tegangan
ekstra rendah memilki tegangan dibawah dari tegangan rata-ratanya?
5. Buatlah penilaian dari pengukuran dari percobaan?
6. Amati dan analisa hasil pengukuran yang anda lakukan!
7. hitung secara teoritis yang ada dari data – data yang anda peroleh dan jika
ada perbedaan jelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi?

JAWABAN
1. Hasil perhitungan
U
Im = RL 1+RPEN +RB+RU +RM
225 .V
= 1Ω+1 Ω+2 Ω+50 . 000Ω+3000Ω
225 .V
= 53004 Ω = 0,0042 A
= 4,2 mA
Ub = Im X RM
= 4,2 mA x 3000 ohm
= 12,6 Volt
Uf = Im x ( RM x RU )
= 4,2 mA x ( 3000 + 50.000 ) ohm

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 50 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

= 222,6 Volt

2. Hasil perhitungan menunjukan (Im ) teoritis lebih besar dari (Im) hasil
percobaan. Dan Ub maupun Uf teoritis juga lebih besar dari hasil
percobaan.
Prosentase kesalahan Im
Im teoritis−Im percobaan
=Im teoritis x 100%
4 ,2−3,1
= 4,2 x 100%
= 26,19 %

Prosentase kesalahan Ub
Ub. teoritis−Ub. percobaan
= Ub. teoritis x 100%
12 , 6−9 ,5
= 12 , 6 x 100%
= 24,6 %

Prosentase kesalahan Im
Uf .teoritis−Uf . percobaan
= Uf .teoritis x 100%
222 , 6−198 , 6
= 222 , 6 x 100%
= 10,78 %

3. Terjadinya perbedaan antara hasil perhitungan dengan hasil percobaan


Di sebabkan karena pembacaan alat yang tidak tepat dan karena fakto dari
peralatan ukur itu sendiri.

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 51 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Terjadinya perbedaan antara RK = 0 ohm denagn RK = 1 Kohm karena


hambatan yang diberikan bertambah sehingga hasil pengukuran tegangan
gangguan (Uf) juga semakin besar karena tegangan berbanding lurus
dengan hambatan.

Dari data hasil pengukuran di atas ketika RP di turunkan atau RP semakin


kecil , arus yang melewati ELCB semakin besar akan tetapi pada saat RP
= 0 ohm arus yang melewati ELCB tidak sempat terukur karena hanya
dalam beberapa saat saja ELCB sudah trip hal ini disebabkan arus yang
lewat terlalu besar karena tidak ada hambatan, dan arus yang besar ini
menyebabkan suhu semakin tinggi dan hanya dalam bebberapa saat saja
ELCB langsung bekerja untuk memutus rangkaian.

Perhitungan secara teorits


~Untuk RP = 4,896 KΩ ~ Untuk RP = 0 KΩ
ULN ULN
IA = RL 1+RPEN +RB+RP IA = RL 1+RPEN +RB+RP
220 .V 220 .V
= 1Ω+1 Ω+2 Ω+4896Ω = 1Ω+1 Ω+2 Ω+0 Ω
= 44,90 mA = 55 A

~Untuk RP = 2,72 KΩ
ULN
IA = RL 1+RPEN +RB+RP
220 .V
= 1Ω+1 Ω+2 Ω+2720 Ω
= 80,76 mA

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 52 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Terjadinya perbedaan antara hasil perhitungan dengan hasil percobaan


disebabkan oleh pembacaan alat yang kurang tepat karena ketika pada
waktu pengukuran hasil yang terbaca pada alt terus berubah-ubah.

4. Jika rangkain pada skema proteksi teganga ekstra rendah memiliki


tegangan dibawah tegangan rata-rata rangkaian tersebut aman bagi
manusia karena besar arus yang dihasilkan kecil dan berada dibawah nilai
arus maksimal yang membahayakan manusia .
5. Dari hasil pengukuran yang dilakukan tegangan yang melewati manusia
sangat kecil karena instalasi tegangan esktra rendah memiliki tegangan
dibawah rata-rata sehingga instalsi ini aman bagi manusia.

6. Analisa Praktikum 1 : bahwa batas tegangan maksimal atau tegangan


aman bagi manusia pada instalasi tegangan ekstra rendah yaitu 50V AC
dan 120 V DC
Analisa Praktikum 2 : tegangan gangguan lebih besar dari pada tegangan
sentuh karena selain adanya resistansi dari manusia juga ada resistansi
kontak alas kaki yang di pakai manusia yang akan menaikan tegangan
gangguan ( Uf ).
Analisa Praktikum 3 : bahwa ELCB bekerja berdasarkan besar arus yang
melewatinya , sehingga besar arus trip pada ELCB dapat ditentukan dan
diatur, semakin besar arus trip pada ELCB maka waktu pemutusan atau
waktu trip juga semakin cepat.

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 53 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

V. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpukan bahwa:
1. Semakin besar RU pada praktikum VDE, maka arus dan tegangan yang
masuk pada manusia menjadi semakin kecil.
2. Sedangkan besar UF pada praktikum VDE relatif tetap karena tidak
terpasangi resistor.
3. Semakin besar RP pada praktikum ELCB, semakin kecil arus yang bocor.
4. Semakin besar arus bocor, semakin cepat ELCB ngetrip

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 54 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

DAFTAR PUSTAKA
Soedjana Sapiie, Pengukuran dan Alat-Alat ukur [Link] Paramita.J akarta
1994

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 55 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

IV ANALISA
IV.1 Hasil Praktikum
Tabel 4.1 Pengukuran tahanan isolasi kabel
Luas Nilai tahanan isolasi
Panjang saluran KET
NO penampang ( MΩ )
(m)
( mm2 ) L-N L-PE N-PE
1 23,88 3x4 88,7 102,2 125,4
2 47,91 3x4 453 279 326
3 54,93 3x4 277 256 574
4 71,79 3x4 236 268 347
5 126,72 3x4 78,8 72 94,1

Sumber : hasil Praktikum 2016

Tabel 4.2 Pengukuran Kerugian Tegangan Dengan Sumber AC 220 Volt


Tegangan (volt) Rugi tegangan
Luas Arus
Tegangan Teganga
Beban penampang yang %∆ =
dari n pada ∆U =
N yang panjang mengalir ∆U/∆Us
sumber beban Us-Ub
o dipakai saluran (I) x 100%
Us Ub
(W)
(mm²
(m) (volt) (volt) (arus) (volt) (%)
)
1 400 3x4 23,88 223,3 220,7 1,6 2,6 1,16
2 400 3x4 71,79 223,3 220,3 1,6 3 1,34
126,7
3 400 3x4 223,3 219,8 1,6 3,5 1,57
2
Sumber: Hasil praktikum 2016

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 56 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

IV.2 Analisa data

Tahanan isolasi merupakan tahanan yang digunakan untuk mengisolasi


suatu instalasi ,oleh karena itu semakin besar tahanan isolasinya semakin baik
kualitas isolasinya. Sedangkan faktor penempatan adalah untuk penempatan yang
berbeda cara atau tahanan isolasinya juga berbeda pula. Dari data yang diperoleh
dari percobaaan yang telah dilakukan didapat bahwa besar tahanan isolasi
berbeda-beda dan tidak tergantung pada panjang , luas penampang , maupun
beban yang digunakan .Besar tahanan isolasi tergantung pada kondisi lingkungan
maupun kondisi fisik dari isolasi itu sendiri .Salah satu faktor dari kondisi
lingkungan adalah kelembaban yang mana semakin tinggi kelembabannya
semakin rendah tahanan isolasinya. Sedangkan untuk kondisi fisik dari isolasi itu
sendiri adalah panjang kabel atau ada porosity/kerusakan kabel atau tidak , dan
lain-lain.
Berdasarka tabel 4.1 dapat dilihat bahwa tahanan isolasi dipengaruhi oleh
adanya panjang saluran. Untuk panjang saluran 23,88 m memilki nilai tahanan
isolasi L-N sebesar 88,7 MΩ sedangkan L-PE MΩ sebesar 102,2 MΩ dan N-PE
sebesar 125,4 MΩ. Sedangkan untuk panjang saluran 47,91 m memilki nilai
tahanan isolasi L-N sebesar 453 MΩ sedangkan L-PE MΩ sebesar 279 MΩ dan
N-PE sebesar 326 MΩ. Untuk panjang saluran 54,93 m memilki nilai tahanan
isolasi L-N sebesar 277 MΩ sedangkan L-PE MΩ sebesar 256 MΩ dan N-PE
sebesar 574 MΩ. Dari data tersebut dapat dianalisa semakin panjang saluran maka
tahanan isolasi pada L-N, L-PE, N-PE semakin besar, dan nilai L-N > N-PE > L-
PE. Penurunan nilai isolasi terjadi pada N-PE dan L-PE karena saat melewati PE
tegangan disalurkan ke tanah sehingga saat pengukuran terjadi penurunan yang
cukup besar. Sedangkan apabila ternimal dihubungkan seperti terminal 1 (P1) ,
terminal 1 dan terminal 2 (P2), terminal 1,2,3 (P3) maka semakinbesar panjang
saluran maka tahanan isolasi semakin kecil.

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 57 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Sedangkan untuk rugi tegangan didapatkan bahwa semakin panjang kabel yang
digunakan maka rugi tegangannya semakin besar, hal itu disebabkan panjang
penghantar berbanding lurus dengan besarnya rugi tegangan, selain itu juga
disebabkan adanya tahanan yang dimiliki oleh penghantar itu sendiri (tahanan
jenisnya). Dan semakin besar diameter penghantar yang digunakan maka besar
rugi tegangan akan semakin kecil . Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan
besarnya rugi tegangan maka solusi yang terbaik adalah dengan memperbesar
[Link] pada aplikasi nyatanya jika harus mengurangi panjang kabel
ada kondisi yang tidak mungkin untuk dilakukan .
Selain itu juga besar rugi tegangan juga dipengaruhi oleh jenis atau besar beban
yang digunakan . Dimana besar rugi tegangan maksimal untuk instalasi
penerangan adalah 2% sedangkan untuk motor adalah 5% .Kemungkinan makin
besarnya rugi tegangan dimungkinkan karena semakin besar beban yang
digunakan menyebabkan timbulnya panas yang berlebih,sedangkan panas itu
sendiri berasal dari tegangan yang ada. Selain itu juga besar rugi tegangan juga
dipengaruhi oleh jenis atau besar beban yang digunakan . Dimana besar rugi
tegangan maksimal untuk instalasi penerangan adalah 2% sedangkan untuk motor
adalah 5% . Pada salauran 1,2,3 memenuhi syarat ini dikarenakan rugi
tegangannya kurang 5% yaitu 1,16%, 1,34 %, dan 1,57%.

Pada data yang kami peroleh ada beberapa data yang menunjukkan semakin
panjang penghantar yang digunakan maka semakin besar rugi tegangannya ,
semakin besar diameter penghantar yang digunakan maka semakin kecil rugi
tegangan yang dihasilkan.

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 58 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

IV.3 Tugas Percobaan


1. Apa fungsi dari pengukuran tahanan isolasi dengan menggunakan Meger?
2. Berapa kerugian tegangan yang diperbolehkan untuk saluran penerangan
dan saluran tenaga?
3. Bagaimana cara memperkecil kerugian tegangan pada percobaan ini?

JAWABAN
1. Meger adalah alat ukur untuk menguji besarnya tahanan isolasi.
Fungsi :
 Untuk mengukur serta menguji besarnya nilai tahanan isolasi pada
suatu instalasi listrik
 Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan langsung pada
sebuah instalasi listrik

2. Dalam peraturan instalasi tenaga listrik ( SPLN ) secara umum, ditetapkan


bahwa kerugian tegangan disuatu titik beban terhadap sumber listrik
adalah untuk instalasi penerangan tidak boleh melebihi dari 2%, untuk
instalasi tenaga 5%.

3. Cara memperkecil kerugian tegangan


Berdasarkan rumus :
2. I .l
U = χ.A

Dimana U berbanding lurus dengan l sehingga untuk memeperkecil


voltage drop maka memperpendek panjang kabel

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 59 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

V. Kesimpulan
Adapun simpulan yang dapat diambil dari praktikum voltage drop dan tahanan
isolasi adalah :
1. Semakin jauh jarak beban terhadap sumber, maka rugi tegangan juga
akan semakin besar.
2. Semakin besar luas penampang kabel yang digunakan, maka rugi
tegangan semakin kecil.
3. Isolasi kabel yang digunakan telah memenuhi persyaratan PUIL 2000.
4. Besarnya tahanan isolasi yang diukur dapat dipengaruhi oleh jenis
bahan isolasi yang digunakan, ketebalan isolasi, panjang kabel yang
diisolasi dan juga keadaan fisik isolasi tersebut, misalnya terkelupas,
sambungan terbuka.
5. Semakin panjang saluran maka tahanan isolasi pada L-N, L-PE, N-PE
semakin besar tetapi apabila terminal-terminal dihubungkan maka
semakin panjang saluran maka tahanan isolasi semakin kecil
6. Tahanan isolasi pada L-N > N-PE > L-PE
7. Nilai MΏ besar, seharusnya nilai yang dihasilkan harus melebihi 0.5
tetapi pada kenyataannya nilai yang diperoleh berada diatas 0.5 maka
kualitas kabel baik, sehingga boleh dilakukan pertambahan beban

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 60 |


Nama : Tegangan
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Sentuh
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 24 Mei 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

DAFTAR PUSTAKA

Hadi , Abdul. 1994. SISTEM DISTRIBUSI DAYA [Link]; Erlangga.


SNI 04-0225-2000
Tim revisi PUIL 2000, Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 2000, LIPI,
Jakarta.
Walkins,J.A.2004,PERHITUNGAN LISTRIK (VOLUME3).Jakarta ;Erlangga
[Link] TENAGA TEKNIK TENAGA LISTRIK DAN
ELECTRONIC [Link] ;PT gramedia

LAPORAN RESMI PRAKTEK TEGANGAN SENTUH | 61 |


LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNIK LISTRIK
“DIRECT ON LINE

Disusun Oleh :
HANIK INDAH KHAFIDYANA (0515040045)

NOVENDI AFIADIN (0515040056)

KERIN NOVA DIANTI (0515040063)

PROGRAM STUDI TEKNIK KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
SURABAYA
2016
Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek DOL
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 7 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

PRAKTIKUM TEKNIK LISTRIK


DIRECT ON LINE (DOL)

I. TUJUAN
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah :
1. Tujuan Intruksional Umum
Mahasiswa diharapkan dapat mempraktekkan rangkaian control dan
proteksi motor dengan benar sesuai dengan peraturan (PUIL) yang
berlaku.
2. Tujuan Intruksional Khusus
Mahasiswa dapat melakukan kegiatan membuat, memasang, mencoba
dan membongkar DOL Panel starter Motor secara benar.

II. DASAR TEORI


1. Pengertian DOL
Sistem Direct On Line (DOL) ini sangat sederhana, sering digunakan di
industri dan biasanya dipakai untuk menjalakan motor dengan
kapasistas daya 1 kW sampai 5 kW (misalnya: untuk starting motor
pompa, langsung antara sumber dengan beban). Sedangkan sumber
tegangannya adalah menggunakan system 3 phasa dengan netral
dihubungkan pada titik bintang. Motor listrik ini biasnaya mempunyai
spesifikasi sebagai berikut:
 Rated Daya : 1 sampai 5 kW
 Rated Tegangan : 220/380 volt
 Rated Frekuensi : 50/60 Hz
 Cos a : 0,6 sampai 0,8
 Connection : Star (Y)

2. Alat Pengasut Terhubung Langsung (DIRECT ON LINE STARTER)


Alat ini bisa digunakan sampai 3,75 kW. Sifat – sifat dasar pengasutan
diberikan pada Gambar 1. Pengasutan tersebut mencangkuop sebuah alat

LAPORAN RESMI PRAKTEK DOL | 63 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek DOL
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 7 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

sambung (kontaktor) 4 kutub yang mana satu kutub berfungsi untuk tujuan
menahan. Kumparan alat sambung bekerja sebagai sebuah pemutus tanpa
tegangan seandainnya terjadi kerusakan sumber atau suatu hubungan yang
terbuka.

Gambar 5.1 Pengasutan dengan terhubung langsung

Dengan isolator pada posisi ON dan kontak-kontak LM dijembatani


oleh tombol aut, kontaktor 415 V bekerja dan daya dibawa ke motor.
Membukanya kontak oleh tombol stop jelas menyela (menginterupsi)
rangkaian penahan.
Kumparan-kumparan beban lebih atau solenoida dalam beberapa hal
menjalankan suatu mekanisme sederhana (untuk kejelasan tidak
diperhatikan) yang memutuskan pengasutan pada nilai arus bebeab lebih
yang telah diterapkan lebih [Link] oli yang disetel dapat dipasang
untuk mencegah pemutusan oleh kenaikanmendadak gelombang untuk
arus asut. Sebagai suatu kemungkinan lain untuk operasi magnetik,

LAPORAN RESMI PRAKTEK DOL | 64 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek DOL
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 7 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

diunakan pelepasan-pelepasan beban lebuh secara panas yang didasarkan


pada prinsip dua logam, terutama dalam ukuran-ukuran yang lebih kecil.
Adalah menarik untuk diperhatikan bahwa tombol-tombol tambahan
untuk pengasutan dirangkaikan pararel dengan kontak-kontak LM,
sedangkan tombol-tombol tambahan untuk stop duhubungkan secara seri
dengan hubungan YY1 terlepas. Untuk sebuah unit jarak jauh dengan
tombol start dan stop yang digabungkan hanya diperlukan tiga kawat.

3. Rangkaian DOL
DOL merupakan metode pengaturan yang paling dasar sekali dalam
dunia kendali-mengendalikan motor. Ada dua rangkaian listrik yang
membentuk dari rangkaian DOL ini :
1. Rangkaian daya yaitu rangkaian yang merupakan jalur tegangan
utama motor bisa 220V, 380V bahkan 6,6 kV dan sebagainya.
Aliran arus ke motor ditentukan oleh kondisi anak kontak dari
kontaktor utama
2. Rangkaian control yaitu rangkaian yang digunakan untuk memutus
atau menyambung aliran arus ke motor melalui anak kontak kontaktor
utama. Kontaktor utama harus mendapatkan tegangan suplai agar anak
kontaknya berubah kondisi. Hal ini dicapai dengan menekan START
atau tertutupnya anak kontak No dari relay kontrol jarak jauh di
rangkaian kontrol. Tegangan yang dipakai biasanya 110VAC.

Yang termasuk diagram daya antara lain:


 Pengama arus beban : sekering / MCB
 Kontak-kontak utama kontaktor magnit
 Kontak-kontak pengaman arus lebih (THOR)
 Terminal-terminal transformator
 Terminal-terminal resistor

LAPORAN RESMI PRAKTEK DOL | 65 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek DOL
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 7 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

 Terminal-terminal inductor
 Terminal-terminal kapasitor kompensasi
 Terminal-terminal belitan motor/beban lainnya.
Sedangkan yang termasuk diagram control antara lain :
 Pengaman arus kontaktor magnit : sekering / MCB (kecil)
 Tombol tekan stop
 Tombol tekan start : tombol kunci start
 Koil konduktor magnit
 Kontak-kontak bantu kontaktor magnit NO, NC
 Kontak-kontak bantu timer NO, NC
 Kontak-kontak bantu TOR
 Lampu Tand

4. Komponen Peralatan Penunjang Rangkaian DOL


Adapun komponen peralatan penunjang pada rangkaian DOL sebagai
berikut:
1. Pengaman (Circuit Breaker)
Pengaman listrik harus selalu diapsang pada setiap panel dengan
urutan pemasangan sebagai berikut : NFB dan MCB. Ketentuan yang
besarnya arus pengaman tidak boleh melebihi arus nominal kabel yang
dipasang pada rangkaian pengendali atau rangkaian pengawatan.

Gambar 5.2 Circuit Breaker


2. Kontak Magnet (Kontaktor)
Kontaktor magnet adalah saklar yang bekerja berdasarkan
elektromagnetis digunakan untuk membuka dan menyambung
rangkaian listrik (load). Kontaktor magnit bekerja untuk merubah
kontak-kontak Normally Open (NO) dan Normally Close (NC). Pada

LAPORAN RESMI PRAKTEK DOL | 66 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek DOL
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 7 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

kontaktor magnet terdapat dua kontak yaitu kontak utama dan kontak
bantu.

Termina
l Kontak Keterangan
a-b Source
1-2
Kontak
3-4 NO
Utama
5-6
13 - 14 NC Kontak
21 - 22 NC Bantu

Gambar 5.3 Komponen Kontaktor

Tabel 5.1 Tabel Komponen


Kontaktor

LAPORAN RESMI PRAKTEK DOL | 67 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek DOL
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 7 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Gambar 5.4 Komponen Gambar 5.5 Komponen


Kontaktor Kontaktor

5. Push Botton
Push button disebut juga dengan saklar tekan atau tombol tekan.
Bekerja pada saat tombol ditekan akan merubah kontak NO menjadi NC
menjadi NO.

Gambar 5.6 Simbol Push Button

Gambar 5.7 Push Button

LAPORAN RESMI PRAKTEK DOL | 68 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek DOL
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 7 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

6. Time Delay
Time Delay adalah saklar penunda waktu yang digunakan sebagai
alat bantu sistim pengendali. Terminal Source terdapat pada nomor 2-7,
Kontak NO pada terminal 1-3 dan 6-8 dan kontak NC terdapat pada
terminal 1-4 dan 5-8.

Gambar 5.8 Komponen Time Delay

7. Thermal Overload Relay


Thermal Over Load Relay adalah peralatan kontrol listrik yang
berfungsi untuk memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih.
Jaringan listrik akan putus bila arus yang melewati lebih besar
dari setting arus Thermal Over Load dengan melalui proses panas yang
terdapat pada relay. Pada saat mereset kembali memerlukan waktu
untuk mengaktifkan kembali karena perlu proses pendinginan
temperature terlebih dahulu.

LAPORAN RESMI PRAKTEK DOL | 69 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek DOL
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 7 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Gambar 5.9 Komponen Thermal Overload Relay

III. METODOLOGI
1. Peralatan
Adapun peralatan yang digunakan dalam praktikum DOL ini akan
ditampilkan sebagai berikut :

No. Nama Spesifikasi Jumlah Keterangan


1. Tang Potong 1 Buah MEKANIK
2. Tang Kombinasi 1 Buah MEKANIK
Tang Cable
3. 1 Buah MEKANIK
Schoon
4. Tang Kerucut 1 Buah MEKANIK
Pisau Potong
5. 1 Buah MEKANIK
(Cutter)
6. Cable Roll 15 m 1 Buah ELEKTRIK
7. Avometer 1 Buah ELEKTRIK
8. Tang meter 1 Buah ELEKTRIK
9. Tespen 1 Buah ELEKTRIK
10 Tachometer 1 Buah ELEKTRIK

LAPORAN RESMI PRAKTEK DOL | 70 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek DOL
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 7 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Tabel 5.2Tabel 5.2 Peralatan DOL

2. Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum akan ditampilkan berikut ini :
No. Nama Spesifikasi Jumlah Keterangan
1. MCB 3 P, 6 A 1 bh MG
1 P, 6 A 1 bh MG
Kontaktor 3 P,25A,
2. coil :220 V 50 1 bh TM
Hz
Auxiliary 2 NO, 2 NC
3. 1 bh TM
contact
Termal
4. 1 bh TM
Overload
Push button NC (stop) 1 bh
5. TM
NO (start) 1 bh
Indicator Merah
6. 1 bh TM
lamp
Hijau 1 bh TM
Terminal Biru
7. 1 bh LEGRAND
block
Mounting
8. 1m TM
rail
19. Bus bar Cu 110X15X3 2m
Cable 2,5 mmsq
10. 2 pak TM
schoon
11. Spiral kabel 1 pak
Cable gland PG 16,PG 21, PG
12. 6 bh TM
29
13. Kabel NYY 5X2,5 4m JEMBO

LAPORAN RESMI PRAKTEK DOL | 71 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek DOL
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 7 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

mmsq
NYAF 1,5 mmsq
10 m
(ht)
14. Baut + Mur M3, M4 4 pak
15. Box panel 600X500X200 1 bh
Motor listrik Star –delta ,5
16. 1 bh
KW
Tabel 5.3 Bahan DOL

3. Prosedur Keselamatan
Adapun prosedur keselamatan dalam praktikum rangkaian seri ini
adalah :
1. Perhatikan setiap langkah kerja yang dikerjakan semua harus sesuai
dengan SOP
2. Memastikan bahwa power dalam keadaan off atau mati
3. Memeriksa semua peralatan dan komponen dalam keadaan aman
digunakan
4. Dilarang bercanda dan bercakap yang tidak ada hubungannya dengan
modul praktikum selama melakukan pekerjaan rangkaian
5. Memanggil instruktur bengkel atau laboratorium sebelum mengecek
hasil praktikum

4. Langkah Kerja
Adapun langkah kerja yang akan dilakukan pada praktikum ini antara
lain:
1. Periksa semua komponen pada panel, dan yakinkan bahwa komponen
dalam keadaan baik.
2. Pelajari gambar rangkaian control dan rangkaian daya, jika kurang
mengerti tanyakan kepada instruktur.

LAPORAN RESMI PRAKTEK DOL | 72 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek DOL
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 7 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

3. Lakukan pengawatan pada panel untuk system Direct On Line Starter


sesuai dengan diagram rangakain daya dan diagram rangkaian control
yang telah diberikan dalam buku praktikum.
4. Periksakan pada instruktur apakah pengawatan pada panel yang telah
saudara lakukan adalah benar, aman dan sesuai aturan sebelum
dihubungakan ke sumber tegangan, termasuk sambungan ke beban
yaitu motor listrik 3 phase.
5. Yakinkan dan cek ulang sekali lagi pengawatan tersebut.
6. Setelah yakin sebelum di coba periksa lagi tentang safety listrik yang
akan di coba.
7. Setelah yakin benar, maka masukkan sumber tegangan listrik untuk test
rangkaian control dan setelah itu mengoperasikan trangkaian daya.

IV. DATA HASIL PRAKTIKUM


1. Hasil Praktikum

LAPORAN RESMI PRAKTEK DOL | 73 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek DOL
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 7 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

NO PENGUJIAN ADA TIDAK ADA


1 Hubungan Singkat
[Link] dengan Phasa
L1 - L2 √
L1 – L3 √
L2 – L3 √
b. Phasa dengan Netral
L1 – N √
L2 – N √
L3 - N √
c. Phasa dengan Proteksi
Pentanahan
L1 – PE
L2 – PE
L3 –PE
2 Connection
[Link] Daya – Sumber √
[Link] Kontrol – Sumber √
Tabel 5.4 Hasil Praktikum

N THERMAL OVERLOAD KONDISI MOTOR


O

1 Tidak bekerja ON

2 Bekerja OFF

Tabel 5.5 Hasil Praktikum

NO. I START I NOMINAL N


(A) (A) (RPM)

LAPORAN RESMI PRAKTEK DOL | 74 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek DOL
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 7 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

1. 4,3 3,2 1491,8


Tabel 5.6 Hasil Praktikum

V. ANALISA
Pada praktikum ini, kami merangkai suatu rangkaian daya dimana
rangkaian ini akan dihubungkan dengan motor dan untuk selanjutnya disebut
rangkaian kontrol. Sebelum dihubungkan dengan motor, rangkaian daya
terlebih dahulu diamati untuk mengetahui apakah ada hubungan singkat atau
tidak.
Dari table data hasil pengujian yang diperoleh menunjukkan tidak adanya
hubungan singkat antara phasa dengan phasa, phasa dengan netral, phasa
dengan proteksi pentanahan, yang berarti rangkaian system direct online
tersebut aman digunakan. Dan koneksi antara Rangkaian Daya-Sumber dan
Rangkaian Kontrol-Sumber telah terpasang dengan baik karena berdasarkan
hasil pengujian menunjukkan ada hubungan.
Dari data hasil pengukuran arus start lebih besar dari arus nominal karena
pada saat start awal motor ini memilki torque yang besar sehingga daya yang
dibutuhkan untuk awal penyalaan juga besar sehingga arus pada sat start juga
lebih besar.

VI. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari praktikum DOL yakni :

LAPORAN RESMI PRAKTEK DOL | 75 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek DOL
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 7 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Berdasarkan dari percobaan yang telah dilakukan dapat diambil


kesimpulan bahwa sebelum melakukan penyalaan terhadap motor listrik ,
semua rangkaian baik rangkaian control maupun rangkaian daya harus di
periksa terlebih dahulu untuk menghindari kemungkinan adanya hubungan
singkat yang mungkin dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan, selain
itu untuk menghindari pengaktifan langsung melalui rangkaian daya motor
listrik dapat diaktifkan dengan rangkaian control yang dapat diaktifkan dari
jarak jauh dengan memanfaatkan kontaktor.

[Link] PERCOBAAN
1. Sebutkan Peratauran-peraturan tentang pemasangan motor listrik !
2. Sebutkan persyaratan pemasangan saklar/pemutus pada motor listrik !
3. Jelaskan name plat pada motor 3 phasa yang ada lab reparasi listrik !
4. Apa keuntungan dan kerugian sistem DOL starter pada motor ?
5. Jelaskan langkah-langkah pemilihan motor untuk pemasangan pada
lab/pabrik baru
6. Jelaskan komponen yang ada pada panel DOL dan jelaskan cara
pemilihan komponen tersebut !

JAWABAN :
[Link] dan kerugian DOL starter yakni :
a. Keuntungan dari DOL starter :
Sistem lebih sederhana, karena langsung menghubungkan sumber
dengan beban. Karena sistem ini menggunakan hubungan star, maka
arus start lebih rendah.
b. Kerugian dari DOL starter :
Karena sistem ini menggunakan hubungan star, maka torque pada saat
start [Link] untuk motor dengan daya rendah.

LAPORAN RESMI PRAKTEK DOL | 76 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek DOL
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 7 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

DAFTAR PUSTAKA

Modul listrik, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Hendro Agus Widodo.,


SST.,MT
Soedjana Sapiie, Pengukuran dan Alat-Alat ukur [Link] Paramita.J akarta
1994.

LAPORAN RESMI PRAKTEK DOL | 77 |


LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNIK LISTRIK
“MOTOR BERGANTIAN”

Disusun Oleh :
HANIK INDAH KHAFIDYANA (0515040045)

NOVENDI AFIADIN (0515040056)

KERIN NOVA DIANTI (0515040063)

PROGRAM STUDI TEKNIK KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
SURABAYA
2016
Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

PRAKTIKUM TEKNIK LISTRIK


MOTOR BERGANTIAN

I. TUJUAN
Adapun tujuan pada praktikum ini sebagai berikut:
1. Tujuan Instruksional Umum:
Mahasiswa diharapkan dapat mempraktekkan rangkaian control dan
proteksi motor dengan benar sesuai dengan peraturan PUIL yang berlaku.
2. Tujuan Instruksional Khusus:
Mahasiswa dapat melakukan kegiatan membuat, memasang, mencoba,
dan membongkar Miling System Panel Starter secara benar.

II. DASAR TEORI


1. Kontaktor
A. Definisi
Kontaktor adalah peralatan elektromekanik yang dapat berfungsi
sebagai penyambung dan pemutus rangkaian yang dan dapat
dikendalikan dari jarak jauh. Cara kerja pergerakan kontak–kontaknya
terjadi karena adanya gaya elektromagnetik yang ditimbulkan oleh koil
kontaktor karena disupply tegangan.
B. Bagian Utama Kontaktor
Bagian utama kontaktor terdiri dari 3 bagian yaitu koil kontaktor,
kontak utama dan kontak Bantu. Sedangkan menurut kerjanya, kontak
Bantu pada kontaktor dibedakan menjadi 2 macam, yaitu : Normally
Open (NO) dan Normally Close (NC). Adapun mengenai penomoran
kontak–kontak pada kontaktor adalah sebagai berikut :
 Penomoran kontak utama adalah :1 – 2, 3 – 4, dan 5 – 6.
 Penomoran pada kontak Bantu adalah :
a. *1 - *2 untuk NC, contohnya 11 – 12, 21 – 22, 31 – 32 dst
b. *3 - *4 untuk NO, contohnya 13 – 14, 23 – 24, 33 – 34 dst
C. Konstruksi Kontaktor

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 79 |


Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

A1 1 3 5 13 11

A2 2 4 6 14 12
Gambar 6.1. Konstruksii Kontaktor
Keterangan :
A1 – A2 : Koil Kontaktor
1 – 2, 3 – 4, 5 – 6 : Kontak Utama
13 – 14 : Kontak Bantu Normally Open (NO)
11– 12 : Kontak Bantu Normally Close (NC)

2. Pemakaian Milling System Panel Starter


Sistem ini sangat tepat, efektif dan sering dipakai aplikasi di industri
penghancuran batu gunung menjadi kerikil yang kecil-kecil, pada proses
ini motor akan menggerakkan silo-silo untuk menghancurkan batu-batu
tersebut. Pada mulanya motor 1 berputar kemudian selang beberapa saat
motor-2, kemudian beberapa saat lagi motor 3 juga akan bekerja dengan
delay yang telah di setting. Motor listrik biasanya mempunyai data
spesifikasi sebagai berikut:
 Rated Daya : 1 - 15 kw
 Rated Tegangan : 220/380 volt
 Rated Frekuensi : 50/60 Hz
 Rated Ampere : 5 – 25 Ampere
 Cos φ : 0,6 – 0,8
 Connection : star ( Y)
Sistem ini tepat dipakai untuk digunakan pada industri di darat, yaitu
pada proses ban berjalan ( belt-conveyor) seperti elevator atau unutk
pemilihan barang sesuai dengan ukuran.

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 80 |


Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

III. METODOLOGI
1. Peralatan
No Nama Spesifikasi Jumlah Keterangan
1 Tang Potong 1 Buah MEKANIK
2 Tang Kombinasi 1 Buah MEKANIK
3 Tang Cable Schoon 1 Buah MEKANIK
4 Tang Kerucut 1 Buah MEKANIK
5 Pisau Potong (Cutter) 1 Buah MEKANIK
6 Obeng + , - 1 Buah MEKANIK
7 Kikir 1 Buah MEKANIK
8 Kunci Inggris 1 Buah MEKANIK
9 Palu 1 Buah MEKANIK
10 Cable Roll 15 m 1 Buah MEKANIK
11 Penitik 1 Buah MEKANIK
12 Penggores 1 Buah MEKANIK
13 Penggaris 1 Buah MEKANIK
14 Solder 220 V, 40 W 1 Buah ELEKTRIK
15 Hand Bor 220 V, 300 W 1 Buah ELEKTRIK
16 Multitester 1 Buah ELEKTRIK
17 Insulation Tester 1 Buah ELEKTRIK
18 Tespen 1 Buah ELEKTRIK
Tabel 6.1 Peralatan Motor Bergantian
2. Komponen
No Nama Spesifikasi Jumlah Keterangan
1 ELCB In : 40A ,IAN :30A 1 bh MG
2 MCB 3 P, 6 A 1 bh MG
1 P, 6 A 1 bh MG
3 Kontaktor 3 P,25A,coil :220 V
1 bh TM
50 Hz
4 Auxiliary contact 2 NO, 2 NC 1 bh TM

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 81 |


Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

5 Termal Overload 1 bh TM
6 Push button NC (stop) 1 bh
TM
NO (start) 1 bh
7 Indicator lamp Merah 1 bh TM
Hijau 1 bh TM
8 Terminal block Krem 20 bh LEGRAND
Biru 8 bh LEGRAND
Kuning-hijau 8 bh LEGRAND
9 Mounting rail 1m TM
10 Bus bar Cu 110x15x3 2m
11 Cable schoon 2,5 mm² 2 pak TM
12 Isolator bus bar 110 x15 x 3 5 bh LEGRAND
13 Spiral kabel 1 pak
14 Cable gland PG 16,PG 21, PG 29 6 bh TM
15 Kabel NYY 5x2,5 mm² 4m JEMBO
NYAF 1,5 mm² (ht) 10 m
16 Baut + Mur M3, M4 4 pak
17 Box panel 600 x 500 x 200 1 bh
18 Motor listrik Asynkron 3 P ,5 KW 1 bh
19. timer On-delay 2 bh OMRON
Tabel 6.2 Komponen Motor Bergantian

3. Prosedur Kerja
Adapun langkah-langkah kerja pada praktek ini adalah :
1. Periksa semua komponen pada panel dan yakinkan bahwa komponen
dalam keadaan baik.
2. Pelajari gambar rangkaian control dan rangkaian daya, jika kurang
mengerti tanyakan pada instruktur.

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 82 |


Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

3. Lakukan pengamatan pada panel untuk system milling sesuai dengan


diagram rangkaian daya dan diagram rangkaian control yang telah di
berikan dalam buku praktikum.
4. Periksakan pada instruktur apakah pengawatan pada panel yang telah
saudara lakukan adalah benar, aman sesuai dengan aturan, termasuk
sambungan ke beban yaitiu motor listrik 3 fase.
5. Yakinkan dan cek ulang sekali lagi pengawatan tersebut.
6. Setelah yakin sebelum di coba periksa lagi tentang safety listrik yang
akan di coba.
7. Setelah yakin betul, maka masukkan sumber tegangan listrik untuk tes
rangkaian control dan setelah itu mengoperasikan rangkaian daya.

4. Prosedur Keselamatan
Adapun prosedur keselamatan dalam praktikum rangkaian seri ini adalah :
6. Perhatikan setiap langkah kerja yang dikerjakan semua harus sesuai
dengan SOP
7. Memastikan bahwa power dalam keadaan off atau mati
8. Memeriksa semua peralatan dan komponen dalam keadaan aman
digunakan
9. Dilarang bercanda dan bercakap yang tidak ada hubungannya dengan
modul praktikum selama melakukan pekerjaan rangkaian
10. Memanggil instruktur bengkel atau laboratorium sebelum
mengecek hasil praktikum.

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 83 |


Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

11. Gambar Rangkaian


a. Rangkaian daya

Gambar 6.2. Rangkaian Daya

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 84 |


Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

b. Gambar Rangkaian Daya

Gambar 6.3. Rangkaian Daya

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 85 |


Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

IV. ANALISA
1. Hasil Praktikum
No Pengujian Ada Tidak ada
1 Hubungan Singkat
[Link] dengan Phasa
L1 - L2 √
L1 – L3 √
L2 – L3 √
b. Phasa dengan Netral
L1 – N √
L2 – N √
L3 - N √
c. Phasa dengan Proteksi Pentanahan
L1 – PE √
L2 – PE √
L3 –PE √
2 Connection
a. Rangkaian Daya – Sumber √
b. Rangkaian Kontrol – Sumber √
Tabel 6.3 Hasil Praktikum

No. Thermal Overload Kondisi Motor

1 Tidak bekerja ON

2 Bekerja OFF

Tabel 6.4 Hasil Praktikum

No. Kondisi S2 Kondisi timer Kondisi Motor Keterangan


Motor tidak
1 terbuka Tidak bekerja Tidak bekerja
berputar
2 tertutup Bekerja Bekerja Motor 1 berkerja,

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 86 |


Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

selang 8 detik
motor 2 bekerja
Tabel 6.5 Hasil Praktikum

STARTING RUNNING PUTARAN


M1 (A) M2 (A) M1 (A) M2 (A) M1 M2
2,9 6,6 2,8 1,2 1499 1496
Tabel 6.6 Hasil Praktikum
Sumber : Hasil Praktikum

2. Analisa data
Berdasarkan tabel 6.3 diatas kita dapat mengetahui ada tidaknya
hubung singkat pada pengujian phase dengan phase, phase dengan netral,
dan hase dengan proteksi pentanahan. Dapat kita lihat bahwa untuk
pengujian phase dengan phase L1 – L2, L1 – L3, dan L2 – L3 berturut –
turut tidak ada hubung singkat. Sedangkan untuk pengujian phase dengan
netral L1 – N, L2 – N, dan L3 –N juga berturut – turut tidak ada hubung
singkat.
Selain itu, berdasarkan tabel 6.3 diatas kita juga dapat mengetahui hasil
pengujian connection rangkaian daya – sumber dan rangakaian kontrol –
sumber. Berdasarkan pengujian yang teah dilakukan sebagaimana telah
disajikan data hasil pengujiannya pada tabel 6.3 didapatkan hasil bahwa
untuk pengujian rangkaian daya – sumber dan rangkaian kontrol – sumber
berturut – turut ada connection keduanya.
Dari tabel hasil pengujian menunjukkan semua instalasi sudah
terpasang dengan baik karena tidak ada hubungan singkat baik antara fase
dengan netral, fase dengan pembumian mapun netral dengan pembumian.
Berdasarkan tabel 6.4 kita dapat mengetahui bahwa pada kondisi S2
terbuka sebelum operasional, kondisi timer off dan kondisi motor off.
Sedangkan pada kondisi S2 tertutup setelah operasional, kondisi timer on
dan kondisi motor on

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 87 |


Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Berdasarkan tabel 6.5 kita dapat mengetahui bahwa pada percobaan


dengan kondisi S2 terbuka maka timer dan motor tidak bekerja, sehingga
motor tidak dapat bergerak, sebaliknya pada kondisi S2 tertutup timer dan
motor dapat bekerja, pada motor 1 bergerak 8 detik setelah motor 2
bekerja
Berdasarkan tabel 6.6 kita dapat mengetahui bahwa pada saat thermal
overload tidak bekerja, maka kondisi motor dalam keadaan ON. Disisi
lain, thermal overload dalam keadaan bekerja, maka kondisi motor akan
OFF.

V. TUGAS PERCOBAAN
1. Buat urutan cara mengoperasikan dan mematikan diagram rangkaian
sistem Milling !
2. Buat estimasi harga perencanaan dan pembuatan panel tersebut !
3. Sebutkan langkah-langkah sebelum merancang sebuah kontrol panel
milling
4. Apa kegunaan dari sistem Milling pada motor yang saudara ketahui ?
5. Bagaimana cara mengubah putaran motor 3 phase AC dari sistem tersebut
bila diketahui pada nameplate 1500 rpm akan dirubah sesuai dengan
kebutuhan yaitu: 750 rpm dan 350 rpm ?
6. Buat dan gambarkan deain sistem pada pernyataan nomor.4 !
7. Buat rangkaian control jika timer dalam keadaan off tetapi motor masih
kerja !
8. Apa kesimpulan yang dapat saudara peroleh dari percobaan diatas ?

Jawaban :
1. Cara mengoperasikan dan mematikan diagram rangkaian Milling sistem :
a. Posisikan MCB 1 fasa dan 3 fasa pada posisi ON.
b. Tekan S2 sehingga K1 bekerja dan timer 1 menyebabkan motor 1
berputar, setelah T1 bekerja beberapa detik, T2 akan bekerja dan
menyebabkan K2 bekerja dan motor 2 akan berputar, setelah T2 bekerja

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 88 |


Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

beberapa detik dan menyebabkan K3 bekerja dan motor 3 akan


berputar.
c. Tekan S1 untuk mematikan dan posisikan MCB 1fasa dan 3 fasa pada
posisi OFF.
d. Dengan bekerjanya K1 dan K2 menyebabkan motor berputar dengan
hubungan delta.
e. Kemudian tekan S1 untuk mematikan rangkaian kemudian atur MCB 1
fasa dan 3 fasa pada posisi OFF.
2. Estimasi Biaya
Nama Alat Spesifikasi Harga Satuan Total Harga
3 P, 6 A Rp Rp

62.350,- 62.350,-
MCB
1 P, 6 A Rp Rp

12.325,- 12.325,-
Kontaktor 3P, 25A, coil : Rp Rp 1.196.250,-
220 V 50 Hz
398.750,-
Auxiliary 2 NO, 2 NC Rp Rp
contact
50.000,- 100.000,-
Thermal Rp 115.000,- Rp 115.000,-
overload
NO (start) Rp 7.250,- Rp 7.250,-
Push Button
NC (start) Rp 7.250,- Rp 7.250,-
Indicator Merah Rp 7.250,- Rp 7.250,-
Lamp Hijau Rp 7.250,- Rp 7.250,-
Krem Rp 4.000,- Rp 80.000,-
Terminal
Biru Rp 7.000,- Rp 84.000,-
Block
Kuning-hijau Rp 7.000,- Rp 84.000,-

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 89 |


Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Mounting rail Type no 6385 600 Rp 7.250,- Rp 7.250,-


mm
Bus bar Cu 110 x 15 x 3 Rp 17.400,- Rp 24.800,-
Cable schoon 2,5 mmsq Rp 2.400,- Rp 4.800,-
Spiral kabel 110 x 15 x 3 Rp 5.250,- Rp 5.250,-
Cable gland Rp 3.625,- Rp 21.750,-
NYY 5 x 2,5 Rp 2.900,- Rp 11.600,-
mmsq
Kabel
NYAF 1,5 Rp 2.900,- Rp 29.000,-
mmsq(ht)
Baut + Mur M3, M4 Rp 500,- Rp 2.000,-
Box Panel 600x500x200 Rp 997.600,- Rp 997.600,-
Timer Omron Rp 250.000,- Rp 500.000,-
TOTAL Rp 3.562.475,-
3. Langkah-langkah sebelum merancang kontrol panel milling adalah dengan
memepersiapkan terlebih dahulu alat-alat yang akan digunakan agar dalm
proses pengerjaan tidak mengalami gangguan.
4. Kegunaan :
a. Dapat digunakan untuk mengontrol beberapa motor yang berputar
secara bersamaan.
b. Bekerjanya motor 1 dan motor 2 bisa diatur melalui timer.
5. Mengubah putaran motor menjadi 3 phase dapat dilakukan dengan cara
6. Desain Gambar

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 90 |


Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

7. Gambar rangkaian kontrol jika timer dalam keadaan off tetapi motor masih
kerja adalah sebagai berikut :

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 91 |


Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Untuk mengatur penyalaan motor pada milling system dapat di gunakan


delay timer yang dapat di setting menurut [Link] untuk proteksi
pada motor dapat digunakan alat pengaman yaitu thermal overload, alat ini
akan memutuskan arus ketika terjadi panas berlebih atau terjadi hubungan
singkat

VI. KESIMPULAN
Berdasarkan dari percobaan yang telah dilakukan maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut:

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 92 |


Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

1. Pada pengukuran untuk hubungan singkat antara phasa dengan phasa,


phasa dengan netral dan phasa dengan proteksi pentanahan tidak terjadi
hubung singkat. Hal ini sangat baik karena sebelum dilakukan percobaan
dapat mengetahui ada tidaknya hubungan singkat atau tidak pada
rangkaian milling sistem, karena jika ada hubungan singkat sangat
berbahaya saat percobaan.
2. Pada koneksi antara rangkaian daya dengan sumber dan rangkaian control
dengan sumber terjadi hubungan, hal ini sangat baik karena agar milling
sistem ini dapat berjalan maka harus tersambung dengan sumber, baik itu
rangkaian daya maupun control.
3. Pada saat S2 atau tombol start terbuka, timer dan mesin tidak berjalan atau
dalam keadaan mati
4. Kontrol time delay pada sistem start Milling tidak hanya menggunakan
timer tetapi juga oleh kontaktor.
5. Semua komponen yang digunakan pada praktikum berjalan normal.

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 93 |


Nama : Praktek Motor
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI
praktek Bergantian
SURABAYA
Tanggal : 14 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

DAFTAR PUSTAKA

Electrical Handbook Vol. I dan Vol. II


Handbook Pelatihan Kontrol Motor PT Freeford
Instalasi Motor-motor Listrik Jilid 1 1999
LIPI PUIL Jakarta 1987
Modul listrik, Hendro Agus Widodo.,SST.,MT Politeknik Perkapalan Negeri
Surabaya
PEDC Bandung, Cource Note Bengkel Listrik Semester II
PEDC Bandung, Rancangan Listrik Semester III & IV 1986
PEDC Bandung, Course Note Bengkel Listrik Semester VI 1986
Soedjana Sapiie, Pengukuran dan Alat-Alat ukur [Link] Paramita.J akarta
1994

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 94 |


LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNIK LISTRIK
“GROUNDING”

Disusun Oleh :
RIZKI DWI PRAPTIWI (0514040070)
AGHNIA UYUN (0514040081)
KHARIZA AMALIA (0514040085)
KHOIRUL ABROR (0514040091)

PROGRAM STUDI TEKNIK KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
SURABAYA
2016
Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Grounding
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 18 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

I. TUJUAN
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah :
1. Mahasiswa mampu mengoperasikan peralatan ukur listrik tanah dengan
benar sesuai dengan SOP
2. Mahasiswa mampu melakukan pengukuran resistansi tanah dan
menentukan jenis tanah untuk pentanahan

II. DASAR TEORI


Pentanahan merupakan salah satu faktor penting dalam proteksi keselamatan
listrik. Pentanahan atau pembumian baik pada instalasi listrik maupun proteksi
petir harus diperhitungkan dan diklakukan sesuai dengan persyaratan yang
berlaku. Besar tahanan tanah maksimum yang dipersyaratkan adalah 5 Ώ. Jenis
tanah yang berbeda akan memberikan besar tahanan yang berbeda pula. Ketentuan
bentuk dan ukuran electrode dapat dilihat pada PUIL 2000 Bag.3.18.

Tabel 2.1 Ketentuan bentuk dan ukuran electrode


1 2 3 4 5 6 7
Jenis tanah Tanah Tanah Tanah Tanah Pasir Tanah
rawa liat dan pasir basah dan berbatu
tanah kerikil
ladang kering
Resistansi jenis 30 100 200 500 1000 3000
(ohm-m)

Pengukuran tahanan tanah diperlukan untuk menentukan lokasi dan


kelayakan pentanahan. Tahanan pentanahan diukur dengan arus bolak-balik.
Misalkan tegangan bolak-balik Vo ditempatkan antara dua electrode pentanahan
P1 dan P2 yang mempunyai jarak lebih dari 10 m satu dengan yang lainnya.
Seperti diperlihatkan dalam gambar 1 (a). Pada saat ini potensial pada setiap titik
dibawah tanah antara P1 dan P2 diukur dengan electrode Bantu P3, seperti yang

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 96 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Grounding
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 18 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

diperlihatkan pada gambar 1 (b). Dekat pada electrode P1 atau P2, potensial
berubah dengan cepat ,akan tetapi agak jauh diantaranya hamper-hampir tetap.
Bila P3 ditempatkan pada daerah dengan potensial konstan ini ,dan perbedan
potensial antara P1 dan P3, dan antara P2 dan P3, masing-masing dinyatakan
sebagai V1 dan V2, Maka tahanan-tahanan pentanahan dari P1 dan P2 diberikan
dengan :
V1 V2
;
R1 = I R2 = I
(1)

Vs

A
V

P1 P2 P3

Gambar. 1 (a)

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 97 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Grounding
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 18 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

V1 Vo

Gambar. 1 (b)

III. METODOLOGI
III.1 Peralatan Praktikum
Adapun perlatan yang digunkan pada praktikum ini antara lain:
1. Earth Resistance Tester (1 buah )
2. Meteran

III.2 Prosedur Keselamatan


Adapun prosedur keselamatan yang harus diperhatikan dalam praktikum ini
antara lain:
11. Perhatikan setiap langkah kerja yang akan saudara kerjakan semua harus
sesuai dengan SOP (Standar Operasi Prosedur)
12. Sebelum merangkai pastikan power dalam keadaan off atau mati
13. Periksa semua alat dan komponen dalam keadaan aman digunakan
14. Dalam melakukan pekerjaan rangkaian dilarang bercanda dan bercakap-
cakap yang tidak ada hubungannya dengan modul praktikum.
15. Sebelum mencoba pastikan dicek dahulu dengan menghubungi instruktur
bengkel/laboratorium.

III.3 Prosedur Kerja


Adapun langkah-langkah kerja yang akan dilakukan pada praktikum ini
antar lain:
1. Menyusun rangkaian sesuai dengan gambar rangkaian percobaan.
2. Menunjukan kepada instuktur apakah rangkaian yang telah di buat telah
benar.
3. Penyambungan kabel

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 98 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Grounding
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 18 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

 Sambungan kabel merah, kuning, dan hijau ke terminal C,P, dan E


dengan menggunakan elektroda bantu C1 dan P1 di tancapkan ke
tanah dengan tegas lurus dan jauh dari bangunan serta benda yang
ada dibawah tanah
4. Mengecek tegangan tanah
 Sambungkan kabel ( E dan P ) dan atur posisi pengukuran di
tegangan tanah
 Tekan tombol TEST dan lihat hasil tengan tanah di LCD
5. Mengukur resistensi tanah
 Sambungkan kabel ( E,P, dan C ) dan atur posisi pengukuran di
posisi Ω.
 Sambungkan penjepit dari masing-masing kabel secara bersamaan
dan tekan tombol TEST . saat pembacaan telah stabil, tekan
tombol ZERO untuk mengembalikannya ke angka nol.
 Sambungkan kabel ( E,P, dan C ) ke E1, P1, dan C1 kemudian lihat
hasl resisten di LCD.
 Jika LCD menunjukkan hasil HΩ itu berarti kabel terputus atau
hasil resisten tanah terlalu tinggi
III.4 Gambar kerja

Merah

Kuning

Hijau
E P C

RE

5 m 5-10 m

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 99 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Grounding
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 18 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

IV. ANALISA
IV.1 Hasil Praktikum
Tabel 4.1 Hasil Praktikum
Hasil Pengukuran (Ω)
No. Lokasi
1 2 3

1 Eu ( utara ) 1,88 1,84 1,79

2 Et ( tengah ) 2,64 2,66 2,48

3 Es (selatan ) 2,37 2,37 2,35

4 Eu & Et 1,62 1,66 1,65

5 Eu & Es 1,37 1,36 1,42

6 Et & Es 1,77 1,82 1,78

7 Eu, Et, & Es 1,18 1,13 1,15

Depan Laboratorium
8 3,14 3,2 2,69
Pneumatik

Sumber: Hasil Praktikum 2014

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 100 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Grounding
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 18 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

IV.3 Analisa
Dari data yang diperoleh dari hasil pengukuran tahanan tanah, Et memiliki
tahanan tanah rata-rata paling besar karena struktur tanah di bagian paling utara
ini berupa tanah agak kering, sedangkan untuk Es memiliki besar rata-rata tahanan
tanah yang kecil, karena pada daerah ini tanahnya basah.
Besar tahanan tanah akan semakin kecil bila elektrode tanah dihubungkan
secara paralel dengan elektrode yang lain, hal ini dapat dibuktikan dari hasil
pengukuran untuk Eu di paralel dengan Es, Eu diparalel dengan Et, Et diparalel
dengan Es, Eu diparalel dengan Et dan Es,
Eu > Eu & Es ; Eu > Eu & Et ; Eu > Eu & Es & Et ; Et > Eu & Et ; Et >
Et & Es ; Et > Eu & Et & Es ; Es > Eu & Es ; Es > Et & Es ; Es > Eu & Et &
Es. Hasil tahanan tanah pada electrode yang dihubungkan paralel lebih kecil bila
di bandingkan dengan hasil pengukuran tahanan tanah pada elektrode yang tidak
di hubungkan, dan bila ketiga elektrode tersebut di hubungkan pararel ketiga-
tiganya maka hasil pengukuran tahanan tanah lebih kecil bila dibandingkan
dengan tahanan tanah yang elektrodenya hanya dua elektrode yang di paralel.
Sehingga semakin banyak elektrode yang dihubungkan maka tahanan tanahnya
semakin kecil dan tahanan tanah terbesar pada elektroda yang tidak dihubungkan.

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 101 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Grounding
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 18 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

IV.4 Soal Latihan


1. Analisa hasil pengukuran anda ,apakah telah memenuhi persyaratan dan
factor –faktor apa saja yang memungkinkan mempengaruhi besarnya
tahanan (resistansi ) tanah !
2. Bagaimana perkiraan pengaruh jenis tanah terhadap tahanan jenis
(resistivitas) tanah ,menurut PUIL 2000!
3. Sebukan jenis elektroda pentanahan apa saja yang anda ketahui !

JAWABAN
1. Dari data hasil percobaan yang telah dilakukan telah memenuhi
persyaratan karena besar tahanan tanah yang diperoleh di bawah nilai
maksimal yang di ijinkan yaitu 5 ohm.
Faktor-faktor yang memungkinkan mempengaruhi besarnya tahanan
(resistansi ) tanah adalah :
~ jenis tanah
~ kandungan air dalam tanah
~ electrode yang dipakai

2. Perkiraan pengaruh jenis tanah terhadap tahanan jenis tanah, menurut


PUIL 2000 adalah sebagai berikut :
1 2 3 4 5 6 7
Jenis Tanah Tanah liat Tanah Tanah Pasir dan Tanah
tanah rawa & tanah pasir basah kerikil berbatu
ladang kering
Resistans 30 100 200 500 1000 3000
jenis (Ω-
m)

3. Jenis-jenis elektroda antara lain:

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 102 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Grounding
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 18 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

1. Elektrode pita ialah elektrode yang dibuat dari penghantar berbentuk


pita Atau berpenampang bulat, atau penghantar pilin yang pada
umumnya ditanam secara [Link] ini dapat ditanam sebagai
pita lurus, radial, melingkar, jala-jala atau kombinasi dari bentuk
tersebut yang ditanam sejajar permukaan tanah dengan dalam antara
0,5 – 1.0 m.
2. Elektrode batang ialah elektrode dari pipa besi, baja profil, atau batang
logam lainnya yang dipancangkan ke dalam tanah.
3. Elektrode pelat ialah elektrode dari bahan logam utuh atau berlubang
Pada umumnya elektrode pelat ditanam secara dalam.

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 103 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Grounding
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 18 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

[Link]
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan
sebagai berikut:
1. Besar tahanan tanah tergantung dari jenis tanah. Semakin banyak air yang
terkandung dalam tanah semakin kecil tahanan tanahnya yang berarti
semakin baik pula tanah tersebut untuk pembumian instalasi penangkal
petir suatu bangunan.
2. Bila jumlah elektode tanah yang dihubungkan secara paralel semakin
banyak maka tahanan tanah juga semakin kecil
3. Tahanan tanah terbesar pada elektroda yang tidak dihubungkan

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 104 |


Nama : Praktek
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Grounding
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 18 Juni 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

DAFTAR PUSTAKA

Antonius Lipsmeir, Adolf Teml, Friedrich Taballenbuch Elektrothechnik


Elektronik, 1989, Bronner and Daentler K. G, Germany.
Horst Dieter Tolle-Erhard Vop, Technical Drawing for Electrical Engineering,
1984, GTZ GmbH, Germany.
P. Van Harten, E Setiawan, Instalasi Arus Kuat 2, 1985, Penerbit Bina Cipta,
Bandung.
Tim revisi PUIL 2000, Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000, LIPI, Jakarta.

LAPORAN RESMI PRAKTEK MOTOR BERGANTIAN | 105 |


LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNIK LISTRIK
“PANEL DISTRIBUSI”

Disusun Oleh :
RIZKI DWI PRAPTIWI (0514040070)
AGHNIA UYUN (0514040081)
KHARIZA AMALIA (0514040085)
KHOIRUL ABROR (0514040091)

PROGRAM STUDI TEKNIK KESELAMATAN DAN


KESEHATAN KERJA
POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
SURABAYA
2016
Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

I. TUJUAN
Adapun tujuan pada praktikum ini antara lain:
1. Mahasiswa mampu merencanakan, memasang, dan memperbaiki panel
distribusi dan instalasi tegangan rendah.
2. Mahasiswa diharapkan dapat melakukan perhitungan beban listrik.
3. Mahasiswa mampu memahami peralatan/komponen panel dan mengetahui
fungsi masing-masing komponen.

II. DASAR TEORI


II.1 Komponen Panel Distribusi Tenaga Listrik
Panel distribusi tenaga listrik berfungsi sebagai sistem pendistribusian
tenaga listrik yang dihasilkan oleh sumber PLN dan atau diesel generator set.
Panel distribusi terdiri dari berbagai peralatan listrik yang difabrikasi /
diinstalasi menjadi rangkaian kontrol dan proteksi terhadap sumber tegangan
dan beban, dengan komponen / peralatan listrik sebagai berikut:
a. Box Panel / Almari Panel
Rumah panel : yaitu tempat / almari panel distribusi listrik yang di
dalamnya terpasang peralatan listrik. Berdasarkan lokasi instalasi dan
kondisi lingkungan sekitar, almari panel ini harus di desain agar dapat
memberikan perlindungan terhadap benda asing / debu dan air, dengan
menentukan tingkat perlindungannya IP (DIN 40 050, IEC Publ. 144).
Kode IP disertai dua angka, angka pertama menunjukkan perlindungan
terhadap sentuhan dan benda padat, angka kedua menunjukkan
perlindungan terhadap benda cair.

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 107 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Gambar 2.1. Almari panel distribusi


b. Indikator dan Metering
Pada panel dibutuhkan peralatan / instrument yang dipasang untuk
melakukan monitoring kelistrikan yang ada. Suatu panel distribusi listrik
umumnya dipasang metering yang standart yaitu : Ampere meter,
Voltmeter, Kw meter, Frekuensi meter, Cos phi meter, dan untuk panel
generator set yang bekerja paralel digunakan Zero volt meter, Double
volt meter, dan synkronoskop, dan juga dilengkapi dengan indikator
lampu (pilot lamp).

Dalam pemasangan Ampere meter, Kw meter, Cos phi meter


dibutuhkanCurrent Transformer (CT) yang bekerja dengan perbandingan
arus sekunder 5 A. untuk pemggunaan volt meter digunakan Vss (Volt
selector switch) untuk mengatur pembacaan sesuai kebutuhan (mis. :
phase – netral atau phase – phase).

c. Circuit Breaker
Panel distribusi membutuhkan peralatan listrik yang berfungsi sebagai
pengaman terhadap terjadinya gangguan yang disebabkan oleh hubung
singkat (short circuit) dan pembebanan yang melebihi kapasitas arus
yang terjadi secara cepat (over loading), keandalan dari suatu breaker
ditentukan dari kecepatan memutus jika terjadi gangguan dan
kemampuan untuk menahan arus hubung singkat secara cepat. Dalam

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 108 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

panel distribusi tegangan rendah terdiri dari bermacam – macam breaker


sesuai dengan kapasitasnya yaitu antara lain : miniature circuit breaker
(MCB), moulded circuit breaker (MCCB), no fuse breaker (NFB), NT
fuse, air blast circuit breaker (ACB), yang mempunyai berbagai kutub
dari satu sampai empat kutub. Dalam mamilih kutub circuit breaker, hal –
hal yang harus dipertimbangkan adalah:
 Karakteristik sistem dimana circuit breaker tersebut dipasang.
 Kebutuhan akan kontinuitas pelayanan sumber daya listrik.
 Aturan dan standar proteksi yang berlaku.
1.1 Karakteristik sistem
1. Sistem Tegangan
Tegangan operasional dari CB harus lebih besar atau
minimum sama dengan tegangan sistem.
2. Frekuensi sistem
Frekuensi pengenal CB harus sesuai dengan frekuensi
sistem.
3. Arus pengenal
Arus pengenal CB harus disesuaikan dengan arus beban
yang dilewatkan oleh kabel dan harus dari arus ambang
yang diijinkan pada kabel.
4. Kapasitas pemutusan
Kapasitas pemutusan CB paling sedikit sama dengan arus
hubung singkat prospektif yang mungkin terjadi.
5. Jumlah pole
Jumlah pole dari CB tergantung dari sistem pembumiannya.

1.1.1 Kebutuhan kontinuitas sumber daya


Dalam memilih CB harus diperhatikan :
1. Diskriminasi total dari dua CB yang ditempatkan secara seri.

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 109 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

2. Diskriminasi terbatas (sebagian), diskriminasi hanya dijamin


sampai tingkat arus gangguan tertentu.
1.2 Aturan dan standar proteksi
Aturan instalasi listrik yang berlaku seperti PUIL, BKI harus diikuti.
Standar yang diacu baik local atau internasional seperti SPLN, IEC
60947-2 harus diperhatikan. Penanaman tipe MCB beragam, tergantung
pada pabrik pembuat, data pemakaian yang perlu adalah karakteristik
tiap MCB untuk disesuaikan dengan kebutuhan sistem. Berikut ini
contoh klasifikasi MCB (Instalasi Listrik II – Muhaimin ):
1. MCB tipe Z (rating dan breaking capacity kecil)
Digunakan untuk pengaman rangkaian semikonduktor dan trafo –
trafo tegangan yang peka.
2. MCB tipe K (rating dan breaking capacity kecil)
Digunakan untuk pengaman alat – alat rumah tangga (home
appliance).
3. MCB tipe G ( rating besar) untuk pengaman motor.
4. MCB tipe L untuk pemgaman kabel atau jaringan.
5. MCB tipe H untuk pengaman instalasi penerangan bangunan.

Gambar 2.2. MCCB & MCB

d. ELCB
Prinsip prinsip pengaman ini berdasarkan pada arus bocor yang terjadi.
arus bocor ini berdasarkan standar, umumnya tidak lebih dari 30 mA,

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 110 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

alasan penetapan ini berdasarkan pada resistansi tubuh bila dikenai


tegangan. Komponen ini tidak memiliki pengaman thermal dan magnetis,
sehingga ELCB harus diamankan terhadap hubung singkat dan beban
lebih oleh MCB di sisi atasnya. ELCB mempunyai mekanisme trip
tersendiri dan juga dapat dioperasikan secara manual seperti saklar. Alat
ini digunakan jika pengamanan arus bocor dibutuhkan pada sekelompok
circuit yang maksimum terdiri dari 4 circuit.

Gambar 2.3. ELCB


Pengaman lain Modul Vigi (MG) merupakan kombinasi MCB dan ELCB
dipakai ketika pengamanan penuh terhadap hubung singkat, beban lebih,
dan arus bocor dibutuhkan pada circuit tunggal.

Modul Vigi (MG) merupakan pendeteksi arus bocor sebagai alat bantu
MCB atau disebut juga relay arus bocor. Alat ini tidak memiliki
mekanisme trip namun mengirimkan perintah secara mekanis ke MCB.
Digunakan pada bangunan komersial dan aplikasi industri jika hubungan
singkat tinggi dan MCB harus dipasang dengan baik.

e. Push Button
Adalah peralatan listrik yang berfungsi sebagai saklar impuls yang
berfungsi dalam rangkaian listrik Push button ada dua macam, yaitu push
button on dengan warna hijau yang bekerja dengan normally open dan
push button off yang berwarna merah yang bekerja normally close pada
rangkaian kontrol.

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 111 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Gambar 2.4. Push Button

f. Kontaktor
Adalah peralatan listrik yang berfungsi untuk memutus atau
menghubungkan rangkaian listrik. Kontaktor terdiri dari 3 bagian pokok,
yaitu : kontak utama, kontak bantu, dan koil magnetic. Prinsip kerja
kontaktor berdasarkan induksi elektromagnetik dimana koil magnetic
kontaktor tersebut di supply sumber tegangan listrik AC / DC, pada
kumparan tembaga tersebut terjadi induksi elektromagnetik sehingga
dapat menarik bahan ferro magnetic yang ada di dekatnya (prinsip
magnet buatan). Kapasitas penghubung dan pemutus suatu kontaktor
dapat dilihat dari data teknik dari suatu kontaktor itu sendiri, jadi jika
suatu kontaktor menghubungkan arus listrik yang melebihi kemampuan
hantar arusnya (KHA) maka kontaktor tersebut akan leleh dan
mengakibatkan hubung singkat.

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 112 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Gambar 2.5. Kontaktor

g. Rell tembaga / Bus bar


Adalah tembaga batangan yang berfungsi untuk memberikan sistem
distribusi listrik yang ada pada panel. Sebelum menentukan penampang
bus bar / rel tembaga maka harus diperhitungkan / ditentukan berapa
kemampuan hantaran arus (KHA) yang mengalir pada rel tembaga
tersebut. Maka setelah itu ditentukan penampangnya. Busbar dapat
mempunyai KHA yang lebih besar dari nominalnya jika busbar tersebut
dicat dan diberi warna, sehingga dilapisi dengan cat, adapun warna
standar yang dipakai sistem PLN, yaitu :
Warna merah adalah fasa L1
Warna kuning adalah fasa L2
Warna hitam adalah fasa L3
Warna biru adalah netral (N)
Warna kuning dan hijau adalah grounding (PE)

Gambar 2.6. Rell tembaga / Bus bar

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 113 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

h. Kabel daya / kontrol kabel


Adalah peralatan listrik yang berfungsi untuk penghantar / konduktor
listrik yang berfungsi untuk mendistribusikan listrik dari suatu sumber ke
suatu beban. Kabel mempunyai luas penampang yang berbeda-beda
tergantung dari kemampuan hantaran arus (KHA) yang digunakan.
Perencanaan pemasangan power kabel / kontrol kabel harus
mempertimbangkan terhadap suhu ruang dan pemasangan di udara atau
di dalam tanah (underground). Jenis penghantar yang selama ini dipakai
untuk kabel tegangan rendah / kabel di bawah tegangan kerja 1 kV
dengan isolasi PVC.
Jenis kabel yang digunakan antara lain :
1. NYY, jenis ini dapat digunakan sebagai kabel tenaga untuk
instalasi industri dan dalam lemari hubung bagi. Apabila
diperkirakan tidak akan ada gangguan mekanis, kabel ini dapat
juga ditanam dalam tanah asal diberi perlindungan secukupnya.
2. NYM, jenis kabel ini untuk instalasi penerangan dimana dalam
pemasangannya tidak merusak isolasi PVC nya, tapi kabel jenis
ini tidak boleh ditanam dalam tanah karena alasan keamanan
dimana isolasinya tidak untuk kabel tanam.
3. NYA, kabel inti tunggal dengan kawat tembaga berisolasi PVC
seperti NYY.
4. NYAF, berupa kabel inti tunggal dengan kawat tembaga
berisolasi PVC fleksibel.
5. BC (Bore Copper), digunakan untuk pentanahan berupa kabel
tanpa isolasi, biasanya disambung dengan elektrode yang
ditanam dalam tanah.
II.2 Perhitungan dan perencanaan penentuan spesifikasi komponen panel
Instalasi yang aman harus memenuhi ketentuan :
1. KHA pengaman > I beban nominal
2. KHA peralatan instalasi dan penghantar > KHA pengaman

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 114 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Penentuan KHA penghantar dan pengaman (dengan menggunakan voltage


drop) :
P
1 fasa : In = η . Un . Cos φ
P
3 fasa : In = √3 . Un . η . Cos φ
 Dengan perolehan nilai ln diatas dapat ditentukan nilai Isn sehingga
diperoleh nilai KHA pengaman yang digunakan.
 Jenis pengaman disesuaikan dengan beban yang terpasang.
Penentuan I max beban tergantung faktor pengali, mis. :
- beban penerangan : 2
- beban motor : 5
(umumnya tertera pada name plate peralatan)

Tiap tipe MCB juga memilki faktor pengali, mis. :


- Tipe L : 3,1
- Tipe G : 7,5
- Tipe H : 8
(perhatikan kurva karakteristik MCB dan brosur, lihat lampiran)
Mis. beban penerangan digunakanMCB tipe L, maka terpenuhi :
Isn x 3,1 > In x 2

 Pemilihan penghantar dilakukan dengan acuan KHA dan kondisi


lingkungan atau tempat pemasangan. Besarnya diameter kabel harus
memberikan nilai KHA yang lebih besar dari KHA pengaman.

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 115 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

III. METODOLOGI
III.1 Peralatan dan komponen
Peralatan dan komponen yang dipakai dalam percobaan ini untuk setiap
panel distribusi adalah sebagai berikut :
1. Box panel (almari panel) ukuran 50 x 40 x 20 cm 1 buah
2. MCB 3 fase 220 / 380 V 2 buah
3. MCB 1 fase 220 / 380 V 1 buah
4. Kontaktor 25 Ampere 1 buah
5. Auxiliary contact 1 buah
6. Push button ON, 220 V 1 buah
7. Push button OFF, 220 V 1 buah
8. Volt meter 0-500 V 1 buah
9. Volt selector switch 1 buah
10. Terminal strip 32 buah
11. Pilot lamp 2 buah
12. kontrol kabel 1m
13. Rell tembaga 50 cm
14. Isolator 6 biji
15. Tool box 1 buah
16. Multi tester 1 buah

III.2 PROSEDUR KERJA


Adapun langka-langkah kerja yang akan dilakukan pada praktikum ini
antara lain:
1. Membuat single line diagram , yang meliputi : Diagram PHB lengkap
dengan keterangan mengenai ukuran dan besaran nominal dari hasil
perhitungan beban listrik yang akan dipasang.
2. Membuat keterangan mengenai jenis dan beban listrik yang akan
terpasang dan pembagiannya pada beban tiga atau satu fasenya pada
single line diagram.

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 116 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

3. Menentukan jenis hantaran yang kan dipakai kemudian memeriksakan


pada instruktur untuk mendapatkan persetujuan dan membuat gambar
pelengkap panel distribusi yaitu :
a. Gambar susunan komponen – komponen listrik busbar.
b. Ganbar konstruksi panel dengan rail,isolator-isolator, terminal
untuk kabel
c. Gambar detail untuk satu kawat lokasi (gambar dengan
pengawatan panel)
d. Gambar susunan komponen-komponen untuk pintu panel.
e. Gambar untuk sambungan kawat dengan pintu ( wiring diagram
pintu panel)
f. Gambar konstruksi pintu panel dan rencana pengukurannya.
g. Fabrikasi panel (melakukan pekerjaan pengawatan) dengan semua
detail gambar dam cara pemasangannya dan memakai standar
warna sebagai berikut:
Warna kawat merah : untuk fasa L1
Warna kawat kuning : untuk fasa L2
Warna kawat hitam : untuk fasa L3
Warna kawat biru : untuk hantran netral ( N)
Warna kawat kuning hijau : untuk proteksi earth
h. Testing instalasi kabel pada panel : dengan menggunakan
multitester pada posisi ohm meter.
i. Menguji dengan high voltage test AC 2,5 kV , 50 Hz atau megger
test, untuk mengetahui tahanan isolasi panel distribusi.

III.3 Prosedur Keselamatan


Adapun Prosedur keselamatan dalam praktikum rangkaian seri ini adalah :
1. Perhatikan setiap langkah kerja yang dikerjakan semua harus sesuai
dengan SOP
2. Memastikan bahwa power dalam keadaan off atau mati

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 117 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

3. Memeriksa semua peralatan dan komponen dalam keadaan aman


digunakan
4. Dilarang bercanda dan bercakap yang tidak ada hubungannya dengan
modul praktikum selama melakukan pekerjaan rangkaian
5. Memanggil instruktur bengkel atau laboratorium sebelum mengecek
hasil praktikum.
III.4 Rangkaian percobaan

Gambar 3.1Rangkaian Kontrol

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 118 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 119 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

IV. Analisa
IV.1 Tabel Hasil Praktikum

Daya Arus
NO Beban Penghantar Pengaman
(W) Nominal (A)
-NYM 4 x CGON
(1,5-35) mm² Miniature
300/500V Circuit
Water Heater 3
1 25000 59,42 -NYY 4 x Breaker IEC
Phasa
(1,5-400) mm² 896 : 6000 ,
0,6/1 kV IEC 947 – 2 :
10kA
-NYM 4 x CGON
(1,5-35) mm² Miniature
300/500V Circuit
Electric Cooler 3
2 7500 16,58 -NYY 4 x Breaker IEC
Phasa
(1,5-400) mm² 896 : 6000 ,
0,6/1 kV IEC 947 – 2 :
10kA
-NYM 4 x CGON
(1,5-35) mm² Miniature
300/500V Circuit
Roll Machine 3
3 7460 14,19 -NYY 4 x Breaker IEC
Phasa
(1,5-400) mm² 896 : 6000 ,
0,6/1 kV IEC 947 – 2 :
10kA
4 Dish Washer 3 2500 17,11 -NYM 2 x CGON
Phasa (1,5-35) mm² Miniature
300/500V Circuit
-NYY 2 x Breaker IEC
(1,5-400) mm² 896 : 6000 ,

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 120 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

0,6/1 kV IEC 947 – 2 :


10kA
-NYM 2 x CGON
(1,5-35) mm² Miniature
300/500V Circuit
Washing Machine
5 1250 7,28 -NYY 2 x Breaker IEC
3 Phasa
(1,5-400) mm² 896 : 6000 ,
0,6/1 kV IEC 947 – 2 :
10kA
-NYM 2 x CGON
(1,5-35) mm² Miniature
300/500V Circuit
Air Conditioning 3
6 750 5,41 -NYY 2 x Breaker IEC
Phasa
(1,5-400) mm² 896 : 6000 ,
0,6/1 kV IEC 947 – 2 :
10kA

IV.2 Tugas
Rancanglah dan buatkan suatu panel distribusi teganagan rendah beserta
pengawatannya dengan tegangan suplai incoming 220/380 Volt, Frekuensi 50
Hz untuk sebuah apartemen mewah, juga tentukan estimasi harga dari panel
distribusi dengan beban listrik sebagai berikut:
1. Water hester 3 fasa, 25 kW, effisiensi 0,8
2. Electrik Cooker 3 fasa 7,5 kW effisiensi 0,86
3. Roll machine 3 fasa 10 Hp, cos phi 0,8
4. Dish Washer 1 fasa 2,5 kW effisiensi 0,83 cos phi 0,8
5. Washing machine 1 fasa 1,25 kW cos phi 0,78 jarak dari panel 12 meter.
6. Air conditioning 1 fasa 0,75 kW effisiensi 0,75 cos phi 0,84 dari panel 15
meter.

JAWAB

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 121 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

1. Water hester 3 fase , 25 KW, cos φ = 0,8.


P
In = √ 3∗Ul *cos ϕ∗η
25.000
=
1, 73∗380∗0 ,8∗0 , 8
= 59,42A

2. Electric Cooker 3 fase 7,5 KW, cos φ = 0,86.


P
In = √ 3∗Ul *cos ϕ∗η
7.500
=
1, 73∗380∗0 ,8∗0 , 68
= 16,58 A

3. Roll Machine 3 fase 7460 W, cos φ = 0,8.


P
In = √ 3∗Ul *cos ϕ
7460
=
1, 73∗380∗0 ,8
= 14,19 A

4. Dish Washer 1 fase 2,5 KW , cos φ = 0,8, η = 0,83


P
In = Un*cos ϕ∗η
2500
=
220∗0 ,8∗0 , 38
= 17,11 A

5. Washing machine 1 fase 1,25 KW , cos φ = 0,78. jarak dari panel 12 m.


P
In = Un*cos ϕ

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 122 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

1250
=
220∗0 ,78
= 7,28 A

6. Air conditioning 1 fase 0,75 KW , cos φ = 0,84. jarak dari panel 15 m.


P
In = Un*cos ϕ∗η
750
=
220∗0 ,84∗0 ,75
= 5,41

IV.4 ANALISA DATA


1. Water heater 3 phasa dengan arus 59,42A.
a. Penghantar
Berdasarkan katalog Kabel Metal Indonesia.
NYM 4 x (1,5 – 35) mm² 300/500 V
 Pada perhitungan di dapatkan arus 59,42 A maka pada
katalog memakai kapasotas arus yang dibawa pada udara
suhu dengan 30ºC yakni 61A
 Luas penampang = 10 mm²
 Ketahanan terhadap arus bolak balik pada 20ºC = 1,83
Ω/km (max)
 Ketahanan terhadap arus langsung pada 70ºC = 2,190 Ω/km
(max)
 Ketahanan isolasi pada 70ºC = 0,0065 M.Ω.km (min)
 Induktansi = 0,278 mH/km
 Arus pendek 1 detik 1,15 kA (max)

NYY 4 x (1,5 – 400) mm² 0,6/1 kV

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 123 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

 Pada perhitungan di dapatkan arus 59,42A maka pada


katalog memakai kapasotas arus yang dibawa pada udara
suhu dengan 30ºC yakni 68A
 Luas penampang = 10 mm²
 Ketahanan terhadap arus bolak balik pada 20ºC = 1,83
Ω/km (max)
 Ketahanan terhadap arus langsung pada 70ºC = 2,190 Ω/km
(max)
 Induktansi = 0,269 mH/km
 Kapasitas arus yang dibawa pada tanah dengan suhu 30ºC =
77A (max)
 Arus pendek 1 detik 1,15 kA (max)
b. Pengaman
Berdasarkan katalog MCB Merlin Gerin:
CGON Miniature Circuit Brekers IEC 896 : 6000, IEC 947-2 :
10kA
 Pada perhitungan didapatkan arus 59,42A maka dari itu
pada katalog memakai MCB 3 phasa dengan arus 63A
 Motor memakai kurva D
 Cat No : 24.680
 Kurva D = pelepasa magnetic beroperasi diantara 10 dan 14
In

2. Electric Cooler 3 phasa dengan arus listrik 16,58A.


a. Penghantar
Berdasarkan katalog Kabel Metal Indonesia.
NYM 4 x (1,5 – 35) mm² 300/500 V
 Pada perhitungan di dapatkan arus 16,58A maka pada
katalog memakai kapasotas arus yang dibawa pada udara
suhu dengan 30ºC yakni 19A
 Luas penampang = 1,5 mm²

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 124 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

 Ketahanan terhadap arus bolak balik pada 20ºC = 12,1


Ω/km (max)
 Ketahanan terhadap arus langsung pada 70ºC = 14,478
Ω/km (max)
 Ketahanan isolasipada 70ºC = 0,010 M.Ω.km (min)
 Induktansi = 0,392 mH/km
 Arus pendek 1 detik 0,17 kA (max)

NYY 4 x (1,5 – 400) mm² 0,6/1 kV


 Pada perhitungan di dapatkan arus 16,58A maka pada
katalog memakai kapasotas arus yang dibawa pada udara
suhu dengan 30ºC yakni 22A
 Luas penampang = 1,5 mm²
 Ketahanan terhadap arus bolak balik pada 20ºC = 12,1
Ω/km (max)
 Ketahanan terhadap arus langsung pada 70ºC = 14,478
Ω/km (max)
 Induktansi = 0,328 mH/km
 Kapasitas arus yang dibawa pada tanah dengan suhu 30ºC =
27A (max)
 Arus pendek 1 detik 0,17 kA (max)
b. Pengaman
Berdasarkan katalog MCB Merlin Gerin:
CGON Miniature Circuit Brekers IEC 896 : 6000, IEC 947-2 :
10kA
 Pada perhitungan didapatkan arus 16,58A maka dari itu
pada katalog memakai MCB 3 phasa dengan arus 20A
 Motor memakai kurva D
 Cat No : 24.675
 Kurva D = pelepasa magnetic beroperasi diantara 10 dan 14
In

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 125 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

3. Roll Machine 3 phasa dengan arus 14,19 A


a. Penghantar
Berdasarkan katalog Kabel Metal Indonesia.
NYM 4 x (1,5 – 35) mm² 300/500 V
 Pada perhitungan di dapatkan arus 14,19A maka pada
katalog memakai kapasotas arus yang dibawa pada udara
suhu dengan 30ºC yakni 19A
 Luas penampang = 1,5 mm²
 Ketahanan terhadap arus bolak balik pada 20ºC = 12,1
Ω/km (max)
 Ketahanan terhadap arus langsung pada 70ºC = 14,478
Ω/km (max)
 Ketahanan isolasipada 70ºC = 0,010 M.Ω.km (min)
 Induktansi = 0,392 mH/km
 Arus pendek 1 detik 0,17 kA (max)

NYY 4 x (1,5 – 400) mm² 0,6/1 kV


 Pada perhitungan di dapatkan arus 16,58A maka pada
katalog memakai kapasotas arus yang dibawa pada udara
suhu dengan 30ºC yakni 22A
 Luas penampang = 1,5 mm²
 Ketahanan terhadap arus bolak balik pada 20ºC = 12,1
Ω/km (max)
 Ketahanan terhadap arus langsung pada 70ºC = 14,478
Ω/km (max)
 Induktansi = 0,328 mH/km
 Kapasitas arus yang dibawa pada tanah dengan suhu 30ºC =
27A (max)
 Arus pendek 1 detik 0,17 kA (max)

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 126 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

b. Pengaman
Berdasarkan katalog MCB Merlin Gerin:
CGON Miniature Circuit Brekers IEC 896 : 6000, IEC 947-2 :
10kA
 Pada perhitungan didapatkan arus 16,58A maka dari itu
pada katalog memakai MCB 3 phasa dengan arus 20A
 Motor memakai kurva D
 Cat No : 24.675
 Kurva D = pelepasa magnetic beroperasi diantara 10 dan 14
In

4. Dish water 1 phasa dengan arus 17,11A


a. Penghantar
Berdasarkan katalog Kabel Metal Indonesia.
NYM 4 x (1,5 – 35) mm² 300/500 V
 Pada perhitungan di dapatkan arus 17,11A maka pada
katalog memakai kapasotas arus yang dibawa pada udara
suhu dengan 30ºC yakni 19A
 Luas penampang = 1,5 mm²
 Ketahanan terhadap arus bolak balik pada 20ºC = 12,1
Ω/km (max)
 Ketahanan terhadap arus langsung pada 70ºC = 14,478
Ω/km (max)
 Ketahanan isolasi pada 70ºC = 0,010 M.Ω.km (min)
 Induktansi = 0,392 mH/km
 Arus pendek 1 detik 0,17 kA (max)

NYY 4 x (1,5 – 400) mm² 0,6/1 kV


 Pada perhitungan di dapatkan arus 16,58A maka pada
katalog memakai kapasotas arus yang dibawa pada udara
suhu dengan 30ºC yakni 22A

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 127 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

 Luas penampang = 1,5 mm²


 Ketahanan terhadap arus bolak balik pada 20ºC = 12,1
Ω/km (max)
 Ketahanan terhadap arus langsung pada 70ºC = 14,478
Ω/km (max)
 Induktansi = 0,328 mH/km
 Kapasitas arus yang dibawa pada tanah dengan suhu 30ºC =
27A (max)
 Arus pendek 1 detik 0,17 kA (max)
b. Pengaman
Berdasarkan katalog MCB Merlin Gerin:
CGON Miniature Circuit Brekers IEC 896 : 6000, IEC 947-2 :
10kA
 Pada perhitungan didapatkan arus 16,58A maka dari itu
pada katalog memakai MCB 3 phasa dengan arus 20A
 Motor memakai kurva D
 Cat No : 24.675
 Kurva D = pelepasa magnetic beroperasi diantara 10 dan 14
In

5. Washing machine 1 phasa dengan arus 7,28A


a. Penghantar
Berdasarkan katalog Kabel Metal Indonesia.
NYM 4 x (1,5 – 35) mm² 300/500 V
 Pada perhitungan di dapatkan arus 16,58A maka pada
katalog memakai kapasotas arus yang dibawa pada udara
suhu dengan 30ºC yakni 19A
 Luas penampang = 1,5 mm²
 Ketahanan terhadap arus bolak balik pada 20ºC = 12,1
Ω/km (max)

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 128 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

 Ketahanan terhadap arus langsung pada 70ºC = 14,478


Ω/km (max)
 Ketahanan isolasipada 70ºC = 0,010 M.Ω.km (min)
 Induktansi = 0,392 mH/km
 Arus pendek 1 detik 0,17 kA (max)

NYY 4 x (1,5 – 400) mm² 0,6/1 kV


 Pada perhitungan di dapatkan arus 16,58A maka pada
katalog memakai kapasotas arus yang dibawa pada udara
suhu dengan 30ºC yakni 22A
 Luas penampang = 1,5 mm²
 Ketahanan terhadap arus bolak balik pada 20ºC = 12,1
Ω/km (max)
 Ketahanan terhadap arus langsung pada 70ºC = 14,478
Ω/km (max)
 Induktansi = 0,328 mH/km
 Kapasitas arus yang dibawa pada tanah dengan suhu 30ºC =
27A (max)
 Arus pendek 1 detik 0,17 kA (max)

b. Pengaman
Berdasarkan katalog MCB Merlin Gerin:
CGON Miniature Circuit Brekers IEC 896 : 6000, IEC 947-2 :
10kA
 Pada perhitungan didapatkan arus 16,58A maka dari itu
pada katalog memakai MCB 3 phasa dengan arus 20A
 Motor memakai kurva D
 Cat No : 24.675
 Kurva D = pelepasa magnetic beroperasi diantara 10 dan 14
In

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 129 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

6. Air Conditioning 1 phasa dengan arus 5,41A


a. Penghantar
Berdasarkan katalog Kabel Metal Indonesia.
NYM 4 x (1,5 – 35) mm² 300/500 V
 Pada perhitungan di dapatkan arus 16,58A maka pada
katalog memakai kapasotas arus yang dibawa pada udara
suhu dengan 30ºC yakni 19A
 Luas penampang = 1,5 mm²
 Ketahanan terhadap arus bolak balik pada 20ºC = 12,1
Ω/km (max)
 Ketahanan terhadap arus langsung pada 70ºC = 14,478
Ω/km (max)
 Ketahanan isolasipada 70ºC = 0,010 M.Ω.km (min)
 Induktansi = 0,392 mH/km
 Arus pendek 1 detik 0,17 kA (max)

NYY 4 x (1,5 – 400) mm² 0,6/1 kV


 Pada perhitungan di dapatkan arus 16,58A maka pada
katalog memakai kapasotas arus yang dibawa pada udara
suhu dengan 30ºC yakni 22A
 Luas penampang = 1,5 mm²
 Ketahanan terhadap arus bolak balik pada 20ºC = 12,1
Ω/km (max)
 Ketahanan terhadap arus langsung pada 70ºC = 14,478
Ω/km (max)
 Induktansi = 0,328 mH/km
 Kapasitas arus yang dibawa pada tanah dengan suhu 30ºC =
27A (max)
 Arus pendek 1 detik 0,17 kA (max)

b. Pengaman

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 130 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

Berdasarkan katalog MCB Merlin Gerin:


CGON Miniature Circuit Brekers IEC 896 : 6000, IEC 947-2 :
10kA
 Pada perhitungan didapatkan arus 16,58A maka dari itu
pada katalog memakai MCB 3 phasa dengan arus 20A
 Motor memakai kurva D
 Cat No : 24.675
 Kurva D = pelepasa magnetic beroperasi diantara 10 dan 14
In

IV. KESIMPULAN
Untuk membuat panel distribusi terlebih dahulu yang dilakukan yaitu membuat
perencanaannya yang meliputi, perhitungan beban yang terpasang , pemilihan
MCB sesuai dengan beban, pembuatan diagram garis tunggal, serta pembuatan
diagram pengawatannya, jika semua instalasi sudah terpasang maka yang harus
dilakukan adalah melakukan pengujian terhadap instalasi apakah ada instalasi
yang tidak terpasang dengan baik atau terjadi trouble shooting, yang dapat
menyebabkan terjadinya hubungan singkat ( short ).

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 131 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

V. DAFTAR PUSTAKA

Watkins A.J Motor Calculation , Victoria Th 1979


Arnold Edward. Electrical Instalation Calculation, Birmingham, Th 1980
Setiawan E, [Link] Listrik Arus Kuat jilid 3 . Th 1985
Hermagasantos Z. Ir. Msc. Aplikasi Instalasi Listrik . Bandung Th 1995
Herten. Van . Noordhoff Gronige. Netherland Th 1978
Muhaimin. Instalasi listrik 1. Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik
Bandung

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 132 |


Nama : Praktek Panel
POLITEKNIK PERKAPALAN
praktek Distribusi
NEGERI SURABAYA
Tanggal : 5 April 2016
Jurusan : Teknik K3
LAB REPARASI LISTRIK
Semester : IV

LAMPIRAN

LAPORAN RESMI PRAKTEK PANEL DISTRIBUSI | 133 |

Anda mungkin juga menyukai