0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan17 halaman

Dampak Gigitan Hewan Terjangkit Rabies

Diunggah oleh

Iriena ariyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan17 halaman

Dampak Gigitan Hewan Terjangkit Rabies

Diunggah oleh

Iriena ariyanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KAJIAN LITERATUR DAMPAK GIGITAN HEWAN YANG TERJANGKIT VIRUS RABIES

PADA MANUSIA

Pembimbing:
Hilwi Masithoh, [Link]

Disusun Oleh Kelompok 1:


1. Flourent Meycia S.
2. Iriena Ariyanti
3. Nindy Afkarina S.
4. Nisrina Ismatuddin
5. Sofi istiqomah

TAHUN PELAJARAN 2023-2024


SMP ISLAM TERPADU MISYKAT AL-ANWAR
Jl. Gerilya No. 52, Kwaron, Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61471
Telp. (0321) 861862
e-mail : smpmisykat@[Link]
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga sebagai tim penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis
Ilmiah ini, yang berjudul “Kajian Literatur Dampak Gigitan Hewan Yang Terjangkit
Virus Rabies Terhadap Manusia”.
Kami sebagai tim penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak-pihak
yang telah membimbing dan memberikan petunjuk dalam pengerjaan Karya Tulis Ilmiah ini.
Kepada yang terhormat :
1. Hilwi Masithoh, [Link]. selaku pembimbing dan pengajar,
2. Serta semua pihak yang telah membantu dalam penulisan ini.

Tim penulis menyadari bahwa tulisan ini jauh dari kesempurnaan. Karena keterbatasan
dan kemampuan saya sebagai tim penulis. Maka dari itu kritik dan saran sangat membantu
saya harapkan dari semua pihak.

Wassalamualaikum [Link]

Jombang, 15 Januari 2024

Penyusun
DAFTAR ISI

Contents
1.1 Latar Belakang...............................................................................................................................4

1.2 Rumusan Masalah..........................................................................................................................5

1.3 Tujuan Penelitian...........................................................................................................................5

1.4 Manfaat Penelitian.........................................................................................................................5

BAB II.....................................................................................................................................................6

2.1 Pengertian Virus Rabies.................................................................................................................6

2.2 Dampak Virus Rabies....................................................................................................................7

2.3 Cara pencegahan rabies.................................................................................................................8

2.4 Ciri-ciri hewan yang terjangkit virus rabies..................................................................................9

Tipe Ganas...........................................................................................................................................9

Tipe Tenang........................................................................................................................................10

BAB III..................................................................................................................................................12

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian......................................................................................................12

3.2 Subjek dan Objek Penelitian.......................................................................................................12

3.3 Metode Penelitian........................................................................................................................12

3.4 Teknik Pengumpulan Data...........................................................................................................12

BAB IV …………………………………………………………………………………………….... 12

4.1 Hasil Penelitian yang Berhubungan dengan Dampak Rabies ………………………………... 12

BAB V

5.1 Kesimpulan …………………………………………………………………………………….13

5.2 Saran …………………………………………………………………………………………..13


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rabies adalah suatu penyakit ensefalitis virusi (radang otak oleh virus) akut yang
ditularkan melalui air liur ke dalam luka gigitan yang ditimbulkan hewan pembawa rabies
(Knobles et al., 2005). Rabies adalah penyakit zoonosis dan telah dikenal sejak dulu dapat
menular ke manusia melalui gigitan hewan terutama anjing gila. Pada manusia penyakit rabies
sangat mematikan.

Kejadian rabies pada anjing di Provinsi Bali yang telah diteguhkan di laboratorium
BBVet Denpasar tercatat 571 kasus. Kasus rabies pada kucing tercatat satu kasus. Kasus rabies
pada hewan terutama anjing paling banyak terdapat di Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta
Selatan, Kabupaten Bandung sebanyak delapan kasus (Desember 2008, Maret 2009, April
2009, Mei 2009, September 2009, November 2009, September 2010, dan Maret 2011) Pada
tahun 1998, menurut WHO, 55.000 orang meninggal karena rabies dan pada tahun 2011,
11.000 orang meninggal di dunia karena rabies. Korban terbanyak dialami warga Asia (Knoble
et al., 2005). Di Indonesia rabies telah menjangkiti 26 propinsi dari seluruh propinsi yang ada.
Rabies dilaporkan mucul pertama kali di Bali pada akhir 2008. Sejak korban manusia pertama
jatuh di Desa Ungasan dan Jimbaran, korban-korban lainnya terus berjatuhan dan menyebar ke
seluruh Bali. Hewan utama penular rabies adalah anjing.

Selain anjing, hewan yang juga dapat membawa virus rabies dan menularkannya ke
manusia adalah kelelawar, kucing, dan kera. Hewan yang terjangkit rabies pada umumnya
memiliki tingkah laku yang berbeda. Gigitan hewan yang terjangkit rabies memiliki dampak
yang berbahaya hingga menyebabkan kematian. Sehingga diperlukan cara untuk
menanggulanginya. Banyaknya kasus penyakit rabies di Indonesia dan tingginya tingkat
kematian yang disebabkan oleh virus rabies, mengarahkan penulis untuk meneliti tentang
dampak gigitan hewan yang terjangkit virus rabies terhadap manusia beserta cara
penanggulangan jika mendapat gigitan dari hewan yang terjangkit virus rabies.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana dampak gigitan hewan yang terjangkit virus rabies terhadap manusia ?
1.3 Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui dampak gigitan hewan yang terjangkit virus rabies terhadap manusia

1.4 Manfaat Penelitian


1. Memberi wawasan terhadap Pembaca tentang dampak gigitan hewan yang terjangkit virus
rabies terhadap menusia.
2. Untuk memberikan landasan bagi para peneliti lain dalam melakukan penelitian yang sejenis.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Virus Rabies


Rabies adalah penyakit akibat infeksi virus rabies yang menimbulkan radang
otak pada mamalia, termasuk manusia. Penyakit ini sangat mematikan dan bersifat zoonotik atau
menular dari hewan ke manusia. Rabies adalah penyakit mematikan yang ditularkan dari hewan ke
manusia dan menyerang sistem syaraf pusat (WHO 2017). Menurut CDC (2017) Rabies
menyebabkan kematian lebih dari 59.000 orang atau hampir 1 kematian setiap 9 menitnya. Sumber
penular utama penyakit rabies adalah anjing melalui gigitan dan air liur yang mengandung virus.

Virus rabies bisa ditularkan melalui air liur hewan rabies dan umumnya masuk ke dalam tubuh
melalui infiltrasi air liur yang mengandung virus dari hewan rabies ke dalam luka (misalnya
cakaran), atau melalui paparan langsung permukaan mukosa ke air liur hewan yang terinfeksi.
Virus tidak dapat menyusup ke kulit utuh. Setelah virus mencapai otak, virus akan bereplikasi
lebih lanjut dan menyebabkan gejala. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebutkan
bahwa rabies merupakan penyakit endemik di semua benua. Dari puluhan ribu kematian yang
terjadi setiap tahun karena rabies, 95 persen kasus dilaporkan terjadi di Asia dan Afrika.

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang sangat berbahaya dapat mengakibatkan kematian
pada binatang dan manusia yang terinfeksi virus rabies dalam air liur hewan. Binatang seperti
anjing, kucing, dan kera yang menderita rabies akan menjadi agresif dan biasanya cenderung
membahayakan manusia (Rakotonanda, H. Rakalomanan, 2007).

Rabies adalah penyakit menular yang mematikan disebabkan virus (golongan Rhabdovirus)
melalui gigitan hewan (anjing, kucing, kelelawar, kera, musang, dan serigala yang terinfeksi virus)
pada manusia (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2014).

Rabies disebut juga penyakit anjing gila yaitu penyakit hewan menular yang disebabkan oleh
virus dari genus Lyssavirus (dari Bahasa Yunani Lyssa yang berarti Mengamuk atau Kemarahan).
Rabies berasal dari Bahasa latin “rabere” yang artinya marah, menurut Bahasa Sansekerta “rabhas”
yang berarti kekerasan (Kemenkes:2016)
2.2 Dampak Virus Rabies
Virus rabies terdapat pada air liur hewan yang sakit rabies dan biasanya ditularkan kepada
manusia/hewan lainnya melalui gigitan, cakaran serta jilatan pada kulit yang terluka atau selaput
lendir mata dan mulut. Rabies adalah penyakit zoonosis dimana manusia terinfeksi melalui jilatan
atau gigitan hewan yang terjangkit rabies. Virus masuk melalui kulit yang terluka atau melalui
mukosa utuh seperti konjungtiva mata, mulut, anus, genitalia eksterna, atau transplantasi kornea.
Infeksi melalui inhalasi virus sangat jarang ditemukan. Setelah virus rabies masuk melalui luka
gigitan, maka selama 2 minggu virus tetap tinggal pada tempat masuk dan didekatnya, kemudian
bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterior tanpa menunjukkan perubahan-perubahan
fungsinya.

Masa inkubasi virus rabies sangat bervariasi, mulai dari 7 hari sampai lebih dari 1 tahun, rata-
rata 1-2 bulan, tergantung jumlah virus yang masuk, berat dan luasnya kerusakan jaringan tempat
gigitan, jauh dekatnya lokasi gigitan ke sistem saraf pusat, persarafan daerah luka gigitan dan sistem
kekebalan tubuh. Pada gigitan di kepala, muka dan leher 30 hari,gigitan di lengan, tangan, jari tangan
40 hari, gigitan di tungkai, kaki, jari kaki 60 hari, gigitan di badan rata-rata 45 hari. Asumsi lain
menyatakan bahwa masa inkubasi tidak ditentukan dari jarak saraf yang ditempuh, melainkan
tergantung dari luasnya persarafan pada tiap bagian tubuh, contohnya gigitan pada jari dan alat
kelamin akan mempunyai masa inkubasi yang lebih cepat.

Tingkat infeksi dari kematian paling tinggi pada gigitan daerah wajah, menengah pada gigitan
daerah lengan dan tangan,paling rendah bila gigitan ditungkai dan kaki. (Jackson,2003. WHO,2010).

Sesampainya di otak virus kemudian memperbanyak diri dan menyebar luas dalam semua
bagian neuron, terutama predileksi terhadap sel-sel sistem limbik, hipotalamus dan batang otak.
Setelah memperbanyak diri dalam neuron-neuron sentral, virus kemudian ke arah perifer dalam
serabut saraf eferen dan pada saraf volunter maupun saraf otonom. Dengan demikian virus
menyerang hampir tiap organ dan jaringan didalam tubuh, dan berkembang biak dalam jaringan,
seperti kelenjar ludah, ginjal, dan sebagainya.

Adapun beberapa dampak gejala setelah digigit hewan yang terjangkit rabies, seperti
1. Demam
2. Lemah
3. Lesu
4. Insomnia
5. Sakit kepala hebat
6. Sulit menelan
7. Kesemutan
8. Rasa panas dalam lokasi gigitan
9. Hidrofobia (takut air)
10. Aerofobia (takut angin)
11. Fotofobia (takut Cahaya)

2.3 Cara pencegahan rabies


Virus rabies sangat berbahaya terhadap manusia, oleh karena itu diperlukan beberapa upaya yang
dapat mencegah penularan virus rabies. Beberapa Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah virus
rabies, yaitu ;

1. Ikat atau kandangkan hewan penular rabies


2. Jika hewan penular rabies dibawa keluar rumah maka perlu dilengkapi pengaman mulut
(dibrongsong)
3. Vaksinasi hewan penular rabies secara berkala
4. Jika manusia terlanjur tergigit, lakukan cuci luka dengan sabun atau deterjen menggunakan air
mengalir selama 15 menit sesegera mungkin oleh penderita atau keluarga lalu segera ke
puskesmas atau rumah sakit untuk mendapat tatalaksana penanganan kasus gigitan hewan
penular rabies sesuai prosedur
5. Untuk kelompok risiko tinggi tertular rabies seperti petugas laboratorium berhubungan
dengan virus rabies, vaksinator, dokter/perawat yang merawat pasien rabies, dokter hewan dan
setiap orang yang mempunyai potensi kontak langsung dengan hewan penular rabies dapat
diberikan imunisasi/kekebalan terhadap virus rabies (Pre exposure Immunization)
([Link]

2.4 Ciri-ciri hewan yang terjangkit virus rabies


Sering ditemui bahwa hewan yang terjangkit rabies pada umumnya mengeluarkan air liur secara
berlebihan, tetapi ada beberapa ciri-ciri hewan yang terjangkit virus rabies yang perlu diketahui.

Secara umum, berikut ciri hewan rabies.

1. Hewan tidak dalam kondisi sehat


2. Sulit menelan
3. Air liur berlebihan
4. Sangat agresif
5. Perilaku menggigit objek imajinatif (fly biting)
6. Lebih jinak dari yang diperkirakan
7. Sulit bergerak atau lumpuh
8. Pada kelelawar, hewan ini lebih banyak di tanah ketimbang bergelantung di pohon atau objek
yang tinggi

Ciri-ciri Rabies Pada Anjing

Tipe Ganas

1. Suara menjadi parau


2. Tidak menurut perintah majikan
3. Menggigit dan menyerang apa saja yang bergerak/dijumpai
4. Lari tanpa tujuan
5. Lupa pulang
6. Berkelahi tak mau kalah
7. Ekor berada diantara dua paha
8. Kejang-kejang yang disusul kelumpuhan
9. Biasanya mati dalam 4-7 hari setelah gejala pertama muncul

Tipe Tenang

1. Bersembunyi di tempat gelap dan sejuk


2. Tidak mampu menelan
3. Mulut terbuka
4. Air liur berlebihan
5. Kejang-kejang berlangsung singkat bahkan sering tidak terlihat
6. Kelumpuhan
7. Kematian terjadi dalam waktu singkat

Cara penularan virus rabies

Virus rabies terdapat pada air liur hewan yang sakit rabies dan biasanya ditularkan kepada
manusia/hewan lainnya melalui gigitan, cakaran serta jilatan pada kulit yang terluka atau selaput
lendir mata dan mulut.
2.5 Penanganan Luka Gigitan atau Cakaran Oleh Hewan Penular Rabies

1. Segera cuci luka gigitan/cakaran anjing, kucing, kera, dan hewan penular rabies lainnya
dengan menggunakan deterjen/sabun dan air mengalir selama 15 menit kemudian berikan
antiseptic.
2. Segera kunjungu Puskesmas atau RS terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut
sesuai SOP.
3. Segera hubungi Dinas Peternakan untuk melaporkan hewan penggigit.
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian


Penulisan yang diadakan oleh kelompok kami berlangsung dari Januari 2024 – 2024 di Sekolah
Islam Terpadu Misykat Al-Anwar.

3.2 Subjek dan Objek Penelitian


Subjek penelitian kami adalah dampak rabies dan objek penelitian kami adalah manusia.

3.3 Metode Penelitian


Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan riset ini adalah metode penelitian studi
literatur atau Library Research dan termasuk pada penelitian kualitatif.

3.4 Teknik Pengumpulan Data


1. Studi Dokumen
Studi dokumen adalah jenis pengumpulan data yang meneliti berbagai macam dokumen yang
berguna untuk bahan analisis.
2. Analisis Data
Memilih 3 journal yang relevan terhadap judul penelitian dan selanjutnya akan dianalisis
sesuai metode yang digunakan.
BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian yang Berhubungan dengan Dampak Rabies

NO Peneliti Judul Tahun Hasil Penelitian

1. Ewaldus Wera, 20121 total biaya untuk pengobatan pasca


Maria Geong, Kerugian Ekonomi gigitan pada manusia selama periode
Maxs Urias Akibat Penyakit Rabies 1998-2007 adalah Rp 19,9 milyar.
Ebenhaizar di Provinsi Nusa Nilai ini setara dengan Rp 1,99 milyar
Sanam Tenggara Timur per tahun. Ini tentunya merupakan
suatu kerugian besar baik bagi
pemerintah maupun masyarakat.
2. Wayan Batan, Penyebaran Penyakit 2014 Kasus rabies pada hewan telah
dkk Rabies pada Hewan menulari seluruh Kabupaten dan Kota
Secara Spasial di Bali di Provinsi Bali yang terdiri 281 desa
pada Tahun 2008-2011 dari 722 desa yang ada di seluruh
Provinsi Bali periode 2008 sampai
2011. Rabies pada hewan di Provinsi
Bali telah menulari anjing, manusia,
sapi, dan kucing melalui gigitan dari
anjing yang terinfeksi rabies ke
hewan lain yang sehat.
3. Agus Analisis Hubungan 2024 Rabies di Indonesia merupakan
Samsudrajat S , Faktor Determinan masalah kesehatan masyarakat yang
Eka Hariani, dengan Tindakan serius karena hampir selalu
Dian Indahwati Pencegahan Penyakit menyebabkan kematian (always
Hapsari, Rabies di Sepauk almost fatal) setelah timbul gejala
Agustina klinis dengan tingkat kematian sampai
100%. Di Indonesia dalam 5 tahun
terakhir (2015-2019) kasus gigitan
hewan penular rabies dilaporkan
berjumlah 404.306 kasus dengan 544
kematian

Berdasarkan jurnal yang telah kami telusuri, virus rabies memiliki dampak berbahaya bagi Kesehatan
manusia. Tingkat kematian yang disebabkan virus rabies sangatlah tinggi. Tidak hanya Kesehatan,
virus rabies juga memiliki dampak berupa kerugian secara ekonomi.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Virus rabies adalah penyakit zoonosis (menular dari hewan ke manusia) yang dapat
menyebabkan kematian. Umumnya, virus rabies menular melalui gigitan atau cakaran dari
hewan yang terjangkit rabies. Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah
virus rabies yaitu dengan VAR (Vaksin Anti Rabies).

5.2 Saran
Guna mencegah penyebaran rabies, kiranya perlu melakukan pencegahan dan penanganan
seoptimal mungkin di desa-desa yang kasus rabiesnya terus berulang serta disarankan untuk
lebih meningkatkan pengetahuan, Pendidikan, sikap, peran tokoh masyarakat dan peran
tenaga kesehatan dalam melakukan pencegahan rabies dengan pendekatan yang lebih kreatif
dan mudah diterima oleh masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

Arif Yahya, dkk. Education Community in Reduce Rabies and Increase Helath Cattle throught
Inspection Massive at Five UPT in District Agam, West Sumatera. Edukasi Masyasrakat
dalam Mengurangi Rabies Serta Peningkatan Kesehatan Ternak melalui Pemeriksaan Masal
pada Lima UPT di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
[Link] Diakses pada bulan Januari 2024.

Agus Samsudrajat, dkk. Program Studi Kesehatan Masyarakat K. Sintang, Fakultas Ilmu Kesehatan,
Universitas Muhammadiyah Pontianak. Analisis Hubungan Faktor Determinan dengan
Tindakan Pencegahan Penyakit Rabies di Sepauk.
[Link] Diakses pada bulan Januari 2024.

Gabriella G. Mamoto, dkk. Studi Di Dinas Pertanian Kab. Minahasa Tenggara. Implementasi
Kebijakan Pemerintah Dalam Penanggulangan Hewan Beresiko Rabies Di Kabupaten
[Link]://[Link]/v3/[Link]/governance/article/view/34842.
Diakses pada bulan Januari 2024.

Nike Maya Manro dan Nadia Yovani. Towards A Rabies-free Indonesia By 2020: Institusi Problem
Of Public Health Policy Implementation In Bali. Menuju Indonesia Bebas Rabies 2020:
Problem Institusi Dalam Implementasi Kebijakan Kesehatan Publik Di Bali.
[Link] Diakses pada bulan Januari 2024.

Wayan Batan, dkk. The Spatial Distribution Of Rabid Animan In Bali During 2008-2011. Penyakit
Rabies pada Hewan Secara Spasial di Bali pada Tahun 2008-2011.
[Link] Diakses pada bulan Januari 2024.

Anda mungkin juga menyukai