SEMINAR NASIONAL PENDIDIKANDAN PEMBELAJARAN 2017
Volume 1 November 2017
KURIKULUM 2013 SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN MELALUI
PENDIDIKAN KARAKTER
VIVI RULVIANA
Dosen Universitas PGRI Madiun
Email: rulvianavivi@[Link]
Abstrak
Indonesia sekarang sedang mempersiapkan masyarakatnya untuk mampu
menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Melalui Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), persiapan tersebut dibuat rencana
yang selanjutnya disusun dan dilaksanakan secara bertahap. Salah satu cara
yang dilakukan dengan menyiapkan generasi-gnerasi muda yang bermutu dan
berkualitas melalui penerapan atau implementasi kurikulum 2013 sebagai salah
satu inovasi dalam sebuah pembelajaran. Apabila sebuah kurikulum yang
diterapkan tidak mengalami perkembangan atau perubahan maka sistem
pendidikan yang diterapkan pun tidak akan berubah dan akan menghasilkan
produk didik (Sumber Daya Manusia) yang beku karena tidak mengalami
perkembangan sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam kurikulum 2013,
terdapat inovasi berkenaan dengan pembelajaran yang menerapkan pendidikan
karakter. Penerapan pendidikan karakter bertujuan membangun nilai-nilai,
semangat kebangsaan, dan beberapa masalah lainnya.
Kata kunci: inovasi, kurikulum 2013, pendidikan karakter
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara yang mempersiapkan
Sumber Daya Manusianya untuk mampu bersaing dalam Masyarakat
Ekonomi Asean (MEA). Terciptanya MEA memiliki dampak yaitu adanya
pasar bebas . MEA bukan menjadi momok dalam ekonomi endonesia,
tetapi dapat menjadikan sebuah tantangan yang harus dicapai untuk
meningkatkan ekonomi Indonesia. Salah satu cara yang dilakukan yaitu
dengan menerapkan pembelajara berbasis karakter di dalamnya.
Penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran tersebut
tentunya dengan alat yaitu implementasi kurikulum 2013 dalam
pendidikan di Indonesia. Kurikulum 2013 tersebut merupakan salah satu
inovasi pembelajaran yang berbasis karakter. Kurikulum terbaru yang
diterapkan di jenjang pendidikan di Indonesia saat ini yaitu kurikulum
2013. Kurikulum 2013 sering disebut dengan kurikulum berbasis karakter.
Email : rulvianavivi@[Link] ©2017 UN PGRI Kediri
No Handphone : 085335444795 e-ISSN: 2598 - 6139
VIVI RULVIANA
Kurikulum 2013 Sebagai Inovasi Pembelajaran Melalui Pendidikan Karakter
Kurikulum 2013 sendiri merupakan sebuah kurikulum yang
mengutamakan pada pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter,
dimana siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam proses
berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun dan sikap disiplin
yang tinggi. Kurikulum ini secara resmi menggantikan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan yang sudah diterapkan sejak 2006 lalu. bukan hanya
itu, Kurikulum ini pun mempunyai kelemahan dan keunggulan.
Dalam kegiatan pembelajaran di sebuah pendidikan yang menerapkan
kurikulum 2013 pada pelaksanaan yang berbasis kompetensi dan karakter
mencakup kegiatan awal atau pembukaan, kegiatan inti atau
pembentukan kompetensi dan karakter, serta kegiatan akhir atau
[Link] pendidikan karakter dalam proses pembelajaran
tersebut bertujuan untuk dapat membangun kembali nilai-nilai pada diri
peserta didik, salah satunya nilai kebangsaan, semangat kebangsaan,
dan beberapa masalah lainnya. Manusia-manusia yang bernilai tentunya
akan menjadi manusia yang bermutu dan tidak bersifat beku terhadap
adanya suatu tantangan maupun perubahan. Dan tentunya akan menjadi
manusia yang mampu bersaing di era MEA.
PEMBAHASAN
A. Kurikulum 2013
Membahas berkenaan dengan kurikulum tentunya tidak dapat
terlepas dari adanya pembahasan berkenaan dengan pendidikan.
Kurikulum merupakan bagian dari sebuah pendidikan. Kurikulum dan
pendidikan merupakan dua konsep yang saling berhubungan dan tidak
dapat dipisahkan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) disebutkan bahwa
“kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.” Sebuah kurikulum pada dasarnya berfungsi sebagai
pedoman atau acuan dalam proses pendidikan. Lunenburg (2011)
560
VIVI RULVIANA
Kurikulum 2013 Sebagai Inovasi Pembelajaran Melalui Pendidikan Karakter
menyatakan bahwa “curriculum as a formal course of study, emphasizing
content or subject matter. (kurikulum sebagai program pendidikan formal,
menekankan isi atau materi pelajaran.)
Otunga dan Nyandusi (2009) berpendapat: “Curriculum
development may be generically conceived as an amalgamation of various
processes employed in the pursuit of certain set goals in a school system.
It covers the entire spectrum of curriculum construction. This ranges from
initial conceptualization and planning to design and implementation to
evaluation and revision”.
Penjelasan Otunga dan Nyandusi memberikan informasi bahwa
pengembangan kurikulum secara umum dipahami sebagai sebuah
penggabungan dari berbagai proses yang digunakan dalam mengejar
tujuan tertentu dalam sistem sekolah. Ini mencakup seluruh spektrum
konstruksi kurikulum. Hal ini berkisar dari konseptualisasi awal dan
perencanaan untuk merancang dan implementasi untuk evaluasi dan
revisi.
Kurikulum terbaru yang diterapkan di jenjang pendidikan di
Indonesia saat ini yaitu kurikulum 2013. Kurikulum 2013 sering disebut
dengan kurikulum berbasis karakter. Kurikulum 2013 sendiri merupakan
sebuah kurikulum yang mengutamakan pada pemahaman, skill, dan
pendidikan berkarakter, dimana siswa dituntut untuk paham atas materi,
aktif dalam proses berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun
dan sikap disiplin yang tinggi. Kurikulum ini secara resmi menggantikan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang sudah diterapkan sejak 2006
lalu. bukan hanya itu, Kurikulum ini pun mempunyai kelemahan dan
keunggulan.
Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang menekankan
pada dimensi pedagogik modern dalam sebuah proses pembelajaran
yang menggunakan pendekatan ilmiah. Joyce, Weil, dan Calhoun (2009:
194) memberi nama penelitian ilmiah, yaitu melibatkan siswa dalam
masalah penelitian yang bear-benar orisinil dengan cara menghadapkan
mereka pada bidang investigasi, membantu mereka mengidentifikasi
561
VIVI RULVIANA
Kurikulum 2013 Sebagai Inovasi Pembelajaran Melalui Pendidikan Karakter
masalah konseptual atau metodologis dalam bidang tertentu, dan
mengajak mereka untuk merancang cara pemecahan masalah.
Kurikulum 2013 merupakan tindak lanjut dari kurikulum berbasis
kompetensi (Competency Based Curriculum) dijadikan acuan dan
pedoman bagi pelaksanaan pendidikan untuk mengembangkan berbagai
ranah pendidikan (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) dalam seluruh
jenjang dan jalur pendidikan, khususnya pada jalur pendidikan sekolah (E.
Mulyasa, 2014).
Proses pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah, ranah sikap
berisi materi ajar peserta didik tahu tentang mengapa. Ranah
keterampilan berisi materi ajar agar peserta didik tahu tentang bagaimana.
Ranah pengetahuan berisi materi ajar peserta didik tahu tentang apa.
Hasil akhirnya adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan
untuk menjadi manusia yang baik (soft skills), dan manusia yang memiliki
kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari
peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap,keterampilan, dan
pengetahuan.
Kurikulum 2013 berbasis kompetensi memfokuskan pada
pemerolehan kompetensi-kompetensi tertentu oleh peserta didik. Oleh
karena itu kurikulum ini mencakup sejumlah kompetensi dan seperangkat
tujuan pembelajaran yang dinyatakan sedemikian rupa, sehingga
pencapaiannya dapat diamati dalam bentuk perilaku atau keterampilan
peserta didik sebagai suatu kriteria keberhasilan. Kegiatan pembelajaran
perlu diarahkan untuk membantu peserta didik menguasai sekurang-
kurangnya tingkat kompetensi minimal, agar mereka dapat mencapai
tujuan-tujuan yang telah ditetapkan (E. Mulyasa, 2014).
Kurikulum 2013 diharapkan akan menghasilkan insan Indonesia
yang: produktif, kreatif, inovatif, afektif, melalui penguatan sikap,
keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Dalam hal ini
pengembangan kurikulum difokuskan pada pembentukan kompetensi dan
karakter peserta didik, berupa oanduan pengetahuan, keterampilan, dan
sikap yang dapat didemonstrasikan peserta didik sebagai wujud
562
VIVI RULVIANA
Kurikulum 2013 Sebagai Inovasi Pembelajaran Melalui Pendidikan Karakter
pemahaman terhadap konsep yang dipelajarinya secara kontekstual
(Naniek, 2017).
B. Kurikulum 2013 Sebagai Inovasi Pembelajaran Melalui Pendidikan
Karakter
Perubahan kurikulum di Indonesia dari kurikulum KTSP menjadi
kurikulum 2013 kini telah dipilih dan diimplementasikan. Penerapan
Kurikulum 2013 menimbulkan banyak kendala. Permasalahan-
permasalahan tersebut disebabkan karena ketidaksiapan pola pikir guru,
minimnya pedoman, ketidaksesuaian buku dengan isi kurikulum baru
serta berkurangnya jam pelajaran dari guru.
Hal yang dapat dilakukan untuk dapat mengubah pola pikir guru
dengan cara memperbanyak pembinaan dan pelatihan, tidak hanya pada
saat persiapan implementasi, tetapi juga pada saat pelaksanaan dengan
disertai adanya pendampingan secara berkala. Guru dituntut untuk peka
terhadap adanya sebuah perubahan dan memiliki jiwa inisiatif yang tinggi.
Guru harus selalu mengembangkan pengetahuan untuk dapat
memecahkan maslah-masalah yang akan dihadapi dalam pelaksanaan
kurikulum baru tersebut.
Banyak dijumpai dalam pelaksanaannya guru masih menggunakan
cara belajar lama yaitu masih menerapkan teacher centered. Teacher
centered semestinya sudah beralih menjadi student centered dengan
menggunakan pendekatan scientific approach. Masalah selanjutny yaitu
berkenaan dengan minimnya pedoman yang diasiapkan. Hal tersebut
menjadi tugas yang harus ditanggung oleh pemerintah. Sebagai
pemerintah yang peduli terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia
ini, tentunya harus segera menangani kekurangan pedoman pembelajaran
yang dibutuhkan tersebut.
Berkenaan dengan permasalahan ketidaksesuaian buku yang
dijadikan sumber belajar, maka guru harus ikut aktif dan selektif dalam
memilih buku yang digunakan tersebut agar tidak terjadi kesalahan
berkenaan dengan materi yang disampaikan tersebut. Permasalahan
563
VIVI RULVIANA
Kurikulum 2013 Sebagai Inovasi Pembelajaran Melalui Pendidikan Karakter
lainnya seperti berkurang bahkan hilangnya jam mengajar. Hal trsebut
tidak boleh menjadi pemicu berkurangnya semangat dan kekreatifan guru
dalam mengajar.
Hal-hal tersebut terjadi dalam penerapan kurikulum 2013.
Kurikulum 2013 saat ini diterapkan tidak di semua sekolah di Indonesia.
Kurikulum sebenarnya merupakan sebuah alat yang digunakan untuk
mensukseskan pembangunan nasional serta menciptakan SDM yang
berkualitas. Dalam hal ini khususnya berkenaan dengan kurikulum 2013
merupakan kurikulum yang berbasis karakter. Tentunya Kurikulum 2013
tersebut digunakan untuk menciptakan manusia yang mampu bersaing di
pasar bebas atau sering kita kenal dengan istilah MEA.
Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan
kurikulum 2013 yang berbasis kompetensi dan karakter mencakup
kegiatan awal atau pembukaan, kegiatan inti atau pembentukan
kompetensi dan karakter, serta kegiatan akhir atau penutup, sesuai
dengan yang disebutkan E. Mulyasa (2014):
a. Kegiatan Awal atau Pembukaan
Kegiatan awal atau pembukaan mencakup pembinaan keakraban dan
pretest.
b. Kegiatan Inti atau Pembentukan Kompetensi dan Karakter
Prosedur yang harus ditempuh adalah sebagai berikut:
1) Guru menjelaskan kompetensi minimal dalam RPP yang harus
dicapai peserta didik.
2) Guru menjelaskan materi standar secara logis dan sistematis serta
membiarkan peserta didik bertanya tentang materi tersebut.
3) Memberikan materi standar berupa hand out dan fotocopy
beberapa bahan yang akan dipelajari.
4) Memberikan lembar kegiatan untuk setiap peserta didik.
5) Guru memantau dan memeriksa kegiatan peserta didik dalam
mengerjakan lembaran kegiatan dan memberikan arahan.
6) Setelah selesai dikoreksi, guru menjelaskan setiap jawaban
pekerjaan.
564
VIVI RULVIANA
Kurikulum 2013 Sebagai Inovasi Pembelajaran Melalui Pendidikan Karakter
7) Kekeliruan dan kesalahan jawaban diperbaiki oleh peserta didik,
jika ada yang kurang jelas guru memberikan kesempatan
bertanya.
c. Kegiatan akhir atau penutup.
Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan kompetensi yang
terkait dengan sikap seperti jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat
aturan, menghargai pendapat orang lain yang tercantum dalam silabus
dan RPP. Cara pengumpulan data sedapat mungkin relevan dengan jenis
data yang dieksplorasi, misalnya di laboratorium, studio, lapangan,
perpustakaan, museum, dan sebagainya. Sebelum menggunakannya
peserta didik harus tahu dan terlatih dilanjutkan dengan menerapkannya.
KESIMPULAN
Kurikulum merupakan bagian dari sebuah pendidikan. Kurikulum
terbaru yang diterapkan dalam pendidikan di Indonesia yaitu kurikulum
2013. Kurikulum 2013 sering disebut dengan kurikulum berbasis karakter.
Inovasi yang terbentuk dari penerapan kurikulum 2013 dibandingkan
dengan kurikulum sebelumnya yaitu adanya penerapan pendidikan
karakter dalam proses pembelajaran. Kurikulum 2013 sendiri merupakan
sebuah kurikulum yang mengutamakan pada pemahaman, skill, dan
pendidikan berkarakter, dimana siswa dituntut untuk paham atas materi,
aktif dalam proses berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun
dan sikap disiplin yang tinggi. Dengan adanya pendidikan karakter dalam
proses pembelajaran dimaksudkan untuk dapat membentuk Sumber Daya
Manusia Indonesia yang bermutu dan tidak bersifat beku. Manusia-
manusia yang peka terhadap adanya perubahan dan pembaharuan
sehingga dapat bersaing dalam Masyarakat Ekonomi Asean.
REFERENSI
[Link]. 2014. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
565
VIVI RULVIANA
Kurikulum 2013 Sebagai Inovasi Pembelajaran Melalui Pendidikan Karakter
Joyce, Bruce, Marsha Weil, dan Emily Calhoun. 2009. Models of
Teaching. Eight Edition. Terjemahan Achmad Fawaid da Atheilla
Mirza. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Lunenburg, Fred C. 2011. Theorizing about Curriculum: Conceptions and
Definitions. International journal of scholarly academic intellectual
diversity. Volume 13, number 1, 2011.
Naniek kusumawati dan Vivi Rulviana. 2017. Pengembangan Kurikulum
di Sekolah Dasar. Magetan: CV. AE MEDIA GRAFIKA.
Otunga, Frank & Nyandusi, Charles. 2009. “The Context Of Curriculum
Development In Kenya”.
[Link]
[Link]
566