100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
362 tayangan3 halaman

Ciri-Ciri Pembelajaran Deep Learning

Diunggah oleh

Deliana Deliana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
362 tayangan3 halaman

Ciri-Ciri Pembelajaran Deep Learning

Diunggah oleh

Deliana Deliana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Deep learning bertujuan memberikan pengalaman belajar lebih bermakna dan menyenangkan bagi

siswa.

Deep learning memiliki tiga elemen utama, yaitu

a. Mindfull Learning: menyadari keadaan murid berbeda-beda


b. Meaningfull Learning: mendorong murid berpikir dan terlibat dalam proses belajar
c. Joyfull Learning: mengedepankan kepuasan dan pemahaman mendalam.

istilah deep learning atau pembelajaran mendalam adalah pendekatan belajar untuk meningkatkan
kapasitas siswa

"Deep learning itu bukan kurikulum. Itu pendekatan belajar,"

Apa itu deep learning? Menurut Kamus Cambridge, deep learning atau pembelajaran mendalam
adalah cara untuk mempelajari sesuatu sehingga sepenuhnya memahami hal itu dan tidak akan
melupakan pembelajaran tersebut. Dalam segi komputasi, deep learning adalah sejenis
pembeajaran mesin atau proses komputer meningkatkan kemampuan untuk melakukan tugas
dengan menganalisis data baru yang menggunakan banyak lapisan pemrosesan data. Menurut
Catherine McAuley College, deep learning membuat pelajar mampu berpikir kritis, komunikasi, serta
bekerja dengan orang lain secara efektif di semua mata pelajaran.

Deep learning membuat murid bisa mengarahkan ilmu dan mengambil hal yang dipelajari untuk
diterapkan ke situasi lain sebagai pembelajaran seumur hidup. Pada pembelajaran mendalam,
murid akan meneliti fakta dan ide baru secara kritis serta mengaitkannya ke struktur kognitif dan
membuat banyak kaitan antara ide yang ada. Karekter pembelajaran ini fokus mencari konsep
memecahkan masalah, aktif berinteraksi, menggabungkan berbagai modul belajar, dan menerapkan
pembelajaran ke kehidupan nyata.

Murid yang menerapkannya menjadi punya rasa ingin tahu dan percaya diri, terlibat secara mental,
berpendidikan yang sesuai, serta fokus pada minat dan manajemen waktu baik. Guru dengan
sistem deep learning akan melibatkan mrid dalam pembelajaran, mengaitkan materi ke
pengetahuan murid, tidak menghukum kesalahan dan menghargai usaha murid, serta bersikap adil
dalam penilaian. Contoh dari deep learning yakni murid diajak menciptakan suatu karya sambil
menghitung biaya pembuatan dan bahan-bahan yang diperlukan. Karya itu kemudian diterapkan ke
kehidupan sehari-hari.

Berbeda dari pembelajaran mendalam, kebalikan dari deep learning adalah surface learning atau
pembelajaran permukaan. Surface learning hanya membuat murid menerima fakta baru tanpa
berpikir kritis, fokus pada hafalan, pasif menerima informasi, tidak mengembangkan materi, dan
belajar untuk ujian. Murid dengan surface learning tidak fokus pada bidangnya, kurang
pengetahuan, beban belajar terlalu tinggi, dan hanya sekadar mengingat informasi.

Guru dalam pembelajaran ini juga tidak memberikan materi yang mendalam, membiarkan murid
pasif, menilai soal isian pendek, dan memberi beban tugas banyak untuk murid. Contoh surface
learning adalah guru hanya memberi pelajaran ke murid di kelas. Kemudian, murid harus menghafal
pelajaran tadi untuk dites dalam ujian sekolah.

Pendekatan pembelajaran deep learning adalah metode pembelajaran yang dirancang untuk
mendorong siswa memahami materi secara mendalam, bukan sekadar menghafal fakta atau
menyelesaikan tugas secara mekanis. Pendekatan ini menekankan pemahaman konsep, analisis
kritis, koneksi antar-ide, serta penerapan pengetahuan dalam konteks nyata.

Ciri-ciri Pendekatan Deep Learning:

1. Berfokus pada Pemahaman Konsep: Siswa diajak memahami inti dari suatu konsep,
bukan hanya mengingat fakta atau prosedur.
2. Mendorong Koneksi Antar-Konsep: Siswa menghubungkan pengetahuan baru dengan
pengetahuan yang sudah dimiliki untuk menciptakan wawasan yang lebih luas.
3. Melibatkan Pemikiran Kritis dan Analitis: Pembelajaran mencakup eksplorasi,
analisis, dan evaluasi ide.
4. Kontekstual dan Relevan: Materi dikaitkan dengan situasi atau masalah dunia nyata
sehingga siswa memahami manfaatnya.
5. Berbasis Kolaborasi dan Diskusi: Siswa sering belajar melalui diskusi kelompok,
proyek kolaboratif, atau debat.
6. Mendorong Refleksi: Siswa diminta untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari
dan bagaimana pembelajaran itu relevan dalam kehidupan mereka.

Contoh Penerapan Deep Learning:

1. Proyek Penelitian: Siswa diberikan proyek penelitian untuk mengeksplorasi topik


tertentu secara mendalam dengan menggunakan data nyata.
2. Studi Kasus: Siswa mempelajari kasus nyata untuk menganalisis masalah dan
merumuskan solusi.
3. Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL): Siswa bekerja untuk memecahkan masalah
kompleks yang membutuhkan analisis dan penerapan berbagai konsep.
4. Debat dan Diskusi Kritis: Menggunakan diskusi untuk mengeksplorasi berbagai
perspektif tentang suatu isu.

Keuntungan Deep Learning:

 Meningkatkan daya ingat jangka panjang.


 Membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis.
 Membuat pembelajaran lebih bermakna dan relevan.
 Mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di dunia nyata.

Pendekatan ini cocok untuk pembelajaran yang mengutamakan kompetensi abad ke-21, seperti
berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Sebagai seorang guru, Anda dapat
memadukannya dengan berbagai metode pembelajaran aktif seperti CBL (Challenge-Based
Learning) atau PjBL (Project-Based Learning).
Tabel Perbandingan RPP dengan dan tanpa Pendekatan Deep Learning
Aspek Dengan Pendekatan Deep Learning Tanpa Pendekatan Deep Learning

Pemahaman mendalam terhadap konsep,


Fokus Menghafal fakta atau prosedur tanpa
koneksi antar-ide, dan penerapan dalam
Pembelajaran koneksi mendalam antara konsep.
konteks nyata.

Diskusi, analisis kasus, proyek kolaboratif, Ceramah, latihan soal, dan tugas
Metode
refleksi. individu yang terstruktur.

Pasif: mendengarkan, mencatat, dan


Aktif: mengeksplorasi, menganalisis, membuat
Peran Siswa mengerjakan tugas sesuai instruksi
keputusan, dan merefleksikan hasil.
guru.

Instruktur: menyampaikan materi dan


Fasilitator: membimbing diskusi, memberi
Peran Guru memberikan tugas untuk dikerjakan
tantangan, dan mendorong eksplorasi.
siswa.

Hasil Keterampilan berpikir kritis, analitis, dan Pemahaman superfisial yang cenderung
Pembelajaran kemampuan memecahkan masalah kompleks. cepat dilupakan.

Berbasis proses dan produk: kualitas diskusi, Berbasis hasil akhir: hanya menilai hasil
Penilaian
refleksi, dan produk kreatif siswa. tugas atau ujian.

Keterlibatan Tinggi: siswa berpartisipasi aktif dalam Rendah: siswa cenderung pasif dan
Siswa pembelajaran. hanya mengikuti arahan guru.

Konteks Kontekstual dan relevan: dikaitkan dengan Abstrak: hanya fokus pada teori tanpa
Pembelajaran masalah dunia nyata atau pengalaman siswa. mengaitkan dengan aplikasi nyata.

Anda mungkin juga menyukai