0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan7 halaman

Model Atom Rutherford: Teori dan Analisis

Diunggah oleh

Yaraita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan7 halaman

Model Atom Rutherford: Teori dan Analisis

Diunggah oleh

Yaraita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Model Atom Rutherford

Disusun oleh :

Ananda Pratama Putri

Faizah Alya Ula

Muhammad Farhan

Muhammad Faiz Alwi

Nur Sakinah Lianas

Rachel Salwa Diandra

Madrasah Aliyah Negeri Rejang Lebong


Jl. Letjen Suprapto No.81, Kecamatan Curup Tengah- Kabupaten Rejang Lebong, Tlp (0732)
21281

2024
DAFTAR ISI

BAB Ⅰ .................................................................................................................................................... 3

PENDAHULUAN ................................................................................................................................ 3

1.1 Latar Belakang ........................................................................................................................................... 3

1.2 Tujuan ........................................................................................................................................................ 3

BAB Ⅱ ................................................................................................................................................... 4

PEMBAHASAN ................................................................................................................................... 4

2.1 Model Atom Rutherford............................................................................................................................. 4

2.2 Kesimpulan struktur atom Rutherford berdasarkan eksperimen ............................................................... 4

2.3 Keunggulan Model Atom Rutherford ......................................................................................................... 5

2.4 Kelemahan Model Atom Rutherford .......................................................................................................... 5

BAB Ⅲ ................................................................................................................................................. 6

PENUTUP ............................................................................................................................................ 6

3.1 Pengaruh dan Pengembangan Lanjutan ..................................................................................................... 6

3.2 Kesimpulan ................................................................................................................................................ 6

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................................... 7


BAB Ⅰ
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, pemahaman tentang struktur
atom mengalami perkembangan signifikan. Beberapa model atom telah diajukan,
termasuk model "plum pudding" yang dikemukakan oleh J.J. Thomson pada tahun
1904. Menurut model ini, atom terdiri dari "puding" bermuatan positif dengan
"kismis" elektron bermuatan negatif tersebar di dalamnya. Model ini didasarkan
pada penemuan elektron oleh Thomson pada tahun 1897.
Namun, model Thomson tidak dapat menjelaskan beberapa fenomena
yang diamati dalam eksperimen, seperti distribusi energi dan pola hamburan
partikel. Berbagai model atom telah diajukan oleh para ilmuwan untuk
menjelaskan fenomena yang telah diamati tersebut, salah satu model yang penting
adalah model atom Rutherford yang diusulkan oleh Ernest Rutherford pada tahun
1911.
Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans Geigerdan-Erners
Masreden) melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa (𝛼)
terhadap lempeng tipis emas. Sebelumnya telah ditemukan adanya partikel alfa,
yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, berdaya tembus besar
sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan tersebut sebenarnya
bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom itu betul-betul
merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel alfa akan dipantulkan
atau dibelokkan.

1.2 Tujuan

1) Untuk mengetahui kesimpulan utama dibalik teori yang dikemukakan


Ernest Rutherford
2) Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan dari teori model atom
Rutherford
BAB Ⅱ
PEMBAHASAN
2.1 Model Atom Rutherford

Teori Atom Rutherford menyatakan bahwa dimana setiap muatan positif


pada atom akan terkonsentrasi diruang bernama Nukleus atau inti atom dan
dikelilingi oleh elektron bermuatan negatif yang melintasinya sehingga menambah
besaran volume atom.
Dikutip dari Encyclopedia Britannica, percobaan Geiger-Marsden
dilakukan dengan menembakkan partikel alpha (𝛼) kelapisan tipis keemasan.
Partikel yang terpancar melalui lubang dapat menghasilkan hasil gambar yang
tajam, sementara jika dipancarkan lewat mika justru akan buram.
Hal ini lah yang membuat Rutherford mematahkan teori atom Thomson
yang berpendapat bahwa sebagian besar atom adalah ruang kosong yang kecil,
padat, dan bermuatan positif.

2.2 Kesimpulan struktur atom Rutherford berdasarkan eksperimen

 Sebagian Besar Partikel Alfa Tidak Tersebar: Sebagian partikel alfa


melewati lembaran emas tanpa mengalami deviasi yang berarti,
menunjukkan bahwa sebagian besar volume atom adalah ruang
kosong.
 Beberapa Partikel Alfa Terhambur dengan Sudut Besar: Sebagian
kecil partikel alfa dibelokkan dengan sudut besar, yang
menunjukkan adanya pusat masa yang sangat padat dan bermuatan
positif.
 Pantulan Partikel Alfa: Beberapa partikel alfa bahkan dipantulkan
kembali kearah sumbernya, yang hanya dapat terjadi jika partikel alfa
menabrak sesuatu yang sangat padat dan bermuatan positif.
 Partikel Tersebut merupakan partikel yang menyusun suatu inti atom,
berdasarkan fakta bahwa dari 1 dari 20.000 partikel alfa akan
dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000 merupakan perbandingan
diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira 10.000 lebih
kecil daripada ukuran atom keseluruhan.

Berdasarkan pada fakta yang didapatkan pada percobaan tersebut,


Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan model atom
yang terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif,
dikelilingi oleh elektron bermuatan negatif.

Rutherford menduga bahwa didalam inti


atom terdapat partikel netral yang
berfungsi mengikat partikel-partikel positif
agar tidak saling tolak-menolak.

2.3 Keunggulan Model Atom Rutherford

 Model Rutherford berhasil menggambarkan arah gerak elektron


bermuatan negatif di sekeliling inti atom.
 Rutherford menemukan inti atom yang sangat kecil dan elektron yang
ringan namun berkonsentrasi pada hampir keseluruhan massa atom.
 Mengintroduksi konsep inti atom yang padat dan bermuatan positif.
 Lebih mudah dimengerti khususnya dalam penggambaran struktur
atom yang rumit.

2.4 Kelemahan Model Atom Rutherford

 Stabilitas Elektron: Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron yang


bergerak mengelilingi inti tidak kehilangan energi dan jatuh ke dalam
inti.
 Spektrum Atom: Tidak dapat menjelaskan spektrum garis atom yang
diamati dalam percobaan spektrum.
BAB Ⅲ
PENUTUP
3.1 Pengaruh dan Pengembangan Lanjutan

Model atom Rutherford membuka jalan bagi pengembangan model atom


Bohr pada tahun 1913. Niels Bohr memperbaiki model Rutherford dengan
mengintroduksi orbit kuantum untuk elektron, yang dapat menjelaskan spektrum
emisi dan absorpsi atom hidrogen. Model Bohr kemudian menjadi dasar bagi teori
mekanika kuantum yang lebih modern.

3.2 Kesimpulan

1) Atom tersusun atas inti atom yang bermuatan positif dan elektron-elektron
yang bermuatan negatif.
2) Sebagian besar volume atom merupakan ruang kosong yang massanya
terpusat pada inti atom.
3) Karena atom bersifat netral maka jumlah muatan positif harus sama
dengan jumlah muatan negatif.
4) Di dalam atom, elektron-elektron bermuatan negatif selalu bergerak
mengelilingi inti atom.

Model atom Rutherford bersifat tidak stabil karena bertentangan dengan hukum
fisika klasik Maxwell. Berdasarkan hukum tersebut, jika ada partikel bermuatan
(elektron) mengelilingi inti atom yang memiliki muatan yang berlawanan (proton)
maka elektron akan memiliki percepatan dan memancarkan energi berupa
gelombang elektromagnetik, dengan demikian lama kelamaan elektron akan
kehilangan energinya. Akibatnya, jari-jari lintasan semakin kecil, hingga suatu
saat elektron akan bergabung sebagai inti atom. Padahal kenyataannya, atom
bersifat stabil sehingga elektron tidak bergabung dengan inti atom.
DAFTAR PUSTAKA

Rahmah Afifah, "Teori Atom Rutherford: Kelebihan dan Kekurangannya"


[Online] Tersedia: [Link]
rutherford-kelebihan-dan-kekurangannya.

Model Rutherford. (2024, Juli 19). Di Wikipedia:


[Link]

Anda mungkin juga menyukai