STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
MEMBACA BUKU UNTUK ANAK
NAMA RA MISBAHUL HASAN KODE DOK. SOP/PROS-015
LEMBAGA
UNIT PROGRAM RAUDLATUL ATHFAL STANDAR PROSES
TGL. DISAHKAN - TGL. REVISI -
1 JUDUL Kegiatan Membaca Buku Untuk Anak
2 TUJUAN Mengembangkan kemampuan mengamati, menanya,
mencobakan untuk mencari tahu
Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan sesuai dengan yang tertuang dan RPPH
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru sentra/area/kelompok
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN RPPH
6 PROSEDU 1. Pendidik menerapkan waktu-waktu rutin untuk
R KERJA membaca, misalnya: pagi hari saat lingkaran, sebelum
tidur, setelah mandi sore atau pada saat-saat
transisi/pergantian kegiatan.
2. Pendidik menyediakan/memilih buku dengan
ilustrasi yang menarik.
3. Pendidik membacakan buku dengan cara-cara yang
ekspresif, kreatif dan interaktif dengan anak (membuat
anak berpartisipasi).
4. Pendidik membacakan buku dengan intonasi dan ucapan
yang
jelas.
5. Pendidik menunjukkan cara memperlakukan buku
yang benar (misalnya: membuka halaman dengan
hati-hati, tidak melipat halaman, mengembalikan ke
tempatnya).
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENATAAN ALAT MAIN
NAMA RA MISBAHUL HASAN KODE DOK. SOP/PROS-001
LEMBAGA
UNIT PROGRAM RAUDLATUL ATHFAL STANDAR PROSES
TGL. DISAHKAN .................. TGL. REVISI -
1 JUDUL PENATAAN ALAT BERMAIN
2 TUJUAN Menumbuhkan sikap taat terhadap aturan sehari-hari
agar bisa menjadi disiplin (2.6)
Menumbuhkan perilaku yang mencerminkan kemandirian
(2.8)
Mengembangkan perilaku yang mencerminkan sikap
tanggung jawab (2.12)
Menumbuhkan minat anak bermain dan
mengembangkan pengalamannya dengan alat
yang disediakan (3.9)
Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan sesuai dengan yang tertuang dalam
RPPH
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru sentra/area/kelompok
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN RPPH
6 PROSEDU 30 menit sebelum anak datang, pendidik sudah
R KERJA menyiapkan alat main yang akan digunakan.
Lingkungan belajar yang akan digunakan di dalam ruang
(indoor) dan di luar ruang (outdoor)harus bersih, aman,
nyaman, dan menyenangkan.
RPPH yang sudah dibuat harus menjadi acuan untuk
penataan alat
main
Penataan alat bermain harus mewakili 3 jenis main yaitu
main sensorimotor, main peran, dan main pembangunan,
untuk memberikan pengalaman bermain yang beragam
serta harus mendukung perkembangan bahasa, kognitif,
sosial- emosional anak
Peletakan alat main harus tepat sehingga anak bisa
memusatkan perhatian pada kegiatan yang
dilakukannya
Pastikan alat main ditata di area yang aman. Jika bermain
menggunakan air, pastikan bahwa lantai di area tersebut
tidak licin,
sehingga tidak mudah terpeleset.
Alat main yang disediakan harus bisa digunakan dengan
berbagai cara sehingga menumbuhkan kreativitas anak.
Alat main yang disiapkan harus dalam kondisi baik,
lengkap jumlahnya, tidak retak/membahayakan.
Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang
mudah
dijangkau oleh anak.
Disiapkan celemek tidak tembus air untuk digunakan
saat anak bermain air
Saat beres-beres harus disediakan tempat/wadah untuk
menyimpan mainan sesuai dengan kategorinya
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENYAMBUTAN KEDATANGAN ANAK
NAMA RA MISBAHUL HASAN KODE DOK. SOP/PROS-002
LEMBAGA
UNIT PROGRAM RAUDLATUL ATHFAL STANDAR PROSES
TGL. DISAHKAN .................. TGL. REVISI -
1 JUDUL Penyambutan Kedatangan Anak
2 TUJUAN Membangun kenyamanan anak dengan guru dan
lingkungan (2.11)
Membangun kemampuan berkomunikasi (3.11)
Membiasakan berkata dan bersikap sopan dan ramah(2.14)
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru sentra/area/kelompok
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN Buku kehadiran guru, buku kehadiran anak, jadwal piket,
catatan perkembangan anak
6 PROSEDU 15 menit sebelum anak datang, guru piket sudah siap
R KERJA dan berdiri didepan pintu masuk sekolah senyuman
ramah
Guru piket menyapa (mengucapkan salam) dan
berkomunikasi dengan anak (menanyakan kabar dan
perasaan anak hari ini)
dengan posisi tubuh sejajar dengan anak.
Guru piket menanyakan kepada orang tua/pengantar
mengenai kondisi fisik dan perasaan anak termasuk obat
yang harus diminum bila diperlukan.
Bila anak tidak diantar, guru piket secara langsung
menanyakan dan mengecek keadaan anak.
Catat seluruh informasi mengenai kondisi anak dan
segera ambil
tindakan sesuai prosedur
Guru piket mempersilahkan anak meletakkan tas di loker,
melepas sepatu dan menaruhnya di rak sepatu yang
sudah disediakan.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
KEGIATAN CUCI TANGAN
NAMA RA MISBAHUL HASAN KODE DOK. SOP/PROS-003
LEMBAGA
UNIT PROGRAM RAUDLATUL ATHFAL STANDAR PROSES
TGL. DISAHKAN .................. TGL. REVISI -
1 JUDUL 7 Langkah Mencuci Tangan
2 TUJUAN Membiasakan untuk mencuci tangan (2.1)
Membiasakan untuk tertib (2.6)
Membiasakan untuk bertanggung jawab dengan
kebersihan diri
(2.1)
Membiasakan untuk bertanggung jawab terhadap
kesehatan tubuh
(2.12)
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
Kostelnik J. Marjorie et all (2007). Developmentally
Appropriate Curriculum Best Practices in Early Childhood
Education (4th ed.). USA: New Jersey.
[Link] tanggal 04/11/2015, jam
13.26
4 PIHAK- Guru kelompok/ wali kelas
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN Catatan Perkembangan Anak
6 PROSEDU 1. Basahilah kedua telapak tangan setinggi
R KERJA pertengahan lengan memakai air yang
mengalir, ambil sabun kemudian usap
dan gosok kedua telapak tangan secara
lembut.
2. Usap dan gosok juga kedua punggung
tangan secara bergantian
3. Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-
sela jari hingga bersih
4. Bersihkan ujung jari secara bergantian
dengan mengatupkan
5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara
bergantian
6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan
kemudian gosok perlahan
7. Bersihkan kedua pergelangan tangan
secara bergantian dengan cara
memutar, kemudian diakhiri dengan
membilas seluruh bagian tangan dengan
air bersih yang mengalir lalu keringkan
memakai handuk atau tisu
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
KEGIATAN SIKAT GIGI
NAMA RA MISBAHUL HASAN KODE DOK. SOP/PROS-004
LEMBAGA
UNIT PROGRAM RAUDLATUL ATHFAL STANDAR PROSES
TGL. DISAHKAN .................. TGL. REVISI -
1 JUDUL Menyikat Gigi Agar Gigiku Sehat
2 TUJUAN Membiasakan untuk menyikat gigi (2.1)
Membiasakan untuk tertib (2.6)
Membiasakan untuk bertanggung jawab dengan
kebersihan diri
(2.1)
Membiasakan untuk bertanggung jawab terhadap
kesehatan tubuh
(2.12)
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
Kostelnik J. Marjorie et all (2007).
DevelopmentallyAppropriate
CurriculumBestPracticesinEarlyChildhoodEducation(4thed
.) . USA: New Jersey.
Kementerian Kesehatan RI, Buku kesehatan Peserta Didik.
Jakarta
4 PIHAK- Guru kelompok/ Walikelas
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN Catatan Perkembangan Anak
6 PROSEDU 1. Siapkan sikat gigi dan pasta gigi berfluor
R KERJA 2. Kumur-kumur
3. Sikat semua permukaan gigi, maju mundur, pendek-
pendek 8 kali gerakan, rahang atas & bawah
4. Permukaan sikat gigi menghadap langit langit & lidah
5. Sikat permukaan gigi menghadap pipi dan bibir atas &
bawah
6. Permukaan yang dipakai mengunyah
7. Kumur 1x saja, fluor masih ada
8. Bersihkan sikat gigi, simpan posisi tegak kepala di atas
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
NAMA RA MISBAHUL HASAN KODE DOK. SOP/PROS-005
LEMBAGA
UNIT PROGRAM RAUDLATUL ATHFAL STANDAR PROSES
TGL. DISAHKAN .................. TGL. REVISI -
1 JUDUL Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Sekolah
2 TUJUAN Membiasakan untuk menjaga keamanan diri (2.1)
Membiasakan untuk tertib (2.6)
Membiasakan untuk bertanggung jawab terhadap
kesehatan tubuh
(2.12)
Mengetahui cara hidup sehat (3.4)
Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat (4.4)
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
Kostelnik J. Marjorie et all (2007). Developmentally
Appropriate Curriculum Best Practices in Early Childhood
Education (4th ed.). USA: New Jersey.
4 PIHAK- Guru kelompok /Walikelas
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN Catatan Perkembangan Anak
6 PROSEDU MEMAR:
R KERJA Merupakan kondisi akibat adanya trauma/benturan
dengan benda keras. Bisa berbentuk benjolan pada bagian
yang terantuk, kadang disertai warna kebiruan. Cara
mengatasinya:
1. Memberikan kompres dingin pada bagian yang
terbentur untuk mencegah bertambah banyaknya darah
yang merembes ke
jaringan dan juga untuk mencegah pembengkakan
(udema)
2. Perhatikan pada hari berikutnya bengkak berkurang atau
tidak.
Untuk mengurangi/ menghilangkan pembengkakan
dilakukan kompres panas selama 3-5 menit tujuannya
untuk melebarkan pembuluh darah setempat, setelah
itu diganti dengan dikompres dingin selama 1 – 2 menit.
Lakukan sebanyak 4 -5 kali sehari
sampai bengkak menghilang. Ketika melakukan kompres
panas
pastikan suhu panas tidak sampai menimbulkan luka
bakar. Kompres panas dilakukan dengan menggunakan
kantong air panas atau salep/ krim pemanas kulit.
LUKA PARUT:
Biasanya disebabkan karena adanya benda keras yang
merusak permukaan kulit misal jatuh saat berlari. Cara
mengatasinya:
1. Hentikan pendarahan yang terjadi dengan cara menekan
bagian
yang mengeluarkan darah dengan menggunakan kain
kasa steril atau saputangan/kain bersih.
2. Dengan menggunakan air dan sabun bersihkan daerah
sekitar luka.
Jika ada kerikil, kayu, atau benda lain di luka keluarkan.
Setelah itu luka dibersihkan dengan kasa steril atau benda
lain yang cukup bersih. Setelah bersih berikan anti infeksi
lokal seperti povidon iodin atau kasa anti-infeksi. Bila luka
yang terjadi terlalu dalam, segera rujuk ke rumah sakit.
MIMISAN ATAU PENDARAHAN HIDUNG:
Diatasi dengan cara:
1. Anak yang mimisan didudukkan sambil agak
menunduk, cuping hidung kiri dan kanan dipencet
bersama-sama, bernafas melalui mulut. Tunggu sampai
10 menit.
2. Bila darah masih keluar, segera rujuk ke rumah sakit.
3. Menggunakan daun sirih sebagai cara tradisional juga
bisa dilakukan karena daun sirih dapat menghentikan
pendarahan karena daun sirih mengandung zat yang
menyempitkan pemburuh darah.
KEMASUKAN BENDA ASING:
Adalah adanya benda yang tidak biasa di dalam tubuh
misalkan duri menusuk dan tertinggal dalam kulit, hidung
atau telinga kemasukan biji- bijian, telinga kemasukan
serangga, saluran nafas tersumbat makanan. Cara
mengatasinya:
1. Apabila benda yang masuk tidak terlalu besar, usahakan
untuk bersin, caranya dengan mencium bubuk merica.
Jika tidak berhasil dibawa atau dirujuk ke rumah sakit.
Jangan mengkorek atau menyemprot dengan air karena
bisa lebih berbahaya.
2. Jika ada benda asing di telinga harus dikeluarkan dengan
meneteskan minyak mineral (gliserin/parafin cair) atau
obat tetes telinga, kemudian miringkan dan amati benda
asing tersebut keluar atau tidak. Kalau tidak keluar harus
segera dirujuk ke rumah sakit.
3. Jika mata kemasukan debu, bisa menggunakan cairan
pencuci
mata atau dengan mengalirkan air bersih.
4. Ada benda asing di kulit misal duri. Jika ujungnya masih
teraba cabut dengan alat penjepit yang telah dibersihkan/
disucihamakan. Bila halus, duri bambu/kaktus/ulat bulu
dapat dengan menggunakan plester yang ditempelkan
pada kulit yang tertancap duri halus, kemudian plester
dicabut dengan cepat. Lakukan berulang-ulang sampai
duri/bulu halus tercabut semua
5. Jika mendapat gigitan hewan, cuci bekas gigitan dengan
air bersih dan sabun, beri antiseptik balut, dan rujuk ke
rumah sakit.
6. Jika mendapat sengatan serangga, segera lepas
serangga dari tempat gigitannya dengan
menggunakan minyak pelumas atau
terpentin atau minyak cat kuku. Setelah terlepas luka
dibersihkan dengan sabun dan diolesi calamin atau krim
antihistamin. Bila tersengat lebah, ambil sengatnya
dengan jarum halus, bersihkan dan oleskan krim
antihistamin atau kompres es bagian yang tersengat. Jika
muncul tanda-tanda seperti mual dan mutah, pucat
apalagi sampai sesak nafas segera rujuk ke rumah sakit
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
KEGIATAN MAKAN
NAMA RA MISBAHUL HASAN KODE DOK. SOP/PROS-006
LEMBAGA
UNIT PROGRAM RAUDLATUL ATHFAL STANDAR PROSES
TGL. DISAHKAN .................. TGL. REVISI -
1 JUDUL Kegiatan Makan
2 TUJUAN Membiasakan untuk mencuci tangan (2.1)
Pengenalan berbagai jenis makanan dan kegunaannya
untuk tubuh
(2.1)
Pengenalan matematika (berhitung, konsep satu ke satu,
bentuk, warna, rasa, dll) (3.6)
Membiasakan untuk bersyukur pada Tuhan (doa) (1.2)
Membiasakan untuk berbagi (2.9)
Membiasakan untuk tertib (2.6)
Membiasakan untuk bertanggung jawab dengan makanan
(2.1)
Membiasakan untuk bersih lingkungan (2.1) (2.6)
Membiasakan untuk bertanggung jawab terhadap alat
makan
(2.12)
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru kelompok
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN Catatan Perkembangan Anak
6 PROSEDU 1. Pastikan semua anak dalam kelompok sudah
R KERJA mencuci tangan dengan bersih dan benar
2. Pastikan semua anak sudah ada dalam kelompoknya
3. Anak menghitung jumlah orang dalam kelompok dan
pastikan jumlah alat makan yang diperlukan
4. Anak secara bergiliran menyiapkan alat makan
sesuai dengan jumlah tempat yang tersedia.
5. Pastikan semua anak sudah duduk di tempatnya, saat
guru mengenalkan menu makan dan kandungan gizi
yang dibutuhkan
tubuh.
6. Apabila anak membawa makanan dari rumah, ceklah
apakah makanan sudah memenuhi aturan yang
ditetapkan lembaga
7. Anak dibiasakan untuk berbagi bekal yang dibawanya.
8. Membiasakan anak bersyukur atas makanan yang
tersedia.
9. Berdoa sebelum makan dipimpin oleh anak secara
bergantian setiap harinya. Makan dengan tertib dan
tidak berceceran
10. Anak mengambil makanan sesuai dengan kebutuhan
dan tidak menyisakan makanan yang diambilnya
11. Kenalkan pada anak cara menggunakan alat makan yang
benar dan sopan santun saat makan.
12. Berdoa setelah selesai makan, dan mengucapkan syukur.
13. Selesai makan anak menyimpan kembali alat makan
ke tempat semula. Jika memungkinkan anak diajak
mencucinya.
14. Sehabis makan anak harus membersihkan kembali
tempat yang sudah digunakan agar tidak ada sisa
makanan yang tercecer.
15. Setelah makan anak mencuci tangan dan menggosok
gigi dengan tertib.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
KEGIATAN PIJAKAN SEBELUM MAIN
NAMA RA MISBAHUL HASAN KODE DOK. SOP/PROS-007
LEMBAGA
UNIT PROGRAM RAUDLATUL ATHFAL STANDAR PROSES
TGL. DISAHKAN .................. TGL. REVISI -
1 JUDUL Pijakan Sebelum Bermain
2 TUJUAN Membiasakan untuk berdoa sebelum melakukan kegiatan
(4.1)
Mengembangkan kemampuan berbahasa
(kosakata baru, mengungkapkan bahasa) (3.11)
Mengembangkan sikap percaya diri (2.5)
Mengembangkan sikap menghargai orang lain yang
berbicara
(2.10)
Mengembangkan kemampuan mengamati, menanya,
mencobakan untuk mencari tahu
Mengenalkan konsep pengetahuan sesuai dengan tema
dan RPPH
yang disusun
Mengembangkan kemampuan fokus pada tema dan
kegiatan yang dilakukan (2.12, 3.13)
Membiasakan anak disiplin mengikuti aturan (2.6)
Membiasakan berani melakukan tantangan baru(2.2, 2.5)
Membiasakan untuk berkata santun (menggunakan kata
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru sentra
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN Catatan Perkembangan Anak
6 PROSEDU 1. Anak duduk dalam bentuk lingkaran atau duduk merapat
R KERJA tetapi dalam suasana tidak berdesakan, posisi guru di
depan menghadap
ke [Link] anak untuk memulai kegiatan
2. Anak berdoa sebelum melakukan kegiatan
3. Bertanya kepada anak tentang hal-hal yang dilakukan hari
kemarin
4. Menanyakan perasaan anak hari ini untuk mengenal
perasaan anak
5. Memberitahukan bila ada sesuatu yang tidak biasa terjadi
hari ini, misalnya ada tamu, ada guru yang tidak masuk
sehingga digantikan oleh guru lainnya
6. Mengenalkan tema dan konsep hari ini dan
mempersilakan anak
mengamati, bertanya tentang tema yang dikenalkan.
7. Siapkan buku yang sesuai dengan tema agar anak bisa
mencari informasi dan bertanya yang terkait dengan
tema.
8. Membacakan buku sesuai tema untuk membangun ide
bermain.
9. Mengembangkan kosa kata dan menanyakan pendapat
anak
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
KEGIATAN PIJAKAN SELAMA MAIN
NAMA RA MISBAHUL HASAN KODE DOK. SOP/PROS-008
LEMBAGA
UNIT PROGRAM RAUDLATUL ATHFAL STANDAR PROSES
TGL. DISAHKAN .................. TGL. REVISI -
1 JUDUL Pijakan Selama Bermain
2 TUJUAN Mengembangkan kemampuan mencobakan untuk mencari
tahu
(2.2)
Membiasakan untuk berani melakukan tantangan baru
(2.5)
Mengembangkan kemampuan focus (3.13,3.14)
Membiasakan untuk bekerja tuntas (awal sampai akhir)
(2.12)
Membiasakan untuk melakukan kegiatan secara
mandiri dan bekerjasama (2.8, 2.10)
Membiasakan untuk saling membantu dengan guru dan
teman
(2.9)
Membiasakan untuk berbagi alat main (2.9)
Mengenal berbagai konsep pengetahuan (matematika,
sosial, alam, sains, bahasa, alat/teknologi). (3.6, 3.7, 3.8,
3.9)
Mengembangkan keterampilan membuat karya dengan
berbagai alat dengan ide sendiri (4.15)
Membiasakan untuk berkata santun (menggunakan
kata terima kasih, maaf, tolong). (2.14)
Membiasakan untuk menghargai hasil karya diri dan teman
(2.10)
Mengembangkan keterampilan berkomunikasi (4.11)
Mengembangkan sikap percaya diri (2.5)
Membiasakan untuk bertanggung jawab (2.12)
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru sentra
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN Catatan Perkembangan Anak
6 PROSEDU 1. Melakukan (pengamatan) dan membuat catatan
R KERJA perkembangan anak.
2. Memberikan waktu bermain selama (45 menit – 1 jam)
3. Memberikan pijakan dengan menggunakan kalimat
bertanya yang terbuka secara tepat Misal: bagaimana
caramu menemukan warna ini?, Bangunan apa yang
sedang dibangun nak?
4. Pijakan yang diberikan harus sesuai dengan perkembangan
anak
5. Dorong anak untuk bermain dalam kelompok kecil selain
bermain secara mandiri.
6. Anak diberi kesempatan untuk membuat karya dengan
idenya sendiri
7. Anak diberi kesempatan untuk mencoba alat dan
bahan main dengan caranya sendiri
8. Anak didukung untuk bekerja sampai tuntas
9. Anak didukung untuk saling berbagi alat main
10. Anak didukung untuk mau membantu guru dan
temannya.
11. Anak didukung menemukan konsep pengetahuan
(matematika, sosial, alam, sains, bahasa, alat/teknologi)
melalui alat dan bahan yang dimainkannya.
12. Membangun kepercayaan diri anak dengan memberikan
kesempatan untuk mengemukakan gagasannya melalui
alat dan bahan main yang digunakannya.
13. Mengingatkan pada anak sisa waktu bermain.
14. Mengajak anak untuk membereskan alat sesuai
tempat dan jenisnya
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
KEGIATAN PIJAKAN SETELAH MAIN
NAMA RA MISBAHUL HASAN KODE DOK. SOP/PROS-009
LEMBAGA
UNIT PROGRAM RAUDLATUL ATHFAL STANDAR PROSES
TGL. DISAHKAN .................. TGL. REVISI -
1 JUDUL Pijakan Setelah Bermain
2 TUJUAN Membiasakan untuk berdoa sesudah melakukan kegiatan
(4.1)
Mengembangkan kemampuan berbahasa
(kosakata baru, mengungkapkan bahasa) (4.11)
Mengembangkan sikap percaya diri (2.5)
Mengembangkan sikap menghargai orang lain yang
berbicara (2.7)
Menguatkan konsep pengetahuan sesuai dengan tema dan
RPPH
yang disusun
Membiasakan untuk berkata santun (menggunakan
kata terima kasih, maaf, tolong). (2.14)
Mengembangkan kemampuan behasa ekspresif
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru sentra
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN Catatan Perkembangan Anak
6 PROSEDU 1. Mengajak anak untuk duduk melingkar dan menanyakan
R KERJA perasaan setelah bermain
2. Menanyakan kegiatan bermain yang sudah dilakukan anak
(recalling) .
3. Anak diberi kesempatan untuk menunjukkan hasil karya,
bisa dalam bentuk gambar, tulisan, bercerita.
4. Memperkuat kembali konsep pengetahuan yang
sudah didapat anak selama bermain (sesuai dengan
RPPH)
5. Memberikan penghargaan seperti ucapan terima kasih
terhadap perilaku anak yang sudah sesuai dengan
aturan dan
6. Membahas apa yang seharusnya dilakukan bila ada
anak yang belum mematuhi aturan.
7. Menyampaikan kegiatan berikutnya dan perilaku yang
diharapkan pada anak untuk mengikuti kegiatan
berikutnya.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENATAAN LINGKUNGAN MAIN
NAMA RA MISBAHUL HASAN KODE DOK. SOP/PROS-010
LEMBAGA
UNIT PROGRAM RAUDLATUL ATHFAL STANDAR PROSES
TGL. DISAHKAN .................. TGL. REVISI -
1 JUDUL Penataan Lingkungan Bermain
2 TUJUAN Menumbuhkan minat anak bermain dan
mengembangkan pengalamannya dengan alat
yang disediakan
Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan sesuai dengan yang tertuang dan RPPH
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru sentra/area/kelompok
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN RPPH
6 PROSEDU 1. Pendidik menyiapkan alat main yang akan
R KERJA digunakan anak maksimal 30 menit sebelum anak
datang.
2. Pastikan bahwa lingkungan belajar di dalam (indoor) dan
di luar
(outdoor) bersih, aman, nyaman, dan menyenangkan.
3. Penataan alat main harus berdasarkan RPPH yang sudah
dibuat.
4. Alat bermain yang ditata harus mewakili 3 jenis main
yaitu main sensorimotor, main peran, dan main
pembangunan, untuk memberikan pengalaman
bermain yang beragam.
5. Alat main ditata di area yang aman. Jika bermain yang
menggunakan air, pastikan bahwa lantai tidak licin,
sehingga tidak menjadikan mudah terpeleset.
6. Penataan alat main mendukung perkembangan bahasa,
kognitif, sosial-emosional anak.
7. Alat main yang ditata dapat digunakan dengan
berbagai cara sehingga menumbuhkan kreativitas
anak.
8. Alat main yang disiapkan dipastikan dalam kondisi baik,
lengkap setnya, tidak retak.
9. Alat dan bahan main serta buku ditata pada tempat yang
mudah
dijangkau oleh anak.
10. Disiapkan tempat untuk membereskan mainan
sesuai dengan kategorinya.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PEMBUKAAN KEGIATAN HARIAN
NAMA RA MISBAHUL HASAN KODE DOK. SOP/PROS-011
LEMBAGA
UNIT PROGRAM RAUDLATUL ATHFAL STANDAR PROSES
TGL. DISAHKAN .................. TGL. REVISI -
1 JUDUL Pembukaan Kegiatan Harian
2 TUJUAN Membangun minat anak dan mampu beradaptasi
dengan lingkungan PAUD, mengenalkan symbol
negara dan lagu kebangsaan serta kecintaan
pada tanah air
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru sentra/area/kelompok
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN RPPH
6 PROSEDU 1. Awali dengan kegiatan berdoa dan bernyanyi.
R KERJA 2. Pendidik memberikan kesempatan kepada
anak untuk menceritakan pengalaman dan
mendiskusikannya.
3. Pendidik bersama anak melakukan percakapan untuk
mengecek kehadiran sambil membiasakan anak untuk
memperhatikan dan
menyebutkan temannya yang tidak masuk.
4. Biasakan selalu berbicara dengan lembut (soft
speaking communication).
5. Biasakan mengawali kegiatan dengan membacakan
buku atau bacaan lain sesuai dengan tema (selalu
menyebutkan judul buku dan nama pengarangnya).
6. Sebelum masuk ke kegiatan hari ini, tanyakan kembali
kegiatan
yang dilakukan kemarin.
7. Selalu mendiskusikan tema, lingkup materi, kegiatan
yang akan dilakukan, serta kosakata terkait di awal
kegiatan.
8. Mendiskusikan aturan bermain.
9. Memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih
mainan.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
BERMAIN MOTORIK KASAR
NAMA RA MISBAHUL HASAN KODE DOK. SOP/PROS-012
LEMBAGA
UNIT PROGRAM RAUDLATUL ATHFAL STANDAR PROSES
TGL. DISAHKAN .................. TGL. REVISI -
1 JUDUL Bermain Motorik Kasar
2 TUJUAN Melatih otot-otot kasar; (kekuatan, kelenturan,
keseimbangan, kelincahan)
Mengembangkan sensorik motorik (koordinasi tangan,
mata, kaki)
Membiasakan untuk bekerjasama
Mengembangkan sikap sosial- emosional
Mengembangkansikap berani melakukan hal baru
dan mau mengambil resiko
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru sentra/area/kelompok
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN RPPH
6 PROSEDU 1. Pendidik menawarkan kegiatan yang beragam dan
R KERJA menarik , sesuai tahapan perkembangan anak.
2. Pendidik mempersilahkan anak memilih kegiatan yang
disukai.
3. Pendidik mengajak anak yang baru datang untuk bermain
bersama teman.
4. Pendidik mengawasi, mengamati, memotivasi dan
memberikan bantuan kepada anak yang
membutuhkan.
5. Pendidik mengajak anak minum air putih sebelum pindah
ke
kegiatan berikutnya.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
TOILETING / TOILET TRAINING
NAMA RA MISBAHUL HASAN KODE DOK. SOP/PROS-013
LEMBAGA
UNIT PROGRAM RAUDLATUL ATHFAL STANDAR PROSES
TGL. DISAHKAN .................. TGL. REVISI -
1 JUDUL Melatih Anak Ke Kamar Mandi
2 TUJUAN Membiasakan untuk menjaga kebersihan diri sendiri
Membiasakan berperilaku hidup bersih sehat
Membiasakan untuk menentukan keinginan sendiri
(memahami keinginan diri sendiri)
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru sentra/area/kelompok
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN RPPH
6 PROSEDU 1. Pendidik mempersilahkan anak untuk ke toilet/WC/kloset
R KERJA pada waktu-waktu tertentu, namun tetap disesuaikan
dengan kebutuhan individual anak.
2. Pendidik melatih anak untuk melepas dan
mengenakan celana secara mandiri/sesuai tahap
perkembangan.
3. Pendidik melatih anak untuk menyiram toilet/WC/kloset.
4. Pendidik mengawasi dan memberikan bantuan jika
dibutuhkan.
5. Pendidik memastikan anak mencuci tangan dengan
sabun dan air bersih yang mengalir setelah BAK dan
BAB.
6. Pendidik memastikan anak untuk mengeringkan
tangannya setelah cuci tangan.
7. Pendidik mencuci tangan dengan sabun dan air
bersih yang mengalir sebelum keluar dari kamar
mandi sesuai kebutuhan.
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PENGELOLAAN KEGIATAN BELAJAR
NAMA RA MISBAHUL HASAN KODE DOK. SOP/PROS-014
LEMBAGA
UNIT PROGRAM RAUDLATUL ATHFAL STANDAR PROSES
TGL. DISAHKAN .................. TGL. REVISI -
1 JUDUL Pengelolaan Kegiatan Belajar
2 TUJUAN Menumbuhkan minat anak bermain dan
mengembangkan pengalamannya dengan alat
yang disediakan
Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan sesuai dengan yang tertuang dan RPPH
3 REFERENSI Permendiknas no. 146 tahun 2014
Visi, Misi, dan Tujuan Lembaga
4 PIHAK- Guru sentra/area/kelompok
PIHAK
TERKAIT
5 DOKUMEN RPPH
6 PROSEDU 1. Pendidik menyiapkan lingkungan bermain yang aman,
R KERJA nyaman dan tersedia APE yang mendukung.
2. Pendidik mengawali kegiatan dengan membacakan buku.
3. Pendidik mengajak anak berdiskusi tentang tema hari ini.
4. Pendidik membacakan buku atau bercerita dengan
menggunakan
APE sesuai
kebutuhan.
5. Pendidik mendorong anak untuk aktif mendiskusikan
tema yang sedang dibahas.
6. Pendidik menginformasikan kegiatan main hari
ini, dan menyampaikan gagasan main.
7. Mendiskusikan aturan main.
8. Pendidik memberikan kesempatan pada anak untuk
memilih teman main.
9. Anak melakukan kegiatan bermain sesuai minat.
10. Pendidik melakukan observasi (pengamatan) dan
membuat dokumentasi atau catatan tentang
perkembangan anak.
11. Pendidik mengingatkan pada anak sisa waktu bermain.
12. Pendidik mengajak anak untuk membereskan alat
13. Pendidik mengajak anak untuk duduk melingkar dan
menanyakan kembali, pengalaman bermain anak.
14. Anak didorong untuk memberikan unjuk kerja, bisa
dalam bentuk gambar, tulisan, bercerita menggunakan
hasil karyanya atau recalling (menceritakan kembali
pengalaman bermainnya).