II.
TINJAUAN PUSTAK
2.1 Kajian Teori
Bagian ini memaparkan beberapa pikiran para ahli berkaitan dengan
penelitiaan. Teori yang akan dibahas mengenai pengertian motivasi belajar, faktor-
faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, ciri-ciri motivasi belajar, indikator
motivasi belajar, fungsi motivasi belajar, hakikat pembelajaran Bahasa Indonesia,
tujuan pembelajaran bahasa Indonesia di SD, pembelajaran Bahasa Indonesia di
SD,Kerangka berpikir
2.1.1. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi berasal dari kata “motif” diartikan sebagai daya upaya yang
mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya
penggerak dari dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi
mencapai suatu tujuan. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila
kebutuhan untuk mencapai tujuan mendesak. Dalam pandangan yang berkembang di
masyarakat, motivasi sering diidentikkan dengan 'semangat', dan hasil belajar
merupakan pencapaian yang diraih oleh seorang individu dalam mengasah
kemampuannya melalui proses yang dilakukan dengan usaha melibatkan kemampuan
kognitif, afektif, psikomotor, serta kombinasi yang dimilikinya untuk memperoleh
pengalaman dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga individu tersebut
mengalami perubahan serta pengetahuan dari apa yang diamatinya secara langsung
maupun tidak langsung, yang akan melekat padanya secara permanen.
Motivasi adalah istilah yang paling sering digunakan untuk menjelaskan
keberhasilan atau kegagalan hampir semua tugas yang rumit, motivasi merupakan
fakto-faktor yang mendorong tingkah laku dan memberikan arah kepada tingkah
nlaku tersebut dan juga pada umumnya diterima bahwa motif seseorang untuk terlibat
dalam satu kegiatan tertentu didasarkan atas kebutuhan yang mendasari (Klolid,
2017). Motivasi belajar merupakan sesuatu keadaan yang terdapat pada diri seseorang
individu dimana ada suatu dorongan untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan.
Menurut Mc Donald dalam Kompri (2016) motivasi adalah suatu perubahan energi di
dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi
untuk mencapai tujuan. Motivasi belajar merupakan sebuah kondisi dimana seorang
peserta didik mempunyai dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi belajar yang
rendah mengakibatkan peserta didik kurang optimal dalam mengerahkan potensi dan
kemampuan yang dimilikinya.
Motivasi belajar mempunyai peranan besar dari keberhasilan seorang siswa.
Hasil belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi belajar. Makin tepat motivasi
yang diberikan, akan semakin baik hasil belajar. Dengan demikian motivasi
senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi siswa (Bakar, 2014). Motivasi
menurut Hamalik (2020) merupakan perubahan energi dalam diri atau pribadi
seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai
tujuan yang mengandung tiga unsur yang saling berkaitan, yaitu (1) motivasi yang
bermula dari adanya perubahan energi dalam diri, (2) motivasi ditandai dengan
munculnya perasaan, (3) motivasi ditandai oleh reaksi-reaksi yang timbul dalam
mencapai tujuan yang berfungsi memberikan dorongan untuk timbulnya kelakuan
atau sesuatu perbuatan. Motivasi belajar merupakan dorongan untuk melakukan suatu
perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu saat berinteraksi
dengan lingkungannya dalam proses pembelajaran yang terdiri dari kognitif, afektif,
dan psikomotorik (Octavia, 2020). Motivasi belajar merupakan tenaga penggerak
yang ada dalam diri peserta didik sehingga menyebabkan timbulnya kegiatan belajar,
yang menjamin kelangsungan kegiatan belajar berjalan lancar, dan yang
mengarahkan kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki akan tercapai
(Sardiman, 2016).
Motivasi belajar adalah variabel yang mana terbagi atas dua kata
ialahmotivasi dan belajar yang mana memiliki arti masing-asing. Menurut slameto
(2020:126) motivasi belajar ialah daya penggerakyangmana terlokasi pada dalam diri
siswa secara menyeluruh yang mana menimbulkanniat guna melangsungkan sebuah
tindakan kegiatan proses belajar sehingga tujuanyang mana didambakan mampu
tergapai. Menurut [Link] dalam yusneli (2021) mengemukakan bahwamotivasi
belajar ialah sebuah sokongan internal dan eksternal akan seseorangsiswa yang mana
tengah melangsungkan kegiatan belajar guna meningkatkanperilaku.
Dari beberapa definisi dari para ahli dapat disimpulkan bahwa motivasi
belajar adalah dorongan yang mampu menggerakkan seseorang untuk melakukan
sesuatu karena adanya faktor pendukung baik itu internal maupun eksternal yang
menyebabkan terjadinya kegiatan belajar, mengarahkan diri dalam kegiatan belajar,
dan membangkitkan semangat juang, ketekunan, keuletan, dan memiliki komitmen
untuk mencapai hasil belajar optimal sesuai dengan yang diharapkan.
2.1.2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa
Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa menurut
Hanafiah (2021) yaitu:
1. Faktor Internal
a. Kemampuan peserta didik. Motivasi belajar dipengaruhi oleh
setiapkemampuan yang dimiliki oleh peserta didik. Kemampuan yang
dimaksud adalahsegala potensi yang dimiliki, dari segi intelektual maupun
psikomotorik.
b. Kondisi peserta didik. Kondisi secara fisiologis juga turut mempengaruhi
motivasi belajar peserta didik. Seperti kesehatan dan panca indera. Ketika
pesertadidik memiliki kesehatan dan panca inderanya bekerja secara maksimal,
pesertadidik memiliki peluang untuk mencapai keberhasilan dalam proses
pendidikannya.
c. Cita-cita dan aspirasi karier. Salah satu faktor pendukung yang dapat
memperkuat semangat belajar adalah dengan memiliki cita cita.
Sedangkanaspirasi karier adalah harapan atau keinginan yang dimiliki individu
dan selalu menjadi tujuan dari perjuangan yang telah ia mulai.
d. Keadaan psikologi peserta didik yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu:
a) Intelegensi.
Inteligensi sebagai kemampuan psikofisik dalammereaksikanrangsangan
atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat.
Inteligensi tidak selalu berkaitan dengan otak, tetapi adanya pengaruh
interaksi dan koneksi antar bagian organ-organ yang ada di dalam tubuh
makhluk hidup.
b) Bakat.
Bakat adalah kemampuan yang dimiliki setiap individu yang diasahdan
dikembangkan melalui belajar yang kecakapan dan membantu untuk
meraihkesuksesan.
c) Persepsi.
Persepsi peserta didik tentang manfaat belajar dan keuntungannyayang
diperoleh ketika belajar juga mempengaruhi semangatnya untuk terus
belajar.
d) Sikap.
Sikap memiliki peran dalam mempengaruhi motivasi belajar pesertadidik,
sebab ketika peserta didik belajar dalam keadaan atau suasana senang,
yangdipicu oleh cara guru dalam mengajar akan membuat peserta didik
tetap semangat sehingga memperoleh hasil yang maksimal, begitu juga
sebaliknya.
e) Unsur-unsur Dinamis dalam Pembelajaran.
Perasaan, ingatan, keinginandanpengalaman yang dimiliki peserta didik
turut mempengaruhi motivasi dalambelajar, baik secara langsung maupun
tidak langsung.
e) Minat adalah Satu yang berpengaruh dalam motivasi belajar adalah minat.
Apabila peserta didik memiliki minat besar terhadap pelajaran bahasa
Indonesia, ia sungguh-sungguh belajar dengan penuh rasa keceriaan.
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal berarti faktor-faktor di luar dari diri peserta didik yang
ikut berperan dalam mempengaruhi motivasi belajar Putri & Soetjiningsih (2019)
adalah:
1. Lingkungan sosial sekolah, seperti guru, teman-teman di kelas dapat
mempengaruhi proses belajar, kondisi lingkungan belajar yang kondusif akan
mendukung danmemperkuatsemangat belajar peserta didik.
2. Kondisi lingkungan belajar.
3. Lingkungan sosial keluarga, pengaruh antar orangtua dan anak yang harmonis
dan saling menghargai juga akan mempengaruhi motivasi anak dalam belajar.
4. Lingkungan sosial masyarakat, ketika peserta didik merasa diakui
keberadaanyadengan diikutsertakan dalam kegiatan masyarakat, juga akan
mempengaruhi semangatnya dalam belajar.
5. Lingkungan non sosial, terbagi dua yaitu aspek instrumental dan lingkungan
alamiah. Aspekinstrumental seperti fasilitas atau sarana prasarana yang
disediakan oleh sekolah juga akan mempengaruhi semangat peserta didik
dalam belajar. Sedangkan Lingkungan alamiah, artinya dukungan, kasih
sayang dan kebiasaan-kebiasaankeluarga yang baik akan turut mempengaruhi
motivasi belajar anak.
Menurut rahmawanto (2023) menyatakan bahwa motivasi belajar bersumber
akan berbagai aspek termasuk kedambaan guna pencapaian akantujuan pribadi,
perasaan keingin tahuan, aspirasi karierm kedambaan gunapeningkata kualitas hidup
atau sokongan guna pemenuhan dambaan masyarakat atau orang tua.
Berdasarkan uraian di atas mampu dilangsungkan penarikan kesimpulan
bahwa aspek-aspek motivasi belajar di bagi menjadi 2 yaitu faktor internal
[Link] internal yang terdiri dari (1) cita- cita dan aspirasi karier,(2)
Kemampuan peserta didik, (3) keadaan [Link] faktor eksternal yaitu
terbagi atas (1) kondisi lingkungan belajar,(2) kondisi lingkungan sosial.
2.1.3 Ciri-Ciri Motivasi Belajar
Berikut ini adalah ciri-ciri motivasi belajar yang ada pada peserta didik
menurut Whab (2016) adalah sebagai berikut:
a. Tekun menghadapi tugas.
b. Ulet dalam menghadapi kesulitan (tidak mudah putus asa).
c. Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi.
d. Ingin mendalami bahan/ bidang pengetahuan yang diberikan dikelas.
e. Selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin ( tidak mudah puas dengan
prestasinya).
f. Menunjukkan minat terhadap masalah orang dewasa (misal pembangunan, politik,
agama, keadilan dan sebagainya).
g. Senang, rajin dan penuh semangat.
Membangkitkan motivasi didiri peserta didik bukanlah hal yang mudah untuk
dilakukan. Perlu mengenal diri peserta didik lebih lanjut dan mencari informasi
tentang keiniginan peserta didik tersebut, sehingga kita dapat memotivasi mereka.
2.1.4 Indikator Motivasi Belajar
Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada peserta
didik yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya
dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Indikator motivasi belajar
dapat diklasifikasikan sebagai berikut Uno (2012:23):
a. Adanya hasrat dan keinginan berhasil
b. Adannya dorongan dan kebutuhan dalam belajar
c. Adanya harapan dan cita-cita masa depan
d. Adanya penghargaan dalam belajar
e. Adanya kegiatan yang menarik
f. Adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan siswa dapat
belajar dengan baik.
Indikator motivasi seperti ini akan sangat penting dalam kegiatan belajar
mengajar. Kegiatan belajar mengajar akan berhasil baik apabila peserta didik tekun
mengerjakan tugas, ulet dalam memecahkan berbagai masalah dan hambatan.
2.1.5 Fungsi Motivasi Belajar
Setiap pekerjaan selain membutuhkan adanya kcakapan-kecakapan pribadi,
juga membutuhkan adanya motif yang cukup sehingga keberhasilan suatu pekerjaan
akan dicapai. Tanpa motivasi orang tidak akan berbuat apa-apa, tidak akan bergerak
kerapkali pekerjaan itu dapat dikerjakan dengan baik oleh orang yang memiliki
motivasi kuat, walaupun kecakapnnya sedang sedang saja, sedangkan orang yang
berkecakapan tinggi tanpa memiliki motivasi yang cukup, tidak akan dapat
menyelesaikan pekerjaannya. Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan,
sebeb seseorang yang tidak mempunyai motivasi dlam belajar, tidak akan mungkin
melaksanakan aktivitas belajar. Motivasi diperlukan dalam menentukan intensitas
usaha belajar bagi para peserta didik. Wahab (2016) ada tiga fungsi motivasi dalam
belajar, yaitu:
a. Motivasi sebagai pendorong perbuatan
Pada mulanya anak didik tidak ada hasrat untuk belajar, tetapi karena ada
sesuatu yang dicari muncullah minatnya untuk belajar. Sesuatu yang akan
dicari itu dalam rangka untuk memuaskan rasa ingin tahunya dari sesuatu
yang akan di pelajari. Sesuatu yang belum diketahui tersebut akhirnya
mendorong anak didik untuk belajar dalam rangka mencari tahu. Sikap itulah
yang mendasari dan mendorong kearah sejumlah perbuatan dalam belajar.
b. Motivasi sebagai penggerak perbuatan
Dorongan psikologis yang melahirkan sikap terhadap anak didik itu
merupakan suatu kekuatan yang tak terbendung, yang kemudian menjelma
dalam bentuk gerakan psikofisis.
c. Motivasi sebagai pengarah perbuatan
Anak didik yang mempunyai motivasi dapat menyeleksi mana perbuatan yang
harus dilakukandan mana perbuatan yang diabaikan. Sesuatu yang akan dicari
peserta didik merupakan tujuan belajar yang akan dicapainya. Tujuan belajar
itulah sebagai pengarah yang memberikan motivasi kepada anak didik dalam
belajar.
2.1.5 Hakikat Pelajaran Bahasa Indonesia
Bahasa adalah lingkaran system lambang bunyi yang arbitrer (semena -
mena), yang dipergunakan oleh para anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama,
berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Dalam percakapan (perkataan) yang baik
serta tingkah laku yang baik dan sopan santun Bahasa adalah alat komunikasi untuk
kita dapat berinteraksi dengan manusia lainnya. Tanpa bahasa tidak mungkin kita
dapat berinteraksi, karena bahasa adalah sumber untuk menciptakan interaksi
manusia dengan yang lainnya. Bahasa digunakan sebagai bentuk interaksi dalam
kelompok masyarakat untuk bekerjasama dan berkomunikasi satu sama lain melalui
simbol-simbol bahasa yang telah disepakati. (Warsiman, 2013) menyatakan bahwa
bahasa adalah suatu lembaga kemasyarakakatan yang menimbulkan ragam-ragam
sebagai pembeda antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya, baik keragaman
sosial penutur ataupun keragaman fungsi bahasa. (Yendra, 2018) mengartikan bahasa
sebagai sistem bunyi yang bermakna dengan adanya lambang bunyi yang kemudian
dituturkan dari arbiter manusia dalam situasi yang wajar sehingga dapat digunakan
sebagai alat komunikasi. Maka dari itu, bahasa itu adalah sistem lambang bunyi yang
arbiter dengan alat ucap manusia yang menghasilkan suatu makna sehingga dapat
dimengerti oleh manusia lainnya.
Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa yang harus dikuasai oleh
setiap warga negara Indonesia. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan
dasar-dasar berbahasa yang baik sedari usia dini. Sekolah Dasar (SD) sebagai bagian
dari wadah pendidikan anak usia dini menjadi salah satu tonggak yang penting bagi
keberlangsungan dan keberadaan Bahasa Indonesia, baik itu dalam bahasa tulis
maupun bahasa lisan. Pebriani dkk, (2014). Mata pelajaran bahasa Indonesia secara
umum dikembangkan menjadi keterampilan berbahasa yang meliputi mendengarkan,
berbicara, membaca, dan menulis (Depdiknas, 2013:). Keempat aspek keterampilan
berbahasa tersebut, di Sekolah Dasar memiliki standar kompetensi. Masing-masing
standar kompetensi dari keempat dasar tersebut sebagai berikut :
a) Mendengarkan mampu berdaya tahan dalam berkonsentrasi, mendengarkan sampai
dengan tiga puluh menit, dan mampu menyerap gagasan pokok dari berita,
petunjuk, pengumuman, perintah, bunyi atau suara, bunyi bahasa, lagu, kaset,
pesan, penjelasan, laporan, ceramah, pidato, pembicaraan nara sumber, dialog,
serta percakapan yang didengar dengan memberikan respons secara tepat, serta
mengaprisiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan mendengarkan hasil sastra
berupa dongeng, cerita anak-anak, cerita rakyat, cerita binatang, puisi anak, syair
lagu, pantun, dan menonton drama anak.
b) Berbicara mampu mengungkapkan gagasan dan perasaan, menyampaikan
sambutan, dialog, pesan, pengalaman, suatu proses, menceritakan diri sendiri,
teman, keluarga, masyarakat, benda, tanaman, binatang, pengalaman, gambar
tunggal, gambar seri, kegiatan sehari-hari, peristiwa, tokoh, kesulitan atau
ktidaksukaan, kegemaran, peraturan, tata tertib, petunjuk dan laporan, serta
mengapresiasi dan berekspresi sastra melalui kegiatan melisankan hasil sastra
berupa dongeng, cerita anak-anak, cerita rakyat, cerita binatang, puisi anak, syair
lagu, pantun, dan menonton drama anak.
c) Membaca mampu membaca lancar beragam teks, dan mampu menjelaskan isinya,
membaca huruf, suku kata, kata, kalimat, paragraf, berbagai teks bacaan, denah,
petunjuk, tata tertib, pengumuman, kamus, ensiklopedi, serta mengapresiasi dan
berekspresi sastra melalui kegiatan membaca hasil sastra berupa dongeng, cerita
anak-anak, cerita rakyat, cerita binatang, puisi anak, syair lagu, pantun, dan
menonton drama anak.
d) Menulis mampu menulis huruf, suku kata, kata, kalimat, paragraf dengan tulisan
yang rapi dan jelas, mneulis karangan sederhana, berbagai petunjuk, berbagai teks,
surat pribadi dan surat resmi, serta memerhatikan tujuan dan ragam pembaca serta
menggunakan ejaan dan tanda baca, kosakata yang tepat dengan menggunakan
kalimat tunggal dan kalimat majemuk, mneulis berbagai formulir, pnegumuman,
tata tertib, berbagai laporan, buku harian, poster, iklan, teks pidato dan sambutan,
ringkasan dan rangkuman, prosa, serta puisi sederhana.
Dalam Depdiknas (2013) dijelaskan bahwa tujuan pembelajaran keempat
aspek keterampilan berbahasa tersebut adalah sebagai berikut:
a) Siswa dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan
dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya dan
hasil intelektual bangsa sendiri.
b) Guru dapat memusatkan perhatian pada pengembangan kompetensi bahasa siswa
dengan menyediakan beragam kegiatan berbahasa dan sumber belajar.
c) Guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan bahan ajar sesuai dengan
kondisi
lingkungan .
d) Orang tua dan masyarakat terlibat secara aktif dalam pelaksanaan program
sekolah. e) Sekolah dapat menyusun program pendidikan sesuai dengan keadaan
siswa dan
sumber belajar yang tersedia.
f) Daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar sesuai dengan kondisi dan
kekhasan daerah (Depdiknas, 2013).
2.1.6 Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD
Tujuan dari belajar bahasa Indonesia agar siswa dapat memahami karya sastra
dan memperluas wawasan kehidupan. Menurut Susanto (2013) tujuan pembelajaran
Bahasa Indonesia di SD antara lain bertujuan agar siswa mampu menikmati dan
memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas
wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
Adapun tujuan khusus pengajaran Bahasa Indonesia, antara lain agar siswa memiliki
kegemaran membaca, meningkatkan karya sastra untuk meningkatkan kepribadian,
mempertajam kepekaan, perasaan, dan memperluas wawasan kehidupannya.
Menurut Hartati (2013) tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia adalah sebagai
berikut.
1. Siswa menghargai dan mengambangkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa
persatuan (nasional) dan bahasa negara.
2. Siswa memahami Bahasa Indonesia dari segi bentuk makna, dan fungsi, serta
menggunakan dengan tepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan
keperluan dan keadaan.
3. Siswa memiliki kemampuan menggunakan Bahasa Indonesia untuk
meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional, dan
kematangan sosial.
4. Siswa memiliki disiplin dengan berpikir dan berbahasa (berbicara dan
menulis)
5. Siswa mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk
mengembangkan sastra Indonesia sebagai khasanah budaya dan intelektual
manusia Indonesia.
Dari pendapat diatas pembelajaran Bahasa Indonesia adalah agar siswa
mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan
kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan
kemampuan berbahasa dan agar siswa memiliki disiplin dengan berpikir dan
berbahasa (berbicara dan menulis).
2.1.7 Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD
Pembelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari beberapa aspek yaitu menyimak,
berbicara, membaca dan menulis, Menurut Susanto (2013) pembelajaran bahasa
Indonesia, terutama di sekolah dasar tidak akan terlepas dari empat keterampilan
berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kemampuan
berbahasa bagi manusia sangat diperlukan. Sebagai makhluk sosial, manusia
berinteraksi, berkomunikasi dengan manusia lain dengan menggunakan bahasa
sebagai media, baik berkomunikasi menggunakan bahasa lisan. Juga berkomunikasi
menggunakan bahasa tulisan.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran di SD,
berdasarkan peraturan Menteri No. 22 (2006) tentang standar isi untuk satuan
pendidikan dasar dan menengah “pembelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari aspek
menyimak, menulis surat, menulis, dan berbicara. Aspek yang dipilih dalam
penelitian ini adalah aspek menulis. Jadi kesimpulan dari penjelasan beberapa ahli
diatas adalah bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari beberapa aspek yaitu
menyimak, berbicara, membaca dan menulis, dan pada dasarnya manusia sebagai
makhluk sosial berkomunikasi menggunakan bahasa, baik lisan maupun tulisan,
sehingga kemampuan berbahasa sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk dapat mengetahui aspek dalam Bahasa Indoneisa siswa harus dapat
menguasai kemapuan membaca, menyimak, berbicara, dan menulis. sehingga emapat
aspek terpenting dalam pelajaran Bahasa Indonesia,dan siswa harus diajarkan di
sekolah dasar.
2.2 Kerangka Berfikir
Proses pendidikan pada umumnya berlangsung di sekolah melalui aktivitas
pembelajaran yaitu mengarah pada hasil belajar yang dijadikan sebagai tolak ukur
keberhasilan proses pembelajaran. Aktivitas belajar bukanlah suatu kegiatan yang
dilakukan yang terlepas dari faktor lain. Aktivitas belajar merupakan kegiatan yang
melibatkan unsur jiwa dan raga. Belajar tak akan pernah dilakukan tanpa suatu
dorongan yang kuat baik dari dalam yang lebih utama maupun dari luar sebagai
upaya lain yang tak kalah pentingnya. Aktivitas belajar bermuara pada hasil belajar
yang merupakan tolak ukur keberhasilan dalam pembelajaran. Faktor lain yang
mempengaruhi aktivitas belajar adalah motivasi (Djamarah, 2018).
Motivasi belajar siswa merupakan faktor utama yang menentukan
keberhasilan belajar. Keberhasilan yang dicapai, dipandang sebagai tolak ukur dalam
pembelajaran. Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan
mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi
terkandung adanya keinginan yang mengakifkan, menggerakkan, manyalurkan, dan
mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar (Sardiman,2016). Motivasi
mempunyai peranan yang strategis dalam aktivitas belajar seseorang. Tidak ada
seorang pun yang belajar tanpa motivasi. Tidak ada motivasi berarti tidak ada
kegiatan belajar. Prinsip motivasi dalam belajar yaitu sebagai penggerak yang
mendorong aktivitas belajar, dapat memupuk optimisme dalam belajar, dan dapat
melahirkan prestasi dalam belajar (Djamarah, 2018).
Berdasarkan uraian tersebut, peneliti ingin mengetahui motivasi belajar siswa
pada pelajaran Bahasa Indonesia peserta didik kelas V di SDN 02 Ketapang . Alur
pikir tersebut dapat digambarkan dalam bagan kerangka berfikir sebagai berikut.
Gambar 1. Kerangka Berfikir Penelitian
Proses belajar bahasa
Indonesia pada kelas V
SDN 02 Ketapang
Faktor internal Motivasi Belajar
Motivasi siswa Peserta didik pada
Faktor eksternal Pelajaran Bahasa