CONECTING ROD
Conecting rod adalah komponen dalam silinder mesin yang menerima tekanan tinggi
dari gerak statis [Link] rod memiliki fungsi yaitu untuk meneruskan gerakan
statis dari piston kemudian mengubahnya menjadi gerak rotasi dan diteruskan ke poros
engkol untuk menggerakkan [Link] dari conecting rod cukup berat,tidak hanya
menerima tekanan dari piston tetapi juga mendapatkan pembebanan regangan saat
langkah hisap dan tekukkan saat mengubah langkah statis menjadi langkah rotasi.
Beratnya kerja dari conecting rod maka bahan atau material yang digunakan untuk
membuat conecting rod juga harus dengan bahan berkualitas tinggi dan juga dibuat
tekanan yang tepat agar bisa menghasilkan sebuah putaran yang sesuai standar.
Bagian ujung conecting rod yang disebut dengan small end dihubungkan dengan piston
melalui sebuah komponen yang disebut pin piston,dan ujung lainnya yang berlubang
besar atau disebut big end dihubungkan dengan komponen pada poros engkol yang
disebut crank pin yang dilapisi metal serta dibeli pelumas untuk mencegah keausan.
Proses Pembuatan conecting rod
Produksi conecting rod dengan menggunakan proses produksi berkualitas tinggi sangat
penting karena juga sepadan dengan kerja yang dilakukan oleh conecting rod yang
memiliki tekanan yang cukup [Link] satu proses yang sering digunakan pada
produksi conecting rod adalah penempaan atau disebut dengan foging karena dengan
proses foging keuletan dan ketahanan komponen akan sangat baik,dengan penempaan
juga memurnikan struktur logam,serta tingkat akurasi pada proses penempaan sangat
baik.
Dengan proses penempaan atau foging hal hal dalam proses produksi bisa
ditentukan,mulai dari volume,berat benda kerja,perhitungan daya serta gaya yang
mungkin akan terjadi pada [Link] itu sangat membantu untuk tingkat keakurasian
sebuah produk dengan kualitas yang baik.
Baja standart yang dugunakan adalah baja SAE 4140
[Link] tarik 100 kg/mm
[Link] karbon pada baja 0,38- 0.43 %
[Link] 0,75-1,0 %
[Link] <0,040 %
[Link] <0,040 %
[Link] 0,20-0,35 %
[Link] 0,80-1,10 %
[Link]
Bagoan awal pembuatan conecting rod adalah dari batang dengan bahan alloy steel
dengan panjang kurang lebih 2m dan membutuhkan alas yang kokoh dengan ketentuan
lebih kuat dari batang,tahan karat,juga mudah saat dipotong.
[Link] penempaan atau proses forging
Bagian penempaan yaitu adalah bagian penekanan dan cetakan yang digunakan
dipanaskan sedangkan pada bagian bahannya dipanaskan dalam [Link] yang
digunakan adalah sama dengan temperature cetakan yaitu sekitar 1100-1250
[Link] bahan alloy steel atau billet dikelurkan dari oven dan diletakkan daiatas
[Link] penekanan dilakukan dengan besar tekanan 2000 ton hingga
membentuk bentu dasar conecting rod.
[Link] edging
Pada proses edging material yang terdistribusi sebagian terlokasir pada suatu area
sehinnga akan membentuk pola kasar dari conecting rod.
[Link] blocking
Proses bloking bertujuna untuk membentuk proses kasar pada edging menjadi conecting
rod.
[Link] trimming
Proses ini dilakukan pembuangan [Link] digunakan untuk mengurangi
produk dengan ukuran tertentu dengan satuan milimeter pada setiap sisi conecting
rod,dengan tujuan untuk mengurangi berat keseluruh produk.
[Link] finishing
Proses terakhir yang dilakukan adalah penempaan atau forging dengan tujuan untuk
memperhalus dan merapikan produk yang dibuat agar lebih presisi saat
[Link] produk presisi serat rapi,langkah selanjutnya adalah conecting rod
disemprot dengan deisonisasi air yang panas dengan tujuan menghilangkan pelumas
atau oli yang tertinggal saat proses pembuatan,kemudian dikeringkan dan conecting rod
dapat digunakan.