0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan8 halaman

Penyuluhan Gout di Majalengka 2024

Diunggah oleh

Indah Dea
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan8 halaman

Penyuluhan Gout di Majalengka 2024

Diunggah oleh

Indah Dea
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENYAKIT ASAM URAT DI BLOK RABU RT 001 RW 003


DS. BONGAS KULON KEC. SUMBERJAYA KAB. MAJALENGKA

Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Tugas PBL III Keperawatan Komunitas

DISUSUN OLEH:

INDAH DEA PANTIANA

21142011121

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS YPIB MAJALENGKA

2023-2024
1. TOPIK
Topik yang akan disampaikan adalah tentang penyakit asam urat

2. SASARAN
Sasaran yang akan dituju adalah Ny. N

3. TUJUAN UMUM
a. Audience (Audiens): Menyampaikan informasi yang tepat dan relevan tentang gout
kepada audiens yang tepat, seperti pasien, keluarga, atau masyarakat umum.
b. Behavior (Perilaku): Mendorong perubahan perilaku positif dalam pengelolaan dan
pencegahan gout, seperti kepatuhan terhadap pengobatan dan perubahan gaya hidup.
c. Criteria (Kriteria): Menetapkan kriteria untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan,
termasuk peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang gout di kalangan audiens.
d. Degree (Tingkat): Mengukur sejauh mana tujuan penyuluhan tercapai, yaitu sejauh
mana audiens berhasil menerapkan informasi yang diberikan dalam kehidupan sehari-
hari mereka.
Tujuan umum ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan
pengelolaan gout di kalangan audiens melalui penyuluhan yang efektif.

4. TUJUAN KHUSUS
a. Audience (Audiens):
Tujuan: Menyampaikan informasi yang tepat dan relevan tentang gout kepada
individu target tersebut.
b. Behavior (Perilaku):
Tujuan: Mendorong individu tersebut untuk mengikuti rencana pengobatan dan
perubahan gaya hidup yang disarankan untuk mengelola gout.
c. Criteria (Kriteria):
Tujuan: Menilai pemahaman individu tersebut mengenai gout melalui diskusi atau
kuis, dengan target pemahaman yang jelas dan akurat.
d. Degree (Tingkat):
Tujuan: Mengukur sejauh mana individu tersebut menerapkan informasi yang
diterima dalam kehidupan sehari-hari mereka, dengan target perubahan positif dalam
pengelolaan gout.
Tujuan ini dirancang untuk memastikan penyuluhan efektif dalam memberikan
informasi, mempengaruhi perilaku, dan mengevaluasi hasil untuk satu individu

5. GARIS – GARIS BESAR MATERI


Gout adalah gangguan yang menyebabkan kesalahan metabolisme purin yang
menimbulkan hipersemia (kadar asam urat serum > 7,0 mg /100ml). Ini dapat
mempengaruhi sendi (kaki). Secara khas, sendi metatarsafalangeal pertama dari ibu jari
kaki besar adalah sisi primer yang terlibat. Sendi lain yang terlibat dapat meliputi lutut
dan pergelangan kaki. (Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah, volume 2).
Penanganan gout biasanya dibagi menjadi penanganan serangan akut dan kronik. Ada 3
tahapan dalam terapi penyakit ini:
- Mengatasi serangan akut
- Mengurangi kadar asam urat untuk mencegah penimbunan kristal urat pada
jaringan, terutama persendian
- Terapi pencegahan menggunakan terapi hipouresemik
- Terapi non farmakologi:
Terapi non farmakologi merupakan strategi esensial dalam penanganan gout.
Intervensi seperti istirahat yang cukup, penggunaan kompres dingin, modifikasi
diet, mengurangi asupan alkohol dan menurunkan berat badan pada pasien yang
kelebihan berat badan terbukti efektif.
- Terapi farmakologi Serangan akut
Istirahat dan terapi cepat dnegan pemberian NSAID, misalnya indometasin 200
mg/hari atau diklofenak 159 mg/hari, merupakan terapi lini pertama dalam
menangani serangan akut gout, asalkan tidak ada kontraindikasi terhadap NSAID.
Aspirin harus dihindari karena ekskresi aspirin berkompetesi dengan asam urat
dan dapat memperparah serangan gout akut. Obat yang menurunkan kadar asam
urat serum (allopurinol dan obat urikosurik seperti probenesid dan sulfinpirazon)
tidak boleh digunakan pada serangan akut.

6. METODE
Metode yang akan dugunakan dalam penyuluhan pendidikan keehatan disini adalah
ceramah dan tanya jawab.
7. MEDIA
Media yang akan digunakan dalam penyuluhan pendidikan kesehatan disini adalah
poster.

8. WAKTU
Penyuluhan ini akan dilaksanakan selama 10 menit. Dilakukan pada hari Minggu, 04
Agustus 2024.

WAKTU TAHAP KEGIATAN


KEGIATAN Penyuluh Sasaran
2 menit Pembukaan  Membuka acara dengan  Menjawab salam
mengucapkan salam  Mendengarkan penyuluh
 Memperkenalkan diri  Mendengarkan
 Menyampaikan topik dan penyuluhan
tujuan penkes  Menyetujui kesepakatan
 Kontrak waktu untuk waktu pelaksaan penkes
kesepakatan penkes dengan
sasaran
3 menit Kegiatan inti  Mengkaji ulang  Menyampaikan
pengetahuan sasaran pengetahuannya tentang
tentang materi materi penyuluhan
penyuluhan.  Mendengarkan penyuluh
 Menjelaskan materi menyampaikan materi –
penyuluhan tentang asam materi.
urat menggunakan Poster
3 menit Penutup  Memberikan kesempatan  Menyampaikan
untuk bertanya pertanyaan
 Memberikan pertanyaan  Menjawab pertanyaan
kepada sasaran yang diajukan
2 menit Evaluasi  Menyimpulkan materi  Mendengarkan
penyuluhan yang telah penyampaian kesimpulan
disampaikan kepada  Mendengarkan penyuluh
sasaran menutup acara dan
 Menutup acara dan menjawab salam.
mengucapkan salam serta
terimakasih kepada
sasaran.
9. TEMPAT
Kegiatan ini dilaksanakan di Blok Rabu RT 001 RW 003 Ds. Bongas Kulon Kec.
Sumber Jaya Kab. Majalengka.

10. RENCANA EVALUASI


a. Lama waktu : 2 menit
b. Metode :
- Memberikan kesempatan keluarga untuk
bertanya
- Memberikan pertanyaan kepada keluarga untuk
memastikan apakah keluarga sudah paham apa
yang disampaikan
- Menyimpulkan materi penyuluhan yang telah
disampaikan.

c. Instrument Evaluasi : Berbentuk pertanyaan evaluasi


- Apa itu asam urat?
- Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah atau
mengontrol asam urat?
DAFTAR PUSTAKA

Persatuan Ahli Penyakit dalam [Link] Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I edisi
III. Jakarta: Balai Penerbit.

Doengoes, Marilynn E , dkk. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta: Buku
Kedokteran EGC.
Lampiran

DOKUMENTASI

Gambar 1. Kunjungan Pertama Melakukan Pengkajian dan Pemeriksaan fisik

Gambar 2. Kunjungan Kedua Melakukan Pemeriksaan Kadar Asam Urat

Gambar 3. Kunjungan Ketiga Melakukan Pendidikan Kesehatan


Tentang Asam Urat
Lampiran

POSTER

INDAH DEA PANTIANA


21142011121

Gambar 4. POSTER Pendidikan Kesehatan Tentang Asam Urat

Anda mungkin juga menyukai