AKSI NYATA
KAMPANYE ATASI PERUNDUNGAN
disusun oleh
RATNA YULIANTI, [Link]
PENGERTIAN
Perundungan adalah : suatu tindakan agresif yang
dilakukan secara berulang yang dilakukan oleh satu
kelompok pada satu individu tertentu. Perundungan
biasanya ditujukan untuk individu yang dinilai lebih lemah
atau berbeda di antara kebanyakan individu lainnya
PENYEBAB
1. Pelaku
Biasanya pelaku perundungan melakukan perilaku ini karena beberapa
hal yang bisa saja berbeda-beda dari satu individu ke individu lain.
Seunagal (2021) menjelaskan bahwa beberapa hal yang bisa menjadi
penyebabnya seperti merasa bahwa pihak lawan sebagai “bahaya”
(perceived of threats), adanya keinginan untuk memiliki power sehingga
dapat lebih berkuasa, balas dendam, hingga adanya trauma masa lalu
yang belum terselesaikan.
PENYEBAB
2. Korban
Korban perundungan atau Perundungan karena memiliki karakteristik
psikologis tertentu, seperti sering mengalami emosi negatif berupa
kesedihan, marah, hingga insecure
3. Bystanders
Bystanders yang tidak bertindak atau hanya diam saja ketika
perundungan terjadi cenderung meningkatkan perilaku Perundungan
tersebut.
MACAM PERUNDUNGAN
Pelecehan verbal
Bentuk Perundungan pertama adalah pelecehan verbal.
01 Perundungan ini berupa tindakan menghina, mencela,
mengancam, atau melecehkan secara verbal korban
dengan kata-kata yang merendahkan dan menyakitkan
Pelecehan fisik
02
Bentuk Perundungan kedua adalah pelecehan fisik.
Perundungan ini melakukan tindakan kekerasan fisik
seperti pukulan, tendangan, menjambak rambut, atau
menganiaya secara fisik korban..
MACAM PERUNDUNGAN
Pelecehan sosial
Bentuk Perundungan ketiga adalah pelecehan sosial.
03 Perundungan ini berupa tindakan mengecualikan,
mengisolasi, atau menyebarkan gosip dan fitnah tentang
korban. Pelaku juga bisa memanfaatkan media sosial atau
teknologi untuk menyebarkan pesan negatif tentang korban.
Pelecehan emosional
Bentuk Perundungan keempat adalah pelecehan emosional.
04 Perundungan ini menyebabkan stres, kecemasan, atau
ketakutan pada korban melalui ancaman, intimidasi, atau
penghinaan. Ini bisa mencakup mengancam untuk melukai
korban atau mengancam keselamatan mereka..
DAMPAK PERUNDUNGAN
Dampak Emosional dan Mental
Perundungan dapat menyebabkan gangguan emosional dan mental pada
korban. Mereka mungkin mengalami kecemasan, depresi, stres, dan
kehilangan kepercayaan diri. Perundungan juga dapat menyebabkan isolasi
sosial, perasaan kesepian, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.
Masalah Kesehatan Mental
Korban Perundungan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan
masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, gangguan suasana
hati, dan gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia. Beberapa korban
bahkan dapat mengalami pemikiran atau perilaku bunuh diri.
DAMPAK PERUNDUNGAN
Gangguan Fisik
Perundungan dapat menyebabkan cedera fisik pada korban, baik secara langsung melalui pelecehan
fisik atau secara tidak langsung melalui stres kronis. Cedera fisik dapat berkisar dari lebam, memar,
hingga luka yang lebih serius. Selain itu, stres yang berkepanjangan dapat mengganggu sistem
kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit fisik.
Performa Akademik yang Menurun
Korban Perundungan seringkali mengalami kesulitan dalam fokus, belajar, dan berpartisipasi dalam
lingkungan akademik. Hal ini dapat menyebabkan penurunan performa akademik, absensi yang
tinggi, dan penurunan minat terhadap pendidikan.
Gangguan Hubungan dan Sosial
Perundungan dapat merusak hubungan sosial korban. Mereka mungkin kesulitan mempercayai
orang lain, mengembangkan persahabatan, atau berinteraksi secara sosial. Hal ini dapat berdampak
jangka panjang terhadap kualitas hubungan dan interaksi sosial mereka di masa depan.
CARA MENCEGAH PERUNDUNGAN
1. WASPADA 2. PEDULI TERHADAP PESERTA DIDIK
Guru dan tenaga kependidikan mengawasi Saat ada indikasi siswa melakukan intimidasi pada siswa
siswa dan waspada terhadap tanda-tanda lainnya, guru harus merespons. Begitu pula jika terdapat
siswa selaku korban Perundungan yang menceritakan
perundungan di sekolah
pengalamannya, guru sebaiknya menunjukkan kepedulian
3. JELI DAN PEKA 4. MENCIPTAKAN RUANG KELAS YANG AMAN
Guru perlu menyadari fakta yang terlihat di depan Ruang kelas yang aman tidak hanya aman digunakan
mata. Banyak kejadian tersirat yang membutuhkan saat belajar. tetapi juga adanya rasa saling
kejelian dari para guru, khususnya dalam menghormati, saling mendukung, rasa aman untuk
mengidentifikasi tanda perilaku Perundungan berinteraksi, bebas berekspresi, termasuk siswa mau
bersuara saat menyaksikan perilaku Perundungan
CARA MENCEGAH PERUNDUNGAN
5. AKTIF MELIBATKAN ORANG TUA
Guru bisa melibatkan orang tua dalam
penanganan perundungan. Saat ada kejadian
yang mengarah pada perilaku Perundungan,
guru bisa menginformasikan hal tersebut
pada orang tua pelaku maupun orang tua
korban.
TINDAKAN PENCEGAHAN
KAMPANYE AYO ATASI PERUNDUNGAN
Salah satu tindakan yang dilakukan di sekolah kami Yaitu dengan
mensosialisasikan tentang tindakan perundungan dan dampaknya
di terhadap peserta didik.
Langkah yang diambil yaitu mengajak peserta didik ikut
berkampanye akan bahaya perundungan di lingkungan sekolah
dan di media sosial peserta didik.
DOKUMENTASI KEGIATAN
PROSES PEMBUATAN POSTER
Pada Kegiatan ini, guru bersama peserta didik melakukan proses
pembuatan poster tentang perundungan
KAMPANYE DI KELAS
Kegiatan ini dilakukan guru bersama
peserta didik ke seluruh kelas, untuk
memberikan pemahaman tentang
bahaya perundungan
KAMPANYE DI MEDIA SOSIAL
Peserta didik ikut
berpartisifasi aktif
dalam menyebarkan
poster anti
perundungan di
media sosialnya
masing-masing
(Instagram)
DISKUSI DENGAN REKAN GURU
UMPAN BALIK PESERTA DIDIK
Nama Siswa : Pati Puspa Diana
Kelas : 8.3
Menurut peserta didik ini, kegiatan ini
sangat berkesan baginya dan teman-teman
yang lain, dari kegiatan ini mereka
mengetahuai apa itu perundungan
UMPAN BALIK PESERTA DIDIK
UMPAN BALIK REKAN GURU
KESIMPULAN
Perundungan sering terjadi di lingkungan sekolah, dimana korban dan pelakunya
menganggap Perundungan adalah hal yang biasa saja, padahal dampak Perundungan
pada korban bukan hanya jangka pendek, tapi juga jangka panjang. Sehingga ketika
terjadi bulling sebagian besar remaja memilih bersikap mendiamkan. Selain karena
Perundungan dianggap biasa, sebagian juga tidak mengerti bagaimana harus bersikap
ketika melihat Perundungan.
Secara visual, kampanye ini menggunakan pendekatan coretan atau graffiti yang
merupakan gaya visual yang banyak diminati kalangan remaja dan menggunakan media-
media yang akrab di kalangan remaja.
Dengan Kampanye ini diharapkan akan mencegah aksi perundungan di sekolah
TERIMA KASIH