Interaksi Terapeutik pada Klien Halusinasi
Interaksi Terapeutik pada Klien Halusinasi
KEPERAWATAN JIWA
HALUSINASI
DISUSUN OLEH :
Nama : NIM :
Muhammad Gilang Ilahi P05120321029
PEMBIMBING AKADEMIK
K: Iya boleh K: Tersenyum, sedang, Perawat mencoba untuk Klien menjawab ertanyaan Untuk mencegah/mengontrol
sambil menganggukan mengajarkan cara perawat halusinasi pendengaran yang
kepala mencegah/mengontrol dialami oleh klien
halusinasi pendengaran yang
P: Perawat mendengarkan dialami alami oleh klien
keterangan yang
disampaikan klien
P: cara menghardik suara P: Mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah/mengontrol
suara tersebut yaitu sebagai terbuka, suara jelas mengajarkan cara pertanyaan perawat halusinasi pendengaran yang
berikut: saat suara- mencegah/mengontrol dialami oleh klien
suara/bisikan itu muncul K:Mendengarkan penjelasan halusinasi pendengaran yang
langsung tutup telingan dan perawat, memandan perawat, dialami oleh klien
bilang “pergi, pergi saya menganggukan kepala
tidak mau dengar, kamu
suara palsu”. Kata-kata itu
diulang sampai suara itu
tidak terdengar lagi.
Coba
sekarang bapak peragakan.
K: Baik. Kalau suara itu K: Memeragakan cara Perawat mencoba untuk Klien memeragakan cara Untuk mencegah/mengontrol
muncul bapak langsung menghardik suara mengajarkan cara menghardik suara halusinasi pendengaran yang
tutup telingan “pergi, saya mencegah/mengontrol dialami oleh klien
tidak mau dengar, kamu P: Memperhatikan cara halusinasi pendengaran yang
suara palsu”. menghardik suara yang dialami oleh klien
diperagakan oleh klien
P: Ya bagus bapak sudah P: Tersenyum, Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah/mengontrol
bisa melakukannya dengan mempertahankan sikap mengajarkan cara pertanyaan perawat halusinasi pendengaran yang
baik terbuka, suara jelas mencegah/mengontrol dialami oleh klien
K: Mendengarkan halusinasi pendengaran yang
penjelasan perawat, dialami oleh klien
memandang perawat
P: Bagaimana perasaan P: Tersenyum, Perawat melakukan Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi/validasi
bapak setelah latihan cara mempertahankan sikap evaluasi/validasi perasaan pertanyaan perawat perasaan klien setelah
yang pertama untuk terbuka, suara jelas klien setelah melakukan cara melakukan cara menghardik
mengontrol halusinasi K: Mendengarkan menghardik
dengan cara menghardik? penjelasan perawat,
memandang perawat
K: bapak senang bisa K: Mengungkapkan Perawat melakukan Klien menjawab pertanyaan Untuk mengevaluasi/validasi
melakukannya perasaannya setelah evaluasi/validasi perasaan perawat perasaan klien setelah
melakukan cara menghardik klien setelah melakukan cara melakukan cara menghardik
menghardik
P: Mendengarjan,
mempertahankan sikap
terbuka
P: Coba bapak sebutkan lagi P: Mempertahankan sikap Perawat melakukan evaluasi Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi
cara mencegah dan terbuka, suara jelas subjektif (kognitif) dan pertanyaan perawat subjektif (kognitif) dan
mengontrol suara-suara/ evaluasi objektif evaluasi objektif
bisikan itu? Setelah itu K: Mendengarkan (psikomotor) klien tentang (psikomotor) klien tentang
bapak peragakan kembali pertanyaan perawat, cara menghardik suara cara menghardik suara
caranya memandang perawat
K: Caranya dengan K: Menyebutkan dan Perawat melakukan evaluasi Klien menjawab pertanyaan Untuk mengevaluasi
menghardik. Caranya yaitu memperagakan cara subjektif (kognitif) dan perawat subjektif (kognitif) dan
saat suara-suara itu muncul mencegah suara dengan cara evaluasi objektif evaluasi objektif
langsung bilang “pergi, menghardik (psikomotor) klien tentang (psikomotor) klien tentang
pergi saya tidak mau dengar, cara menghardik suara cara menghardik suara
saya tidak mau dengar, P: Memperhatikan klien,
kamu suara palsu”. mempertahankan sikap
terbuka, suara jelas
P: Iya sudah benar yang P: senang, tersenyum, Perawat melakukan evaluasi Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi
bapak sebutkan, tapi ada mempertahankan sikap subjektif (kognitif) dan pertanyaan perawat subjektif (kognitif) dan
tiga cara
lagi yaitu dengan cara terbuka, suara jelas evaluasi objektif evaluasi objektif
minum obat terjadwal dan (psikomotor) klien tentang (psikomotor) klien tentang
selanjutnya bercakap-cakap, K: Mendengarkan cara menghardik suara cara menghardik suara
dan melakukan kegiatan penjelasan perawat,
terjadwal. Lalu, tadi bapak tersenyum
sudah benar cara
[Link] bapak
hebat
P: Kita masukkan cara P: Tersenyum, Perawat memasukkan cara Klien mendengarkan Memasukkan cara
menghardik suara ke dalam mempertahankan sikap menghardik suara ke dalam pertanyaan perawat menghardik ke dalam jadwal
jadwal kegiatan harian ya terbuka, suara jelas jadwal kegiatan harian klien kegiatan harian klien agar
pak. Jadi, bila suara-suara dan perawat melakukan klien daat melakukan cara
itu muncul bapak bisa K: Mendengarkan rencana tindak lanjut kepada menghardik secara teratur
melakukan cara menghardik pertanyaan perawat, klien jika suara itu muncul
sesuai jadwal memandang perawat
P: Baiklah bapak, K: Menyetujuk kontrak yang Perawat melakukan kontrak Klien menjawab pertanyaan Kontrak untuk kegiatan
bagaimana kalau kita akan datang, mengangguk yang akan datang yaitu perawat selanjutnya
bertemu lagi untuk latihan dan tersenyum bercakap-cakap dengan
cara yang kedua yaitu orang lain
minum obat terjadwal P: Tersenyum,
dengan orang lain? Mau jam mempertahankan sikap
berapa bapak? Bagaimana terbuka, suara jelas
kalau jam 11? Lalu dimana
tempatnya? Bagaimana kalau
disini saja
K: Iya boleh. Jam 11, disini K: menyetujui kontrak yang Perawat melakukan kontrak Klien mendengarkan Kontrak untuk kegiatan
saja pak akan datang, mengangguk yang akan datang yaitu pertanyaan perawat selanjutnya
dan tersenyum bercakap-cakap dengan
orang lain
P: Tersenyum,
mempertahankan sikap
terbuka, suara jelas
P: Sampai jumpa K: Mengucapkan salam Perawat berpamitan Klien mendengarkan Salam untuk menjalin rasa
pak. Assalamu’alaikum (mengulurkan tangan), pertanyaan perawat saling percaya
tersenyum
P: Mendengarkan
(mengulurkan tangan untuk
berjabat tangan), tersenyum
K: Waalaikum’salam K: Mengucapkan salam Perawat berpamitan Klien menjawab pertanyaan Salam untuk menjalin rasa
(mengulurkan tangan), perawat saling percaya
tersenyum
P: Mendengarkan
(mengulurkan tangan untuk
berjabat tangan), tersenyum
ANALISA PROSES INTERAKSI
Inisial Klien : Tn.P
Usia : 30 tahun
Interaksi ke : Pertemuan ke-3
Hari/Tanggal : 14 November 2024
Jam : 10.00-10.20 (20 menit)
Lingkungan dengan klien : Ruang Murai
Deskripsi Klien : penampilan klien cukup rapi, dan sudah mandi
Tujuan Interaksi : Klien mampu:
- Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
Komunikasi Verbal Komunikasi Non Verbal Analisis Berpusat Pada Analisis Berpusat Pada Rasional
Perawat Klien
P: Assalamu’alaikum, bapak P: Duduk berhadapan, Perawat memulai Klien tampak bersedia Ucapan salam perawat
mengulurkan tangan, percakapan dengan sikap berinteraksi kepada klien menunjukkan
tersenyum, sikap terbuka terbuka penghargaan perawat kepada
klien. Penghargaan kepada
K: Melihat ke arah perawat orang lain merupakan modal
dan mengulurkan tangan awal seseorang dapat
membuka diri dengan orang
lain
K: Waalaikumsalam K: Klien memandang Perawat tetap menjaga posisi Klien berespon positif Perawat mempertahankan
perawat dan menjawab tubuh dengan terapeutik dengan menjawab salam sikap terbuka, memandang
salam dari perawat yang disampaikan oleh dan mendengarkan dengan
P: Mempertahankan sikap perawat penuh perhatian ketika
terbuka, memandang, dan berinteraksi dengan klien
mendengarkan dengan
perhatian
P: Bapak apakah masih P : Suara jelas memandang Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Membuka diri bagi perawat
ingat nama saya? klien dengan bersahabat membuka diri dan mencoba pertanyaan perawat untuk memudahkan dan
sikap terbuka dan menggali identitas klien membina hubungan saling
tersenyum percaya dengan klien
K : Memandang perawat dan
tersenyum
K: Masih pak K: Suara klien terdengar Perawat menunjukkan sika Klien terlihat mulai Memperkenalkan diri dan
jelas dan lantang juga terbuka dengan klien menampakkan rasa percaya mengatakan nama panggilan
memandang perawat dengan dengan perawat yang disukai dapat
serius meningkatkan rasa percaya
P: Mendengarkan dengan kepada orang lain
penuh perhatian dan sikap
terbuka
P: Baik pak. Bagaimana P: Suara jelas, tetap Perawat mencoba menggali
perasaan bapak hari ini? tersenyum, mempertahankan kondisi klien dengan
Apakah masih sering sikap terbuka, memandang pertanyaan terbuka, memberi
mendengar suara-suara? klien dengan bersahabat kesempatan klien
K: Memandang perawat, mengeksplorasikan apa yang
wajah tampak rileks dirasakan klien
K: Masih pak, tapi sudah K: Suara terdengar jelas, Perawat menunjukkan sikap Klien sudah mulai Klien sudah mulai membuka
berkurang klien tenang, klien terbuka dengan klien menanamkan sikap terbuka diri dengan perawat. Ini
memandang perawat dengan perawat merupakan awal yang baik
P: memandang klien dengan untuk mengetahui lebih
sikap bersahabat dan dalam lagi tentang masalah
mempertahankan sikap yang dihadapinya
terbuka
P: Bagus pak, Sesuai janji P: Mempertahankan kontak Perawat melakukan Klien mendengarkan Teknik validasi untuk
kita tadi saya akan latih caramata, sambil mengangguk klasifikasi terhadap masalah penjelasan dan terlihat ingin memastikan ucapan klien.
ketiga untuk mengontrol perlahan, dengan suara yang yang dihadapi klien mengungkapkan Kontrak waktu, topik dan
halusinasi dengan bercakap- penuh perhatian, dengan serta membuat kontrak permasalahan yang dihadapi tempat merupakan cara
cakap dengan orang lain. suara penuh perhatian pertemuan dan menentukan untuk menjalin hubungan
Jika bapak bersedia mau K: memandang perawat topik pembicaraan yang terapeutik
dimana dimana kitamendengarkan dan
berbincang-bincang? Dan menjawab ertanyaan, muka
mau berapa lama pak? tampak mulai rileks, tangan
diletakkan di atas meja
K: Boleh kita ngobrol di sini K: Wajah sudah tampak Perawat mempertahankan Klien sudah tampak percaya Klien sudah membuat suatu
saja ya, mau berapa lama rileks, memandang lawan sikap terbuka dengan klien dengan kehadiran perawat keputusan sederhana
bu? Bagaimana kalau 20 bicara, dan sesekali dan dapat membuat kontrak
meni tersenyum sendiri yang jelas
P: Tersenyum dan
menganggukkan kepala
P : Baiklah bagaimana kalau P: Tersenyum, Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mengidentifikasi isi,
kita ngobrol 20 menit, Cara mempertahankan sikap menggali lebih jauh tentang pertanyaan perawat waktum frekuensi, situasi,
ketiga untuk terbuka, suara jelas halusinasi pendengaran yang dan respon pasien jika terjadi
mencegah/mengontrol K: Mendengarkan dan dialami oleh klien halusinasi
halusinasi yang lain adalah menjawab pertanyaan
dengan bercakap-cakap perawat, memandang
dengan orang lain. Jadi perawat.
kalau bapak mulai
mendengar suara-suara,
langsung saja cari teman
untuk diajak ngobrol.
Minta teman untuk ngobrol
dengan bapak.
Contohnya begini; …
tolong, saya mulai dengar
suara-suara. Ayo ngobrol
dengan saya! Begitu
pak. Coba bapak lakukan
seperti saya tadi lakukan.
K: Baik. Kalau suara itu K: Memeragakan cara Perawat mencoba untuk Klien memeragakan cara Untuk mencegah/mengontrol
mengajak teman untuk bercakap-cakap suara mengajarkan cara bercakap-cakap suara halusinasi pendengaran yang
mengobrol. tolong, saya mencegah/mengontrol dialami oleh klien
mulai dengar suara-suara. P: Memperhatikan cara halusinasi pendengaran yang
Ayo ngobrol dengan saya! . bercakap-cakap suara yang dialami oleh klien
diperagakan oleh klien
P: Ya, begitu. Bagus! Coba P: Tersenyum, Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah/mengontrol
sekali lagi! Bagus! Nah, mempertahankan sikap mengajarkan cara pertanyaan perawat halusinasi pendengaran yang
latih terus ya pak! terbuka, suara jelas mencegah/mengontrol dialami oleh klien
K: Mendengarkan halusinasi pendengaran yang
penjelasan perawat, dialami oleh klien
memandang perawat
P: Bagaimana perasaan P: Tersenyum, Perawat melakukan Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi/validasi
bapak setelah latihan cara mempertahankan sikap evaluasi/validasi perasaan pertanyaan perawat perasaan klien setelah
yang ketiga untuk terbuka, suara jelas klien setelah melakukan cara melakukan cara bercakap-
mengontrol halusinasi K: Mendengarkan bercakap-cakap cakap
dengan bercakap- cakap? penjelasan perawat,
memandang perawat
K: bapak senang bisa K: Mengungkapkan Perawat melakukan Klien menjawab pertanyaan Untuk mengevaluasi/validasi
melakukannya perasaannya setelah evaluasi/validasi perasaan perawat perasaan klien setelah
melakukan cara bercakap- klien setelah melakukan cara melakukan cara bercakap-
cakap bercakap-cakap cakap
P: Mendengarjan,
mempertahankan sikap
terbuka
P: Coba bapak sebutkan lagi P: Mempertahankan sikap Perawat melakukan evaluasi Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi
berapa cara mencegah dan terbuka, suara jelas subjektif (kognitif) dan pertanyaan perawat subjektif (kognitif) dan
mengontrol suara-suara/ evaluasi objektif evaluasi objektif
bisikan itu? Setelah itu K: Mendengarkan (psikomotor) klien tentang (psikomotor) klien tentang
bapak peragakan kembali pertanyaan perawat, cara menghardik suara cara menghardik suara
caranya memandang perawat
K: Caranya dengan K: Menyebutkan dan Perawat melakukan evaluasi Klien menjawab pertanyaan Untuk mengevaluasi
menghardik,minum obat memperagakan cara subjektif (kognitif) dan perawat subjektif (kognitif) dan
terjadwal dan bercakap- mencegah suara dengan cara evaluasi objektif evaluasi objektif
cakap. Caranya yaitu saat bercakap-cakap (psikomotor) klien tentang (psikomotor) klien tentang
suara-suara itu muncul cara bercakap-cakap cara bercakap-cakap
langsung bilang “pergi, P: Memperhatikan klien,
pergi saya tidak mau dengar, mempertahankan sikap
saya tidak mau dengar, terbuka, suara jelas
kamu suara palsu”. Minum
obat secara terjadwal, Dan
tolong, saya mulai dengar
suara-suara. Ayo ngobrol
dengan saya!
P: Iya sudah benar yang P: senang, tersenyum, Perawat melakukan evaluasi Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi
bapak sebutkan, tapi ada mempertahankan sikap subjektif (kognitif) dan pertanyaan perawat subjektif (kognitif) dan
satu cara lagi yaitu dengan terbuka, suara jelas evaluasi objektif evaluasi objektif
cara melakukan kegiatan (psikomotor) klien tentang (psikomotor) klien tentang
terjadwal. Lalu, tadi bapak K: Mendengarkan cara bercakap-cakap cara bercakap-cakap
sudah benar cara penjelasan perawat,
melakukannya. Wah bapak tersenyum
hebat.
P: Kita masukkan cara P: Tersenyum, Perawat memasukkan cara Klien mendengarkan Memasukkan cara
bercakap-cakap suara ke mempertahankan sikap bercakap-cakap suara ke pertanyaan perawat menghardik ke dalam jadwal
dalam jadwal kegiatan terbuka, suara jelas dalam jadwal kegiatan kegiatan harian klien agar
harian ya pak. Jadi, bila harian klien dan perawat klien daat melakukan cara
suara-suara itu muncul K: Mendengarkan melakukan rencana tindak bercakap-cakap secara
bapak bisa melakukan cara pertanyaan perawat, lanjut kepada klien teratur jika suara itu muncul
bercakap-cakap sesuai memandang perawat
jadwal
P: Baiklah bapak , K: Menyetujuk kontrak yang Perawat melakukan kontrak Klien menjawab pertanyaan Kontrak untuk kegiatan
bagaimana kalau kita akan datang, mengangguk yang akan datang yaitu perawat selanjutnya
bertemu lagi untuk latihan dan tersenyum melakukan kegiatan yang
cara yang keempat yaitu terjadwal dengan orang lain
melakukan kegiatan yang P: Tersenyum,
terjadwal? Mau jam berapa mempertahankan sikap
ibu? Bagaimana kalau jam terbuka, suara jelas
9? Lalu dimana tempatnya?
Bagaimana kalau di sini saja
K: Iya boleh. Jam 9, disini K: menyetujui kontrak yang Perawat melakukan kontrak Klien mendengarkan Kontrak untuk kegiatan
saja pak akan datang, mengangguk yang akan datang yaitu pertanyaan perawat selanjutnya
dan tersenyum melakukan kegiatan yang
terjadwal dengan orang lain
P: Tersenyum,
mempertahankan sikap
terbuka, suara jelas
P: Sampai jumpa K: Mengucapkan salam Perawat berpamitan Klien mendengarkan Salam untuk menjalin rasa
pak . (mengulurkan tangan), pertanyaan perawat saling percaya
Assalamu’alaikum tersenyum
P: Mendengarkan
(mengulurkan tangan untuk
berjabat tangan), tersenyum
K: Waalaikum’salam K: Mengucapkan salam Perawat berpamitan Klien menjawab pertanyaan Salam untuk menjalin rasa
(mengulurkan tangan), perawat saling percaya
tersenyum
P: Mendengarkan
(mengulurkan tangan untuk
berjabat tangan), tersenyum
ANALISA PROSES INTERAKSI
Inisial Klien : Tn.P
Usia : 30 tahun
Interaksi ke : Pertemuan ke-4
Hari/Tanggal : 15 November 2024
Jam : 14.00-14.20 (20 menit)
Lingkungan dengan klien : Ruang Murai
Deskripsi Klien : penampilan klien cukup rapi, dan sudah mandi
Tujuan Interaksi : Klien mampu:
- Mengontrol halusinasinya dengan melaksanakan aktivitas terjadwal
Komunikasi Verbal Komunikasi Non Verbal Analisis Berpusat Pada Analisis Berpusat Pada Klien Rasional
Perawat
P: Assalamu’alaikum, P: Duduk berhadapan, Perawat memulai Klien tampak bersedia Salam merupakan kalimat
bapak mengulurkan tangan, percakapan dengan sikap berinteraksi pembuka untuk memulai suatu
tersenyum, sikap terbuka terbuka percakapan sehingga dapat
terjalin rasa percaya.
K: Waalaikumsalam K: Melihat ke arah perawat
dan mengulurkan tangan dan
menjawab salam perawat
P: Bagaimana perasaan P: duduk berhadapan, Perawat tetap menjaga posisi Klien berespon positif dengan Menanyakan kabar
bapak hari ini? bertanya jelas dan tubuh dengan terapeutik menjawab pertanyaan dari menunjukkan sikap
memandang klien perawat kepedulian terhadap klien
K : baik pak
K: Klien menjawab
pertanyaan dari perawat
dari perawatKlien
memandang perawat dan
menjawab salam dari perawat
P: Apakah suara-suara P : Suara jelas memandang Perawat tetap menjaga posisi Klien menunjukkan rasa Menanyakan halusinasi yang
nya masih muncul? klien dengan bersahabat sikap tubuh dengan terapeutik nyaman saat berbincang- dialami klien sebagai evaluasi
Apakah sudah dipakai terbuka dan tersenyum dan bincang dengan perawat keefektifan tindakan
tiga cara yang telah kita mendengarkan dengan sebelumnya
latih? Bagaiamana perhatian
hasilnya ?
K : Memandang perawat dan
K: suara-suara itu tersenyum
kadang-kadang masih
muncul, sudah saya
coba 3 cara kemarin
dan suara-suara itu
pergi
P: Bagus ! P : Suara jelas memandang Perawat menunjukkan sikap Klien terlihat lebih percaya Memberikan pujian atas
klien dengan bersahabat sikap terbuka dengan klien dan diri dan senang keberhasilan tindakan klien
K:- terbuka dan tersenyum nampak memberi pujian agar klien lebih percaya diri
K : Memandang perawat dan yang tulus atas keberhasilan dalam mengontrol
tersenyum klien halusinasinya
P: Sesuai janji kita hari P : Suara jelas memandang Perawat menunjukkan sika Klien menjawab pertanyaan Kontrak tempat, waktu untuk
ini kita akan belajar klien dengan bersahabat sikap terbuka dengan klien dan perawat interkasi selanjutnya
cara yang keempat terbuka dan tersenyum selalu tersenyum
untuk mencegah
halusinasi yaitu
kegiatan terjadwal. Mau K: Suara klien terdengar jelas
dimana kita bicara? dan lantang juga memandang
bagaimana kalau di sini perawat dengan serius
saja
K : iya di sini saja
P : Wah...banyak sekali
kegiatannya. Dari P : mempertahankan kontak
kegiatan yang sudah mata dan mendengarkan
bapak sebutkan tadi, dengan serius
pilih 2 kegiatan apa
yang bapak sukai dan K : menggunakan nada suara
ingin bapak lakukan sedang tapi jelas
dan mari kita latihan?
K:-
P : Bagaimana perasaan P : menatap pasien dan Perawat mendengarkan Pasien tersenyum dengan Agar tahu perasaan klien
bapak setelah kita menjaga kontak mata pasien dan memuji pasien perawat dan dapat setelah berbincang-bincang
bercakap-cakap cara mengungkapkan perasaannya
yang keempat untuk K : tersenyum dan
mencegah suara-suara? memandang ke arah perawat
Bagus sekali
K: senang...
P : coba bapak sebutkan P : menatap pasien dan Perawat mendengarkan Klien menjawab pertanyaan Mengevaluasi klien mengerti
3 cara yang telah kita menjaga kontak mata pasien dan memuji pasien perawat dengan benar atau tidak
latih untuk mencegah
suara-suara...Bagus
Sekali !
K : iyaa
P : mau jam berapa? P : mempertahankan kontak Perawat menyudahi diskusi Pasien menatap perawat, Agar pasien merasa dihargai
Bagaimana kalo jam mata dan tetap tersenyum sambil memperhatikan kemudian mengangguk dan dan pasien bisa kembali
14.00 ? pasien dengan menganjurkan tersenyum istirahat
K : Tersenyum dan menatap istirahat
K : iya pak perawat
Komunikasi Verbal Komunikasi Non Verbal Analisis Berpusat Pada Analisis Berpusat Pada Klien Rasional
Perawat
P: Assalamu’alaikum, P: Duduk berhadapan, Perawat memulai Klien tampak bersedia Salam merupakan kalimat
bapak mengulurkan tangan, percakapan dengan sikap berinteraksi pembuka untuk memulai suatu
tersenyum, sikap terbuka terbuka percakapan sehingga dapat
terjalin rasa percaya.
K: Waalaikumsalam K: Melihat ke arah perawat
dan mengulurkan tangan dan
menjawab salam perawat
P:Bagaimana perasaan P: duduk berhadapan, Perawat tetap menjaga Klien berespon positif dengan Menanyakan kabar
bapak hari ini? bertanya jelas dan posisi tubuh dengan menjawab pertanyaan dari menunjukkan sikap kepedulian
memandang klien terapeutik perawat terhadap klien
dari perawatKlien
memandang perawat dan
menjawab salam dari
perawat
P: Apakah suara-suara P : Suara jelas memandang Perawat tetap menjaga Klien menunjukkan rasa Menanyakan halusinasi yang
nya masih muncul? klien dengan bersahabat posisi tubuh dengan nyaman saat berbincang- dialami klien sebagai evaluasi
Apakah jadwal sikap terbuka dan tersenyum terapeutik bincang dengan perawat keefektifan tindakan
kegiatannya sudah dan mendengarkan dengan sebelumnya
dilakukan? perhatian
K : di sini saja
P: pak adakah P: Mendengarkan dengan Perawat mendengarkan Klien nampak kooperatif Mengetahui terapi obat setelah
bedanya setelah penuh perhatian dan sikap yang disampaikan pasien dengan menjawab pertanyan diminum oleh pasien
minum obat secara terbuka, mempertahankan perawat dan sambil
teratur? kontak mata mengingat-ngingat yang
dialaminya
K : tenang, bisa tidur
K : menggunakan nada suara
P : apakah suara-suara sedang tapi jelas
berkurang /hilang?
K : iya pak
P : mempertahankan kontak
mata dan mendengarkan
dengan serius
K : tersenyum
P : Minum obat sangat P : perawat menatap pasien Perawat mulai menjelaskan Pasien mendengarkan perawat Agar pasien tahu pentingnya
penting supaya suara- sambil tersenyum manfaat obat yang minum obat teratur untuk
suara yang bapak dikonsumsi pasien mengontrol halusinasinya
dengar dan K : serius memperhatikan
mengganggu selama perawat
ini tidak muncul lagi.
Berapa macam obat
yang di minum bapak?
K : 3 macam pak
P : Ini yang warna P : perawat menunjukkan Perawat menjelaskan obat- Pasien mendengarkan Memberikan edukasi tentang
orange diminum 3 kali obat, menyentuh pasien agar obatan yang diberikan penjelasan dari perawat obat agar pasien bisa tenang
sehari jam 7 pagi, jam tetap memperhatikan dan kepada pasien, jenis, waktu menghadapi sosok yang tidak
1 siang dan jam 7 menjaga kontak mata serta minumnya dan efek nyata
malam gunanya untuk selalu tersenyum sampingnya
menghilangkan suara-
suara. Ini yang putih, 3 K : Serius memperhatikan
kali sehari jamnya perawat, pandangan ke
sama gunanya untuk perawat dan diam
rileks dan tidak kaku.
Sedangkan yang
merah jambu 3 kali
sehari jamnya sama
gunanya untuk pikiran
biar tenang. Kalau
suara-suara itu hilang
obatnya tidak boleh
diberhentikan. Nanti
konsultasikan dengan
dokter, sebab kalau
putus obat bapak akan
kambuh dan sulit
untuk mengembalikan
ke keadaan semula.
Kalau obat habis
bapak bisa minta ke
dokter untuk
mendapatkan obat lagi.
bapak juga harus teliti
sat menggunakan obat-
obatan ini. Pastikan
obatnya benar, artinya
bapak harus
memastikan bahwa itu
obat yang benar-benar
punya bapak. Jangan
keliru dengan obat
miliki orang lain . baca
nama kemasannya.
Pastikan obat diminum
pada waktunya,
dengan cara yang
benar. Yaitu diminum
sesudah makan dan
tepat jamnya. bapak
juga harus perhatikan
berapa jumlah obat
sekali minum, dan
harus cukup minum 10
gelas per hari.
K: senang...
P : sudah berapa car P : menatap pasien dan Perawat mendengarkan Klien menjawab pertanyaan Mengevaluasi klien mengerti
yang kita latih untuk menjaga kontak mata pasien dan memuji pasien perawat dengan benar atau tidak
mencegah suara-suara?
coba bapak
sebutkan...Bagus
Sekali !
K : menjawab dengan nada
K : Menghardik, sedang tapi jelas
mengobrol dengan
orang lain dan
melakukan kegiatan
terjadwal dan minum
obat secara teratur
P : Jangan lupa pada P : mempertahankan kontak Perawat menyudahi diskusi Pasien menatap perawat, Agar pasien merasa dihargai dan
waktunya minta obat mata dan tetap tersenyum sambil memperhatikan kemudian mengangguk dan pasien bisa kembali beraktivitas
pada perawat atau pasien dengan tersenyum sesuai jadwal kegiatannya
pada keluarga kalau di K : Tersenyum dan menatap menganjurkan istirahat
rumah. Nah, makanan perawat
sudah datang. Besok
kita ketemu lagi untuk
berlatih cara ketiga
yaitu bercakap-cakap,
bapak mau jam
berapa? Bagaimana
kalo jam 10.00 pagi ?