0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan19 halaman

Pengaruh Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian

Diunggah oleh

Aida Alifia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan19 halaman

Pengaruh Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian

Diunggah oleh

Aida Alifia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori


2.1.1 Persepsi Harga
[Link] Definisi Persepsi Harga

Persepsi konsumen adalah proses Dimana individu memilih, mengatur dan


menafsirkan rangsangan yang diterimanya, kemudian mengubahnya menjadi gambaran
dalam alam pikiranya. Persepsi ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku
konsumen (Sinulingga, 2021). Salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan
konsumen adalah persepsi mereka terhadap harga. Setiap konsumen memiliki
karakteristik yang berbeda, sehingga penilaian terhadap suatu produk atau jasa yang
mereka terima pun bisa berbeda. Persepsi konsumen terhadap harga dapat mempengaruhi
keputusan pembelian mereka, oleh karena itu, perusahaan harus mampu menciptakan
persepsi yang positif terhadap produk atau jasa yang mereka tawarkan.
Menurut Kurniawan (2018) dalam (Aditya, 2019), Persepsi harga merujuk pada
cara konsumen menilai suatu produk atau jasa berdasarkan berbagai faktor, seperti
informasi yang mereka terima, pengalaman sebelumnya dalam membeli, atau peristiwa
yang mereka alami terkait produk atau layanan tersebut. Penilaian ini membantu
konsumen untuk menentukan apakah harga yang ditawarkan oleh perusahaan sesuai
dengan nilai yang mereka terima atau harapkan dari produk atau jasa tersebut. Persepsi
harga tidak hanya dipengaruhi oleh harga nominal yang tercantum, tetapi juga oleh
faktor-faktor lain seperti kualitas yang dirasakan, merek, serta pelayanan yang diterima.
Oleh karena itu, persepsi harga memiliki peran penting dalam memengaruhi keputusan
pembelian konsumen. Jika konsumen merasa harga tersebut sesuai dengan manfaat yang
mereka peroleh, hal ini dapat meningkatkan minat mereka untuk membeli produk atau
jasa tersebut di masa depan, bahkan mendorong penggunaan ulang atau pembelian
kembali. Sebaliknya, persepsi harga yang negatif dapat mengurangi minat konsumen dan
mempengaruhi loyalitas mereka terhadap merek atau perusahaan tersebut.
Menurut Kotler & Keller (2016:670) dalam (Budiyanto, 2018) harga merupakan
salah satu elemen dalam bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, sementara
elemen lainya menghasilkan biaya. Harga adalah elemen yang paling mudah disesuaikan
dalam program pemasaran, karena fitur produk, saluran distribusi, dan komunikasi
memerlukan waktu yang lebih lama lagi untuk diubah. Setiap konsumen, sebagai individu
yang memiliki karakteristik berbeda, akan memiliki persepsi yang berbeda pula terhadap
suatu produk atau layanan yang mereka terima. Faktor – faktor yang mempengaruhi
persepsi ini dapat beragam, dan persepsi konsumen terhadap harga suatu produk atau jasa
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian mereka. Oleh karena
itu, produsen akan berusahan sebaik munkin untuk membentuk persepsi yang positif
terhadap produk atau jasa yang merekan tawarkan.
Penilaian terhadap harga suatu produk dalam hal manfaatnya dapat bervariasi,
apakah dianggap mahal, murah, atau wajar, tergantun pada persepsi masing – masing
individu yang dipengaruhi oleh factor lingkungan dan kondisi pribadi. Pada dasarnya,
konsumen dalam menilai harga tidak hanya mempertimbangkan angka nominal, tetapi
lebih kepada bagaimana mereka memandang nilai dari harga tersebut. Oleh karena itu,
Perusahaan perlu menetapkan harga yang tepat agar dapat berhasil dalam memasarkan
produk atau layanan mereka. Harga merupakan satu – satunya elemen dalam bauran
pemasaran yang menghasilkan pendapatan bagi perusahan

[Link] Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Harga

Persepsi perbedaan harga mengacu pada sejauh mana konsumen membandingkan


harga suatu produk dengan harga produk serupa di pasar, yang memengaruhi bagaimana
mereka menilai harga sebagai lebih mahal atau lebih murah. Sementara itu, referensi
harga merujuk pada harga yang sudah dikenal atau biasa dibayar oleh konsumen
sebelumnya untuk produk sejenis, yang menjadi acuan atau standar dalam menilai harga
produk yang ditawarkan saat ini. Kedua faktor ini sangat berpengaruh dalam membentuk
penilaian konsumen terhadap harga yang mereka anggap wajar dan sesuai dengan kualitas
atau manfaat yang diterima. Menurut Manroe dalam (Setiawan et al., 2023), ada dua
faktor utama yang mempengaruhi persepsi harga yaitu:

1. Persepsi perbedaan harga


Merujuk kepada sejauh mana konsumen membandingkan harga produk
dengan produk lain yang sejenis dipasar, serta melihat apakah harga yang
ditawarkan lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan dengan pesaing.
2. Referensi harga
Mengacu pada harga yang telah dikenal atau biasa dibayar konsumen
sebelumnya untuk produk serupa, yang menjadi acuan bagi mereka dalam
menilai harga yang ditawarkan saat ini.

[Link] Indikator Persespsi Harga

Indikator yang mencirikan harga menurut Kotler adalah (Aptaguna & Pitaloka,
2016) :

1. Keterjangkauan Harga
Harga produk harus sesuai dengan kemampuan beli konsumen di segmen pasar yang
ditargetkan.
2. Kesesuaian Harga Dengan Kualitas Produk
Konsumen cenderung mengevaluasi apakah harga yang mereka bayarkan sebanding
dengan kualitas produk yang diterima.
3. Daya Saing Harga
Harga produk dibandingkan dengan produk sejenis dari pesaing, yang dapat
memengaruhi keputusan pembelian.
4. Kesesuaian Harga Dengan Manfaat Produksi
Harga produk harus mencerminkan manfaat atau nilai yang diberikan kepada
konsumen, bukan hanya biaya produksinya.
5. Harga Mepengaruhi Daya Beli Konsumen
Penetapan harga yang tepat dapat meningkatkan daya beli konsumen terhadap produk
tertentu.
6. Harga Dapat Mempengaruhi Konsumen Dalam Mengambil Keputusan
Harga sering menjadi faktor utama yang memengaruhi konsumen untuk membeli,
mempertimbangkan, atau membandingkan suatu produk.

2.1.2 Kualitas Produk


[Link] Definisi Kualiats Produk

Dalam dunia bisnis, kualitas produk bukan hanya tentang aspek teknis seperti
daya tahan dan estetika, tetapi juga mencakup kemampuan produk untuk memenuhi atau
bahkan melebihi kebutuhan dan harapan pelanggan. Menurut Kotler & Armstrong dalam
(Masnun et al., 2024) kualitas produk (product quality) merujuk pada karakteristik produk atau
jasa yang secara langsung bergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan
pelanggan, baik yang dinyatakan secara eksplisit maupun yang tersirat. Dengan kata lain, kualitas
produk mencerminkan seberapa baik suatu produk dapat memenuhi ekspektasi pelanggan
terhadap manfaat yang diinginkan.

Lebih jauh, kualitas produk juga menjadi elemen penting dalam membangun
loyalitas pelanggan. Produk dengan kualitas yang konsisten cenderung menciptakan
persepsi positif di mata pelanggan, sehingga meningkatkan kepercayaan mereka terhadap
merek atau perusahaan. Hal ini tidak hanya berdampak pada kepuasan pelanggan, tetapi
juga pada reputasi perusahaan dalam jangka panjang.

Menurut (Ghristian, 2016) kualitas produk juga harus dipahami sebagai keunggulan
kompetitif. Kualitas yang tinggi menunjukkan bahwa produk yang ditawarkan oleh penjual
memiliki nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk pesaing. Nilai jual lebih ini bisa berupa
fitur unik, keandalan, kemudahan penggunaan, atau manfaat tambahan yang memberikan
pengalaman lebih baik kepada pelanggan. Dengan adanya keunggulan ini, produk tidak hanya
dapat menarik perhatian konsumen baru, tetapi juga mempertahankan konsumen lama di tengah
persaingan pasar yang semakin ketat.

Selain itu, kualitas produk memainkan peran penting dalam proses pengambilan
keputusan pembelian oleh pelanggan. Produk dengan kualitas yang baik akan
memberikan rasa percaya kepada konsumen bahwa produk tersebut mampu memenuhi
kebutuhan mereka dengan cara yang optimal. Dengan demikian, kualitas tidak hanya
menjadi faktor pembeda dalam persaingan, tetapi juga elemen kunci yang memengaruhi
citra perusahaan di pasar.

[Link] Faktor Yang Mmepengaruhi Kualitas Produk

Menurut Tjiptono (Cesariana et al., 2022) kualitas produk dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor utama. Pada era globalisasi saat ini, agar mampu memperkuat posisinya
di pasar, sebuah perusahaan harus berlomba-lomba berpikir kreatif untuk
mempertahankan kualitas produknya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan
menghasilkan inovasi-inovasi yang unik dan relevan dengan kebutuhan konsumen. Hal
ini penting karena konsumen semakin selektif dalam mempertimbangkan kualitas produk
yang akan dibelinya, sehingga perusahaan harus terus beradaptasi dengan perkembangan
zaman dan perubahan preferensi konsumen.

Faktor 6M yang meliputi Market, Money, Management, Men, Motivation, dan


Material menjadi elemen kunci dalam menentukan kualitas produk.
a. Market berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen yang menjadi acuan
perusahaan dalam merancang produk.
b. Money mencakup alokasi dana yang memadai untuk proses produksi dan
pengembangan kualitas produk.
c. Management menekankan pentingnya pengelolaan yang efektif untuk memastikan
seluruh proses produksi berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
d. Men atau sumber daya amanusia menjadi faktor penting karena keterampilan dan
kompetensi karyawan akan sangat memengaruhi hasil akhir produk.
e. Motivation diperlukan untuk mendorong tim produksi bekerja dengan maksimal, baik
melalui penghargaan, pelatihan, maupun insentif lainnya.
f. Material mengacu pada bahan baku yang digunakan. Kualitas bahan baku sangat
menentukan kualitas akhir produk, sehingga pemilihan material yang tepat menjadi
prioritas utama.

Dengan mengelola keenam faktor ini secara optimal, perusahaan dapat


menciptakan produk yang berkualitas tinggi, memenuhi ekspektasi konsumen, dan
mampu bersaing di pasar global.

[Link] Indikator Kualitas Produk

Kualitas produk memiliki lima indicator menurut Tjiptono (Junita et al., 2024) :

1. Performance
Kinerja produk merujuk pada kemampuan produk untuk menjalankan fungsi
utamanya secara efektif.
2. Features
Fitur adalah karakteristik tambahan pada produk yang memberikan manfaat atau nilai
lebih bagi penggunanya. Semakin banyak fitur yang relevan, semakin tinggi daya
Tarik produk tersebut.
3. Durability
Daya tahan mengacu pada seberapa lama sebuah produk dapat digunakan sebelum
memerlukan perbaikan atau penggantian.
4. Aestetic
Estetika mencakup aspek keindahan produk yang dilihat dari desain, warna, dan
tampilan keseluruhan.
5. Perceived Quality
Kualitas yang dipersepsikan adalah pandangan atau penilaian pelanggan terhadap
kualitas produk, terlepas dari kualitas sebenarnya.

2.1.3 Media Sosial Tiktok


[Link] Definisi Media Sosial Tiktok

TikTok telah menjadi salah satu platform media sosial yang tidak hanya populer
untuk hiburan, tetapi juga sangat efektif dalam mendukung strategi pemasaran dan
penjualan produk. Dengan format video pendek yang menarik dan interaktif, platform ini
memungkinkan merek untuk memperkenalkan produk mereka secara kreatif kepada
jutaan pengguna. Fitur-fitur seperti hashtag challenge dan kolaborasi dengan kreator
konten telah terbukti mampu meningkatkan kesadaran merek dan mendorong penjualan.
Algoritma TikTok yang canggih juga memastikan produk dapat menjangkau audiens
yang tepat, sehingga menciptakan peluang viral yang dapat berdampak besar pada
performa bisnis.

Selain itu, TikTok telah merevolusi cara merek mempromosikan produk mereka
dengan memberikan sentuhan yang lebih autentik dan personal. Video promosi yang
dikemas secara kreatif, seperti ulasan produk atau tutorial penggunaan, lebih mudah
menarik perhatian pengguna dibandingkan iklan konvensional. Banyak bisnis, baik skala
kecil maupun besar, telah memanfaatkan TikTok sebagai alat untuk meningkatkan
konversi penjualan. Contohnya, produk yang dipromosikan melalui tren viral atau user-
generated content sering kali mencatat peningkatan signifikan dalam permintaan. TikTok
kini bukan hanya sekadar platform hiburan, tetapi juga mesin penggerak penjualan
produk yang sangat efektif.

Media sosial yaitu sebuah medium di internet yang memungkinkan penggunanya


untuk melakukan interaksi atau mempresentasikan dirinya. Bisa juga buat berbagi,
bekerja sama, komunikasi dengan pengguna lain bisa juga untuk membuat ikatan social
secara vitual (Puspitarini & Nuraeni, 2019). Tiktok sendiri atau Douyin di China, adalah
layanan jejaring social berbagi yang mengunakan video berdurasi pendek sebagai media
untuk menangkap dan menyajikan kreativitas, pengetahuan dan momen
lainya(Firamadhina & Krisnani, 2021).

[Link] Jenis Jenis Media Sosial

Adapun jenis jenis media sosial menurut (Liedfray et al., 2022). Ada lima jenis:
1. Aplikasi media sosial berbagi video (video sharing)
Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah, menonton, dan berbagi
video secara luas. Sebagai mahasiswa, aplikasi seperti YouTube sering digunakan
untuk mencari video pembelajaran, tutorial, atau hiburan. TikTok juga menjadi
populer di kalangan mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas melalui video
pendek.
Contoh: Youtube dan Tiktok
2. Aplikasi media sosial microblog
Microblogging adalah platform yang memungkinkan pengguna untuk membagikan
pesan singkat (tweet/post). Mahasiswa sering memanfaatkan Twitter untuk mengikuti
berita terkini, berbagi opini, atau berdiskusi tentang topik akademik maupun isu-isu
sosial.
Contoh: Twitter
3. Aplikasi media sosial berbagi jaringan
Aplikasi berbagi jaringan adalah platform yang dirancang untuk memperluas
hubungan sosial, baik dengan teman, keluarga, maupun orang baru.
Contoh: Facebook, Instagram, Twitter
4. Aplikasi media sosial berbagi jaringan professional
Aplikasi ini bertujuan untuk membangun koneksi profesional. Mahasiswa
menggunakan platform ini untuk mempersiapkan karier, berjejaring dengan
profesional di bidang tertentu, dan mencari peluang kerja atau magang.
Contoh: LinkedIn
5. Aplikasi media sosial berbagi foto
Aplikasi berbagi foto memungkinkan pengguna untuk mengunggah, menyimpan, dan
membagikan konten visual seperti gambar atau ilustrasi.
Contoh: Instagram, Pinterest

[Link] Indikator Media Sosial Tiktok

Media sosial Tiktok memiliki indikator indikator menurut Khatib (2016) dalam
(Fitria & Christina, 2023) :

1. Adanya konten yang menarik


TikTok harus memiliki konten yang kreatif, inovatif, dan relevan untuk menarik
perhatian audiens.
2. Adanya interaksi konsumen dan penjual
Platform ini memfasilitasi komunikasi langsung antara penjual dan konsumen,
mempermudah transaksi.
3. Adanya interaksi konsumen dengan konsumen lain
TikTok memungkinkan konsumen untuk saling berinteraksi, baik melalui kolom
komentar, video tanggapan, atau fitur lainnya.
4. Kemudahan untuk pencarian informasi produk
Aplikasi ini dirancang agar pengguna dapat dengan mudah menemukan informasi
terkait produk yang diinginkan, seperti melalui fitur pencarian atau tagar.
5. Kemudahan untuk mengkomunikasikan informasi pada public
TikTok menyediakan platform untuk menyebarkan informasi kepada audiens yang
luas, baik melalui konten video maupun fitur berbagi.
6. Tingkat kepercayaan pada media social
Kepercayaan terhadap platform TikTok sebagai media sosial memengaruhi sejauh
mana konsumen nyaman menggunakan platform ini untuk mencari produk atau
melakukan transaksi.

2.1.4 Minat Beli


[Link] Definisi Minat Beli

Faktor-faktor eksternal, seperti ulasan positif dari pengguna lain, kepercayaan


terhadap merek, dan pengalaman berbelanja yang memuaskan, juga berperan besar dalam
meningkatkan minat beli. Selain itu, pendekatan pemasaran yang kreatif dan tepat
sasaran, seperti iklan di media sosial, kolaborasi dengan influencer, atau pemberian
diskon dan promosi, telah terbukti mampu memengaruhi keputusan konsumen untuk
membeli. Hal ini terutama relevan dalam dunia digital, di mana konsumen memiliki akses
mudah untuk mencari informasi dan membandingkan produk sebelum memutuskan untuk
membeli.

Menurut Kotler dan Keller (2016) minat beli adalah sesuatu yang timbul setelah
menerima rangsangan dari produk yang dilihat, darai sana timbul rasa ketertarikan untuk
mencoba produk tersebut sampai akhirnya datang rasa keinginan untuk membeli (Santi et
al., 2024)

Menurut Keller dalam (Setianingsih & Aziz, 2022) factor – factor yang
mempengaruhi minat beli konsumen antara lain. Merk, penjual, jumlah, waktu dan juga
cara pembayaran. Yang artinya keputusan konsumen untuk membeli tidak hanya
didasarkan pada produk itu sendiri tetapi juga dipengaruhi oleh banyak elemen di
sekitarnya, seperti bagaimana produk dipasarkan, siapa yang menjualnya, dan kemudahan
proses pembeliannya.

Selain faktor-faktor tersebut, personalisasi pengalaman konsumen juga menjadi


salah satu cara efektif untuk meningkatkan minat beli. Perusahaan yang mampu
memahami kebutuhan dan preferensi konsumennya dapat memberikan rekomendasi
produk yang relevan, menawarkan layanan yang responsif, serta menciptakan
pengalaman belanja yang nyaman dan menyenangkan. Dalam dunia e-commerce,
personalisasi dapat diterapkan melalui teknologi berbasis data, seperti penggunaan
algoritma untuk merekomendasikan produk yang sesuai dengan riwayat pencarian atau
pembelian konsumen. Hal ini memberikan kesan bahwa perusahaan benar-benar
memahami kebutuhan konsumennya, sehingga meningkatkan rasa keterikatan dan
kepercayaan terhadap merek.

Di sisi lain, ulasan negatif atau pengalaman buruk dalam membeli produk dapat
menjadi penghalang utama dalam membangun minat beli konsumen. Oleh karena itu,
penting bagi perusahaan untuk menjaga reputasi mereka dengan memberikan pelayanan
terbaik, menanggapi keluhan konsumen secara cepat, dan memastikan produk yang dijual
sesuai dengan deskripsi atau janji yang diberikan. Selain itu, program loyalitas, seperti
pemberian poin untuk pembelian berulang atau akses eksklusif ke produk baru, juga
menjadi strategi yang dapat digunakan untuk mempertahankan minat beli konsumen
dalam jangka panjang. Dengan kombinasi strategi pemasaran yang kreatif, pelayanan
yang baik, dan personalisasi, perusahaan dapat membangun hubungan yang kuat dengan
konsumen dan menciptakan loyalitas merek yang berkelanjutan.

[Link] Indikator Minat Beli

Indikator menurut Ferdinand (2014) dalam (VITELLI, 2018) adalah:

1. Minat Transaksional
Minat transaksional merujuk pada kecenderungan konsumen untuk melakukan
pembelian produk atau layanan tertentu. Indikator ini mencerminkan niat konsumen
untuk bertransaksi, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti harga, promosi,
dan persepsi terhadap nilai produk.
2. Minat Referensial
Minat referensial adalah ketertarikan konsumen untuk merekomendasikan produk atau
layanan kepada orang lain. Indikator ini menunjukkan seberapa besar konsumen
merasa puas dengan produk yang mereka gunakan dan seberapa besar keinginan
mereka untuk berbagi pengalaman positif tersebut dengan teman, keluarga, atau
melalui media sosial.
3. Minat Preferensial
Minat preferensial mengacu pada pilihan atau preferensi konsumen terhadap produk
tertentu dibandingkan dengan produk lain yang sejenis. Indikator ini mencerminkan
seberapa besar konsumen menyukai suatu merek atau produk dan bagaimana hal
tersebut mempengaruhi keputusan pembelian mereka.
4. Minat Eksploratif
Minat eksploratif adalah keinginan konsumen untuk mencari informasi lebih lanjut
tentang produk atau layanan sebelum membuat keputusan pembelian. Indikator ini
mencerminkan rasa ingin tahu dan ketertarikan konsumen untuk memahami lebih
dalam tentang fitur, manfaat, dan ulasan produk.

2.2 Hubungan Antar Variabel


2.2.1 Hubungan antara persepsi harga terhadap minat beli konsumen

Penelitian yang dilakukan oleh (Setiawan et al., 2023) mengemukakan hasil yang
menunjukkan bahwa persepsi harga berpengaruh signifikan dan positif terhadap minat
beli konsumen. Dalam penelitian tersebut, ditemukan hasil bahwa variabel persepsi harga
mempunyai pengaruh paling besar terhadap minat beli.

Di sisi lain menurut (Gosal & Setiobudi, 2021) persepsi harga juga memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen pada juice & smoothies
zoo. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun harga merupakan salah satu faktor
penting dalam keputusan pembelian, konsumen tetap mempertimbangkan elemen-elemen
lain seperti rasa, kualitas, dan layanan yang diberikan oleh toko, yang secara keseluruhan
membentuk persepsi mereka terhadap produk tersebut.

Dari temuan-temuan ini, dapat disimpulkan bahwa harga yang kompetitif dan sesuai
dengan nilai yang dirasakan oleh konsumen memiliki dampak positif terhadap minat beli
mereka. Konsumen cenderung lebih memilih produk yang menawarkan harga yang
dianggap wajar dan sebanding dengan kualitas yang mereka harapkan. Hal ini
menunjukkan bahwa harga tidak hanya dipandang sebagai angka yang harus dibayar,
tetapi juga sebagai faktor yang mencerminkan kualitas dan nilai dari produk tersebut.
Oleh karena itu, perusahaan yang dapat menetapkan harga yang tepat, baik dari segi
jumlah maupun persepsi nilai yang diberikan, akan lebih mampu menarik perhatian
konsumen dan meningkatkan penjualan produk mereka. Keberhasilan dalam menetapkan
harga yang sesuai dengan harapan konsumen akan meningkatkan daya saing perusahaan
di pasar yang semakin kompetitif.

Selain faktor harga, pemasaran yang efektif juga memainkan peran penting dalam
mempengaruhi minat beli konsumen. Dengan adanya promosi yang tepat, seperti diskon
atau penawaran khusus, harga yang kompetitif dapat lebih menarik bagi konsumen.
Penurunan harga dalam bentuk diskon atau bundling produk dapat meningkatkan minat
beli konsumen, terutama jika mereka merasa mendapatkan keuntungan lebih dari
transaksi tersebut. Dengan memanfaatkan kombinasi harga yang menarik dan strategi
pemasaran yang baik, perusahaan dapat memperkuat daya tarik produk mereka dan
mendorong konsumen untuk melakukan pembelian, bahkan di pasar yang sangat
kompetitif.

Dari uraian diatas dapat disusun sebuah hipotesis sebagai berikut:

H₁: Persepsi harga memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen.

2.2.2 Hubungan antara kualitas produk terhadap minat beli

Menurut (Masnun et al., 2024) menyatakan bahwa penelitian, variabel kualitas


produk (X1) berpengaruh positif terhadap Keputusan pembelian (Y). Penelitian ini
menunjukkan bahwa konsumen cenderung memberikan perhatian besar pada kualitas
produk ketika membuat keputusan pembelian.

Kualitas produk yang baik memberikan nilai lebih kepada konsumen karena
mencerminkan daya tahan, performa, serta keunggulan yang dirasakan dari produk
tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kualitas produk yang
ditawarkan, semakin besar pula minat beli konsumen terhadap produk [Link]
konteks ini, kualitas produk menjadi salah satu factor utama yang mampu mencip takan
kepercayaan konsumen terhadap merk, meningkatkan kepuasan, serta mendorong
Keputusan pembelian. Dengan kata lain, konsumen tidak hanya mempertimbangkan
harga, tetapi lebih focus pada manfaat dan jaminan kualitas yang mereka perolah dari
produk yang ditawarkan.
Dari uraian diatas dapat disusun sebuah hipotesis sebagai berikut: H2: Kualitas
produk memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen.

2.2.3 Hubungan antara media social tiktok terhadap minat beli konsumen

Dalam penelitian (Azizah et al., 2021) menyatakan bahwa hasil penelitianya tentang
media social tiktok berpengaruh positif dan signifikan terhadap variable minat beli. Media
sosial, khususnya TikTok, telah menjadi platform yang sangat efektif dalam membangun
kesadaran merek dan menarik perhatian konsumen. TikTok, dengan format video pendek
yang kreatif dan mudah dibagikan, memungkinkan merek untuk menjangkau audiens
yang lebih luas dan lebih muda.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa konsumen yang terpapar konten produk


melalui TikTok cenderung lebih tertarik untuk melakukan pembelian. Faktor-faktor
seperti viralitas video, influencer yang merekomendasikan produk, dan interaksi langsung
dengan merek berkontribusi besar terhadap peningkatan minat beli. TikTok juga
menciptakan ruang bagi konsumen untuk melihat produk dalam konteks yang lebih
menarik dan relatable, sehingga mendorong mereka untuk melakukan keputusan
pembelian lebih cepat.

Dengan demikian, TikTok tidak hanya berfungsi sebagai saluran hiburan, tetapi
juga sebagai saluran pemasaran yang efektif dalam membentuk persepsi dan minat beli
konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran yang semakin
penting dalam mempengaruhi perilaku konsumen di era digital ini.

Dari uraian diatas dapat disusun hipotesis sebagai berikut:

H3: Media sosial TikTok memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen.

2.2.4 Hubungan antara harga, kualitas produk, media sosial tiktok terhadap minat
beli

Minat beli konsumen dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, seperti
harga, kualitas produk, dan promosi melalui media sosial. Harga merupakan salah satu
elemen penting dalam keputusan pembelian, karena konsumen cenderung
mempertimbangkan apakah nilai yang mereka terima sebanding dengan uang yang
dikeluarkan. Menururt Kotler & Keller (Woen & Santoso, 2021) harga yang kompetitif,
transparan, dan sesuai dengan nilai produk dapat meningkatkan daya tarik konsumen
untuk membeli. Fenomena ini juga menunjukkan bahwa konsumen cenderung
memprioritaskan produk yang memberikan manfaat terbaik sesuai anggaran mereka,
terutama di era persaingan pasar yang semakin ketat.

Di sisi lain, kualitas produk memainkan peran utama dalam membangun


kepercayaan dan minat beli. Produk yang berkualitas tinggi tidak hanya memenuhi
kebutuhan konsumen, tetapi juga memberikan pengalaman positif yang dapat
meningkatkan loyalitas terhadap merek. Konsumen yang merasa puas dengan kualitas
produk cenderung merekomendasikannya kepada orang lain, yang pada akhirnya
memengaruhi konsumen baru untuk melakukan pembelian. Hal ini sejalan dengan teori
"price-quality relationship" yang menghubungkan persepsi harga dengan kualitas produk,
di mana produk dengan kualitas tinggi cenderung dihargai lebih tinggi, tetapi tetap
diminati karena memberikan nilai yang sesuai dengan ekspektasi konsumen.

Selain itu, media sosial TikTok telah menjadi platform yang sangat berpengaruh
dalam membentuk perilaku konsumen. Algoritma TikTok yang canggih memungkinkan
konten promosi, seperti ulasan produk, tutorial, atau testimoni, dengan cepat menjangkau
audiens yang luas. Kolaborasi dengan influencer di TikTok telah terbukti meningkatkan
visibilitas produk dan menciptakan daya tarik emosional bagi konsumen. Konsumen yang
melihat produk digunakan oleh influencer favorit mereka sering kali merasa terinspirasi
untuk membeli, karena mereka percaya bahwa produk tersebut dapat memberikan
manfaat atau pengalaman serupa. Kombinasi harga yang kompetitif, kualitas produk yang
tinggi, dan pemasaran kreatif melalui TikTok dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam
memengaruhi minat beli konsumen.

Dengan demikian, ketiga elemen ini—harga, kualitas produk, dan promosi melalui
media sosial TikTok—berkontribusi secara signifikan dalam membangun keputusan
pembelian konsumen. Perusahaan yang dapat mengoptimalkan ketiga faktor ini secara
efektif akan memiliki peluang besar untuk menarik perhatian konsumen dan
meningkatkan penjualan produk mereka di pasar.

Dari uraian diatas dapat disusun hipotesis sebagai berikut:

H4: Harga, kualitas produk, dan media sosial TikTok secara simultan memiliki pengaruh
signifikan terhadap minat beli konsumen.
2.3 Penelitian Terdahulu
2.3.1 Definisi Penelitian Terdahulu

NO JUDUL VARIABEL HASIL


PENELITIAN
1. PENGARUH KUALITAS KUALITAS 1. Dalam
PRODUK DAN PERSEPSI PRODUK (X1), penelitian ini
HARGA TERHADAP MINAT PERSEPSI HARGA penulis
BELI SMARTPHONE XIAOMI (X2), MINAT BELI mengemukakan
(Retnowulan, 2017) (Y) bahwa persepsi
harga secara
parsial dan
simultan
terhadap
variabel terikat
yaitu minat
beli.
2. Kualitas
produk juga
secara parsial
dan simultan
terhadap
variabel minat
beli.
ANALISIS PENGARUH KUALITAS 1. Berdasarkan
KUALITAS PRODUK, PERSEPSI PRODUK (X1), hasil analisis
HARGA, PROMOSI TERHADAP HARGA data penelitian,
CITRA MEREK DAN MINAT (X2),PROMOSI variabel
BELI SERTA DAMPAKNYA (X3), MINAT BELI kualitas produk
PADA KEPUTUSAN (Y) berpengaruh
PEMBELIAN KARTU PERDANA positif terhadap
XL AXIATA DI SEMARANG citra merek
(Usmar Wicaksono, 2017) pada konsumen
XL Axiata
2. Penulis juga
menyimpulkan
bahwa harga
berpengaruh
positif dan
signifikan
terhadap minat
beli pada
konsumen
kartu perdana
XL Axiata
3. Promosi
berpengaruh
positif dan
signifikan
terhadap minat
beli konsumen
kartu perdana
XL Axiata
4. Hasil laporan
yang terakhir
yaitu
menunjukkan
bahwa citra
merek
berpengaruh
postif dan
signifikan
terhadap minat
beli

ANALISIS PENGARUH KUALITAS 1. Peniliti menulis


KUALITAS PRODUK, HARGA PRODUK (X1), bahwa variable
DAN PROMOSI TERHADAP HARGA (X2), kualitas produk
MINAT BELI KONSUMEN PROMOSI berpengaruh
PRODUK BATIK SENDANG (X3), MINAT BELI signifikan
DUWUR LAMONGAN (Martono (Y) terhadap minat
& Irani, 2014) beli produk
batik Sendang
Duwur.
2. Variabel harga
berpengaruh
signifikan
terhadap minat
beli produk
batik Sendang
Duwur.
3. Variable
promosi juga
berpengaruh
signifikan
terhadap minat
beli produk
batik Sendang
Duwuwr.
PENGARUH KUALITAS KUALITAS 1. Variabel
LAYANAN DAN HARGA LAYANAN (X1), kualitas
TERHADAP MINAT BELI JASA HARGA (X2), layanan (X1)
GO – JEK (Aptaguna & Pitaloka, MINAT BELI (Y) dan harga (X2)
2016) secara simultan
berpengaruh
signifikan
terhadap minat
beli (Y).
2. Variable
kualitas laynan
(X1) secara
persial
berpengaruh
signifikan
terhadap minat
beli (Y).
3. Variabel harga
(X2) tidak
berpengaruh
signifikan
terhadap minat
beli (Y).
PENGARUH PROMOSI DAN PROMOSI (X1), 1. Terdapat
HARGA TERHADAP MINAT HARGA (X2), pengaruh
BELI PERUMAHAN OBAMA PT. MINAT BELI (Y) signifikan
NAILAH ADI KURNIA SEI promosi dan
MENCIRIM MEDAN (Fitriana, harga terhadap
2014) minat beli.
2. Promosi
memiliki
pengaruh
signifikan
terhadap minat
beli.
3. Harga memiliki
pengaruh
signifikan
terhadap minat
beli.

Tabel 2. 1 Tabel Penelitian Terdahulu


2.4 Kerangka Pemikiran
2.4.1 Definisi Keraranga Pemikiran

Menurut Sugiono dalam (Syahputri et al., 2023) adalah sebuah model konseptual
tentang bagaimana teori berhubungan dengan beragam aspek yang sudah diidentifikasi.
Dalam penelitian ini ada gambar kerangka pemikiran seperti:

Gambar 2. 1 Kerangka Pemikiran


2.5 Hipotesis Penelitian
2.5.1 Definisi Hipotesis Penelitian

Menurut Rogers (1996) dalam (Yam & Taufik, 2021) Hipotesis Penelitian adalah
dugaan dugaan tentative Tunggal digunakan untuk Menyusun teori atau eksperimen dan
diuji. Dalam pembahasan kali ini hipotesis penelitianya adalah:

H₁: Diduga variabel Persepsi Harga memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli
konsumen.

H2: Diduga variabel Kualitas produk memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli
konsumen.

H3: Diduga variabel Media sosial TikTok memiliki pengaruh signifikan terhadap minat
beli konsumen.

H4: Diduga Variabel Persepsi Harga, kualitas produk, dan media sosial TikTok secara
simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen.

Anda mungkin juga menyukai