0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan17 halaman

Operasi dan Sifat Matriks dalam Matematika

Matriks

Diunggah oleh

Ade Ermawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan17 halaman

Operasi dan Sifat Matriks dalam Matematika

Matriks

Diunggah oleh

Ade Ermawati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

What will you learn in this chapter?

KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

3.3 Menjelaskan matriks dan kesamaan 3.3.1 Menuliskan bentuk matriks berdasarkan
matriks dengan menggunakan masalah permasalahan kontekstual
kontekstual dan melakukan operasi pada
matriks yang meliputi penjumlahan, 3.3.2 Menentukan unsur-unsur matriks
pengurangan, perkalian skalar, dan
perkalian serta transpose 3.3.3 Mengidentifikasi jenis-jenis matriks

3.3.4 Mengidentifikasi kesamaan dua matriks

3.3.5 Menentukan hasil operasi penjumlahan matriks

3.3.6 Menentukan hasil operasi pengurangan matriks

3.3.7 Menentukan hasil operasi perkalian skalar dengan


4.3 Menyelesaikan masalah kontekstual yang matriks
berkaitan dengan matriks dan operasinya
3.3.8 Menentukan hasil operasi perkalian dua matriks

3.3.9 Menentukan transpose suatu matriks


3.4 Menganalisis sifat-sifat determinan dan
invers matriks berordo 2×2 dan 3×3. 4.3.1 Memodelkan permasalahan kontekstual dalam bentuk
matriks

4.3.2 Menyelesaikan permasalahan kontekstual yang


berkaitan dengan matriks dan operasinya

3.4.1 Menentukan determinan matriks berordo


3.4.2 Menentukan determinan matriks berordo
3.4.3 Menyelesaikan masalah konseptual menggunakan
sifat-sifat determinan matriks
3.4.4 Menentukan invers matriks berordo
4.4 Menyelesaiakan masalah yang berkaitan 3.4.5 Menentukan invers matriks berordo
dengan determinan dan invers matriks 3.4.6 Menyelesaikan masalah konseptual menggunakan
berordo dan
sifat-sifat invers matriks
4.4.1 Menyelesaiakan permasalahan kontekstual yang
berkaitan dengan determinan matriks berordo

4.4.2 Menyelesaiakan
permasalahan kontekstual yang berkaitan dengan
determinan matriks berordo
4.4.3 Menyelesaiakan permasalahan kontekstual yang
berkaitan dengan invers matriks berordo
4.4.4 Menyelesaiakan permasalahan kontekstual yang
berkaitan dengan invers matriks berordo
Materi Pembelajaran

A. Membangun Konsep Matriks


Coba kamu perhatikan susunan benda-benda di sekitar kamu! Sebagai contoh, susunan buku di meja,
susunan buku di lemari, posisi siswa berbaris di lapangan, susunan keramik lantai, dan lain-lain. Tentu
kamu dapat melihat susunan tersebut dapat berupa pola baris atau kolom, bukan? Bentuk susunan
berupa baris dan kolom akan melahirkan konsep matriks yang akan kita pelajari. Sebagai contoh lainnya
adalah susunan angka dalam bentuk tabel. Pada tabel terdapat baris atau kolom, banyak baris atau kolom
bergantung pada ukuran tabel tersebut. Ini sudah merupakan gambaran dari sebuah matriks. Agar kamu
dapat segera menemukan konsepnya, mari perhatikan beberapa gambaran dan permasalahan berikut ini!
Sebagai gambaran awal mengenai matriks, mari cermati uraian berikut.

Matriks diberi nama dengan menggunakan huruf kapital, seperti A, B, C, dan lain-lain. Selain memiliki
baris dan kolom, matriks juga memiliki entry yaitu setiap anggota dalam matriks tersebut. Entry suatu
matriks dinotasikan dengan huruf kecil seperti a, b, c, ... dan biasanya disesuaikan dengan nama
matriksnya. Perhatikan permasalahan berikut:

Gambar di atas mendeskripsikan susunan barang-barang pada rak supermarket yang terdiri atas tiga
baris dan tiga kolom. Bentuk matriks dari susunan barang tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut.
Misalkan pada matriks A di atas, entry-entrynya dinyatakan dengan a,dan umumnya entry-entry dari
suatu matriks diberi tanda indeks, misalnya aij, yang artinya entry dari matriks A yang terletak pada
baris i dan kolom j. Maka koleksi susu yang terdapat pada baris ke-1, kolom ke-1 dapat dinyatakan a11 =10.
Koleksi barang yang terdapat pada baris ke-2, kolom ke-3 adalah koleksi detergen yang dinyatakan pula
dengan a23 = 8 dan untuk selanjutnya entry matriks A dapat dinyatakan dengan:

B. Jenis-Jenis Matriks
1. Matriks Baris
Matriks baris adalah matriks yang terdiri atas satu baris saja. Biasanya, ordo matriks seperti ini
adalah 1 × n, dengan n banyak kolom pada matriks tersebut.
2. Matriks Kolom
Matriks kolom adalah matriks yang terdiri atas satu kolom saja. Matriks kolom berordo m × 1, dengan
m banyak baris pada matriks tersebut. Perhatikan matriks kolom berikut ini!

3. Matriks Persegi Panjang


Matriks persegi panjang adalah matriks yang banyak barisnya tidak sama dengan banyak kolomnya.
Matriks seperti ini memiliki ordo m × n.

4. Matriks Persegi
Matriks persegi adalah matriks yang mempunyai banyak baris dan kolom sama. Matriks ini memiliki
ordo n × n.

5. Matriks Segitiga
Mari kita perhatikan matriks F berordo 4 × 4. Terdapat pola susunan pada suatu matriks persegi,
misalnya:

Matriks persegi yang berpola seperti matriks F atau G disebut matriks segitiga. Jadi, matriks segitiga
merupakan suatu matriks persegi berordo n × n dengan entry-entry matriks di bawah atau di atas
diagonal utama semuanya bernilai nol.
6. Matriks Diagonal
Dengan memperhatikan konsep pada matriks segitiga di atas, jika kita cermati kombinasi pola
tersebut pada suatu matriks pesegi, seperti matriks berikut ini:

maka matriks persegi dengan pola “semua entrynya bernilai nol, kecualientry diagonal utama tidak
semua nol” disebut matriks diagonal.

7. Matriks Identitas

8. Matriks Nol

9. Matriks Singular
matriks singular adalah matriks yang tidak mempunyai invers, karena nilai determinannya sama
dengan nol
Exercise 1.
1. Diketahui matriks

a) Sebutkan banyaknya baris dan kolom


b) Sebutkan elemen-elemen baris kedua
c) Sebutkan elemen-elemen kolom ketiga
d) Tulislah elemen matriks yang terletak pada baris kedua dan kolom keempat
e) Nyatakan baris dan kolom yang memiliki elemen 4, 7 dan 2

2. Diketahui hasil pertandingan sepakbola adalah sebagai berikut

Dari data diatas :


a) Berapakah banyaknya baris dan kolom?
b) Pada baris atau kolom mana :
 Yang semua elemennya sama
 Yang semua elemennya lebih dari 11
 Yang semua elemennya genap
C. Operasi pada Matriks
1. Kesamaan Dua Matriks

2. Transpose Matriks
a b a c
Jika A =   , maka transpose matriks A adalah AT =  
c d b d

3. Penjumlahan dan Pengurangan Matriks


Dua matriks dapat dijumlahkan bila kedua matriks tersebut berordo sama. Penjumlahan
dilakukan dengan menjumlahkan elemen–elemen yang seletak
a b  k l a b  k l   a  k b  l 
Jika A =   , dan B =   , maka A + B =   +   =  
c d   m n  c d  m n c  m d  n
Contoh :

,
maka
4. Perkalian Matriks

a. Perkalian Skalar
Perkalian skalar adalah mengalikan matriks dengan suatu bilangan skalar tertentu. Misal k adalah
bilangan skalar dan A adalah suatu matriks, maka k.A diperoleh dengan mengalikan seluruh
elemen matriks A dengan skalar k.
Contoh :
Diketahui matiks ,

maka tentukan :
1)
2)
3)

Jawab :
1)

2)

3)

b. Perkalian Matriks
Syarat : Misalkan dua matriks akan dikalikan , maka syarat yang harus dipenuhi adalah jumlah
baris pada matriks pertama haruslah sama dengan dengan jumlah kolom pada matriks kedua.
Contoh :
Diketahui dan . Maka :
 tidak dapat dihitung, karena baris pada matriks A kolom matriks B
 dapat dihitung, karena baris pada matriks B kolom matriks A
Catatan :

 Jika matriks A berukuran dan matriks B berukuran , maka hasil kali matriks A dan B
yang dinyatakan dengan AB adalah suatu matriks C yang berukuran

Cara menghitung perkalian dua buah matriks :


Misalkan C adalah hasil perkalian matriks A berukuran dan matriks B berukuran , maka
element C adalah perkalian baris ke-i matriks A dengan kolom ke-j matriks B.

Contoh :

Maka akan menghasilkan matriks C berukuran


Exercise 2

1. Carilah nilai x dan y pada tiap kesamaan matriks berikut ini:

2. Diketahui matriks-matriks :

3. Diketahui matriks-matriks

x  y x   1  12 x 
4. Diketahui matriks A =   , B =   dan AT = B dengan AT menyatakan transpose dari A.

 y x  y   2 y 3 
Nilai adalah ….
A. –2 B. – 1 C. 0 D. 1 E. 2

3 y   x 5   3  1  8 5x 
5. Diketahui matriks A =   , B =   , dan C =   . Jika A + B – C =   , maka nilai
 5  1   3 6  y 9    x  4
adalah ....
A. 8 B. 12 C. 18 D. 20 E. 22

 2  3   4 2  1 0 
6. Diketahui matriks A =   , B =   , dan C =   . Hasil dari A+(B×C) = ….
1 0   1 2  1  1
8  5 8  9 2 0  6 0  1 1 
A.   B.   C.   D.   E.  
0  2 0  1  0  2 0  2  2  2

  c 2  4 a   1 3  4 b
7. Diketahui matriks–matriks A =   , B =   , C =   , dan D =   .
 1 0 b  5  6  0 2   2 3
Jika 2A – B = CD, maka nilai a + b + c = ….
A. –6 B. – 2 C. 0 D. 1 E. 8
5. Determinan Matriks

 Matriks berordo 2 x 2
a b a b
Jika A =   , maka determinan dari matriks A dinyatakan Det(A) = = ad – bc
c d c d

 Matriks berordo 3 x 3

 a11 a12 a13 


 
Jika A =  a21 a22 a23  ,
a a33 
 31 a32

maka determinan dari matriks A dinyatakan Det(A)

6. Sifat–sifat determinan matriks bujursangkar


7. Invers Matriks
Dua matriks A dan B dikatakan saling invers bila A×B = B×A = I, dengan demikian A adalah invers
matriks B atau B adalah invers matriks A.
 Invers matriks ordo 2x2
a b
Bila matriks A =   , maka invers A adalah:
c d

1 1  d  b
A1  Adj ( A)    , ad – bc ≠ 0
det( A) ad  bc   c a 

 Invers matriks ordo 3x 3

Contoh mencari invers matriks ordo 3 x 3


8. Sifat–sifat invers dan determinan matriks
1) (A×B)–1 = B–1 ×A–1
2) (B×A)–1 = A–1 ×B–1

9. Persamaan Matriks
Bentuk–bentuk persamaan matriks sebagai berikut:

1) A × X = B  X = A–1 × B
2) X × A = B  X = B × A–1

10. Sifat-sifat pada operasi matriks

Jika matriks A, B, C, matriks nol dan matriks satuan I maka untuk penjumlahan dan perkaliannya
berlaku sifat berikut :

 Sifat komutatif terhadap penjumahan :


 Sifat assosiatif terhadap penjumlahan :
 Sifat matriks nol :
 Sifat lawan matriks :
 Sifat asoasiatif terhadap perkalian :
 Sifat distributif kiri :
 Sifat distributif kanan :
 Sifat perkalian dengan konstanta : , dimana k konstanta real
 Sifat perkalian dengan matriks satuan :
 Perkalian matriks tidak mempunyai sifat komutatif
Let’s Exercise More!!!

 a 2 4 1 
1. Diketahui persamaan matriks A = 2BT (BT 5. Diketahui 3 matriks, A =   , B =   ,
adalah transpose matriks B), dengan 1 b  2 b  1
a 4  2c  3b 2a  1  2 b   0 2
A =   dan B =  . C =  2 . Jika A×Bt – C =   dengan Bt
b  7    a b   5 4 
 2b 3c   a
adalah transpose matriks B, maka nilai a dan b
Nilai a + b + c = ….
masing–masing adalah ….
A. –1 dan 2
A. 6
B. 1 dan –2
B. 10
C. –1 dan –2
C. 13
D. 2 dan –1
D. 15
E. –2 dan 1
E. 16
 2 5 5 4
 4a 8 4  6. Diketahui matriks P =   dan Q =   . J
 
2. Diketahui matriks A =  6  1  3b  dan  1 3 1 1
 5 3c Jika P–1 adalah invers matriks P dan Q–1 adalah
 9 
invers matriks Q, maka determinan matriks Q–1
12 8 4  P–1 adalah ….
 
B =  6  1  3a  A. 209
5 b B. 10
 9 
C. 1
Jika A = B, maka a + b + c = …. D. –1
E. –209
A. –7
 6  10 
B. –5 7. Diketahui matriks A =  x x  dan
 1 2 
C. –1 
D. 5  x 2
E. 7 B =   . Jika AT = B–1 dengan AT = transpose
 5 3 
3. Diketahui persamaan matriks matrik A, maka nilai 2x = ….
 1 3  4  3    1 a   2 b  A. –8
         B. –4
 2 5   1 2   2b 3   1 1 
C. 14
Nilai a dan b adalah ….
D. 4
A. a = 1, b = 2 E. 8
B. a = 2, b =1 8. Nilai x2 + 2xy + y2 yang memenuhi persamaan :
C. a = 5, b = –2  2 6  x   2 
      adalah ….
D. a = –2 , b = 5  1  3  y    5 
E. a = 4, b = –1 A. 1
B. 3
12 4   x 2y C. 5
4. Diketahui matriks P =   , Q =  
 0 11  3 4  D. 7
E. 9
 96  20 
, dan R =   .
 66  44 
Jika PQT = R (QT transpose matriks Q), maka
nilai 2x + y = ….

A. 3
B. 4
C. 7
D. 13
E. 17
9. Diketahui persamaan matriks 13. Nilai x yang memenuhi persamaan
 5  2  2  1   1 0   3 log y 4
log z   2 1 
      . x    10  adalah….
 9  4  x x  y   0 1   log y
  2   log y  2 
Nilai x – y = ….
A. √
A. 52 B. √
C. 4
B. 15
2 D. 9
C. 19 E. 81
2
D. 22
2 a 1 2
 
E. 23
2 14. Jika a bilangan bulat, matriks  a 1 a  tidak
10. Diketahui persamaan 5 6 7
 
 2 3  x 1   21 8 
      . punya invers untuk a = ….
 1 4  x  y z  2   23 9 
A. 5
Nilai x + y – z = …. B. 4
C. 3
A. –5
D. 2
B. –3
C. 1 E. 1
D. 5
E. 9  s  r 2  2  1
15. Diketahui P =   , Q =  
 3 2  3 r   1 4 
11. Diketahui matriks A =   dan
0 5  7 3
  3  1 dan R=  
B =   .  2 1
  17 0 
Jika AT = transpose matriks A dan AX = B + AT, Jika Q – P = R-1, maka nilai dari s2r = ….
maka determinan matriks X = ….
A. –5 A. 48
B. –1 B. 36
C. 1 C. 12
D. 5 D. -36
E. 8
E. -48
1 2 3  2
12. Diketahui matriks A =   dan B =   .
3 5 1 4 
Jika At adalah transpose dari matriks A dan
AX = B + At, maka determinan matriks X = ….
A. 46
B. 33
C. 27
D. –33
E. –46

Anda mungkin juga menyukai