Laporan Perancangan Struktur Gedung
Laporan Perancangan Struktur Gedung
Dosen Pembimbing :
Disusun oleh :
Kelompok 20
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2024
Departemen Teknik Sipil
TUGAS PERANCANAAN BANGUNAN STRUKTUR GEDUNG
Tahun Akademik 2023/2024 Asisten Dosen : Dr. Yulita Arni P., S.T., M.T.
LEMBAR PENGESAHAN
Hari :
Tanggal :
Mengetahui, Menyetujui,
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
rahmat dan karunia–Nya, penyusun dapat menyelesaikan laporan tugas
“Perancangan Bangunan Struktur Gedung” ini dengan tepat waktu.
Laporan ini disusun sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah
Perancangan Bangunan Struktur Gedung dan bertujuan untuk menunjang
pemahaman mahasiswa terhadap mata kuliah tersebut. Laporan ini tidak akan
terselesaikan dengan baik tanpa bantuan dari pihak – pihak yang terlibat di dalamnya.
Penyusun mengucapkan terimakasih kepada pihak – pihak yang telah memberikan
dukungan dalam penyusunan laporan ini yaitu :
1. Ir. Rudi Yuniarto Adi, M. T., selaku dosen koordinator tugas mata kuliah
Perancangan Bangunan Struktur Gedung;
2. Dr. Yulita Arni Priastiwi, S. T., M. T., selaku asisten dosen mata kuliah
Perancangan Bangunan Struktur Gedung;
3. Seluruh pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan tugas mata
kuliah Perancangan Bangunan Struktur Gedung ini.
Penyusun
DAFTAR TABEL
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Maksud dari pembuatan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas besar
mata kuliah Perancangan Bangunan Struktur Gedung dan menerapkan materi
kuliah yang diberikan.
Adapun tujuan dari penulisan dan penyusunan laporan ini adalah untuk
merencanakan dan mengidentifikasi kelayakan dari masing-masing elemen
struktur gedung, yaitu perencanaan pelat, perencanaan balok, perencanaan
kolom, dan perencanaan pondasi. Perancangan ini berlokasi di Kota Semarang
dengan fungsi gedung sebagai Rumah Sakit.
2.1.1 Perencanaan
Menurut Rusdi Nur dan Muhammad Arsyad Suyuti
(2018:5),Perancangan merupakan suatu proses untuk membuat dan
mendesain sistem yang baru. Dalam suatu proyek sangat diperlukan
kegiatan perancangan terlebih dahulu dengan urutan proses tertentu
sehingga akan menghemat biaya sekaligus waktu dan tenaga.
Perencanaan merupakan perhitungan setelah dilakukan analisis struktur.
Perencanaan pada beton konvensional meliputi pemilihan dimensi
elemen dan perhitungan tulangan yang diperlukan agar penampang
elemen mempunyai kekuatan yang cukup untuk memikul beban-beban
pada kondisi kerja (service load) dan kondisi batas (ultimate load).
Struktur dirancang dengan konsep kolom kuat balok lemah, di mana
sendi plastis direncanakan terjadi di balok untuk meratakan energi gempa
yang masuk.
2.1.3 Daktilitas
Menurut Sumadi dan Budi Setiawan (2018), Parameter yang
digunakan untuk menentukan daktilitas suatu bahan/struktur disebut
Faktor daktilitas (μ). Sedangkan daktilitas didefinisikan sebagai
kemampuan suatu struktur gedung untuk mengalami simpangan pasca–
elastik yang besar secara berulang kali dan bolak–balik akibat beban
gempa di atas beban gempa yang menyebabkan terjadinya pelelehan
pertama, sambil mempertahankan kekuatan dan kekakuan yang cukup,
sehingga struktur tersebut tetap berdiri, walaupun sudah berada dalam
kondisi di ambang keruntuhan.
Sendi plastis balok dipasang pada ujung kanan dan ujung kiri
dengan jarak 2h dari tepi kolom dengan h adalah tinggi penampang balok.
Sendi plastis kolom dipasang pada ujung-ujung kolom atas dan bawah.
Sendi plastis kolom dipasang pada jarak lo dari muka joint dengan
ketentuan sebagai berikut:
2.2 Pembebanan
Gambar 2. 1 Parameter Gerak Tanah S1, untuk spektrum respon 0,2 detik
(redaman kritis 5%)
(Sumber SNI 1726-2019)
c. Spektra Percepatan Maksimum
Spektra percepatan maksimum untuk periode pendek (SMS)
dan periode 1 detik (SM1) yaitu:
1. SMS = Fa x Ss
(Sumber : SNI-1726-2019)
Berdasarkan Tabel 2.1 dan Tabel 2.2 diketahui bahwa Struktur
Gedung Rumah Sakit yang dibangun termasuk dalam kategori resiko IV.
Untuk itu, struktur mempunyai faktor keutamaan gempa Ie = 1,50
Tabel 2. 3 Kategori Desain Seismik Berdasarkan Respon Percepatan pada Periode
Pendek
(Sumber : SNI-1726-2019)
(Sumber : SNI-1726-2019)
D = Beban Mati
L = Beban Hidup
Ev = 0,2 SDS D
Eh = ⍴*Qe
Luas Pelat = 8 m x 5 m
= 40 m2
= 40 m2 > 20 m2
(karena luasan pelat ≥ 20 m2 maka ditambahkan balok anak pada bentang
sehingga luasan pelat menjadi :
Luas Pelat = 4 m × 2,5 m = 9 m2 < 20 m2
Lx = 4 m Ly = 2,5 m
= Ly/Lx = 4/2,5 = 1,6
Menurut hasil perhitungan diatas, β ≤ 2 maka plat diatas merupakan pelat
dua arah (Two Way Slab) menurut SNI 2847-2019 Pasal [Link]. Perhitungan
tebal pelat dengan balok menghubungkan tumpuan pada semua sisi dapat
dihitung berdasarkan pasal [Link] SNI 2847-2019 menggunakan rumus :
a. 0,2 < αfm < 2,0, tebal pelat minimum tidak boleh kurang dari 125 mm
αf1+αf2+αf3+αf4
αfm =
4
𝐸𝑐𝑏 .𝑙𝑏
αfm = 𝐸𝑐𝑠 .𝑙𝑠
𝐹𝑦
ln(0,8+ )
1400
𝐻 𝑚𝑖𝑛 = 36+5𝛽(αfm−0,2 )
b. αfm > 2,0, tebal pelat minimum tidak boleh kurang dari 90 mm
αf1+αf2+αf3+αf4
αfm = 4
Perhitungan :
Asumsi tebal pelat awal sebesar 125 mm
Balok Induk
𝐸𝑐𝑏.𝑙𝑏𝑥
Sumbu X- αf1 = 𝐸𝑐𝑠.𝑙𝑠𝑥
1
4700 √𝑓′𝑐. .𝑏.ℎ3
12
= 1
4700 √𝑓′𝑐. .𝑏.𝑡 3
12
1
4700 √30. .350.5003
12
= 1
4700 √30. .4000.1253
12
= 5,6
𝐸𝑐𝑏.𝑙𝑏𝑥
Sumbu Y- αf1 = 𝐸𝑐𝑠.𝑙𝑠𝑥
1
4700 √𝑓′𝑐. 12.𝑏.ℎ3
= 1
4700 √𝑓′𝑐. 12.𝑏.𝑡 3
1
4700 √30. 12.350.5003
= 1
4700 √30. 12.2500.1253
= 11,2
Balok Anak
𝐸𝑐𝑏.𝑙𝑏𝑥
Sumbu Y- αf1 = 𝐸𝑐𝑠.𝑙𝑠𝑥
1
4700 √𝑓′𝑐. 12.𝑏.ℎ3
= 1
4700 √𝑓′𝑐. 12.𝑏.𝑡 3
1
4700 √30. .250.3503
12
= 1
4700 √30. .5000.1253
12
= 1,1
Maka, nilai rata-rata dari perhitungan di atas adalah sebagai berikut :
αf1+αf2+αf3
αfm = = 5,96 > 2 (OK)
3
Hmin2 = 125 mm
𝐹𝑦 420
ln(0,8+1400) 8000(0,8+1400)
Hmax = = = 244,444 𝑚𝑚
36 36
Gudang = 6 kN/m²
b. Atap
c. Dinding
= 10 kN/m2
= 3,75 kN/m2
Direncanakan dimensi kolom, balok induk, balok anak dan plat untuk struktur
gedung sebagai berikut :
Dimensi kolom = 500 × 500 mm
Dimensi balok induk = 350 × 500 mm
Dimensi balok anak = 250 × 350 mm
Tebal pelat lantai = 125 mm
Raja Salam Pangihutan Teruna 21010121120021
Bachtiara Bima Tsaryshaliha 21010121120007
Departemen Teknik Sipil
TUGAS PERANCANAAN BANGUNAN STRUKTUR GEDUNG
Tahun Akademik 2023/2024 Asisten Dosen : Dr. Yulita Arni P., S.T., M.T.
Sehingga
Berat Efektif Lantai 1 = 100 % Beban Mati + 25% Beban Hidup
= 552.623,92 kg
= 552,624 ton
b. Beban Efektif Struktur pada Lantai 2
Beban hidup pelat 1 (Laboratorium) = 2,87 kN/m2 = 292,66 kg/m2
Beban hidup pelat 2 (Koridor Lantai 1) = 3,83 kN/ m2 = 390.55 kg/m2
Beban mati pelat = 1,28 kN/m2 = 130,52 kg/m2
Beban mati frame = 10 kN/m2 = 1019,72 kg/m2
γ beton = 2400 kg/m2
Perhitungan :
Sehingga
Berat Efektif Lantai 2 = 100 % Beban Mati + 25% Beban Hidup
= 548.840,76 kg
= 548,841 ton
Sehingga
Berat Efektif Lantai Atap = 100 % Beban Mati + 25% Beban Hidup
= 348.036,97 kg
= 348,037 ton
Berikut ini disajikan tabel hasil rekapitulasi beban efektif seismik pada
struktur gedung :
Dimana :
Cd = Faktor perbesaran simpangan lateral
δxe = Simpangan di tingkat-x yang disyaratkan pada pasal ini
Ie = Faktor keutamaan gempa
Δa = Simpangan antar tingkat izin
Hsx = Jarak antar lantai
Hasil pemeriksaan simpangan antar lantai disajikan dalam tabel berikut.
Perpindahan Simpangan
Elevasi Syarat Izin
Arah X Arah Y Arah X Arah Y
Lantai (hsx) (Δ a) Keterangan
(𝛿𝑥) (𝛿𝑦) (Δ x) (Δ y)
(mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm)
1 4500 45
2 4500 45
3 4500 45
2. 1,2D + 1,6 L
5. 2 Perhitungan Pembebanan
Mencari Koefisien X
Untuk mendapatkan nilai koefisien x, dicari dengan interpolasi
berdasarkan nilai-nilai pada Tabel 5.1, sehingga diperoleh rekapitulasi nilai
koefisien x seperti pada Tabel 5.2.
𝐿𝑦 4000
= = 1,6
𝐿𝑥 2500
Tabel 5. 1 Momen Pelat Persegi Akibat Beban Merata Kondisi Tumpuan Bebas
dan Terjepit
Lokasi Ly/Lx
Lapangan x 37
Lapangan y 16
Tumpuan x 79
Tumpuan y 57
Perhitungan Momen
Momen Lantai 1
wu1 = 17,83 kN/ m2
Momen Lantai 2
Wu2 = 16,10 kN/ m2
Momen yang bekerja pada pelat 1 dihitung nilai mutlaknya sebagai berikut.
M1x = 0,001 × 16,10 × 2,52 × 37
= 3,723 kNm
M1y = 0,001 × 16,10 × 2,52 × 16
= 1,610 kNm
Mtx = 0,001 × 16,10 × 2,52 × 79
= 7,948 kNm
Mty = 0,001 × 16,10 × 2,52 × 57
= 5,735 kNm
Pada Tabel 5.3 disyaratkan untuk tebal selimut pelat (cc) sebesar 20 mm
dan direncanakan diameter tulangan utama sebagai berikut.
∅Dx = ∅Dy = 10 mm
Dx = h – cc – dtul/2
= 125 – 20 – 10/2
= 100 mm
Dy = h – cc – ∅ – ∅/2
= 125 – 20 -10 – 10/2
= 90 mm
= 0,8357
0,85.𝑓′ 𝑐.β1 600
ρb = (600+𝑓𝑦 )
𝑓𝑦
0,85 .30.0,8357 600
= ( )
420 600+420
= 0,0298
𝑓𝑦
0,003+𝐸𝑠
ρmax = ( ) × ρb
0,008
420
0,003+200.000
=( ) × 0,0298
0,008
= 0,019
1,4 1,4
ρmin = 𝑓𝑦 = 420 = 0,0033
√𝑓′𝑐 √30
ρmin = 4 𝑓𝑦 = 4.420 = 0,00326
1 2× 16,4706× 0,4581
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,001102
ρ < ρmin, maka digunakan ρ = ρmin
As = ρmin × b × dx
= 0,0033 × 1000 × 100
= 333,333 mm2
𝐴𝑠 333,333
n = 𝐴𝑠𝑡 =1 = 4,244 ≈ 5 buah
4
×π×102
1 1
As terpasang = n × 4 × π × D2 = 5 × 4 × π × 102 = 392,699 mm2
1000 1000
Spasi = = = 200 mm; digunakan spasi = 200 mm
5 5
Syarat : S ≤ 3h
200 ≤ 3 × 125
200 ≤ 375 (OK)
𝐴𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑎𝑠𝑎𝑛𝑔 × fy
a = 0,85 × f′ c × b
392,699 × 420
= 0,85 × 30 × 1000
= 6,468 mm
𝑎
Mn = As terpasang × fy × (d - 2)
6,468
= 392,699 × 420 × (100 - )
2
= 15,96 kNm
𝑎 6,468
c = 𝛽1 = = 7,74 𝑚𝑚
0,8357
𝑑−𝑐
εt = 0,003 × 𝑐
100−7,74
= 0,003 ×
7,74
= 0,0358
Εt > 0,005 Maka pakai nilai ф = 0,9
Checking (pasal [Link] SNI 2847-2019)
фMn Mu
0,9 × 15,96 4,123 kNm
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706× 0,2446
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,000585
ρ < ρmin, maka digunakan ρ = ρmin
As = ρmin × b × dy
= 0,0033× 1000 × 90
= 300 mm2
𝐴𝑠 300
n = =1 = 3,82 ≈ 4 buah
𝐴𝑠𝑡 ×π×102
4
1 1
As terpasang = n × 4 × π × D2 = 4 × 4 × π × 102 = 314,159 mm2
1000 1000
Spasi = = = 250 mm; digunakan spasi = 250 mm
4 4
Syarat : S ≤ 3h
250 ≤ 3 × 125
250 ≤ 375 (OK)
𝐴𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑎𝑠𝑎𝑛𝑔 × fy
a = 0,85 × f′ c × b
314,159 × 420
= 0,85 × 30 × 1000
= 5,1744 mm
𝑎
Mn = As terpasang × fy × (d - 2)
5,1744
= 314,159 × 420 × (100 - )
2
= 11,534 kNm
= 0,0406
Εt > 0,005 Maka pakai nilai ф = 0,9
Checking (pasal [Link] SNI 2847-2019)
фMn Mu
0,9 × 11,534 1,783 kNm
10,3805 kNm 1,783 kNm (OK)
Jadi, tulangan lapangan arah X pada pelat lantai 1 dipasang D10-
250.
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706× 0,978
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,002375
ρ < ρmin, maka digunakan ρ = ρmin
As = ρmin × b × dx
= 0,0033× 1000 × 100
= 333,33 mm2
𝐴𝑠 333,33
n = 𝐴𝑠𝑡 = 1 = 4,244 ≈ 5 buah
×π×102
4
1 1
As terpasang = n × 4 × π × D2 = 5 × 4 × π × 102 = 392,699 mm2
1000 1000
Spasi = = = 200 mm; digunakan spasi = 200 mm
5 5
Syarat : S ≤ 3h
= 6,468 mm
𝑎
Mn = As terpasang × fy × (d - 2)
6,468
= 392,699 × 420 × (100 - )
2
= 15,96 kNm
𝑎 6,468
c = = = 7,74 𝑚𝑚
𝛽1 0,8357
𝑑−𝑐
εt = 0,003 × 𝑐
100−7,74
= 0,003 × 7,74
= 0,0358
Εt > 0,005 Maka pakai nilai ф = 0,9
Checking (pasal [Link] SNI 2847-2019)
фMn Mu
0,9 × 15,96 8,802 kNm
14,364 kNm 8,802 kNm (OK)
Jadi, tulangan lapangan arah X pada pelat lantai 1 dipasang D10-
200.
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706× 0,8712
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,00211
1 1
As terpasang = n × 4 × π × D2 = 4 × 4 × π × 102 = 314,159 mm2
1000 1000
Spasi = = = 250 mm; digunakan spasi = 250 mm
4 4
Syarat : S ≤ 3h
250 ≤ 3 × 125
250 ≤ 375 (OK)
𝐴𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑎𝑠𝑎𝑛𝑔 × fy
a = 0,85 × f′ c × b
314,159 × 420
= 0,85 × 30 × 1000
= 5,1744 mm
𝑎
Mn = As terpasang × fy × (d - 2)
5,1744
= 314,159 × 420 × (100 - )
2
= 11,534 kNm
𝑎 5,1744
c = 𝛽1 = = 6,192 𝑚𝑚
0,8357
𝑑−𝑐
εt = 0,003 × 𝑐
100−6,192
= 0,003 × 6,192
= 0,0406
Εt > 0,005 Maka pakai nilai ф = 0,9
Checking (pasal [Link] SNI 2847-2019)
фMn Mu
0,9 × 11,534 6,351 kNm
10,3805 kNm 6,351 kNm (OK)
Jadi, tulangan lapangan arah X pada pelat lantai 1 dipasang D10-
250.
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706× 0,414
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,001102
ρ < ρmin, maka digunakan ρ = ρmin
As = ρmin × b × dx
= 0,0033 × 1000 × 100
= 333,333 mm2
𝐴𝑠 333,333
n = 𝐴𝑠𝑡 =1 = 4,244 ≈ 5 buah
×π×102
4
1 1
As terpasang = n × 4 × π × D2 = 5 × 4 × π × 102 = 392,699 mm2
1000 1000
Spasi = = = 200 mm; digunakan spasi = 200 mm
5 5
Syarat : S ≤ 3h
200 ≤ 3 × 125
200 ≤ 375 (OK)
𝐴𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑎𝑠𝑎𝑛𝑔 × fy
a = 0,85 × f′ c × b
392,699 × 420
=
0,85 × 30 × 1000
= 6,468 mm
𝑎
Mn = As terpasang × fy × (d - 2)
6,468
= 392,699 × 420 × (100 - )
2
= 15,96 kNm
𝑎 6,468
c = = = 7,74 𝑚𝑚
𝛽1 0,8357
= 0,0358
Εt > 0,005 Maka pakai nilai ф = 0,9
Checking (pasal [Link] SNI 2847-2019)
фMn Mu
0,9 × 15,96 3,723 kNm
14,364 kNm 3,723 kNm (OK)
Jadi, tulangan lapangan arah X pada pelat lantai 1 dipasang D10-
200.
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706× 0,221
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,00053
ρ < ρmin, maka digunakan ρ = ρmin
As = ρmin × b × dy
= 0,0033× 1000 × 90
= 300 mm2
𝐴𝑠 300
n = =1 = 3,82 ≈ 4 buah
𝐴𝑠𝑡 ×π×102
4
1 1
As terpasang = n × 4 × π × D2 = 4 × 4 × π × 102 = 314,159 mm2
1000 1000
Spasi = = = 250 mm; digunakan spasi = 250 mm
4 4
Syarat : S ≤ 3h
250 ≤ 3 × 125
250 ≤ 375 (OK)
Raja Salam Pangihutan Teruna 21010121120021
Bachtiara Bima Tsaryshaliha 21010121120007
Departemen Teknik Sipil
TUGAS PERANCANAAN BANGUNAN STRUKTUR GEDUNG
Tahun Akademik 2023/2024 Asisten Dosen : Dr. Yulita Arni P., S.T., M.T.
𝐴𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑎𝑠𝑎𝑛𝑔 × fy
a = 0,85 × f′ c × b
314,159 × 420
= 0,85 × 30 × 1000
= 5,1744 mm
𝑎
Mn = As terpasang × fy × (d - 2)
5,1744
= 314,159 × 420 × (100 - )
2
= 11,534 kNm
𝑎 5,1744
c = 𝛽1 = = 6,192 𝑚𝑚
0,8357
𝑑−𝑐
εt = 0,003 × 𝑐
100−6,192
= 0,003 × 6,192
= 0,0406
Εt > 0,005 Maka pakai nilai ф = 0,9
Checking (pasal [Link] SNI 2847-2019)
фMn Mu
0,9 × 11,534 1,610 kNm
10,3805 kNm 1,610 kNm (OK)
Jadi, tulangan lapangan arah X pada pelat lantai 1 dipasang D10-
250.
1 2× m× Rn
ρ = (1 − √1 − )
𝑚 𝑓𝑦
1 2× 16,4706×0,8831
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,00214
ρ < ρmin, maka digunakan ρ = ρmin
As = ρmin × b × dx
1 1
As terpasang = n × 4 × π × D2 = 5 × 4 × π × 102 = 392,699 mm2
1000 1000
Spasi = = = 200 mm; digunakan spasi = 200 mm
5 5
Syarat : S ≤ 3h
200 ≤ 3 × 125
200 ≤ 375 (OK)
𝐴𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑎𝑠𝑎𝑛𝑔 × fy
a = 0,85 × f′ c × b
392,699 × 420
= 0,85 × 30 × 1000
= 6,468 mm
𝑎
Mn = As terpasang × fy × (d - 2)
6,468
= 392,699 × 420 × (100 - )
2
= 15,96 kNm
𝑎 6,468
c = 𝛽1 = = 7,74 𝑚𝑚
0,8357
𝑑−𝑐
εt = 0,003 × 𝑐
100−7,74
= 0,003 × 7,74
= 0,0358
Εt > 0,005 Maka pakai nilai ф = 0,9
Checking (pasal [Link] SNI 2847-2019)
фMn Mu
0,9 × 15,96 7,948 kNm
14,364 kNm 7,948 kNm (OK)
Jadi, tulangan lapangan arah X pada pelat lantai 1 dipasang D10-
200.
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706×0,7867
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,0019
ρ < ρmin, maka digunakan ρ = ρmin
As = ρmin × b × dy
= 0,0033× 1000 × 90
= 300 mm2
𝐴𝑠 300
n = 𝐴𝑠𝑡 = 1 = 3,82 ≈ 4 buah
×π×102
4
1 1
As terpasang = n × 4 × π × D2 = 4 × 4 × π × 102 = 314,159 mm2
1000 1000
Spasi = = = 250 mm; digunakan spasi = 250 mm
4 4
Syarat : S ≤ 3h
250 ≤ 3 × 125
250 ≤ 375 (OK)
𝐴𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑎𝑠𝑎𝑛𝑔 × fy
a = 0,85 × f′ c × b
314,159 × 420
= 0,85 × 30 × 1000
= 5,1744 mm
𝑎
Mn = As terpasang × fy × (d - 2)
5,1744
= 314,159 × 420 × (100 - )
2
= 11,534 kNm
𝑎 5,1744
c = 𝛽1 = = 6,192 𝑚𝑚
0,8357
𝑑−𝑐
εt = 0,003 × 𝑐
100−6,192
= 0,003 × 6,192
= 0,0406
Εt > 0,005 Maka pakai nilai ф = 0,9
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706× 0,173
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,000413
ρ < ρmin, maka digunakan ρ = ρmin
As = ρmin × b × dx
= 0,0033 × 1000 × 100
= 333,333 mm2
𝐴𝑠 333,333
n = =1 = 4,244 ≈ 5 buah
𝐴𝑠𝑡 ×π×102
4
1 1
As terpasang = n × 4 × π × D2 = 5 × 4 × π × 102 = 392,699 mm2
1000 1000
Spasi = = = 200 mm; digunakan spasi = 200 mm
5 5
Syarat : S ≤ 3h
200 ≤ 3 × 125
200 ≤ 375 (OK)
𝐴𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑎𝑠𝑎𝑛𝑔 × fy
a = 0,85 × f′ c × b
392,699 × 420
=
0,85 × 30 × 1000
= 6,468 mm
Raja Salam Pangihutan Teruna 21010121120021
Bachtiara Bima Tsaryshaliha 21010121120007
Departemen Teknik Sipil
TUGAS PERANCANAAN BANGUNAN STRUKTUR GEDUNG
Tahun Akademik 2023/2024 Asisten Dosen : Dr. Yulita Arni P., S.T., M.T.
𝑎
Mn = As terpasang × fy × (d - 2)
6,468
= 392,699 × 420 × (100 - )
2
= 15,96 kNm
𝑎 6,468
c = 𝛽1 = = 7,74 𝑚𝑚
0,8357
𝑑−𝑐
εt = 0,003 × 𝑐
100−7,74
= 0,003 × 7,74
= 0,0358
Εt > 0,005 Maka pakai nilai ф = 0,9
Checking (pasal [Link] SNI 2847-2019)
фMn Mu
0,9 × 15,96 1,557 kNm
14,364 kNm 1,557 kNm (OK)
Jadi, tulangan lapangan arah X pada pelat lantai 1 dipasang D10-
200.
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706×0,0923
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,00022
ρ < ρmin, maka digunakan ρ = ρmin
As = ρmin × b × dy
= 0,0033× 1000 × 90
= 300 mm2
𝐴𝑠 300
n = 𝐴𝑠𝑡 = 1 = 3,82 ≈ 4 buah
×π×102
4
Syarat : S ≤ 3h
250 ≤ 3 × 125
250 ≤ 375 (OK)
𝐴𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑎𝑠𝑎𝑛𝑔 × fy
a = 0,85 × f′ c × b
314,159 × 420
= 0,85 × 30 × 1000
= 5,1744 mm
𝑎
Mn = As terpasang × fy × (d - )
2
5,1744
= 314,159 × 420 × (100 - )
2
= 11,534 kNm
𝑎 5,1744
c = 𝛽1 = = 6,192 𝑚𝑚
0,8357
𝑑−𝑐
εt = 0,003 × 𝑐
100−6,192
= 0,003 × 6,192
= 0,0406
Εt > 0,005 Maka pakai nilai ф = 0,9
Checking (pasal [Link] SNI 2847-2019)
фMn Mu
0,9 × 11,534 0,673 kNm
10,3805 kNm 0,673 kNm (OK)
Jadi, tulangan lapangan arah X pada pelat lantai 1 dipasang D10-
250.
1 2× 16,4706×0,369
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,00089
ρ < ρmin, maka digunakan ρ = ρmin
As = ρmin × b × dx
= 0,0033 × 1000 × 100
= 333,333 mm2
𝐴𝑠 333,333
n = 𝐴𝑠𝑡 =1 = 4,244 ≈ 5 buah
4
×π×102
1 1
As terpasang = n × 4 × π × D2 = 5 × 4 × π × 102 = 392,699 mm2
1000 1000
Spasi = = = 200 mm; digunakan spasi = 200 mm
5 5
Syarat : S ≤ 3h
200 ≤ 3 × 125
200 ≤ 375 (OK)
𝐴𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑎𝑠𝑎𝑛𝑔 × fy
a = 0,85 × f′ c × b
392,699 × 420
= 0,85 × 30 × 1000
= 6,468 mm
𝑎
Mn = As terpasang × fy × (d - 2)
6,468
= 392,699 × 420 × (100 - )
2
= 15,96 kNm
𝑎 6,468
c = 𝛽1 = = 7,74 𝑚𝑚
0,8357
𝑑−𝑐
εt = 0,003 × 𝑐
100−7,74
= 0,003 ×
7,74
= 0,0358
Εt > 0,005 Maka pakai nilai ф = 0,9
Checking (pasal [Link] SNI 2847-2019)
фMn Mu
0,9 × 15,96 3,324 kNm
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706×0,3289
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,000788
ρ < ρmin, maka digunakan ρ = ρmin
As = ρmin × b × dy
= 0,0033× 1000 × 90
= 300 mm2
𝐴𝑠 300
n = =1 = 3,82 ≈ 4 buah
𝐴𝑠𝑡 ×π×102
4
1 1
As terpasang = n × 4 × π × D2 = 4 × 4 × π × 102 = 314,159 mm2
1000 1000
Spasi = = = 250 mm; digunakan spasi = 250 mm
4 4
Syarat : S ≤ 3h
250 ≤ 3 × 125
250 ≤ 375 (OK)
𝐴𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑝𝑎𝑠𝑎𝑛𝑔 × fy
a = 0,85 × f′ c × b
314,159 × 420
= 0,85 × 30 × 1000
= 5,1744 mm
𝑎
Mn = As terpasang × fy × (d - 2)
5,1744
= 314,159 × 420 × (100 - )
2
= 11,534 kNm
= 0,0406
Εt > 0,005 Maka pakai nilai ф = 0,9
Checking (pasal [Link] SNI 2847-2019)
фMn Mu
0,9 × 11,534 2,398 kNm
10,3805 kNm 2,398 kNm (OK)
Jadi, tulangan lapangan arah X pada pelat lantai 1 dipasang D10-
250.
a. Data Perencanaan
Dimensi balok anak = 250 mm × 300 mm
Lebar kolom (c1) = 500 mm
f’c = 30 MPa
fyd = 420 MPa
fyt = 240 MPa
Mu tumpuan = 71,3001 kNm
Mu lapangan = 59,0787 kNm
Vu = 36,693 kN
b. Perencanaan Tulangan
Tulangan utama (D) = 25 mm
Tulangan geser (D) = 13 mm
Tebal selimut (ρ) = 40 mm
d = H – ρ – Dgeser – D/2 = 234,5 mm
d’ = ρ + Dgeser + D/2 = 62,5 mm
ф = 0,9
ф geser = 0,75
Mu = 71,3001 kNm
𝑀𝑢 71,3001 × 106
𝑅𝑛 = = = 5,7625 𝑁/𝑚𝑚2
𝜙 × 𝑏 × 𝑑 2 0,9 × 350 × 234,52
𝑓𝑦 420
𝑚= = = 16,471
0,85 × 𝑓′𝑐 0,85 × 30
1 2 × 𝑚 × 𝑅𝑛 1 2 × 16,471 × 5,7625
𝜌= (1 − √1 − )= (1 − √1 − )
𝑚 𝑓𝑦 16,471 420
= 0,01577
= 0,0298
𝑓𝑦 420
𝜀𝑐+ 0,003+
𝐸𝑠 200000
𝜌𝑚𝑎𝑘𝑠 = × 𝜌𝑏 = × 0,0298 = 0,019
𝜀𝑠+𝜀𝑡 0,008
1,4 1,4
𝜌𝑚𝑖𝑛 = 𝑓𝑦 = 420 = 0,0033
√𝑓′𝑐 √30
𝜌𝑚𝑖𝑛 = = = 0,00326
4𝑓𝑦 4×420
Tulangan Tarik
As =xbxd
= 924,4089 mm2
1
A = 4 x 𝜋 x D²
1
= 4 x 𝜋 x 25²
= 490,874 mm²
𝐴𝑠
n = 𝐴
924,4089
= 490,874
= 1,883 2 buah
1
Ast = 𝑛 × 4 × 𝜋 × 𝐷2
1
= 2 × 4 × 𝜋 × 252
= 981,7477 mm²
Maka, tulangan tarik yang digunakan adalah 2D25 (As = 981,7477 mm²)
Tulangan Tekan
= 50% x 981,7477
= 490,8739 mm²
𝐴𝑠′
n = 𝐴
490,8739
=490,8739
1
= 2 × 4 × 𝜋 × 252
= 981,748 mm²
Maka, tulangan tekan yang digunakan adalah 2D25 (As = 981,748 mm²)
𝐶𝑠 = 𝐴𝑠𝑐 × 𝑓𝑠
= 𝐴𝑠𝑐 × 𝜀 ′ 𝑠 × 𝐸𝑠
𝑐−𝑑 ′
= 𝐴𝑠𝑐 × ( ) × 0,003 × 𝐸𝑠
𝑐
𝑐−65,5
= 981,748 × ( ) × 0,003 × 200000
𝑐
38582684,8
=589048,6225 − 𝑁
𝑐
𝐶𝑐 = 0,85 × 𝑓 ′ 𝑐 × 𝑎 × 𝑏
= 0,85 × 𝑓 ′ 𝑐 × (𝛽1 × 𝑐) × 𝑏
= 0,85 × 30 × (0,8357 × 𝑐) × 250
= 5327,5875c N
= 0,000198
𝑓𝑦 420
𝜀𝑦 = = = 0,0021
𝐸𝑠 200000
𝜀𝑠 = 0,00703
𝑓𝑦 420
𝜀𝑦 = 𝐸𝑠 = 200000 = 0,0021
= 83207704,16 𝑁𝑚𝑚
= 83,208 𝑘𝑁𝑚
Checking
фMn Mu
Mu = 59,0787 kNm
𝑀𝑢 59,0787 × 106
𝑅𝑛 = = = 4,7749 𝑁/𝑚𝑚2
𝜙 × 𝑏 × 𝑑 2 0,9 × 350 × 234,52
𝑓𝑦 420
𝑚= = = 16,471
0,85 × 𝑓′𝑐 0,85 × 30
1 2 × 𝑚 × 𝑅𝑛 1 2 × 16,471 × 4,7749
𝜌= (1 − √1 − )= (1 − √1 − )
𝑚 𝑓𝑦 16,471 420
= 0,0127
= 0,0298
𝑓𝑦 420
𝜀𝑐+ 𝐸𝑠 0,003+200000
𝜌𝑚𝑎𝑘𝑠 = × 𝜌𝑏 = × 0,0298 = 0,019
𝜀𝑠+𝜀𝑡 0,008
1,4 1,4
𝜌𝑚𝑖𝑛 = = = 0,0033
𝑓𝑦 420
√𝑓′𝑐 √30
𝜌𝑚𝑖𝑛 = 4𝑓𝑦
= 4×420 = 0,00326
Tulangan Tarik
As =xbxd
= 744,318 mm2
1
A = 4 x 𝜋 x D²
1
= 4 x 𝜋 x 25²
= 490,874 mm²
𝐴𝑠
n = 𝐴
744,318
= 490,874
= 1,516 2 buah
1
Ast = 𝑛 × 4 × 𝜋 × 𝐷2
1
= 2 × 4 × 𝜋 × 252
= 981,7477 mm²
Maka, tulangan tarik yang digunakan adalah 2D25 (As = 981,7477 mm²)
Tulangan Tekan
= 50% x 981,7477
= 490,874 mm²
𝐴𝑠′
n = 𝐴
490,874
=
490,874
= 1 buah
1
= 2 × 4 × 𝜋 × 252
= 981,748 mm²
Maka, tulangan tekan yang digunakan adalah 2D25 (As = 981,748 mm²)
𝐶𝑠 = 𝐴𝑠𝑐 × 𝑓𝑠
= 𝐴𝑠𝑐 × 𝜀 ′ 𝑠 × 𝐸𝑠
𝑐−𝑑 ′
= 𝐴𝑠𝑐 × ( ) × 0,003 × 𝐸𝑠
𝑐
𝑐−65,5
= 981,748 × ( ) × 0,003 × 200000
𝑐
38582684,8
=589048,6225 − 𝑁
𝑐
𝐶𝑐 = 0,85 × 𝑓 ′ 𝑐 × 𝑎 × 𝑏
= 0,85 × 𝑓 ′ 𝑐 × (𝛽1 × 𝑐) × 𝑏
= 0,85 × 30 × (0,8357 × 𝑐) × 250
= 5327,5875c N
= 0,000198
𝑓𝑦 420
𝜀𝑦 = 𝐸𝑠 = 200000 = 0,0021
𝜀𝑠 = 0,00703
𝑓𝑦 420
𝜀𝑦 = 𝐸𝑠 = 200000 = 0,0021
= 83207704,16 𝑁𝑚𝑚
= 83,208 𝑘𝑁𝑚
Checking
фMn Mu
= 191,1324 𝑚𝑚2
1,4
𝐴𝑠𝑚𝑖𝑛2 = × 𝑏𝑤 × 𝑑
4𝑓𝑦
1,4
= 4𝑓𝑦 × 250 × 234,5
= 195,4167 𝑚𝑚2
𝐴𝑠𝑚𝑎𝑘𝑠 = 0,025 × 𝑏𝑤 × 𝑑
= 0,025 × 250 × 234,5
= 1465,625 𝑚𝑚2
2) Kuat lentur positif pada muka kolom kuat lentur negatif pada
𝑀𝑝𝑟 − + 𝑀𝑝𝑟 + 𝑞𝑢 × 𝑙𝑛
𝑉𝑘𝑖 = +
𝑙𝑛 2
𝑀𝑝𝑟 − + 𝑀𝑝𝑟 + 𝑞𝑢 × 𝑙𝑛
𝑉𝑘𝑎 = −
𝑙𝑛 2
981,748×1,25×420
= 0,85×30×250
= 80,85 𝑚𝑚
𝑎
𝑀𝑝𝑟 − = 𝐴𝑠 × (1,25 × 𝑓𝑦) × (𝑑 − 2)
80,85
= 981,748 × (1,25 × 420) × (234,5 − )
2
= 100029708,7 𝑁𝑚𝑚
= 100,03 𝑘𝑁𝑚
981,748 ×1,25×420
= 0,85×30×250
= 80,85 𝑚𝑚
𝑎
𝑀𝑝𝑟 + = 𝐴𝑠 × (1,25 × 𝑓𝑦) × (𝑑 − )
2
80,85
= 981,748 × (1,25 × 420) × (234,5 − )
2
= 100029708,7 𝑁𝑚𝑚
= 100,03 𝑘𝑁𝑚
= 211927550,6 𝑁
= 211,928 𝑘𝑁
Checking
Vs < Vs maks
1 1
𝐴𝑣 = 𝐽𝑙𝑒𝑔 × 𝜋 × 𝐷2 = 2 × 𝜋 × 132 = 265,465 𝑚𝑚2
4 4
➢ 𝑆2 = 6 × 𝑑𝑏 = 6 × 25 = 150 𝑚𝑚
➢ 𝑆3 = 150 𝑚𝑚
Sehingga dengan dipasang sengkang tumpuan D13-50 mm telah
memenuhi persayaratan dan sengkang dipasang hingga 500 mm
dari muka tumpuan serta dipasang dengan jarak 50 mm dari muka
tumpuan.
= 75,507 𝑘𝑁
𝑉𝑐 = 0,17 × √𝑓, 𝑐 × 𝑏𝑤 × 𝑑
= 54,587 𝑘𝑁
75,507
= − 54,587
0,75
= 46,088 𝑘𝑁
Berdasarkan pasal [Link] SNI 2847-2019, nilai Vs tidak boleh
melebihi nilai Vs maks.
= 211927550,6 𝑁
= 211,928 𝑘𝑁
Checking
Vs < Vs maks
= 105963,775 𝑁
= 105,964 𝑘𝑁
Karena 𝑉𝑠 < 𝑉𝑐1 , maka pengecekan jarak sengkang dapat
ditentukan dari nilai yang terkecil antara:
𝐴𝑣×𝑓𝑦𝑡×𝑑 265,465×240×234,5
➢ 𝑆1 = 𝑉𝑠
= 28731,6
= 519,998 𝑚𝑚
𝑑 234,5
➢ 𝑆2 = = = 58,625 𝑚𝑚
4 4
𝐴𝑣×𝑓𝑦𝑡 265,465×240
➢ 𝑆3 = 0,35×𝑏𝑤 = = 728,131 𝑚𝑚
0,35×350
➢ 𝑆4 = 600 𝑚𝑚
Sehingga dengan dipasang sengkang tumpuan D13-50 mm telah
memenuhi persayaratan dan sengkang dipasang pada jarak 500
mm dari muka tumpuan hingga ke bagian lapangan.
Raja Salam Pangihutan Teruna 21010121120021
Bachtiara Bima Tsaryshaliha 21010121120007
Departemen Teknik Sipil
TUGAS PERANCANAAN BANGUNAN STRUKTUR GEDUNG
Tahun Akademik 2023/2024 Asisten Dosen : Dr. Yulita Arni P., S.T., M.T.
a. Data Perencanaan
Dimensi balok anak = 250 mm × 300 mm
Lebar kolom (c1) = 500 mm
f’c = 30 MPa
fyd = 420 MPa
fyt = 240 MPa
Mu tumpuan = 41,9014 kNm
Mu lapangan = 22,0455 kNm
Vu = 87,37 kN
b. Perencanaan Tulangan
Tulangan utama (D) = 25 mm
Tulangan geser (D) = 13 mm
Tebal selimut (ρ) = 40 mm
d = H – ρ – Dgeser – D/2 = 234,5 mm
d’ = ρ + Dgeser + D/2 = 65,5 mm
ф = 0,9
ф geser = 0,75
bw 250 mm (OK)
Mu = 41,9014 kNm
𝑀𝑢 41,9014 × 106
𝑅𝑛 = = = 3,387 𝑁/𝑚𝑚2
𝜙 × 𝑏 × 𝑑 2 0,9 × 350 × 234,52
𝑓𝑦 420
𝑚= = = 16,471
0,85 × 𝑓′𝑐 0,85 × 30
1 2 × 𝑚 × 𝑅𝑛 1 2 × 16,471 × 3,387
𝜌= (1 − √1 − )= (1 − √1 − )
𝑚 𝑓𝑦 16,471 420
= 0,00868
= 0,0298
𝑓𝑦 420
𝜀𝑐+ 𝐸𝑠 0,003+200000
𝜌𝑚𝑎𝑘𝑠 = × 𝜌𝑏 = × 0,0298 = 0,019
𝜀𝑠+𝜀𝑡 0,008
1,4 1,4
𝜌𝑚𝑖𝑛 = 𝑓𝑦 = 420 = 0,0033
√𝑓′𝑐 √30
𝜌𝑚𝑖𝑛 = = 4×420 = 0,00326
4𝑓𝑦
As =xbxd
= 509,12 mm2
1
A = 4 x 𝜋 x D²
1
= 4 x 𝜋 x 25²
= 490,874 mm²
𝐴𝑠
n = 𝐴
509,12
=490,874
= 1,037 2 buah
1
Ast = 𝑛 × 4 × 𝜋 × 𝐷2
1
= 2 × 4 × 𝜋 × 252
= 981,748 mm²
Maka, tulangan tarik yang digunakan adalah 2D25 (As = 981,748 mm²)
b. Tulangan Tekan
= 50% x 981,748
= 490,874 mm²
𝐴𝑠′
n = 𝐴
490,874
= 490,874
= 1 buah
1
= 2 × 4 × 𝜋 × 252
= 981,748 mm²
Maka, tulangan tekan yang digunakan adalah 2D25 (As = 981,748 mm²)
𝐶𝑠 = 𝐴𝑠𝑐 × 𝑓𝑠
= 𝐴𝑠𝑐 × 𝜀 ′ 𝑠 × 𝐸𝑠
𝑐−𝑑 ′
= 𝐴𝑠𝑐 × ( ) × 0,003 × 𝐸𝑠
𝑐
𝑐−65,5
= 981,748 × ( ) × 0,003 × 200000
𝑐
38582684,8
=589048,6225 − 𝑁
𝑐
𝐶𝑐 = 0,85 × 𝑓 ′ 𝑐 × 𝑎 × 𝑏
= 0,85 × 𝑓 ′ 𝑐 × (𝛽1 × 𝑐) × 𝑏
= 0,85 × 30 × (0,8357 × 𝑐) × 250
= 5327,5875c N
= 0,000198
𝑓𝑦 420
𝜀𝑦 = 𝐸𝑠 = 200000 = 0,0021
𝜀𝑠 = 0,00703
𝑓𝑦 420
𝜀𝑦 = 𝐸𝑠 = 200000 = 0,0021
= 83207704,16 𝑁𝑚𝑚
= 83,208 𝑘𝑁𝑚
Checking
фMn Mu
Mu = 22,046 kNm
𝑀𝑢 22,046 × 106
𝑅𝑛 = = = 1,782 𝑁/𝑚𝑚2
𝜙 × 𝑏 × 𝑑 2 0,9 × 250 × 234,52
𝑓𝑦 420
𝑚= = = 16,471
0,85 × 𝑓′𝑐 0,85 × 30
1 2 × 𝑚 × 𝑅𝑛 1 2 × 16,471 × 1,782
𝜌= (1 − √1 − )= (1 − √1 − )
𝑚 𝑓𝑦 16,471 420
= 0,0044
= 0,0298
𝑓𝑦 420
𝜀𝑐+ 𝐸𝑠 0,003+200000
𝜌𝑚𝑎𝑘𝑠 = × 𝜌𝑏 = × 0,0298 = 0,019
𝜀𝑠+𝜀𝑡 0,008
1,4 1,4
𝜌𝑚𝑖𝑛 = 𝑓𝑦 = 420 = 0,0033
√𝑓′𝑐 √30
𝜌𝑚𝑖𝑛 = = = 0,00326
4𝑓𝑦 4×420
a. Tulangan Tarik
As =xbxd
= 258,06 mm2
Raja Salam Pangihutan Teruna 21010121120021
Bachtiara Bima Tsaryshaliha 21010121120007
Departemen Teknik Sipil
TUGAS PERANCANAAN BANGUNAN STRUKTUR GEDUNG
Tahun Akademik 2023/2024 Asisten Dosen : Dr. Yulita Arni P., S.T., M.T.
1
A = 4 x 𝜋 x D²
1
= 4 x 𝜋 x 25²
= 490,874 mm²
𝐴𝑠
n = 𝐴
258,06
= 490,874
= 0,526 1 buah
1
= 2 × 4 × 𝜋 × 252
= 981,748 mm²
Maka, tulangan tarik yang digunakan adalah 2D25 (As = 981,748 mm²)
b. Tulangan Tekan
= 50% x 981,748
= 490,874 mm²
𝐴𝑠′
n = 𝐴
490,874
= 490,874
=1
1
= 2 × 4 × 𝜋 × 252
= 981,748 mm²
Maka, tulangan tekan yang digunakan adalah 2D25 (As = 981,748 mm²)
𝐶𝑠 = 𝐴𝑠𝑐 × 𝑓𝑠
= 𝐴𝑠𝑐 × 𝜀 ′ 𝑠 × 𝐸𝑠
𝑐−𝑑 ′
= 𝐴𝑠𝑐 × ( ) × 0,003 × 𝐸𝑠
𝑐
𝑐−65,5
= 981,748 × ( ) × 0,003 × 200000
𝑐
38582684,8
=589048,6225 − 𝑁
𝑐
𝐶𝑐 = 0,85 × 𝑓 ′ 𝑐 × 𝑎 × 𝑏
= 0,85 × 𝑓 ′ 𝑐 × (𝛽1 × 𝑐) × 𝑏
= 0,85 × 30 × (0,8357 × 𝑐) × 250
= 5327,5875c N
= 0,000198
𝑓𝑦 420
𝜀𝑦 = 𝐸𝑠 = 200000 = 0,0021
𝜀𝑠 = 0,00703
𝑓𝑦 420
𝜀𝑦 = 𝐸𝑠 = 200000 = 0,0021
= 83207704,16 𝑁𝑚𝑚
= 83,208 𝑘𝑁𝑚
Checking
фMn Mu
= 191,132 𝑚𝑚2
1,4
𝐴𝑠𝑚𝑖𝑛2 = × 𝑏𝑤 × 𝑑
4𝑓𝑦
1,4
= 4𝑓𝑦 × 250 × 234,5
= 195,417 𝑚𝑚2
𝐴𝑠𝑚𝑎𝑘𝑠 = 0,025 × 𝑏𝑤 × 𝑑
= 0,025 × 250 × 234,5
= 1465,625 𝑚𝑚2
2) Kuat lentur positif pada muka kolom kuat lentur negatif pada
muka tersebut (pasal [Link] SNI 2817-2019)
𝑀𝑝𝑟 − + 𝑀𝑝𝑟 + 𝑞𝑢 × 𝑙𝑛
𝑉𝑘𝑖 = +
𝑙𝑛 2
𝑀𝑝𝑟 − + 𝑀𝑝𝑟 + 𝑞𝑢 × 𝑙𝑛
𝑉𝑘𝑎 = −
𝑙𝑛 2
981,748×1,25×420
= 0,85×30×250
= 80,85 𝑚𝑚
𝑎
𝑀𝑝𝑟 − = 𝐴𝑠 × (1,25 × 𝑓𝑦) × (𝑑 − 2)
80,85
= 981,748 × (1,25 × 420) × (234,5 − )
2
= 100029708,7 𝑁𝑚𝑚
= 100,03 𝑘𝑁𝑚
981,748 ×1,25×420
= 0,85×30×250
= 80,85 𝑚𝑚
𝑎
𝑀𝑝𝑟 + = 𝐴𝑠 × (1,25 × 𝑓𝑦) × (𝑑 − )
2
80,85
= 981,748 × (1,25 × 420) × (234,5 − )
2
= 100029708,7 𝑁𝑚𝑚
= 100,03 𝑘𝑁𝑚
= 211927550,6 𝑁
= 211,928 𝑘𝑁
Checking
1 1
𝐴𝑣 = 𝐽𝑙𝑒𝑔 × 𝜋 × 𝐷2 = 2 × 𝜋 × 132 = 265,465 𝑚𝑚2
4 4
➢ 𝑆2 = 6 × 𝑑𝑏 = 6 × 25 = 150 𝑚𝑚
➢ 𝑆3 = 150 𝑚𝑚
Sehingga dengan dipasang sengkang tumpuan D13-50 mm
telah memenuhi persayaratan dan sengkang dipasang hingga 500
mm dari muka tumpuan serta dipasang dengan jarak 50 mm dari
muka tumpuan.
= 143,714 𝑘𝑁
𝑉𝑐 = 0,17 × √𝑓, 𝑐 × 𝑏𝑤 × 𝑑
= 54,587 𝑘𝑁
143,714
= 0,75
= 191,619 𝑘𝑁
Berdasarkan pasal [Link] SNI 2847-2019, nilai Vs tidak boleh
melebihi nilai Vs maks.
= 237232,333 𝑁
= 237,232 𝑘𝑁
Checking
Vs < Vs maks
= 107832,879 𝑁
= 107,833 𝑘𝑁
Karena 𝑉𝑠 < 𝑉𝑐1 , maka pengecekan jarak sengkang dapat
ditentukan dari nilai yang terkecil antara:
𝐴𝑣×𝑓𝑦𝑡×𝑑 265,465×240×234,5
➢ 𝑆1 = = = 151,66 𝑚𝑚
𝑉𝑠 191618,6
𝑑 234,5
➢ 𝑆2 = 4 = = 58,625 𝑚𝑚
4
𝐴𝑣×𝑓𝑦𝑡 264,465×240
➢ 𝑆3 = 0,35×𝑏𝑤 = = 728,131 𝑚𝑚
0,35×250
➢ 𝑆4 = 600 𝑚𝑚
Sehingga dengan dipasang sengkang tumpuan D13-50 mm
telah memenuhi persayaratan dan sengkang dipasang pada jarak
500 mm dari muka tumpuan hingga ke bagian lapangan.
Raja Salam Pangihutan Teruna 21010121120021
Bachtiara Bima Tsaryshaliha 21010121120007
Departemen Teknik Sipil
TUGAS PERANCANAAN BANGUNAN STRUKTUR GEDUNG
Tahun Akademik 2023/2024 Asisten Dosen : Dr. Yulita Arni P., S.T., M.T.
a. Data Perencanaan
Dimensi balok anak = 350 mm × 500 mm
f’c = 30 MPa
fyd = 420 MPa
fyt = 240 MPa
Mu tumpuan = 358,022 kNm
Mu lapangan = 274,015 kNm
Vu = 204,274 kN
b. Perencanaan Tulangan
Tulangan utama (D) = 25 mm
Tulangan geser (D) = 13 mm
Tebal selimut (ρ) = 40 mm
d = H – ρ – Dgeser -D/2 = 434,5 mm
d’ = ρ + Dgeser + D/2 = 65,5 mm
ф = 0,9
ф geser = 0,75
a. ln ≥ 4d
d = 434,5 mm
ln = Panjang balok – Lebar kolom
= 8000-500
= 7500 ≥ 4 × 434,5
= 7500 ≥ 1738 (OK)
b. bw ≥ 0,3h atau 250 mm
350 mm ≥ 0,3 × 500 = 150mm (OK)
350 mm ≥ 250 mm (OK)
Raja Salam Pangihutan Teruna 21010121120021
Bachtiara Bima Tsaryshaliha 21010121120007
Departemen Teknik Sipil
TUGAS PERANCANAAN BANGUNAN STRUKTUR GEDUNG
Tahun Akademik 2023/2024 Asisten Dosen : Dr. Yulita Arni P., S.T., M.T.
3
c. bw < lebar kolom + 2 × (4 × lebar kolom)
3
350 mm < 500 + 2 × (4 × 500)
Mu = 358,022 kNm
𝑀𝑢 358,022 × 106
Rn = Ф× b× 𝑑2 = = 6,02 N/mm2
0,9 × 350 × 434,52
𝑓𝑦 420
m = 0,85× f′c = =16,4706
0,85 × 30
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706×6,02
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,0166
Berdasarkan pasal [Link].3 SNI 2847-2019, faktor reduksi
tegangan untuk kondisi 28 < f’c < 56 MPa dapat dihitung sebagai
berikut.
𝑓′ 𝑐−28
β1 = 0,85 − 0,05 ( )
7
30−28
= 0,85 − 0,05 ( )
7
= 0,8357
0,85.𝑓′ 𝑐.β1 600
ρb = (600+𝑓𝑦)
𝑓𝑦
0,85 .30.0,8357 600
= (600+420)
420
= 0,0298
𝑓𝑦
0,003+𝐸𝑠
ρmax = ( ) × ρb
0,008
420
0,003+200.000
=( ) × 0,0298
0,008
= 0,019
1,4 1,4
ρmin = 𝑓𝑦 = 420 = 0,0033
√𝑓′𝑐 √30
ρmin = 4 𝑓𝑦 = 4.420 = 0,00326
Tulangan Tarik
As =ρ×b×d
= 0,0166× 350 × 434,5
= 2525,160 mm2
𝐴𝑠 2525,160
n = = 1 = 5,144 ≈ 6 buah
𝐴 ×π×252
4
1
As terpasang = n × 4 × π × D2
1
= 6 × 4 × π × 252
= 2945,243 mm2
Jadi tulangan tarik yang dipakai adalah 6D25 (As= 2945,243 mm2 )
Tulangan Tekan
As = 50% × As terpasang
= 50% × 2945,243
= 1472,622 mm2
𝐴𝑠 1472,622
n = = 1 ≈ 3 buah
𝐴 ×π×252
4
1
As terpasang = n × 4 × π × D2
1
= 3 × 4 × π × 252
= 1472,622 mm2
Jadi tulangan tekan yang dipakai adalah 3D25 (As= 1472,622 mm2 )
Cs = Asc × fs
= 1472,622 × εs’ × Es
Cc = 0,85 × f’c × a × b
= 0,85 × 30 × (β1 × c) × 350
= 0,85 × 30 × (0,8357 × c) × 350
= 7458,6225 c N
2. Asumsi Tulangan Tarik Telah Leleh
fs = fy = 420 Mpa
Ts = Ast × Fs
= 2945,243 × 420
= 1237002,107 N
3. Kesetimbangan Gaya
Cc + Cs = Ts
57874027,2
7458,6225 c + 883572,934 – = 1237002,107
𝐶
= 0,00834
𝑓𝑦 420
𝜀𝑦 = 𝐸𝑠 = 200000 = 0,0021
= 471439,425 𝑁𝑚𝑚
= 471,439 𝑘𝑁𝑚
Mu = 274,015 kNm
𝑀𝑢 274,015 × 106
Rn = Ф× b× 𝑑2 = = 4,601 N/mm2
0,9 × 350 × 437,52
𝑓𝑦 420
m = 0,85× f′c = =16,4706
0,85 × 30
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706×4,601
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,0122
Berdasarkan pasal [Link].3 SNI 2847-2019, faktor reduksi
tegangan untuk kondisi 28 < f’c < 56 MPa dapat dihitung sebagai
berikut.
𝑓′ 𝑐−28
β1 = 0,85 − 0,05 ( )
7
30−28
= 0,85 − 0,05 ( )
7
= 0,8357
0,85.𝑓′ 𝑐.β1 600
ρb = (600+𝑓𝑦)
𝑓𝑦
0,85 .30.0,8357 600
= ( )
420 600+420
= 0,0298
𝑓𝑦
0,003+𝐸𝑠
ρmax = ( ) × ρb
0,008
420
0,003+200.000
=( ) × 0,0298
0,008
= 0,019
1,4 1,4
ρmin = = = 0,0033
𝑓𝑦 420
Tulangan Tarik
As =ρ×b×d
= 0,0122× 350 × 434,5
= 1854,641 mm2
𝐴𝑠 1854,641
n = = 1 = 3,78 ≈ 4 buah
𝐴 ×π×252
4
1
As terpasang = n × 4 × π × D2
1
= 4 × 4 × π × 252
= 1963,495 mm2
Jadi tulangan tarik yang dipakai adalah 4D25 (As= 1963,495 mm2 )
Tulangan Tekan
As = 50% × As terpasang
= 50% × 1963,495
= 981,748 mm2
𝐴𝑠 981,748
n = =1 ≈ 2 buah
𝐴 ×π×252
4
1
As terpasang = n × 4 × π × D2
1
= 2 × 4 × π × 102
= 981,748 mm2
Jadi tulangan tekan yang dipakai adalah 2D25 (As= 981,748 mm2 )
Cs = Asc × fs
Cc = 0,85 × f’c × a × b
= 0,85 × 30 × (β1 × c) × 350
= 0,85 × 30 × (0,8357 × c) × 350
= 7458,6225 c N
2. Asumsi Tulangan Tarik Telah Leleh
fs = fy = 420 Mpa
Ts = Ast × Fs
= 981,748 × 420
= 824668,072 N
3. Kesetimbangan Gaya
Cc + Cs = Ts
38582684,78
7458,6225 c + 589048,335 – = 824668,072
𝐶
= 0,01158
𝑓𝑦 420
𝜀𝑦 = = = 0,0021
𝐸𝑠 200000
= 323066,91 𝑁𝑚𝑚
√30
= 4 ×420 × 350 × 434,5
= 495,803 mm2
1,4
𝐴𝑠 min 2 = × 𝑏𝑤 × 𝑑
𝑓𝑦
1,4
= 420 × 350 × 434,5
= 506,917 mm2
𝐴𝑠 𝑚𝑎𝑘𝑠 = 0,025 × bw × d
= 0,025 × 350 × 434,5
= 3801,875 mm2
Berdasarkan hasil analisis perhitungan, tulangan tumpuan dan
lapangan yang didesain telah memenuhi persyaratan dimana As
min < As < As maks.
1
2. Kuat lentur positif pada muka kolom ≥ 2 kuat lentur negatif pada
= 173, 250 mm
𝑎
Mpr- = As × 1,25 fy × ( d- )
2
173,250
= 2945,243 × 1,25 × 420 × ( 434,5 - )
2
= 537,903 kNm
b. Tulangan 3D25 sisi bawah
𝐴𝑠 ×1,25 𝑓𝑦
a = 0,85 ×𝑓′𝑐×𝑏
1472,622×1,25×420
=
0,85 ×30 ×350
= 86,625 mm
𝑎
Mpr+ = As × 1,25 fy × ( d- 2 )
86,625
= 1472,622 × 1,25 × 420 × ( 434,5 - )
2
= 302,437 kNm
= 280,158 kN
Berdasarkan pasal [Link] SNI 2847-2019, nilai Vs tidak boleh
melebihi
Vs maks = 0,66 ×√𝑓′𝑐 × bw × d
= 0,66 ×√30 × 350 × 434,5
= 549746,39N
= 549,746 kN
• 6db = 6 × 25 = 150 mm
• 150 mm
Sehingga dengan dipasang sengkang tumpuan D13-100 mm
telah memenuhi persyaratan dan sengkang dipasang hingga 900
mm dari muka tumpuan serta dipasang dengan jarak 100 mm dari
muka tumpuan.
= 35,029 kN
Berdasarkan pasal [Link] SNI 2847-2019, nilai Vs tidak
boleh melebihi nilai Vs maksimum.
Vs maks = 0,66 ×√𝑓′𝑐 × bw × d
= 0,66 ×√30 × 350 × 434,5
= 549746,39N
= 549,746 kN
Cek: Vs < Vs maks
35,029 kN < 549,746 kN (OK)
Vc1 = 0,33 ×√𝑓′𝑐 × bw × d
= 0,33 ×√30 × 350 × 434,5
= 274,873 kN
Karena Vs < Vc1 maka pengecekan jarak sengkang dapat
ditentukan dari nilai yang terkecil antara:
𝐴𝑣 ×𝑓𝑦𝑡 ×𝑑 265,465 ×240 ×434,5
• 𝑆1 = = = 790,279 𝑚𝑚
𝑉𝑠 35029
𝑑 434,5
• 𝑆2 = = = 217,25 𝑚𝑚
2 2
𝐴𝑣 ×𝑓𝑦𝑡 265,465×240
• 𝑆3 = = = 520,095 𝑚𝑚
0,35×𝑏𝑤 0,35×350
• S4 = 600 mm
Sehingga dengan dipasang sengkang tumpuan D-200 mm
telah memenuhi persyaratan dan sengkang dipasang pada jarak 900
mm dari muka tumpuan hingga ke bagian lapangan.
a. Data Perencanaan
Dimensi balok anak = 350 mm × 500 mm
f’c = 30 MPa
1. n ≥ 4d
d = 437,5 mm
ln = Panjang balok – Lebar kolom
= 5000-500
= 4500 ≥ 4 × 434,5
= 4500 ≥ 1750 (OK)
2. bw ≥ 0,3h atau 250 mm
350 mm ≥ 0,3 × 500 = 150mm (OK)
350 mm ≥ 250 mm (OK)
3
3. bw < lebar kolom + 2 × ( × lebar kolom)
4
3
350 mm < 500 + 2 × ( × 500)
4
Mu = 208,475 kNm
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706×3,506
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,009
Berdasarkan pasal [Link].3 SNI 2847-2019, faktor reduksi
tegangan untuk kondisi 28 < f’c < 56 MPa dapat dihitung sebagai
berikut.
𝑓′ 𝑐−28
β1 = 0,85 − 0,05 ( )
7
30−28
= 0,85 − 0,05 ( )
7
= 0,8357
0,85.𝑓′ 𝑐.β1 600
ρb = (600+𝑓𝑦)
𝑓𝑦
0,85 .30.0,8357 600
= (600+420)
420
= 0,0298
𝑓𝑦
0,003+𝐸𝑠
ρmax = ( ) × ρb
0,008
420
0,003+200.000
=( ) × 0,0298
0,008
= 0,019
1,4 1,4
ρmin = 𝑓𝑦 = 420 = 0,0033
√𝑓′𝑐 √30
ρmin = 4 𝑓𝑦 = 4.420 = 0,00326
Tulangan Tarik
As =ρ×b×d
= 0,009× 350 × 437,5
= 1371,131 mm2
1
As terpasang = n × 4 × π × D2
1
= 3 × 4 × π × 252
= 1472,622 mm2
Jadi tulangan tarik yang dipakai adalah 3D25 (As= 1472,622 mm2 )
Tulangan Tekan
As = 50% × As terpasang
= 50% × 1472,622
= 736,311 mm2
𝐴𝑠 736,611
n = =1 = 1,5 ≈ 2 buah
𝐴
4
×π×252
1
As terpasang = n × 4 × π × D2
1
= 2 × 4 × π × 252
= 981,748 mm2
Jadi tulangan tekan yang dipakai adalah 2D25 (As= 981,748 mm2 )
Cs = Asc × fs
= 981,748 × εs’ × Es
𝑐−65,5
= 981,748 × × 200.000
𝑐
28937013,58
= 441786,467 – N
𝐶
Cc = 0,85 × f’c × a × b
= 0,85 × 30 × (β1 × c) × 350
= 0,85 × 30 × (0,8357 × c) × 350
= 7458,6225 c N
2. Asumsi Tulangan Tarik Telah Leleh
= 0,0143
𝑓𝑦 420
𝜀𝑦 = 𝐸𝑠 = 200000 = 0,0021
= 247341,644 𝑁𝑚𝑚
= 247,342 𝑘𝑁𝑚
Checking
фMn Mu
Mu = 106,67 kNm
Raja Salam Pangihutan Teruna 21010121120021
Bachtiara Bima Tsaryshaliha 21010121120007
Departemen Teknik Sipil
TUGAS PERANCANAAN BANGUNAN STRUKTUR GEDUNG
Tahun Akademik 2023/2024 Asisten Dosen : Dr. Yulita Arni P., S.T., M.T.
𝑀𝑢 106,67 × 106
Rn = Ф× b× 𝑑2 = = 1,794 N/mm2
0,9 × 350 × 434,52
𝑓𝑦 420
m = 0,85× f′c = =16,4706
0,85 × 30
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706×1,794
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,00443
Berdasarkan pasal [Link].3 SNI 2847-2019, faktor reduksi
tegangan untuk kondisi 28 < f’c < 56 MPa dapat dihitung sebagai
berikut.
𝑓′ 𝑐−28
β1 = 0,85 − 0,05 ( )
7
30−28
= 0,85 − 0,05 ( )
7
= 0,8357
0,85.𝑓′ 𝑐.β1 600
ρb = (600+𝑓𝑦)
𝑓𝑦
0,85 .30.0,8357 600
= (600+420)
420
= 0,0298
𝑓𝑦
0,003+𝐸𝑠
ρmax = ( ) × ρb
0,008
420
0,003+200.000
=( ) × 0,0298
0,008
= 0,019
1,4 1,4
ρmin = 𝑓𝑦 = 420 = 0,0033
√𝑓′𝑐 √30
ρmin = 4 𝑓𝑦 = 4.420 = 0,00326
Tulangan Tarik
As =ρ×b×d
= 0,00443× 350 × 437,5
= 674,078 mm2
1
As terpasang = n × 4 × π × D2
1
= 2 × 4 × π × 252
= 981,748 mm2
Jadi tulangan tarik yang dipakai adalah 2D25 (As= 981,748 mm2 )
Tulangan Tekan
As = 50% × As terpasang
= 50% × 981,748
= 490,874 mm2
𝐴𝑠 490,474
n = =1 ≈ 2 buah
𝐴
4
×π×252
1
As terpasang = n × 4 × π × D2
1
= 2 × 4 × π × 102
= 981,748 mm2
Jadi tulangan tekan yang dipakai adalah 2D25 (As= 981,748 mm2 )
Cs = Asc × fs
= 981,748 × εs’ × Es
𝑐−65,5
= 981,748 × × 200.000
𝑐
38582684,8
= 589048,335 – N
𝐶
Cc = 0,85 × f’c × a × b
= 0,85 × 30 × (β1 × c) × 350
= 0,85 × 30 × (0,8357 × c) × 350
= 7458,6225 c N
2. Asumsi Tulangan Tarik Telah Leleh
Raja Salam Pangihutan Teruna 21010121120021
Bachtiara Bima Tsaryshaliha 21010121120007
Departemen Teknik Sipil
TUGAS PERANCANAAN BANGUNAN STRUKTUR GEDUNG
Tahun Akademik 2023/2024 Asisten Dosen : Dr. Yulita Arni P., S.T., M.T.
fs = fy = 420 Mpa
Ts = Ast × Fs
= 981,748 × 420
= 412334,036 N
3. Kesetimbangan Gaya
Cc + Cs = Ts
38582684,8
7458,6225 c + 589048,335 – = 412334,036
𝐶
= 0,0184
𝑓𝑦 420
𝜀𝑦 = 𝐸𝑠 = 200000 = 0,0021
= 170360,30 𝑁𝑚𝑚
= 170,360 𝑘𝑁𝑚
Checking
фMn Mu
√30
= 4 ×420 × 350 × 434,5
= 495,803 mm2
1,4
𝐴𝑠 min 2 = × 𝑏𝑤 × 𝑑
𝑓𝑦
1,4
= 420 × 350 × 434,5
= 506,967 mm2
𝐴𝑠 𝑚𝑎𝑘𝑠 2 =0,025 × bw × d
= 0,025 × 350 × 434,5
= 3801,875 mm2
Berdasarkan hasil analisis perhitungan, tulangan tumpuan dan
lapangan yang didesain telah memenuhi persyaratan dimana As
min < As < As maks.
1
2. Kuat lentur positif pada muka kolom ≥ kuat lentur negatif pada
2
= 86,625 mm
𝑎
Mpr- = As × 1,25 fy × ( d- 2 )
86,625
= 1472,622 × 1,25 × 420 × ( 434,5 - )
2
= 302,437 kNm
b. Tulangan 2D25 sisi bawah
𝐴𝑠 ×1,25 𝑓𝑦
a = 0,85 ×𝑓′𝑐×𝑏
981,748×1,25×420
= 0,85 ×30 ×350
= 57,750 mm
𝑎
Mpr+ = As × 1,25 fy × ( d- 2 )
57,750
= 981,748 × 1,25 × 420 × ( 434,5 - )
2
= 209,066 kNm
= 267,587 kN
Berdasarkan pasal [Link] SNI 2847-2019, nilai Vs tidak boleh
melebihi
Vs maks = 0,66 ×√𝑓′𝑐 × bw × d
= 0,66 ×√30 × 350 × 434,5
= 549746,39
= 549,746 kN
Cek: Vs < Vs maks
267,587 kN < 549,746 kN (OK)
• 6db = 6 × 25 = 150 mm
• 150 mm
Sehingga dengan dipasang sengkang tumpuan D-100 mm
telah memenuhi persyaratan dan sengkang dipasang hingga 900
mm dari muka tumpuan serta dipasang dengan jarak 100 mm dari
muka tumpuan.
= 35,718 kN
Berdasarkan pasal [Link] SNI 2847-2019, nilai Vs tidak
boleh melebihi nilai Vs maksimum.
Vs maks = 0,66 ×√𝑓′𝑐 × bw × d
= 0,66 ×√30 × 350 × 434,5
= 549746,39N
= 549,746 kN
• S4 = 600 mm
Sehingga dengan dipasang sengkang tumpuan D-200 mm
telah memenuhi persyaratan dan sengkang dipasang pada jarak 900
mm dari muka tumpuan hingga ke bagian lapangan.
a. Data Perancangan
• f’c = 30 MPa
• Pu = 1780,01 kN
• Vu = 76, 6849 kN
b. Perencanaan Tulangan
• Ф = 0,9
• Ф geser = 0,75
𝐴𝑔 = 𝑏 × ℎ
= 500 × 500
= 250000 𝑚𝑚2
𝐴𝑠 = 𝜌 × 𝑏 × 𝑑
= 7603,8 𝑚𝑚2
7603,8
= 0,25×𝜋×252
= 15,49 ≈ 16 buah
Digunakan tulangan D
1
𝐴𝑠𝑡 = 4 × 16 × 𝜋 × 252 = 7853,982 𝑚𝑚2
= 4926165,868 N
= 4926,166 kN
Checking
∅Pn ≥ Pu
4926,166 kN ≥ 1780,01 kN
6
∑ 𝑀𝑛𝑐 ≥ ∑ 𝑀𝑛𝑏 (Persyaratan kuat lentur kolom SRPMK harus memenuhi
5
Dimana:
Perhitungan ΣMnb dan ΣMnc pada HBK pada kolom C13 adalah sebagai
berikut:
6
∑ 𝑀𝑛𝑏 = × (476,771 + 326,154) = 964,23 𝑘𝑁𝑚
5
Tabel 8. 1 Hasil Analaisis ØMn Kolom C13 pada Atap dengan SPColumn
Gambar 8. 4 Input Data pada Analisis Kolom C13 pada Atap dengan Software SPColumn
Tabel 8. 2 Hasil Analaisis ØMn Kolom C13 pada Lantai Atap dengan SPColumn
Gambar 8. 5 Input Data pada Analisis Kolom C13 pada Lantai Atap dengan Software SPColumn
Perhitungan ΣMnb dan ΣMnc pada HBK pada kolom C6 adalah sebagai
berikut:
6
∑ 𝑀𝑛𝑏 = × (476,771 + 476,771) = 1144,250 𝑘𝑁𝑚
5
485,05+598,75 6
∑ 𝑀𝑛𝑐 = = 1667,385 𝑘𝑁𝑚 > ∑ 𝑀𝑛𝑏 = 1373,1 𝑘𝑁𝑚 (OK)
0,65 5
Gambar 8. 2 Input Data pada Analisis Kolom C6 pada Lantai 2 dengan Software SPColumn
Gambar 8. 3 Input Data pada Analisis Kolom C6 pada Lantai 3 dengan Software SPColumn
𝐴𝑠ℎ 𝑓′𝑐 𝐴𝑔
= 0,3 × × ⌊𝐴𝑐ℎ − 1⌋
𝑠×𝑏𝑐 𝑓𝑦𝑡
𝐴𝑠ℎ 𝑓′𝑐
= 0,09 ×
𝑠×𝑏𝑐 𝑓𝑦𝑡
Keterangan :
𝐴𝑠ℎ
Maka nilai yang dihitung dari dua persamaan di atas adalah sebagai
𝑠×𝑏𝑐
berikut :
𝐴𝑠ℎ 30 500×500
= 0,3 × × ⌊ 176400 − 1⌋ = 0,014
𝑠×𝑏𝑐 420
𝐴𝑠ℎ 30
= 0,09 × = 0,0063
𝑠×𝑏𝑐 420
1 1
a. dimensi terkecil komponen struktur = × 500 = 125 mm
4 4
1 1
c. Hx diperoleh dari bc = × 407 = 203,5 mm
2 2
350 − ℎ𝑥
𝑆𝑜 = 100 + 3
350 − 200
𝑆𝑜 = 100 + = 150 𝑚𝑚
3
𝐴𝑠ℎ
𝐴𝑠ℎ = 𝑠×𝑏𝑐 × 𝑆 × 𝑐 = 0,014 × 125 × 407 = 469,223 mm2
1
Digunakan sengkang tertutup 4 kaki D13 (4 × × π × 132 = 530,929
4
c. 450 mm
b. 150 mm
Desain tulangan geser terhadap gaya geser yang bekerja pada kolom.
Gaya geser Ve harus digunakan sebagai berikut :
a. Gaya geser yang berhubungan pada sendi plastis di kedua ujung kolom
Nilai Mpr untuk kolom ditentukan dengan menganggap kuat tarik pada
tulangan memanjang sebesar minimum 1,25fy.
598,75 + 485,05
𝑉𝑒 = = 240,78 𝑘𝑁
4,5
Mpr adalah kuat lentur maksimum dari balok yang merangka pada
hubungan balok kolom, di ujung atas dan bawah yang ditinjau. Faktor
distribusi (DF) untuk sisi atas dan bawah digunakan sama sebesar 0,5, maka
dengan kondisi :
= 186,742 kN
b. Nilai Ve dari langkah a dan b tidak boleh kurang dari gaya geser
terfaktor hasil analisis Vu = 76, 6849 kN. Sehingga digunakan Vu = Ve =
186,742 kN. Berdasarkan pasal [Link].1 SNI 2847-2019, tulangan
transversal sepanjang lo harus didesain untuk menahan geser dengan
500×500
0,05 × 𝐴𝑔 × 𝑓′𝑐 = 0,05 × × 30 = 375 𝑘𝑁
1000
Vc = 0,17 ×√𝑓′𝑐 × bw × d
= 209503,878 N
= 209,504 kN
𝑉𝑢 1
> 𝑉𝑐
∅ 2
186,742 1
> × 209,504
0,75 2
𝑉𝑢 1
> 𝑉𝑐 + 𝑏𝑤. 𝑑
∅ 3
186,742 1
> 209,504 + × 500 × 434,5
0,75 3
𝑉𝑢 186,742
𝑉𝑠 = = = 248,989 kN
∅ 0,75
Nilai Nu = Pu digunakan dari nilai aksial terfaktor terkecil pada kolom yang
didesain, yaitu 36,0884 kN, sehingga :
36,0884
𝑉𝑐 = 0,17 × (1 + 14×500×500
) × 1 × √30 × 500 × 434,5
= 202289,719 𝑁 = 202,29 𝑘𝑁
𝑉𝑢 1
> 𝑉𝑐
∅ 2
186,742 1
> 202,29
0,75 2
𝑉𝑢 1
> 𝑉𝑐 + 𝑏𝑤. 𝑑
∅ 3
𝑉𝑢 1
> 𝑉𝑐 + 500 × 434,5
∅ 3
𝑉𝑢 186,742
𝑉𝑠 = ∅
= 0,75
= 248,989 kN
1
Sudah tersedia sengkang tertutup 4 kaki D13 (5 × 4 × 𝜋 × 132 = 530,93 𝑚𝑚2 ).
Data Kolom
Tinggi kolom = 4500 mm
Lebar kolom (b) = 500 mm
Tinggi kolom (h) = 500 mm
(SNI 2847:2019)
10.1.2 Daya Dukung Izin Tiang Pancang
Dengan metode Reese & O’Neil and Wright
Perhitungan daya dukung mengikuti rumus dan metode dari
O’Neill & Reese (1999) untuk tanah kohesif dan untuk tanah non-
kohesif mengacu pada rumus yang diberikan oleh Reese & Wright
(1977) untuk perhitungan daya dukung selimut tiang (friksi) serta
Reese & O’Neill (1988) untuk perhitungan daya dukung ujung tiang.
Perhitungan daya dukung dibedakan pada dua jenis tanah yaitu :
= 7517,16 ton
Cek Qs
Cek harga N-SPT rata-rata sepanjang kedalaman (Ns)
Ns = 16,045 ton/m2
fs = 0,2 x Ns
fs = 0,2 x 16,045
fs = 3,209 ton/m2
Qs = As x fs
Qs = p x ΔL x fs
Qs = π x 0,5 x 21 x 3,209
Qs = 105,801 ton
= 0,782
Ptotal = Eg × np × Pall
= 0,782 × 4 × 6196,5
= 19382,652 kN > ∑V = 1995,53 kN (aman)
Jadi, jumlah tiang yang dibutuhkan untuk daya dukung tiang vertikal
kelompok tiang adalah np = 4 tiang.
10.4 Beban Maksimum Setiap Tiang Pada Kelompok Tiang
Beban maksimum setiap tiang harus lebih kecil dari daya dukung izin
tiang, dikontrol dengan menggunakan rumus :
𝑃𝑢 𝑀𝑦.𝑥𝑖 𝑀𝑥.𝑦𝑖
𝑃𝑚𝑎𝑥 = ± 𝑛𝑦.∑𝑋 2 ± 𝑛𝑥.∑𝑌 2 ≤ 𝑃𝑎𝑙𝑙
𝑛𝑝
Tegangan geser satu arah hanya terjadi pada satu sisi, sehingga
diperhitungkan terhadap daya dukung tiang pancang pada satu sisi
saja.
Data :
c1 = 0,5 m
= 2,065 m2
𝑐1
𝑃𝑢 𝑀𝑢( 2 +𝑑)
qd = + 1
𝐵.𝐿 𝐵.𝐿3
2
0,5
1995,53 162,725( 2 +0,4125)
= + 1
2,8.2,8 2,8.2,83
2
= 258,04 kN/m2
1
Vu = 2 × (qmax + qd) × Tributari_1
1
= 2 × (379,066 + 258,64) × 2,065
= 657,812 kN
bo = B = 2800 mm
Tegangan geser yang dapat ditahan oleh beton :
1
Vc = 6 × √𝑓′𝑐 × 𝑏𝑜 × 𝑑
1
= × √30 × 2800 × 414
6
= 1054,370 kN
Raja Salam Pangihutan Teruna 21010121120021
Bachtiara Bima Tsaryshaliha 21010121120007
Departemen Teknik Sipil
TUGAS PERANCANAAN BANGUNAN STRUKTUR GEDUNG
Tahun Akademik 2023/2024 Asisten Dosen : Dr. Yulita Arni P., S.T., M.T.
Cek :
Vu < øVc
657,812 kN < 0,75 × 1054,370 = 790,774 kN (Memenuhi)
Jadi, kontruksi pile cap pondasi aman terhadap tegangan geser satu
arah.
10.5.2 Tinjauan Geser 2 Arah
= 1783,505 kN
= 4205,790 kN
𝑎𝑠×𝑑 1
Vc2 = (2 + ) × 12 × √𝑓′𝑐 × 𝑏𝑜 × 𝑑
𝑏𝑜
40×412,5 1
= (2 + 3,65
) × 12 × √30 × 3,65 × 412,5
= 4481,055 kN
1
Vc3 = 3 × √𝑓′𝑐 × 𝑏𝑜 × 𝑑
1
= 3 × √30 × 3,65 × 412,5
= 2748,883 kN
Cek :
Vu < øVc
1783,505 kN < 0,75 × 2748,883 = 2061,662 kN (Memenuhi)
Jadi, kontruksi pile cap pondasi aman terhadap tegangan geser
dua arah.
10.6 Perencanaan Pile Cap
10.6.1 Penulangan Pile Cap
Tegangan di muka kolom
𝑃𝑢 𝑀𝑢 (𝑐1/2) 1995,53 162,725 (0,5/2)
qc = 𝐵.𝐿 + 1 = + 1 = 262,474 kN/m2
.𝐵.𝐿3 2,8.2,8 .2,8.2,83
12 12
1 𝐿 𝑐1 2 1 𝐿 𝑐1 2
Mu = × 𝑞𝑐 × ( − ) + × (𝑞𝑚𝑎𝑥 − 𝑞𝑐) × ( − )
2 2 2 3 2 2
= 178,322 kNm
𝑀𝑢 178,322 × 106
Rn = Ф× b× 𝑑2 = = 0,416 N/mm2
0,9 × 2800 × 412,52
𝑓𝑦 420
m = 0,85× f′c = =16,4706
0,85 × 30
1 2× m× Rn
ρ = (1 − √1 − )
𝑚 𝑓𝑦
= 0,000998
Berdasarkan pasal [Link].3 SNI 2847-2019, faktor reduksi
tegangan untuk kondisi 28 < f’c < 56 MPa dapat dihitung sebagai
berikut.
𝑓′ 𝑐−28
β1 = 0,85 − 0,05 ( )
7
30−28
= 0,85 − 0,05 ( )
7
= 0,8357
0,85.𝑓′ 𝑐.β1 600
ρb = (600+𝑓𝑦)
𝑓𝑦
0,85 .30.0,8357 600
= 420
(600+420)
= 0,0298
𝑓𝑦
0,003+𝐸𝑠
ρmax = ( ) × ρb
0,008
420
0,003+200.000
=( ) × 0,0298
0,008
= 0,019
1,4 1,4
ρmin = = = 0,0033
𝑓𝑦 420
√𝑓′𝑐 √30
ρmin = 4 𝑓𝑦 = 4.420 = 0,00326
As = ρmin x b x d
= 3850 mm2
1
A = x 𝜋 x D²
4
1
= 4 x 𝜋 x 25²
= 490,874 mm²
𝐴𝑠
n = 𝐴
= 7,84 8 buah
280
Smaks2 = 300 ( 2 ) = 300 mm (pasal 24.3.2 SNI 2847-2019)
fy
3
𝑏 2800
Jumlah Tul. = = = 16 𝑏𝑢𝑎ℎ
𝑠 175
= 0,8357
0,85.𝑓′ 𝑐.β1 600
ρb = (600+𝑓𝑦)
𝑓𝑦
0,85 .30.0,8357 600
= (600+420)
420
= 0,0298
= 0,019
1,4 1,4
ρmin = 𝑓𝑦 = 420 = 0,0033
√𝑓′𝑐 √30
ρmin = 4 𝑓𝑦 = 4.420 = 0,00326
As = ρmin x b x d
= 3850 mm2
1
A = 4 x 𝜋 x D²
1
= 4 x 𝜋 x 25²
= 490,874 mm²
𝐴𝑠
n = 𝐴
3850
= 490,874
= 7,84 8 buah
𝑏 2800
s = = = 350 𝑚𝑚
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑢𝑙. 8
Smaks1 = 5 × h = 2500 mm
Smaks2 = 450 mm
𝑓𝑦 Ψt . Ψe. Ψs
𝑙𝑑 = × × 𝑑𝑏
1,1. λ √𝑓′𝑐 𝐶𝑏 + 𝐾𝑡𝑟
𝑑𝑏
Db = 25 mm
Ktr =0
(cb+Ktr)/db = (75+0)/25 = 3
420 1.1.1
= 1,1.1 × × 25
√30 3
= 580,918 mm
Panjang tersedia :
Lt = ½ B – ½ c1 – cc
= 2800/2 - 500/2 – 75
= 1075 mm
Karena lt = 1075 mm > ldc = 451,5 mm, maka lebar pile cap sudah cukup.
Qu = 1,2 qD + 1,6 qL
Mc = 76,523 kNm
8000
Ma = Mb
Da = Db
b) Perencanaan Tulangan
• Tulangan utama (D) = 16 mm
• Tulangan geser (D) = 10 mm
• Tebal selimut (p) = 40 mm
• d = H – p – Dgeser – D/2 = 292 mm
• d’ = p + Dgeser – D/2 = 58 mm
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706×3,989
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,0104
Berdasarkan pasal [Link].3 SNI 2847-2019, faktor reduksi
tegangan untuk kondisi 28 < f’c < 56 MPa dapat dihitung sebagai
berikut.
𝑓′ 𝑐−28
β1 = 0,85 − 0,05 ( )
7
30−28
= 0,85 − 0,05 ( )
7
= 0,8357
0,85.𝑓′ 𝑐.β1 600
ρb = (600+𝑓𝑦)
𝑓𝑦
0,85 .30.0,8357 600
= 420
(600+420)
= 0,019
1,4 1,4
ρmin = = = 0,0033
𝑓𝑦 420
√𝑓′𝑐 √30
ρmin = 4 𝑓𝑦 = 4.420 = 0,00326
As =xbxd
= 758,135 mm2
1
A = 4 x 𝜋 x D²
1
= 4 x 𝜋 x 16²
= 201,062 mm²
𝐴𝑠
n = 𝐴
758,135
= 201,062
= 3,077 buah
1
Ast = 𝑛 × 4 × 𝜋 × 𝐷2
1
= 4× 4 × 𝜋 × 252
= 804,248 mm²
= 52,983 𝑚𝑚
Raja Salam Pangihutan Teruna 21010121120021
Bachtiara Bima Tsaryshaliha 21010121120007
Departemen Teknik Sipil
TUGAS PERANCANAAN BANGUNAN STRUKTUR GEDUNG
Tahun Akademik 2023/2024 Asisten Dosen : Dr. Yulita Arni P., S.T., M.T.
𝑎
Mn = 𝐴𝑠 × 𝑓𝑦 × (𝑑 − 2)
52,983
= 804,208 × 420 × (292 − )
2
= 89680105,103 𝑁𝑚𝑚
= 89,680 𝑘𝑁𝑚
Checking
фMn Mu
0,9 × 89,680 76,523 kNm
80,712 kNm 76,523 kNm (OK)
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706×1,994
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,00495
Berdasarkan pasal [Link].3 SNI 2847-2019, faktor reduksi
tegangan untuk kondisi 28 < f’c < 56 MPa dapat dihitung sebagai
berikut.
𝑓′ 𝑐−28
β1 = 0,85 − 0,05 ( )
7
30−28
= 0,85 − 0,05 ( )
7
= 0,8357
0,85.𝑓′ 𝑐.β1 600
ρb = (600+𝑓𝑦)
𝑓𝑦
0,85 .30.0,8357 600
= (600+420)
420
= 0,0298
𝑓𝑦
0,003+
ρmax = ( 𝐸𝑠
) × ρb
0,008
= 0,019
1,4 1,4
ρmin = 𝑓𝑦 = 420 = 0,0033
√𝑓′𝑐 √30
ρmin = 4 𝑓𝑦 = 4.420 = 0,00326
As =xbxd
= 361,375 mm2
1
A = 4 x 𝜋 x D²
1
= 4 x 𝜋 x 16²
= 201,062 mm²
𝐴𝑠
n = 𝐴
361,375
= 201,062
= 1,797 buah
1
Ast = 𝑛 × 4 × 𝜋 × 𝐷2
1
= 2 × 4 × 𝜋 × 252
= 402,124 mm²
= 26,493 𝑚𝑚
𝑎
Mn = 𝐴𝑠 × 𝑓𝑦 × (𝑑 − )
2
26,493
= 402,124 × 420 × (292 − )
2
Checking
фMn Mu
0,9 × 47,079 38,261 kNm
42,371 kNm 38,261 kNm (OK)
Perencanaan Tulangan
Tulangan utama (D) = 25 mm
Tulangan geser (D) = 10 mm
Tebal selimut (p) = 75 mm
d = H - p - Dgeser - D/2 = 402,5 mm
d’ = p + Dgeser + D/2 = 97,5 mm
1 2× m× Rn
ρ = 𝑚 (1 − √1 − )
𝑓𝑦
1 2× 16,4706×2,23
= (1 − √1 − )
16,4706 420
= 0,00556
Berdasarkan SNI 2847-2019 Tabel [Link].3, apabila f’c berada
dalam rentang 28 MPa < f’c < 55 MPa maka nilai dari
𝑓′ 𝑐−28
β1 = 0,85 − 0,05 ( )
7
30−28
= 0,85 − 0,05 ( )
7
= 0,8357
0,85.𝑓′ 𝑐.β1 600
ρb = (600+𝑓𝑦 )
𝑓𝑦
0,85 .30.0,8357 600
= (600+420)
420
= 0,0298
𝑓𝑦
0,003+ 𝐸𝑠
ρmax =( ) × ρb
0,008
420
0,003+200.000
=( ) × 0,0298
0,008
√𝑓′𝑐 √30
ρmin = 4 𝑓𝑦 = 4.420 = 0,00326
1 1
As terpasang = n × × π × D2 = 5 × × π × 252 = 2454,369 mm2
4 4
= 80,850 mm
𝑎
Mn = As terpasang × fy × (d - 2)
80,850
= 2454,369 × 420 × (402,5 - )
2
= 373,240 kNm
Checking
фMn Mu
0,9 × 373,240 162,725 kNm
335,916 kNm 2,398 kNm (OK)
Perencanaan Keterangan
Jenis Pondasi Tiang Pancang
Diameter 500 mm
Kedalaman 21 m
Jumlah Tiang 4
Lebar Pile Cap 2,8 m
Panjang Pile Cap 2,8 m
Kedalaman Pile Cap 0,5 m
Lokasi Tulangan
Tulangan pokok (bawah)
Arah X
Tulangan susut (atas)
Tulangan pokok (bawah)
Arah Y
Tulangan susut (atas)