Apa Itu BIOS?
BIOS atau Basic Input Output System adalah perangkat lunak atau program antarmuka
tingkat dasar sebagai pengatur proses input output data pada sebuah komputer.
Sederhananya, BIOS diartikan sebagai suatu perangkat instruksi elektronik yang
digunakan komputer untuk memulai sistem operasi.
BIOS ini terletak di dalam chip komputer dan dirancang sedemikian rupa untuk
melindunginya dari kerusakan disk. Pembeda BIOS dengan program komputer yang
lainnya adalah terletak pada bagian penyimpanan.
Jika biasanya program suatu komputer disimpan di suatu disk penyimpanan, BIOS
disimpan pada suatu perangkat keras berupa memory flash yang disebut CMOS
(Complementary Metal-oxide-semiconductor). Setiap motherboard perangkat memiliki
BIOS, namun jika rusak kemungkinan besar motherboard tidak dapat digunakan kembali,
kecuali dilakukan install ulang atau upgrade.
Beberapa pembuat BIOS yaitu:
Award Bios
Phoenix Bios
Microids Research
American Megatrends Incorporated (AMI BIOS)
AMIWIN BIOS.
Untuk masuk ke menu BIOS, Anda bisa menekan tombol F2, F10, F12, atau Del saat
komputer dinyalakan ulang
Apa Saja Komponen BIOS?
1. Program BIOS Setup
Program ini berfungsi sebagai halaman untuk mengubah konfigurasi dari perangkat
komputer seperti mengubah tipe hard disk, disk drive, pengaturan manajemen daya,
kinerja komputer, dan lainnya sesuai kebutuhan user.
2. Driver
Driver adalah software sebagai perantara antara komputer dengan perangkat keras
untuk menampilkan perangkat komputer seperti VGA, input
device, processor dan sound card, bluetooth, dan sebagainya yang masih perlu
dilakukan install menggunakan DVD bawaan perangkat komputer.
3. Program Bootstraper Utama
Program ini memiliki peran penting dalam terjadinya proses booting dalam sistem
operasi yang sudah di-install. Dengan adanya Program Bootstraper Utama, komputer
dapat melakukan proses booting yang lancar.
Jenis-Jenis BIOS
BIOS terdiri atas beberapa macam yang dirilis pada tahun yang berbeda-beda. Beberapa
jenis BIOS di antaranya yaitu:
1. IBM BIOS
IBM BIOS dikembangkan oleh IBM. Inc., perusahaan software dan perangkat keras
ternama yang berasal dari Amerika Serikat. IBM BIOS kemudian dibagi lagi menjadi 3
versi:
IBM BIOS Versi 1 ? dirilis pada 24 April 1981 dan merupakan BIOS dengan
memori fisik sebesar 544 kb.
IBM BIOS Versi 2 ? dirilis pada 19 Oktober 1981 dengan adanya fitur tambahan
yaitu bugfix.
IBM BIOS Versi 3 ? dirilis pada 27 Oktober 1982 dan merupakan versi
termutakhir pada zamannya dengan memori sebesar 640 kb, serta fitur untuk
mempermudah perpindahan blok memori.
2. Phoenix BIOS
Jenis BIOS selanjutnya yaitu Phoenix BIOS, yang dikembangkan oleh
perusahaan software dan perangkat keras Phoenix Technologies Ltd., yang berasal dari
California, Amerika Serikat. Jenis BIOS ini menjadi salah satu BIOS yang cukup populer
digunakan di Indonesia. Phoenix BIOS memiliki keunggulan, yaitu mampu mengaktifkan
keamanan hingga konektivitas dan kompabilitas dari berbagai komponen yang terdapat
pada komputer.
Dibandingkan dengan BIOS lainnya, Phoenix BIOS memiliki jeda pada setiap kode
peringatan (beep) yang dimiliki. Beberapa kode beep pada Phoenix BIOS antara lain:
1 1 4 ? kode peringatan jika terdapat kerusakan pada BIOS.
1 2 1 ? kode peringatan jika ditemukan kerusakan pada motherboard.
1 3 1 ? kode peringatan jika ada masalah pada RAM ketika sedang dalam
pemasangan ataupun karena ada kerusakan.
3 3 4 ? kode peringatan jika terdapat masalah pada VGA saat dalam pemasangan
maupun jika ditemukan adanya kerusakan.
3. Award BIOS
Jenis BIOS selanjutnya yaitu Award BIOS yang dikembangkan oleh perusahaan Award
Software International Inc., sebuah perusahaan software dan perangkat keras yang
berasal dari Los Gatos, California. Salah satu kelebihan Award BIOS yaitu memiliki
program yang sistem dasarnya bisa dimodifikasi oleh pengguna. Selain itu, Award BIOS
juga menyimpan informasi setup pada CMOS RAM.
Award BIOS juga memiliki beberapa kode beep atau kode peringatan, di antaranya yaitu:
Beep panjang 1 kali ? terdapat kesalahan pada RAM.
Beep panjang 1 kali dan beep pendek 2 kali ? terdapat kerusakan pada VGA.
Beep panjang 1 kali dan beep pendek 3 kali ? terdapat kerusakan pada keyboard.
Beep panjang yang tidak berhenti ? RAM atau VGA tidak terpasang.
4. AMI BIOS
Jenis BIOS yang terakhir yaitu AMI BIOS yang diproduksi dan dikembangkan oleh
perusahaan American Megatrend Inc., perusahaan software dan perangkat keras yang
terletak di Norcross, Georgia. Jenis BIOS ini mulai populer digunakan sejak tahun 2002.
Untuk mengakses AMI BIOS, pengguna cukup menekan tombol Delete.
AMI BIOS juga memiliki kode beep atau kode peringatan yang beragam, antara lain yaitu:
Beep 1 kali ? terdapat kesalahan pada RAM, bisa jadi karena tidak terpasang
dengan benar atau terjadi kerusakan.
Beep 2 kali ? terdapat kesalahan pada RAM atau Memory Parity Error.
Beep 3 kali ? terdapat kesalahan pada RAM, Memory Read, atau Write Error.
Beep 4 kali ? terdapat kesalahan pada motherboard.
Beep 5 kali ? terdapat kerusakan pada processor.
Beep 6 kali ? terdapat masalah pada fungsi controller di keyboard.
Beep 7 kali ? terdapat kesalahan pada Video Mode dari komputer.
Beep 8 kali ? terdapat kesalahan pada tes memori pada VGA.
Beep panjang 1 kali dan beep pendek 8 kali ? terdapat kesalahan ketika
melakukan tes tampilan gambar.
Beep panjang 1 kali dan beep pendek 3 kali ? terdapat kerusakan pada memori
tambahan.
Cara Kerja BIOS pada Perangkat
Bagaimana cara kerja BIOS? Mari simak di bawah ini:
Pertama, BIOS akan melalui proses inisialisasi. Dalam proses ini, disajikan semua
informasi mengenai spesifikasi komputer, seperti jenis dan kapasitas harddisk,
jenis memory, informasi jenis VGA, dan sebagainya.
Selanjutnya, BIOS akan memeriksa setiap RAM dan prosesor untuk mengetahui
apakah ia bekerja sesuai dengan fungsinya.
Setelah memeriksa RAM dan prosesor, BIOS akan memeriksa device yang
terpasang pada sebuah komputer.
Apabila semua komponen telah sukses dilaksanakan, BIOS akan mencari
lokasi booting device beserta sistem operasinya (OS), seperti Windows, Linux,
dan sebagainya.
Kemudian, BIOS akan memeriksa boot option. Pada
pemeriksan boot option sesuai dengan urutan settingan pada sebuah BIOS. Pada
dasarnya, mulai dari Boot from CD-ROM, Hard Drive, LAN, dan lainnya.
Kemudian, BIOS akan memeriksa bootstraps pada device yang diurutkan
settingan vendor BIOS.
Setelah pengaturan boot sudah disesuaikan, selanjutnya komputer akan restart.
Kamu bisa memulai untuk instalasi sistem operasi.
Perlu diketahui, selain tombol yang berbeda-beda untuk masuk ke BIOS, tampilan
antarmuka juga berbeda-beda tergantung jenis komputer dan laptop.
Fungsi BIOS
Secara garis besar, BIOS memiliki manfaat yang begitu besar, terutama saat
ada troubleshooting atau masalah yang muncul pada sistem dasar komputer/laptop.
Selain itu Basic Input Output System ini juga bisa mengkonfigurasi sistem lainnya.
Secara teori, fungsi BIOS pada komputer terbagi menjadi empat, yaitu:
1. Fungsi Operasi
Fungsi BIOS ini untuk inisialisasi sistem komputer saat dihidupkan hingga mengaktifkan
perangkat bootable, misalnya hardisk yang berisi sistem operasi. Beberapa hal yang
dilakukan BIOS terkait fungsi operasi adalah manajemen sistem startup (Startup
System), proses booting (Boot Process), pengaturan prioritas booting (Boot Priority), dan
manajemen kesalahan booting (Boot Failure).
2. Fungsi Ekstensi
Fungsi ekstensi ini untuk manajemen hardware yang terhubung. Seperti
beberapa harddisk yang terpasang, VGA, mouse, keyboard, dan lain-lain.
Manajemen perangkat-perangkat tambahan tersebut terhubung melalui chip ekstensi
ROM yang memberikan fungsi yang berbeda-beda. Fungsi ekstensi pada BIOS ini secara
langsung terhubung dengan port-port dan chip firmware lainnya pada motherboard.
3. Fungsi Operating System Service
Sesuai namanya, fungsi ini tentu menyediakan layanan kepada sistem operasi. Beberapa
hal yang dilakukan BIOS terkait fungsi ini, antara lain akses input dan output hardware,
akses boot, akses pembaruan microcode, akses identifikasi sistem, dan akses clocking.
4. Fungsi Konfigurasi
Dalam fungsi konfigurasi ini, BIOS menyediakan antarmuka. Fitur ini disematkan untuk
mempermudah konfigurasi sistem komputer. Untuk mengakses Setup Utility, biasanya
digunakan tombol DEL yang ada pada desktop PC Acer atau F2 pada AIO/notebook Acer
saat BIOS menampilkan pesan POST.
BIOS modern menyediakan fitur tambahan untuk melakukan monitoring sistem, seperti
suhu prosesor, suhu casing, voltase, kontrol kecepatan kipas prosesor, dan lain-lain. Fitur
ini biasanya bernama PC Health Status atau Hardware Monitoring.
Selain itu, dalam fungsi konfigurasi juga terdapat fitur Reprogramming Firmware BIOS
yang berfungsi untuk menginstall ulang data microcode BIOS atau melakukan
pembaruan pada chip BIOS.