EKA KOIRUL UMAM
MIPA
SOAL UTS
Filosofi Pendidikan Indonesia
PPG Prajab 2 Semester 1
Jawablah soal di bawah ini dengan singkat dan jelas
1. Adakah model-model Pendidikan saat ini yang Anda lihat dapat melepaskan
‘belenggu’ yang belum memerdekakan peserta didik saat ini?
2. Bagaimana pemikiran Ki Hajar Dewantara dapat dikontekstualkan sesuaikan dengan
nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter
peserta didik sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat pada konteks
lokal sosial budaya di daerah Anda?
3. Mengapa Anda perlu mengenal manusia Indonesia dalam proses mendidik yang
merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantar?
4. Mengapa kekuatan nilai-nilai luhur identitas manusia Indonesia menjadi bagian
penting dalam konteks pendidikan nasional?
Selamat Bekerja
JAWABAN
1. a. Beban belajar yang terlalu banyak, yaitu peserta didik diminta untuk
menguasai materi pada banyak mata pelajaran.
b. Pembelajaran di lapangan masih belum sepenuhnya berorientasi pada peserta
didik. Guru masih belum sepenuhnya menerapkan student centered learning
padahal hal tersebut hanya dapat menjadi bekal bagi peserta didik untuk
menyiapkan diri dalam tes saja (prepare kids for test), bukan menyiapkan
peserta didik untuk kehidupan masa depannya (prepare kids for life)
2. Pendidikan adalah suatu proses yang tidak diam. Pendidikan harus terus berubah
dan berkembang sesuai dengan kondisi zaman dan kondisi peserta didik. Pendidikan
tersebut hendaknya menghasilkan pribadi-pribadi yang lebih manusiawi, berguna
dan berpengaruh di masyarakatnya, yang bertanggungjawab atas hidup sendiri dan
orang lain, yang berwatak luhur dan berkeahlian. Jika pendidikan dibayangkan
sebagai sebuah sistem besar yang hanya dipikirkan oleh para pakar dan penentu
kebijakan di pusat, maka sekolah atau bahkan kelas juga merupakan suatu sistem
pendidikan dengan ruang lingkup yang kecil. Setiap sekolah memiliki kondisi dan
permasalahan masing-masing, sehingga pengembangan satu sekolah dengan sekolah
lain tentunya tidak akan sama. Pada refleksi filosofi pendidikan nasional Ki Hadjar
Dewantara menjadi titik awal agen perubahan dalam transformasi pendidikan di
sekolah. Konsep pemikiran Ki Hajar Dewantara merupakan jawaban yang tepat
bagi bangsa Indonesia dalam upaya mempersiapkan diri menghadapi globalisasi
abad ke-22 dan dalam memasuki era kemajuan IPTEKS di masa yang akan datang.
Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam
memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran ?(onderwijs)
?adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam
memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin.
Sedangkan Pendidikan ? (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan
kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan
yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota
masyarakat. Jadi menurut KHD (2009), ?“pendidikan dan pengajaran merupakan
usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik
dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-
luasnya” Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam
masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia
Indonesia yang beradab maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk
mencapainya. Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-
nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan
3. Karena KHD juga mengingatkan para pendidik untuk tetap terbuka dan mengikuti
perkembangan zaman yang ada namun tidak semua yang baru itu baik, jadi
perlu diselaraskan dulu. Indonesia juga memiliki potensi-potensi kultural yang
dapat dijadikan sebagai sumber belajar. KHD menjelaskan bahwa dasar pendidikan
anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan
dengan sifat dan bentuk lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman
berkaitan dengan isi dan irama. Artinya bahwa setiap anak sudah membawa sifat
atau karakternya masing-masing, jadi sebagai guru kita tidak bisa menghapus sifat
dasar tadi, yang bisa dilakukan adalah menunjukan dan membimbing mereka agar
muncul sifat-sifat baiknya sehingga menutupi/mengaburkan sifat-sifat jeleknya.
Kodrat zaman bisa diartikan bahwa kita sebagai guru harus membekali keterampilan
kepada siswa sesuai zamannya agar mereka bisa hidup, berkarya dan menyesuaikan
diri. Dalam konteks pembelajaran sekarang, ya kita harus bekali siswa
dengan kecakapan Abad 21. Budi pekerti juga harus menjadi bagian tak terpisahkan
dari pendidikan dan pengajaran yang kita lakukan sebagai guru. Guru harus
senantiasa memberikan teladan yang baik bagi siswa-siswanya dalam
mengembangkan budi pekerti. Kita juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan
pembiasaan di sekolah untuk menanamkan nilai-nilai budi pekerti/akhlak mulia
kepada anak. Dalam pembelajaran di kelas hendaknya kita juga harus
memperhatikan kodrati anak yang masih suka bermain. Lihatlah ketika anak-anak
sedang bermain pasti yang mereka rasakan adalah ‘kegembiraan’ dan itu membuat
suatu kesan yang membekas di hati dan pikirannya. Hendaknya guru juga
memasukan unsur permainan dalam pembelajaran agar siswa senang dan tidak
mudah bosan. Apalagi menggunakan permainan-permainan tradisional yang ada,
selain menyampaikan pembelajaran melalui permainan , kita juga mendidik dan
mengajak anak untuk melestarikan kebudayaan. Hal terpenting yang harus
dilakukan seorang guru adalah menghormati dan memperlakukan anak dengan
sebaik-baiknya sesuai kodratnya, melayani mereka dengan setulus hati, memberikan
teladan (ing ngarso sung tulodho), membangun semangat (ing madyo mangun
karso) dan memberikan dorongan (tut wuri handayani) bagi tumbuh kembangnya
anak. Menuntun mereka menjadi pribadi yang terampil, berakhlak mulia dan
bijaksana sehingga mereka akan mencapai kebahagiaan dan keselamatan.
4. Karena Kekuatan nilai-nilai luhur identitas manusia Indonesia mencakup keragaman
dalam hal pengalaman hidup, budaya, bahasa, ras, suku, bahasa, kepercayaan,
tradisi, dan berbagai ungkapan simbolik. Kekuatan nilai-nilai luhur identitas
manusia Indonesia menjadi bagian penting dalam konteks Pendidikan nasional
karena menjadi pedoman dalam menyusun rencana pembelajaran disesuaikan
dengan identitas tersebut