EKA KOIRUL UMAM / MIPA
SOAL UAS
Filosofi Pendidikan Indonesia
PPG Prajab 2 Semester 1
Jawablah soal di bawah ini dengan singkat dan jelas
1. Apa yang Anda Ketahui tentang Pancasila sebagai entitas dan identitas Bangsa
Indonesia pada abad 21?
2. Bagaimana Menjadikan Pancasila sebagai pondasi Pendidikan Indonesia?
3. Bagaimana Pandangan Anda terkait Pancasila menjadi entitas dan identitas bangsa
Indonesia dalam kebhinekaan dalam setiap latar belakang kehidupan sosial-budaya,
ekonomi dan agama?
4. Bagaimana Pendidikan yang berpihak pada peserta didik dan memerdekakan peserta
didik menjadi bagian dari diri Anda sebagai seorang pendidik?
Selamat Bekerja
JAWABAN
1. Pancasila pada dasarnya merupakan dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.
Dikatakan bahwa pancasila merupakan entitas dan identitas bangsa ini karena
merupakan kepribadian atau ciri khas yang digali dari nilai-nilai yang telah tumbuh
dan berkembang dalam masyarakat dan budaya Indonesia itu sendiri. Makna
"Entitas" adalah sesuatu yang memiliki keberadaan yang unik dan berbeda,
walaupun tidak harus dalam bentuk fisik. Sedangkan "Identitas" adalah
pendefinisian bangsa itu sendiri sebagai suatu bangsa. Jadi, pancasila sebagai
identitas bangsa karena pancasila adalah ciri khas yang hanya dimiliki bangsa
Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain. Sedangkan Indonesia sebagai
entitas bisa dikatakan berorientasi pada nilai kebhinekaannya. Oleh karena itu,
pancasila harus dilestarikan dan diamalkan dengan tindakan yang nyata.
2. Pancasila merupakan landasan negara dan pandangan bangsa Indonesia. Sebagai
tumpuan negara, Pancasila dijadikan landasan untuk membangun Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia, pancasila
adalah kristalisasi nilai adat istiadat nilai nilai budaya dan agama yang terkandung
dalam pandangan hidup di Indonesia. Sebagai landasan negara, Pancasila digunakan
sebagai landasan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai
ideologi bangsa dan negara Indonesia, Pancasila adalah kristalisasi nilai adat, nilai
budaya dan agama dalam pandangan hidup di Indonesia. Nilai dalam Pancasila
memiliki seperangkat nilai yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi,
dan keadilan. Kondisi pendiidkan Indonesia saat ini bisa dapat dikenali dengan
melihat tingkah laku dan kepribadian para pelajar dan pendidik di lingkungan
pendidikan maupun diluar lingkungan pendidikan. Globalisasi tidak bisa dihindari.
Globalisasi membuat semua negara tampak tidak terbatas. Untuk itu diperlukan
pancasila sebagai penyaringnya globalisasi. Keharusan nilai-nilai pembudayaan
pancasila tidak hanya memahami, tetapi harus dihayati dan diwujudkan dalam
pengalaman oleh setiap individu dan seluruh masyarakat yang menumbuhkan
kesadaran dan perlu melaksanakan sosial, kemasyarakatan, dan bernegara
berdasarkan pancasila.
3. Di dalam UUD 1945 menjelaskan bahwa Lambang Negara Indonesia adalah Garuda
Pancasila dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Tujuan dalam semboyan ini
adalah mempersatukan bangsa Indonesia, mempertahankan kesatuan bangsa,
meminimalisir konflik atas kepentingan pribadi atau kelompok serta mencapai cita-
cita negara Indonesia. Sesuai dengan artinya makna Bhinneka Tunggal Ika mampu
menjaga Indonesia dalam persatuan dan menjadi inspirasi bagi negara-negara lain di
dunia dalam menjaga persatuan. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika menggambarkan
tentang keadaan Nusantara yang memiliki keberagaman, mulai dari ras, suku,
agama dan budaya. Semboyan ini tentu mengingatkan kita bahwa semua negara
Indonesia itu adalah satu kesatuan. Namun apakah masyarakat Indonesia sendiri
sudah benar-benar memahami arti kesatuan itu sendiri, dan apakah masyarakat
Indonesia sudah benar- benar menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai bangsa
Indonesia. Nyatanya konflik antar masyarakat masih banyak terjadi dan sering kita
jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam masyarakat Indonesia yang
multikultural, salah satu konflik antar masyarakat yang sering kita jumpai adalah
rasisme dan diskriminasi, situasi yang menilai berbagai tindakan, dan nilai dalam
suatu kelompok berdasar perspektif kulturalnya yang memandang semua nilai sosial
masyarakat lain diluar diri mereka itu salah dan tidak dapat diterima. Seperti berita
CNN Indonesia, menuliskan bahwa Kasus rasisme terhadap orang Papua kembali
muncul. Salah satu narasumber mengatakan bahwa pembantaian, pembunuhan dan
kejahatan HAM di Papua cenderung didasari rasisme. Menurutnya, negara
memelihara dan mengelola rasisme sebagai alat pemukul tiap orang yang
berseberangan dengan kekuasaan, pada dasarnya rasisme menimbulkan dampak
negatif terhadap hubungan sosial dalam masyarakat. Sedangkan diskriminasi adalah
sikap pembedaan secara sengaja terhadap kelompok yang terkait dengan
kepentingan tertentu. Pembedaan ini biasanya berdasarkan agama, suku, dan ras.
Kelompok mayoritas cenderung melakukan diskriminasi terhadap kelompok
minoritas. Dan selain itu masih banyak media berita dan koran yang membahas
mengenai rasisme dan diskriminasi. Bahkan menurut riset yang telah saya baca,
kasus rasisme atau diskriminasi hampir setiap hari dimuat dalam media koran dan
berita. Hal ini tentu saja menjadi bukti bahwa kasus rasisme dan diskrimanasi masih
sangat banyak terjadi di Indonesia.
4. Pendidikan yang memerdekakan peserta didik adalah pendidikan yang memberikan
kebebasan berpendapat bagi peserta didik dan guru tidak boleh menghakimi apabila
terdapat kesalahan apa yang diungkapkan oleh peserta didik guru dibutuhkan
sebagai penuntun jalannya pembelajaran sehingga apabila terdapat kesalahan maka
dilakukan refleksi dan perbaikan serta evaluasi oleh guru agar tidak terjadi
miskonsepsi sehingga dengan begitu peserta didik akan lebih mengingat apa yang ia
ungkapkan dan diluruskan oleh gurunya. Berpihak kepada peserta didik adalah
pendidikan yang memfasilitasi kebutuhan peserta didik dimana peserta didik terdiri
dari berbagai latar belakang karakteristik yang berbeda mulai dari ras suku agama
adat budaya minat motivasi gaya belajar dan tingkat kecerdasannya sehingga guru
memihak kepada peserta didik agar peserta didik bebas menentukan pembelajaran
yang diinginkan namun tetap sejalan dengan tujuan pembelajaran nasional dan
capaian pembelajaran yang telah ditentukan hanya caranya saja yang berbeda atau
dilakukan pembelajaran berdiferensiasi. pendidikan yang memerdekakan berasal
dari pemikiran Ki Hajar Dewantara yang artinya pendidikan yang memerdekakan
lahir dan batin. Merdeka lahir dan batin berarti Mandiri bisa berdiri sendiri tidak
tergantung pada orang lain sadar juga tentang hak dan kewajibannya sebagai
anggota masyaraka, supaya nanti bisa berpartisipasi dan berkontribusi kepada
masyarakat