PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT
DINAS PENDIDIKAN
SMK S SUBULUS SALAM
Jl. Soekarno-Hatta KM.2 Simpang Pasaman Baru [Link]
Kab Pasaman Barat Kode POS. 26366
CAPAIAN PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN INFORMATIKA
A. Rasional Mata Pelajaran Informatika
Informatika adalah sebuah disiplin ilmu yang mencari
pemahaman dan mengeksplorasi dunia di sekitar kita, baik
natural maupun artifisial yang secara khusus tidak hanya
berkaitan dengan studi, pengembangan, dan implementasi
dari sistem komputer, tetapi juga pemahaman terhadap
prinsip-prinsip dasar pengembangan. Peserta didik dapat
menciptakan, merancang, dan mengembangkan produk
berupa artefak komputasional (computational artifact)
dalam bentuk perangkat keras, perangkat lunak (algoritma,
program, atau aplikasi), atau sistem berupa kombinasi
perangkat keras dan lunak dengan menggunakan teknologi
dan perkakas (tools) yang sesuai. Informatika mencakup
prinsip keilmuan perangkat keras, data, informasi, dan
sistem komputasi yang mendasari proses pengembangan
tersebut. Oleh karena itu, Informatika mencakup sains,
rekayasa, dan teknologi yang berakar pada logika dan
matematika. Istilah Informatika dalam bahasa Indonesia
merupakan padanan kata yang diadaptasi dari Computer
Science atau Computing dalam bahasa Inggris. Peserta
didik mempelajari mata pelajaran Informatika tidak hanya
untuk menjadi pengguna komputer, tetapi juga untuk
menyadari perannya sebagai problem solver yang
menguasai konsep inti (core concept), terampil dalam
praktik (core practices) menggunakan dan
mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK),
serta berpandangan terbuka pada aspek lintas bidang.
Mata pelajaran Informatika memberikan fondasi berpikir
komputasional yang merupakan kemampuan problem
solving yaitu keterampilan generik yang penting seiring
dengan perkembangan teknologi digital yang pesat. Peserta
didik ditantang untuk menyelesaikan persoalan komputasi
yang berkembang mulai dari kelas I sampai dengan kelas
XII, mulai dari data sedikit sampai dengan data banyak,
mulai dari persoalan kecil dan sederhana sampai dengan
persoalan besar, kompleks, dan rumit, serta mulai dari hal
yang konkret sampai dengan abstrak dan samar atau
ambigu. Mata pelajaran Informatika juga meningkatkan
kemampuan peserta didik dalam logika, analisis, dan
interpretasi data yang diperlukan dalam literasi, numerasi,
dan literasi sains, serta membekali peserta didik dengan
kemampuan pemrograman yang mendukung pemodelan
dan simulasi dalam sains komputasi (computational
science) dengan menggunakan TIK. Proses pembelajaran
Informatika berpusat pada peserta didik (student-centered
learning) dengan prinsip pembelajaran berbasis inkuiri
(inquiry-based learning), pembelajaran berbasis masalah
(problem-based learning), dan pembelajaran berbasis
projek (project-based learning). Guru dapat menentukan
tema atau kasus sesuai dengan kondisi lokal, terutama
tema atau kasus tentang analisis data.
Mata pelajaran Informatika dilaksanakan secara inklusif
bagi semua peserta didik di seluruh Indonesia, sehingga
pembelajarannya dapat menggunakan komputer (plugged)
maupun tanpa komputer (unplugged). Pembelajaran
Informatika pada jenjang SD menekankan pada fondasi
berpikir komputasional (computational thinking),
diintegrasikan dalam tema atau mata pelajaran lainnya
terutama dalam Bahasa, Matematika dan Sains.
Pembelajaran Informatika mendukung kemampuan peserta
didik dalam mengekspresikan kemampuan berpikir secara
terstruktur dan pemahaman aspek sintaksis maupun
semantik dalam Bahasa, membentuk kebiasaan peserta
didik untuk berpikir logis dalam Matematika, serta
kemampuan menganalisis dan menginterpretasi data dalam
Sains.
Mata pelajaran Informatika berkontribusi terhadap profil
pelajar Pancasila dalam memampukan peserta didik
menjadi warga yang bernalar kritis, mandiri, kreatif melalui
penerapan berpikir komputasional; serta menjadi warga
yang berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong-
royong melalui Praktik Lintas Bidang (core practices) untuk
menghasilkan artefak komputasional yang dikerjakan
secara berkolaborasi dalam kerja kelompok baik secara
luring maupun daring dengan memanfaatkan Teknologi
Informasi dan Komunikasi. Kemampuan bekerja mandiri dan
berkolaborasi secara daring merupakan kemampuan
penting sebagai anggota masyarakat abad ke-21. Peserta
didik diharapkan dapat menjadi warga digital (digital
citizen) yang beretika dan mandiri dalam berteknologi
informasi, sekaligus menjadi warga dunia (global citizen)
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME.
B. Tujuan Mata Pelajaran Informatika
Mata pelajaran Informatika bertujuan untuk mengantarkan
peserta didik menjadi “computationally literate creators”
yang menguasai konsep dan praktik Informatika, yaitu:
1. Berpikir komputasional, yaitu terampil menciptakan
solusi-solusi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan
secara sistematis, kritis, analitis, dan kreatif;
2. memahami ilmu pengetahuan yang mendasari
Informatika, yaitu sistem komputer, jaringan komputer
dan internet, analisis data, algoritma dan pemrograman,
serta menyadari dampak Informatika terhadap
kehidupan bermasyarakat;
3. terampil berkarya dalam menghasilkan artefak
komputasional sederhana, dengan memanfaatkan
teknologi dan menerapkan proses rekayasa, serta
mengintegrasikan pengetahuan bidang-bidang lain yang
membentuk solusi sistemik;
4. terampil dalam mengakses, mengelola,
menginterpretasi, mengintegrasikan, mengevaluasi
informasi, serta menciptakan informasi baru dari
himpunan data dan informasi yang dikelolanya, dengan
memanfaatkan TIK yang sesuai; dan
5. menunjukkan karakter baik sebagai anggota masyarakat
digital, sehingga mampu berkomunikasi, berkolaborasi,
berkreasi dan menggunakan perangkat teknologi
informasi disertai kepedulian terhadap dampaknya
dalam kehidupan bermasyarakat.
C. Karakteristik Mata Pelajaran Informatika
Mata pelajaran Informatika mengintegrasikan
kemampuan berpikir komputasional, keterampilan
menerapkan pengetahuan Informatika, serta pemanfaatan
teknologi (khususnya TIK) secara tepat dan bijak sebagai
objek kajian dan alat bantu untuk menghasilkan solusi
efisien dan optimal dari persoalan yang dihadapi
masyarakat dengan menerapkan rekayasa dan prinsip
keilmuan Informatika. Elemen mata pelajaran Informatika
saling terkait satu sama lain membentuk keseluruhan mata
pelajaran Informatika sebagaimana diilustrasikan pada
gambar bangunan Informatika di bawah ini.
Keterangan:
TIK : Teknologi Informasidan Komunikasi
SK : Sistem Komputer
JKI : Jaringan Komputer Dan Internet
AD : Analisis Data
AP : Algoritma dan Pemrograman
DSI : Dampak Sosial Informatika
TIK
TIK
PRAKTIK LINTAS BIDANG
SK JKI AD AP DSI
BERPIKIR KOMPUTASIONAL
Gambar Bangunan Informatika
Mata pelajaran Informatika terdiri atas delapan elemen
berikut ini:
Elemen Deskripsi
Berpikir Mengasah keterampilan problem solving yang
komputasional (BK) efektif, efisien, dan optimal sebagai landasan
untuk menghasilkan solusi dengan menerapkan
penalaran
kritis, kreatif dan mandiri.
Teknologi Informasi Menjadi perkakas dalam berkarya dan sekaligus
dan Komunikasi objek kajian yang memberikan inspirasi agar suatu
(TIK) hari peserta didik menjadi pencipta karya-karya
berteknologi
yang berlandaskan Informatika.
Sistem komputer Pengetahuan tentang bagaimana perangkat keras
(SK) dan perangkat lunak berfungsi dan saling
mendukung dalam mewujudkan suatu layanan bagi
pengguna baik di luar
maupun di dalam jaringan komputer/internet.
Jaringan Memfasilitasi pengguna untuk menghubungkan
Komputer dan sistem komputer dengan jaringan lokal maupun
Internet (JKI) internet.
Analisis data (AD) Memberikan kemampuan untuk menginput,
memproses, memvisualisasi data dalam berbagai
tampilan, menganalisis, menginterpretasi, dan
memprediksi, serta mengambil kesimpulan serta
keputusan berdasarkan
penalaran.
Algoritma dan Mengarahkan peserta didik menuliskan langkah
Pemrograman penyelesaian solusi secara runtut dan
(AP) menerjemahkan solusi menjadi program yang dapat
dijalankan oleh
mesin (komputer).
Dampak Sosial Menyadarkan peserta didik akan dampak
Informatika (DSI) Informatika dalam: (a) kehidupan bermasyarakat
dan dirinya, khususnya dengan kehadiran dan
pemanfaatan TIK, dan
(b) bergabungnya manusia dalam jaringan komputer
dan
internet untuk membentuk masyarakat digital.
Praktik Lintas Melatih peserta didik bergotong royong untuk untuk
Bidang (PLB) menghasilkan artefak komputasional secara kreatif
dan inovatif dengan mengintegrasikan semua
pengetahuan Informatika maupun pengetahuan
dari mata pelajaran lain, menerapkan proses
rekayasa atau pengembangan (designing,
implementing, debugging, testing, refining), serta
mendokumentasikan dan mengomunikasikan hasil
karyanya.
D. Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Informatika Setiap Fase E
(Umumnya untuk kelas X SMA/MA/SMK/MAK/Program Paket C)
Pada akhir fase E, peserta didik peserta didik mampu memahami
peran sistem operasi dan mekanisme internal yang terjadi pada interaksi
antara perangkat keras, perangkat lunak, dan pengguna, menerapkan
keamanan dalam penyambungan perangkat ke jaringan lokal dan
internet, mengumpulkan dan mengintegrasikan data dari berbagai
sumber baik secara manual atau otomatis dengan perkakas yang
sesuai, memahami fitur lanjut, otomasi, serta integrasi aplikasi
perkantoran, menerapkan strategi algoritmik standar untuk
mengembangkan program komputer yang terstruktur dalam bahasa
pemrograman prosedural tekstual sebagai solusi atas persoalan
berbagai bidang yang mengandung data diskrit bervolume tidak kecil,
bergotong royong untuk menyelesaikan suatu persoalan kompleks
dengan mengembangkan (merancang, mengimplementasi,
memperbaiki, menguji) artefak komputasional yang bersentuhan dengan
bidang lain sesuai kaidah proses rekayasa, serta mengomunikasikan
rancangan produk, produk, dan prosesnya secara lisan dan tertulis,
memahami sejarah perkembangan komputer dan tokoh-tokohnya,
memahami hak kekayaan intelektual, lisensi, aspek teknis, hukum,
ekonomi, lingkungan, dan sosial dari produk TIK, mengenal berbagai
bidang studi dan profesi terkait Informatika serta peran Informatika pada
bidang lain.
Fase E Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
BK Pada akhir fase E, peserta didik mampu menerapkan
strategi algoritmik standar untuk menghasilkan
beberapa solusi persoalan dengan data diskrit
bervolume tidak kecil pada kehidupan sehari-hari
maupun implementasinya
dalam program komputer.
TIK Pada akhir fase E, peserta didik mampu memanfaatkan
berbagai aplikasi secara bersamaan dan optimal untuk
berkomunikasi, mencari sumber data yang akan diolah
menjadi informasi, baik di dunia nyata maupun di
internet, serta mahir menggunakan fitur lanjut aplikasi
perkantoran (pengolah kata, angka, dan presentasi)
beserta otomasinya untuk mengintegrasikan dan
menyajikan konten aplikasi
dalam berbagai representasi yang memudahkan
analisis dan interpretasi konten tersebut.
SK Pada akhir fase E, peserta didik mampu memahami
peran sistem operasi dan mekanisme internal yang
terjadi pada interaksi antara perangkat keras,
perangkat lunak, dan
pengguna.
JKI Pada akhir fase E, peserta didik mampu menerapkan
konektivitas jaringan lokal, komunikasi data via ponsel,
konektivitas internet melalui jaringan kabel dan
nirkabel (bluetooth, wifi, internet), enkripsi untuk
memproteksi data pada saat melakukan
penyambungan perangkat ke
jaringan lokal maupun internet yang tersedia.
AD Pada akhir fase E, peserta didik mampu memahami
aspek privasi dan keamanan data, mengumpulkan
data secara otomatis dari berbagai sumber data,
memodelkan data berbagai bidang, menerapkan siklus
pengolahan data (pengumpulan, pengolahan,
visualisasi, analisis, interpretasi, dan publikasi) dengan
menggunakan perkakas TIK yang sesuai, serta
menerapkan strategi pengelolaan data yang tepat
guna dengan mempertimbangkan volume
dan kompleksitasnya.
AP Pada akhir fase E, peserta didik mampu menerapkan
praktik baik konsep pemrograman prosedural dalam
salah satu bahasa pemrograman prosedural dan
mampu mengembangkan program yang terstruktur
dalam notasi algoritma atau notasi lain, berdasarkan
strategi algoritmik
yang tepat.
DSI Pada akhir fase E, peserta didik mampu memahami
sejarah perkembangan komputer dan tokoh-tokohnya,
memahami hak kekayaan intelektual, lisensi, aspek
teknis, hukum, ekonomi, lingkungan, dan sosial dari
produk TIK,
memahami berbagai bidang studi dan profesi bidang
Informatika serta peran Informatika pada bidang lain.
PLB Pada akhir fase E, peserta didik mampu bergotong
royong dalam tim inklusif untuk mengerjakan projek
bertema Informatika dengan mengidentifikasi
persoalan, merancang, mengimplementasi, menguji,
dan menyempurnakan program komputer didasari
strategi algoritma yang sesuai sebagai solusi persoalan
masyarakat serta
mengomunikasikan produk, proses pengembangan
dan manfaatnya bagi masyarakat secara lisan
maupun tertulis.