0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Konfigurasi HTTPS di Apache Debian 11

Diunggah oleh

derikhansa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan5 halaman

Konfigurasi HTTPS di Apache Debian 11

Diunggah oleh

derikhansa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Apa itu HTTPS #

Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS) adalah ekstensi dari


Hypertext Transfer Protocol (HTTP). Ini digunakan untuk komunikasi
aman melalui jaringan komputer, dan banyak digunakan di Internet.[1]
Dalam HTTPS, protokol komunikasi dienkripsi menggunakan Transport
Layer Security (TLS) atau, sebelumnya, Secure Sockets Layer (SSL).
Oleh karena itu, protokol ini juga disebut sebagai HTTP over TLS,[2]
atau HTTP over SSL. wikipedia

Perbedaan HTTP dengan HTTPS

URL HTTPS dimulai dengan “[Link] dan menggunakan port 443


secara default, sedangkan, HTTP URL dimulai dengan “[Link] dan
gunakan port 80 secara default.

HTTP tidak dienkripsi dan karenanya rentan terhadap serangan man-in-


the-middle dan penyadapan, yang dapat memungkinkan penyerang
mendapatkan akses ke akun situs web dan informasi sensitif, dan
memodifikasi halaman web untuk menyuntikkan malware atau iklan.
HTTPS dirancang untuk menahan serangan semacam itu dan dianggap
aman terhadap serangan itu (dengan pengecualian implementasi
HTTPS yang menggunakan versi SSL yang sudah tidak digunakan
lagi). wikipedia

Gampangnya HTTPS merupakan versi aman (secure) dari HTTP karena


telah menggunakan enkripsi sehingga sulit diretas oleh pihak yang
tidak bertanggung jawab. HTTPS menggunakan port 443 secara
default, berbeda dengan HTTP yang menggunakan port 80 secara
default.

Konfigurasi Apache HTTPS di Debian 11 #

Topology yang digunakan yaitu 1 guest os debian11 sebagai server dan


host os sebagai client. Konfigurasi IP address yang digunakan pada
debian server yaitu [Link]/24. Untuk semua perintah yang akan
digunakan menggunakan user root, atau juga bisa menggunakan
perintah sudo.

1. Install apache #

Perintah yang digunakan untuk menginstall apache di debian


apt update
apt install apache2 openssl ssl-cert

2. Konfigurasi apache2 config file #

Konfigurasi site apache berada di /etc/apache2/sites-available/

cd /etc/apache2/sites-available

Copy default config apache menjadi config file yang akan kita
konfigurasi

cp [Link] [Link]

Edit file yang telah dicopy

vi [Link]

Cukup merubah beberapa baris saja diantaranya:

 Menambahkan ServerName jika ingin menambahkan domain ke


virtualhost
 DocumentRoot, sebagai lokasi file digunakan untuk website/html
kita buat ke apache agar dapat diakses oleh client
 Pastikan SSLEngine dalam keadaan on, off jika tidak ingin
menggunakan ssl
 SSLCertificateFile dan SSLCertificateKeyFile, sebagai lokasi
certificate dan key untuk ssl

1 <IfModule mod_ssl.c>
2 <VirtualHost _default_:443>
3 ServerAdmin webmaster@localhost
4
5 DocumentRoot /var/www/sslhtml

23 # SSL Engine Switch:


24 # Enable/Disable SSL for this virtual host.
25 SSLEngine on
26
27 # A self-signed (snakeoil) certificate can be
created by installing
28 # the ssl-cert package. See
29 # /usr/share/doc/apache2/[Link] for
more info.
30 # If both key and certificate are stored in the
same file, only the
31 # SSLCertificateFile directive is needed.
32 SSLCertificateFile
/etc/apache2/ssl/[Link]
33 SSLCertificateKeyFile /etc/apache2/ssl/[Link]

Buat file html yang akan kita gunakan pada web server sesuai dengan
konfigurasi DefaultRoot pada config file
mkdir /var/www/sslhtml
vi /var/www/sslhtml/[Link]
<!DOCTYPE HTML>
<html>
<head>
<title>contoh apache server</title>
</head>
<body>
<h1>apache web server HTTPS menggunakan openssl
berhasil</h1>
<hr>
</body>

</html>

3. Membuat Private Key dan Website Certificate #

Membuat directory untuk Private Key dan Website Certificate sesuai


dengan config file

mkdir /etc/apache2/ssl

Membuat Private Key dan Website Certificate menggunakan command


openssl

openssl req -x509 -newkey rsa:4096 -keyout


/etc/apache2/ssl/[Link] -out /etc/apache2/ssl/[Link] -nodes
-days 365

Isi beberapa pertanyaan jika perlu dan tekan enter beberapa kali

4. Disable, enable site, dan enable module ssl #

Secara default config file [Link] aktif, maka untuk


menDisable menggunakan perintah

a2dissite [Link]

Untuk meng-enable kan config yang telah dibuat

a2ensite [Link]

Agar HTTPS aktif, maka kita harus menghidupkan module ssl yang ada
di apache dengan perintah

a2enmod ssl

5. Restart Service Apache #

Perintah untuk merestart service apache


systemctl restart apache2

Perintah untuk mereload service apache

systemctl reload apache2

6. Testing Pada Client #

Buka web browser pada client dan masukkan ip address atau domain
pada web browser jika domain sudah dikonfigurasi

[Link]

Klik Advanced -> accept the risk and continue

Anda mungkin juga menyukai