0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

PBL: Model Pembelajaran Kreatif Siswa

Diunggah oleh

aarriiff
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

PBL: Model Pembelajaran Kreatif Siswa

Diunggah oleh

aarriiff
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROBLEM BASE LEARNING (PBL) : SUATU MODEL

PEMBELAJARAN UNTUK MENGEMBANGKAN CARA


BERPIKIR KREATIF SISWA

Maya Agustina
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh
Email : maya.agustiena2318@[Link]

Abstrak
Pendidikan pada hakekatnya merupakan syarat mutlak bagi pengembangan sumber daya
manusia dalam menuju masa depan yang lebih baik. Problem Based Learning (PBL)
merupakan salah satu model pembelajaran yang menuntut aktivitas mental siswa untuk
memahami suatu konsep pembelajaran melalui situasi dan masalah yang disajikan. Melalui
PBL siswa dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Adapun kemampuan yang
dimaksud diantaranya berpikir kritis, inovatif dan kreatif. Berpikir kreatif merupakan
proses berpikir yang mampu memberikan ide-ide atau gagasan-gagasan yang berbeda
yang kemudian dapat menjadi pengetahuan baru dan jawaban yang dibutuhkan.
Berpikir kreatif juga memberikan macam-macam kemungkinan jawaban berdasarkan
informasi yang diberikan dengan penekanan pada keragaman jawaban dan kesesuaian.
Pembelajaran dengan metode PBL dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif
siswa. Ketika PBL berlangsung, siswa dituntut untuk mampu menyelesaikan masalah
sendiri dan bekerja mandiri, sehingga siswa dapat mengembangkan berpikir kreatifnya.
Siswa dapat dilatih mengembangkan keterampilan berfikir tingkat tinggi dan pola pikir
kreatif.
Kata Kunci : PBL, Model Pembelajaran, Berpikir Kreatif, Siswa

Abstract
Education is essentially absolute terms for human resources to a better future. Problem
Based Learning (PBL) is one of the learning models that demanding a mental activity of
student to understand the concept of learning situations and problems presented. Through
PBL, students can develop a possessed abilities such as innovative creative and critical
thingking. Creative thingking means thought process that is able to give different ideas
then become new knowledge and answer needed. Creative thingking also gives many
possible answer based on information given by accentuation on diversity and suitability
answers. Learning with PBL can develop a student’s creative thinking ability. In PBL,
student are charged to afford to finish their own problems and work independently so that
students can develop their creative thingking. In addition, students can be trained develop
higher-order thingking ability and creative mindset.
Keywords: PBL, Learning Model, Creative Thingking, Student

Maya Agustina: Problem Base Learning (PBL) ... | 164


A. Pendahuluan kreatif karena berpikir kreatif merupakan
suatu proses yang digunakan ketika
Permasalahan yang dihadapi
mendatangkan (memunculkan) suatu ide
dalam dunia pendidikan saat ini sangatlah
baru dengan menggabungkan ide-ide yang
kompleks dan beragam. Mulai dari
sebelumnya dilakukan.
permasalahan lemahnya dalam proses
Pembelajaran merupakan suatu
pembelajaran dan lemahnya dalam proses
proses interaksi antara guru dan siswa
evaluasi pembelajaran. Dalam proses
beserta unsur yang ada di dalamnya. Guru
pembelajaran siswa kurang didorong untuk
merupakan faktor yang paling dominan
mengembangkan keterampilan berpikir
yang menentukan kualitas pembelajaran.
namun dipaksa untuk menghafal infomasi.
Kualitas pembelajaran yang baik, tentu
Pendidikan di sekolah selalu menjejali
akan menghasilkan hasil belajar yang baik
anak dengan serangkaian teori yang harus
pula. Menurut Rusman (2012: 148) dalam
di hafal dan mengingat informasi tapi tidak
sistem pembelajaran guru dituntut untuk
diarahkan untuk menghubungkan dengan
mampu memilih metode pembelajaran yang
kehidupan sehari-hari. Ketika siswa lulus
tepat, mampu memilih dan menggunakan
sekolah siswa pintar teoritis namun miskin
fasilitas pembelajaran, mampu memilih
aplikasi.
dan menggunakan alat evaluasi, mampu
Pendidikan pada hakekatnya
mengelola pembel-ajaran di kelas maupun
merupakan syarat mutlak bagi
di laboratorium, menguasai materi, dan
pengembangan sumber daya manusia
memahami karakter siswa. Salah satu
dalam menuju masa depan yang lebih
tuntutan guru tersebut adalah mampu
baik. Melalui pendidikan dapat dibentuk
memilih metode pembelajaran yang
manusia yang mampu membangun dirinya
tepat untuk mengajar. Apabila metode
sendiri dan bangsanya, maka dari itu perlu
pembelajaran yang digunakan guru itu tepat
dilakukan peningkatan mutu pendidikan.
maka pencapaian tujuan pembelajaran
Problem Based Learning (PBL),
akan lebih mudah tercapai, sehingga nilai
merupakan salah satu model pembelajaran
ketuntasan belajar siswa akan meningkat,
pembelajaran yang menuntut aktivitas
minat dan motivasi belajar siswa juga
mental siswa untuk memahami suatu
akan meningkat dan akan tercipta suasana
konsep pembelajaran melalui situasi
pembelajaran yang menyenangkan (Bekti
dan masalah yang disajikan pada awal
Wulandari, 2013).
pembelajaran dengan tujuan untuk melatih
Sugiyanto (2008: 140 – 141)
siswa menyelesaikan masalah dengan
mengemukakan ada 5 tahapan yang
menggunakan pendekatan pemecahan
harus dilaksanakan dalam PBL, yaitu:
masalah. Siswono (2009) menyatakan
1) Memberikan orientasi tentang
bahwa ada hubungan antara pemecahan
permasalahannya kepada siswa. 2)
masalah dengan kemampuan berpikir
Mengorganisasikan siswa untuk meneliti.

165 | At-Ta’dib: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Volume 10, No. 2, Desember 2018
3) Membantu investigasi mandiri dan perlengkapan dan prosedur yang saling
kelompok. 4) Mengembangkan dan mempengaruhi untuk mencapai tujuan
mempresentasikan hasil. 5) Menganalisis guru dan siswa”. Berdasarkan kutipan
dan mengevaluasi proses mengatasi dapat diambil kesimpulan pembelajaran
masalah. Sanjaya (2009: 220–221) adalah aktivitas belajar mengajar, yang
menyebutkan keunggulan PBL antara lain: dilakukan siswa dan guru serta sosialisasi
1) PBL merupakan teknik yang cukup bagus individu dengan lingkungan sekolah yang
untuk lebih memahami pelajaran; 2) PBL dipengaruhi oleh faktor internal, eksternal
dapat menantang kemampuan siswa serta dan pendekatan belajar (Yenni Fitra Surya,
memberikan kepuasan untuk menemukan 2017).
pengetahuan baru bagi siswa; 3) PBL dapat
meningkatkan aktivitas pembelajaran; B. Problem Based Learning (PBL)
4) melalui PBL bisa memperlihatkan
PBL merupakan pembelajaran aktif
kepada siswa setiap mata pelajaran
progresif dan pendekatan pembelajaran
(matematika, IPA, dan lain sebagainya),
berpusat pada masalah yang tidak
pada dasarnya merupakan cara berpikir,
terstruktur yang digunakan sebagai titik
dan sesuatu yang harus dimengerti oleh
awal dalam proses pembelajaran. PBL
siswa, bukan hanya sekadar belajar
menggunakan berbagai macam kecerdasan
dari guru atau buku-buku saja; 5) PBL
yang diperlukan untuk melakukan
dianggap lebih menyenangkan dan disukai
konfrontasi terhadap tantangan dunia nyata,
siswa; 6) PBL dapat mengembangkan
kemampuan untuk menghadapi segala
kemampuan berpikir kritis; 7) PBL dapat
sesuatu yang baru dan masalah-masalah
memberikan kesempatan kepada siswa
yang dimunculkan (Bekti Wulandari,
untuk mengaplikasikan pengetahuan yang
2016).
mereka miliki dalam dunia nyata; 8) PBL
PBL adalah suatu pendekatan
dapat mengembangkan minat siswa untuk
yang menggunakan masalah dunia nyata
belajar secara terus-menerus sekalipun
sebagai suatu konteks bagi siswa untuk
belajar pada pendidikan formal telah
belajar tentang cara berpikir kritis dan
berakhir (Eni Wulandari, dkk., ).
keterampilan pemecahan masalah serta
Pembelajaran yang efektif akan
untuk memperoleh pengetahuan esensial
terlaksana apabila guru dapat mengajar
dari materi pelajaran. Pembelajaran
dengan menggunakan model pembelajaran
berbasis masalah dikembangkan terutama
yang bervariasi, sehingga dapat
untuk membantu kemampuan berpikir,
mengembangkan pola pikir siswa dan
pemecahan masalah, dan keterampilan
meningkatkan hasil belajar siswa. Menurut
intelektual dan belajar menjadi pembelajar
Hamalik (2008:57) “Pembelajaran adalah
yang otonom (Sudarman, 2007).
suatu kombinasi yang tersusun meliputi
Pendapat lain tentang PBL
unsur manusiawi, material, fasilitas,

Maya Agustina: Problem Base Learning (PBL) ... | 166


dikemukakan oleh Yenni (2017), Model yang menekankan kepada proses
PBL merupakan salah satu model penyelesaian masalah yang dihadapi secara
pembelajaran inovatif yang berangkat dari ilmiah”. Berdasarkan pendapat ahli di
masalah dunia nyata peserta didik untuk atas, dapat disimpulkan bahwa model PBL
belajar tentang cara berpikir kritis dalam adalah suatu model pembelajaran yang
memecahkan suatu permasalahan. Menurut menggunakan masalah dunia nyata sebagai
Ronis (2009:7) “Problem based learning is langkah awal bagi peserta didik untuk
based on the idea that individuals fashion belajar dalam mendapatkan pengetahuan
their understanding largely throught what dan konsep yang esensi dari setiap materi
the experience”. Pendapat Ronis tersebut pembelajaran yang telah dimiliki peserta
jika diterjemahkan mengandung arti didik sebelumnya, sehingga terbentuklah
pembelajaran berbasis masalah didasarkan pengetahuan yang baru.
pada gagasan bahwa individu bisa paham Empat prinsip dalam pembelajaran
terutama melalui pengalaman. PBL yaitu :
Sejalan dengan pendapat di atas, 1. Pembelajaran merupakan suatu
Bound and Feletti (dalam Barbara, 2001:6) proses konstruktif. (Learning
“ The basic principle supporting the concept should be a constructive process).
of PBL, is older than formal education Pembelajaran merupakan suatu
itself., learning is initiated by a posed proses di mana Siswa secara aktif
problem, query, or puzzle taht the learner membangun pengetahuan mereka
want to solve”. Pendapat Bound tersebut sendiri. Siswa tidak lagi secara pasif
jika diterjemahkan mengandung arti bahwa mendapatkan pengetahuan tentang
prinsip dasar yang mendukung konsep dari fakta-fakta melalui perkuliahan
PBL lebih tua dari pendidikan formal itu satu arah oleh dosen (one-way
sendiri. Belajar diprakarsai dengan adanya lecture), mereka diharapkan dapat
masalah, pertanyaan, atau permainan memahami tentang suat teori
puzel yang akan diselesaikan oleh perserta berdasarkan pengalaman mereka
didik secara mandiri. Lebih lanjut, Wena sendiri dan juga interaksi dengan
(2009:91) mengemukakan bahwa model lingkungan sekitar (Amelia Dwi
PBL merupakan “Strategi pembelajaran Fitri, 2016).
dengan menghadapkan peserta didik 2. Pembelajaran merupakan suatu
pada permasalahan-permasalahan praktis proses yang dimotori oleh keinginan
sebagai pijakan dalam belajar atau dari dalam diri sendiri (Learning
dengan kata lain peserta didik belajar should be a self directed process).
melalui permasalahan-permasalahan”. Dalam proses pembelajaran,Siswa
Sejalan dengan itu, Sanjaya (2009:214) memiliki tanggung jawab mulai
mengemukakan, “Model PBL diartikan dari perencanaan, monitoring,
sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran dan evaluasi proses belajar

167 | At-Ta’dib: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Volume 10, No. 2, Desember 2018
mereka sendiri. Siswa harus akan memotivasi untuk terus mencari
dapat menentukan tujuan belajar jawaban atas permasalahan yang akan
mereka, kemudian mencari cara diselesaikan. Peserta didik diarahkan agar
yang dapat dilakukan untuk mampu menghubungkan pengetahuan
mencapai tujuan belajar tersebut awalnya dengan situasi belajar yang
termasuk didalamnya strategi baru. Membuat penalaran atas apa yang
belajar yang harus diterapkan, dipelajari, membandingkan apa yang
sumber pembelajaran yang bisa diketahui dengan keperluan dalam
digunakan, apa saja kemungkinan pengalaman baru. Dalam pembelajaran
kelemahan yang dapat menghambat model PBL, peserta didik dituntut untuk
keberhasilannya dalam mencapai membangun keyakinan diri sehingga akan
tujuan belajar. tercipta rasa ingin tahu yang tinggi, jujur,
3. Pembelajaran merupakan suatu teliti, dan berusaha keras agar masalah yang
proses kolaborasi (learning dihadapi dapat diselesaikan. Peserta didik
should be a collaborative process) juga dibiasakan agar dapat menyampaikan
Dalam diskusi tutorial, Siswa ide atau gagasannya secara terbuka dengan
didorong untuk berinteraksi satu difasilitasi oleh guru. Mereka juga dilatih
sama lain, melalui interaksi dengan untuk mampu membuat keputusan, berani
sesama anggota kelompok, Siswa berspekulasi serta mampu merefleksikan
akan mampu membentuk suatu keefektifan proses pemecahan masalah
pemahaman baru tentang suatu (Ma’aruf Fauzan, 2017)
permasalahan Menurut Sudarman ada beberapa
Pembelajaran merupakan sesuatu langkah dalam pembelajaran PBL yaitu:
yang diberikan kontekstual (Learning Konsep Dasar, pada bagian ini siswa/
should be a contextual process) Proses Siswa dapat menentukan konsep dasar
pembelajaran dengan sistem PBL akan suatu materi pelajaran. Pada dasarnya
memfasilitasi Siswa untuk dapat belajar konsep dasar harus dimiliki oleh siswa
dengan permasalahan yang bersifat nyata, guna untuk mengembangkan keilmuan
masalah yang nantinya akan sering mereka berdasarkan teori awal yang dipahami.
jumpai pada saat pendidikan klinik dan Lebih jauh lagi hal ini diperlukan untuk
pada saat mereka menjadi dokter. memastikan siswa mendapatkan kunci
Pada pembelajaran model PBL, utama materi pembelajaran. Siswa juga
peserta didik secara prinsip mereka sendiri dapat mempelajari sendiri materi yang
yang yang secara aktif mencari jawaban telah dipelajari sehingga pemahaman
atas masalah-masalah yang ada. Peserta mereka bertambah.
didik harus mampu berinteraksi untuk Pendefinisian Masalah, dalam
menghasilkan solusi serta harus memiliki hal ini semua siswa mengutarakan
rasa keingin tahuan yang tinggi. Hal ini pendapatnya masing-masing, kemudian

Maya Agustina: Problem Base Learning (PBL) ... | 168


ide dan pendapat tersebut dirangkumkan gagasannya sendiri dan menghasilkan
dan dikelompokkan. Selanjutnya ide yang ide atau gagasan yang baru. Supaya lebih
serupa dapat dijadikan satu sehingga ide jelas, inilah indikator berpikir kreatif
siswa semuanya dapat digunakan. Ide menurut Munandar (2004, hlm. 192).
yang telah dirangkum selanjutnya diseleksi 1. Berpikir lancar, yaitu menghasilkan
untuk selanjutnya dikembangkan sebagai banyak gagasan/jawaban yang relevan,
masalah yang akan di pelajari lebih lanjut. arus pemikiran lancar. 2. Berpikir luwes
Selain ide, siswa juga diminta untuk (fleksibel) yaitu, menghasilkan gagasan-
mencari istilah-istilah yang kurang dikenal gagasan yang seragam, mampu mengubah
untuk dipelajari lebih lanjut. Pada akhirnya cara atau pendekatan, arah pemikiran
tahap ini Siswa memiliki gambaran yang yang berbeda beda. 3. Berpikir orisinal
jelas tentang apa saja yang mereka ketahui, yaitu, memberikan jawaban yang tidak
yang tidak diketahui, pengetahuan yang lazim, yang lain dari yang lain, yang
diperlukan untuk menjembataninya. jarang diberikan banyak orang. Keaslian
(originality), adalah kemampuan untuk
C. Berpikir Kreatif mencetuskan gagasan dengan cara-cara
yang asli, tidak klise, dan jarang diberikan
Berpikir kreatif merupakan proses
kebanyakan orang (Rizal Abdurrozak,
berpikir yang mampu memberikan ide-ide
dkk., 2016)
atau gagasan-gagasan yang berbeda yang
kemudian dapat menjadi pengetahuan baru
dan jawaban yang dibutuhkan. Berpikir D. Pengembangan Keterampilan
kreatif layaknya dayung dalam sebuah Berpikir Kreatif dengan PBL
perahu, yakni sebagai pengantar dalam
Siswono (2009) menyatakan bahwa
melewati permasalahan pembelajaran
ada hubungan antara pemecahan masalah
dengan siswa sebagai pengendali dayung
dengan kemampuan berpikir kreatif karena
tersebut membawa untuk lewat arah mana
berpikir kreatif merupakan suatu proses
siswa mencapai tujuan atau jawaban yang
yang digunakan ketika mendatangkan
diinginkan. Menurut Munandar (dalam
(memunculkan) suatu ide baru dengan
Mulyana, 2010) “Berpikir kreatif atau
menggabungkan ide-ide yang sebelumnya
berpikir divergen adalah memberikan
dilakukan. PBL dapat mengembangkan
macam-macam kemungkinan jawaban
kemampuan berpikir siswa, melatih
berdasarkan informasi yang diberikan
keterampilan memecahkan masalah
dengan penekanan pada keragaman
dan meningkatkan penguasaan materi
jawaban dan kesesuaian”.
pelajaran karena PBL diterapkan untuk
Adapun seorang siswa dapat
merangsang berpikir tingkat tinggi dalam
dikatakan kreatif apabila dapat
situasi berorientasi masalah, termasuk
memecahkan masalah dengan ide atau
didalamnya belajar bagaimana belajar.

169 | At-Ta’dib: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Volume 10, No. 2, Desember 2018
Model pembelajaran berbasis keterampilan berfikir tingkat tinggi dan
masalah yaitu PBL juga berpengaruh pola pikir kreatif.
terhadap kemampuan berpikir kreatif
siswa kelas VIII SMPN 1 Sumbermalang, E. Kesimpulan
khususnya pada pokok bahasan Sistem
PBL adalah suatu pendekatan
Gerak Manusia (Tomi Utomo, 2014)
yang menggunakan masalah dunia nyata
Subandiyah (2010) menjelaskan
sebagai suatu konteks bagi siswa untuk
bahwa: PBL (Problem Based Larning)
belajar tentang cara berpikir kritis dan
merupakan salah satu metode pembelajaran
keterampilan pemecahan masalah serta
yang sangat sesuai dengan karakteristik
untuk memperoleh pengetahuan esensial
siswa. Metode ini dapat mengoptimalkan
dari materi pelajaran. Problem Based
semua potensi yang ada dalam diri siswa
Learning (PBL), merupakan salah satu
untuk belajar, karena selama penyajiannya
model pembelajaran pembelajaran yang
melibatkan siswa secara aktif, baik secara
menuntut aktivitas mental siswa untuk
mental maupun secara fisik. Dalam
memahami suatu konsep pembelajaran
pembelajaran ini tanggung jawab siswa
melalui situasi dan masalah yang disajikan
terhadap proses belajar lebih besar,
pada awal pembelajaran dengan tujuan
karena siswa lebih banyak bekerja dari
untuk melatih siswa menyelesaikan
pada sekedar mendengarkan informasi.
masalah dengan menggunakan pendekatan
Siswa dapat dilatih mengembangkan
pemecahan masalah. PBL dapat
keterampilan berfikir tingkat tinggi dan
mengembangkan kemampuan berpikir
pola pikir kreatif.
siswa, melatih keterampilan memecahkan
Tomi Utomo dkk, Pengaruh Model
masalah dan meningkatkan penguasaan
Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap
materi pelajaran karena PBL diterapkan
berpikir kreatif siswa. Melalui PBL siswa
untuk merangsang berpikir tingkat tinggi
dituntut untuk bekerja sendiri dan belajar
dalam situasi berorientasi masalah,
mandiri dalam memecahkan sebuah
termasuk didalamnya belajar bagaimana
masalah, dengan demikian dibutuhkan
belajar.
adanya kreatifitas siswa dalam merancang
sebuah strategi dalam memecahkan
masalah. Dalam penyajiannya PBL
melibatkan siswa secara aktif, baik secara
mental maupun secara fisik. Melalui
pembelajaran ini tanggung jawab siswa
terhadap proses belajar lebih besar, karena
siswa lebih banyak bekerja daripada
sekedar mendengarkan informasi.
Siswa dapat dilatih mengembangkan

Maya Agustina: Problem Base Learning (PBL) ... | 170


Daftar Pustaka Tanggal 07 September 2018

Amelia Dwi Fitri, 2016. Penerapan Problem Tomi Utomo, Dwi Wahyuni dan Slamet
Based Learning (PBL) Dalam Hariyadi. 2014. Pengaruh Model
Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pembelajaran Berbasis Masalah
JMJ, Volume 4, Nomor 1, Mei (Problem Based Learning)
2016, Hal: 95 –100 Terhadap Pemahaman Konsep
dan Kemampuan Berpikir Kreatif
Bekti Wulandari, 2016. Pengaruh problem- Siswa (Siswa Kelas VIII Semester
based Learning Terhadap Hasil Gasal SMPN 1 Sumbermalang
Belajar ditinjau dari Motivasi Kabupaten Situbondo Tahun Ajaran
Belajar PLC di SMK. Jurnal 2012/2013). JURNAL EDUKASI
Pendidikan Vokasi, Vol 3, Nomor UNEJ 2014, I (1): 5-9
2, Juni 2013
Subandiyah, Heny. Dkk 2010. Model
Hamalik, Oemar. 2007. Kurikulum dan Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Pembelajaran. Jakarta: Bumi (Problem-Based Instruction)
Aksara.
Sudarman, 2007. Problem Base Learning:
Ma`aruf Fauzan, Abdul Gani dan Suatu model pembelajaran
Muhammad Syukri. 2017. untuk Mengembangkan dan
Penerapan Model Problem Based Meningkatkan kemampuan
Learning pada Pembelajaran memecahkan masalah. Jurnal
Materi Sistem Tata Surya untuk Pendidikan Inovatif Vol. 2 No. 2
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Maret 2007
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia,
Vol. 05, No.01, hlm 27-35, 2017 Sugiyanto. 2008. Model-model
Pembelajaran Inovatif. Surakarta:
Munandar. Utari. (2004). Pengembangan Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13
Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta:
Rineka Cipta Eni Wulandari, H. Setyo Budi, Kartika
Chrysti Suryandari. 2017.
Rizal Abdurrozak, Asep Kurnia Jayadinata, Penerapan Model PBL (Problem
Isrok ‘atun. 2016. Pengaruh Model Based Learning) Pada Pembelajaran
Problem Based Learning Terhadap IPA Siswa Kelas V SD. Jurnal
Kemampuan Berpikir Kreatif online. FKIP Univ. Sebelas Maret
Siswa. Jurnal Pena Ilmiah: Vol. 1,
No, 1 , pp 871-880. Maaruf Fauzan, Abdul Gani, Muhammad
Syukri. 2017. Penerapan Model
Rusman. (2012). Model-model Problem Based Learning Pada
pembelajaran mengembang-kan Pembelajaran Materi Sistem Tata
profesional guru. Jakarta : Raja Surya Untuk Meningkatkan Hasil
Grafindo Persada. Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan
Siswono, Tatag Yuli Eko. 2009. Sains Indonesia, Vol. 05, No.01,
Meningkatkan Kemampuan hlm 27-35, 2017 [Link]
Berpikir Kreatif Siswa. Artikel [Link]/jpsi.
Dosen Fakultas Keguruan dan Rizal Abdurrozak, Asep Kurnia
Ilmu Pendidikan (FKIP) http:// Jayadinata2, Isrok ‘atun, 2016.
[Link]. diakses

171 | At-Ta’dib: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Volume 10, No. 2, Desember 2018
Pengaruh Model Problem Based Hasil Belajar Matematika Siswa
Learning Terhadap Kemampuan Kelas IV SDN 016 Langgini
Berpikir Kreatif Siswa, Jurnal Pena Kabupaten Kampar. Journal
Ilmiah: Vol. 1, No, 1 (2016) Cendekia: Jurnal Pendidikan
Matematika Volume 1, No. 1, Mei
Yenni Fitra Surya, 2017. Penerapan Model 2017. 38-53.
Pembelajaran Problem Based
Learning Untuk Meningkatkan

Maya Agustina: Problem Base Learning (PBL) ... | 172


173 | At-Ta’dib: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Volume 10, No. 2, Desember 2018

Anda mungkin juga menyukai