PBL: Model Pembelajaran Kreatif Siswa
PBL: Model Pembelajaran Kreatif Siswa
Maya Agustina
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh
Email : maya.agustiena2318@[Link]
Abstrak
Pendidikan pada hakekatnya merupakan syarat mutlak bagi pengembangan sumber daya
manusia dalam menuju masa depan yang lebih baik. Problem Based Learning (PBL)
merupakan salah satu model pembelajaran yang menuntut aktivitas mental siswa untuk
memahami suatu konsep pembelajaran melalui situasi dan masalah yang disajikan. Melalui
PBL siswa dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Adapun kemampuan yang
dimaksud diantaranya berpikir kritis, inovatif dan kreatif. Berpikir kreatif merupakan
proses berpikir yang mampu memberikan ide-ide atau gagasan-gagasan yang berbeda
yang kemudian dapat menjadi pengetahuan baru dan jawaban yang dibutuhkan.
Berpikir kreatif juga memberikan macam-macam kemungkinan jawaban berdasarkan
informasi yang diberikan dengan penekanan pada keragaman jawaban dan kesesuaian.
Pembelajaran dengan metode PBL dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif
siswa. Ketika PBL berlangsung, siswa dituntut untuk mampu menyelesaikan masalah
sendiri dan bekerja mandiri, sehingga siswa dapat mengembangkan berpikir kreatifnya.
Siswa dapat dilatih mengembangkan keterampilan berfikir tingkat tinggi dan pola pikir
kreatif.
Kata Kunci : PBL, Model Pembelajaran, Berpikir Kreatif, Siswa
Abstract
Education is essentially absolute terms for human resources to a better future. Problem
Based Learning (PBL) is one of the learning models that demanding a mental activity of
student to understand the concept of learning situations and problems presented. Through
PBL, students can develop a possessed abilities such as innovative creative and critical
thingking. Creative thingking means thought process that is able to give different ideas
then become new knowledge and answer needed. Creative thingking also gives many
possible answer based on information given by accentuation on diversity and suitability
answers. Learning with PBL can develop a student’s creative thinking ability. In PBL,
student are charged to afford to finish their own problems and work independently so that
students can develop their creative thingking. In addition, students can be trained develop
higher-order thingking ability and creative mindset.
Keywords: PBL, Learning Model, Creative Thingking, Student
165 | At-Ta’dib: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Volume 10, No. 2, Desember 2018
3) Membantu investigasi mandiri dan perlengkapan dan prosedur yang saling
kelompok. 4) Mengembangkan dan mempengaruhi untuk mencapai tujuan
mempresentasikan hasil. 5) Menganalisis guru dan siswa”. Berdasarkan kutipan
dan mengevaluasi proses mengatasi dapat diambil kesimpulan pembelajaran
masalah. Sanjaya (2009: 220–221) adalah aktivitas belajar mengajar, yang
menyebutkan keunggulan PBL antara lain: dilakukan siswa dan guru serta sosialisasi
1) PBL merupakan teknik yang cukup bagus individu dengan lingkungan sekolah yang
untuk lebih memahami pelajaran; 2) PBL dipengaruhi oleh faktor internal, eksternal
dapat menantang kemampuan siswa serta dan pendekatan belajar (Yenni Fitra Surya,
memberikan kepuasan untuk menemukan 2017).
pengetahuan baru bagi siswa; 3) PBL dapat
meningkatkan aktivitas pembelajaran; B. Problem Based Learning (PBL)
4) melalui PBL bisa memperlihatkan
PBL merupakan pembelajaran aktif
kepada siswa setiap mata pelajaran
progresif dan pendekatan pembelajaran
(matematika, IPA, dan lain sebagainya),
berpusat pada masalah yang tidak
pada dasarnya merupakan cara berpikir,
terstruktur yang digunakan sebagai titik
dan sesuatu yang harus dimengerti oleh
awal dalam proses pembelajaran. PBL
siswa, bukan hanya sekadar belajar
menggunakan berbagai macam kecerdasan
dari guru atau buku-buku saja; 5) PBL
yang diperlukan untuk melakukan
dianggap lebih menyenangkan dan disukai
konfrontasi terhadap tantangan dunia nyata,
siswa; 6) PBL dapat mengembangkan
kemampuan untuk menghadapi segala
kemampuan berpikir kritis; 7) PBL dapat
sesuatu yang baru dan masalah-masalah
memberikan kesempatan kepada siswa
yang dimunculkan (Bekti Wulandari,
untuk mengaplikasikan pengetahuan yang
2016).
mereka miliki dalam dunia nyata; 8) PBL
PBL adalah suatu pendekatan
dapat mengembangkan minat siswa untuk
yang menggunakan masalah dunia nyata
belajar secara terus-menerus sekalipun
sebagai suatu konteks bagi siswa untuk
belajar pada pendidikan formal telah
belajar tentang cara berpikir kritis dan
berakhir (Eni Wulandari, dkk., ).
keterampilan pemecahan masalah serta
Pembelajaran yang efektif akan
untuk memperoleh pengetahuan esensial
terlaksana apabila guru dapat mengajar
dari materi pelajaran. Pembelajaran
dengan menggunakan model pembelajaran
berbasis masalah dikembangkan terutama
yang bervariasi, sehingga dapat
untuk membantu kemampuan berpikir,
mengembangkan pola pikir siswa dan
pemecahan masalah, dan keterampilan
meningkatkan hasil belajar siswa. Menurut
intelektual dan belajar menjadi pembelajar
Hamalik (2008:57) “Pembelajaran adalah
yang otonom (Sudarman, 2007).
suatu kombinasi yang tersusun meliputi
Pendapat lain tentang PBL
unsur manusiawi, material, fasilitas,
167 | At-Ta’dib: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Volume 10, No. 2, Desember 2018
mereka sendiri. Siswa harus akan memotivasi untuk terus mencari
dapat menentukan tujuan belajar jawaban atas permasalahan yang akan
mereka, kemudian mencari cara diselesaikan. Peserta didik diarahkan agar
yang dapat dilakukan untuk mampu menghubungkan pengetahuan
mencapai tujuan belajar tersebut awalnya dengan situasi belajar yang
termasuk didalamnya strategi baru. Membuat penalaran atas apa yang
belajar yang harus diterapkan, dipelajari, membandingkan apa yang
sumber pembelajaran yang bisa diketahui dengan keperluan dalam
digunakan, apa saja kemungkinan pengalaman baru. Dalam pembelajaran
kelemahan yang dapat menghambat model PBL, peserta didik dituntut untuk
keberhasilannya dalam mencapai membangun keyakinan diri sehingga akan
tujuan belajar. tercipta rasa ingin tahu yang tinggi, jujur,
3. Pembelajaran merupakan suatu teliti, dan berusaha keras agar masalah yang
proses kolaborasi (learning dihadapi dapat diselesaikan. Peserta didik
should be a collaborative process) juga dibiasakan agar dapat menyampaikan
Dalam diskusi tutorial, Siswa ide atau gagasannya secara terbuka dengan
didorong untuk berinteraksi satu difasilitasi oleh guru. Mereka juga dilatih
sama lain, melalui interaksi dengan untuk mampu membuat keputusan, berani
sesama anggota kelompok, Siswa berspekulasi serta mampu merefleksikan
akan mampu membentuk suatu keefektifan proses pemecahan masalah
pemahaman baru tentang suatu (Ma’aruf Fauzan, 2017)
permasalahan Menurut Sudarman ada beberapa
Pembelajaran merupakan sesuatu langkah dalam pembelajaran PBL yaitu:
yang diberikan kontekstual (Learning Konsep Dasar, pada bagian ini siswa/
should be a contextual process) Proses Siswa dapat menentukan konsep dasar
pembelajaran dengan sistem PBL akan suatu materi pelajaran. Pada dasarnya
memfasilitasi Siswa untuk dapat belajar konsep dasar harus dimiliki oleh siswa
dengan permasalahan yang bersifat nyata, guna untuk mengembangkan keilmuan
masalah yang nantinya akan sering mereka berdasarkan teori awal yang dipahami.
jumpai pada saat pendidikan klinik dan Lebih jauh lagi hal ini diperlukan untuk
pada saat mereka menjadi dokter. memastikan siswa mendapatkan kunci
Pada pembelajaran model PBL, utama materi pembelajaran. Siswa juga
peserta didik secara prinsip mereka sendiri dapat mempelajari sendiri materi yang
yang yang secara aktif mencari jawaban telah dipelajari sehingga pemahaman
atas masalah-masalah yang ada. Peserta mereka bertambah.
didik harus mampu berinteraksi untuk Pendefinisian Masalah, dalam
menghasilkan solusi serta harus memiliki hal ini semua siswa mengutarakan
rasa keingin tahuan yang tinggi. Hal ini pendapatnya masing-masing, kemudian
169 | At-Ta’dib: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Volume 10, No. 2, Desember 2018
Model pembelajaran berbasis keterampilan berfikir tingkat tinggi dan
masalah yaitu PBL juga berpengaruh pola pikir kreatif.
terhadap kemampuan berpikir kreatif
siswa kelas VIII SMPN 1 Sumbermalang, E. Kesimpulan
khususnya pada pokok bahasan Sistem
PBL adalah suatu pendekatan
Gerak Manusia (Tomi Utomo, 2014)
yang menggunakan masalah dunia nyata
Subandiyah (2010) menjelaskan
sebagai suatu konteks bagi siswa untuk
bahwa: PBL (Problem Based Larning)
belajar tentang cara berpikir kritis dan
merupakan salah satu metode pembelajaran
keterampilan pemecahan masalah serta
yang sangat sesuai dengan karakteristik
untuk memperoleh pengetahuan esensial
siswa. Metode ini dapat mengoptimalkan
dari materi pelajaran. Problem Based
semua potensi yang ada dalam diri siswa
Learning (PBL), merupakan salah satu
untuk belajar, karena selama penyajiannya
model pembelajaran pembelajaran yang
melibatkan siswa secara aktif, baik secara
menuntut aktivitas mental siswa untuk
mental maupun secara fisik. Dalam
memahami suatu konsep pembelajaran
pembelajaran ini tanggung jawab siswa
melalui situasi dan masalah yang disajikan
terhadap proses belajar lebih besar,
pada awal pembelajaran dengan tujuan
karena siswa lebih banyak bekerja dari
untuk melatih siswa menyelesaikan
pada sekedar mendengarkan informasi.
masalah dengan menggunakan pendekatan
Siswa dapat dilatih mengembangkan
pemecahan masalah. PBL dapat
keterampilan berfikir tingkat tinggi dan
mengembangkan kemampuan berpikir
pola pikir kreatif.
siswa, melatih keterampilan memecahkan
Tomi Utomo dkk, Pengaruh Model
masalah dan meningkatkan penguasaan
Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap
materi pelajaran karena PBL diterapkan
berpikir kreatif siswa. Melalui PBL siswa
untuk merangsang berpikir tingkat tinggi
dituntut untuk bekerja sendiri dan belajar
dalam situasi berorientasi masalah,
mandiri dalam memecahkan sebuah
termasuk didalamnya belajar bagaimana
masalah, dengan demikian dibutuhkan
belajar.
adanya kreatifitas siswa dalam merancang
sebuah strategi dalam memecahkan
masalah. Dalam penyajiannya PBL
melibatkan siswa secara aktif, baik secara
mental maupun secara fisik. Melalui
pembelajaran ini tanggung jawab siswa
terhadap proses belajar lebih besar, karena
siswa lebih banyak bekerja daripada
sekedar mendengarkan informasi.
Siswa dapat dilatih mengembangkan
Amelia Dwi Fitri, 2016. Penerapan Problem Tomi Utomo, Dwi Wahyuni dan Slamet
Based Learning (PBL) Dalam Hariyadi. 2014. Pengaruh Model
Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pembelajaran Berbasis Masalah
JMJ, Volume 4, Nomor 1, Mei (Problem Based Learning)
2016, Hal: 95 –100 Terhadap Pemahaman Konsep
dan Kemampuan Berpikir Kreatif
Bekti Wulandari, 2016. Pengaruh problem- Siswa (Siswa Kelas VIII Semester
based Learning Terhadap Hasil Gasal SMPN 1 Sumbermalang
Belajar ditinjau dari Motivasi Kabupaten Situbondo Tahun Ajaran
Belajar PLC di SMK. Jurnal 2012/2013). JURNAL EDUKASI
Pendidikan Vokasi, Vol 3, Nomor UNEJ 2014, I (1): 5-9
2, Juni 2013
Subandiyah, Heny. Dkk 2010. Model
Hamalik, Oemar. 2007. Kurikulum dan Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Pembelajaran. Jakarta: Bumi (Problem-Based Instruction)
Aksara.
Sudarman, 2007. Problem Base Learning:
Ma`aruf Fauzan, Abdul Gani dan Suatu model pembelajaran
Muhammad Syukri. 2017. untuk Mengembangkan dan
Penerapan Model Problem Based Meningkatkan kemampuan
Learning pada Pembelajaran memecahkan masalah. Jurnal
Materi Sistem Tata Surya untuk Pendidikan Inovatif Vol. 2 No. 2
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Maret 2007
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia,
Vol. 05, No.01, hlm 27-35, 2017 Sugiyanto. 2008. Model-model
Pembelajaran Inovatif. Surakarta:
Munandar. Utari. (2004). Pengembangan Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13
Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta:
Rineka Cipta Eni Wulandari, H. Setyo Budi, Kartika
Chrysti Suryandari. 2017.
Rizal Abdurrozak, Asep Kurnia Jayadinata, Penerapan Model PBL (Problem
Isrok ‘atun. 2016. Pengaruh Model Based Learning) Pada Pembelajaran
Problem Based Learning Terhadap IPA Siswa Kelas V SD. Jurnal
Kemampuan Berpikir Kreatif online. FKIP Univ. Sebelas Maret
Siswa. Jurnal Pena Ilmiah: Vol. 1,
No, 1 , pp 871-880. Maaruf Fauzan, Abdul Gani, Muhammad
Syukri. 2017. Penerapan Model
Rusman. (2012). Model-model Problem Based Learning Pada
pembelajaran mengembang-kan Pembelajaran Materi Sistem Tata
profesional guru. Jakarta : Raja Surya Untuk Meningkatkan Hasil
Grafindo Persada. Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan
Siswono, Tatag Yuli Eko. 2009. Sains Indonesia, Vol. 05, No.01,
Meningkatkan Kemampuan hlm 27-35, 2017 [Link]
Berpikir Kreatif Siswa. Artikel [Link]/jpsi.
Dosen Fakultas Keguruan dan Rizal Abdurrozak, Asep Kurnia
Ilmu Pendidikan (FKIP) http:// Jayadinata2, Isrok ‘atun, 2016.
[Link]. diakses
171 | At-Ta’dib: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Volume 10, No. 2, Desember 2018
Pengaruh Model Problem Based Hasil Belajar Matematika Siswa
Learning Terhadap Kemampuan Kelas IV SDN 016 Langgini
Berpikir Kreatif Siswa, Jurnal Pena Kabupaten Kampar. Journal
Ilmiah: Vol. 1, No, 1 (2016) Cendekia: Jurnal Pendidikan
Matematika Volume 1, No. 1, Mei
Yenni Fitra Surya, 2017. Penerapan Model 2017. 38-53.
Pembelajaran Problem Based
Learning Untuk Meningkatkan