0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan33 halaman

Panduan Pendaftaran Puskesmas Godean II

Diunggah oleh

aplikasi godean2
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan33 halaman

Panduan Pendaftaran Puskesmas Godean II

Diunggah oleh

aplikasi godean2
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEDOMAN PELAYANAN PENDAFTARAN

UPT. PUSKESMAS GODEAN II


KABUPATEN SLEMAN
2022

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha
Esa yang telah melimpahkan berkat dan rahmat-Nya sehingga UPT
Puskesmas Godean II Kabupaten Sleman tahun 2022 ini dapat
melaksanakan akreditasi.

Akreditasi bagi UPT Puskesmas Godean II sangat penting untuk


meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan bagi pasien serta
masyarakat. Untuk menunjang pelaksanaan akreditasi di UPT Puskesmas
Godean II maka diperlukan “Panduan Pelayanan Loket Pendaftaran”.

Harapan kami semoga panduan pelayanan ini dapat memberikan


manfaat bagi UPT Puskesmas Godean II, sehingga akreditasi berjalan
dengan lancar dan UPT Puskesmas Godean II menjadi lebih baik lagi.

Kepala Puskesmas Godean II

drg. Fitri Winarni Handayani


NIP. 19650131 199403 2 001

2
BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan
pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. UPT Puskesmas
Godean II adalah salah satu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Godean
II dengan wilayah kerja mencakup 3 kalurahan yang ada di Kecamatan
Godean.
Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh
Puskesmas Godean II adalah “Terwujudnya pelayanan kesehatan
yang bermutu menuju masyarakat Sleman yang mandiri, berdaya
saing dan berkeadilan di wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat
Godean II”. Untuk mencapai visi tersebut, UPT Puskesmas Godean II
menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya
kesehatan masyarakat, salah satunya adalah pendaftaran pasien.
Dalam menyelenggarakan upaya pendaftaran pasien di Puskesmas
perlu ditunjang dengan pelayanan loket pendaftaran yang bermutu.
Sesuai dengan perkembangan di bidang kesehatan telah
terjadi pergeseran orientasi pelayanan kesehatan dari pelayanan
kuratif menjadi pelayanan promotif dan prefentif, maka lebih luasnya
pelayanan mencakup pelaksanaan proses pendaftaran pasien,
pemberian informasi untuk mencegah kesalahan dalam
mengidentifikasi pasien dan memperlancar pelayanan di Puskesmas.
Dalam melaksanakan pelayanan di Puskesmas, agar dapat
berjalan dengan baik dan dapat memenuhi kebutuhan pasien maka
UPT Puskesmas Gamping 1 menyusun “PANDUAN PELAYANAN
LOKET PENDAFTARAN PUSKESMAS GODEAN II”.

B. TUJUAN PEDOMAN
1. Tujuan Umum

3
Terlaksananya pelayanan pendaftaran yang bermutu di UPT
Puskesmas Godean II.
2. Tujuan Khusus
Sebagai acuan bagi tenaga kesehatan dalam melaksanakan
pelayanan pendaftaran di UPT Puskesmas Godean II.
C. SASARAN PEDOMAN
Sasaran panduan pelayanan loket pendaftaran adalah petugas
pelayanan di loket pendaftaran.
D. RUANG LINGKUP PEDOMAN
Ruang lingkup pelayanan meliputi ruangan loket pendaftaran.
E. BATASAN OPERASIONAL
Batasan operasional dalam pelayanan loket pendaftaran adalah
proses pendaftaran pasien yang akan memanfaatkan pelayanan di
UPT Puskesmas Godean II, baik pasien baru maupun pasien lama.

4
BAB II
STANDAR KETENAGAAN

A. KUALIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA


Untuk dapat melaksanakan fungsinya dan menyelenggarakan
pelayanan Loket Pendaftaran di Puskesmas, dibutuhkan sumber daya
manusia yang mencukupi baik jumlah maupun mutunya. Pola
ketenagaan minimal harus dimiliki oleh Puskesmas. Adapun tenaga di
loket pendaftaran puskesmas sebagai berikut:

No Jenis Tenaga Kualifikasi Jumlah


1 Penanggung jawab dan koordinator D3 1
pelayanan rekam medis
2 Pelaksana pelayanan loket pendaftaran D3 1
SLTA 1

Untuk pembagian kerja masing-masing petugas berdasarkan


TUPOKSI yang sesuai dengan kompetensinya.
1. Penanggung jawab dan koordinator pelayanan rekam medis
mempunyai tugas:
a. Menyusun rencana kegiatan pelayanan di loket pendaftaran
berdasarkan data program Puskesmas.
b. Melaksanakan kegiatan pelayanan di loket pendaftaran dan
koordinasi dengan unit terkait sesuai dengan prosedur dan
ketentuan.
c. Melakukan evaluasi hasil kegiatan pelayanan di loket
pendaftaran secara keseluruhan.
d. Membuat pencatatan dan pelaporan serta visualisasi data
kegiatan pelayanan sebagai bahan informasi dan pertanggung
jawaban kepada Kepala Pusksemas.
e. Menyusun dan mencatat sasaran mutu dan manajemen resiko
loket.

5
f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala
Puskesmas.
2. Penanggung jawab loket pendaftaran dan pelaksana pelayanan
loket pendaftaran di Puskesmas mempunyai tugas:
a. Membuat nomor rekam medis untuk pasien baru berdasarkan
buku penomoran (berdasarkan wilayah atau dusun tempat
tinggal pasien).
b. Mendaftar pasien yang datang berobat.
c. Membuatkan kartu indeks berobat untuk pasien baru.
d. Menyusun standar operasional prosedur rekam medis.
e. Menjaga kerahasiaan rekam medis.
f. Menyusun pedoman rekam medis.
g. Memberikan informasi hak dan kewajiban pasien serta bukti
pelaksanaannya.
h. Memberikan informasi lainnya pada pasien.
i. Mengentry data pasien pada Sistem Informasi Puskesmas.
j. Menjaga kebersihan dan kerapihan loket.
k. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Puskesmas.
B. DISTRIBUSI KETENAGAAN
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PELAYANAN PENDAFTARAN

KEPALA PUSKESMAS
drg. Fitri Winarni Handayani

PENANGGUNG JAWAB UKP


dr. Dharmawan Lingga A

PENANGGUNG JAWAB DAN KOORDINATOR


PELAYANAN REKAM MEDIS
Risa Putri Widyasari, A. Md

6
[Link] PELAYANAN

JENIS HARI JAM JAM


PELAYANAN PENDAFTARAN PELAYANAN

BP Umum dan Senin-Kamis 07.00-12.00


Gawat Darurat
Jumat 07.30-10.00 08-00 - selesai
Terbatas
Sabtu 07.30-11.00

Senin-Kamis 07.00-12.00

BP Gigi Jumat 07.30-10.00 08-00 - selesai

Sabtu 07.30-11.00

Senin-Kamis 07.00-12.00
Kesehatan Ibu
Jumat 07.30-10.00 08-00 - selesai
dan Anak
Sabtu 07.30-11.00

Senin

Selasa 07.00-12.00
Keluarga
Kamis 08-00 - selesai
Berencana (KB)
Jumat 07.30-10.00

Sabtu 07.30-11.00

KB IUD Jumat 07.30-10.00 08-00 - selesai

Pemeriksaan Selasa 07.00-12.00


08-00 - selesai
IVA Jumat 07.30-10.00

Imunisasi Rabu 07.00-12.00 08-00 - selesai

Senin-Kamis 07.00-12.00

Pelayanan Gizi Jumat 07.30-10.00 08-00 - selesai

Sabtu 07.30-11.00

7
Senin-Kamis 07.00-12.00
Pelayanan
Jumat 07.30-10.00 08-00 - selesai
Psikologi
Sabtu 07.30-11.00

Senin-Kamis 07.00-12.00
Pelayanan
Jumat 07.30-10.00 08-00 - selesai
Sanitasi
Sabtu 07.30-11.00

Senin-Kamis 07.00-12.00
Pelayanan
Jumat 07.30-10.00 08-00 - selesai
Farmasi
Sabtu 07.30-11.00

Senin-Kamis 07.00-12.00
Pelayanan
Jumat 07.30-10.00 08-00 - selesai
Laboratorium
Sabtu 07.30-11.00

Senin-Kamis 07.00-12.00
Pelayanan
Jumat 07.30-10.00 08-00 - selesai
Fisioterapi
Sabtu 07.30-11.00

BAB III

8
STANDAR FASILITAS

Sarana adalah suatu tempat, fasilitas dan peralatan yang langsung


terkait dengan pelayanan klinis. Sedangkan prasarana adalah tempat,
fasilitas dan peralatan yang secara tidak langsung mendukung pelayanan
kesehatan. Dalam upaya mendukung pelayanan Puskesmas diperlukan
sarana dan prasarana yang memadai

A. DENAH RUANG LOKET PENDAFTARAN

4 6 5

Keterangan:

1. Loket Pendaftaran 1 5. Pintu Ruang Rekam


2. Loket Pendaftaran 2 Medis
3. Mesin APM 6. Layar Antrian
4. Pintu Keluar

B. STANDAR FASILITAS
1. PERLENGKAPAN
1) Meja pendaftaran
2) Kursi petugas
3) Komputer
4) Printer
5) Mesin APM
6) Kipas angin

9
7) Layar Antrian
8) Alat tulis kantor

10
BAB IV

TATA LAKSANA PELAYANAN

A. LINGKUP KEGIATAN
Lingkup kegiatan di Loket Pendaftaran adalah:
1. Pelayanan pendaftaran pasien
2. Pelaporan data bulanan jumlah kunjungan pasien dan penyakit.
B. LANGKAH KEGIATAN
1. Pelayanan Pendaftaran
Pendaftaran adalah tata cara penerimaan pasien yang akan
berobat ke unit pelayanan yang merupakan bagian dari alur
pelayanan Puskesmas. Pelayanan pertama kali yang diterima oleh
seorang pasien yang tiba di Puskesmas adalah Pendaftaran
Pasien.
a. Jenis Pasien yang Datang ke Puskesmas
Pasien yang datang ke UPT Puskesmas Godean II
merupakan pasien rawat jalan. Menurut status kegawatannya
dibedakan menjadi:
1) Pasien Gawat Darurat, berhak mendapatkan prioritas
pelayanan pendaftaran
2) Pasien Non Gawat Darurat

Menurut jenis kedatangannya, dapat dibedakan menjadi:

a) Pasien Baru
Adalah pasien yang baru pertama kali datang ke Puskesmas
untuk mendapatkan pelayanan kesehatan
b) Pasien Lama
Adalah pasien yang pernah datang sebelumnya untuk
keperluan mendapatkan pelayanan kesehatan
b. Prosedur Pendaftaran Pasien
1) Pasien baru.
a) Petugas memberikan nomor antrian pendaftaran dan
meminta pasien menunggu panggilan pendaftaran.

11
b) Petugas memanggil pasien berdasarkan nomor antrian
pendaftaran.
c) Petugas menerima dan menanyakan identitas pasien
dan atau meminta kartu identitas pasien, Kepala
Keluarga pasien, keluarga pasien yang pernah periksa
ke Puskesmas Godean II, kartu jaminan kesehatan (jika
memiliki) dan unit pelayanan yang dituju.
d) Petugas mengecek nama pasien, Kepala Keluarga
pasien, keluarga pasien yang pernah periksa ke
Puskesmas Godean II pada Sistem Informasi
Puskesmas untuk mengetahui apakah pasien atau
Kepala Keluarga pasien benar-benar baru.
e) Petugas membuatkan nomor rekam medis baru sesuai
kode wilayah di daftar indeks nomor rekam medis, jika
pasien benar-benar pasien baru. Petugas membuat
nomor rekam medis baru.
f) Petugas memasukkan data pasien ke Sistem Informasi
Puskesmas.
g) Petugas membuat kartu pasien.
h) Petugas memberikan kartu pasien serta nomor antrian
pemeriksaan sesuai unit yang dituju.
i) Petugas mempersilahkan pasien menunggu panggilan
poli di ruang tunggu pasien.
j) Petugas menyiapkan tracer/kartu kendali untuk pasien
poli gigi, pasien Antenatal Care Terpadu, dan atau
pasien calon pengantin.
k) Petugas memasukkan data peminjaman rekam medis
di Aplikasi Siteri.
l) Petugas membuat status rekam medis untuk pasien
poli gigi, pasien Antenatal Care Terpadu, dan atau
pasien calon pengantin.
m) Petugas mendistribusikan rekam medis ke unit
pelayanan yang dituju untuk pasien poli gigi, pasien

12
Antenatal Care Terpadu, dan atau pasien calon
pengantin.
1) Pasien Lama bawa kartu dan terverifikasi di Anjungan Pasien
Mandiri (APM)
a) Petugas meminta kartu pasien atau kartu BPJS atau KTP
pasien.
b) Petugas mendaftarkan pasien di Anjungan Pasien Mandiri
(APM).
c) Petugas meberikan nomor antrian poli sesuai dengan poli
dan jenis pembayaran yang sesuai.

n) Petugas mempersilahkan pasien menunggu panggilan poli di


ruang tunggu pasien.
o) Petugas menyiapkan tracer/kartu kendali untuk pasien poli gigi,
pasien Antenatal Care Terpadu, dan atau pasien calon
pengantin.
p) Petugas memasukkan data peminjaman rekam medis di Aplikasi
Siteri.
q) Petugas membuat status rekam medis untuk pasien poli gigi,
pasien Antenatal Care Terpadu, dan atau pasien calon
pengantin.
r) Petugas mendistribusikan rekam medis ke unit pelayanan yang
dituju untuk pasien poli gigi, pasien Antenatal Care Terpadu, dan
atau pasien calon pengantin.
2) Pasien lama tidak bawa kartu dan pasien yang tidak terverifikasi
Anjungan Pasien Mandiri (APM)
a) Petugas memberikan nomor antrian pendaftaran dan meminta
pasien menunggu panggilan pendaftaran.
b) Petugas memanggil pasien berdasarkan nomor antrian
pendaftaran.
c) Petugas menerima dan menanyakan identitas pasien dan atau
meminta kartu identitas pasien, Kepala Keluarga pasien,
keluarga pasien yang pernah periksa ke Puskesmas Godean II,

13
kartu jaminan kesehatan (jika memiliki) dan unit pelayanan yang
dituju.
d) Petugas mengecek nama pasien, Kepala Keluarga pasien,
keluarga pasien yang pernah periksa ke Puskesmas Godean II
pada Sistem Informasi Puskesmas.
e) Petugas memberikan kartu pasien serta nomor antrian
pemeriksaan sesuai unit yang dituju.
f) Petugas mempersilahkan pasien menunggu panggilan poli di
ruang tunggu pasien.
g) Petugas menyiapkan tracer/kartu kendali untuk pasien poli gigi,
pasien Antenatal Care Terpadu, dan atau pasien calon
pengantin.
h) Petugas memasukkan data peminjaman rekam medis di Aplikasi
Siteri.
i) Petugas membuat status rekam medis untuk pasien poli gigi,
pasien Antenatal Care Terpadu, dan atau pasien calon
pengantin.
j) Petugas mendistribusikan rekam medis ke unit pelayanan yang
dituju untuk pasien poli gigi, pasien Antenatal Care Terpadu, dan
atau pasien calon pengantin.
2) Pasien Dengan Kasus Emergancy / Kedaruratan
a) Pasien atau keluarga pasien langsung mendaftar di bagian
pendaftaran.
b) Petugas menerima dan menanyakan identitas pasien dan
atau meminta kartu identitas pasien, Kepala Keluarga pasien,
keluarga pasien yang pernah periksa ke Puskesmas Godean
II, kartu jaminan kesehatan (jika memiliki) dan unit pelayanan
yang dituju.

k) Petugas mengecek nama pasien, Kepala Keluarga pasien,


keluarga pasien yang pernah periksa ke Puskesmas Godean II
pada Sistem Informasi Puskesmas untuk mengetahui apakah
pasien atau Kepala Keluarga pasien benar-benar baru.

14
l) Petugas membuatkan nomor rekam medis baru sesuai kode
wilayah di daftar indeks nomor rekam medis, jika pasien benar-
benar pasien baru. Petugas membuat nomor rekam medis baru.
m) Petugas memasukkan data pasien ke Sistem Informasi
Puskesmas.
n) Petugas membuat kartu pasien.
o) Petugas memberikan kartu pasien serta nomor antrian Unit
Gawat Darurat.

c. Alur Pendaftaran Puskesmas Godean II

Pasien
datang

Pasien
Emerg
baru
APM
ency?

Loket Terveri
fikasi
Pendaftaran

Unit
Pelayana
n

d. Persyaratan Pendaftaran
Adalah persyaratan teknis dan administrasi yang diperlukan
untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan jenis pelayanannya.
Persyaratan pelayanan di bagian pendaftaran, dengan posisi yang
mudah dilihat oleh pasien. Persyaratan loket pendaftaran:
1) Membawa kartu identitas berobat (bagi pasien lama)
2) Membawa kartu identitas diri (KTP/ KK/ SIM/Identitas lainnya)
3) Membawa kartu tanda kepesertaan BPJS bagi anggota BPJS.

15
e. Jenis Pelayanan
Jenis pelayanan adalah jenis pelayanan berupa upaya
kesehatan perseorangan tingkat pertama yang diberikan oleh
puskesmas kepada masyarakat dengan ketentuan sebagai berikut :
1) Jenis pelayanan berupa upaya kesehatan perseorangan tingkat
pertama yang diselenggarakan di Puskesmas Godean II.
2) Tersedia informasi tentang jenis pelayanan sehingga pasien
mengetahui dan memahami jenis pelayanan puskesmas serta
dapat memanfaatkannya.

Adapun jenis pelayanan berupa upaya kesehatan perseorangan


tingkat pertama yang diselenggarakan di Puskesmas Gamping 1
antara lain :

1) Pelayanan gawat darurat


2) Pelayanan rawat jalan
a) Pelayanan pemeriksaan umum
b) Pelayanan BP gigi
c) Pelayanan KIA/KB
d) Pelayanan imunisasi
e) Pelayanan psikologi
f) Pelayanan gizi
g) Pelayanan kesehatan lingkungan
h) Pelayanan laboratorium
i) Pelayanan fisioterapi
j) Pelayanan poli lansia
k) Pelayanan klinik keperawatan
l) Pelayanan poli batuk

f. Tarif Pelayanan
Tarif pelayanan yang dibebankan kepada pasien sesuai
dengan peraturan yang berlaku. Adapun tarif yang berlaku saat ini
adalah sesuai Peraturan Bupati Sleman Nomor 26.7 Tahun 2021
Tentang Tarif Pelayanan Kesehatan pada Pusat Kesehatan
Masyarakat.

16
NO JENIS PELAYANAN TARIF
PELAYANAN
(Rp)
1 2 3
A. PELAYANAN KLINIK
1. RAWAT JALAN
a. POLIKLINIK UMUM
1) Rawat jalan umum 23.000
2) Surat keterangan dokter 20.000
3) Pemeriksaan buta warna 20.000
4) Tindakan injeksi 25.000
5) Pemeriksaan visus mata 13.000
6) Pemeriksaan visum luar 23.000
7) Pemeriksaan Spirometri 30.000
b. POLIKLINIK GIGI DAN MULUT
1) Pemeriksaan gigi dan mulut 25.000
2) Premedikasi 20.000
3) Trepanasi 29.000
4) Konsultasi 18.000
5) Pencabutan gigi susu 26.000
6) Pencabutan gigi anak dengan 28.000
komplikasi (mis: ulkus decubitus)
7) Pencabutan gigi susu dengan citoject 59.000
8) Pencabutan gigi permanen 31.000
9) Pencabutan gigi permanen dengan 87.000
komplikasi
10)Pencabutan gigi permanen dengan 61.000
citoject
11) Perawatan dry socket 52.000
12)Tambalan glass ionomer 66.000
13)Tambalan gigi dengan resin komposit 100.000

1 2 3

17
14)Tambalan gigi dengan glass ionomer 75.000
2 bidang
15)Tambalan gigi dengan resin komposit 117.000
2 bidang
16)Perawatan pulpa capping 43.000
17)Perawatan syaraf A (devitalisasi 35.000
pulpa)
18)Perawatan syaraf B (sterilisasi kamar 34.000
pulpa)
19)Perawatan syaraf C (pengisian kamar 44.000
pulpa)
20)Dislokasi mandibula 40.000
21)Alveolectomi 53.000
22)Operculectomi 102.000
23)Operasi gigi 220.000
24)Insisi abses 31.000
25)Koreksi oklusi 23.000
26)Prothesa gigi lepasan (per gigi) 85.000
27)Lepas fixed denture 45.000
28)Penanganan kasus pendarahan gigi 81.000
dan mulut
29)Jahit kasus gigi dan mulut 81.000
30)Lepas jahitan kasus gigi 30.000
31)Pembersihan karang gigi per regio 30.000
32)Imobilisasi 70.000
c. POLIKLINIK KIA/KB/IMUNISASI
1) Pemeriksaan KIA (ANC ibu hamil, 25.000
nifas, bayi, balita)
2) Pemeriksaan IUD 121.000
3) Pencabutan IUD tanpa penyulit 100.000
4) Pencabutan IUD dengan penyulit 110.000
5) Kontrol IUD 40.000
6) Pemasangan implant tanpa penyulit 120.000

18
7) Pencabutan implant tanpa penyulit 170.000
8) Suntik KB 25.000
9) Pil KB 20.000
10)Kondom KB 20.000
11) Vaginal toucher (VT) 35.000
12)Pemeriksaan Pap Smear 120.000
13)Pemeriksaan IVA 45.000
14)Deteksi dini tumbuh kembang balita 15.000
15)Tindik telinga 20.000
16)ANC Terpadu (pemeriksaan KIA, gigi, 250.000
konsultasi psikolog, gigi, laboratorium
: Test kehamilan, HB, urine rutin, test
HIV)
17)Pemeriksaan caten pria 70.000
18)Pemeriksaan caten Wanita 125.000
19)Konseling KIA 15.000
20)Inspekulo vagina 35.000
21)USG 70.000
22)Perawatan luka implant, post SC, 35.000
post MOW
1 2 3
23)Vaksinasi influenza 145.000
d. KONSULTASI
1) Konsultasi dokter ahli 30.000
2) Konsultasi dokter umum 20.000
3) Konsultasi psikolog tanpa 15.000
assessment
4) Konsultasi psikolog dengan 26.000
assessment
5) Konsultasi keperawatan 14.000
6) Konsultasi KIA – KB – reproduksi 14.000
7) Konsultasi gizi 14.000
8) Konsultasi sanitasi 14.000

19
9) Konsultasi fisioterapi 14.000
10)Konsultasi obat 14.000
2 PELAYANAN 24 JAM TERBATAS/UGD PUSKESMAS
a. Nebulizer anak 76.000
b. Nebulizer dewasa 97.000
c. Tindik telinga 20.000
d. Reposisi daun telinga (dawir) 76.000
e. Operasi tumor jinak superfisial 119.500
f. Insisi/eksinsi 88.500
g. Sirkumsisi 143.000
h. Ekstraksi kuku 106.000
i. Ekstraksi corpus alienum di mata 27.000
j. Ekstraksi corpus alienum di hidung 23.000
k. Ekstraksi corpus alienum di telinga 63.000
l. Ekstirpasi pterygium 116.000
m. Ekstirpasi hordeolum/calazion 110.000
n. Ekstirpasi Granuloma 117.000
o. Perawatan luka/ganti verban (GV) 19.000
p. Jahit luka 1 – 4 jahitan 49.000
q. Jahit luka 5 – 10 jahitan 72.000
r. Jahit luka > 10 jahitan 88.000
s. Perawatan luka bakar < 10%/ulkus 71.000
DM
t. Perawatan luka bakar 10% - 20% 90.000
tanpa komplikasi
u. Perawatan luka bakar dengan 129.000
komplikasi
v. Perawatan dislokasi 117.000
sederhana/tertutup
w. Pemasangan infus set 48.000
x. Pemasangan tranfusi set 50.000
y. Pemasangan kateter 50.000

20
z. Rectal Toucher (RT) 26.000
aa. Perawatan gigitan binatang 22.000
bb. Lepas jahitan 1 – 5 22.000
cc. Lepas jahitan > 5 25.000
dd. Oksigenasi 2 jam pertama 36.000
ee. Oksigenasi per jam berikutnya 36.000
ff. One day care (ODC) 120.000
1 2 3
gg. Anti tetanus serum (ATS) 110.000
hh. Anti bisa ular (ABU) 150.000
ii. Vaksin anti rabies (VAR) 150.000
3. PELAYANAN PENUNJANG
a. LABORATORIUM
1) Hematologi
a) Darah lengkap (Hb, Hmt, AT, AL, 60.000
AE, Diftel)
b) Hemoglobin (Hb) 15.000
c) Angka leukosit (AL) 22.000
d) Angka eritrosit (AE) 26.000
e) Angka trombosit (AT) 18.000
f) Hematokrit (Hmt) 14.000
g) Diftel (hitung jenius Lekosit) 22.000
h) Laju endap darah (LED) 18.000
i) Retikulosit 24.000
j) Limfosit plasma biru (LPB) 22.000
k) Malaria 21.000
l) Golongan darah 17.000
m) Masa pendarahan/blood time (BT) 19.000
n) Masa pembekuan darah (CT) 19.000
o) Fibrinogen 35.000
2) Urin
a) Narkoba 80.000

21
b) Urin lengkap 10.000
c) Urin sedimen 18.000
3) Feses
a) Feses lengkap 20.000
4) Kimia klinik
a) Glukosa (sewaktu puasa, 2 jam 24.000
post prandial)
b) Asam urat 26.000
c) Kolesterol 30.000
d) Trigliserida 30.000
e) HDL 27.000
f) LDL 27.000
g) SGOT 30.000
h) SGPT 30.000
5) Serologi/imunologi
a) Mantoux test 23.000
b) Widal 23.000
c) HbsAg 42.000
d) Test kehamilan 21.000
e) Pemeriksaan Anti HIV 60.000
6) Bakteriologi
a) Preparat Batang Tahan (BTA) 14.000
b) Preparat jamur 31.000
1 2 3
c) Preparat gram 14.000
d) Preparat gonorhea (GO) 19.500
7) Pemeriksaan Covid 19
a) Pemeriksaan rapid test diagnostic 75.000
(RDT) antibody
b) Pemeriksaan rapid test diagnostic 150.000
(RDT) antigen – swab
c) Pengiriman sample dan 130.000
pengambilan hasil swab

22
Naso/oropharynx
d) Pemeriksaan swab 995.000
Naso/oropharynx
e) Ge Nose 35.000
b. REHABILITASI MEDIK
1) Infra Red (ID) 22.000
2) Micro Wave Diathermi (MWD) 37.000
3) Short Wave Diathermi (SWD) 32.000
4) Electro Stimulasi (ES) 29.000
5) Ultra Sound Diathermi (USG) 28.000
6) Ice massage 23.000
7) Massage local 23.000
8) Massage bayi < 1 tahun 30.000
9) Exercise ringan 33.000
10)Exercise berat 35.000
11) Chest terapi 26.000
12)Konsultasi fisioterapis 19.000
c. LAYANAN AMBULANS
1) Jarak 5 km pertama (PP) 43.000
2) Tiap km berikutnya 8.000
d. PENGOLAHAN LIMBAH MEDIS CAIR
Pengolahan limbah cair per liter 15.000
B. PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT
1. HOME CARE/PERAWATAN KUNJUNGAN RUMAH
a. Perawatan kunjungan rumah 20.000
b. P3K (maksimal 8 jam):
1) Operasional ambulans 45.500
2) Jasa medis (dokter) 130.000
3) Jasa paramedis (perawat, bidan) 75.000
4) Jasa pengemudi 30.000
2. PENGAMBILAN SAMPEL
a. Inspeksi sanitasi 10.000

23
b. Pengambilan sample air, sisa 15.000
makanan, bahan makanan dan alat
makan
c. Pengiriman sample air, sisa
makanan, bahan makanan, alat
makan minum:
1) Jarak 0 – 5 km 15.000
2) Jarak > 5 km 25.000
1 2 3
C. PRAKTIK PENDIDIKAN KESEHATAN
1. PRAKTIK KLINIK (orang/minggu)
a. Profesi 60.000
b. D4/S1 45.000
c. D3 30.000
2. PRAKTIK NON KLINIS (orang/minggu)
a. Profesi 50.000
b. D4/S1 35.000
c. D3 25.000
d. SLTA 15.000
3. PELAYANAN STUDI BANDING
a. Institute di luar UPTD/UPT Puskesmas di
Kabupaten Sleman
1) Pembekalan/JPL/orang 200.000
2) Sarana prasarana/hari 200.000
b. Institute di luar UPTD/UPT Puskesmas di
Kabupaten Sleman
1) Pembekalan/JPL/orang 200.000
2) Sarana prasarana/hari -
4. PELAYANAN PENELITIAN
Per responden 20.000

g. Hak dan Kewajiban Pasien


1) Hak Pasien

24
a) Memperoleh layanan yang manusiawi , adil, jujur, dan tanpa
diskriminasi.
b) Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai
dengan standar profesi dan standar prosedur operasional.
c) Memperoleh pelayanan yang efektif dan efisien sehingga
pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi.
d) Memilih dokter dan dokter gigi serta kelas perawatan sesuai
dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di
puskesmas.
e) Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya
kepada dokter dan dokter gigi lain yang mempunyai Surat
izin Praktek (SIP) baik di dalam maupun diluar puskesmas.
f) Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita
termasuk data-data medisnya
g) Mendapatkan informasi yang meliputi diagnosis dan tata
cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternative
tindakan, resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan
prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan
biaya pengobatan.
h) Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang
akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit
yang dideritanya
i) Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.
j) Menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang
dianutnya selama hal tersebut tidak mengganggu pasien
lain.
k) Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama
dalam perawatan di puskesmas.
l) Mengajukan usul, saran perbaikan, atas perlakuan terhadap
dirinya.
m)Menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai
dengan agama dan kepercayaan yang dianut.

25
n) Mendapatkan perlindungan atas rahasia kedokteran
termasuk kerahasiaan rekam medic
o) Mendapatkan akses terhadap isi rekam medis.
p) Memberikan persetujuan atau menolak untuk menjadi bagian
dalam suatu penelitian kesehatan.
q) Menyampaikan keluhan atau pengaduan atas pelayanan
yang diterima.
r) Mengeluhkan pelayanan puskesmas yang tidak sesuai
standar pelayan melalui media cetak dan elektronik sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan .
s) Menggugat dan/atau menuntut puskesmas apabila
puskesmas diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai
dengan standar baik secara perdata ataupun pidana.

2) Kewajiban Pasien
a) Mematuhi peraturan yang berlaku di puskesmas.
b) Menggunakan fasilitas puskesmas secara
bertanggungjawab.
c) Menghormati hak-hak pasien lain, pengunjung dan hak
tenaga kesehatan serta petugas lainnya yang bekerja di
puskesmas.
d) Memberikan informasi yang jujur, lengkap, dan akurat sesuai
kemampuan dan pengetahuannya tentang masalah
kesehatannya.
e) Memberikan informasi mengenai kemampuan finansial dan
jaminan kesehatan yang dimilikinya.
f) Mematuhi rencana terapi yang direkomendasikan oleh
tenaga kesehatan di puskesmas dan disetujui oleh pasien
yang bersangkutan setelah mendapatkan penjelasan sesuai
ketetuan peraturan perundang-undangan.
g) Menerima segala konsekuensi atas keputusan pribadinya
untuk menolak rencana terapi yang direkomendasikan oleh
tenaga kesehatan dan/atau tidak mematuhi petunjuk yang

26
diberikan oleh tenaga kesehatan dalam rangka
penyembuhan penyakit atau masalah kesehatannya dan
h) Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

BAB V
SARANA (LOGISTIK)

Kebutuhan logistik untuk pelaksanaan pelayanan loket pendaftaran


UPT Puskesmas Godean II direncanakan dalam Perencanaan
Puskesmas. Pengadaan logistik berasal dari pengadaan logistik
Bendahara Barang Puskesmas Godean II. Unit Pendaftaran mengajukan
usulan barang setiap tahunnya.

27
BAB IV
KESELAMATAN KERJA
A. KESELAMATAN KERJA
Dalam perencanaan sampai dengan pelaksanaan pelayanan
pendaftaran perlu diperhatikan keselamatan kerja petugas kesehatan
dengan melakukan identifikasi. Memastikan petugas kesehatan
memakai alat pelindung diri sesuai dengan SOP yang ditetapkan.

Keselamatan Kerja adalah upaya yang dilakukan untuk


mengurangi terjadinya kecelakaan, kerusakan dan segala bentuk
kerugian baik terhadap manusia, maupun yang berhubungan dengan
peralatan, obyek kerja, tempat bekerja, dan lingkungan kerja, secara
langsung dan tidak langsung.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Puskesmas adalah segala


kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan
bagi sumber daya manusia klinik, pasien, pendamping pasien,
pengunjung, maupun lingkungan klinik melalui upaya pencegahan
kecelakan kerja dan penyakit akibat kerja di klinik intan.

Pemantauaan dan evaluasi kinerja dilaksanakan melalui


pemeriksaaan, pengujian, pengukuran, dan audit internal Klinik.
Peninjauaan dan peningkatan kinerja dilakukan untuk menjamin
kesesuaian dan efektivitas penerapan keselamatan dan kesehatan
kerja di Klinik.
B. KESELAMATAN PASIEN
Keselamatan pasien dan petugas sudah harus diperhatikan
sejak pertama pasien kontak dengan Puskesmas, dengan demikian

28
prosedur pendaftaran sudah mencerminkan penerapan upaya
keselamatan pasien, terutama dalam identifikasi pasien.

Upaya penerapan keselamatan pasien di unit kesehatan umum


diawali, sebagai berikut:

1. Ketepatan identifikasi pasien dengan cara registrasi sesuai identitas


pasien, petugas menyakan kembali pada pasien minimal 2 yaitu
nama lengkap dan alamat.
2. Peningkatan komunikasi yang efektif dilakukan melalui verbal yaitu
petugas spendaftaran mengunjungi ruang atau unit pelayanan klinis
apabila memerlukan komunikasi. Komunikasi dilakukan untuk
menyampaikan informasi terkait kebutuhan pasien baik rencana
asuhan maupun tindakan yang diperlukan serta informasi informasi
khusus tentang kondisi pasien. Penyampaian informasi secara
jelas, ringkas apabila diperlukan akan dilakukan pengulangan
pemberian informasi.
3. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan.
Pengurangan risiko infeksi dengan cara semua petugas harus
patuh dan taat menerapkan SOP cuci tangan dan SOP
penggunaaan APD.
4. Pengurangan risiko pasien jatuh. Pengurangan risiko pasien jatuh
harus dilakukan sejak pasien berada di halaman depan klinik, di
dalam unit unit pelayanan klinik sampai pasien meninggalkan
halaman klinik. Upaya pengurangan risiko pasien jatuh dilakukan
oleh petugas security apabila dijumpai pasien berisiko jatuh yaitu
pada pasien dengan bantuan alat, lansia/ anak- anak tanpa
pendamping, difabel, ibu hamil trimester akhir. Dilakukan proses
asesment risiko jatuh menggunakan skala get up and go test
utamanya bagi pasien Lansia pada saat kunjungan awal/pertama
kali. Upaya lain yang dilkukan untuk mengurangi risiko jatuh adalah
dnegan penempatan handrail di sepanjang tembok dekat askes
pintu masuk klinik, keset anti slip di toilet pengunjung, keramik
bertekstur kasar, handrail di toilet pengunjung. Mendahulukan
pelayanan untuk segera ditangani atau dan mempersilahkan pasien

29
untuk duduk di kursi dengan label/tulisan ‘priority seat’ atau
ditempatkan di ruang tindakan dengan pendampingan tenaga
keperawatan/kebidanan di bawah pengawasan dokter.
Upaya lain dalam meningkatkan Keselamatan pasien yaitu
melakukan identifikasi risiko terhadap segala kemungkinan yang
dapat terjadi pada saat pelaksanaan pelayanan. Upaya pencegahan
risiko terhadap pasien harus dilakukan pada saat anamnesa sampai
dengan memberikan pengobatan.

Melakukan pelaporan secara mandiri apabila terjadi insiden


keselamatan pasien menggunakan form yang tersedia di maisng
masing unit pelayanan kemudian melaporkan form tersebut pada
atasan langsung atau pada Tim Keselamatan Pasien di Puskesmas.

30
BAB VII

PENGENDALIAN MUTU

A. PENGENDALIAN MUTU MENGGUNAKAN INDIKATOR MUTU


Kinerja pelaksanaan pelayanan umum dimonitor dan dievaluasi
dengan menggunakan indikator mutu yang telah ditentukan. Indikator
mutu di unit pendaftaran dan rekam medis.

B. PENGENDALIAN MUTU MENGGUNAKAN DAFTAR TILIK


Kepatuhan petugas terhadap prosedur dilakukan dengan cara
audit kepatuhan petugas terhadap prosedur menggunakan daftar tilik.
Pelaksanaan audit kepatuhan terhadap prosedur dapat dilakukan oleh
antar teman dalam 1 unit atau antar sejawat lain unit atau dengan
atasan langsung atau menggunakan mekanisme audit internal.

C. PENGENDALIAN MUTU BILA TERJAD8 PERMASALAHAN DI UNIT


PENDAFTARAN DAN REKAM MEDIS
Permasalahan yang dijumpai di Unit Pendaftaran yang
memerlukan penyelesaian secara cepat maka petugas berkonsultasi
pada atasan langsung atau penanggung jawab UKP pada saat itu.
Permasalahan dapat disampaikan pada pertemuan bulanan.

31
BAB IX

PENUTUP

Panduan Pelayanan Loket Pendaftaran UPT Puskesmas Godean II


ini digunakan sebagai acuan pelaksanaan pelayanan Loket Pendaftaran di
UPT Puskesmas Godean II. Untuk keberhasilan pelaksanaan Panduan
Pelayanan Loket Pendaftaran UPT Puskesmas Godean II diperlukan
komitmen dan Kerjasama semua pihak. Hal tersebut akan menjadikan
Pelayanan Loket Pendaftaran di UPT Puskesmas Godean II semakin
optimal dan dapat dirasakan manfaatnya oleh pasien dan masyarakat
yang pada akhirnya dapat meningkatkan citra Puskesmas dan kepuasan
terhadap proses pelayanan pendaftaran kepada pasien.

32
DAFTAR PUSTAKA

UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan


UU No. 44 tahun 2009 tentang rumah sakit
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022
tentang rekam medis
Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2014 tentang
tenaga kesehatan
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2014
tentang kewajiban Rumah sakit dan kewajiban pasien
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014
tentang pusat kesehatan masyarakat
Peratuan Bupati Sleman Nomor 26.7 tahun 2021 tentang tarif pelayanan
kesehatan pada pusat kesehatan masyarakat

33

Anda mungkin juga menyukai