0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

Mengasah Kepekaan Melalui Seni Rupa

Diunggah oleh

Rabya Auliani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan8 halaman

Mengasah Kepekaan Melalui Seni Rupa

Diunggah oleh

Rabya Auliani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

XVIII.1.

CAPAIAN PEMBELAJARAN SENI RUPA

A. Rasional

Mata pelajaran Seni Budaya merupakan wahana untuk menumbuhkan kepekaan


peserta didik terhadap keindahan. Kepekaan terhadap keindahan membantu seseorang
untuk dapat memaknai hidupnya dan menjalani hidupnya dengan optimal.
Pembelajaran seni sangat penting untuk membangun kemampuan olah rasa peserta
didik, sehingga mereka mampu meregulasi dirinya, memiliki sifat mencintai
keindahan, menghargai keberagaman, dan menjunjung perdamaian. Mata pelajaran
Seni Budaya berfokus pada kemampuan seseorang untuk merespon sebuah situasi
atau konflik melalui visual (seni rupa), bunyi (seni musik), pola dan gerak (seni tari),
dan kesatuan gerak, ekspresi, dan suara (seni teater).

Pembelajaran seni rupa mendorong terbentuknya Profil Pelajar Pancasila, dengan


membiasakan berpikir terbuka, kreatif, apresiatif, empatik, serta menghargai kearifan
lokal dan kebinnekaan global, mengolah rasa dan mengembangkan nilai-nilai estetika,
logika, dan etika. Pembelajaran seni rupa juga memberikan pengalaman mengamati,
menikmati keindahan dan mengalami proses perenungan diri untuk diekspresikan
menjadi karya seni rupa yang berdampak pada diri, lingkungan maupun masyarakat.

B. Tujuan

Pembelajaran Seni Rupa bertujuan:

1. menunjukkan kepekaan, terhadap persoalan diri dan lingkungan, dan menemukan


solusi kreatif untuk menanggapi dan mengatasi masalah.
2. mengekspresikan diri dan mengasah kreativitas melalui penciptaan karya seni
rupa.
3. memberdayakan sumber daya (alat dan bahan) yang tersedia di sekitarnya untuk
menciptakan sebuah karya seni.
4. menemukan jawaban terhadap suatu masalah atau mendapatkan gagasan untuk
menciptakan karya seni melihat suatu hal melalui beberapa sudut pandang
sehingga dapat
5. peserta didik mampu menciptakan karya seni yang berdampak bagi diri sendiri
dan orang lain.

C. Karakteristik

1. Pembelajaran berpusat pada peserta didik kemampuan menemukan gagasan, cara


berkarya, dan kreativitas sesuai dengan minat, bakat, dan kecepatan belajarnya
masing-masing.

2. Pembelajaran berfokus pada pengalaman mengamati, bermain, menguji coba,


merenungkan, bersimpati, berempati, mencipta, peduli, dan toleransi terhadap
beragam nilai, budaya, proses dan karya.
3. Pembelajaran dalam suasana menyenangkan, bermakna, relevan, untuk
mengembangkan keterampilan bekerja dan berpikir artistik.
4. Pembelajaran seni rupa memperhatikan keunikan individu dan bersifat
khas/kontekstual.
5. Pembelajaran seni rupa terhubung erat dengan aspek seni maupun bidang ilmu
lainnya yang mendorong kolaborasi interdisipliner.
6. Pembelajaran seni rupa mendorong sikap bertanggung jawab dengan menyadari
bahwa karya berdampak bagi diri sendiri dan orang lain.

Gambar di bawah ini adalah lima elemen/domain landasan pembelajaran seni rupa

Capaian Pembelajaran Seni Rupa memiliki lima elemen/domain yang mandiri dan
berjalan beriringan sebagai kesatuan yang saling mempengaruhi dan mendukung
untuk mencapai kompetensi yang dituju. Elemen ini berlaku untuk seluruh fase.
Setiap elemen memiliki gradasi kompetensi dan ruang lingkup yang semakin
meningkat di setiap fasenya. Setiap elemen bukan sebuah urutan atau prasyarat dari
elemen lainnya karena bukan merupakan taksonomi. Pembelajaran seni sangat
memungkinkan terjadinya proses lintas elemen. Dengan mengalami proses kreatif dan
olah rasa, peserta didik akan merefleksikan pengalamannya tersebut sehingga terbiasa
berpikir dan bekerja artistik, di mana peserta didik dapat melihat peluang untuk
memberdayakan sumber daya yang dimilikinya untuk menciptakan karya yang
memiliki dampak positif bagi dirinya dan orang lain.
Elemen Deskripsi
Mengalami Peserta didik mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan
(Experiencing) membandingkan unsur rupa, prinsip desain, dan gaya seni
rupa dalam kehidupan sehari-hari (diri sendiri, lingkungan
sekitarnya) atau karya seni rupa orang lain.
Merefleksikan Peserta didik mempresentasikan, memberi dan menerima
(Reflecting) umpan balik secara kritis mengenai suatu karya dan
penciptaan karya seni rupa secara runtut dan terperinci
dengan menggunakan kosa kata yang tepat.
Berpikir dan Peserta didik membuat konsep dan perencanaan untuk
Bekerja Artistik menciptakan karya seni rupa, dengan menggunakan
(Thinking and berbagai pengetahuan dan keterampilan seni rupa yang
Working dimiliki. Peserta didik mampu mengeksplorasi alat dan
Artistically) bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Menciptakan Peserta didik membuat karya seni rupa berdasarkan
(Making/ gagasannya sendiri atau mengambil inspirasi dari luar
Creating) dirinya, dengan menggunakan unsur rupa, prinsip desain,
gaya seni rupa, dan teknik yang telah dipelajari
Berdampak Peserta didik merespon dan mengaitkan dirinya terhadap
(Impacting) lingkungan sekitar untuk menghasilkan sebuah karya seni
rupa yang memberi dampak positif bagi dirinya sendiri dan
lingkungan sekitarnya

A. Capaian Pembelajaran

1. Fase A (Kelas I dan II SD/MI/Program Paket A)

Pada akhir fase A, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil
pengamatan, pengalaman, perasaan, dan minatnya. Dalam mewujudkan gagasannya menjadi
sebuah karya seni, peserta didik mampu mengeksplorasi alat dan bahan dasar yang tersedia di
sekitar, serta mampu menjelaskan karya seni dan proses penciptaannya dengan menggunakan
bahasa sehari-sehari.

Elemen Deskripsi
Mengalami Pada akhir fase A, peserta didik memahami unsur rupa di
lingkungan sekitarnya dan menyimpulkan hasil
pemahaman atas dua unsur rupa.
Merefleksikan Pada akhir fase A, peserta didik menilai karya dan
penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata
sehari-hari.
Berpikir dan Pada akhir fase A, peserta didik menggunakan pengalaman
Bekerja Artistik visualnya sebagai sumber gagasan dalam berkarya.
Peserta didik mengeksplorasi alat dan bahan dasar
yang tersedia di lingkungan sekitar.

Menciptakan Pada akhir fase A, peserta didik membuat karya seni rupa
menggunakan hasil pengamatannya terhadap lingkungan
sekitar, menggunakan unsur garis, bentuk,
dan/atau warna.
Berdampak Peserta didik memberikan respon terhadap kejadian
sehari-hari dan keadaan lingkungan sekitar melalui karya
seni rupa yang memberi dampak positif bagi
dirinya..

2. Fase B (Kelas III dan IV SD/MI/Program Paket A)


Pada akhir fase B, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil pengamatan, pengalaman,
perasaan, dan minatnya, dengan mengaplikasikan unsur-unsur rupa dan prinsip desain, serta menggunakan alat dan
bahan dasar yang tersedia secara mandiri. Peserta didik juga mampu menjelaskan suatu karya seni dan proses
penciptaannya dengan menggunakan kosakata seni rupa yang telah dipelajari.

Elemen Deskripsi
Mengalami Pada akhir fase B, peserta didik memahami unsur rupa
dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya. Peserta
didik mampu menyimpulkan hasil pengamatan dan
pemahaman dua atau lebih unsur
rupa dan satu prinsip desain.
Merefleksikan Pada akhir fase B, peserta didik menilai karya dan
penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan kosa
kata seni rupa yang telah dipelajari.
Berpikir dan Pada akhir fase B, peserta didik menerapkan
Bekerja Artistik pengalamannya sebagai sumber gagasan dalam
berkarya.
Peserta didik mampu mengenali karakteristik khusus suatu
alat dan bahan dasar yang tersedia di lingkungan sekitar,
kemudian secara mandiri
menggunakan alat dan bahan tersebut.
Menciptakan Pada akhir fase B, peserta didik mampu membuat karya
rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau mengambil
inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan unsur
garis, warna, bentuk dan bangun. Peserta didik
menerapkan prinsip
keseimbangan dalam menyusun unsur-unsur rupa yang
digunakan.
Berdampak Peserta didik memberikan respon terhadap kejadian
sehari-hari dan keadaan lingkungan sekitar melalui karya
seni rupa yang memberi dampak positif bagi
dirinya dan lingkungan terkecilnya.
Fase C (Kelas V dan VI SD/MI/Program Paket A)

Pada akhir fase C, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil
pengamatan, pengalaman, perasaan, minat, baik berdasarkan gagasannya sendiri maupun
mengambil inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan menggabungkan unsur garis,
warna, tekstur, bentuk, dan bangun, serta menerapkan prinsip desain dan perspektif dalam
membuat karya 2 dimensi.

Dalam mewujudkan gagasannya menjadi sebuah karya seni, peserta didik juga mampu
menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa, serta pengetahuan interdisipliner. Peserta didik
mampu mempresentasikan karya dan penciptaan karya seni rupa dengan menggunakan kosa kata
seni rupa yang telah dipelajari.
Elemen Deskripsi
Mengalami Pada akhir fase C, peserta didik memahami unsur rupa
dan prinsip desain di lingkungan sekitarnya. Peserta
didik menyimpulkan hasil pengamatan dan pemahaman
pada perpaduan unsur dalam prinsip
desain.
Merefleksikan Pada akhir fase C, peserta didik mempresentasikan
penilaian karya dan penciptaan karya seni rupa dengan
menggunakan kosa kata seni
Berpikir dan Pada akhir fase C, peserta didik mampu menggunakan
Bekerja Artistik pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan yang
diperoleh dalam mata pelajaran seni rupa atau mata
pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya.
Peserta didik mampu secara mandiri menggunakan
variasi teknik dasar berkarya rupa.

Menciptakan Pada akhir fase C, peserta didik mampu membuat karya


rupa berdasarkan gagasannya sendiri atau mengambil
inspirasi dari luar dirinya dengan menggunakan dan
menggabungkan unsur garis, warna, tekstur, bentuk dan
bangun.
Peserta didik mampu menggunakan perspektif dalam
membuat karya 2 dimensi.
Berdampak Peserta didik mampu memberikan respon terhadap kejadian
sehari-hari, keadaan lingkungan sekitar, dan perasaan atau
emosinya melalui karya seni rupa yang memberi dampak
positif bagi diri dan lingkungan
terkecilnya.

Anda mungkin juga menyukai