TUGAS MAKALAH
"KEPERAWATAN EMOSI"
Disusun guna untuk memenuhi Tugas mata kuliah komputer
Dosen Pengampu :
Bapak Nega Panji Koswara [Link]
Disusun Oleh :
Niken Fahira (742003.S.23041)
Universitas Bhakti Husada Indonesia
DII KEPERAWATAN TAHUN AJARAN 2024
Jalan cideng jaya No.301 kertawinagun, [Link] Kab. Cirebon
Jawa Barat 45153, Telp(0231)8804901
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat-Nya sehingga makalah ini, berjudul “EMOSI”,dapat diselesaikan.
Makalah ini disusun untuk memperdalam pemahaman tentang emosi.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan, sehingga
saran dan kritik yang membangun sangat saya harapkan. Semoga makalah ini
bermanfaat bagi pembaca dan memberikan wawasan yang berguna.
Cirebon, 4 November 2024
Niken Fahira
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
1. Latar Belakang..............................................................................1
2. Rumusan Masalah.........................................................................1
3. Tujuan...........................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN....................................................................3
1. Pengertian Emosi..........................................................................3
2. Bentuk Reaksi Emosi....................................................................3
3. Keseimbangan Emosi...................................................................4
4. Pengaruh Emosi Bagi Perilaku.....................................................6
BAB III PENUTUP.............................................................................9
A. Kesimpulan..................................................................................9
B. Saran.............................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA........................................................................10
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Emosi sangat mendukung dalam kehidupan, apakah itu emosi positif atau
emosi negatif. Pentingya individu mengelola emosi dalam kehidupan karena
seseorang yang cakap secara emosi akan mampu mengetahui dan menangani
perasaan mereka sendiri dengan baik, kecakapan mengelola emosi akan
mempunyai andil yang lebih besar dalam kesuksesan seseorang lebih dari
mengandalkan kecerdasan interlektual. Hubungan personal membutuhkan
pengelolaan emosi yang baik, pengelolaan emosi disini menyangkut bagaimana
individu mampu memahami perasaan orang lain dan mampu mengatur diri
sendiri sehingga bisa menempatkan diri dalam posisi yang tepat dan bersikap baik
terhadap diri sendiri dan orang lain.
Menurut Walton (Islamia, 2005) masalah-masalah yang menjadi sumber
konflik dapat bersifat emosional, yaitu yang berkaitan dengan perasaan seperti
kemarahan, ejekan, penolakan, atau perasaan takut.
Individu yang stabil emosinya tentu dapat mengendalikan emosinya
dengan efektif dan mampu mengontrol emosi serta mampu menyeimbangkan
perasaan negatif dalam dirinya.
2. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan emosi ?
2. Apa saja bentuk reaksi emosi ?
3. Apa yang dimaksud dengan keseimbangan emosi ?
4. Apa saja pengaruh emosi bagi perilaku ?
3. Tujuan
1. Mengetahui pengertian emosi
1
2. Mengetahui bentuk reaksi emosi
3. Mengetahui keseimbangan emosi
4. Mengetahui pengaruh emosi bagi perilaku
2
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Emosi
Setiap individu pasti pernah mengalami suatu pengalaman yang
menyenangkan maupun menyedihkan. Diwaktu waktu tertentu terkadang kita
menjumpai suatu pengalaman yang menimbulkan suatu perasaan yang kuat, baik
itu rasa gembira, sedih, gelisah atau cemas maupun perasaan perasaan yang lain.
Perasaan perasaan yang muncul itu pasti membawa gejala gejala yang dapat
dirasakan oleh tubuh kita, seperti detak jantung yang bertambah cepat, dan tangan
yang gemetar. Sulit bagi kita untuk mendefinisikan apa itu emosi karena semua
akan memberikan pengertian yang berbeda beda menurut apa yang dirasakan.
Pengertian emosi menurut para ahli:
a) Menurut George Miller: Emosi adalah pengalaman seseorang tentang
perasaan yang kuat, dan biasanya diiringi dengan perubahan-perubahan
fisik dalam peredaran darah dan pernapasan, biasanya juga dibarengi
dengan tindakan-tindakan pemaksaan.
b) Menurut Angels: Emosi adalah kondisi perasaan yang kompleks, yang
diiringi dengan beberapa gerakan atau aktivitas kelenjar. Atau, perilaku
yang kompleks yang didominasi oleh aktivitas lambung atau organ-organ
intrinsik.
c) Menurut Dr. Muhammad Najaati: Emosi adalah kekacauan hebat yang
meliputi segala aspek individu, dan berpengaruh terhadap perilakunya,
perasaannya, dan fungsi vitalnya. Asalnya dia muncul dari faktor
psikologis.
d) Menurut Dr. Abdullah Abdul Hayy Musa: Emosi adalah perubahan tiba-
tiba yang meliputi segala aspek individu, baik psikis maupun fisiknya.
2. Bentuk Reaksi Emosi
Bentuk-bentuk emosi menurut Daniel Goleman, yaitu :
3
1. Amarah adalah salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
brutal, mengamuk, benci, marah besar, jengkel, kesal hati, terganggu, rasa
pahit, tersinggung, bermusuhan, tindak kekerasan dan kebencian patologis.
2. Kesedihan ialah salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihani diri, kesepian,
ditolak, putus asa dan depresi.
3. Rasa takut merupakan salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya
meliputi cemas, takut, gugup, khawatir, waswas, perasaan takut sekali,
sedih, waspada, tidak tenang, ngeri, kecut, panik dan fobia.
4. Kenikmatan adalah salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya
meliputi bahagia, gembira, ringan puas, riang, senang, terhibur, bangga,
kenikmatan indrawi, takjub, terpesona, puas, rasa terpenuhi, girang,
senang sekali dan mania.
5. Cinta ialah salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti,
hormat, kasmaran dan kasih sayang.
6. Terkejut merupakan salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya
meliputi terkesiap, takjub dan terpana.
7. Jengkel adalah salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
hina, jijik, muak, mual, benci, tidak suka dan mau muntah.
8. Malu merupakan salah satu dari bentuk emosi yang di dalamnya meliputi
rasa bersalah, malu hati, kesal hati, menyesal, hina, aib dan hati hancur
lebur.
3. Keseimbangan Emosi
Keseimbangan emosi merupakan ciri pribadi yang sehat. Keseimbangan
emosi menjadi faktor terpenting bagi efektivitas nalar untuk mampu bekerja
secara baik. Orang yang dapat menjaga emosi sebagai orang yang [Link] kuat
itu adalah bukan orang yang kuat dan hebat bergulat, tapi orang yang kuat adalah
orang yang dapat menjaga keseimbangan emosinya.
Dalam psikologi, keseimbangan emosi disebut dengan emotional stability,
karakteristik seseorang yang memiliki kontrol emosional yang baik. Terkadang
4
diistilahkan juga dengan emotional maturity (kedewasaan emosional), yaitu satu
keadaan mencapai tingkat kedewasaan dari perkembangan emosional.
Sebaliknya, emosi yang tidak seimbang dapat mengakibatkan kecemasan
(anxiety), kegelisahan (nervous), kekhawatiran yang berlebih dan sikap tak
bertanggung jawab. Kondisi semacam ini bisa menghambat sistem kerja otak
menalar setiap masalah secara optimal sehingga dapat menyebabkan kebimbangan
yang berlarut.
Situasi semacam ini bisa ditimbulkan oleh faktor internal meliputi tingkat
kematangan emosi, pola berpikir, dan kualitas keyakinan .Dapat pula disebabkan
adanya pengaruh kuat dari faktor eksternal (seperti adanya rangsangan dari luar
diri dan menimbulkan egoisme yang berlebihan ). Karena itu, janganlah
mengambil keputusan dalam kondisi emosi tak seimbang ,maka nantinya akan
menciptakan masalah yang lebih rumit.
Kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu untuk mengenal
emosi diri sendiri, emosi orang lain, memotivasi diri sendiri, dan mengelola
dengan baik emosi pada diri sendiri dalam berhubungan dengan orang [Link]
adalah perasaan yang dialami individu sebagai reaksi terhadap rangsang yang
berasal dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. Emosi tersebut beragam,
namun dapat dikelompokkan kedalam kategori emosi seperti; marah, takut, sedih,
gembira, kasih sayang dan takjub.
1. Kecerdasan Emosi meliputi hal hal sebagai berikut:
a. Kemampuan mengenal emosi diri adalah kemampuan menyadari
perasaan sendiri pada saat perasaan itu muncul dari saat-kesaat
sehingga mampu memahami dirinya, dan mengendalikan dirinya, dan
mampu membuat keputusan yang bijaksana sehingga tidak
‘diperbudak’ oleh emosinya.
b. Kemampuan mengelola emosi adalah kemampuan menyelaraskan
perasaan (emosi) dengan lingkungannnya sehingga dapat memelihara
harmoni kehidupan individunya dengan lingkungannya/orang lain.
c. Kemampuan mengenal emosi orang lain yaitu kemampuan memahami
emosi orang lain (empaty) serta mampu mengkomunikasikan
pemahaman tersebut kepada orang lain yang dimaksud.
5
d. Kemampuan memotivasi diri merupakan kemampuan mendorong dan
mengarahkan segala daya upaya dirinya bagi pencapaian tujuan,
keinginan dan cita-citanya. Peran memotivasi diri yang terdiri atas
antusiasme dan keyakinan pada diri seseorang akan sangat produktif
dan efektif dalam segala aktifitasnya
e. Kemampuan mengembangkan hubungan adalah kemampuan
mengelola emosi orang lain atau emosi diri yang timbul akibat
rangsang dari luar dirinya. Kemampuan ini akan membantu individu
dalam menjalin hubungan dengan orang lain secara memuaskan dan
mampu berfikir secara rasional (IQ) serta mampu keluar dari tekanan
(stress).
4. Pengaruh Emosi Bagi Perilaku
Pengaruh Emosi Terhadap Perilaku dan Perubahan Fisik
Dibawah ini adalah beberapa contoh tentang pengaruh emosi terhadap
perilaku individu di antaranya sebagai berikut:
a. Memperkuat semangat, apabila orang merasa senang atau puas atas hasil
yang telah dicapai.
b. Melemahkan semangat, apabila timbul rasa kecewa karena kegagalan dan
sebagai puncak dari keadaan ini ialah timbulnya rasa putus asa (frustasi)
c. Menghambat atau mengganggu konsentrasi belajar, apabila sedang
mengalami ketegangan emosi dan bisa juga menimbulkan sikap gugup
(nervous) dan gagap dalam berbicara.
d. Terganggu penyesuaian social, apabila terjadi rasa cemburu dan iri hati.
e. Suasana emosional yang diterima dan dialami individu semasa kecilnya
akan mempengarui sikapnya dikemudian hari, baik terhadap dirinya
sendiri maupun terhadap orang lain. (Yusuf, 2004 : 115).
Sedangkan perubahan emosi terhadap perubahan fisik (jasmani) antara lain
sebagai berikut :
a. Reaksi elektris pada kulit: meningkat bila terpesona,
b. Peredaran darah: bertambah cepat bila marah,
c. Denyut jantung: bertambah cepat bila terkejut,
6
d. Pernapasan: bernapas panjang kalau kecewa,
e. Pupil mata: membesar mata bila marah,
f. Liur: mengering kalau takut atau tegang,
g. Bulu roma: berdiri kalau takut,
h. Pencernaan: mencret-mencret kalau tegang,
i. Otot: ketegangan dan ketakutan menyebabkan otot menegang atau bergetar
(tremor),
j. Komposisi darah: komposisi darah akan ikut berubah karena emosional
yang menyebabkan kelenjar-kelenjar lebih aktif. (Sunarto, 2002:150).
Rasa marah, kesal, sedih atau gembira adalah hal yang wajar yang
tentunya sering dialami remaja meskipun tidak setiap saat. Pengungkapan emosi
itu ada juga aturannya. Supaya bisa mengekspresikan emosi secara tepat, remaja
perlu pengendalian emosi. Akan tetapi, pengendalian emosi ini bukan merupakan
upaya untuk menekan atau menghilangkan emosi melainkan:
a. Belajar menghadapi situasi dengan sikap rasional
b. Belajar mengenali emosi dan menghindari dari penafsiran yang berlebihan
terhadap situasi yang dapat menimbulkan respon emosional. Untuk dapat
menanfsirkan yang obyektif, coba tanya pendapat beberapa orang tentang
situasi tersebut.
c. Bagaimana memberikan respon terhadap situasi tersebut dengan pikiran
maupun emosi yang tidak berlebihan atau proporsional, sesuai dengan
situasinya, serta dengan cara yang dapat diterima oleh lingkungan social.
d. Belajar mengenal, menerima, dan mengekspresikan emosi positif (senang,
sayang, atau bahagia dan negative (khawatir, sedih, atau marah).
Kegagalan pengendalian emosi biasanya terjadi karena remaja kurang mau
bersusah payah menilai sesuatu dengan kepala dingin. Bawaannya main perasaan.
Kegagalan mengekspresikan emosi juga karena kurang mengenal perasaan dan
emosi sendiri sehingga jadi “salah kaprah” dalam mengekspresikannya.
Karena itu, keterampilan mengelola emosi sangatlah perlu agar dalam proses
kehidupan remaja bisa lebih sehat secara emosional. Keterampilan mengelola
emosi misalnya sebagai berikut:
a. Mampu mengenali perasaan yang muncul
7
b. Mampu mengemukakan perasaan dan dapat menilai kadar perasaan
c. Mampu mengelola perasaan
d. Mampu mengendalikan diri sendiri
e. Mampu mengurangi stress.
8
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Emosi adalah warna afektif yang kuat dan ditandai oleh perubahan-
perubahan fisik. Emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari
dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah
laku yang tampak. Sejumlah penelitian tentang emosi remaja menunjukkan bahwa
perkembangan emosi mereka bergantung kepada faktor kematangan dan faktor
belajar. Suasana emosional yang penuh tekanan di dalam keluarga berdampak
negatif terhadap perkembangan remaja. Sebaliknya suasana penuh kasih sayang,
ramah, dan bersahabat amat mendukung pertumbuhan remaja menjadi manusia
yang bertanggung jawab terhadap keluarga. Dengan meningkatnya usia anak,
semua emosi diekspresikan secara lebih lunak karena mereka telah mempelajari
reaksi orang lain terhadap luapan emosi yang berlebihan, sekalipun emosi itu
berupa kegembiraan atau emosi yang menyenangkan lainnya.
B. Saran
Semoga makalah ini dapat berguna dan bisa menjadi bahan bacaan bagi
kita kedapan yang mungkin dapat menambah wawasan kita, terutama dalam
pemahaman, pengendalian emosi dan juga pengembangan emosi yang bisa
menguntungkan bagi diri sendiri dan juga orang lain.
9
DAFTAR PUSTAKA
Nasrudin, Imam. ” Emosi dan Aspeknya” [Link]
[Link]
[Link].
Naila, Ula. 2020 ”Hubungan Kecerdasan Emosi” https//[Link]
[Link]
10