EKOSISTEM
MAKALAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Alam
Yang Dibina Oleh : Ibu widyarnes Niwangtika [Link]., M. Pd
Disusun Oleh :
1. Nanik Ade Ningrum (2286206136)
2. Bertha Anggun N. I. L (2286206096)
3. Cahya Alifia Mawadati (2286206026)
4. Novia Fitri Aisna (2286206100)
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
Oktober 2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat
menyelesaikan makalah ini sesuai waktu yang telah ditentukan. Shalawat dan salam semoga tetap
tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Makalah yang berjudul “Ekosistem”
merupakan tugas kelompok pada mata kuliah Konsep Dasar IPA SD. Selain itu, makalah ini bertujuan
menambah wawasan tentang Ekosistem bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Tidak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada:
[Link] pengampu Widyarnes Niwangtika, [Link]., [Link] Mata Kuliah Konsep Dasar IPA SD yang telah
membimbing kami
[Link]-teman PGSD kelas D22 beserta kelompok 05 atas kerjasamanya
[Link] terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu diselesaikannya
makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh sebab itu, saran dan kritik
yang memangun diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Blitar,Oktober 2022
Kelompok 5
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN iii
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 2
1.3 Tujuan 2
BAB II PEMBAHASAN 3
2.1 Pengertian Konsep Ekosistem 3
2.2 Jenis Ekosistem
2.3 Satuan Makhluk Hidup Dalam Ekosistem 8
2.4 Peranan Makhluk Hidup Dalam Ekosistem
2.5 Daur Biogeokimia (Siklus Air)
BAB III PENUTUP 12
3.1 Kesimpulan 12
3.2 Saran 12
DAFTAR RUJUKAN 13
BAB I
PEMBAHASAN
1.1 Latar Belakang
Ekosistem adalah suatu proses yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik antar makhluk
hidup dengan lingkungannya. Jadi ada komponen biotik(hidup) dan komponen abiotik (tidak hidup)
yang terlibat dalam suatu ekosistem ini, kedua komponen ini tentunya saling mempengaruhi .
Contohnya hubungan hewan dengan air
Interaksi antar makhluk hidup ini akan membentuk suatu kesatuan dan keteraturan. Setiap
komponen yang terlihat memiliki fungsinya masing-masing, dan selama tidak ada fungsi yang
terganggu maka keseimbangan dari ekosistem ini akan terus terjaga
1.2 Rumusan Masalah
1. Jelaskan yang dimaksud konsep ekosistem?
2. Jelaskan perbedaan berbagai jenis ekosistem?
3. Jelaskan satuan makhluk hidup dalam ekosistem?
4. Jelaskan peranan makhluk hidup dalam ekosistem?
5. Jelaskan daur biogeokimia (siklus air)?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui lebih luas tentang ekosistem
2. Mengetahui perbedaan berbagai jenis ekosistem
3. Mengetahui satuan makhluk hidup dalam ekosistem
4. Mengetahui peranan makhluk hidup dalam ekosistem
5. Mengetahui daur biogeokimia (siklus air)
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Konsep Ekosistem
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan
antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Berikut ini beberapa pengertian ekosistem menurut
para ahli Grameds:
1. A.G. TANSLEY (1935)
Ekosistem sebagai suatu unit ekologi dimana didalamnya terdapat struktur dan fungsi. Struktur
dalam ekosistem tersebut berhubungan dengan keanekaragaman spesies atau dalam bahasa inggris
merupakan species diversity. Pada ekosistem yang memiliki struktur kompleks, maka akan terdapat
keanekaragaman spesies yang cukup tinggi. Sedangkan fungsi yang dimaksudkan adalah yang
berhubungan dengan siklus materi serta arus energi melalui komponen ekosistem.
2. WOODBURY (1954)
Ekosistem menurut woodbury merupakan tatanan kesatuan secara kompleks di sebuah wilayah yang
terdapat habitat, tumbuhan dan binatang. Kondisi ini kemudian dipertimbangkan sebagai unit
kesatuan secara utuh, sehingga semuanya dapat menjadi bagian mata rantai siklus materi serta
aliran energi.
3. ODUM (1993)
Seperangkat unit fungsional dasar dalam suatu ekologi yang di dalamnya tercakup organisme dan
lingkungan. Lingkungan dalam hal ini yaitu lingkungan biotik dan abiotik, dimana di antara keduanya
kemudian akan saling memengaruhi. Selain itu dalam ekosistem juga terdapat komponen yang
secara lengkap memiliki relung ekologi lengkap serta proses ekologi yang juga lengkap, sehingga
dalam unit tersebut siklus materi dan arus energi terjadi berdasarkan kondisi ekosistem.
4. UU LINGKUNGAN HIDUP TAHUN 1997
Ekosistem sebagai tatanan satu kesatuan cara yang begitu utuh serta menyeluruh antara segenap
unsur lingkungan hidup untuk saling mempengaruhi. Unsur-unsur lingkungan hidup ini dapat disebut
juga unsur biotik dan abiotik, baik pada makhluk hidup maupun benda mati di dalamnya. Semuanya
tersusun menjadi satu kesatuan dalam sebuah ekosistem yang masing-masing tidak dapat berdiri
sendiri, melainkan harus saling berinteraksi, saling mempengaruhi, sehingga tidak dapat dipisah-
pisahkan.
Konsep Ekosistem Suatu kawasan alam yang di dalamnya tercakup unsur-unsur hayati (organisme)
dan unsur-unsur non hayati (zat-zat tak hidup) serta antara unsur-unsur tersebut terjadi hubungan
timbal balik disebut sistem ekologi atau sering dinamakan ekosistem, seperti yang disajikan dalam
Gambar 1.3. Konsep ekosistem merupakan konsep yang luas, fungsi utamanya di dalam pemikiran
atau pandangan ekologi merupakan penekanan hubungan wajib, ketergantungan, dan hubungan
sebab akibat, yaitu perangkaian komponen-komponen untuk membentuk satuan-satuan fungsional.
Ekosistem merupakan tingkat organisasi biologi yang paling baik untuk tehnik-tehnik analisis sistem
(Odum, 1996).
Interaksi yang dinamis meliputi sumber pakan (materi) dari aspek-aspek abiotik air, atmosfer, dan
bumi serta sinar matahari (SS) yang dibutuhkan oleh komponen biotik. Aliran energi bergerak dari
sinar matahari yang digunakan oleh organisme produsen dalam mengolah pakan (fotosintesis),
sehingga disebut juga sebagai produsen yang terdiri dari tumbuhan berklorofil. Ilustrasi proses
fotosintesis disajikan pada Gambar 1.4.
Konsumen terdiri dari herbivora dan karnivora. Herbivora merupakan konsumen pertama yang
mengambil bahan pangan langsung dari produsen, sedangkan karnivora merupakan konsumen
kedua yang memperoleh bahan pangan dari herbivora. Organisme lainnya, yakni dekomposer,
merupakan kelompok biotik yang terdiri dari mikroorganisme (jamur dan bakteri) yang
mengubah bahan organik dalam suatu ekosistem menjadi anorganik untuk kemudian
dimanfaatkan lagi oleh produsen dalam menyediakan pakan, seperti yang disajikan dalam
Gambar 1.5.
Aliran energi dari sinar matahari menuju produsen melibatkan berbagai unsur dan ikatan kimia
anorganik, seperti air, karbondioksida, nitrogen, fosfor, sulfur, magnesium, dan sekitar 15 unsur
kimia lainnya. Energi berkurang saat dipindahkan dari satu rantai pangan ke rantai pangan
berikutnya, sedangkan nutrisi digunakan dalam proses-proses tertentu dalam rantai makanan. Kajian
ekologi ekosistem berkonsentrasi pada gerakan-gerakan energi dan nutrisi-nutrisi (unsur-unsur
kimia) melalui komponenkomponen biotik dan abiotik ekosistem untuk menjawab pertanyaan
berapa banyak dan sejauh apa energi dan nutrisi ditimbun atau dialirkan antar komponen suatu
ekosistem.
2.2 Jenis Ekosistem
KOMPONEN EKOSISTEM
Komponen ekosistem merupakan bagian dari suatu ekosistem yang menyusun ekosistem ini sendiri
sehingga terbentuk sebuah ekosistem. Komponen dalam ekosistem kemudian dibagi lagi menjadi
dua macam, yaitu komponen hidup dan komponen tak hidup. Selain itu komponen hidup dapat
disebut juga sebagai komponen biotik, dan komponen tak hidup dapat disebut sebagai komponen
abiotik. Setiap komponen memiliki anggota yang berbeda-beda pula.
KOMPONEN BIOTIK
Biotik, memiliki arti “Hidup”. Komponen biotik pada suatu ekosistem adalah makhluk hidup itu
sendiri, sebab ekosistem tak akan pernah terbentuk tanpa adanya makhluk hidup didalamya.
Keberadaan makhluk hidup kemudian membentuk suatu rantai makanan dalam suatu ekosistem.
Beberapa contoh dari komponen biotik yang ada lingkungan sekitar kita, antara lain:
Organisme Autotrof atau Produsen, disebut sebagai produsen karena organisme ini mampu
membuat makanannya sendiri, bahkan ia membuat makanan bagi organisme lain yang tinggal di
ekosistem. Produsen kemudian akan membuat makanan dengan menyerap senyawa serta zat- zat
anorganik yang akan diubah menjadi senyawa organik melalui suatu proses yang dinamakan sebagai
fotosistensis.
KOMPONEN ABIOTIK
Komponen kedua dalam ekosistem adalah komponen abiotic atau komponen yang tak hidup.
Dengan kata lain, komponen abiotik adalah komponen yang terdiri dari benda-benda bukan makhluk
hidup tetapi ada di sekitar kita, dan ikut mempengaruhi kelangsungan hidup. Beberapa jenis
komponen abiotik yaitu suhu, sinar matahari, air, angin, udara, kelembapan udara, dan banyak lagi
benda mati yang ikut berperan dalam ekosistem.
Macam-Macam EKOSISTEM
Ekosistem merupakan satu kesatuan fungsional antara komponen biotik (makhluk hidup) dan
komponen abiotik (komponen tak hidup atau lingkungan) yang saling berinteraksi dan saling
mempengaruhi dalam bentuk hubungan timbal balik antara satu dengan yang lain. Secara umum ada
tiga tipe ekosistem, yaitu ekositem air, ekosisten darat, dan ekosistem buatan.
AKUATIK (AIR)
Ekosistem akuatik merupakan ekosistem yang komponen abiotiknya sebagai besar terdiri atas air.
Makhluk hidup (komponen biotik) dalam ekosistem perairan dibagi lagi menjadi :
[Link] air tawar
[Link] air laut
[Link] estuary (muara)
[Link] pantai
[Link] sungai
[Link] terumbu karang
[Link] laut dalam
[Link] lamun atau seagrass
TESETERIAL (DARAT)
Penentuan zona dalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan curah hujan. Ekosistem
terestrial dapat dikontrol oleh iklim dan gangguan. Iklim sangat penting untuk menentukan mengapa
suatu ekosistem terestrial berada pada suatu tempat tertentu. Pola ekosistem dapat berubah akibat
gangguan seperti petir, kebakaran, atau aktivitas manusia. Berikut beberapa diantaranya ekosistem
darat:
[Link]
[Link] (batu gamping/gua)
[Link] hujan tropis
[Link] gugur
[Link]
[Link]
[Link] rumput
[Link]
EKOSISTEM BUATAN
Sawah merupakan salah satu contoh ekosistem buatan. Ekosistem buatan merupakan ekosistem
yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan ini kemudian
mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan yang didominasi pengaruh
manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah. Contoh ekosistem buatan diantaranya:
[Link]
[Link] tanaman produksi seperti jati dan pinus
[Link] berupa sawah tadah hujan
[Link] irigasi
[Link] sawit
[Link] pemukiman seperti kota dan desa
[Link] ruang angkasa.
2.3 Satuan Makhluk Hidup Dalam Ekosistem
Individu
Kata individu berasal dari bahasa latin in berarti tidak dan dividus yang berarti dapat dibagi. Dalam
Ekologi individu adalah makhluk hidup tunggal (yang tidak dapat dibagi-bagi). Seorang manusia,
sebatang pohon kelapa, seekor kucing dan seekor kupu-kupu merupakan individu. Demikian juga
dengan seekor sapi dari sekumpulan sapi, seekor ikan dalam kelompoknya, dan tiap-tiap pohon
karet dalam suatu perkebunan.
Populasi
Satu atau lebih individu suatu spesies yang hidup di suatu tempatdisebut [Link], di
dalam ekosistem sawah terdapat populasi tumbuhan padi., populasi rumput, populasi ular, populasi
wereng dan populasi burung pipit.
Komunitas
Seluruh komponen biotik suatu ekosistem danamakan komunitas. Suatu komunitas tersusun atas
semua populasi yang ada di dalam ekosistem yang bersangkutan. Sebagai contoh, dalam suatu
ekosistem hutan komunitas pohon beranggotakan semua populasi berupa berbagai jenis pohon.
Komunitas burung beranggotakan semua populasi berbagai jenis burung. Dengan kata lain, interaksi
antar populasi membentuk suatu komunitas.
Ekosistem
Komunitas hidup di tempat tinggal alminya, ditambah faktor-faktor abiotik (tak hidup) lingkungan
(Udara, air, tanah dan cahaya) membentuk suatu ekosistem. Suatu danau adalah sebuah ekosistem
yang terdiri ats komunitas bermacam-macam hewan dan tumbuhan danau, air, mineral-mineral,
oksigen terlarut, tanah, dan cahaya. Contoh ekosistem : Ekosistem laut, sawah, sungai. Setiap
ekosistem memilki karakter sendiri.
Biom
Beberapa ekosistem daratn yang memiliki struktur dan kenampakan vegetasi yang sama, memilki
sifat-sifat lingkungan yang sama, dan memilki karakteristik komunitas hewan yang sama pula
membentuk suatu biom. Beberapa contoh biom adalah biom hutan hujan tropis, biom tundra, biom
savanna. Gabungan semua biom yang ada di muka bumi ini disebut biosfer.
2.4 Peranan Makhluk Hidup Dalam Ekosistem
Peranan Makhluk Hidup Dalam Kehidupan Komponen Ekosistem – Dalam hal ini komponen
penyusun ekosistem terdiri atas komponen abiotik dan komponen biotik. Komponen abiotik ialah
keadaan fisik atau kimia di sekitar individu untuk mendukung berlangsungnya kehidupan. Misalnya
tanah, air, udara, cahaya dan kelembaban. Adapun komponen biotik meliputi semua jenis makhluk
hidup.
Komponen biotik dibedakan menjadi tiga yakni produsen, konsumen dan pengurai. Produsen ialah
organisme yang dapat menyusun senyawa organik dari bahan senyawa anorganik yang berfungsi
untuk menyediakan makanannya sendiri. Misalnya tumbuhan, ganggang dan bakteri “bakteri hijau
dan ungu”.
Konsumen ialah organisme yang memanfaatkan bahan: organik dari makhluk hidup lain sebagai
sumber makanannya. Misalnya herbivora, karnivora, omnivora. Pengurai ialah organisme yang
bertugas mengubah partikel-partikel organik menjadi partikel anorganik. Misalnya jamur dan
bakteri.
Antar ketiganya terjadi hubungan makan dan dimakan dengan urutan tertentu disebut rantai
makanan organisme yang terlibat dalam rantai makanan di golongkan dalam tingkatan trofi, hal ini
dapat digambarkan dalam piramida makanan.
Tumbuhan menempati trofi I, kemudian konsumen tingkat 1 menempati trofi II, konsumen tingkat 2
menempati trofi III, konsumen tingkat 3 menempati trofi IV dan selanjutnya dalam ekosistem tiap
trofi dapat dimakan atau memakan lebih dari satu organisme pada tingkat trofi yang lain.
Dari hal tersebut dimungkinkan terjadi proses makan dan dimakan dengan rangkaian yang kompleks.
Bila beberapa rantai makanan saling berhubungan berbentuk jalinan yang kompleks akan
membentuk jaring-jaring makanan.
2.5 Daur Biogeokimia ( Siklus Air)
Siklus Air
Perpindahan air dari darat, laut, sungai, rawa, atmosfer, dan antara
organisme dengan lingkungan.
Tahapan:
a. Air dari permukaan bumi akan menguap (evaporasi)
b. Di udara, air tersebut akan menjadi awan dan mengalami kondensasi
c. Terjadi hujan, air turun kembali ke permukaan bumi
Air di atmosfer berada dalam bentuk uap air. Uap air berasal dari air di
daratan dan laut yang menguap karena panas cahaya matahari. Sebagian besar
uap air di atmosfer berasal dari laut karena laut mencapai tigaperempat luas
permukaan bumi. Uap air di atmosfer terkondensasi menjadi awan yang turun ke
daratan dan laut dalam bentuk hujan. Air hujan di daratan masuk ke dalam tanah
membentuk air permukaan tanah dan air tanah.
Tumbuhan darat menyerap air yang ada di dalam tanah. Dalam tubuh
tumbuhan air mengalir melalui suatu pembuluh. Kemudian melalui tranpirasi uap
air dilepaskan oleh tumbuhan ke atmosfer. Tranpirasi oleh tumbuhan mencakup
90% penguapan pada ekosistem darat.
Hewan memperoleh air langsung dari air permukaan serta dari tumbuhan
dan hewan yang dimakan, sedangkan manusia menggunakan sekitar
seperempat air tanah. Sebagian air keluar dari tubuh hewan dan manusia
sebagai urin dan keringat.
Air tanah dan air permukaan sebagian mengalir ke sungai, kemudian ke
danau dan ke laut. Siklus ini di sebut Siklus Panjang. Sedangkan siklus yang
dimulai dengan proses Transpirasi dan Evapotranspirasi dari air yang terdapat di
permukaan bumi, lalu diikuti oleh Presipitasi atau turunnya air ke permukaan
bumi disebut Siklus Pendek.
Siklus air adalah suatu metode yang dibantu oleh energi matahari yang mengarahkan air antara
lautan, langit dan tanah. Air ialah kumpulan senyawa 2 atom hidrogen dengan 1 atom oksigen
menjadi dihidrogen monoksida (H20). Air bisa berwujud padat, cair maupun gas. Air berwujud
padat apabila didingingkan sampai 0°C dan mendidih hinga suhu 100°C. Air adalah unsur yang
berguna bagi tubuh, maka tanpa air orang tiak akan hidup. Biar air dapat digunakan untuk
kebutuhan rumah tangga, kantor maupun pabrik, kemudian melengkapi beberapa syarat yaitu air
tidak boleh berwarna, tidak berbau dan tawar.
Jenis-Jenis Siklus Air
Berdasrkan Jenisnya, siklus air terbagi menjadi 3 bagian antara lain sebagai berikut:
1. Siklus Air Pendek
Siklus air pendek ialah siklus yang tidak mendapati sistem adveksi. Uap air yang terwujud
melewati siklus air yang akan mendarat melewati hujan yang berlangsung di daerah sekitar laut.
Berikut ini klasifikasi dari siklus air pendek antara lain:
Air laut yang mendapat pemanasan sinar matahari akan mendapati penguapan dan menjadi uap
airUap air akan mendapati kondensasi dan membuat awanAwan yang terbuat tersebut akan
menjadi hujan di sekitar permukaan laut
2. Siklus Air Sedang
Siklus air sedang ialah siklus yang biasanya terjadi di Indonesia. Pengaruh dari siklus air sedang ini
ialah turunnya hujan di atas daratan. Kejadian ini karena metode adveksi yang akan
mengakibatkan awan yang terbentuk ke atas daratan. Berikut ini klasifikasi dari siklus air sedang
antara lain:
Air laut yang mendapat pemanasan sinar matahari akan mendapati penguapan dan menjadi uap
airUap air yang telah terjadi mengalami proses adveksi, akibat datangnya angin dan tekanan
udara, sehingga bergerak menuju ke daratanDi lapirsan udara pada daratan, uap air tersebut akan
menjadi awan dan setelah itu akan berganti menjadi hujanAir hujan yang jatuh di permukaan
Bumi atau daratan akan mendapati run off, mengarah ke sungai dan kembali ke laut
3. Siklus Air Panjang
Siklus air panjang ialah siklus yang biasanya terjadi di daerah beriklim sub tropis atau di daerah
pegunungan. Melewati siklus air panjang ini, hujan tidak langsung berwujud air, akan tetapi turun
dalam bentuk salju maupun gletser terlebih dahulu. Berikut ini klasifikasi dari siklus air panjang
antara lain:
Air laut yang mendapat pemanasan sinar matahari akan mendapati penguapan dan menjadi uap
airUap air yang telah terjadi akan mendapati proses sublimasiAkhirnya lahirlah awan yang
menyimpan kristal- kristal esAwan mendapati proses adveksi dan mengikuti bergerak ke
daratanAwan akan mendapati presipitasi dan turun sebagai saljuSalju akan terkumpul menjadi
gletserGletser akan meleleh karena adanya akibat suhu udara dan menciptakan aliran sungaiAir
dari gletser dan bergerak di sungai tersebut lalu akan kembali ke laut.
Unsur-Unsur Siklus Air
Berikut ini adalah beberapa unsur-unsur siklus air yaitu:
Evaporasi: penguapan dari badan air secara langsungTranspirasi: penguapan air yang terkandung
dalam tumbuhan
Respirasi: penguapan air dari tubuh hewan dan manusiaEvapotranspirasi: perpaduan evaporasi
dan transpirasi
Kondensasi: proses perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air sebagai hasil pendinginan
Presipitasi: segala bentuk curahan atau hujan dari atmosfer ke bumi yang meliputi hujan air,hujan
es, hujan saljuInfiltrasi: air yang jatuh ke permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah
Perkolasi: air yang meresap terus sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air tanah
ataugroundwaterRun off: air yang mengalir di atas permukaan tanah melalui parit, sungai, hingga
menuju kelaut.
Tahapan Siklus Air
Sebuah siklus tentu memiliki beberapa tahapan yang berhubung. Tahapan tersebut ketika
terkumpul antara satu dengan yang lainnya, kemudian akan membentuk sebuah siklus. Dengan
begitu, siklus ini terbentuk karena adanya tahapan yang sama berhubungan satu sama lain dan
keadaan memutar. Berikut ini beberapa tahapan pada siklus air antara lain sebagai berikut:
Evaporasi
Evaporasi ialah kata lain dari penguapan. Siklus air akan bergerak dari adanya penguapan.
Penguapan yang membuka terjalinya siklus air ialah penguapan dari air yang ada di Bumi, seperti
samudera, laut, danau, rawa, sungai, bendungan dan di areal persawahan. Semua air tersebut
akan berganti menjadi uap air, karena terdapat pemanasan dari sinar matahari. Maka keadaan
inilah disebut dengan evaporasi atau penguapan.
Transpirasi
Transpirasi penguapan yang bersumber dari hubungan makhluk hidup. Penguapan yang terbentuk
dari hubungan makhluk hidup ini disebut sebagai transpirasi. Transpirasi ini terbentuk di
hubungan hewan maupun tumbuhan.
Evapotranspirasi
Evapotranspirasi ialah campuran dari evapotasi dan transpirasi. Maka mampu dikatakan bahwa
evapotranspirasi adalah jumlah penguapan air atau penguapan air secara keseluruhan, baik yang
ada di permukaan Bumi atau tanah ataupun di hubungan makhluk hidup.
Sublimasi
Sublimasi ialah suatu metode berganti es di kutub atau di puncak gunung menjadi uap air, tanpa
harus melewati metode cair terlebih dahulu.
Kondensasi
Kondensasi ialah suatu metode bergantinya uap air menjadi partikel. Pada saat uap air dari
metode evaporasi, transpirasi, evapotranspirasi dan sublimasi sudah mendekati ketinggian
tertentu, uap air tersebut akan berganti menjadi partikel es yang berukuran sangat kecil melewati
metode konsendasi. Pergantian bentuk ini terjadi karena akibat suhu udara yang sangat rendah
saat berada di ketinggian.
Run Off
Run Off ialah suatu metode pergerakan air dari tempat yang tinggi menyasar ke tempat yang lebih
rendah yang terbentuk di permukaan Bumi. Pergerakan air tersebut dapat terbentuk melewati
saluran, misalnya saluran got, sungai, danau, muara sungai, hingga samudera. Metode ini
mengakibatkan air yang telah melewati siklus air akan kembali menuju ke lapisan hidrosfer Bumi.
Konsep Siklus Air
Berikut ini adalah konsep siklus air yaitu:
BAB III
PENUTUP
[Link]
Ekosistem juga dapat didefinisikan sebagai suatu satuan lingkungan yang melibatkan unsur-unsur
biotik (jenis-jenis makhluk) dan faktor-faktor fisik (iklim, air, dan tanah) serta kimia (keasaman
dan salinitas) yang saling berinteraksi satu sama lainnya.
Ekosistem yang ada di dunia dibagi menjadi dua, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan.
Ekosistem alam terdiri atas ekosistem air dan ekosistem darat. Ekosistem air sendiri terdiri atas
ekosistem air tawar dan ekosistem air asin. Dan Ekosistem darat terdiri atas ekosistem hutan,
padang rumput, padang pasir, tundra, dan taiga. Ekosistem buatan merupakan ekosistem yang
diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia.
[Link]
1. Setiap makhluk hidup membutuhkan lingkungan yang sehat sebagai tempat tinggal. Oleh
karena itu, kita harus menjaga kebersihan tempat lingkungan terutama disekitar tempat tinggal
kita.
2. Jagalah kelestarian dan keberlangsungan hidup makhluk hidup, karena makhluk hidup yang
satu dengan makhluk hidup yang lainnya saling ketergantungan dan tidak dapat hidup sendiri.
Daftar Pustaka
[Link]://[Link]/ragam/read/4491298/macam-macam-ekosistem-beserta-
[Link] Faozan tri nugroho.
[Link]://[Link]/macam-satuan-makhluk-hidup/
[Link]://[Link]/siklus-air/