HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PERAWAT RAWAT INAP RUMAH SAKIT
SIAGA MEDIKA PURBALINGGA
**KATA PENGANTAR**
Dengan penuh rasa syukur, saya panjatkan puji dan terima kasih kepada Tuhan Yang
Maha Esa atas karunia dan bimbingan-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan proposal
skripsi ini dengan judul "Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja Perawat di Ruang
Rawat Inap Rumah Sakit Siaga Medika Purbalingga." Penyusunan skripsi ini adalah
bagian dari upaya saya untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan program studi
keperawatan.
Dalam perjalanan penyusunan ini, saya mendapatkan banyak dukungan, arahan, dan
motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan penuh rasa hormat, saya
mengucapkan terima kasih kepada:
1. **Iis Setiawan Mangkunegara, [Link]., MTI**, Ketua Yayasan Pendidikan Dwi Puspita,
yang telah memberikan kesempatan berharga untuk menempuh pendidikan ini.
2. **Dr. Yuris Tri Naili, S.H., K.N., M.H**, Rektor Universitas Harapan Bangsa
Purwokerto, atas inspirasi dan motivasinya.
3. **dr. Mochamad Ansori, MM**, Direktur RSU Siaga Medika Purbalingga, yang telah
mengizinkan penelitian ini dilakukan di lingkup institusinya.
4. **Dwi Novitasari, [Link]., Ns., [Link]**, Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Harapan
Bangsa, atas bimbingan dan dukungannya.
5. **Dr. Atun Raudotul, [Link]., Ners., [Link].**, Kaprodi S1 Keperawatan Universitas
Harapan Bangsa, yang selalu memberikan arahan dengan sabar.
6. **Tri Sumarni, [Link]., Ners., [Link].**, pembimbing utama, atas setiap masukan
konstruktif selama proses penulisan ini.
7. **Wasis Kurniawan, [Link]., Ners., M.P.H.**, pembimbing pendamping, yang tak henti
memberikan wawasan berharga.
Saya menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saya sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa mendatang.
Semoga karya ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu
keperawatan serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Purwokerto, 07 November 2024
Penulis
---
**BAB I: PENDAHULUAN**
**Latar Belakang**
Dalam layanan kesehatan, perawat memainkan peran yang tidak tergantikan sebagai
garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan pasien. Namun, tanggung jawab
besar yang mereka emban sering kali dibarengi dengan tekanan kerja yang signifikan.
Beban kerja yang berat dapat memengaruhi kesejahteraan fisik dan mental perawat,
yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pelayanan kepada pasien.
Secara global, kelangkaan tenaga keperawatan menjadi perhatian serius. Menurut data
WHO (2020), banyak negara menghadapi ketimpangan rasio jumlah perawat terhadap
populasi. Di Indonesia, meski jumlah perawat terlatih meningkat, distribusi dan
pengelolaan tenaga keperawatan masih menjadi tantangan besar. Di RSU Siaga Medika
Purbalingga, perawat menghadapi berbagai tekanan, termasuk tanggung jawab fisik,
administratif, dan emosional yang terus meningkat.
Dampak langsung dari beban kerja yang tinggi ini adalah stres kerja. Fenomena ini sering
kali muncul dalam bentuk kelelahan fisik, kecemasan, hingga burnout. Penelitian seperti
yang dilakukan oleh Rizka Anggraini (2023) menunjukkan bahwa stres kerja
berkontribusi negatif terhadap kualitas pelayanan dan kesejahteraan perawat. Oleh
karena itu, memahami hubungan antara beban kerja dan stres kerja menjadi penting
untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat bagi perawat dan memberikan
layanan yang optimal bagi pasien.
**Rumusan Masalah**
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan:
"Bagaimana hubungan antara beban kerja dan stres kerja perawat di ruang rawat inap
RSU Siaga Medika Purbalingga?"
**Tujuan Penelitian**
1. Mengidentifikasi karakteristik perawat di RSU Siaga Medika berdasarkan usia, jenis
kelamin, pendidikan, dan lama bekerja.
2. Mengetahui tingkat beban kerja yang dialami oleh perawat di ruang rawat inap.
3. Menganalisis tingkat stres kerja yang dirasakan perawat.
4. Mengidentifikasi hubungan antara beban kerja dan stres kerja di lingkungan tersebut.
**Manfaat Penelitian**
1. **Manfaat Teoritis**: Memberikan data empiris yang dapat digunakan sebagai
referensi untuk penelitian selanjutnya terkait beban kerja dan stres kerja dalam konteks
layanan kesehatan.
2. **Manfaat Praktis**:
- **Bagi Rumah Sakit**: Sebagai dasar untuk merancang strategi pengelolaan sumber
daya manusia yang lebih efektif.
- **Bagi Perawat**: Memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak beban
kerja terhadap kesejahteraan mereka.
- **Bagi Peneliti**: Memperoleh wawasan baru untuk menyusun kebijakan kesehatan
yang mendukung kesejahteraan tenaga keperawatan.
---
**BAB II: TINJAUAN TEORI**
**Pengertian Beban Kerja**
Beban kerja adalah jumlah tugas yang harus diselesaikan dalam kurun waktu tertentu,
yang mencakup aspek fisik, mental, dan emosional. Beban kerja yang tidak seimbang
dapat menyebabkan tekanan fisik maupun psikologis (Gawron, 2008). Faktor eksternal
seperti kondisi lingkungan kerja, serta faktor internal seperti kesehatan fisik dan mental
perawat, menjadi penentu utama dalam mengukur beban kerja.
**Pengertian Stres Kerja**
Stres kerja adalah respons psikologis dan fisiologis yang muncul akibat
ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kemampuan individu untuk
memenuhinya (Taylor, 2018). Dalam konteks perawat, stres kerja sering kali
memengaruhi hubungan interpersonal, efisiensi kerja, dan kesehatan secara
keseluruhan.
**Hubungan Beban Kerja dan Stres Kerja**
Berbagai penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara beban kerja yang tinggi
dengan stres kerja. Ketika beban kerja melebihi kapasitas individu, risiko munculnya
stres meningkat. Penelitian Muzzakir (2021) menekankan pentingnya pengelolaan beban
kerja untuk mencegah stres dan meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.
**Kerangka Konseptual**
Hubungan antara beban kerja dan stres kerja dalam penelitian ini akan dianalisis melalui
pendekatan aspek fisik, psikologis, dan waktu kerja. Data yang dikumpulkan akan
memberikan gambaran menyeluruh mengenai faktor-faktor yang memengaruhi stres
kerja perawat di RSU Siaga Medika Purbalingga.
---
**Metodologi Penelitian**
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif
korelasional. Data akan dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup aspek-aspek
beban kerja dan stres kerja. Populasi penelitian adalah perawat ruang rawat inap di RSU
Siaga Medika Purbalingga.
---
**Penutup**
Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan strategi yang efektif untuk
mengelola beban kerja perawat, sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang
lebih sehat dan meningkatkan kualitas layanan kesehatansecara keseluruhan.