0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan17 halaman

Budidaya Ikan Nila di BPIAT Pemalang

Diunggah oleh

skada805
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan17 halaman

Budidaya Ikan Nila di BPIAT Pemalang

Diunggah oleh

skada805
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

DI LOKA BALAI PEMBENIHAN IKAN AIR TAWAR


(BPIAT)

BUDIDAYA IKAN NILA


( Oreochormis Niloticus )

DISUSUN OLEH:

NAMA :MUHAMMAD APRIZAL SOLAHUDDIN


NIS :02300546
KELAS :11 B

DINAS PENDIDIDKAN DAN KEBUDAYAAN


SMK AL-QURAN DAN DAKWAH ALAM
TAHUN PELAJARAN
2024/2025

i
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIKUMKERJA LAPANGAN
DI LOKA RANDUDONGKAL

Laporan ini telah di setujui pada :

HARI/TANGGAL:
Sebagagai salah satu bukti telah menyelesaikann Praktek Kerja Lapangan
di Loka randudongkal:

KOORDINAT LOKA KEPALA SEKOLAH

JOYO PRASETIYO [Link] PRIMA ARIANTO P, S.T [Link]

GURU PEMBIMBING KETUA KOMPETENSI KEAHLIAN


APAT

UST. KHOLIS [Link] RIZKI SYAWALUL KHOIR

ii
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, akhirnya


makalah ini dapat diselesaikan.
Makalah ini berjudul Budidaya Ikan Nila (Oreochormis Nilotikus).
Makalah ini ditulis dengan maksud untuk meningkatkan kegemaran
masyarakat mengonsumsi ikan, karena telah terbukti bahwa
mengonsumsi ikan akan berdampak positif bagi kesehatan.
Setelah masyarakat suka mengonsumsi ikan, sebagai akibatnya
adalah permintaan ikan akan meningkat sehingga harus diimbangi dengan
peningkatan produksi. Yang pada akhirnya, diharapkan dapat
meningkatkan pendapatan masyarakat atau paling tidak membudidayakan
ikan menjadi alternatif untuk mendapat penghasilan.
Penulis menyadari makalah ini disusun sesederhana mungkin dan
jauh dari sempurna. Untuk itu, diharapkan kritik dan saran yang
membangun demi kesempurnaan Laporan Kerja Lapangan ini. Penulis
berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca.

MAGELANG, DESEMBER 31

Penulis,

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................................ ii
DAFTAR ISI............................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................... 1
B. Tujuan dan Manfaat Praktek.............................................. 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Morfologi Ikan Nila............................................................. 4
B. Pemilihan Lokasi Kolam..................................................... 5
C. Pembesaran Ikan Nila di Kolam Air Tenang...................... 6
D. Persiapan Kolam................................................................ 6
E. Sarana Budidaya............................................................... 8
F. Penebaran Benih............................................................... 9
G. Pemberian Pakan.............................................................. 9
H. Pembesaran....................................................................... 10

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan........................................................................ 11
B. Saran................................................................................. 12

DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 13

iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Melihat potensi sumberdaya perikanan dan kelautan Kabupaten

PEMALANG belum seluruhnya tergali, apabila dimanfaatkan dan

dikelola secara bijaksana dapat meningkatkan taraf hidup dan

kesejahteraan masyarakat.

Kebutuhan akan gizi mutlak diperlukan karena meningkatkan

produktifitas manusia di segala bidang. Maka perlu dicari bahan

pangan yang bermutu baik dengan harga yang relatif terjangkau dan

mudah didapat. Di antaranya adalah ikan, baik dari hasil tangkapan di

laut maupun hasil budidaya. Daging ikan segar ternyata cukup

mengandung protein antara 16%-24%, lemak antara 0,2%-2,2%, unsur

mineral, vitamin serta karbohidrat. Penderita tekanan darah tinggi

sangat cocok mengkonsumsi ikan karena daging ikan tidak

mengandung kolesterol.

Ikan Nila (oreochormis niloticus) yang berasal dari Taiwan

sudah sejak tahun 1969 dikenal oleh masyarakat Indonesia. Nama

atau sebutan nila ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perikanan pada

tahun 1972, diambil dari nama spesiesnya nilotika menjadi nila.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ikan Nila (oreochormis

niloticus) mempunyai keunggulan dan perkembangan budidaya relatif

1
lebih cepat. Hal ini disebabkan oleh sifatnya yang mudah berkembang

biak, pertumbuhan badannya cepat, dan merupakan pemakan

plankton serta tumbuhan air lunak yang tumbuh di dalam kolam.

Keunggulan lain, ternyata Ikan Nila (oreochormis niloticus) dapat

hidup, tumbuh dan berbiak pada kondisi air ber pH = 5.

Ikan Nila (oreochormis niloticus) termasuk salah satu jenis ikan

yang mempunyai toleransi terhadap kualitas air dengan kisaran lebar,

maka Ikan Nila (oreochormis niloticus) sehinga sangat cocok

dibudidayakan di kolam-kolam pekarangan yang relatif sempit di

sekitar rumah tinggal. Cara pembudidayaan tidak sulit. Dari segi

pembesaran, dapat dibudidayakan dengan berbagai cara atau sistem

antara lain : monokultur (pemeliharaan tunggal), polikultur

(pemeliharaan campuran) dan longyam (pemeliharaan terpadu).

Usaha pemerintah dalam memasyarakatkan makan ikan nila

terutama di pedesaan, untuk memenuhi kebutuhan gizi, kiranya akan

terwujud. Hal ini didukung oleh keunggulan Ikan Nila (oreochormis

niloticus) yang harganya terjangkau masyarakat, mudah

dibudidayakan, pertumbuhan cepat, serta tahan terhadap oksigen

rendah.

B. Tujuan dan Manfaat Praktek

Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk menambah

pengetahuan dan wawasan mahasiswa di bidang perikanan yaitu

2
mengetahui cara penebaran benih, pertumbuhan ikan, pemberian

pakan, cara pengapuran kolam, pemupukan kolam serta penanganan

ikan selama masa pemeliharaan.

Manfaat dari penyusunan makalah ini yaitu dapat meningkatkan

kemampuan dan keterampilan dalam budidaya Ikan Nila (oreochormis

niloticus) sebagai bekal terjun ke masyarakat.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Morfologi Ikan Nila (Oreochormis Niloticus)

Menurut Saanin (1992) secara sistematika Ikan Nila

(oreochormis niloticus) adalah :

Kingdom : Animalia

Phylum : Chordata

Sub Phylum : Vertebrata

Kelas : Pisces

Sub Kelas : Acanthotherigi

Ordo : Perchomorphi

Sub Ordo : Perchomorphi

Famili : Perchoiaea

Genus : Oreochormis

Spesies : Oreochormis Niloticus

Gambar Ikan Nila (oreochormis niloticus)

4
Ikan Nila (oreochormis niloticus) mempunyai ciri-ciri morfologi :

bentuk bulat pipih, punggung lebih tinggi, pada badan dan sirip ekor

(caundal fin) ditemukan garis lurus (vertikal). Sedangkan garis lurus

memanjang ditemukan pada sirip punggung. Ikan Nila (oreochormis

niloticus) dapat hidup diperairan tawar dan mereka menggunakan ekor

untuk bergerak, sirip perut, sirip dada dan penutup insang yang keras

untuk mendukung badannya.

Menurut Puslitbang Perikanan (1988) Ikan Nila (oreochormis

niloticus) adalah termasuk campuran ikan pemakan campuran

(omnivora). Adapun makanannya berupa :

1. Hewan-hewan seperti protozoa dan zooplankton

2. Ganggang, algae yang tersedia di kolam.

B. Pemilihan Lokasi Kolam

Lokasi kolam yang baik untuk pembesaran Ikan Nila

(oreochormis niloticus) harus memenuhi persyaratan :

1. Tersedianya saluran pemasukan air dan pengeluaran air selama

masa pemeliharaan.

2. Kualitas air yang baik adalah pH (derajat keasamannya) 5-7, suhu

air 27-30 0C, oksigen terlarut (DO) berkisar 5 mg/1 pada suhu 20-21
0
C, Karbondioksida (CO2) tidak lebih dari 12 ppm dan kecerahan

kolam (Cholik, dkk. 1991).

5
3. Kondisi tanah yang baik adalah tanah liat/lempung dengan sedikit

kandungan pasir untuk menahan air masa air yang besar dan tidak

merembesnya kolam.

C. Pembesaran Ikan Nila (oreochormis niloticus) di Kolam Air

Tenang

Pembesaran Ikan Nila (oreochormis niloticus) sistem air tenang

(monokultur) membutuhkan kolam minimum 100 m2, kontruksi kolam

disesuaikan kondisi lahan. Kedalaman kolam minimal 1 meter dan

tanggul harus kuat agar mampu menahan air. Agar sirkulasi air lancar,

kolam juga harus memiliki pipa pemasukan air maupun pengeluaran

air yang disaring agar mencegah masuknya predator melalui pipa.

Banyak sedikitnya benih Ikan Nila (oreochormis niloticus) yang

akan ditebar harus disesuaikan dengan kolam berapa ukuran panjang

dan lebar kolam pemeliharaan yang tersedia. Hal ini dilakukan untuk

menjaga agar padat tebar Ikan Nila (oreochormis niloticus) di kolam

sesuai dengan keperluan sehingga perkembangan pembesaran ikan

nila dapat maksimum.

D. Persiapan kolam

Langkah-langkah dilakukan dalam persiapan kolam yaitu

sebagai berikut :

6
1. Pengeringan dasar kolam, pengeringan mutlak dilakukan karena

berfungsi menghilangkan senyawa beracun saerta membasmi

hama dan penyakit ikan, juga untuk memperbaiki pematang yang

longsor dengan cara menambal dengan tanah bagian berlubang,

serta perbaikan pintu pemasukan dan pengeluaran air jika ada

yang tidak berfungsi misalnya saringan yang rusak atau koyak,

untuk mencegah ikan liar masuk ke dalam kolam, mengikuti arus

air, seperti ikan gabus, belut dan sebagainya.

2. Pengapuran, digunakan kapur dolomit bertujuan untuk memperbaiki

kualitas dasar kolam. Takaran yang dianjurkan 250 gr/m 2 – 500

gr/m2 luas kolam. Untuk kolam seluas 100 m 2, dosis kapur yang

disebar 25000 gr – 50.000 gr atau 25 – 50 kg. Biarkan selama

5 sampai 7 hari.

3. Pemupukan, dilakukan untuk menumbuhkan makanan alami yang

sangat dibutuhkan, baik oleh benih maupun induk di kemudian hari.

Sangat dianjurkan pupuk berupa kotoran unggas yang sudah

menjadi tanah. Dengan takaran 250 gr/m 2 – 500 gr/m2 ; pupuk di

sebar merata di dasar kolam.

4. Untuk kolam seluas 100 m2 harus disediakan pupuk kandang

antara 25.000 gr – 50.000 atau 25 kg atau 50 kg. Dibiarkan selama

7 hari.

5. Pengisian air, setelah persiapan selesai masukkan air kedalamnya

hingga ketinggian 10 cm dan biarkan selama beberapa hari agar

7
makanan alami tumbuh. Kemudian, pemasukan air ditambah lagi

sampai mencapai ketinggian 100 Cm.

E. Sarana Budidaya

Alat/sarana yang digunakan oleh masyarakat pembudidaya

Desa Sei Tatas Kecamatan, Pulau Petak Kabupaten Kapuas adalah

hampir sama semua, misalnya :

1. Kapur dolomit

Yang gunanya untuk menaikkan kadar pH kolam dan

mengendapkan lumpur yang baru dibuat.

2. Pupuk kandang

Pupuk yang gunanya untuk membuat kolam ditumbuhi oleh

makanan alami dan membuat kolam menjadi subur.

3. Benih ikan

Benih ikan didapatkan dari Balai Benih yang ada di Kuala

Kapuas yaitu dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten

Kapuas, ukuran benih yang ditebarkan ukurannya berkisar antara

3-5 cm yang seragam.

4. Pakan ikan

Pakan yang diberikan berupa Pellet (buatan pabrik) yaitu

ukuran pakan No. 1 (satu) yaitu PF 118 dengan kandungan

Protein 30 %.

8
F. Penebaran Benih

Setelah kolam dinyatakan sudah siap, lalu dilakukan penebaran

benih nila dengan ukuran 3-5 cm dengan padat penebaran 10-15

ekor/m2. Untuk kolam ukuran 100 m2 dapat ditebari benih 1.000 ekor.

Benih yang dipilih benar-benar sehat dengan ciri-ciri : warna cerah,

gerakannya lincah dan tidak sakit. Agar benih tidak menderita stress

oleh perbedaan suhu udara dan air. Penebaran benih dilakukan pada

pagi atau sore hari. Penebaran pada siang hari dapat membahayakan

keselamatan benih.

Penebaran benih harus dilakukan dengan hati-hati. Cara yang

aman dan praktis dengan mendiamkan wadah berisi air beberapa saat

hingga suhunya sama dengan suhu air kolam pembesaran. Kemudian

wadahnya digulingkan secara perlahan-lahan. Biarkan benih keluar

dengan sendirinya. Tinggal saat pertama kali menebar benih harus

dicatat agar waktu panen dapat dipastikan.

G. Pemberian Pakan

Untuk benih ikan sampai hari ketiga, benih tidak perlu diberi

makan karena pakan alami hasil pemupukan masih tersedia.

Menginjak hari keempat barulah kita memberikan pakan buatan

berupa pellet berkadar protein 25%. Pakan berupa pellet diberikan

setiap hari sebanyak tiga kali pemberian, disesuaikan dengan umur

dan ukuran ikan.

9
Untuk mengetahui pertambahan berat badan ikan yang ada di

kolam, dilakukan penangkapan seminggu sekali kurang lebih 30% dari

jumlah ikan keseluruhan.

Untuk ukuran 20-50 gr diberikan pellet sebanyak 4% - 5% dari

bobot total ikan, 50-200 gr diberikan pellet sebanyak 3% dan ukuran

200-500 gr sebanyak 2% dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari.

H. Pembesaran

Kolam untuk membesarkan Ikan Nila (Oreochormis Niloticus)

harus dipersiapkan lebih dulu dengan cermat, baik itu meliputi

pengolahan dasar kolam, pengeringan, pemupukan, pengapuran dan

penggenangan air selama 5-7 hari agar diperoleh hasil panen yang

optimal. Juga pakan tambahan dari luar berupa pellet berkadar protein

25% diberikan setiap hari sebanyak 3-5% dari bobot ikan keseluruhan

diberikan 3 kali perhari, pagi, siang dan sore.

Jika selama pemeliharaan berjalan normal dalam tempo 6-7

bulan dengan berat hasil panen mencapai 250-350 gr/ekor, sudah

dapat di konsumsi.

10
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Usaha pemeliharaan Ikan Nila (Oreochormis Niloticus) di

Kabupaten Kapuas mempunyai prospek yang cukup baik

dikembangkan, karena permintaan pasar yang cenderung sangat

meningkat dan rasanya yang gurih serta ditunjang pula harganya yang

relatif mahal dibandingkan dengan ikan hasil budidaya air tawar

lainnya di sekitar Kuala Kapuas.

Pemeliharaan Ikan Nila (Oreochormis Niloticus) di kolam

merupakan salah satu cara budidaya ikan yang mudah dikembangkan

di Kabupaten Kapuas karena wilayahnya yang banyak air dan sungai

serta pola budidaya ikan yang mulai digandrungi masyarakat. Juga

sebagai alternatif sumber pendapatan dan pemenuhan gizi keluarga.

Makanan bagi Ikan Nila (Oreochormis Niloticus) juga tidak sulit,

karena ia mau menyantap segala jenis makanan alami ataupun buatan

(pellet), bahkan diberi dedak halus ataupun ampas tahu ia mau juga.

Ikan Nila (Oreochormis Niloticus) termasuk jenis ikan pemakan

campuran (omnivora).

Berbeda dengan jenis ikan konsumsi lainnya, Ikan Nila

(Oreochormis Niloticus) termasuk golongan pemakan segala ini dapat

dibudidayakan (pembesaran) dengan berbagai sistem, antara lain

11
sistem air deras, keramba, jaring terapung, longyam serta di kolam air

tergenang (stagnat water). Oleh karena dibudidayakan dengan banyak

cara itulah, maka Ikan Nila (Oreochormis Niloticus) dapat dijadikan

alternatif pemilihan usaha.

B. Saran

Selama masa pemeliharaan perlu diawasi kemungkinan adanya

serangan hama dan penyakit. Cara yang paling aman untuk

mengendalikan hama adalah secara fisik menangkap langsung hewan

liar/hama tadi atau mencegahnya masuk ke dalam kolam.

Sedangkan penyakit ikan dapat dicegah dengan pengapuran

yang seimbang untuk mempertahankan kualitas air, serta diupayakan

suhu air tidak kurang dari 28 0C.

12
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, Petunjuk Teknis Budidaya Ikan Nila (Buku I). Direktorat Bina
Produksi, Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian,
Jakarta. 1989.

----------, Petunjuk Teknis Budidaya Ikan Nila Merah (Oreochormis Sp).


Dinas Perikanan Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat. Bandung.
1988.

----------, Petunjuk Teknis Budidaya Ikan Nila Merah Proyek Diversifikasi


Pangan dan Gizi Sub Sektor Perikanan, Direktorat Jenderal
Perikanan, Departemen Pertanian. Jakarta 1996/1997.

Cholik, F., Artati dan Rahmat Arifin. Pengelolaan Kualitas Air Dalam
Kolam Ikan. 1991.

Hassanudin Saanin. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Bina Cipta


Jakarta. 1992.

Puslitbang Perikanan. Petunjuk Pengoperasian Unit Sarana Pembesaran


Ikan Nila. 1988.

13

Anda mungkin juga menyukai