0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan3 halaman

Pajak Restoran: Aturan dan Perhitungan

Diunggah oleh

boy1964
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan3 halaman

Pajak Restoran: Aturan dan Perhitungan

Diunggah oleh

boy1964
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PAJAK RESTORAN (PB1)

Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011, tentang Pajak Restoran


Restoran adalah fasilitas penyedia makan dan/ minuman yang dipungut
bayaran, yang mencakup juga rumah makan, kafetaria, kantin, warung,
bar, dan sejenisnya termasuk jasa boga/ katering.
Pajak Restoran dipungut pajak atas pelayanan yang disediakan oleh
restoran.
OBJEK PAJAK
1. Objek Pajak Restoran adalah pelayanan yang disediakan oleh restoran.
2. Pelayanan yang disediakan restoran meliputi :
1. Pelayanan penjualan makanan dan/atau minuman yang dikonsumsi
oleh pembeli, baik dikonsumsi ditempat pelayanan maupun
ditempat lain.
3. Tidak termasuk objek Pajak Restoran sebagaimana dimaksud pada
angka (1), adalah:
1. Pelayanan yang disediakan restoran atau rumah makan yang
pengelolaannya satu manajemen dengan hotel;
2. Pelayanann yang disediakan oleh restoran yang nilai penjualannya
(peredaran usaha) tidak melebihi Rp. 200.000.000,00 (dua ratus
juta rupiah) per tahun.
SUBJEK PAJAK
Subjek Pajak Restoran adalah orang pribadi atau badan yang membeli
makanan dan/ atau minuman dari restoran.
WAJIB PAJAK
Wajib Pajak Restoran adalah orang pribadi atau badan yang
mengusahakan restoran.
DASAR PENGENAAN PAJAK
Dasar pengenaan Pajak Restoran adalah jumlah pembayaran yang
diterima atau seharusnya diterima restoran.
TARIF PAJAK
Tarif Pajak Restoran ditetapkan sebesar 10 % (sepuluh persen).
CARA PERHITUNGAN PAJAK
Berdasarkan pokok Pajak Restoran yang terutang dihitung dengan cara
mengalikan tarif pajak yaitu 10% dengan dasar pengenaan pajak yaitu
jumlah pembayaran yang diterima atau yang seharusnya diterima
restoran.
MASA PAJAK
1. Masa pajak adalah jangka waktu yang lamanya sama dengan 1 (satu)
bulan takwim.
2. Bagian dari bulan dihitung satu bulan penuh.
SAAT TERUTANG PAJAK
1. Pajak Restoran yang terutang terjadi pada saat pembayaran kepada
pengusaha restoran atas pelayanan di restoran.
2. Dalam hal pembayaran dilakukan sebelum pelayanan restoran
diberikan, pajak terutang pada saat terjadi pembayaran.

Bagi penikmat kuliner atau yang punya hobi traveling mungkin tidak asing dengan istilah service
& tax saat makan di restoran hotel berbintang. Pada umumnya kita akan dikenakan tambahan
biaya sebesar 21% atau sering juga ditulis dengan ++ (plus plus). Sebagian dari pasti bertanya-
tanya kenapa harus ada tambahan 21%. Kenapa tidak nett saja? Darimana sebenarnya angka
21% ini muncul?

Service (Jasa/Pelayanan)
Komponen service adalah biaya pelayanan yang dibebankan kepada pelanggan sebagai biaya
jasa pelayanan selama tamu atau pelanggan berada di hotel tersebut. Besaran biaya service
pada umumnya sebesar 10% dari harga jasa atau produk yang diberikan.
Service ini nantinya akan dikumpulkan oleh manajemen selama satu bulan kemudian dibagikan
di bulan berikutnya berdasarkan Peraturan dan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.
Secara normatif, uang jasa pelayanan ini akan dibagikan kepada karyawan hotel sebesar 95%
karena 2% dialokasikan sebagai dana kegiatan karyawan dan 3% dialokasikan sebagai dana
cadangan hilang dan kerusakan (Loss & Breakage).
Tax (Pajak)
Pajak yang dimaksud disini adalah Pajak Pembangunan disebut juga PB1. Bukan PPN. Semua
hal mengenai PB1 diatur oleh Perda di daerah masing-masing. Besaran PB1 adalah 10% dari
harga pokok ditambah service atau 11% dari harga pokok.
Contoh perhitungan:
Kita membeli makanan seharga Rp. 100.000,++ maka pada akhirnya kita akan membayar
sebesar Rp. 121.000, nett karena adanya biaya service & tax tadi. Berikut perhitungannya:
Harga pokok: 100.000,-
Service: 10% x 100.000 = 10.000,-
Pajak PB1: 10% x (100.000 + 10.000) = 11.000,-
Total: Rp. 121.000,-

Tanya:
Kalo baca diaturan Pajak daerah, Pajak restoran itu diberlakukan kepada restoran yang omsetnya diatas 10jt per
bulan,
Nah yang mau saya tanyakan adalah itu teknis nya kayak gimana ya???

usaha kita sekarang baru jalan 4 bulan,...kebetulan keempat-empat nya beromset tidak lebih dari 10jt,..

cuman di bulan kelima,....usahanya meningkat rame,...jadi baru pertengahan bulan udah lewat 10jt omsetnya,.....
itu gimana ya pajak nya,.....pas awal-2 bulan kita gak mungut pajak rsto yg 10% ke pelanggan,,,karena
biasanya ,..memang resto kita gak pernah nyampe omset 10jt per bulan.

jadi kita mau nanya nich ke para ahli pajak,..sebetulnya teknis nya gimana sich terkait dengan pajak restoran
ini ?????

Jawab :
kurang lebih sama perlakuannya seperti PPN, jika omset telah memenuhi selayaknya buat NPWPD dan pungut

Tanya:
berarti sepanjang omset kita belum menembus 10jt, tidak perlu mendaftar NPWPD ya ?
kalo omset nya fluktuatif,.....misalkan dalam setahun itu yg mencapai 10jt hanya 2 bulan saja,...gimana ya ??
Jawab :
Mending segala usaha didaftrakan NPWPD, untuk nanti jika omset dibawah 10JT maka pengenaan PB1 nya 0.
tetap melakukan pelaporan biar aman.

Tanya:
Misalkan saya mungut Pajak restoran nich ya,,..ternyata pas akhir bulan ,,omset saya gak sampai 10jt.--> artinya
kan saya sebetulnya gak wajib mungut.
nah ini terlanjur mungut,...gimana ??? balikin ke konsumen kan gak mungkin,..

Jawab :
kalau sudah mendaftarkan diri dan mungut pajak restoran, seterusnya akan pungut pajak restoran, gak perduli
omsetnya dibawah atau diatas 10juta perbulan

Kuncinya Orang/Badan bisa atau dapat dijadikan Wajib Pajak apabila terpenuhi syarat Subjektif + Objektif dalam
ketentuan umum pajak daerah masing2 Perda Daerah tersebut.

Mengingat sistem objek pajak tersebut Self Assessment maka apabila sudah pantas dianggap sebagai Wajib
Pajak, Orang/Badan tersebut hendaknya melaporkan usahanya maksimal 1 bulan sejak terpenuhinya syarat
menjadi Wajib Pajak Daerah tersebut untuk mendapatkan NPWPD atau NOPD ke Badan Pendapatan Daerah
sesuai objek wilayahnya.

Anda mungkin juga menyukai