0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan14 halaman

Kreativitas Guru Agama di Sekolah Islam

Diunggah oleh

dewimuthmainnah28
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan14 halaman

Kreativitas Guru Agama di Sekolah Islam

Diunggah oleh

dewimuthmainnah28
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Journal on Education

Volume 05, No. 03, Maret-April 2023, pp. 6263-6276


E-ISSN: 2654-5497, P-ISSN: 2655-1365
Website: [Link]

Peran Guru Agama dalam Pengembangan Kreativitas Siswa di Anuban


Muslim Songkhla School

Andini Arafah1, Selamat Pohan2


1, 2
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jl. Kapten Muchtar Basri No.3, Glugu Darat II, Kec. Medan Tim., Kota
Medan, Sumatera Utara
andiniarfh306@[Link]

Abstract
Creative teachers are teachers who have creativity or as innovators. So that their creativity does not appear
suddenly, but rather a lot of experience gained by the teacher in the learning process by preparing learning
methods, preparing the devices used, and the material to be delivered in the learning process. This study aims
to reveal the creativity of Islamic Religious Education teachers in the formation of the character of the students
of State the anubanmuslimSongkhlaschool .This study used a qualitative approach with case study design.
Data was collected by using interview, observation and documentation techniques. The results of the study
show that: (1) are able to convey material with creative models and methods and provide examples for students
both inside and outside of learning, (2) need a process to instill character and instill students' awareness, (3)
there is encouragement and motivation (press) from within is the principal and teachers, while encouragement
from outside is parents, traditional leaders and local government. (4)The realization of character habituation
that is always applied in the school environment or in the community. (5) The supporting factor for the
realization of character habituation in schools comes from school principals, teachers and local governments,
while the inhibiting factor is the difficulty of communicating with students and the community due to
differences in language.
Kata Kunci: Religion techer,Education, Creativity

Abstrak
Guru kreatif adalah guru yang memiliki kreativitas atau sebagai inovator. Yang seperti itu Kreativitas mereka
tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan banyak pengalaman yang didapat oleh guru dalam proses
pembelajaran dengan menyiapkan metode pembelajaran,mempersiap kan perangkat yang digunakan, dan
materi yang akan disampaikan dalam proses [Link] ini bertujuan untuk mengungkap
kreativitas guru Pendidikan Agama Islam dipembentukan karakter siswa anuban muslim Songkhla school.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif pendekatan dengan desain studi kasus. Pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara,teknik observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1)
mampu menyampaikan materi dengan model dan metode kreatif serta memberikan contoh bagi siswa baik di
dalam maupun di luar pembelajaran, (2) perlu proses untuk menanamkan karakter dan menanamkan kesadaran
siswa, (3) ada dorongan danmotivasi (tekan) dari dalam adalah kepala sekolah dan guru, sedangkan dorongan
dari luar adalah orang tua, tokoh adat dan local pemerintah. (4) Terwujudnya pembiasaan karakter yang
senantiasa diterapkan di lingkungan sekolah atau masyarakat. (5) Faktor pendukung untuk perwujudan
pembiasaan karakter di sekolah berasal dari kepala sekolah,guru dan local pemerintah, sedangkan faktor
penghambatnya adalah masyarakat yang kurang berbudaya dan berlingkunngan.
Kata Kunci: Guru Agama, Pendidikan, Kreativitas

Copyright (c) 2023 Andini Arafah, Selamat Pohan


Corresponding author: Andini Arafah
Email Address: andiniarfh306@[Link] (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Kota Medan, Sumut)
Received 24 January 2023, Accepted 01 February 2023, Published 01 February 2023

PENDAHULUAN
Guru adalah seorang aktor utama dalam pendidikan sekaligus orang yang menentukan
berhasil atau tidaknya proses pembelajaran. Pendidikan sangatlah penting dan mutlak bagi setiap
manusia untuk menyempurnakan diri manusia secara terus menerus. Pendidikan tidak hanya proses
6264 Journal on Education, Volume 05, No. 03, Maret-April 2023, hal. 6263-6276

mentransfer ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh guru kepada peserta didiknya namun juga
membentuk kepribadian yang baik kepada peserta didiknya. Pendidikan berupaya untuk membentuk
peserta didik yang unggul dalam hal pengetahuan (knowledge), sikap (attitude) maupun ketrampilan
(skill).
Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa
gagasan, gagasan baru atau berupa karya nyata, karya baru atau gabungan dengan hal-hal yang sudah
ada (Fazelian & Azimi, 2013). Pada dasarnya setiap individu memiliki potensi kreatif yang berbeda-
beda, mulai dari anak yang ingin tahu tentang sesuatu, suka bertanya kepada anak yang suka
berimajinasi tinggi(Robinson & Aronica, 2016). Hal ini tidak terlepas dari faktor orang tua dan guru
di sekolah. yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa. Pelajar adalah generasi yang akan
melanjutkan perjuangan bangsa kita di masa depan. Itu karakter siswa yang terbentuk dari sekarang
akan sangat menentukan karakter siswa ini bangsa. Karakter siswa terbentuk dengan baik jika dalam
proses pertumbuhan dan perkembangan merekamengajar siswa terlihat ikut serta kegiatan
pembelajaran berlangsung dengan antusias karena guru memperkenalkan beberapa media menarik
yang mereka miliki belum mengenal sebelumnya. Ada juga siswa yang asyik dengan dunianya di
dalam kelas, yaitu bercanda dengan teman sekelasnya karena merasa kurang tertarik dengan
pembelajarannya. Ini adalah dituntut oleh guru yang dapat menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan.

METODE
Penelitian yang digunakan dalam karya ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan
pendekatan studi kasus, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan
apa yang diteliti mengenai kreativitas studi kasus guru Pendidikan Agama Islam Anuban Muslim
Songkhla School. Penelitian pendekatan menggunakan pendekatan studi kasus, yaitu suatu upaya
untuk mengkaji secara mendalam tentang suatu kasus yang sedang terjadi dipelajari melalui proses
siklus yang ada pada sampel secara keseluruhan (Gable, 1994).Sumber data primer adalah data yang
diperoleh dari informan yang diamati di lapangan. Oleh karena itu, data yang diperoleh peneliti
berasal dari informan atau kejadian di lapangan. Itu sumber data primer adalah Guru Bimbingan
Konseling (BK), Pendidikan Agama Islam Guru (PAI), Guru Mata Pelajaran Lain, Tokoh Spiritual,
Kepala Sekolah dan [Link] teknik pengumpulan menggunakan observasi, wawancara dan
dokumentasi. Sedangkan data teknis analisis menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi
atau penarikan kesimpulan (Amaratunga [Link], 2002).

HASIL DAN DISKUSI

Peran dan Fungsi Guru Pendidikan Agam Islam


Pengertian Guru PendidikaniAgama iIslam
Peran Guru Agama dalam Pengembangan Kreativitas Siswa di Anuban Muslim Songkhla School, Andini Arafah,
Selamat Pohan 6265

Guru iadalah iunsur imanusiawi idalam ipendidikan. iGuru iadalah ifigur imanusia isumber
iyang imenempati iposisi idan imemegang iperanan ipenting idalam ipendidikan. iDi isekolah iguru
ihadir iuntuk imengabdikan idiri ipada iumat imanusia idalam ihal iini ianak ididik. iNegara
imenuntut igenerasi iyang imemerlukan ipembinaan idan ibimbingan idari iguru. iKeberhasilan
ipendidikan imanusia iditentukan ioleh ipemahamannya iakan isumber ipendidikan iterhadap iproses
ibelajar imengajar, isebagaimana idirasakan ioleh imanusia isecara ikeseluruhan, iterlebih-lebih ianak
ididik i(siswa) ipada ikhususnya, iutamanya imasalah ipendidikan iagama iIslam.
Menurut KPPN (Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasional) Pendidikan Agama Islam (PAI)
merupakan bagian pendidikan yang amat penting yang berkenaan dengan aspekaspek seperti sikap
dan nilai, antara lain akhlaq dan keagamaan. Oleh karena itu Pendidikan Agama menjadi tanggung
jawab keluarga, masyarakat dan pemerintah. Sedangkan menurut Ditbinpaisun Pendidikan Agama
Islam adalah suatu usaha bimbingan dana asuhan terhadap anak didik, agar nantinya setelah selesai
dari pendidikan dapat memahami apa yang terkandung di dalam islam secara keseluruhan,
menghayati makna dan maksud serta tujuannya dan pada akhirnya dapat mengamalkannya serta
menjadikan ajaran-ajaran agama Islam yang telah dianutnya itu sebagai pandangan hidupnya sehingga
dapat mendatangkan keselamatan dunia dan akhiratnya kelak.
Peran dan Fungsi Pendidikan Agama Islam i
Pendidikan iagama iIslam imempunyai iperanan ipenting idalam ipembangunan isuatu
ibangsa, ikarena ikeberhasilan isuatu ibangsa iditentukan ioleh ifaktor imanusianya, idalam ihal iini
ipendidikan ipada idasarnya imerupakan isuatu iproses iperubahan iperilaku, imelalui iusaha
iperubahan isikap, iwatak, iserta imelatih idiri idalam iketerampilan iyang ibermanfaat. iDi idalam
imasyarakat, idari iyang ipaling iterbelakang isampai iyang ipaling imaju, iguru imemegang iperanan
ipenting, ihampir itanpa ikecuali, iada imasyarakat iyang imengakui ipentingnya iperanan iguru iitu
idengan icara iyang ilebih ikongkrit idari ipada imasyarakat iyang ilain. iNamun idemikian, imasih
iada imasyarakat iyang imenyangsingkan ibesarnya itanggung ijawab iguru.
Peranan guru bukan hanya sekedar pemberi ilmu pengetahuan kepada siswa-siswanya di
depan kelas tetapi merupakan seorang tenaga profesional yang dapat menjadikan siswa mampu
merencanakan, menganalisa dan mengumpulkan masalah yang dihadapi. Guru juga harus mampu
melihat serta memperhatikan apakah para siswa benar-benar mengikuti pelajaran yang
disampaikannya. Berhasilnya semua itu tentu terkait dengan metode pembelajaran yang diterapkan
oleh seorang guru dalam menyampaikan pelajaran. Adapun iperan idan ifungsi ipendidikan iagama
iislam iyaitu i: imenurut iJalaluddin imenuturkan iada ibeberapaifungsiiagamaidalam
masyarakat,iantara ilain: ia).Peran pendidikan agamaidalam ipendidikaniialah imemiliki fungsi
sebagai ipedoman dariiperintah, larangan dengan tujuan agar i ipemeluk agama tersebut iberada
idalam ikebenaran iagama iyang idipercayainya. ib).Peran ipendidikan iagamaidalam
penyelamataniialah fungsinyaisebagai imemberikanirasaikeamanan i idalamijiwa manusia,
keselamataniyang dipercayai adaipada agama akan memberikanirasa ikeamanan idalam idiri
6266 Journal on Education, Volume 05, No. 03, Maret-April 2023, hal. 6263-6276

iseseorang, denganimencakup ikebahagiaan idunia idan ikebahagiaan iakhirat.c).Peranipendidikan


agamaidalam perdamaian,iialahididasariidari i iagama i iitu isendiriiyang mana setiapiagama
memilikiiperaturaniyangisudah ipasti imemberikan halipositif i iapabilaidilakukan ioleh orang
yangimeyakini iagamanya, isehinggihal iini menjadiiperingatan i i iuntuk tidak melakukan iapa yang
iseharusnya idilakukan. d).Peran ipendidikan iagama idalam imengoptimalkan isuatu ikelompok iialah
ididalam ipendidikan i iagama i iterdapat i ipendidikan i iyang i imenjadi i ifokus iuntuk imengetahui
ipermasalahaniyang iberkaitanidenganituhan,sosial, i i idan alam,sehingga iseseorang iakan
imenghargai isesama inya iapabila idirinya itelah imelaksanakan iapa iyang iada idalam ipendidikan
iagama .e).Peran i ipendidikan i iagama i idalam i imenumbuhkan irasa isolidaritas; i ijika i ifungsi i
iini idilakukan i idengan i isungguh-sungguh i idan i itulus, i imakai ipersaudaraan i iyang ikokoh
iakan iberdiri ikokoh isebagai ipilar i“Masyarakat iSipil” iyang mengagetkan. f).Peran i ipendidikan i
iagama i idalam i ikehidupan i iindividual; i iajaran i iagama idapatimengubah ikehidupan ipribadi
isetiap iindividu iatau ikelompok imenjadi ikehidupanipengganti. iDengan ifungsi itersebut, iagama
iharus itetap imenjadi iagen iperubahan idalam inilai-nilai i idan i ilandasan i imoral i ibagi i
ikehidupan i ibermasyarakat, i iberbangsa idan ibernegara. g).Peran pendidikan iagama i idalam i
imempengaruhi i ikreatif seseorang, imendukung idan i imendorong i ifungsi i ipembaruan i iuntuk i
imengajak i iumat i iberagama i iagar i idapat iberperan i isecara i iproduktif i idan i iinovatif i itidak i
ihanya i iuntuk i idirinya i isendiri i itetapi ijuga iuntuk iorang ilain. ih). Peran i ipendidikan i iagama i
idalam i iprilaku i(dari i isifat iperubahan i iemosi); i iAjaran iagama i imenyucikan i isemua i iusaha i
imanusia, i itidak i ihanya iyang i ibersifat i ispiritual, itetapi i ijuga i iyang i ibersifat i icanggih. i
iUsaha i imanusia iseringkali idilakukan i iselama itidak ibertentangan idengan inorma iagama idan
idengan iniat iyang [Link] i idemikian, i ipendidikan i iagama i idalam i imasyarakat i
imemegang iperanan ipenting idalam ikehidupan ibermasyarakat idan idalam imeningkatkan imoral
iberbangsa idan ibernegara.
Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam
Dalam kamus bahasa Indonesia kontemporer dinyatakan bahwa, “kompeten artinya cakap
(dalam menentukan/merumuskan sesuatu), sedangkan kompetensi artinya wewenang untuk
memutuskan sesuatu.16 Adapun kompetensi guru agama dimaksudkan wewenang guru agama dalam
memutuskan sesuatu sebagai upaya membantu siswa menuju kepada kedewasaan. Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi guru agama adalah kecakapan guru
agama dalam melaksanakan tugasnya dalam pengertian pemilikan pengetahuan, keterampilan dan
kemampuan yang dituntut oleh jabatan guru agama.
Kompetensi yang harus dimiliki oleh guru pendidikan agama islam yaitu kompetensi
pedagogik,kepribadian,sosial,profesional, dan kepemimpinan adapun yang dimaksud dari lima
kompetensi guru pendidikan agama islam sebagai berikut :
Kompetensi Pedagogik
Peran Guru Agama dalam Pengembangan Kreativitas Siswa di Anuban Muslim Songkhla School, Andini Arafah,
Selamat Pohan 6267

1. Pemahaman karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan
intelektual;
2. Penguasaan teori dan prinsip belajar pendidikan agama;
3. Pengembangan kurikulum pendidikan agama;
4. Penyelenggaraan kegiatan pengembangan pendidikan agama;
5. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan dan
pengembangan pendidikan agama;
6. Pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki
dalam bidang pendidikan agama;
7. Komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik;
8. Penyelenggaraan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar pendidikan agama;
9. Pemanfaatan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran pendidikan agama;
dan
10. Tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama.
Kompetensi Kepribadian
1. Tindakan yang sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia;
2. Penampilan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan
masyarakat;
3. Penampilan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa;
4. Kepemilikan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya
diri; serta
5. Penghormatan terhadap kode etik profesi guru
Kompetensi Sosial
1. Sikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif berdasarkan jenis kelamin, agama,
ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi;
2. Sikap adaptif dengan lingkungan sosial budaya tempat bertugas; dan
3. Sikap komunikatif dengan komunitas guru, warga sekolah dan warga masyarakat.
Kompetensi Profesional
1. Penguasaan materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran
pendidikan agama;
2. Penguasaan standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran pendidikan agama;
3. Pengembangan materi pembelajaran mata pelajaran pendidikan agama secara kreatif;
4. Pengembangan profesionalitas secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif; dan
5. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan
diri.
Kompetensi Kepemimpinan
6268 Journal on Education, Volume 05, No. 03, Maret-April 2023, hal. 6263-6276

1. Kemampuan membuat perencanaan pembudayaan pengamalan ajaran agama dan perilaku akhlak
mulia pada komunitas sekolah sebagai bagian dari proses pembelajaran agama;
2. Kemampuan mengorganisasikan potensi unsur sekolah secara sistematis untuk mendukung
pembudayaan pengamalan ajaran agama pada komunitas sekolah;
3. Kemampuan menjadi inovator, motivator, fasilitator, pembimbing dan konselor dalam
pembudayaan pengamalan ajaran agama pada komunitas sekolah; serta
4. Kemampuan menjaga, mengendalikan, dan mengarahkan pembudayaan pengamalan ajaran
agama pada komunitas sekolah dan menjaga keharmonisan hubungan antar pemeluk agama
dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tinjauan Umum Pendidikan Agama Islam
Pengertian Pendidikan Agama Islam
PAI dibangun oleh dua makna esesnsial yakni “pendidikan” dan “agama Islam”. Salah satu
pengertian pendidikan menurut Plato adalah mengembangkan potensi siswa, sehingga moral dan
intelektual mereka berkembang sehingga menemukan kebenaran sejati, dan guru menempati posisi
penting dalam memotivasi dan menciptakan lingkungannya (Musyafa’Fathoni, 2010). Dalam etiknya
Aristoteles, pendidikan diartikan mendidik manusia untuk memiliki sikap yang pantas dalam segala
perbuatan (Bunyamin, 2018). Menurut Rifqi Amin beliau menjelaskan bahwa pendidikan agama
Islam, “usaha mengkaji ilmu secara terencana untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang
beriman, serta dengan sadar dan tulus menerapkan nilai-nilai Islam dalam segala sektor kehidupan
yang sedang atau akan ditempuhnya”.
Dalam pandangan al-Ghazali pendidikan adalah usaha pendidik untuk menghilangkan akhlak
buruk dan menanamkan akhlak yang baik kepada siswa sehingga dekat kepada Allah dan mencapai
kebahagiaan dunia dan akhirat (Hamim, 2014). Sedangkan Ibnu Khaldun memandang bahwa
pendidikan itu memiliki makna luas Menurutnya pendidikan tidak terbatas pada proses pembelajaran
saja dengan ruang dan waktu sebagai batasannya, tetapi bermakna proses kesadaran manusia untuk
menangkap, menyerap, dan menghayati peristiwa alam sepanjang zaman (Akbar, 2015).
“Pendidikan agama dan keagamaan itu merupakan pendidikan dilaksanakan melalui mata
pelajaran atau kuliah pada semua jenjang pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan
serta membentuk sikap, kepribadian manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, juga keterampilan dan kemampuan peserta didik dalam menyikapi nilai-nilai agama, serta untuk
mempersiapkan peserta didik menjadi manusia yang dapat menjalankan dan mengamalkan ajaran
agamanya” (Kementerian Hukum, 2015)
Pendidikan Islam adalah usaha orang dewasa muslim yang bertakwa secara sadar
mengarahkan dan membimbing pertumbuhan serta perkembangan fitrah (kemampuan dasar) anak
didik melalui ajaran Islam ke arah titik maksimal pertumbuhan dan perkembangannya. Pendidikan
Islam merupakan sebuah usaha untuk menjadikan anak keturunan dapat mewarisi ilmu pengetahuan
Peran Guru Agama dalam Pengembangan Kreativitas Siswa di Anuban Muslim Songkhla School, Andini Arafah,
Selamat Pohan 6269

(berwawasan islam). Setiap usaha dan tindakan yang disengaja untuk mencapai tujuan harus
mempunyai sebuah landasan atau dasar tempat berpijak yang baik dan kuat.
Dasar Pendidikan Agama Islam
Dasar Yuridis
Dasar pelaksanaan pendidikan agama berasal regulasi yang berlaku di Indonesia, mencakup
dasar ideal, dasar struktural, dan dasar operasional. Maksud dasar ideal adalah dasar yang bersumber
dari pandangan hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, dimana sila pertama adalah Ketuhanan Yang
Maha Esa. Hal ini mengandung pengertian seluruh bangsa Indonesia harus percaya kepada Tuhan
Yang Maha Esa. Dalam ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang Pendidikan Agama (Eka Prasetia
Pancakarsa) disebutkan bahwa dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa, bangsa Indonesia menyatakan
kepercayaan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan oleh karena itu, manusia Indonesia
percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya
masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab (Ahmadi, 1985).
Dasar Religius
Dasar religius dalam uraian ini adalah dasar yang menjadi pegangan dalam pelaksanaan PAI
yakni Alquran dan hadits. Sebagaimana Marimba (1964) mengemukakan bahwa dasar PAI adalah
keduanya itu yang jika pendidikan diibaratkan bangunan, maka isi Alquran dan hadits-lah yang
menjadi fundamennya. Salah satu di antara banyak ayat Alquran yang cukup sering dikaitkan dengan
dasar ini adalah surat an-Nahl ayat 125.
Dasar Sosial Psikologis
Dasar ipelaksanaan iPAI iditinjau ipula idari isegi isosial ipsikologis. iPada ihakikatnya
isemua imanusia idalam ihidupnya iselalu imembutuhkan iadanya ipegangan, iyaitu iberupa iagama.
iJuga imenunjukkan ibahwa isemua imanusia imemerlukan iadanya ibimbingan itentang inilai-nilai
iagama idan imerasakan idalam ijiwanya iada isuatu iperasaan iyang imengakui iadanya iDzat iYang
iMaha iKuasa isebagai itempat iuntuk iberlindung iatau imeminta ipertolongan. iSemua imanusia
iakan imerasakan iketenangan ipada ijiwanya iapabila idapat idekat idengan-Nya, imengingat-Nya
iatau idapat imenjalankan isegala iapa iyang idiperintahkan idan imeninggalkan isegala iapa iyang
idilarang-Nya. iFirman iAllah idalam isurat iAr-Ra'd iayat i28 imenegaskan itentang iitu, i"Yaitu
iorang-orang iyang iberiman idan ihati imereka imanjadi itenteram idengan imengingat iAllah.
iIngatlah, ihanya idengan imengingati iAllah-lah ihati imenjadi itenteram”. i(Depag, i2009).
Selain iitu iada ijuga idasar ipendidikan iislam isecara iumum iyaitu i:
1. Al Quran
Menurut pendapat yang paling kuat, seperti yang diungkapkan oleh Subhi Shaleh, al-Qur’an
berarti bacaan, yang merupakan kata turunan (masdar) dari fiil madhi qara’a dengan arti ism al-maful
yaitu maqru’ yang artinya dibaca. “Bacalah dengan (menyebut) Nama Tuhanmu Yang menciptakan,
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Maha
6270 Journal on Education, Volume 05, No. 03, Maret-April 2023, hal. 6263-6276

Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, Dia mengajar kepada manusia apa
yang tidak diketahuinya. (Q.S. al-Alaq: 1-5)
Ayat tersebut merupakan perintah kepada manusia untuk belajar dalam rangka meningkatkan
ilmu pengetahuan dan kemampuannya termasuk didalam mempelajari, menggali, dan mengamalkan
ajaran-ajaran yang ada al-Qur’an itu sendiri yang mengandung aspek-aspek kehidupan manusia.
Dengan demikian al-Qur’an merupakan dasar yang utama dalam pendidikan Islam.
2. As sunnah
Setelah al-Qur’an maka dasar dalam pendidikan Islam adalah as-Sunnah, as-Sunnah
merupakan perkataan, perbuatan apapun pengakuan Rasulullah SAW, yang dimaksud dengan
pengakuan itu adalah perbuatan orang lain yang diketahui oleh Rasulullah dan beliau membiarkan
saja kejadian itu berjalan. Sunnah merupakan sumber ajaran kedua setelah al-Qur’an, Sunnah juga
berisi tentang akidah, syari’ah, dan berisi tentang pedoman untuk kemaslahatan hidup manusia
seutuhnya (Daradjat, 2006:20-21).
Tujuan Pendidikan Agama Islam
Majid iand iAndayani i(2004) imengemukakan itujuh ifungsi idalam iPAI. iKetujuh ifungsi
iitu iadalah ipengembangan, ipenanaman inilai, ipenyesuaian imental, iperbaikan, ipencegahan,
ipengajaran, idan ipenyaluran. iFungsi ipengembangan iberkaitan idengan ikeimanan idan iketakwaan
isiswa ikepada iAllah iSwt. iyang itelah iditanamkan idalam ilingkungan ikeluarga. iFungsi
ipenanaman inilai idiartikan isebagai ipedoman ihidup. iFungsi-fungsi idari ibeberapa ipenulis
itersebut imemberikan iinformasi ikepada ikita ibeberapa ihal ipenting. iPertama, iPAI imemiliki
ifungsi ipenanaman inilai-nilai iIslami imelalui ipembelajaran iyang ibermutu. iKedua, iPAI imemiliki
ifungsi ikeunggulan ibaik ipembelajaran imaupun ioutput iyang idihasilkan, iyakni isiswa idengan
ipribadi iinsan ikamil. iKetiga, iPAI idengan ifungsi irahmatan ili ial’alamin iyang iberarti ibahwa
isiswa, ibaik idalam ikehidupan ipribadi idan isosialnya imampu imenebarkan ikedamaian isebagai
iesensi iajaran iagama iIslam.
Tujuan ipendidikan iIslam iadalah imenciptakan ipemimpin-pemimpin iyang iselalu iamar
ima’ruf inahi imunkar i(Toha, i1996:102). iSebagaimana idisebutkan idalam ifirman iAllah isurat ial-
ibaqarah iayat i30 iyaitu: i“Ingatlah iketika iTuhanmu iberfirman ikepada imalaikat, isesungguhnya
iaku ihendak imenjadikan iseorang ikhalifah idi ibumi" i(QS. ial- iBaqarah: i30)
Tujuan ipendidikan idapat idilihat idari iberbagai isegi. iDilihat idari isegi igradisnya, iada
itujuan iakhir idan itujuan isementara. iDilihat idari isifatnya iada itujuan iumum idan ikhusus, idilihat
idari isegi ipenyelenggaraannya iterbagi iatas iformal idan inon iformal, iada itujuan inasional idan
iinstitusional.
Berikut itujuan ipendidikan iIslam iberdasarkan iperanannya isebagai ihamba iAllah
i(Achmadi, i2005: i95-98):
1. Menjadi ihamba iAllah iyang ibertakwa. iTujuan iini isejalan idengan itujuan ihidup idan
ipenciptaan imanusia, iyaitu isemata-mata iuntuk iberibadah ikepada iAllah. iDengan ipengertian
Peran Guru Agama dalam Pengembangan Kreativitas Siswa di Anuban Muslim Songkhla School, Andini Arafah,
Selamat Pohan 6271

iibadah iyang idemikian iitu imaka iimplikasinya idalam ipendidikan iterbagi iatas idua imacam
iyaitu: ia). iPendidikan imemungkinkan imanusia imengerti ituhannya isecara ibenar, isehingga
isemua iperbuatan iterbingkai iibadah iyang ipenuh idengan ipenghayatan ikepada ike iEsaan-
Nya. ib). iPendidikan iharus imenggerakkan iseluruh ipotensi imanusia i(sumber idaya imanusia),
iuntuk imemahami isunnah iAllah idiatas ibumi. i
2. Mengantarkan isubjek ididik imenjadi ikhalifatullah ifil iard i(wakil iTuhan idiatas ibumi) iyang
imampu imemakmurkannya i(membudayakan ialam isekitarnya)
3. Memperoleh ikesejahteraan, ikebahagiaan ihidup idi idunia isampai iakhirat.
Ketiga itujuan itertinggi itersebut idiatas iberdasarkan ipengalaman isejarah ihidup imanusia
dan dalam ipengalaman iaktivitas idari imasa ike imasa, ibelum ipernah itercapai isepenuhnya ibaik
secara individu imaupun isebagai imakhluk isocial. iMenurut iD. iMarimba imengemukakan ibahwa
tujuan akhir ipendidikan iIslam iadalah iterbentuknya ikepribadian imuslim i(Marimba, i1989:46).
Muhammad iathiyah ial-barbasy iberpendapat ibahwa itujuan iakhir ipendidikan iIslam iadalah
terciptanya iakhlak iyang isempurna idan [Link] iOmar iMuhammad ial-Taumy ial-
Syaibani, itujuan ipendidikan iIslam iada ipada itiga ibidang iasasi iyaitu:
1. Tujuan-tujuan iindividual iyang iberkaitan idengan iindividu-individu ipelajaran i(learning), idan
dengan ipribadi-pribadi imereka, idan iapa-apa iyang iberkaitan idengan iindividu-individu
tersebut ipada iperubahan iyang idiinginkan ipada itingkah ilaku, iaktivitas, idan ipencapaiannya,
dan ipada ipertumbuhan iyang idiingini ipada ipribadi imereka, idan ipada ipersiapan iyang
dimestikan ikepada imereka, ipada ikehidupan idunia idan iakhirat
2. Tujuan-tujuan isosial iyang iberkaitan idengan ikehidupan imasyarakat isecara ikeseluruhan
dengan itingkah ilaku imasyarakat iumumnya, idengan iapa iyang iberkaitan idengan ikehidupan,
imemperkaya ipengalaman idan ikemajuan iyang idiingini
3. Tujuan iprofesional iyang iberkaitan idengan ipendidikan idan ipengajaran isebagai iilmu, sebagai
seni, isebagai iprofesi idan isebagai isuatu iaktivitas idiantara iaktivitas-aktivitas imasyarakat.
Karakteristik iPendidikan iAgama iIslam
Karakteristik ipendidikan iagama iIslam iyaitu iyang imerujuk ipada iaturan-aturan iyang
isudah ipasti, imempertimbangkan idua isisi ikehidupan iyaitu idunia idan iakhirat, ibermisikan
ipembentukan iakhlak, idiyakini isebagai itugas isuci idan idijadikan isebagai iibadah. iKurikulum i
iPendidikan iAgama iIslam idisusun idengan imemiliki ikarakteristik iyaitu i:a).Adanya i isikap i
ispiritual, i ipengetahuan, i iketerampilan i iyang i iseimbang i idan i imampu imengaplikasikannya i
ibaik i idi i idalam i ilingkup i imadrasah i imaupun i idalam i ikehidupan isehari-hari.
ib).Mengembangkan i ikemampuan i ipeserta i ididik i iyang i imampu i idalam i imemahami imateri
iPendidikan iAgama iIslamidan ijuga i i imengaplikasikanya i i i idalam ikehidupannya i ibaik i
isecara i ipribadi i imaupun i ikehidpannya i idalam i ibermasyarakat isehingga i idapat i imenjadi i
icontoh i iyang i ibaik i idalam i ikehidupan i imasyarakat. i ihal i iini idapat idilakukan idengan
ipembiasaan idalam i ilingkungan imadrasah idan ijuga isikap iteladan iguru.c) iMenjadikan i
6272 Journal on Education, Volume 05, No. 03, Maret-April 2023, hal. 6263-6276

imadrasah i isebagai i isalah i isatu i itempat i ibelajar i ibagi i imasyarakat i iyaitu imemberikan
ipengalaman ibelajar ipada ipeseta ididik.d) iMengembangkan i isikap, i ipengetahuan i idan i
iketerampilan i idengan i iwaktu i yang icukup i ioptimal i idengan i imemaksimalkan i iperan i
ikeluarga, i imadrasah i idan i ijuga imasyarakat.e)Mengembangkan i ikompetensi i iinti i idan i
ikompetesi i idasar. i iyairu i ikompetensi iinti ipada i itingkatan i ikelas i iyang i idisusun i isecara i
irinci i idan i ijuga i ikompetensi i idasar ipada itingkatan ikelas itersebut.f) iKompetensi i iinti i iyang
idikembangkan i imenjadi i ikompetens i idasar i iyang i idapat. iSemua i ipembelajaran i idan i ijuga i
ikompetensi i idasar i idiorganisir i untuk i imenjadi ikompetensi iinti.g) imemperhatikan iprinsip-
prinsip iakumulatif, isaling imemperkuat,dan imemperkaya imata ipelajaran idan ijenjang
ipendidikan.i) iMengoptimalkan ipembelajaran i iPendidikan i iAgama i iIslam i iyaitu i i itidak i
ihanya iberfokus i i ipada i i isebuah imata i i ipelajaran i i iyang i i iwajib i i idipelajari i i inamun i i
ijuga ibagaimana i imateri i iPendidikan i iAgama i iIslam i iini i imampu i imeresap idalam i idiri
ipeserta i ididik i iyang i ikemudian idiinternalisasikan i idalam i ikehidupan i isehari-hari. imenjadi
ilandasan idalam iberfikir, ibersikap idan ijuga ibertindak. i
Dalam i itujuan i iPendidikan i iAgama i iIslam i iuntuk i imembentuk i idan i imenguatkan
iiman iatau ikeyakinan ipeserta ididik imelalui, ipembiasaan, ipengamalan isetiap inilai-nilai i iyang
iada i idi i idalam i iPendidikan i iAgama i iIslam i idalam i ikehidupan i isehingga imenjadi i
imanusia iyang i idapat i imemiliki i ikepribadian i iagama i iyang i ikuat.(menurut iPUSKUR, i
iDepdiknas). i iSedangkan i ivisi i iPendidikan i iAgama i iIslam i iialah i iuntuk idapat i iditerapkan i
ipada i isikap iidan i ikepribadian i ipeserta i ididik i idengan i imembentuk ikepribadian ipeserta
ididik iyang imemiliki ikarakter, isifat iyang iterpuji, imenghindari iakhlak itercela i iyang isesuai
idengan inilai-nilai iPendidikan iAgama iIslam, iSehingga idapat imenjadi isebuah iciri idari imausia
iyang idapat idiharapkan ioleh ibangsa
Kreaktifitasan iSiswa i
Pengertian iKreativitas
Menurut iKamus iBesar iBahasa iIndonesia i(KBBI), ipengertian ikreativitas iadalah
ikemampuan iuntuk imencipta. iPengertian ikreativitas ilainnya iadalah idaya icipta. Bahkan imenurut
iKBBI, ipengertian ikreativitas imemiliki iempat iarti. iKreativitas iadalah isebuah ihomonim ikarena
iarti-artinya imemiliki iejaan idan ipelafalan iyang isama itetapi imaknanya iberbeda. iKreativitas
imemiliki iarti idalam ikelas inomina iatau ikata ibenda, isehingga ikreativitas idapat imenyatakan
inama idari iseseorang, itempat, iatau isemua ibenda idan isegala iyang idibendakan.
Kreativitas imuncul ikarena iadanya isemangat idalam iperhatian iterhadap ikegiatan iatau
ipekerjaan iyang isedang idilakukan, iadanya ikelancaran ipemikiran idalam imenghasilkan iberbagai
iide icemerlang, iadanya ikemampuan iuntuk imengeksperimen idengan imelakukan ipengujian-
pengujian isehingga idapat imenemukan isesuatu iyang ibermanfaat. iIstilah ikreativitas iatau idaya
icipta isering idigunakan idi ilingkungan isekolah, iperusahaan, iataupun ilingkungan ilainnya.
iPengembangan ikreativitas iini idiperlukan iuntuk imenghadapi iarus iera iglobalisasi. iKreativitas
Peran Guru Agama dalam Pengembangan Kreativitas Siswa di Anuban Muslim Songkhla School, Andini Arafah,
Selamat Pohan 6273

ibiasanya idiartikan isebagai ikemampuan iuntuk imencipta isuatu iproduk ibaru. iCiptaan iitu itidak
iperlu iseluruh iproduknya iharus ibaru, imungkin isaja igabungannya iatau ikombinasinya,
isedangkan iunsurunsurnya isudah iada isebelumnya. iKreativitas idapat ipula ikita ilihat isebagai
isuatu iproses idan imungkin iinilah iyang ilebih ipenting iuntuk idilihat iterutama idalam isituasi
ipendidikan, ikreativitas isebagai isuatu iproses idari iadanya ikesenangan iakan iketerlibatan
iseseorang iterhadap ikegiatan ikreatif.
Faktor-Faktor iyang iMempengaruhi iKreativitas
Munandar i(2009) imenyebutkan ibahwa iperkembangan ikreativitas idipengaruhi ioleh:
Faktoriinternal, i
yaitu ifaktor iyang iberasal idari iatau iterdapat ipada idiri iindividu iyang ibersangkutan.
iFaktor iini imeliputi iketerbukaan, ilocus iof icontrol iyang iinternal, ikemampuan iuntuk ibermain
iatau ibereksplorasi idengan iunsur-unsur, ibentuk-bentuk, ikonsep-konsep, iserta imembentuk
ikombinasi-kombinasi ibaru iberdasarkan ihal-hal iyang isudah iada [Link] ifaktor
iyang imempengaruhi idari idalam iyaitu i: iPertama, iFaktor ibiologis iyaitu iperkembangan
ikreativitas ianak idipengaruhi ioleh igen iyang idiwarisi ioleh ikedua iorang ituanya. iSelain
imenghasilkan ikesamaan ifisik, igenetik ijuga idapat imenghasilkan iciri-ciri ipsikologis iseperti
ibakat idan ikecerdasan. iBakat idan ikecerdasan idiyakini idapat imempengaruhi ikreativitas ianak.
iBiasanya ianak iyang iberbakat idan imemiliki ikecerdasan itinggi iakan imenujukkan ikreativitas
iyang ibaik idibandingkan ianak iyang itidak iberbakat idan imemiliki ikecerdasan irendah. ikedua,
iFaktor ifisiologis. iKesehatan imemiliki ipengaruh iterhadap iperkembangan ikreativitas ianak. iSehat
idan iaktifnya iindera ipada ianakanak iakan iberpengaruh ipada iperilaku idan isuasana ihatinya. iHal
iini imenunjukkan ibahwa ianak iyang isehat iakan imenunjukkan ikreativitas iyang ilebih ibaik idan
isebaliknya ijika ianak imengalami ikesehatan iyang iburuk idan ikondisi itidak isehat idisebabkan
ikarena ipenyakit iatau ikecelakaan idapat imenghambatnya iperkembangan ikreativitasnya. i
Faktor eksternal
yaitu ifaktor iyang iberasal idari iluar idiri iindividu iyang ibersangkutan. iFaktor-faktor iini
iantara ilain imeliputi ikeamanan idan ikebebasan ipsikologis, isarana iatau ifasilitas iterhadap
ipandangan idan iminat iyang iberbeda, iadanya ipenghargaan ibagi iorang iyang ikreatif, iadanya
iwaktu ibebas iyang icukup idan ikesempatan iuntuk imenyendiri, idorongan iuntuk imelakukan
iberbagai ieksperimen idan ikegiatan-kegiatan ikreatif, idorongan iuntuk imengembangkan ifantasi
ikognisi idan iinisiatif iserta ipenerimaan idan ipenghargaan iterhadap iindividual. iFaktor ieksternal
imerupakan ifaktor iyang iberasal idari ilingkungan ianak iyang idapat imempengaruhi
iperkembangan ikreativitasnya iyaitu iPertama, iLingkungan ikeluarga. iLingkungan ikeluarga
imerupakan ilingkungan ipertama idan iutama iyang imempunyai iperan ipenting idalam imendidik
ianak. iPola iasuh iyang iditerapkan iorang itua isangat iberpengaruh iterhadap itumbuh ikembang
ianak. iPola iasuh iotoriter iorang itua iyang imengekang ikebebasan ianak iuntuk imengembangkan
idirinya isecara iutuh iseperti imelarang ianak ibermain, iserba imembatasi, idan imemaksa ianak
6274 Journal on Education, Volume 05, No. 03, Maret-April 2023, hal. 6263-6276

iuntuk imenuruti iperintah iorang itua ijustru iakan imenjadikan ianak ikurang imemiliki iinisiatif idan
itidak ipercaya idiri isehingga idapat imenghambat ikreativitasnya. iSebaliknya, ijika iseorang ianak
idibiasakan idengan ipola iasuh iyang idemokratis idengan isuasana ikeluarga iyang iterbuka, isaling
imenghargai, imendengarkan ipendapat, idan imemberikan ikesempatan iyang iluas ikepada ianak
iuntuk imelakukan ikegiatan isesuai idengan iminatnya imaka ianak iakan itumbuh imenjadi isosok
iyang ikreatif, iterbuka, ipenuh iinisiatif idan ipercaya idiri. ikedua, iLingkungan isekolah. iSekolah
imerupakan ilingkungan ipendidikan iterpenting isetelah idi ikeluarga. iDi isinilah ipertama ikalinya
ianak imengenal idunia iluar idengan iruang ilingkup iyang ilebih ibesar idari irumahnya.
iLingkungan isekolah iini itentunya ilebih iberagam idan ikompleks. iSegala isesuatu iyang iada idi
ilingkungan isekolah idapat imempengaruhi ikreativitas ianak, iseperti iguru idengan isegala
ipotensinya, ibanyaknya iteman isebaya, isistem ipembelajaran, iserta isarana idan iprasarana iyang
iada idi isekolah. iDi isekolah ianak ibanyak imemperoleh ikesempatan iuntuk ibelajar, ibermain, idan
iberinteraksi idengan ilingkungannya, isehingga iproses iinilah iyang idapat imempengaruhi itumbuh
idan iberkembangnya ikreativitas ianak. iProses ipendidikan idi isekolah itentunya itidak iterlepas
idari iperanan iguru, ijadi istimulasi iyang idiberikan iguru ijuga idapat imempengaruhi
iperkembangan ikreativitas ianak. iContohnya, iapabila iguru imenyajikan ikegiatan iyang imenarik
idan imenyenangkan iserta imemberikan ikesempatan ipada ianak iuntuk imelakukan ikegiatan isesuai
idengan ikeinginannya, imaka ipada isaat iitu ianak imemiliki ipeluang iuntuk imengekspresikan iide-
idenya isehingga idapat imemupuk ipotensi ikreatif imereka [Link] iitu, iperilaku iyang iditampilkan
iteman isebaya idapat imempengaruhi ikreativitas ianak, iapabila iteman isebaya imenunjukkan isikap
imemusuhi iakan imenghambat ikreativitasnya. iDan isebaliknya, iapabila iteman isebaya
imenunjukkan isikap ibersahabat imaka ianak iakan imemperoleh irasa iaman idan imemulai isegala
iaktivitas idengan iperasaan imenyenangkan isehingga idapat imemicu itumbuhnya ikreativitas ianak.
Bentuk-bentuk iKreativitas
Ide
Ide iadalah isuatu ipemikiran ikreatif iyang ibersifat iunik iserta ibelum ipernah iterpikirkan
isebelumnya. iSelain iitu, iide ijuga ibisa idikatakan isebagai isebuah ipemikiran iyang idi imana ibisa
imenghasilkan isolusi I yang ibisa idigunakan iuntuk imenyelesaikan ipermasalahan iyang isedang
iterjadi. iPemikiran iyang ikreatif idapat imengantarkan iseseorang iuntuk imenghasilkan isuatu iide.
iIde idi isini iharuslah iunik idan ibelum ipernah iterpikirkan isebelumnya. iIde iadalah isuatu
ipemikiran iyang imenciptakan isolusi iuntuk imengatasi imasalah iyang iada idi imasyarakat
Produk
Produk iadalah isebuah ipemikiran ikreatif iyang idapat imenghasilkan isuatu iproduk iyang
ibisa idigunakan iuntuk ikonsumen iserta iproduk itersebut idapat imemenuhi ikebutuhan ikonsumen.
iDalam ihal iini,produk ibisa iberupa ibarang idan ijasa. iProduk imerupakan isalah isatu ibentuk
ikreativitas ipula. iHal iini ikarena iuntuk imenciptakan isuatu iproduk, idiperlukan isuatu iproses
Peran Guru Agama dalam Pengembangan Kreativitas Siswa di Anuban Muslim Songkhla School, Andini Arafah,
Selamat Pohan 6275

ikreatif isehingga iproduk itersebut idapat imemenuhi iharapan ikonsumen. iProduk idi isini idapat
iberupa ibarang imaupun ijasa.
Gagasan
Gagasan iadalah isuatu iide ikreatif iyang imuncul iuntuk imengatasi imasalah. iGagasan iini
ibisa idisampaikan ikepada iorang ilain imelalui itulisan iatau isecara ilangsung. iGagasan iyang
idisampaikan imelalui itulisan, iseperti ipublikasi, ibuku idan isebagainya. iKreativitas ijuga idapat
idituangkan idalam iwujud igagasan. iGagasan iyang idimaksud imerupakan igagasan iuntuk
imengatasi imasalah. iGagasan idapat idisampaikan isecara ilangsung imaupun itulisan iseperti
imelalui ibuku, ipublikasi, idan ilain-lain.

KESIMPULAN

Peneliti mendapatkan beberapa temuan yang dapat menggambarkan peran guru dalam
mengembangkan kreatifitas siswa dari hasil wawancara dan observasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa:(1) mampu menyampaikan materi dengan model dan metode kreatif serta
memberikan contoh bagi siswa baik di dalam maupun di luar pembelajaran, (2) perlu proses
untukmenanamkan karakter dan menanamkan kesadaran siswa, (3) ada dorongan danmotivasi (tekan)
dari dalam adalah kepala sekolah dan guru, sedangkan dorongan dari luar adalah orang tua, tokoh adat
dan local pemerintah. (4) Terwujudnya pembiasaan karakter yang senantiasa diterapkan di lingkungan
sekolah atau masyarakat. (5) Faktor pendukung untukperwujudan pembiasaan karakter di sekolah
berasal dari kepala sekolah,guru dan local pemerintah, sedangkan faktor penghambatnya adalah
masyarakat yang kurang berbudaya Bulingkungan. Guru kreatif adalah guru yang memiliki kreativitas
atau sebagai inovator. Yang seperti itu Kreativitas mereka tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan
banyak pengalaman yang didapat oleh guru dalam proses pembelajaran dengan menyiapkan metode
pembelajaran,mempersiap kan perangkat yang digunakan, dan materi yang akan disampaikan dalam
proses pembelajaran. Sebagai pengajar, guru juga menerapkan berbagai startegi, model, metode yang
digunakan oleh guru yang dapat menunjang kreativitas siswa. Selain itu, guru menyampaikan materi
harus jelas agar siswa dapat memahami penjelasan dari guru. Guru juga membantu siswa yang
mengalami kesulitan dalam belaja.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kreativitas guru Pendidikan Agama Islam
dipembentukan karakter siswa anuban muslim Songkhla school. Penelitian ini menggunakan
penelitian kualitatif pendekatan dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan
wawancara,teknik observasi dan dokumentasi.

REFERENSI
Eliharni. “Elihami, E., & Syahid, A. (2018). Penerapan pembelajaran pendidikan agama islam dalam
membentuk karakter pribadi yang islami. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 2(1), 79-96.,” 2018.
Hamam. “Hamam, H. (2000). Peranan Guru Agama Dalam Upaya Mengembangkan Kreativitas
6276 Journal on Education, Volume 05, No. 03, Maret-April 2023, hal. 6263-6276

Belajar Siswa Di Mts. Tarbiyatul Akhlaq Di Desa Wedoro Anom Kec. Driyorejo Kab. Gresik
(Doctoral Dissertation, Iain Sunan Ampel Surabaya).,” 2000.
Hamid. “Hamid, A. (2018). Peranan Pendidikan Agama Islam dalam Penguatan Nasionalisme di
Indonesia. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 15(1), 19-41.,” 2018.
Hariani. “Hariani, D., & Bahruddin, E. (2019). Peranan Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk
Akhlak Siswa di SMA Negeri 2 Kota Bogor. e-Jurnal Mitra Pendidikan, 3(5), 747-756.,”
2019.
Maesaroh. “Maesaroh, S. (2013). Peranan metode pembelajaran terhadap minat dan prestasi belajar
pendidikan agama Islam. Jurnal kependidikan, 1(1), 150-168.,” 2013.
Nurriqi. “Nurriqi, A. (2021). Karakteristik Pendidikan Agama Islam Di Madrasah Prespektif
Kebijakan Pendidikan. BINTANG, 3(1), 124-141.,” 2021.
Purwanti. “Purwanti, D. (2006). Peranan Guru Agama Dalam Mengembangkan Kreativitas Siswa
(Sstudi Kasus Smp Negeri 01 Talun Pekalongan) (Doctoral Dissertation, Iain Pekalongan).,”
2006.
Puspitasari. “Puspitasari, Q. D., & Wibowo, A. (2021). Peran guru dalam mengembangkan kreativitas
siswa kelas IV di SD Negeri Plebengan Bambanglipuro. Pelita: Jurnal Kajian Pendidikan dan
Pembelajaran Indonesia, 1(1), 1-7.,” 2021.
Ramdhani. “Ramdhani, K., & Waluyo, K. E. (2019). Peranan Pendidikan Agama Islam Dalam Upaya
Internalisasi Karakter Di Pondok Pesantren Nihayatul Amal Rawamerta Karawang. Jurnal
Hadratul Madaniyah, 6(2), 1-15.,” 2019.
Ttamami. “Tamami, B. (2018). Peran Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Pendidikan Karakter
Siswa Di Sma Sultan Agung Kasiyan-Puger-Jember Tahun Pelajaran 2016/2017. Tarlim:
Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1).,” 2018.

Anda mungkin juga menyukai