0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Membuat Game Maze Sederhana di Scratch

Diunggah oleh

karlindyanurul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan4 halaman

Membuat Game Maze Sederhana di Scratch

Diunggah oleh

karlindyanurul
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PPLG (Kelas 10)

Pengajar : Muhamad Jihad Andiana, [Link]

MEMBUAT GAME MENGGUANAKAN SEDERHANA MENGGUNAKAN SCRATCH

Apa itu Scratch??

Berdasarkan [Link], Scratch adalah bahasa pemrograman visual yang bisa digunakan
pengembang pemula, seperti murid di sekolah. Lewat Scratch, para pemula bisa belajar membuat
program tanpa harus berpikir salah-benar tentang penulisan sintaksis.

Ada beberapa jenis gim yang bisa dibuat di Scratch, yaitu permainan clicker, yaitu dengan mengklik
yang ada di layar untuk mendapatkan poin, gim kejar-kejaran, dan permainan pong, yaitu memandu
dayung dan menjatuhkan bola kembali ke sisi lawan.

Pada modul ini kita akan membuat game sederhana, yaitu game maze. Player akan menggerakan
kucing tanpa menabrak rintangan. Berikut langkah-langkahnya:

Membuat Backdrop

Kita akan membuat backdrop sendiri dengan menggambarkan rintangan. Pada panel backdrop, pilih
menu Paint untuk membuat backdrop custom.

Pada backdrop, buat rintangan agar game menjadi menarik. Pada tutorial digunakan tool Rectangle
untuk membuat kotak ringtangan.
Mengatur Posisi Karakter (sprite)

Pada tutorial digunakan sprite cat, atur posisi cat agar ada di bagian kiri screen.

Gunakan block when (icon green flag) clicked dan block motion goto x __ y __.

Mengatur Gerakan Karakter (sprite)

Karakter kucing akan bergerak sesuai tombol panah. Gerakan atas bawah, kita ubah nilai y,
sementara gerakan maju mundur ubah nilai x.

Gunakan block event when ___ key pressed, dan block motion change x by __ dan change y by __

Berikut block yang digunakan dalam tutorial


Mengatur Rintangan

Jika karakter kucing mengenai rintangan atau mengenai pinggir stage akan kembali ke posisi awal.

Dari block diatas, kita tambahkan block control if untuk melakukan pemeriksaan kondisi diatas.

Berikut bloc movement setelah ditambahkan pemeriksaan kondisi.

Silakan Bereksperimen
Nah, ide dasar diatas bisa dikembangkan dengan menambahkan goal. Jika kucing mencapai goal, bisa
ditampilkan cat mengucapkan sesuatu, lalu kembali ke posisi awal.

Common questions

Didukung oleh AI

The use of visual programming languages like Scratch in computer science education democratizes access to programming by lowering barriers to entry. This approach promotes inclusivity by making programming approachable for younger students who might struggle with complex syntax, and fosters an interest in STEM fields from an early age .

Creating a maze game in Scratch encourages problem-solving skills by requiring the developer to conceptualize and implement logic-based solutions. For instance, designing obstacles and setting up conditional statements such as if the cat sprite touches an obstacle, it should return to the starting position, challenges the learner to think critically about game mechanics and player experience .

Scratch provides a visual programming language that removes the burden of syntax, allowing beginners to focus on learning programming concepts. This reduces the cognitive load related to managing syntax errors, which is common in traditional text-based programming, thereby fostering a more accessible learning environment .

Customizing backdrops and sprites in Scratch supports creative thinking by offering learners the freedom to design unique visuals that align with their game's theme and story. This encourages them to utilize artistic skills and encourages the expression of personal creativity, leading to a more engaging and imaginative programming experience .

Incorporating conditional statements in Scratch game development enhances learning by teaching logic-based decision-making, a fundamental programming concept. By designing conditions, such as resetting a character to its starting position when an obstacle is touched, learners practice applying logical operators and thinking critically about their program's behavior .

Events and controls are crucial for interactive gameplay in Scratch, as they enable the game to respond to player inputs. For instance, using event blocks like 'when key pressed' allows characters to move based on specific keyboard inputs, creating a responsive and engaging experience for the player .

Scratch's modular design supports the iterative process of game development by allowing developers to build and test individual components, such as sprites or backgrounds, separately before integrating them into the final product. This facilitates troubleshooting and refinement, enabling developers to experiment and refine their game incrementally .

Designing custom obstacles in a Scratch game affects the overall dynamics by introducing varied levels of challenge and complexity. These obstacles require the player to navigate effectively, making the game more engaging and testing the player's strategic thinking and adaptability, thereby enhancing the game's replayability .

Goal setting within Scratch games enhances learning outcomes by providing clear objectives for beginners to strive towards, such as reaching a certain point or achieving a task. This adds structure to the learning process, helping learners focus on achieving tangible results, which reinforces their understanding of programming logic and game design .

Beginners may face challenges such as understanding conditional logic or effectively using coordinate systems for sprite movement when programming a maze game in Scratch. These challenges can be mitigated through step-by-step tutorials, iterative practice, and by focusing on one programming concept at a time, thereby building confidence and competence incrementally .

Anda mungkin juga menyukai