SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
SCABIES
Pokok Bahasan : Scabies
Sub Pokok Bahasan : Pengertian scabies, penyebab scabies, gejala scabies, pencegahan
scabiess, komplikasi skabies.
Hari/Tanggal :
Sasaran :
Tempat :
Waktu :
A. TUJUAN PEMBELAJARAN / PENYULUHAN
1. Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah diberikan penyuluhan, diharapkan pasien dapat memahami tentang
rhinitis.
2. Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan (penyuluhan kesehatan) selama 1x15
menit, diharapkan pasien dapat mengetahui tentang :
a. Pengertian scabies
b. Penyebab scabies
c. Gejala scabies
d. Pencegahan scabies
e. Komplikasi scabies
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Materi
a. Pengertian scabies
Penyakit ini disebut juga kudis, the itch, penyakit ampera, gudig, budukan dan
gatal agogo.
Scabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh sarcoptes scabiei
varian hominis (sejenis kutu,tungau), ditandai dengan keluhan gatal, terutama
pada malam hari dan ditularkan melalui kontak langsung atau tidak langsung.
b. Penyebab Scabies
Scabies dapat disebabkan oleh kutu atau kuman sercoptese scabieiini termasuk
filum arthopoda, kelas arachnida, ordo ackarina, superfamili sarcoptes. Pada
manusia disebut sarcoptes scabieivar. Hominis. Secara morfologik merupakan
tungau kecil, berbentuk oval, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata.
Tungau ini translusen, berwarna putih kotor, dan tidak bermata.
Skabies ditularkan oleh kutu betina yang telah dibuahi melalui kontak fisik
yang erat. Kutu dapat hidup di luar kulit hanya 2-3 hari dan pada suhu kamar
21C dengan kelembaban relatif 40%-80%
Kutu betina berukuran 0,4-0,3 mm. Kutu jantan membuahi kutu betina dan
kemudian mati. Kutu betina, setelah impregnasi, akan menggali lobang
kedalam epidermis kemudian membentuk terowongan 1-5 mm/hari. Dua hari
setelah fertilisasi, skabies betina mulai mengeluarkan yang berkulit telur yang
kemudian berkembang melalui larva, nimpa, dan kemudian menjadi kutu
dewasa dalam 10-14 hari. Lama hidup kutu betina kira-kira 30 hari. Kemudian
kutu mati diujung terowongan. Terowongan lebih banyak terdapat di daerah
yang berkulit tipis dan tidak banyak mengandung folikel pilosebasea. Di
dalam terowongan inilah sarcoptes betina bertelur dan dalam waktu singkat
te;ur tersebut menetas menjadi hypopi yakni sarcoptes muda. Akibat
terowongan yang digali sarcoptes betina dan hypopi yang memakan sel-sel
dilapisan kulit itu penderita mengalami rasa gatal.
Masa inkubasi scabies bervariasi, ada yang beberapa minggu bahkan berbulan-
bulan tanpa menunjukan gejala. Melanby menunjukan sensitisasi dimulai 2-4
minggu setelah penyakit dimulai. Selama waktu itu kutu berada diatas kulit
atau sedang menggali terowongan tanpa menimbulkan gatal. Gejala gatal
timbul setelah penderita tersensitasi oleh ekskreta kutu.
c. Gejala scabies
Ciri dan gejala scabies secara umum:
1) Pruritus nokturna, artinya gatal pada malam hari yang disebabkan karena
aktivitas tungau lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas.
2) Penyakit ini menyerang manusia misalnya dalam keluarga biasanya seluruh
anggota keluarga terkena infeksi.
3) Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang
berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-
rat panjang 1 cm, pada ujung terowongan itu ditemukan papul atau vesikel.
Jika timbul infeksi sekunder ruam kulitnya menjadi polimorf
(pustul,ekskoriosis dan lain-lin
4) Menemukan tungau, dengan membuat kerokan kulit pada daerah yang
berwarna berwarna kemerhan dan terasa gatal.
Cara penularan scabies
1) Yaitu kontak langsung dengan kulit, misal berjabat tangan tidur bersama dan
berhubungan seksual.
2) Kontak tak langsung yaitu melalui benda mislnya pakaian, handuk, sprei,
bantal, dan lain-lain.
d. Pencegahan scabies
Pencegahan skabies adalah menjaga kebersihan untuk membasmi skabies seperti
mandi dengan sabun, sering ganti pakaian, cuci pakaian secara terpisah, menjemur
alat-alat tidur, handuk tidak boleh dipakai bersama.
Syarat obat yang efektif terhadap semua stadium tungau, tidak menimbulkan iritasi
dan toksik, tidak berbau dan kotor, tidak merusak dan mewarnai pakaian, mudah
diperoleh dan harganya murah.
Jenis obat topical :
1) Belerang endap (sulfur presipitatum) dalam bentuk salep atau krim.
2) Emulsi benzyl benzoat efektif terhadap semua stadium, diberikan setiap
malam selama 3 kali, obat ini sering memberi iritasi, dan kadang-kadang
gatal.
3) Gama benzena heksa klotida (gameksan) dalam bentuk krim dan lotion,
termasuk obat pilihan arena afektif terhadap semua stadium, jarang
memberikan iritasi.
4) Krokamiton dalam bentuk lotion atau krim sebagai antiskabies dan
antigatal. Harus dijuhkan dari mata, mulut,dan uretra. Digunakan selama 2
malam berturut-turut
5) Krim permetrin obat krim yang paling efektif membunuh skabies
6) Pemberian antibiotika dapat digunakan jika ada infeksi sekunder misalnya
bernanah,.
e. Komplikasi scabies
Bila skabies tidak diobati selam berbulan-bulan atau berminggu-minggu, dapat
timbul dermatitis akibat garukan. Erupsi dapat berbentuk impetigo, ektima,selutis,
dan furunkel. Infeksi bakteri pada bayi dan anak kecil yang diserang skabies dapat
menimbulkan komplikasi ginjal yaitu glomerolusnefritis.
C. Kegiatan Inti
1. Pengertian scabies
2. Penyebab scabies
3. Gejala scabies
4. Pencegahan scabies
5. Komplikasi scabies
D. Kegiatan mengakhiri pelajaran
Waktu Tahap Kegiatan Kegiatan
Penyuluhan Sasaran
2 Menit Pembukaan 1. Membuka kegiatan dengan Menjawab salam
mengucapkan salam
2. Memperkenalkan Diri
3. Menjelaskan tujuan dari
penyuluhan
4. Menyebutkan materi yang akan
diberikan
10 Menit Kegiatan Inti 1. Pengertian scabies Mendengarkan,
2. Penyebab scabies Menanggapi,
3. Gejala scabies Menjelaskan ulang
4. Pencegahan scabies materi yang sudah
5. Komplikasi scabies disampaikan.
3 Menit Evaluasi/Penutup 1. Menyimpulkan materi. Menyimpulkan
2. Memberi saran Menyimak,
3. Menutup (mengucapkan Menjawab salam
salam)
E. Media Pembelajaran
a. Ceramah
b. Leaflet
F. Rencana Evaluasi
Evaluasi dilakukan dengan mengajukan pertanyaan mengenai materi yang telah diberikan.
a. Mengajukan pertanyaan lisan
1) Penyebab dari scabies
2) Tanda dan gejala scabies
3) Pencegahan scabies
b. Observasi
1) Respon atau tingkah laku pasien saat diberikan pertanyaan apakan diam atau
jawab, benar atau salah.
2) Pesien mengerti atau tidak
3) Pasien mengajukan pertanyaan
G. Referensi
Djuanda,[Link] Penyakit Kulit dan [Link] [Link] Kedokteran Universitas
Indonesia:Jakarta.
Harahap,[Link] Penyakit Kulit. Cetakan 1. Hipocrates: Jakarta.
[Link]