MAKALAH
ILMU ALAMIAH DASAR
Tentang
ALAM SEMESTA
DI DUSUN OLEH
Kelompok III
1. JUWITA NELSY : 23012030 41
2. REZA AMELIA SARI : 23012030 21
3. WIWIL AZIZAH : 23012030 15
4. UMMUL CHAIRA : 23012030 40
5. SISKA RAMADHAN : 23012030 07
6. RONNA : 2301 2030
Dosen Pengampu :
HIDAYATI KARDENA, [Link]
PRODI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
YAYASAN PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN SOLOK NAN INDAH
(YP3SNI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
SOLOK NAN INDAH
1445 H/ 2024 M
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-
Nya, makalah ini dapat diselesaikan tepat waktu. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata
kuliah Ilmu Alamiah Dasar dengan topik Alam Semesta.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan, baik dari segi isi maupun
penyajiannya. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan
dukungan selama proses penyusunan makalah ini.
Solok, Desember 2024
Penyusun
2
DAFTAR ISI
Contents
KATA PENGANTAR ........................................................................................................... 2
DAFTAR ISI.......................................................................................................................... 3
BAB 1: PENDAHULUAN ............................................................................................................. 4
1. 1 LATAR BELAKANG ......................................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................................. 4
1.3 Tujuan ................................................................................................................................... 4
BAB 2: PEMBAHASAN ................................................................................................................ 5
2.1 Pengertian Alam Semesta ..................................................................................................... 5
2.2 Struktur Alam Semesta ......................................................................................................... 5
2.3 Teori Penciptaan Alam Semesta ........................................................................................... 5
Teori Terbentuknya Alam Semesta : ...................................................................................... 5
2. Teori Dentuman Besar (Big-bang theory) ......................................................................... 6
3. Teori Tidal/Teori Pasang Surut ........................................................................................... 6
2.4 Fenomena di Alam Semesta.................................................................................................. 6
Analisis Fenomena Menarik di Alam Semesta ....................................................................... 6
1. Lubang Hitam (Black Hole) ............................................................................................. 6
2. Supernova .......................................................................................................................... 6
3. Gelombang Gravitasi ........................................................................................................ 7
4. Eksoplanet ......................................................................................................................... 7
5. Dark Matter dan Dark Energy ........................................................................................ 7
6. Pulsar dan Magnetar ........................................................................................................ 7
7. Galaksi Tabarakan ........................................................................................................... 8
8. Aurora di Planet Lain....................................................................................................... 8
9. Quasar ................................................................................................................................ 8
10. Multiverse (Hipotesis Alam Semesta Ganda) ............................................................... 8
BAB 3: PENUTUP ......................................................................................................................... 9
3.1 Kesimpulan ........................................................................................................................... 9
3.2 Saran ..................................................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 10
3
BAB 1: PENDAHULUAN
1. 1 LATAR BELAKANG
Kegiata Ilmu Alamiah Dasar (IAD) berawal dari pengamatan dan pencatatan baik terhadap gejala-
gejala alam pada umumnya maupun percobaan-percobaan yang dilakukan dalam laboratorium.
Dari hasil pengamatan atau observasi ini manusia berusaha untuk merumuskan konsep-konsep,
prinsip-prinsip, hukum dan teori.
Jika dilihat dari arah prosesnya maka dalam hal ini eksperimen mendahului [Link] IAD tidak
berhenti disini tetapi dari hasil IAD yang berupa konsep, hukum dan teori ini maka terbuka
kesempatan untuk diuji kebenarannya. Demikian proses IAD berlangsung terus sehingga selalu
terdapat mekanisme kontrol, bersifat terbuka untuk selalu diuji kembali dan bersifat kumulatif.
Pengetahuan yang diperoleh selalu bertumpu di atas dasar-dasar sebelumnya dalam kerangka yang
bersifat kumulatif, sehingga karenanya bersifat konsisten dan sistematis.
IAD berkembang secara [Link] IAD yang dinamis ini oleh karena menggunakan metode
keilmuan di mana peranan teori dan eksperimen saling [Link] dari IAD yang
dinamis ini adalah perkembangan IAD yang pesat bahkan dalam jangka waktu yang
[Link] IAD ini mendukung perkembangan teknologi yang pada gilirannya dapat
menaikkan kesejahteraan manusia.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan alam semesta?
2. Bagaimana struktur alam semesta?
3. Apa saja teori yang menjelaskan asal-usul alam semesta?
4. Fenomena apa yang menarik untuk dipelajari di alam semesta?
1.3 Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk:
1. Memahami konsep dan pengertian alam semesta.
2. Mengidentifikasi struktur alam semesta.
3. Menjelaskan teori-teori penciptaan alam semesta.
4. Menganalisis fenomena menarik di alam semesta.
4
BAB 2: PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Alam Semesta
Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan [Link] adalah
benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba dan
[Link] makrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat
besar, misalnya bintang, planet dan galaksi.
Para ahli astronomi menggunakan istilah alam semesta dalam pengertian tentang ruang angkasa
dan benda-benda langit yang ada didalamnya.
2.2 Struktur Alam Semesta
Alam semesta terdiri atas berbagai struktur, seperti:
Galaksi : Kumpulan miliaran bintang, gas, debu, dan materi gelap.
Bintang dan Tata Surya : Sistem seperti Matahari dan planet-planetnya.
Nebula : Awan gas dan debu tempat bintang baru terbentuk.
Lubang Hitam : Objek dengan gravitasi sangat kuat sehingga tidak ada
yang dapat lolos darinya.
2.3 Teori Penciptaan Alam Semesta
Teori Terbentuknya Alam Semesta :
1. Teori Keadaaan Tetap (Steady-state theory)
Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta
dimanapun dan bilamanapun selalu sama. Berdasarkan prinsip tersebut alam semesta terjadi pada
suatu saat tertentu yang telah lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu tetap sama walaupun
galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lain. Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa
galaksi baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan galaksi lama. Dengan diketahui kecepatan
radial galaksi-galaksi menjauhi bumi yang dihubungkan dengan jarak antara galaksi-galaksi
dengan bumi dari hasil pemotretan satelit, maka disimpulkan bahwa makin jauh jarak galaksi
terhadap bumi, makin cepat galaksi tersebut bergerak menjauhi bumi. Hal ini sesuai dengan garis
spektra yang menuju merah, yang hal ini sering dikenal dengan pergeseran [Link] hasil
penemuan ini menguatkan bahwa alam semesta selalu mengembang (ekspansi) dan menipis
(kontraksi).Dengan demikian harus ada “ledakan” atau “dentuman” yang memulai adanya
pengembangan.
5
2. Teori Dentuman Besar (Big-bang theory)
Teori ini dikembangkan oleh George [Link] ini menyatakan pada mulanya alam semesta
berupa sebuah “primeval atom” yang berisi semua materi dalam keadaan yang
sangat [Link] ketika atom ini meledak dan seluruh materinya terlempar keruang alam
semesta. Berdasarkan dari asumsi adanya massa yang sangat besar dan mempunyai masa jenis
yang sangat besar, karena adanya reaksi inti kemudian meledak dengan hebat. Massa tersebut
kemudian mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan. Sejak itulah dimulai
ekspansi yang berlangsung ribuan juta tahun dan akan terus berlangsung jutaan tahun lagi. Pada
suatu saat nanti ekspansi tersebut akan berakhir.
.
3. Teori Tidal/Teori Pasang Surut
Dikemukakan pertama kali oleh James Jeans dan Harold Jeffreys (1919).Menurut teori ini planet
merupakan percikan dari matahari yang sampai kini masih nampak [Link] tersebut disebut
Tidal. Tidal yang besar kemudian akan menjadi planet itu disebabkan oleh adanya dua buah
matahari yang bergerak saling mendekat.
2.4 Fenomena di Alam Semesta
Analisis Fenomena Menarik di Alam Semesta
Alam semesta dipenuhi oleh fenomena luar biasa yang memancing rasa ingin tahu dan menantang
pemahaman manusia tentang hukum-hukum alam. Berikut adalah beberapa fenomena menarik
yang terjadi di alam semesta, beserta analisis singkatnya:
1. Lubang Hitam (Black Hole)
Fenomena: Lubang hitam adalah daerah di ruang angkasa dengan gravitasi yang begitu
kuat sehingga tidak ada apa pun, termasuk cahaya, yang dapat melarikan diri darinya.
Analisis:
o Terbentuk dari runtuhnya bintang masif setelah supernova.
o Lubang hitam memengaruhi lingkungan sekitarnya, seperti menyedot materi atau
membelokkan cahaya (lensa gravitasi).
o Pengamatan menggunakan gelombang gravitasi dan teleskop seperti Event Horizon
Telescope (EHT) telah mengungkapkan gambar pertama lubang hitam.
2. Supernova
Fenomena: Ledakan besar bintang di akhir siklus hidupnya yang menghasilkan energi dan
cahaya yang sangat kuat.
Analisis:
6
o Supernova berperan penting dalam penyebaran elemen berat ke seluruh alam
semesta, yang menjadi bahan pembentuk planet dan makhluk hidup.
o Supernova tipe Ia digunakan sebagai "lilin standar" untuk mengukur jarak kosmik
dan membuktikan ekspansi alam semesta yang dipercepat akibat energi gelap.
3. Gelombang Gravitasi
Fenomena: Riak dalam ruang-waktu yang dihasilkan oleh peristiwa besar, seperti tabrakan
antara dua lubang hitam atau bintang neutron.
Analisis:
o Ditemukan pertama kali pada 2015 oleh LIGO.
o Gelombang gravitasi membuka cara baru untuk mempelajari alam semesta,
melengkapi observasi berbasis cahaya.
o Fenomena ini mengonfirmasi salah satu prediksi teori relativitas umum Einstein.
4. Eksoplanet
Fenomena: Planet yang berada di luar tata surya, mengorbit bintang lain.
Analisis:
o Ribuan eksoplanet telah ditemukan, beberapa di antaranya berada di zona layak
huni, di mana air cair mungkin ada.
o Penemuan eksoplanet memicu pertanyaan tentang kemungkinan adanya kehidupan
di luar Bumi.
o Observasi menggunakan teleskop seperti James Webb Space Telescope (JWST)
memberikan wawasan tentang atmosfer eksoplanet.
5. Dark Matter dan Dark Energy
Fenomena: Materi gelap adalah bentuk materi yang tidak terlihat tetapi memberikan efek
gravitasi pada benda langit. Energi gelap adalah kekuatan misterius yang menyebabkan
ekspansi alam semesta semakin cepat.
Analisis:
o Materi gelap membentuk sekitar 27% alam semesta, sedangkan energi gelap 68%.
o Studi fenomena ini masih dalam tahap eksplorasi menggunakan eksperimen seperti
Large Hadron Collider (LHC) dan teleskop ruang angkasa.
6. Pulsar dan Magnetar
Fenomena:
o Pulsar adalah bintang neutron yang berputar cepat dan memancarkan radiasi
elektromagnetik secara periodik.
o Magnetar adalah bintang neutron dengan medan magnet yang sangat kuat.
Analisis:
o Fenomena ini membantu memahami sifat bintang neutron dan mekanisme
elektromagnetisme di kondisi ekstrem.
7
o Pulsar juga digunakan untuk mendeteksi gelombang gravitasi pada skala kosmik
melalui jaringan waktu pulsar (pulsar timing array).
7. Galaksi Tabarakan
Fenomena: Proses di mana dua galaksi bertabrakan dan bergabung menjadi galaksi yang
lebih besar.
Analisis:
o Fenomena ini sering memicu pembentukan bintang baru karena gas dan debu
terkompresi.
o Contohnya, galaksi Bima Sakti diperkirakan akan bertabrakan dengan galaksi
Andromeda dalam 4 miliar tahun mendatang.
8. Aurora di Planet Lain
Fenomena: Cahaya yang dihasilkan oleh interaksi partikel bermuatan dengan medan
magnet dan atmosfer planet.
Analisis:
o Fenomena aurora juga ditemukan di Jupiter, Saturnus, dan planet lain di tata surya.
o Mempelajari aurora di planet lain membantu memahami atmosfer dan medan
magnet planet tersebut.
9. Quasar
Fenomena: Inti galaksi aktif yang sangat terang, didukung oleh lubang hitam supermasif
yang menyedot materi di sekitarnya.
Analisis:
o Quasar adalah salah satu objek paling terang dan jauh di alam semesta.
o Mereka memberikan informasi tentang tahap awal pembentukan galaksi.
10. Multiverse (Hipotesis Alam Semesta Ganda)
Fenomena: Konsep bahwa alam semesta kita adalah bagian dari kumpulan alam semesta
lain (multiverse) dengan hukum fisika yang mungkin berbeda.
Analisis:
o Masih merupakan hipotesis dan bagian dari kajian teoretis.
o Studi multiverse memunculkan pertanyaan filosofis tentang keberadaan dan sifat
realitas
8
BAB 3: PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Semoga uraian diatas dapat menambah pengetahuan kita tentang IAD khususnya mengenai alam
semesta, tata surya dan teori terbentuknya [Link] tidak secara mendalam namun makalah
diatas dapat menambah wawasan kita tentang topik yang disajikan.
Pada dasarnya hasil-hasil IAD memang bersifat netral, tetapi pemanfaatannya tidak terarah dan
tidak terkendali oleh nilai-nilai kemanusiaan adalah sangat [Link] pula, meskipun
hasil IAD netral, tetapi keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan eksperimen dan
keputusan untuk memilih fakta yang diperlukan adalah tidak bebas dari [Link] disinilah
peranan dan perlunya nilai kemanusiaan yang luhur sangat diperlukan untuk menuntun
perkembangan dan pemanfaatan IAD ke arah yang lebih benar.
Jadi perkembangan IAD yang dinamis ini disamping banyak memberikan keuntungan juga
membawa resiko. Bila tidak diarahkan pemanfaatannya justru akan merugikan manusia, bahkan
dapat menghancurkan peradaban manusia itu sendiri. Seperti senjata nuklir, senjata kimia dan
biologis serta timbulnya pencemaran udara, air dan tanah yang dapat mengganggu keseimbangan
dan keserasian lingkungan hidup. Agar resiko sekecil-kecilnya maka arah perkembangan IAD dan
pemanfaatan hasil IAD harus dilandasi oleh nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.\
3.2 Saran
Penting untuk terus mempelajari alam semesta melalui penelitian dan eksplorasi, karena masih
banyak misteri yang belum terungkap.
9
DAFTAR PUSTAKA
1. Hawking, Stephen. A Brief History of Time. Bantam Books, 1988.
2. Tyson, Neil deGrasse. Astrophysics for People in a Hurry. W. W. Norton & Company,
2017.
3. NASA. "The Universe." [Link]
10
00