Perencanaan Struktur Gedung Parkir Semarang
Perencanaan Struktur Gedung Parkir Semarang
BAB V
PERENCANAAN PORTAL
Struktur Portal adalah struktur yang terdiri dari balok dan kolom yang dibebani
muatan di atasnya akan timbul lenturan pada balok saja, dan akan meneruskan
gaya-gaya tersebut ke kolom berupa gaya normal. Balok pada sistem demikian
sama dengan balok sederhana. Adapun gaya yang bekerja pada kolom, yang
lazimnya berupa gaya horisontal, tidak berpengaruh pada balok.
Dari hasil analisa portal maka diperoleh gaya-gaya dalam pada elemen-elemen
balok yang kemudian digunakan untuk melakukan proses desain terutama
desain penulangan. Desain penulangan elemen-elemen balok didasarkan dari
nilai gaya-gaya dalam maksimum dari kombinasi-kombinasi yang ada.
Dari hasil analisis struktur, akan diperoleh besarnya reaksi peletakkan untuk
proses perhitungan struktur bawah (pile cap dan pondasi tiang pancang), selain
dari hasil analisis struktur juga akan diperoleh besarnya tegangan dan gaya-
gaya dalam yang terjadi pada elemen shell yang akan digunakan untuk
mendesain tulangan pelat lantai, tangga dan penutup atap sedangkan untuk
tulangan kolom dan balok didesain dengan bantuan software SAP2000.
V- 1
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
V- 2
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
V- 3
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
Ukuran Balok
No Tipe Keterangan
b (cm) h (cm)
1 BI 30 50 Balok Induk Lantai 2 dan 3
2 BA 25 45 Balok Anak Lantai 2 dan 3
3 BR 20 40 Balok Ramp
4 BB 20 40 Balok Bordes
5 RB 20 40 Ring Balok Lantai Atap
6 TB 20 40 Tie Beam
Ukuran Kolom
No Tipe Keterangan
b (cm) h (cm)
1 K1 50 50 Kolom Utama Lantai 1, 2 dan 3
V- 4
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
Lantai 2 (Wt2)
V- 5
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
Beban Hidup (L) = Luas plat × beban fungsi bangunan × faktor reduksi
= 873,6 × 4 × 0,5
= 1747,2 KN
Berat Total Lt. 2 = 7402,670 KN
Lantai 1 (Wt1)
V- 6
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
V- 7
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
V- 8
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
Cek Syarat :
Tinggi Bangunan (H) = 9,6 m
Lebar Bangunan terbesar (B) = 54,6 m
maka :
H/B ≤ 3
9,6/12 ≤ 3
0,176 ≤ 3 OK!
Fiy
Fix untuk untuk
Fix Fiy
zi Wi [Link] Fix=Fiy tiap kolom tiap
Lantai Tepi Tepi
(KN) kolom
(KN)
(m) (KN) (KNm) (KN) 1/51 1/51 KN KN
Atap 9,6 3281,03 31497,92 476,095 9,34 9,34 4,67 4,67
Lantai
6,4 7402,670 47377,091 716,110 14,04 14,04 7,02 7,02
3
Lantai
3,2 7402,670 23688,545 358,055 7,02 7,02 3,51 3,51
2
ƩWizi 107495,82 KNm
V- 9
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
1. Lantai 3
Beban Mati
a. Pada Kolom
Reaksi Perletakan Kuda – Kuda
V = 33,95 KN
H = 1,45 KN
V = 33,95 KN
H = 0,00 KN
b. Pada Plat
Plafond+ Penggantung qD = 0,18 KN/m2
c. Pada Balok
Dinding qD = tinggi dinding × BJ Dinding
= 3,2 × 24 = 28,8 KN/m2
Beban Hidup
a. Pada Plat
Beban fungsi bangunan = 4 KN/m2
Koefisien Reduksi = 0,9
qL = 3,6 KN/m2
2. Lantai 2
Beban Mati
a. Pada Balok
Dinding qD = tinggi dinding × BJ Dinding
= 3,2 × 24 = 28,8 KN/m2
Beban Hidup
a. Pada Plat
Beban fungsi bangunan = 4 KN/m2
Koefisien Reduksi = 0,9
qL = 3,6 KN/m2
3. Lantai 1
a. Pada Sloof
Dinding qD = tinggi dinding × BJ Dinding
= 3,2 × 24 = 28,8 KN/m2
V- 10
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
V- 11
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
3. Material Properties
Langkah berikutnya yaitu mendefinisikan material yang akan digunakan
pada struktur tersebut, yaitu klik menu define, kemudian pilih materials.
V- 12
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
V- 13
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
4. Elemen Struktur
Berdasarkan data gambar yang diberikan struktur dengan beban-beban
sesuai standar pembebanan selanjutnya di trial error untuk menentukan
dimeni yang memenuhi syarat, dimanis dengan software SAP 2000.
Berdasarkan data yang digunakan dalam mutu bahan beton adalah f’c 30,
baja fy-240 untuk tulangan sengkang dan fy-400 untuk tulangan pokok.
Pembebanan yang diberikan kepada struktur meliputi beban sendiri, beban
dinding, beban hidup lantai, beban gempa. Data elemen struktur yang
digunakan ialah ukuran dari K1, BI, BA, BR, BB, RB, dan S.
a. Untuk membuat kolom, klik menu define > section properties > frame
secion > add new property. Isi spesifikasi untuk kolom K1 50/50. Pada
Concrete Reinforcement Data, untuk design types dipilih tipe column,
dan pilih reinforcement to be design.
b. Untuk membuat balok, klik menu define > section properties > frame
section > add new properties. Isi spesifikasi Balok BI 30/50. Pada
Concrete Reinforcement Data, untuk design types dipilih tipe beam.
V- 14
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
V- 15
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
c. Pembebanan Lantai
Beban lantai merupakan beban hidup merata sesuai fungsi gedung
yaitu untuk parkir.
V- 16
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
d. Pembebanan Dinding
Pembebanan dinding merupakan beban dinding utama yang terletak
pada atas struktur utama terutama balok induk. Dinding pada gedung
parkir Balai Kota Semarang hanya terletak pada sekeliling gedung
setinggi 1,2 m. Klik assign > frame loads > distributed.
V- 17
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
V- 18
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
7. Restraint
Untuk menentukan jenis perletakan pada bagian bawah struktur, maka
pilih semua joint/titik yang berada di bawah kolom pada level pondasi.
Pondasi menggunakan tiang pacang makan pilih notasi jepit atau isi
dengan centang pada kotak-kotak tersebut, lalu klik OK.
V- 19
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
Apabila terdapat warna merah pada element berarti design yang kita
rencanakan akan tidak aman dan perlu re desain penampang.
5.7 Pendimensian Balok
Data Teknis:
BAHAN STRUKTUR
Kuat Tekan Beton fc'= 30 MPa
Tegangan Leleh baja (Polos) untuk tulangan lentur fy= 240 MPa
Tegangan Leleh baja (Ulir) untuk tulangan Geser fy= 400 MPa
DIMENSI BALOK RENCANA (Balok Induk)
Lebar Balok b= 300 mm
Tinggi Balok h= 500 mm
Diameter Tulangan Ulir D= 16 mm
Diameter TulanganPolos ϕ= 10 mm
Selimut beton ts= 30 mm
OUTPUT SAP 2000
Momen Rencana positif akibat beban terfaktor Mu= 133,92 KNm
Momen Rencana Negatif akibat beban terfaktor Mu= 137,03 KNm
Gaya Geser Rencana akibat beban terfaktor Vu= 130,92 KN
Momen Torsi Rencana akibat beban terfaktor Tu= 52,424 KNm
V- 20
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
= 1 ( 1 -√ 1 - 2 x 2,731 x 15,69 )
15,69 400
= 0,0072
V- 21
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
Karena,
ρ min < ρ perlu < ρ max Termasuk tulangan tunggal
0,0035 < 0,0072 < 0,024 pakai ρ perlu
As perlu = ρ perlu x b x d
= 0,0072 x 300 x 452
= 918,629 mm2
n = 918,629
0,25 x π x 162
= 4,882 ≈5
As Ada = 0,25 x π x 162 x 5 = 1005,31 mm2 > As Perlu
Maka dipasang tulangan 45 D16
Cek :
a = As ada x Fy / (0,85 x fc x b )
= 1005,31 x 400 / ( 0,85 x 30 x 300 )
= 52,565 mm
Mn = As ada x Fy x (d- (a/2)
= 918,629 x 400 / ( 452 – 52,57 /2 )
= 171191121,92Nmm
= 171,191 KNm
Tahanan Momen balok
ϕ Mn = 0,8 x 171,191 = 136,95 KNm
Syarat :
ϕ Mn > Mu
136,95 > 133,92 AMAN
V- 22
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
m = fy = 400 = 15,686
0,85 . fc' 0,85 x 30
Karena Mutu Baja (Fy) = 400 Mpa
ρmin = 1,4/Fy = 1,4/ 400 = 0,0035
1 2𝑅𝑛.𝑚
ρ perlu = (1 − √1 −
𝑚 𝐹𝑦
= 1 ( 1 -√ 1 - 2 x 2,795 x 15,69 )
15,69 400
= 0,0074
0,85. 𝑓𝑐′ 600
ρb = 𝛽1. .
𝑓𝑦 600 + 𝑓𝑦
= 0,85 x 0,85 x 30 . 600
400 600 + 400
= 0,033
ρ max = 0,75. ρb =0,75 x 0,033 = 0,024
Karena,
ρ min < ρ perlu < ρ max Termasuk tulangan tunggal
0,0035 < 0,008 < 0,024 pakai ρ perlu
As perlu = ρ perlu x b x d
= 0,008 x 300 x 452
= 1005,918 mm2
n = 1005,918
0,25 x π x 162
= 5,003 ≈6
As Ada = 0,25 x π x 162 x 6 = 1206,37 mm2 > As Perlu
Maka dipasang tulangan 6 D16
Cek :
a = As ada x fy / (0,85 x fc x b )
= 1206,37 x 400 / ( 0,85 x 30 x 300 )
= 63,078 mm
V- 23
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
V- 24
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
V- 25
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
V- 26
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
V- 27
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
n = 503,305
0,25 x π x 162
= 2,503 ≈ 3
Dipakai Tulangan 3 D 16
V- 28
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
V-29
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
V-30
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
Pu = 1621,737 KN
Mu = 134,57 KNm
e = Mu
Pu
= 0,08397 m = 83,97 mm
Direncanakan ukuran kolom :
b = 500 mm D = 19 mm
h = 500 mm ϕ = 10 mm
ts = 40 mm Fys = 240 Mpa
fc' = 30 Mpa Fy = 400 Mpa
Ditaksir ρ = 2,5 %
As'=As = 0,5. ρ.b . h
= 0,5 .0,025 . 500.500
= 3125 mm2
n = 3125
0,25 x π x 192
= 11,022 ≈ 12
Dipakai Tulangan 12 D 19
Cek apakah eksentrisitas (e) lebih besar atau lebih kecil daripada
eksentrisitas balance (eb):
d' = d'= ts +1/2 ø tul. + ø
= 40 + (0,5x 19) + 10 )
= 59,5 ≤ 70 --> OK
d = h - d'
= 500- 59,5
= 440,5 mm
V- 31
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
Cb = 600. d
600+ fy
= 600 .440,5
600 +400
= 264,3 mm
ab = β1 .Cb
= 0,85 . 264,3 mm
= 224,665 mm
Asumsikan tulangan sudah leleh sehingga Fs'=fy
Pnb = 0,85 x fc’ x ab x b
= 0,85 x 30 x 224,655 x 500
= 2864351 N
= 2864,35 KN
Mnb = 0,85𝑥𝑓𝑐 ′ 𝑥𝑎𝑏𝑥𝑏 (ℎ − 𝑎𝑏)+As x fy (d-d')
2 2
= 0,85 x 30 x 214,65 x 500.(500/2-225,65/2) +3125 x 400 x
(440,5 – 59,5 )
= 870592397 Nmm
= 870592 KNmm
eb = Mnb
Pnb
= 870592
2864,351
= 303,9 mm
Karena;
e > eb
82,979 > 303,9 Keruntuhan Tekan
V- 32
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
Cek Penampang :
Keruntuhan Tekan
Pn As'.Fs' + 0,85 fc. B.H
(e/(d-d')+0,5). (3h.e +(1,18)
dengan
e = 82,979 = 0,218
(d-d’) 440,5 – 59,5
3he = 3 x 500 x 82,98 = 0,641
d2 440,52
maka :
Pn = 3125 x 500 + 0,85 x 30 x 500 x 500
(0,82 + 0,5) x (0,64 + 1,18)
= 5241387,464 N
Pu = ϕ.Pn
= 3406901,852 N
= 3406,901852 KN > 1621,737 KN OK
V- 33
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
Vs = (Vu/ϕ)-Vc
= (82,707 / 0,75) – 150,397
= -40,51886 KN
= -40518,86 N
Vs min = 1/3 x b x d
= 1/3 x 500 x 440,6
= 73416,667 N
= 73416,667 KN
Vsmaks = 2/3 x √fc x b x d
= 2/3 x √30 x 500 x 440,5
= 804239,2886 N
= 804,2392886 KN
jika :
Vu < 1/2. ϕVc Tidak perlu tulangan geser (tidak)
1/2.ϕVc ≤ Vu ≤ ϕVc Pasang tulangan geser minimum (perlu)
ϕVc ≤ Vu ≤ Vs maks Perlu tulangan geser (tidak)
Karena : 1/2.ϕVc ≤ Vu ≤ ϕVc
75,397 ≤ 82,707≤ 150,795
maka perlu tulangan geser minimum
V- 34
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang
V- 35