0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan35 halaman

Perencanaan Struktur Gedung Parkir Semarang

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan35 halaman

Perencanaan Struktur Gedung Parkir Semarang

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Laporan Kerja Proyek

Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

BAB V
PERENCANAAN PORTAL

5.1. Dasar Perencanaan

Struktur Portal adalah struktur yang terdiri dari balok dan kolom yang dibebani
muatan di atasnya akan timbul lenturan pada balok saja, dan akan meneruskan
gaya-gaya tersebut ke kolom berupa gaya normal. Balok pada sistem demikian
sama dengan balok sederhana. Adapun gaya yang bekerja pada kolom, yang
lazimnya berupa gaya horisontal, tidak berpengaruh pada balok.

Analisis konstruksi gedung ini dilakukan dengan menggunakan permodelan


struktur 3D dengan bantuan software SAP2000. Kolom dan balok dari struktur
gedung dimodelkan sebagai elemen frame sedangkan pelat lantai, tangga, dan
penutup atap dimodelkan sebagai elemen shell.

Untuk analisis terhadap beban gempa, struktur gedung dimodelkan sebagai


struktur bangunan geser (shear building), dimana lantai-lantai dari bangunan
dianggap sebagai diafragma kaku. Dengan model ini, massa-massa dari setiap
bangunan dipusatkan pada titik berat lantai (model massa terpusat / lump mass
model).

Dari hasil analisa portal maka diperoleh gaya-gaya dalam pada elemen-elemen
balok yang kemudian digunakan untuk melakukan proses desain terutama
desain penulangan. Desain penulangan elemen-elemen balok didasarkan dari
nilai gaya-gaya dalam maksimum dari kombinasi-kombinasi yang ada.

Dari hasil analisis struktur, akan diperoleh besarnya reaksi peletakkan untuk
proses perhitungan struktur bawah (pile cap dan pondasi tiang pancang), selain
dari hasil analisis struktur juga akan diperoleh besarnya tegangan dan gaya-
gaya dalam yang terjadi pada elemen shell yang akan digunakan untuk
mendesain tulangan pelat lantai, tangga dan penutup atap sedangkan untuk
tulangan kolom dan balok didesain dengan bantuan software SAP2000.

V- 1
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Adapun spesifikasi bahan/material yang digunakan dalam perencanaan


struktur gedung ini adalah sebagai berikut:
1. Beton : f’c= 30 Mpa ; Ec=4700 √(f'c)= 2570000
2. Baja tulangan : fy= 400 Mpa ; Es=2x105 kg/cm2
3. Baja konstruksi : fy= 240 Mpa ; σijin= 1600 kg/cm2

5.2. Data Perencanaan

Gambar 5.1 Denah Plat Lantai

Panjang Bangunan = 54,6 m


Lebar Bangunan = 16 m
Tinggi Bangunan
Lantai 3 = 3,2 m
Lantai 2 = 3,2 m
Lantai 1 = 3,2 m
Luas Bangunan = 873,6 m2
Keliling/Panjang Dinding Lantai 1 = 141,2 m
Keliling/Panjang Dinding Lantai 2 = 141,2 m
Keliling/Panjang Dinding Lantai 3 = 141,2 m
Jumlah Kolom Lantai 1 (uk. 50 × 50 cm) = 51 m
Jumlah Kolom Lantai 2 (uk. 50 × 50 cm) = 51 m
Jumlah Kolom Lantai 3 (uk. 50 × 50 cm) = 51 m

V- 2
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Jumlah & Panjang Balok Arah X Lt. 2


Balok Induk (uk. 30 × 50 cm) = 4 buah (L = 54, 6 m)
Balok Anak (uk. 25 × 45 cm) = 2 buah (L = 54, 6 m)
Jumlah & Panjang Balok Arah Y Lt. 2
Balok Induk (uk. 30 × 50 cm) = 9 buah (L = 16 m)
Balok Anak (uk. 25 × 45 cm) = 6 buah (L = 16 m)
Jumlah & Panjang Balok Arah X Lt. 3
Balok Induk (uk. 30 × 50 cm) = 4 buah (L = 54, 6 m)
Balok Anak (uk. 25 × 45 cm) = 2 buah (L = 54, 6 m)
Jumlah & Panjang Balok Arah Y Lt. 3
Balok Induk (uk. 30 × 50 cm) = 9 buah (L = 16 m)
Balok Anak (uk. 25 × 45 cm) = 6 buah (L = 16 m)
Jumlah & Panjang Ring Blk Arah X Lt. Atap
Ring Balok (uk. 20 × 40 cm) = 4 buah (L = 54, 6 m)
Jumlah & Panjang Ring Blk Arah Y Lt. Atap
Ring Balok (uk. 20 × 40 cm) = 15 buah (L = 16 m)

Beban Hidup untuk Gedung Parkir = 4 KN/m2


Berat Jenis Beton = 24 KN/m3
Mutu Beton (fc') = 25 MPa
Berat Jenis Dinding = 24 KN/m²
Tebal Dinding = 0,15 m
Berat Plafond + Penggantung = 0,18 KN/m2
Berat Penutup Atap Galvalum = 0,12 KN/m²
Berat Gording Profil C Kait 150x50 x 20 x 4,5 = 0,09 KN/m
Berat Kuda - Kuda Profil 2L 50.50.7 = 0,05 KN/m
Berat Kuda - Kuda Profil 2L 45.45.5 = 0,03 KN/m
Jarak Antar Kuda - Kuda = 3,8 m
Beban Pekerja = 1 KN
Koefisien Reduksi = 0,5
Tebal Plat = 0,12 m

V- 3
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Pendimensian balok dan kolom didesain berdasarkan syarat sehingga


didapatkan :

Ukuran Balok
No Tipe Keterangan
b (cm) h (cm)
1 BI 30 50 Balok Induk Lantai 2 dan 3
2 BA 25 45 Balok Anak Lantai 2 dan 3
3 BR 20 40 Balok Ramp
4 BB 20 40 Balok Bordes
5 RB 20 40 Ring Balok Lantai Atap
6 TB 20 40 Tie Beam

Tabel 5.1 Tabel Penampang Balok

Ukuran Kolom
No Tipe Keterangan
b (cm) h (cm)
1 K1 50 50 Kolom Utama Lantai 1, 2 dan 3

Tabel 5.2 Tabel Penampang Kolom

5.3 Analisa Beban Struktur untuk Gempa

Lantai Atap/Lantai 3 (Wt3)

Plafond + Penggantung = Luas × berat tiap m² plafon dan penggantung


= 873,6 × 0,18
= 157,248 KN
RB Arah X = Luas penampang × panjang total RB × BJ beton
= (0,2 × 0,4) × 54,6 × 24
= 419,328 KN
RB Arah Y = Luas penampang × panjang total RB × BJ beton
= (0,2 × 0,4) × 16 × 24
= 460,8 KN

V- 4
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Kolom = Luas penampang × panjang × BJ beton × jmlh K


= (0,5 × 0,5) × (3,2/2) × 24 × 51
= 489,6 KN
Dinding = Tebal × tinggi × keliling × BJ dinding
= 0,15 × 1,2 × (2 × (54,6+16)) × 24
= 762,48 KN
Kuda kuda = Hasil joint reaction SAP × jumlah kuda kuda
= (33,95+33,95) × 13
= 882,814 KN
Penutup Atap = Luas miring x beban atap
= ((8,3 × 54,6) × 2) × 0,12
= 108,76 KN
Berat Total Lt. Atap = 3281,034 KN

Lantai 2 (Wt2)

Beban Mati (D)


Balok Induk Arah X = Luas penampang × panjang total BI × BJ beton
= (0,3 × 0,5) × 54,6 × 24
= 597,542 KN
Balok Induk Arah Y = Luas penampang × panjang total RB × BJ beton
= (0,3 × 0,5) × 16 × 24
= 393,984 KN
Balok Anak Arah X = Luas penampang × panjang total RB × BJ beton
= (0,25 × 0,45) × 16 × 24
= 216,216 KN
Balok Anak Arah Y = Luas penampang × panjang total RB × BJ beton
= (0,25 × 0,45) × 15 × 24
= 190,080 KN
Kolom = Luas penampang × panjang × BJ beton × jmlh K
= (0,5 × 0,5 ) × ((3,2/2)+(3,2/2)) × 24 × 51
= 979,2 KN
Plat Lantai = Tebal × Luas × BJ Beton
= 0,12 × 873,6 × 24
= 2125,968 KN
Dinding = Tebal × tinggi × keliling × BJ dinding
= 0,15 × 1,2 × (2 × (54,6+16)) × 24
= 762,48 KN

V- 5
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Beban Hidup (L) = Luas plat × beban fungsi bangunan × faktor reduksi
= 873,6 × 4 × 0,5
= 1747,2 KN
Berat Total Lt. 2 = 7402,670 KN

Lantai 1 (Wt1)

Beban Mati (D)


Balok Induk Arah X = Luas penampang × panjang total BI × BJ beton
= (0,3 × 0,5) × 54,6 × 24
= 597,542 KN
Balok Induk Arah Y = Luas penampang × panjang total RB × BJ beton
= (0,3 × 0,5) × 16 × 24
= 393,984 KN
Balok Anak Arah X = Luas penampang × panjang total RB × BJ beton
= (0,25 × 0,45) × 16 × 24
= 216,216 KN
Balok Anak Arah Y = Luas penampang × panjang total RB × BJ beton
= (0,25 × 0,45) × 16 × 24
= 190,080 KN
Kolom = Luas penampang × panjang × BJ beton × jmlh K
= (0,5 × 0,5 ) × ((3,2/2)+(3,2/2)) × 24 × 51
= 979,2 KN
Plat Lantai = Tebal × Luas × BJ Beton
= 0,12 × 873,6 × 24
= 2515,968 KN
Dinding = Tebal × tinggi × keliling × BJ dinding
= 0,15 × 1,2 × (2 × (54,6+16)) × 24
= 762,48 KN
Beban Hidup (L) = Luas plat × beban fungsi bangunan × faktor reduksi
= 873,6 × 4 × 0,5
= 1747,2 KN
Berat Total Lt. 1 = 7402,670 KN

Berat Total (Wtotal) = Wt3+Wt2+Wt1


= 18086,37 KN

V- 6
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

5.4 Analisa Beban Gempa

Waktu Geser Empiris Struktur (TE)


Tinggi Bangunan (H) = Tinggi lt.1 + tinggi lt.2 + tinggi lt.3
= 9,6 m
TE = 0,06 x H3/4
= 0,327 detik

Faktor Keutamaan Struktur (I)


Menurut SNI gempa 2002, untuk bangunan gedung parkir didapat nilai :

I1 = Faktor keutamaan bangunan kantor = 1


I2 = Faktor keutamaan bangunan kantor = 1
I = I1 x I2 = 1

Faktor Reduksi Gempa (R)


Bangunan gedung hunian direncanakan sebagai sistem rangka pemikul momen
biasa dari beton bertulang, maka nilai faktor reduksi gempa (R) = 3,5

Jenis Tanah Dasar


Dari data sondir didapat :
Rata-Rata qc tiap Rata-Rata
Lapis ke- Kedalaman t (m)
titik(kg/cm2) qc(kg/cm2)
1 1,00 11,3
2 2,00 8,5
3 3,00 8,9
11,74
4 4,00 14,4
5 5,00 15,7
Jumlah 11,74
Tabel 5.3 Data Sondir
qc didapat 11,74 maka jenis tanah nya adalah tanah sedang.

V- 7
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Faktor Respon Gempa


Wilayah Tanah Lunak Tanah Sedang Tanah Keras
1 0,20 0,08 0,05 Zona 1
2 0,50 0,23 0,15 Zona 2
3 0,75 0,33 0,23 Zona 3
4 0,85 0,42 0,30 Zona 4
5 0,90 0,50 0,35 Zona 5
6 0,95 0,54 0,42 Zona 6

Tabel 5.4 Faktor Respon Gempa


Lokasi gedung berada di wilayah = 2 (Semarang)
maka faktor respon gempa (C) = 0,15
T
= 0,15
0,327
= 0,7 (lihat grafik sesuai zona)

Gambar 5.2 Grafik Faktor Respon Gempa


maka hasil grafik didapatkan (C) = 0,32
Distribusi Gaya Horizontal Total
V = C×I ×WT
R
= 0,3×1×18086,37
3,5
= 1550,261 KN

V- 8
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Cek Syarat :
Tinggi Bangunan (H) = 9,6 m
Lebar Bangunan terbesar (B) = 54,6 m

maka :
H/B ≤ 3
9,6/12 ≤ 3
0,176 ≤ 3 OK!

Fiy
Fix untuk untuk
Fix Fiy
zi Wi [Link] Fix=Fiy tiap kolom tiap
Lantai Tepi Tepi
(KN) kolom
(KN)
(m) (KN) (KNm) (KN) 1/51 1/51 KN KN
Atap 9,6 3281,03 31497,92 476,095 9,34 9,34 4,67 4,67
Lantai
6,4 7402,670 47377,091 716,110 14,04 14,04 7,02 7,02
3
Lantai
3,2 7402,670 23688,545 358,055 7,02 7,02 3,51 3,51
2
ƩWizi 107495,82 KNm

Tabel 5.5 Distribusi Gaya Horizontal

5.5 Analisa Beban Struktur

Gambar 5.3 Pemodelan Struktur Portal

V- 9
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

1. Lantai 3
Beban Mati
a. Pada Kolom
Reaksi Perletakan Kuda – Kuda

V = 33,95 KN
H = 1,45 KN
V = 33,95 KN
H = 0,00 KN

b. Pada Plat
Plafond+ Penggantung qD = 0,18 KN/m2
c. Pada Balok
Dinding qD = tinggi dinding × BJ Dinding
= 3,2 × 24 = 28,8 KN/m2
Beban Hidup
a. Pada Plat
Beban fungsi bangunan = 4 KN/m2
Koefisien Reduksi = 0,9
qL = 3,6 KN/m2
2. Lantai 2
Beban Mati
a. Pada Balok
Dinding qD = tinggi dinding × BJ Dinding
= 3,2 × 24 = 28,8 KN/m2
Beban Hidup
a. Pada Plat
Beban fungsi bangunan = 4 KN/m2
Koefisien Reduksi = 0,9
qL = 3,6 KN/m2
3. Lantai 1
a. Pada Sloof
Dinding qD = tinggi dinding × BJ Dinding
= 3,2 × 24 = 28,8 KN/m2

V- 10
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

5.6 Input data Software SAP 2000


Berikut adalah langkah-langkah input data melalui software SAP2000:
1. Pilih dari menu bar file, lalu new model
Satuan yang dipakai mengikuti SI adalah KN, m, C.

Gambar 5.4 Menentukan Sistem Satuan Model

2. Konfigurasi Bangunan (Grid)


Klik kanan pada layar > edit grid data > modify/show system. kemudaian
melakukan pengeditan grid sesuai dengan denah bangunan yang akan
dibuat.

Gambar 5.5 Define Grid System Data

V- 11
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

3. Material Properties
Langkah berikutnya yaitu mendefinisikan material yang akan digunakan
pada struktur tersebut, yaitu klik menu define, kemudian pilih materials.

Gambar 5.6 Define Material

Gambar 5.7 Define Material Beton

V- 12
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Gambar 5.8 Define Material Baja

Gambar 5.9 Define Material Tulangan

V- 13
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

4. Elemen Struktur
Berdasarkan data gambar yang diberikan struktur dengan beban-beban
sesuai standar pembebanan selanjutnya di trial error untuk menentukan
dimeni yang memenuhi syarat, dimanis dengan software SAP 2000.
Berdasarkan data yang digunakan dalam mutu bahan beton adalah f’c 30,
baja fy-240 untuk tulangan sengkang dan fy-400 untuk tulangan pokok.
Pembebanan yang diberikan kepada struktur meliputi beban sendiri, beban
dinding, beban hidup lantai, beban gempa. Data elemen struktur yang
digunakan ialah ukuran dari K1, BI, BA, BR, BB, RB, dan S.

a. Untuk membuat kolom, klik menu define > section properties > frame
secion > add new property. Isi spesifikasi untuk kolom K1 50/50. Pada
Concrete Reinforcement Data, untuk design types dipilih tipe column,
dan pilih reinforcement to be design.

Gambar 5.10 Define Frame K1

b. Untuk membuat balok, klik menu define > section properties > frame
section > add new properties. Isi spesifikasi Balok BI 30/50. Pada
Concrete Reinforcement Data, untuk design types dipilih tipe beam.

V- 14
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Gambar 5.11 Define Frame BI


c. Untuk balok anak, balok ramp, balok bordes, ring balok, dan sloof
define frame sama dengan input data balok induk
5. Pembebanan Stuktur
Beban-beban yang akan diaplikasikan pada stuktur sebelum
diaplikasikan harus didefinisikan terlebih dahulu. Umumnya sesuai SNI,
pembebanan pada struktur dibedakan dalam beberapa kategori sesuai
gaya yang bekerja pada elemen struktur yaitu:
a. Berat Sendiri Elemen
Berat sendiri elemen struktur pada penggunaan SAP langsung
dimasukkan sebagai beban mati. Klik menu Define > Load Patterns

Gambar 5.12 Define Load Patterns


Secara default SAP2000 otomatis akan menghitung berat sendiri
struktur berdasarkan info luas penampang elemen dan berat jenis
material yang dipakai. Selanjutnya, beban akibat berat sendiri
dikelompokkan static load case pertama yaitu DEAD. Jika nilai Self

V- 15
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Weight Multiplier = 0, maka perhitungan berat sendiri struktur tidak


akan dilakukan oleh program.

b. Pembebanan Struktur Atap


Pembebanan pada atap merupakan hasil dari perhitungan atap
menggunakan SAP 2000. Beban yang diambil berasal dari joint
reaction yang terjadi pada kuda – kuda.

Gambar 5.13 Pembebanan Struktur Atap

c. Pembebanan Lantai
Beban lantai merupakan beban hidup merata sesuai fungsi gedung
yaitu untuk parkir.

Gambar 5.14 Pembebanan Struktur Lantai

V- 16
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

d. Pembebanan Dinding
Pembebanan dinding merupakan beban dinding utama yang terletak
pada atas struktur utama terutama balok induk. Dinding pada gedung
parkir Balai Kota Semarang hanya terletak pada sekeliling gedung
setinggi 1,2 m. Klik assign > frame loads > distributed.

Gambar 5.15 Pembebanan Dinding

Gambar 5.16 Perletakan Pembebanan Dinding


e. Pembebanan Gempa
Beban gempa yang dimasukan merupakan beban gempa statis.
Beban diinputkan pada setiap kolom yang ada.

Gambar 5.17 Pembebanan Gempa Arah X

V- 17
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Gambar 5.18 Pembebanan Gempa Arah Y


6. Kombinasi Pembebanan
Dalam menentukan kondisi yang paling kritis, konstruksi beban-beban
yang bekerja dapat secara bersamaan melalui kombinasi pembebanan
yaitu:
1. 1,4D
2. 1,2D+1,6L+0,5 (La atau H)
3. 1,2D+1,6 (La atau H)+(γ.I atau 0,8W)
4. 1,2D+1,3W+γ.L+0,5(La atau H)
5. 1,2D±1,0E+γ.L
6. 0,9D±(1,3W atau 1,0E)
Dimana:
D : Beban mati E : Beban gempa
L : Beban hidup W : Benan angin
La : Beban hidup atap
Untuk mendefinisikan beban kombinasi adalah dengan cara klik menu
Define > Load Combinations

Gambar 5.19 Load Combination pada Portal

V- 18
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

7. Restraint
Untuk menentukan jenis perletakan pada bagian bawah struktur, maka
pilih semua joint/titik yang berada di bawah kolom pada level pondasi.
Pondasi menggunakan tiang pacang makan pilih notasi jepit atau isi
dengan centang pada kotak-kotak tersebut, lalu klik OK.

Gambar 5.20 Joint Restrains


8. Eksekusi Data
Setelah semua data beban dan kombinasi pembebanan yang digunakan
dimasukkan selanjutnya mengeksekusi data dengan langkah: menu>
Analyse > Run Analysis > Run Now

Gambar 5.21 Run Analysis


Maka output dari proses Run Analysis ditunjukkan pada gambar
berikut:

V- 19
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Gambar 5.22 Output dari proses Run Analysis


Untuk melihat kemampuan struktur dalam menerima beban dapat
dilakukan dengan cara Design - Concrete Frame Design – Start Design/
Check of Structures.

Gambar 5.23 Nilai rasio tegangan elemen

Apabila terdapat warna merah pada element berarti design yang kita
rencanakan akan tidak aman dan perlu re desain penampang.
5.7 Pendimensian Balok
Data Teknis:

BAHAN STRUKTUR
Kuat Tekan Beton fc'= 30 MPa
Tegangan Leleh baja (Polos) untuk tulangan lentur fy= 240 MPa
Tegangan Leleh baja (Ulir) untuk tulangan Geser fy= 400 MPa
DIMENSI BALOK RENCANA (Balok Induk)
Lebar Balok b= 300 mm
Tinggi Balok h= 500 mm
Diameter Tulangan Ulir D= 16 mm
Diameter TulanganPolos ϕ= 10 mm
Selimut beton ts= 30 mm
OUTPUT SAP 2000
Momen Rencana positif akibat beban terfaktor Mu= 133,92 KNm
Momen Rencana Negatif akibat beban terfaktor Mu= 137,03 KNm
Gaya Geser Rencana akibat beban terfaktor Vu= 130,92 KN
Momen Torsi Rencana akibat beban terfaktor Tu= 52,424 KNm

V- 20
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Faktor pembentuk Distribusi tegangan beton (β1)


( Pasal [Link] SNI 03-2847-2002)
Untuk : Fc' ≤ 30 Mpa (β1) = 0,85
Penentuan Jarak Tulangan
Jarak tulangan sisi luar beton d'= ts +1/2 ø tul + ø
d'= 30 + (0,5 x 16) + 10
d'= 48 mm
Tinggi efektif balok d= h - d'
d= 500 – 58
d= 452 mm
Menghitung kebutuhan Tulangan Lentur
Momen Positif (Menahan Tulangan Tarik)
Mu = 133,921 KNm
Rn = Mu = 133,921 x 106 = 2,731 Mpa
ϕ. b. d2 0,8 x 300 x 4422
m = fy = 400 = 15,686
0,85 . fc' 0,85 x 30
Karena mutu baja (fy) = 400 Mpa
ρmin = 1,4/Fy = 1,4/ 400 = 0,0035
ρ perlu = 1
𝑚
(1 − √1 −
2𝑅𝑛.𝑚
𝐹𝑦

= 1 ( 1 -√ 1 - 2 x 2,731 x 15,69 )
15,69 400
= 0,0072

0,85. 𝑓𝑐′ 600


ρb = 𝛽1. 𝑓𝑦
.
600 + 𝑓𝑦
= 0,85 x 0,85 x 30 . 600
400 600 + 400
= 0,033
ρ max = 0,75. ρb =0,75 x 0,033 = 0,024

V- 21
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Karena,
ρ min < ρ perlu < ρ max Termasuk tulangan tunggal
0,0035 < 0,0072 < 0,024 pakai ρ perlu
As perlu = ρ perlu x b x d
= 0,0072 x 300 x 452
= 918,629 mm2
n = 918,629
0,25 x π x 162
= 4,882 ≈5
As Ada = 0,25 x π x 162 x 5 = 1005,31 mm2 > As Perlu
Maka dipasang tulangan 45 D16
Cek :
a = As ada x Fy / (0,85 x fc x b )
= 1005,31 x 400 / ( 0,85 x 30 x 300 )
= 52,565 mm
Mn = As ada x Fy x (d- (a/2)
= 918,629 x 400 / ( 452 – 52,57 /2 )
= 171191121,92Nmm
= 171,191 KNm
Tahanan Momen balok
ϕ Mn = 0,8 x 171,191 = 136,95 KNm
Syarat :
ϕ Mn > Mu
136,95 > 133,92 AMAN

Tulangan Momen Negatif (Tulangan Menahan Tekan)


Mu = 137,031 KNm
Rn = Mu = 137,031 x 106 = 2,795 Mpa
ϕ. b. d2 0,8 x 300 x 4422

V- 22
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

m = fy = 400 = 15,686
0,85 . fc' 0,85 x 30
Karena Mutu Baja (Fy) = 400 Mpa
ρmin = 1,4/Fy = 1,4/ 400 = 0,0035
1 2𝑅𝑛.𝑚
ρ perlu = (1 − √1 −
𝑚 𝐹𝑦

= 1 ( 1 -√ 1 - 2 x 2,795 x 15,69 )
15,69 400
= 0,0074
0,85. 𝑓𝑐′ 600
ρb = 𝛽1. .
𝑓𝑦 600 + 𝑓𝑦
= 0,85 x 0,85 x 30 . 600
400 600 + 400
= 0,033
ρ max = 0,75. ρb =0,75 x 0,033 = 0,024
Karena,
ρ min < ρ perlu < ρ max Termasuk tulangan tunggal
0,0035 < 0,008 < 0,024 pakai ρ perlu
As perlu = ρ perlu x b x d
= 0,008 x 300 x 452
= 1005,918 mm2
n = 1005,918
0,25 x π x 162
= 5,003 ≈6
As Ada = 0,25 x π x 162 x 6 = 1206,37 mm2 > As Perlu
Maka dipasang tulangan 6 D16
Cek :
a = As ada x fy / (0,85 x fc x b )
= 1206,37 x 400 / ( 0,85 x 30 x 300 )
= 63,078 mm

V- 23
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Mn = As ada x Fy x (d- (a/2)


= 1206,37x 400 / ( 452 – 63,08 /2 )
= 202892819,27 Nmm
= 202,9 KNm
Tahanan Momen balok
ϕ Mn = 0,8 x 202,9 = 162,31 KNm
Syarat :
ϕ Mn > Mu
162,3 > 137,031 AMAN
Menghitung Kebutuhan Tulangan Geser
Vu = 130,92 KN
Faktor reduksi geser = 0,75
Tegangan leleh tulangan = 240 Mpa
ϕVc = ϕx 1/6 x √fc x b x d
= ϕ x1/6 x √30 x 300 x 452
= 92838,9735N
= 92,83 KN
1/2. ϕVc = 46,42 KN
Vs = (Vu/ϕ) - Vc
= (130,92/0,75) – 92,83
= 81,7210265 KN
= 81721,0265 N
Vsmin = 1/3 x b xd
= 1/3 x 300 x 452
= 45200 N
= 45,2 KN
Vs maks = 2/3 x √fc x b x d
= 2/3 x √30 x 300 x 452
= 495141,192 N
= 495,141 KN

V- 24
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Cek kebutuhan tulangan :


jika :
Vu < 1/2.ϕVc Tidak perlu tulangan geser (Tidak)
1/2.ϕVc ≤ Vu ≤ ϕVc Pasang tulangan geser minimum (Tidak)
ϕVc ≤ Vu ≤ Vs maks Perlu tulangan geser (Perlu)
Karena : ϕVc ≤ Vu ≤ Vs maks
92,839 ≤ 130,92 ≤ 495,141 maka perlu tulangan geser
Avs = 2 x 0,25 x π x 102
= 157,08 mm2
Sperlu = ϕ x Avs x Fy xd
Vs
= 0,75 x 157,08 x 240 x 452
81721,0265
= 156,386 mm
diambil Spakai = 150 mm
Maka dipasang tulangan geser ϕ10 - 150
Menghitung tulangan akibat Geser +Torsi
Vu = 130920 N
Tu = 52424300 Nmm
Ct = bw . d
Ʃx2. y
= 300 x 452
3002 x 500
= 0,003
Vc = 1/6 √fc b.d
√1+(2,[Link]/Vu)2
= 1/6 .√ 30.300. 442
√1+ (2,5.0,003.52424300/130920)2
= 38950,63729N
ϕVc = 0,75 . Vc
= 0,75. 38950,637
= 29212,978 N

V- 25
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Tc = 1/15 √fc Ʃx2. y


√1+((0,[Link])/[Link])2
= 1/15 .√ 30.3002. 500
√1+(( 0,4. 130920) / (0,003.52424300))2
= 15597005 N
ϕTc = 0,75 . 15597005
= 11697753,75 N
Kontrol
Vu ≤ 5.ϕVc
130920 ≤ 5 . 38950,64
130920 ≤ 146064,89 OK memenuhi syarat
Tu ≤ 5. ϕTc
6917300 ≤ 5 . 11697753,75
6917300 ≤ 58488768,74 OK memenuhi syarat
Maka :
ϕVs = Vu - ϕVc
= 130920 – 29212,98
= 101707,022 N
ϕTs = Tu-ϕTc
= 52424300 – 1167753,75
= 40726546,25 N
Menghitung Luasan tulangan :
a. Akibat Geser
Av = ϕVs
S ϕ Fys.d
= 101707,02
0,75.240. 452
= 1,250 mm2/m (2 Kaki)
X1 = b - 2(decking + 1/2 [Link])
= 300 - 2 ( 30 + 1/2 .10 )
= 230 mm

V- 26
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Y1 = h - 2(decking + 1/2 [Link])


= 500 - 2 ( 30 + 1/2 .10 )
= 430 mm
αt = 2 + Y1/X1 ≤ 1,5
3
= 2 + 430/230 ≤ 1,5
3
= 2,623 > 1,5 maka gunakan αt = 1,5
At = ϕTs
S ϕ αt. Fys. X1. Y1
= 40726546,25
0,75. 1,[Link]
= 1,525 mm2/m (1 kaki)
Avt = Av + 2 At
S S S
= 1,25 + 2,153
= 4,3 (2 Kaki )
dipakai tulangan Sengkang (ϕ) 10 mm
S = 2 x 0,25 x π x 102
4,3
= 157,080 mm ≈ 150 mm
Maka dipasang tulangan geser ϕ10 - 150
Kebutuhan Tulangan Memanjang Torsi
AL = 2. At (X1+Y1)
S
= 2 .1,53 ( 230 + 430 )
= 2013,221 mm2
Maka Satu Sisi Menerima
AL = 2013,221
4 4
= 503,305

V- 27
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

n = 503,305
0,25 x π x 162
= 2,503 ≈ 3
Dipakai Tulangan 3 D 16

V- 28
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Perhitungan Tulangan Lentur


fy 400 mpa fc 30 pmin 0,0035 pmaks 0,024
Mu Ukuran Tulangan d' d m Rn As n Penulangan As ada a ϕ Mn
Tipe Balok Arah ts ρ perlu ρ pakai 2 2 Cek
KNm b (mm) h (mm) dtlg ds (mm) (mm) mpa mm ada n pakai jenis Diam. mm mm KNm
M+ 133,92 300 500 16 10 30 48 452 15,686 2,73 0,00724 0,00724 981,629 4,88 5 D 16 1005 52,565 171,191 Aman
BI
M- -137,03 300 500 16 10 30 48 452 15,686 2,79 0,00742 0,00742 1005,92 5,00 6 D 16 1206 52,597 205,422 Aman
M+ 105,69 250 450 16 10 30 48 402 15,686 3,27 0,00878 0,00878 882,323 4,39 5 D 16 1005 55,361 150,523 Aman
BA
M- -99,74 250 450 16 10 30 48 402 15,686 3,09 0,00825 0,00825 828,949 4,12 5 D 16 1005 52,012 151,196 Aman
M+ 5,47 200 400 16 10 30 48 352 15,686 0,28 0,00069 0,0035 246,4 1,23 2 D 16 402,1 19,325 55,065 Aman
BR
M- -32,55 200 400 16 10 30 48 352 15,686 1,64 0,00425 0,00425 298,924 1,49 2 D 16 402,1 23,445 54,733 Aman
M+ 16,35 200 400 16 10 30 48 352 15,686 0,82 0,00210 0,0035 246,4 1,23 2 D 16 402,1 19,325 55,065 Aman
BB
M- -20,03 200 400 16 10 30 48 352 15,686 1,01 0,00258 0,0035 246,4 1,23 2 D 16 402,1 19,325 55,065 Aman
M+ 57,27 200 400 16 10 30 48 352 15,686 2,89 0,00768 0,00768 541,006 2,69 3 D 16 603,2 42,432 79,810 Aman
RB
M- -64,87 200 400 16 10 30 48 352 15,686 3,27 0,00879 0,00879 618,575 3,08 5 D 16 1005 48,516 131,793 Aman
M+ 9,57 200 400 16 10 30 48 352 15,686 0,48 0,00122 0,0035 246,4 1,23 2 D 16 402,1 19,325 55,065 Aman
TB
M- -12,94 200 400 16 10 30 48 352 15,686 0,65 0,00165 0,0035 246,4 1,23 2 D 16 402,1 19,325 55,065 Aman

Tabel 5.6 Perhitungan Tulangan Lentur


Perhitungan Tulangan Geser
fys= 240 mpa fc= 30 faktor reduksi= 0,75
Vu Ukuran Tulangan d' d ϕVc Vs Vsmin Vsmaks Avs S Penulangan
Tipe Balok ts Cek
KN b (mm) h (m) dtlg ds (mm) (mm) KN KN KN KN ada ada ds - S
BI 130,55 300 500 13 10 30 47 454 93,15 80,92 45,35 496,78 perlu geser 157,1 158,5 10,0 - 150,0
BA 253,12 250 450 13 10 30 47 404 69,06 268,42 33,63 368,34 perlu geser 157,1 42,5 10,0 - 100,0
BR 16,021 200 400 13 10 30 47 354 48,40 -27,04 23,57 258,16 tidak perlu - - 10,0 - -
BB 28,983 200 400 13 10 30 47 354 48,40 -9,76 23,57 258,16 perlu geser min 157,1 424,1 10,0 - 250,0
RB 36,773 200 400 13 10 30 47 354 48,40 0,63 23,57 258,16 perlu geser min 157,1 424,1 10,0 - 250,0
TB 10,906 200 400 13 10 30 47 354 48,40 -33,86 23,57 258,16 tidak perlu - - 10,0 - -
*tidak perlu menggunakan tulangan geser minimum (diameter 8 -200)

Tabel 5.7 Perhitungan Tulangan Geser

V-29
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Perhitungan Tulangan Geser + Torsi


fys= 240 mpa Fy 400
Vu Tu Ukuran Ct αt Av/s At/s Avt/s Al/4 n s Cek Penulangan Geser Cek Penulangan Torsi
Tipe Balok 2 2 2 2
N Nmm b (mm) h (m) pakai mm mm mm mm perlu perlu Geser ds - s Torsi n - ds
BI 130,55 70,40 300 500 0,0031 1,5 - - - - - - tidak perlu - - - tidak perlu - - -
BA 253,12 15,28 250 450 0,0037 1,5 - - - - - - tidak perlu - - - tidak perlu - - -
BR 16,02 2,58 200 400 0,0045 1,5 - - - - - - tidak perlu - - - tidak perlu - - -
BB 28,98 11,62 200 400 0,0045 1,5 - - - - - - tidak perlu - - - tidak perlu - - -
RB 36,77 2,63 200 400 0,0045 1,5 - - - - - - tidak perlu - - - tidak perlu - - -
TB 10,91 0,97 200 400 0,0045 1,5 - - - - - - tidak perlu - - - tidak perlu - - -

Tabel 5.8 Perhitungan Tulangan Geser + Torsi

V-30
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

5.8. Perhitungan Kolom


Dari SAP :

Pu = 1621,737 KN
Mu = 134,57 KNm
e = Mu
Pu
= 0,08397 m = 83,97 mm
Direncanakan ukuran kolom :
b = 500 mm D = 19 mm
h = 500 mm ϕ = 10 mm
ts = 40 mm Fys = 240 Mpa
fc' = 30 Mpa Fy = 400 Mpa
Ditaksir ρ = 2,5 %
As'=As = 0,5. ρ.b . h
= 0,5 .0,025 . 500.500
= 3125 mm2
n = 3125
0,25 x π x 192
= 11,022 ≈ 12
Dipakai Tulangan 12 D 19
Cek apakah eksentrisitas (e) lebih besar atau lebih kecil daripada
eksentrisitas balance (eb):
d' = d'= ts +1/2 ø tul. + ø
= 40 + (0,5x 19) + 10 )
= 59,5 ≤ 70 --> OK
d = h - d'
= 500- 59,5
= 440,5 mm

V- 31
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Cb = 600. d
600+ fy
= 600 .440,5
600 +400
= 264,3 mm
ab = β1 .Cb
= 0,85 . 264,3 mm
= 224,665 mm
Asumsikan tulangan sudah leleh sehingga Fs'=fy
Pnb = 0,85 x fc’ x ab x b
= 0,85 x 30 x 224,655 x 500
= 2864351 N
= 2864,35 KN
Mnb = 0,85𝑥𝑓𝑐 ′ 𝑥𝑎𝑏𝑥𝑏 (ℎ − 𝑎𝑏)+As x fy (d-d')
2 2
= 0,85 x 30 x 214,65 x 500.(500/2-225,65/2) +3125 x 400 x
(440,5 – 59,5 )
= 870592397 Nmm
= 870592 KNmm
eb = Mnb
Pnb
= 870592
2864,351
= 303,9 mm
Karena;
e > eb
82,979 > 303,9 Keruntuhan Tekan

V- 32
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Cek Penampang :
Keruntuhan Tekan
Pn As'.Fs' + 0,85 fc. B.H
(e/(d-d')+0,5). (3h.e +(1,18)
dengan

e = 82,979 = 0,218
(d-d’) 440,5 – 59,5
3he = 3 x 500 x 82,98 = 0,641
d2 440,52
maka :
Pn = 3125 x 500 + 0,85 x 30 x 500 x 500
(0,82 + 0,5) x (0,64 + 1,18)
= 5241387,464 N
Pu = ϕ.Pn
= 3406901,852 N
= 3406,901852 KN > 1621,737 KN OK

Menghitung tulangan geser kolom


Hasil Dari Sap :
Vu = 82,707 KN
Faktor reduksi geser = 0,75
Tegangan leleh tulangan = 240 Mpa
ϕVc = ϕx 1/6 x √fc x b x d
= ϕ x1/6 x √30 x 500 x 440,5
= 150794,866 N
= 150,794866 KN
1/2.ϕVc = 75,397 KN

V- 33
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Vs = (Vu/ϕ)-Vc
= (82,707 / 0,75) – 150,397
= -40,51886 KN
= -40518,86 N
Vs min = 1/3 x b x d
= 1/3 x 500 x 440,6
= 73416,667 N
= 73416,667 KN
Vsmaks = 2/3 x √fc x b x d
= 2/3 x √30 x 500 x 440,5
= 804239,2886 N
= 804,2392886 KN
jika :
Vu < 1/2. ϕVc Tidak perlu tulangan geser (tidak)
1/2.ϕVc ≤ Vu ≤ ϕVc Pasang tulangan geser minimum (perlu)
ϕVc ≤ Vu ≤ Vs maks Perlu tulangan geser (tidak)
Karena : 1/2.ϕVc ≤ Vu ≤ ϕVc
75,397 ≤ 82,707≤ 150,795
maka perlu tulangan geser minimum

Avs = 2 x 0,25 x π x 102


= 157,08 mm2
Sperlu = ϕ x Avs x fy xd
Vsmin
= 0,75 x 157,08 x 240 x 440,5
73416,667
= 169,65 mm
diambil Spakai = 150 mm
Maka dipasang tulangan geser ϕ10 - 150

V- 34
Laporan Kerja Proyek
Perencanaan Struktur Gedung Parkir A Balai Kota Semarang

Perhitungan Tulangan Kolom


fy = 400 mpa fc = 30 mpa fys = 240 mpa ditaksir ρ = 2,5 %
Pu Mu Ukuran (mm) Tulangan d' d e n pakai Cb ab Pnb Mnb eb Penulangan Cek Keruntuhan Tekan
Tipe Kolom ts keterangan
KN KNm b h dtlg ds (mm)(mm) mm buah mm mm2 KN KNmm mm n pakai jenis Diam. Pn (N) Pu (N) keterangan
K1 1621,74 134,57 500 500 19 10 40 59,5 441 83 12 264,3 224,7 2864 870592 303,94052 Keruntuhan Tekan 12 D 19 5241387,46 3406901,9 OK

Tabel 5.9 Perhitungan Tulangan Kolom

Perhitungan Tulangan Geser Kolom


fys= 240 mpa fc= 30 faktor reduksi= 0,75
Vu Ukuran Tulangan d' d ϕVc Vs Vsmin Vsmaks Avs S Penulangan
Tipe Kolom ts Cek
KN b (mm) h (m) dtlg ds (mm) (mm) KN KN KN KN ada ada ds - S
K1 82,707 500 500 19 10 40 60 441 150,79 -40,52 73,42 804,24 perlu geser min 157,1 169,6 10,0 - 150,0

Tabel 5.10 Perhitungan Tulangan Geser Kolom

V- 35

Anda mungkin juga menyukai