0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan7 halaman

Strategi Pembelajaran Efektif di SD

Tugas 4

Diunggah oleh

putrialfina51
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan7 halaman

Strategi Pembelajaran Efektif di SD

Tugas 4

Diunggah oleh

putrialfina51
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS 3

Mata Kuliah : Strategi Pembelajaran di SD (PDGK4105)


Dosen Pengampu : Ana Theriana, [Link]

Nama : Putri Alfina Damayanti


NIM : 860058331

UNIVERSITAS TERBUKA
2024
TUGAS TUTORIAL 3

Program Studi : PGSD


Kode Mata Kuliah : PDGK 4105
Nama Mata Kuliah : Strategi Pembelajaran di SD
Jumlah sks : 4 sks

Sumber
Skor
No. Uraian Tugas Tutorial Tugas
Maksimum
Tutorial
1. Jelaskan perbedaan dari kegiatan 25 Modul 9
pembelajaran biasa dan kegiatan belajar PDGK 4105
remedial serta jelaskan mengapa perlu ada
kegiatan remedial dan sertakan contohnya!
2. Dalam proses pembelajaran dibutuhkan 25 Modul 10
pengelolaan kelas agar dapat mencapai hasil PDGK 4105
yang optimal. Salah satunya adalah
penataan lingkungan kelas. Apa saja yang
perlu diperhatikan dalam melakukan
penataan kelas!
3. Displin merupakan sebuah karakter yang 25 Modul 11
perlu ditanamkan kepada siswa sejak dini. PDGK 4105
Jelaskan dan berikan contoh faktor-faktor
yang mempengaruhi displin kelas!
4. Guru merupakan ujung tombak dalam 25 Modul 12
proses pembelajaran. Berikan penjelasan PDGK 4105
mengenai bagaimana guru yang efektif
disertai dengan contoh kegiatannya!

JAWABAN
1. Kegiatan pembelajaran biasa adalah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan
di kelas secara rutin dan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Dimana dalam
pembelajaran biasa tujuan yang ditetapkan berlaku untuk semua siswa,
materi yang digunakan sama untuk semua siswa, kegiatan pembelajaran
dilaksanakan secara klasikal, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
dilakukan secara klasikal pula. Sedangkan,
Makmun (2012) mengatakan pembelajaran remedial merupakan upaya guru
(dengan atau tanpa bantuan/ kerjasama dengan ahli atau pihak lain) untuk
menciptakan situasi yang memungkinkan individu atau kelompok siswa
tertentu lebih mampu mengembangkan dirinya seoptimal mungkin sehingga
dapat memenuhi kriteria keberhasilan minimal yang diharapkan. Dimana
dalam pembelajaran remedial, tujuannya bersifat khusus untuk siswa yang
menjadi objek remedial, materi yang dipilih disesuaikan dengan kesulitan
siswa, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara individual dan kelompok,
perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dilakukan berdasarkan
kebutuhan individu atau kelompok siswa
Kegiatan remedial sangat penting dilakukan karena dapat memberikan
manfaat bagi siswa dan guru yaitu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa
yang mengalami kesulitan belajar, meningkatkan rasa percaya diri siswa
yang mengalami kesulitan belajar, meningkatkan motivasi dan minat belajar
siswa. meningkatkan keterampilan guru dalam mengidentifikasi dan
menangani kesulitan belajar siswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran di
kelas.
Contoh kegiatan remedial :
a. Melakukan penilaian ulang terhadap hasil belajar siswa yang
belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)
b. Memberikan ujian ulang setelah siswa mengikuti pembelajaran tambahan
c. Melakukan pembelajaran tambahan dengan menggunakan metode,
media, dan sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa
d. Melakukan analisis terhadap kesalahan dan kelemahan siswa
dalam menjawab soal-soal
e. Memberikan umpan balik dan bimbingan kepada siswa yang mengalami
kesulitan belajar

2. Penataan lingkungan kelas merupakan salah satu bagian dari pengelolaan


kelas yang penting untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Menurut
Louisell (1992), ketika menata lingkungan fisik kelas, guru harus
mempertimbangkan 5 hal sebagai berikut :
a. Keleluasaan Pandangan (Visibility) yaitu penempatan atau penataan
barang-barang di dalam kelas tidak mengganggu pandangan siswa dan
guru sehingga siswa secara leluasa dapat memandang guru atau
benda/kegiatan yang berlangsung. Siswa dapat melihat kegiatan
pembelajaran dari tempat duduk mereka
b. Mudah dicapai (Accessibility), dimana Ruangan hendaknya diatur dengan
baik sehingga lalu lintas kegiatan belajar di kelas tidak terganggu. Jarak
antartempat duduk harus cukup untuk dilalui oleh siswa sehingga siswa
dapat dengan mudah bergerak dan tidak mengganggu siswa lainnya yang
sedang bekerja
c. Keluwesan (Flexibility), dimana barang-barang yang ada di dalam kelas
hendaknya mudah untuk ditata dan dipindah-pindahkan sesuai dengan
tuntutan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan siswa dan guru.
Pembelajaran melalui diskusi kelompok menuntut tatanan ruangan kelas
yang berbeda dengan pembelajaran melalui kegiatan demonstrasi.
d. Kenyamanan, dimana prinsip kenyamanan ini berkenaan dengan
temperatur ruangan, cahaya, suara, dan kepadatan kelas. Kenyamanan
ruangan kelas akan sangat berpengaruh terhadap konsentrasi dan
produktivitas siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran
e. Keindahan, dimana prinsip keindahan berkenaan dengan usaha guru
menata ruangan kelas yang menyenangkan dan kondusif bagi kegiatan
pembelajaran. Ruangan kelas yang menyenangkan dapat meningkatkan
pengembangan nilai keindahan pada diri siswa karena siswa melihat
langsung model/contoh yang dilakukan guru dalam menata kelas
Peningkatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dapat dilakukan guru
memulai penerapan berbagai strategi pembelajaran. Mungkin guru memulai
pembelajarannya dengan penjelasan umum bagi semua siswa sebelum siswa
ditugaskan untuk melakukan diskusi kelompok atau bekeja secara individual.
Setiap strategi pembelajaran yang diterapkan guru menuntut tatanan tempat
duduk yang berbeda-beda. Dengan kata lain, guru harus menata tempat duduk
siswa untuk memperlancar kegiatan pembelajaran
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi displin kelas terbagi menjadi 3 yaitu :
a. Faktor Fisik
Disiplin kelas dilandasi oleh adanya interaksi guru-siswa dalam
konteks (hubungan) kelas maka faktor fisik yang mempengaruhi disiplin
kelas juga mencangkup guru, siswa, ruang kelas.
Kondisi fisik guru, antara lain tampak pada penampilannya akan
mempengaruhi ketaatan siswa pada aturan. Contohnya : guru berpakaian
rapi, rambut dicukur pendek, wangi, sehat, tampak bersemangat maka hal
tersebut akan dicontoh siswa
Kondisi fisik siswa yang prima, seperti tampak pada
penampilannya serta panca indra yang sehat akan mempengaruhi ketaatan
siswa pada aturan. Contohnya : siswa yang sehat akan lebih enerjik dan
antusias dalam proses pembelajaran, dan daya tangkap nya akan berjalan
secara optimal sehingga mudah dalam memusatkan perhatian pada
pelajaran
Kondisi fisik ruangan kelas, yang mencangkup keamanan, susunan
peralatan, dan cara penggunaan alat-alat pelajaran mempengaruhi tingkat
kedisiplinan siswa. Contohnya : kelas yang berantakan/ yang kondisinya
telah rusak dapat membahayakan siswa sehingga mengurangi ketaatan
siswa pada aturan
b. Faktor Sosial
Kualitas hubungan guru dengan siswa dapat mempengaruhi
disiplin kelas. Hubungan yang akrab dan sehat dan saling mempercayai
akan mampu meningkatkan disiplin kelas. Contohnya : Ana siswa kelas 3
SD mendapatkan tugas dari bu Rina untuk membersihkan kelas, ketika
mendapatkan perintah itu, Ana langsung bergegas mengerjakannya
dikarenakan bu Rina sangat baik kepadanya
Disamping interaksi sosial guru dengan siswa, latar belakang siswa
(lingkungan dan orang orang disekitar siswa) juga mempengaruhi tingkat
kedisiplinan siswa. Contohnya : siswa yang berasal dari desa mungkin
akan lebih patuh dibandingkan dengan siswa yang berasal dari kota, siswa
yang biasa bergaul dengan teman teman di sekitarnya akan lebih mudah
menerima aturan kelas dari pada siswa yang selalu menutup diri
c. Faktor Psikologis
Faktor psikologis/ kejiwaan juga dianggap sangat berpengaruh
pada tingkat kedisiplinan siswa. Faktor psikologis mencangkup (perasaan
sedih, senang, marah, bosan, benci,dll). Dan kebutuhan keinginan untuk
dihargai, diakui, disayangi,dll. Contohnya : seorang siswa mogok/ tidak
mau mengerjakan tugas, setelah diselediki, ternyata siswa tersebut dalam
keadaan tertekan karena dimarahi ayahnya

4. Rosanshine (1989) mengidentifikasi 6 hal tentang guru yang efektif, yaitu :


a. Melakukan reviu harian yaitu dimana guru yang efektif memulai
pembelajaran dengan mereviu materi yang lalu, mengoreksi pekerjaan
rumah, mereviu pengetahuan awal yang relevan dengan pembelajaran hari
ini
b. Menyiapkan materi baru dimana guru yang efektif memerlukan waktu
yang lebih banyak dalam menyajikan materi baru dan membimbing
praktek, kemudian menerangkan tujuan belajar yang ingin dicapai selama
pembelajaran, setelah itu dilanjutkan menyampaikan materi pembelajaran
dengan singkat tetapi memberikan contoh yang konkret yang banyak
c. Melakukan praktek terbimbing yaitu membimbing praktek keterampilan
awal pembelajaran dan menyediakan penguatan yang perlu untuk
kemajuan belajar baru, dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka
panjang. Dimana guru yang efektif meningkatkan pencapaian
pembelajaran akan menambah jumlah pertanyaan
d. Menyediakan balikan/ koreksi
Proses balikan dapat berupa memberikan penjelasan tambahan jika
jawaban siswa benar dan jika jawaban siswa salah maka guru dapat
menyederhanakan pertanyaan dan menuntun ke arah jawaban yang benar
e. Melaksanakan praktek mandiri
Setelah guru memberikan praktek terbimbing, sangat penting
memberikan kesempatan kepada siswa untuk praktek mandiri
f. Reviu mingguan dan bulanan
Guru dianjurkan meriviu pekerjaan seminggu sekali dan sebulan
sekali
Contoh kegiatannya : Bu Ani sebelum memulai pelajaran hari ini,
melakukan reviu pelajaran hari kemarin dan mengoreksi PR siswa, setelah itu
membahas hal-hal yang berhubungan dengan materi hari ini. Kemudian bu
Ani menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini dan menjawabarkan materi
beserta contohnya agar mudah dipahami oleh siswa. Agar siswa lebih paham,
bu Ani melakukan praktek mengenai pembelajaran hari ini. Setelah bu Ani
selesai memberikan materinya, bu Ani bertanya kepada siswa tentang apakah
siswa paham akan materi yang baru saja dijawabkan? Jika sudah paham, bu
Ani memberikan penguatan lagi, tetapi jika belum paham bu Ani
menyederhanakan pertanyaan dan menuntun kejawaban yang benar. Setelah
siswa sudah paham semua, bu Ani menyuruh siswa untuk melakukan praktek
dan mencatat hasil prakteknya untuk dijadikan PR. Kemudian setelah itu bu
Ani melakukan riviu kembali atas capaian pembelajaran siswa

Anda mungkin juga menyukai