0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan94 halaman

Modul Riset Operasional: Pemrograman Linier

Diunggah oleh

MUTIARA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan94 halaman

Modul Riset Operasional: Pemrograman Linier

Diunggah oleh

MUTIARA
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL

RISET
OPERASIONAL
DOSEN PENGAMP
U:FADHUL MUBA
[Link].,[Link].,P
H.D.,
Kelompok 6 :
Adelia Febrina Wardani
D1B22065
Hania Safira
D1B22079
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI TAHUN 2024
Simplex
Deskripsi Modul
Linear Programming (LP) adalah suatu cara untuk menyelesaikan persoalan
pengalokasian sumber-sumber yang terbatas di antara beberapa aktifitas
yang bersaing, dengan cara yang terbaik yang mungkin dilakukan.
Persoalan pengalokasian ini akan muncul manakala seseorang harus memilih
tingkat aktifitas- aktifitas tertentu yang bersaing dalam hal penggunaan
sumber daya langka yang dibutuhkan untuk melaksanakan aktifitas-aktifitas
tertentu.

Tujuan Modul
Setelah menyelesaikan praktikum pada modul ini, praktikan akan memahami:
1. Perencanaan aktifitas untuk memperoleh hasil optimum dengan batasan-batasan yang

dimiliki;
2. Keputusan mana yang harus dipilih.

Isi
PembelajaranL:inear Programming
Latihan 1 MenghitungSimplex
Pembelajaran: PenggunaSaonftware QSB

PEMBELAJARAN : LINEAR PROGRAMMING


Riset operasional adalah sekumpulan cara atau metode analisis yang
digunakan untuk mengelola sumber daya perusahaan yang terbatas agar hasil
yang optimal didapat perusahaan.

OR juga dapat digunakan untuk memaksimalkan sesuatu yang diinginkan


(seperti hasil produksi, penjualan, keuntungan, dll.) dan dapat juga digunakan
untuk meminimumkan sesuatu yang tidak diinginkan oleh perusahaan (seperti

RISET OPERASIONAL 1 5
kecelakaan kerja, kerugian, produk cacat, dll).

RISET OPERASIONAL 1 6
Sejarah munculnya OR

Perang Dunia II Pembentukan Amerika


berlangsung kelompok formal OR mengikuti
Inggris (1939) dengan US
Oleh G. A. Robert dan DR. Mengembangkan cara
E. C. William dalam untuk memenangkan perang
usaha mengembangkan melawan Jepang
sistem
Komunikasi

OR diterapkan untuk
Perang Dunia
memecahkan masalah
selesai.
manajerial dan
operasional.
Metode yang terkenal yaitu Linier
Programing yang dikenalkan oleh George
Dantzig (Bapak Linier Programing).

OR berkembang hingga ke Statistika Pengendalian Mutu, Pemrograman Dinamis,


Analisis Queue dan pengendalian Persediaan, Pemrograman Geometris,
Simulasi, dan Goal

LINEAR PROGRAMMING
Linear Programming atau pemrograman linier berasal dari kata pemrograman
dan linier. Pemrograman mempunyai arti perencanaan, dan linier berarti
fungsi-fungsi yang digunakan merupakan fungsi linier.
Secara umum arti dari pemrogaman linier adalah suatu teknik perencanaan
yang bersifat analitis yang analis-analisisnya memakai model matematika,
dengan tujuan menemukan beberapa kombinasi alternatif pemecahan masalah,
kemudian dipilih yang
terbaik diantaranya dalam rangka menyusun strategi dan langkah-langkah kebijaksanaan
lebih lanjut tentang alokasi sumber daya dan dana yang terbatas guna mencapai
tujuan dan sasaran yang dinginkan secara optimal.

Untuk merumuskan suatu masalah ke dalam bentuk pemrograman linier harus


dipenuhi syarat-syarat berikut :
1. Tujuan masalah tersebut harus tegas dan jelas;
2. Harus ada satu atau beberapa alternatif yang ingin dibandingkan;

RISET OPERASIONAL 1 7
3. Adanya sumber daya terbatas;
4. Bisa dilakukan perumusan kuantitatif;
5. Adanya keterkaitan peubah.

RISET OPERASIONAL 1 8
Untuk membentuk suatu model pemrogaman linier perlu diterapkan
asumsi sebagai berikut:
1. Linearity
Fungsi obyektif dan kendala haruslah merupakan fungsi linier dan variabel
keputusan. Hal ini akan mengakibatkan fungsi bersifat proporsional dan
additif, misalnya untuk memproduksi 1 kursi dibutuhkan waktu 3 jam
maka untuk memproduksi 2 kursi dibutuhkan waktu 6 jam
2. Divisibility
Nilai variabel keputusan dapat berupa bilangan pecahan
3. Nonnegativity
Nilai variabel keputusan haruslah nonnegatif
4. Certainty
Semua konstanta mempunyai nilai yang sudah pasti.

Dua macam fungsi Program Linier:


□ Fungsi tujuan : mengarahkan analisa untuk mendeteksi tujuan perumusan masalah□

□ Fungsi kendala : untuk mengetahui sumber daya yang tersedia dan permintaan atas
sumber daya tersebut.□

Metode-metode yang ada di Linear Programming :

1. Grafik □Kendala : hanya untuk perusahaan yang memproduksi 2


produk.
2. Simplex

3. Dualitas□Digunakan bila terjadi perubahan kapasitas.

Hanya mempelajari SIMPLEX

METODE SIMPLEX
Tahun 1947 diperkenalkan oleh George B. Dantzig merupakan suatu
algoritma yang digunakan untuk pemecahan berbagai masalah Linear
Programming (LP). Pemecahan masalah dengan menggunakan metode ini
sangat menguntungkan bagi pengguna karena tidak hanya fungsi tujuan
dan nilai optimum dari variabel dapat kita ketahui tapi kita juga dapat
memberikan interpretasi ekonomi dan melakukan analisis sensitivitas yang
didasarkan pada proses iterasi.

RISET OPERASIONAL 1 9
Ada 3 ciri utama dari suatu bentuk baku pemrograman linier untuk algoritma simplex:
a. Semua kendala harus berada dalam bentuk persamaan dengan nilai kanan tidak
negatif
b. Semua variabel yang terlibat tidak dapat bernilai negatif
c. Dapat berupa maksimisasi dan minimsasi

Komponen dalam simplex :


1. Variabel keputusan (Decision Variabel)
2. Fungsi tujuan (Objective Function)
3. Kendala (Constraints)

Contoh Soal
PT Elfrianda memproduksi tiga jenis keramik untuk dijadikan souvenir, yaitu
mug keramik, piring keramik, dan vas bunga keramik. Keuntungan yang
diharapkan dari masing-masing keramik adalah Rp 2.800.000, Rp
2.000.000, dan Rp 2.400.000. Untuk memproduksi mug keramik dibutuhkan
80 pcs keramik, 40 liter pewarna, dan waktu pencetakan selama 40 menit.
Untuk piring keramik dibutuhkan 60 pcs keramik,
35 liter pewarna, dan waktu pencetakan selama 25 menit. Sedangkan
untuk vas bunga keramik dibutuhkan 70 pcs keramik, 60 liter pewarna, dan
waktu pencetakan selama 90 menit. PT Elfrianda mempunyai kapasitas
maksimum untuk keramik adalah 2.800 pcs, pewarna 1.600 liter, dan waktu
pencetakan selama 2.400 menit. Tentukanlah keuntungan yang diperoleh
perusahaan!

Langkah menjawab ~

Step 1 : Identifikasikan variabel keputusan, fungsi tujuan dan variabel kendala


Variabel keputusan
X1= Mug
keramik
X2= Piring keramik
X3= Vas Bunga keramik

Step 2 : Tentukan fungsi tujuan, apakah akan di maksimalisasi atau minimalisasi


Maksimumkan Z = 2.800.000X1 + 2.000.000X2 + 2.400.000X3

Step 3 : Formulasikan faktor kendala yang ada dalam bentuk :



□> Perwujudan informasi paling sedikit atau minimum
RISET OPERASIONAL 1 1
0
□ □
□ < Perwujudan informasi paling banyak atau maksimum


= Perwujudan informasi paling memadai

RISET OPERASIONAL 1 1
1

□□ Kendalanya : keramik, pewarna, dan waktu pencetakan.

□□ Diurutkan sesuai jenis kendalanya, menjadi seperti dibawah ini.
□ Karena perwujudan□ informasi paling banyak atau maksimum pada
soal diatas
kita pakai simbol <

Fungsi
Kendala
80X1 + 60X2+ 70X3≤
1. keramik
2. pewarna 2.800 40X1 + 35X2+

3. pencetakan 60X3≤ 1.600 40X1 +


25X2+ 90X3≤ 2.400
dimana X1 , X2 , X3 ≥ 0
Step 4 : Ubahlah fungsi tujuan dan variabel kendala menjadi fungsi
impulsif dengan cara menggeser semua CnXn ke kiri
Formulasikan faktor kendala yang ada dalam bentuk :
o fungsi kendala memakai simbol ≤ maka harus ditambah + S
o fungsi kendala memakai simbol > maka harus ditambah – S+A
o fungsi kendala memakai simbol = maka harus
Disini
ditambah + A note : Skita hanya mempelajari fungsi kendala memakai simbol ≤
= slack

Fungsi Tujuan
Maksimumkan Z – 2.800.000X1 – 2.000.000X2 – 2.400.000X3 = 0

Fungsi Kendala

1. keramik 80X1 + 60X2+ 70X3+ S1 = 2.800

2. pewarna 40X1 + 35X2+ 60X3+ S2 = 1.600

3. pencetaka 40X1 + 25X2+ 90X3+ S3 = 2.400


n dimana X1 , X2 , X3 ≥ 0

Step 5 : Susunlah persamaan yang diperoleh ke dalam

tabel iterasi Step 6 : Tentukanlah kolom kunci


Kolom kunci ditentukan berdasarkan nilai yang paling besar negatifnya dari nilai-
nilai yang berada pada baris fungsi tujuan (Z) pada table simpleks
Step 7 : Tentukanlah baris kunci

Baris kunci ditentukan dengan membuat nilai perbandingan antara nilai kanan
(NK) dengan nilai pada kolom kunci dari setiap baris, kecuali baris fungsi tujuan.
Baris dengan RISET OPERASIONAL 1 9
perbandingan yang terkecil akan berperan sebagai baris kunci. Pertemuan antara
kolom kunci dan baris kunci dinamakan Angka kunci.
VD X 1 X 2 X 3 S1 S2 S3 NK Index
Z - - - 0 0 0 0 -
2.800.000 2.200.000 2.200.000
S1 80 60 70 1 0 0 2800 35
S2 40 35 60 0 1 0 1600 40
S3 40 25 90 0 0 1 2400 60

Step 8 : Tentukan persamaan baru/ baris kunci baru (NBBK)


S1 X1

NBBK X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK

1 0 0 35

Step 9: Tentukan persamaan persamaan baru selain NBBK


Z - -2.000.000 -2.200.000 0 0 0 0
2.800.000
(- (1 0 0 35 )
2.800.000)
( -2.800.000 -2.100.000 -2.450.000 - 0 0 -98.000.000)
100.000 35.000 0 0 98.000.000
0 250.000 35.000

S2 40 35 60 0 1 0 1.600
(40) ( 1 0 0 35 )
( 40 30 35 0.5 0 0 1.400 )
0 5 25 -0.5 1 0 200

S3 40 25 90 0 0 1 2400
(40) ( 1 0 0 35 )
( 40 30 3 0.5 0 0 1400
0 -5 5 -0.5 0 1 1000
5

RISET OPERASIONAL 1 10
5

RISET OPERASIONAL 1 10
Step 10: Masukkanlah nilai-nilai baru ke dalam tabel iterasi 1
V X X 2 X 3 S1 S2 S3 NK
D 1

0 100.000 250.000 35.000 0 0 98.000.00


200
Z
S2 0 5 25 -0.5 1 0 100
0
S3 0 -5 55 -0.5 0 1
X1 1 ¾ 7/8 1/80 0 0 35

Step 11: Karena nilai di baris Z sudah tidak ada lagi nilai (-) jadi tidak
perlu diterasi lagi. Bila masih terdapat nilai negatif pada baris Z, maka
langkah selanjutnya
ulangi langkah mulai Step 5, menentukan Kolom Kunci, Baris Kunci, NBBK.

Analisis:

Keuntungan yang akan diperoleh PT. Elfrianda keramik adalah Rp 98.000.000


dengan memproduksi 35 mug keramik tanpa memproduksi piring keramik dan
vas bunga keramik.

PEMBELAJARAN : PENGGUNAAN SOFTWARE WinQSB


1. Start -> All Program -> WinQSB, buka Program Linear and Integer Programming

2. Untuk memulai pilih menu File > New Problem

3. Pada form LP-ILP Problem Specification, isikan sebagai berikut :


□ □ Problem Title (isikan dengan nama anda)□
RISET OPERASIONAL 1 11
□ □ Number of Variables = 3□
□ Number of Constraints = 3□

RISET OPERASIONAL 1 12

Fungsi yang digunakan adalah fungsi
maksimalisasi (Maximization) Klik OK untuk
melanjutkan□

4. Tampilan spreadsheet

5. Pilih menu Edit -> Variabel Names

6. Ubah nama variabel seperti pada soal. Klik OK untuk melanjutkan

RISET OPERASIONAL 1 13
7. Hasil spreadsheet dengan nama variabel baru, isikan data sesuai dengan fungsi
kendala dari soal

8. Untuk melihat hasil perhitungannya pilih menu Solve and Analyze -


> Solve and Display Steps

9. Hasil dari step perhitungan

RISET OPERASIONAL 1 14
10. Hasil akhir yaitu keuntungan yang akan diperoleh [Link]
keramik adalah Rp 98.000.000 dengan memproduksi 35 mug keramik
tanpa memproduksi piring keramik dan vas bunga keramik.

Soal - soal Uji Kemampuan


1. Nainggolan Tea memiliki 3 varian rasa baru yaitu rasa Thai, Green, dan
Taro. Untuk membuat Thai dibutuhkan 4 kg teh, 6 ml susu, dan 8 lt air
hangat. Untuk membuat Green diketahui membutuhkan 5 kg teh, 5 ml susu,
dan 4 lt air hangat. Untuk membuat taro dibutuhkan 12 kg teh, 10 ml susu,
dan 9 lt air hangat. Kapasitas maksimum yang dibutuhkan teh adalah 29 kg,
susu 32 ml, dan air hangat sebanyak 24 liter. Jika keuntungan yang
diharapkan masing-masing varian adalah Rp 900.000, Rp 420.000, dan Rp
120.000. Maka berapakah keuntungan maksimum yang diperoleh Nainggolan
Tea?
2. Toko Kerupuk Semajogja diketahui memproduksi 3 macam jenis kerupuk
yaitu kerupuk udang, kerupuk mie, dan kerupuk seblak. Untuk membuat
kerupuk udang dibutuhkan 60 kg tepung, 30 kg bawang putih, dan 2 lt minyak
goreng. Untuk membuat kerupuk Mie ternyata dibutuhkan 50 kg tepung, 35 kg
bawang putih, dan 4 lt minyak goreng. Untuk membuat kerupuk seblak
dibutuhkan 70 kg tepung, 15 kg bawang putih, dan 2 lt minyak goreng.
Diketahui kapasitas maksimum tepung yaitu 500 kg, bawang putih 150 kg, dan
minyak goreng 10 lt. Keuntungan yang diharapkan adalah Rp 3.000.000, Rp
2.500.000, dan Rp 2.700.000. Maka tentukanlah keuntungan optimal yang akan
diraih oleh Toko Kerupuk Semajogja yaitu?

3. Toko Didi’s Furniture memproduksi berbagai macam produk yang diolah dari
plastik yaitu piring, mangkok, dan wrap. Dimana untuk memproduksi piring
dibutuhkan 35 getah perca, 20 lt shellac, dan waktu penyelesaian selama 4 jam.
Untuk mangkok membutuhkan 15

RISET OPERASIONAL 1 14
getah perca, 25 lt shellac, dan waktu penyelesaian selama 8 jam. Untuk
wrap membutuhkan 10 getah perca, 5 lt shellac, dan waktu penyelesaian
selama 2 jam. Kapasitas maksimum untuk getah perca adalah 100, untuk
shellac adalah 75 liter, dan untuk waktu penyelesaian adalah 25 jam.
Keuntungan yang diharapkan masing- masing sebesar Rp. 200.000, Rp.
300.000, dan Rp. 500.000. Keuntungan optimal yang diperoleh Toko Alat
Makan adalah sebesar?

RISET OPERASIONAL 1 15
TRANSPORTASI

Deskripsi Modul
Metode transportasi merupakan metode yang digunakan untuk mengatur
distribusi dari sumber yang menyediakan produk ke tempat tujuan yang
membutuhkan secara optimal. Alokasi produk ini harus diatur, karena
terdapat perbedaan biaya-biaya alokasi dari satu sumber ke tempat-tempat
tujuan.
Tujuan manajemen adalah menentukan jumlah yang harus dikirimkan dengan biaya
yang seminimum mungkin. Atau dengan kata lain, mengoptimalkan distribusi
sumber daya sehingga biaya yang dikeluarkan minimal.

Tujuan modul
Setelah menyelesaikan praktikum pada modul ini, praktikan akan memahami:
1. Bagaimana cara mengatur distribusi dari sumber yang menyediakan produk
yang sama ke tempat yang membutuhkan secara optimal
2. Bagaimana meminimalkan biaya untuk memperoleh hasil optimal
3. Apa sajaha kikat dari suatu pengambilan keputusan
4. Tahapan apa saja yang harus dilalui dalam mengambil suatu keputusan
agar dapat memberikan hasil yang efektif dan efisien.

Isi
PembelajaranN: orth West Corner
Latihan 1 MenghitungNorth West Corner
PembelajaranL:east Cost
Latihan 2 MenghitungLeast Cost
Pembelajaran: VAMV(ogel Approximation Metho)d
Latihan 3 MenghitungVAM
Pembelajaran: RAMR(ussel Approximation Metho)d
Latihan 4 MenghitungRAM

RISET OPERASIONAL 1 17
METODE TRANSPORTASI
Metode transportasi untuk pertama kali dikemukakan
(1941) dan
Fo .leL hHitchcock dijelaskan lebih mendetail oleTh.C
Koopmans (1949).

MASALAH TRANSPORTASI
Masalah transportasi secara umum berhubungan dengan masalah
pendistribusian barang dari beberapa kelompok tempat penyediaan yang
disebut SUMBER ke beberapa kelompok tempat penerimaan yang disebut
TUJUAN dalam masalah tertentu yang dapat meminimumkan total biaya
distribusi. Secara umum, penyelesaian masalah transportasi dilakukan dengan
dua tahap, yakni:
□ Tahap SOLUSI AWAL□
1.
□ Metode NWC (North West Corner)
Pengalokasian dimulai dari pojok kiri atas dan berakhir di pojok kanan bawah.
2. Metode LC (Least Cost)
Pengalokasian dimulai dari biaya terendah dalam tabel
3. Metode VAM (Vogel Approximation Method)
Pengalokasian dilakukan pada kotak variabel dengan biaya terendah pada
baris atau kolom yang terpilih
4. Metode RAM (Russel Approximation Method)

Pengalokasian dilakukan dengan nilai negatif terbesar

□ SOLUSI AKHIR□
Tahap
1. Stepping Stone
2. MODI (Modified Distribution), merupakan modifikasi dari metode Stepping
Stone. Namun demikian, solusi akhir akan digunakan bila dalam solusi awal,
penyelesaian biayanya belum optimal.)

Catatan Penting!

1. Syarat sel terisi (M+N)-1, dimana M adalah jumlah baris, N adalah jumlah kolom.
2. Bila (M+N)-1 TIDAK SAMA sel terisi, maka harus ditambahkan 0 (nol).
DENGAN
3. Jumlah KAPASITAS harus sama deng ajunmlah KEBUTUHAN, jika tidak
maka perlu ditambahkan DUMMY.

RISET OPERASIONAL 1 18
TRANSPORTASI SOLUSI AWAL
Contoh soal : PT. KAI memiliki 3 pilihan kereta untuk membantu masyarakat yang
ingin mudik pada saat lebaran. Tiga pilihan kereta itu adalah Kereta
Matarmaja, Majapahit, dan Malabar, dengan tujuan Malang ke Jakarta melalui
Semarang. Kapasitas masing- masing kereta tersebut adalah 290, 380, dan
230 dengan kebutuhan atau permintaan tiket sebesar 125, 415, dan 360.
Berikut adalah biaya transportasinya per unit.

Tujuan
Sumber Malang Semarang Jakarta
Matarmaja 4 2 7
Majapahit 1 8 6
Malabar 5 3 9

Tentukan biaya transportasi dengan metode NWC, LC, VAM dan RAM!

HAL PERTAMA YANG HARUS DIPERHATIKAN!!!


Antara kapasitas dengan kebutuhan jumlahnya sama. Untuk kasus ini kita
namakan kasus normal, (tanpa dummy). Jika antara kapasitas dengan kebutuhan
jumlahnya tidak sama, maka kasus ini kita namakan kasus tidak normal (pakai
dummy).

JAWAB :

METODE NWC ( NORTH WEST CORNER)


1. Alokasikan komoditi dimulai dari pojok kiri atas dan berakhir di pojok kanan bawah.
Alokasikan komoditi sesuai dengan kebutuhan/permintaan dan kapasitas yang tersedia.
2. Setelah alokasi untuk C11 dilakukan, alokasi dilakukan pada baris atau kolom lain.
Tujuan
Sumber Kapasitas
Malang Semarang Jakarta
Matarmaja 125 4 165 2 7 290
Majapahit 1 250 8 130 6 380
Malabar 5 3 230 9 230
Kebutuhan 125 415 360 900

Keterangan :
1. Alokasi C11 dengan memperhatikan jumlah kapasitas dan kebutuhan (125 ; 90).
Minimum 125, maka untuk C11 dialokasikan sebanyak 125.
RISET OPERASIONAL 1 19
2. Ketika 125 produk dialokasikan pada C11, ternyata kebutuhan pada baris
pertama sebanyak 290 belum terpenuhi, dan kebutuhan (kolom pertama) sudah
terpenuhi, sehingga terjadi kelebihan jumlah kapasitas pada sumber pertama,
maka akan dialokasikan sebanyak 165 untuk C12.

3. Ketentuan tersebut, dilakukan sampai semua persediaan telah dialokasikan


dan semua kebutuhan telah terpenuhi.

Total biaya = Jumlah (biaya dikalikan dengan alokasi)


= (125x4) + (165x2) + (250x8) + (130x6) + (230x9)
= 5.680
Analisis :
Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode NWC, Matarmaja didistribusikan
ke Malang sebanyak 125 dan ke Semarang sebanyak 165. Majapahit
didistribusikan kepada Semarang dan Jakarta masing-masing 250 dan 130.
Sedangkan Malabar didistribusikan ke Jakarta sebanyak 230. Total biaya
transportasi yang dikeluarkan PT. KAI adalah sebesar 5.680.

METODE LC ( LEAST COST) / BIAYA MINIMUM


1. Alokasikan ke sel yang mempunyai biaya terkecil. Jika terdapat sel yang
memiliki biaya terkecil yang sama besar, maka pilih salah satu.
2. Kurangi dengan baris persediaan dan kolom permintaan, jika sudah nol, maka
eliminasi baris atau kolom tersebut.

HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGERJAKAN LC!!!


Bila dalam kasus tidak normal (dengan dummy), pengalokasian DUMMY selalu
TERAKHIR setelah sel lain terisi. Hal tersebut dikarenakan dalam LC, perusahaan
dianggap lebih memilih untuk mengalokasikan ke tempat yang
membutuhkan daripada disimpan di dalam gudang.

Tujuan
Sumber Kapasitas
Malang Semarang Jakarta
Matarmaja X 4 290 2 X 7 290
Majapahit 125 1 X 8 255 6 380
Malabar X 5 125 3 105 9 230
Kebutuhan 125 415 360 900

RISET OPERASIONAL 1 20
Penyelesaian:
1. Pada contoh soal, biaya terkecil terletak pada C21, sehingga sel ini
adalah yang diprioritaskan terlebih dahulu, dengan kebutuhan dan
kapasitas (125 ; 380) = dengan minimum 125. Kemudian sisa kebutuhannya
dialokasikan ke sel lain.
2. Kemudian biaya terkecil kedua terletak pada C12, sehingga sel ini
adalah yang diprioritaskan yang ke dua, dengan kebutuhan dan kapasitas
(415 ; 290) = dengan minimum 290. Kemudian sisa kapasitasnya
dialokasikan ke sel lain
3. Kemudian berlanjut ke biaya terkecil berikutnya, yaitu C32, dst.
4. Alokasi dihentikan jika jumlah persediaan telah dihabiskan dan jumlah
permintaan telah terpenuhi.
Total Biaya = Jumlah (biaya dikalikan dengan alokasi)

= (290x2) + (125x1) + (255x6) + (125x3) + (105x9)


= 3.555

Analisis :
Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode LC, Matarmaja didistribusikan
ke Semarang sebesar 290. Majapahit didistribusikan ke Malang dan Jakarta masing-
masing sebesar 125 dan 255. Malabar didistribusikan ke Semarang dan Jakarta
masing-masing sebesar 125 dan 105. Total biaya transportasi yang dikeluarkan PT
KAI adalah sebesar 3.555.

METODE VAM ( VOGEL APPROXIMATION METHOD)


1. Menghitung selisih biaya terkecil dengan biaya terkecil berikutnya untuk setiap
baris dan kolom
2. Setelah memperoleh nilai selisih untuk tiap kolom dan baris, pilih biaya yang
selisih terbesar yang ada pada baris dan kolom tersebut. Kemudian alokasikan
sebanyak mungkin ke sel yang memiliki biaya terkecil pada baris atau kolom
terpilih.
3. Buat tabel pengalokasian untuk barang dari sumber ke tujuan, dengan
memperhatikan jumlah kapasitas yang tersedia pada kolom atau baris yang
bersangkutan dengan jumlah permintaan yang harus dipenuhi atau belum

RISET OPERASIONAL 1 21
dipenuhi pada baris atau kolom tersebut. Hapuslah baris dan kolom apabila
persediaan sudah dialokasikan atau permintaan yang sudah terpenuhi.

4. Ulangi langkah pertama, jika jumlah persediaan belum dialokasikan


sepenuhnya, maka masih terdapat kekurangan persediaan.

RISET OPERASIONAL 1 21
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGERJAKAN VAM!!!
Bila dalam kasus tidak normal (dengan dummy), pengalokasian DUMMY
diperhitungkan. Karena metode VAM memperhitungkan biaya dummy ketika
mencari selisih biaya terkecil.

Tabel 1
Tujuan
Sumber Kapasit Selisih
Malang Semarang Jakarta 4-2=2
Matarma as
ja 290
Majapahit X 4 2 380 6-1=5
Malabar 125 1 8 230 5-3=2
Kebutuhan X 5 3 900
Selisih 125 415 360
4-1=3 3-2=1 7-6=1

Tabel 2
Tujuan
Sumber Kapasitas Selisih
Malang Semarang Jakarta

Matarmaja X 4 2 7 290 7-2=5


Majapahit 125 1 8 6 380 8-6=2
Malabar X 5 230 3 X 9 230 9-3=6
Kebutuhan 125 415 360 900
Selisih - 3-2=1 7-6=1

Tabel 3
Tujuan
Sumber Kapasitas Selisih
Malang Semarang Jakarta
Matarmaja X 4 185 2 105 7 290 7-2=5
Majapahit 125 1 X 8 255 6 380 8-6=2
Malabar X 5 230 3 X 9 230 -
Kebutuhan 125 415 360 900
Selisih - 8-2 = 6 7-6=1

Total Biaya = (185x2) + (105x7) + (125x1) + (255x6) + (230x3) = 3.450

Analisis :

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode VAM, Matarmaja didistribusikan ke


Semarang dan Jakarta masing-masing 185 dan 105. Majapahit didistribusikan ke
Malang dan Jakarta sebesar 125 dan 255. Sedangkan Malabar mendistribusikan ke
Semarang sebesar 230. Total biaya transportasi yang dikeluarkan PT. KAI adalah
sebesar 3.450

RISET OPERASIONAL 1 22
METODE RUSSEL APPROXIMATION METHOD)
RAM (
1. Penyelesaian dimulai dengan mencari biaya yang tertinggi untuk setiap baris
dan kolom yang ada dalam tabel transportasinya.
2. Selanjutnya biaya pada setiap sel akan dikurangi dengan biaya tertinggi untuk
baris itu dan dikurangi lagi dengan biaya tertinggi kolom itu.
3. Alokasi diberikan kepada sel yang memiliki nilai negatif terbesar dari
perhitungan langkah dua. Alokasi selanjutnya dilakukan kembali seperti pada
langkah pertama dan kedua, di mana baris/kolom yang telah habis
kapasitas/kebutuhannya tidak diikutsertakan.

Tabel awal
Tujuan
Malan Semaran Jakart
Sumbe Kapasit
g g a
r
Matarmaj 4 2 7 as290
a
Majapahit 1 8 6 380
Malabar 5 3 9 230
Kebutuha 125 415 360 900
n

Biaya tertinggi :
Baris 1 (B1) =
7 Kolom 1 (K1)= 5
Baris 2 (B2) = Kolom 2 (K2)= 8
8
Kolom 3 (K3) = 9
Baris 3 (B3) =
9
SEL = biaya sel – biaya tertinggi untuk baris itu – biaya tertinggi kolom itu

C11 = 4-7-5= -8C21 = 1-8-5= -12 C31= 5-9-5= -9


C12 = 2-7-8= - C22 = 8-8-8= -8 C32= 3-9-8= -14 (-)
13 terbesar
C13 = 7-7-9= -9C23 = 6-8-9= -11 C33= 9-9-9= -9

Tabel 1

Tujuan
Sumber Kapasit
Malang Semarang Jakarta as
Matarmaj 4 2 7 290
a
Majapahit 1 8 6 380
Malabar X 5 230 3 X 9 230
Kebutuha 125 415 360 900
n

RISET OPERASIONAL 1 23
PERHATIKAN!!!
Baris 3, kapasitas yang dimiliki PT KAI sudah habis, itu artinya biaya-biaya pada
baris 3 tidak ikut lagi dalam perhitungan langkah 1 dan 2, maka:
Biaya tertinggi : B1 = 7 K2= 8
B2 = 8
K3= 7 □ mengalami perubahan
K1 = 4 □ mengalami perubahan
karena baris 3 sudah tidak diperhitungkan lagi

SEL = biaya sel – biaya tertinggi untuk baris itu – biaya tertinggi
kolom itu
C11 = 4-7-4= -7 mengalami perubahan C21= 1-8-4= -11
C12 = 2-7-8= -13
(-) C22= 8-8-8= -8
C13 = 7-7-7= -7 terbesar
C23= 6-8-7= -9

Tabel 2
Tujuan
Sumbe Kapasit
r Malan Semaran Jakart as
g g a
Matarmaj 4 185 2 7 290
a
Majapahit 1 X 8 6 380
Malabar X 5 230 3 X 9 230
Kebutuha 12 415 36 900
n 5 0

PERHATIKAN!!!

Kolom 2, kebutuhan yang yang diperlukan sudah terpenuhi, itu artinya biaya-
biaya pada kolom 2 tidak ikut lagi dalam perhitungan langkah 1 dan 2, maka:
Biaya tertinggi : B1= 7 K1=4

B2= 6 □ mengalami perubahan karenaK3=7


kolom 2 tidak diperhitungkan

SEL = biaya sel – biaya tertinggi untuk baris itu – biaya tertinggi
kolom itu

C11 = 4-7-4 = -7
C13 = 7-7-7 = -7
C21 = 1-6-4 = -9 pilih negative terbesar lalu alokasikan ke C21
C23 = 6-6-7 = -7
RISET OPERASIONAL 1 24
Tabel 3
Tujuan
Sumber Kapasita
Malang Semarang Jakarta s
Matarmaja X 4 185 2 7 290
X 8
Majapahit 125 1 3 6 380
9
Malabar X 5 230 X 230
Kebutuha 125 415 360 900
n

Sisanya bisa langsung dialokasikan dengan memperhatikan biaya

terkecil. Tabel 4
Tujuan
Sumber Kapasit
Malan Semaran Jakart as
Matarmaj g g 2 a 105 7
X 4 185 6 290
a 125 1 8 X
9 380
Majapah 5 X 3
it X 230 230
36
Malabar 125 0 900

Tabel 5
Tujuan
Sumber Kapasita
Malang Semarang Jakarta s
Matarmaj X 4 185 2 105 7 290
a
Majapahit 125 X 8 255 6 380
1
3 9
Malabar X 5 230 230
Kebutuha 125 415 900
n
360

Total Biaya = (185x2) + (105x7) + (125x1) + (255x6) + (230x3) = 3.450

Analisis :
Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode RAM, Majapahit didistribusikan
ke Semarang dan Jakarta masing-masing 185 dan 105. Majapahit didistribusikan ke
Malang dan Jakarta sebesar 125 dan 255. Sedangkan Malabar mendistribusikan ke
Semarang sebesar 230. Total biaya transportasi yang dikeluarkan PT KAI adalah
sebesar 3.450.

RISET OPERASIONAL 1 25
Setelah mengerjakan secara manual coba kita cek pengerjaannya dengan
software WinQSB
1. Start -> All Program -> WinQSB, Buka Program Network modeling

2. Untuk memulai pilih menu File -> New Problem

Pada form NET Problem Specification pilih


3. □ Problem type = Transportation Problem□
□ □ Objective Criterion = Minimization□
□ □ Problem Title (isi data anda)□
□ □ Number of Sources = 3□
□ □ Number of Destinations = 3□




4 . Ubah node names dari menu Edit -> Node Names. Edit Node Names, klik OK

untuk melanjutkan

RISET OPERASIONAL 1 26
5. Input sesuai dengan soal

6. Pilih menu Solve and Analyze > Select Initial Solution Method

7. Pilih Northwest Corner Method (NWC), Klik OK untuk melanjutkan

8. Pilih menu Solve and Analyze > Select and Display Steps – Tabelau untuk
melihat hasil akhir

RISET OPERASIONAL 1 27
9. Hasil akhir menggunakan metode NWC

10. Untuk menghitung dengan menggunakan metode Vogel’s


Approximation Method (VAM), pilih menu Solve and Analyze -> Select
Initial Solution Method

11. Pilih Vogel’s Approximation Method (VAM), klik OK untuk melanjutkan

12. Untuk melihat hasil akhirnya pilih menu Solve and Analyze -> Select and
Display Steps – Tabelau

RISET OPERASIONAL 1 28
13. Hasil akhir menggunakan metode VAM

14. Untuk menghitung dengan menggunakan metode Russell’s Approximation


Method (RAM), pilih menu Solve and Analyze -> Select Initial Solution
Method

15. Pilih Russell’s Approximation Method (RAM), klik OK untuk melanjutkan.

16. Untuk melihat hasil akhirnya pilih menu Solve and Analyze -> Select and
Display Steps – Tabelau

RISET OPERASIONAL 1 29
17. Hasil akhir dari metode RAM

Soal - soal Uji Kemampuan

1. PT. Garudafood adalah perusahaan yang memproduksi beras dan


memiliki 3 tempat penyimpanan setelah berasnya selesai diproduksi.
Suatu hari, perusahaan tersebut mendistribusikan berasnya ke
beberapa kota yang ada di Sumatra Selatan seperti Lahat, Indralaya
dan Martapura yang akan dikirimkan dari masing-masing tempat
penyimpanannya. Berikut biaya transportasi dengan kapasitas dan
kebutuhan masing- masing kotanya dan tentukanlah biaya optimalnya
dengan menggunakan metode NWC, LC, dan VAM!

Tujuan
Sumber Kapasitas
Lahat Indralaya Martapura

TP 1 4 10 8 450

TP 2 9 5 12 455

TP 3 12 7 6 195
350
Kebutuhan 480 270 1100

RISET OPERASIONAL 1 30
[Link] merupakan seorang pengusaha yang bergerak di bidang
minuman manis yang dimana memiliki 3 pabrik yang menghasilkan
produk yang berbeda yaitu Thai Tea, Green Tea, dan Coffe Tea. Suatu
hari, masing-masing pabriknya menerima pesanan untuk dikirimkan ke
Bogor, Bandung, dan Lembang dengan menggunakan truk dari setiap
masing-masing pabriknya. Dengan kapasitas masing-masing 250, 350,
dan 400. Serta kebutuhan masing-masing 300, 250, dan 450. Berikut
adalah data transportasinya, Tentukan biaya transportasi dengan
menggunakan metode NWC, LC, dan RAM!
Tujuan
Sumber Bandung
Bogor Lembang
9
Thai Tea 7 5
11
Green Tea 8 4
3
Coffe Tea 12 2

3. PO. Semangat Banget memiliki 3 armada bis yang siap mengantarkan


penumpangnya untuk diantarkan ke kota-kota yang berada di Jawa Timur
yaitu Surabaya, Kediri dan Malang. Dengan kapasitas masing-masing yaitu
85, 75, dan 35. Serta kebutuhannya masing-masing 45, 65 dan 85. Berikut
adalah transportasinya dan tentukanlah biaya optimalnya dengan
menggunakan metode NWC, LC, dan VAM!
Tujuan
Sumber Kediri
Surabaya 30 Malang
25 40
Bis Jos 35
10 45
Bis Rul 20
35 15
Bis Glo
RISET OPERASIONAL 1 31
Transportasi Solusi Akhir
Deskripsi Modul

Persoalan transportasi membahas tentang pendistribusian produk dari sumber


(supply, capacities) kepada tujuan (destination, demand) untuk meminimumkan
biaya pengangkutan produk tersebut.
Transportasi solusi akhir merupakan tahap lebih lanjut dari transportasi solusi awal.
Tujuan menggunakan tranportasi solusi akhir yaitu ingin memastikan apakah
pengalokasian yang dilakukan telah menghasilkan biaya total yang sudah paling
minimal atau belum.

Tujuan Modul
Setelah menyelesaikan praktikum pada modul ini, praktikan akan memahami:
1. Pengalokasian produk kesejumlah tujuan (destination)
2. Mengalokasikan dengan biaya total yang seminimal mungkin

Isi
Pembelajaran: Stepping Stone
Latihan 1 Menghitung Pengalokasian dengan MeStotedpeping Stone
Pembelajaran: MODI
Latihan 2 Menghitung Pengalokasian dengan
M e Mt o Od eD I Pembelajaran: Software QSB untuk metode
Stepping S t o nMeOdDaI n

RISET OPERASIONAL 1 33
Pembelajaran: Stepping Stone
Metode Stepping Stonedigunakan sebagai pengecekan apakah perhitungan
yang telah kita hitung menggunakan solusi transportasi awal sudah benar
optimal atau belum.

Contoh soal :
PT Dream memiliki 3 cabang pabrik dalam memenuhi permintaan produksinya.
Dengan kapasitas masing-masing:
Pabrik Kapasitas
produksi
Hope 250
Believe 500
Imagine 750
Jumlah 1500

Saat ini ada 3 perusahaan yang meminta PT Dream untuk memenuhi


kebutuhannya, dengan besaran permintaan masing-masing :
Perusahaan Kebutuhan
PT Sun 300
PT Moon 650
PT Star 550
Jumlah 1500

Perkiraan biaya transportasi :


Perusahaa PT
Su PT Moon PT
Pabri n Star
Hope 12 42 23
Believe 21 45 44
Imagine 15 49 12

Hasil perhitungan dengan metode VAM :


Tujuan
Sumber PT Sun PT Moon PT Star KAPASITA
S
Pabrik Hope - 12 250 42 - 23 250
Pabrik Believe 300 21 200 45 - 44 500
Pabrik Imagine - 15 200 49 550 12 750
KEBUTUHAN 300 650 550 1500

Total biaya = (250x42)+(300x21)+(200x27)+(200x49)+(550x8) = 42.200


Dari hasil tersebut, kita akan memastikan biaya tersebut sudah paling minimal
atau belum dengan menggunakkan transportasi solusi akhir.

RISET OPERASIONAL 1 34
A.
METODE STEPPING STONE

Langkah penyelesaian:
1. Lakukan pengecekan terhadap sel-sel yang . Dari tabel VAM di
masih kosong
atas, sel yang masih kosong adalah C11, C13, C23, dan C31.
Pada metode ini, pengujian dilakukan mulai dari sel kosong
tersebut, selanjutnya lakukan penarikan garis, garis bergerak (searah
jarum jam/berlawanan) secara lurus ke arah sel yang telah
terisi dengan alokasi, tidak boleh diagonal!!! begitu seterusnya
sampai kembali ke sel kosong tersebut. Setiap pergerakan ini
akan mengurangi dan menambah
secara bergantian biaya pada sel kosong tersebut.
PERHATIKAN !
Tujua
n PT PT PT KAPASITA
Sun Moon Star S
Sumber - 25 - 2 250
1 4
Pabrik 0
Hope 30 20 - 3 500
2 4
0
Pabrik 0 5 5 750
Imagine 2 4
04
-
KEBUTUHA 1 65 1500
550
N
4
1
1
2
Untuk pengujian sel C11 dengan biaya 12, bergerak ke sel C12, sehingga biaya
5
dikurangi 42, kemudian bergerak ke sel C22, sehingga biaya ditambah 45, dan
kemudian bergerak ke sel C21, sehingga biaya dikurangi 21, dan
hasilnya adalah 12–42+45–21=-6
Untuk pengujian sel kosong lainnya, diberlakukan cara yang
serupa. Berikut pengujian terhadap sel kosong.
PENGUJIAN SEL KOSONG
C11=12–42+45–21
C13=23–
= -6
12+49–42
= 18
C23=44–
= 36
45+49–12
= -10 (minus terbesar)
C31=15–
49+45–21
RISET OPERASIONAL 1 35
PERHATIKAN !
Bila dihasilkan angka negatif lebih dari satu sel (berbeda-beda besar
angkanya), maka pilih angka negatif dengan angka yang paling besar.

RISET OPERASIONAL 1 36
2. Perubahan alokasi pengiriman. Dari pengujian di atas, di dapat C31
bernilai negatif (-10), maka pada sel C31 perlu dilakukan perubahan
alokasi pengiriman. Perhatikan angka yang bertanda minus atau negatif
saja!

C31 = 0 +

C32 = 200 - □ NEGATIF dan ANGKA TERKECIL, maka 200 dijadikan


angka untuk mengurangi atau menambah alokasi yang ada selama pengujian
C22 = 200
+ C21 =
300 -
Maka perubahan alokasinya :

C31 = 0 + 200 = 200


C32 = 200 - 200 = 0
C22 = 200 + 200 = 400
C21 = 300 - 200 = 100

Masukkan hasil di atas ke dalam tabel!


Tujua
n PT PT PT KAPASITA
Sumbe
Sun Moon Star S
r
Pabrik Hope - 12 250 42 - - 23
250
Pabrik 100 21 400 45 550 44
Believe 500
Pabrik 200 15 - 49 12
Imagine
150
KEBUTUHAN 300 65 55
0 0

PERHATIKAN !
Sebelum melanjut ke langkah berikutnya, lakukan pengecekan berikut !
1. Apakah semua alokasi bila dijumlah ke bawah dan ke samping
sudah sama dengan total kebutuhan dan kapasitas yang ada ?
2. Apakah jumlah sel terisi sudah memenuhi syarat
y a n g( ma +d na ) - 1 ?m = sumber dan n = tujuan, (3+3)-1 =
5, jadi jumlah sel terisi adalah 5

RISET OPERASIONAL 1 37
3. Jika ya, tabel di atas sudah benar. Tapi apakah sudah OPTIMAL ?
Untuk mengetahui, mari kita lakukan pengecekan kembali ke sel-
sel yang masih kosong seperti pada langkah 1.

RISET OPERASIONAL 1 38
3. PENGUJIAN SEL KOSONG
C11=12–42+45–21 = -6
C13 = 23 – 12 + 15–21+45–42 = 8
C23 = 44 – 12 + 15– 21 = 26 C32 =
49 – 45 + 21– 15 = 10

PERHATIKAN !
Bila dihasilkan angka negatif lebih dari satu sel (berbeda-beda besar
angkanya), maka pilih angka negatif dengan angka yang paling besar.

4. Perubahan Alokasi (C11)


C11 =0 + 100 = 100 C22= 400+
100 = 500

C12 = 250 – 100 = 150 C21= =0


100- 100

Masukkan hasil di atas ke dalam


tabel!
Tujua
n PT PT PT KAPASITA
Sumbe
Sun Moon Star S
r
250
Pabrik Hope 100 12 150 42 - - 23

Pabrik Believe 500


- 21 500 45 550 44

Pabrik Imagine 200 15 - 49 12


150
KEBUTUHAN 300 650 550

5. Apakah sudah
Ulangi langkah 1 untuk membuktikannya.
OPTIMAL ?
PENGUJIAN SEL
KOSONG
C13=23–12+15─12=14
C21=21–45+42–
12=6
C23=44–12+15–12+42–45=32
C32=49–42+12–15=4

PERHATIKAN!!!

RISET OPERASIONAL 1 39
Dari hasil pengujian di atas, tidak ditemukan lagi hasil negatif, itu
artinya, Tabel no 4 sudah benar dengan hasil total biaya yang paling
minimal !

Maka, total biaya optimalnya adalah


(100 x 12) + (150 x 42) + (500 x 45) + (200 x 15) + (550 x 12) = 39.600

RISET OPERASIONAL 1 31
0
Pembelajaran: MODI
Metode MODI merupakan modifikasi dari metode Stepping Stone. Metode Modi
menghitung indeks perbaikan untuk setiap sel kosong tanpa menggunakan
jalur tertutup. Indeks perbaikan dihitung dengan terlebih dahulu menentukan
nilai baris dan kolom.
Contoh soal :
PT Dream memiliki 3 cabang pabrik dalam memenuhi permintaan
produksinya. Dengan kapasitas masing-masing:
Pabrik Kapasitas produksi
Hope 250
Believe 500
Imagine 750
Jumlah 1500

Saat ini ada 3 perusahaan yang meminta PT Dream untuk memenuhi


kebutuhannya, dengan besaran permintaan masing-masing :
Perusahaan Kebutuhan
PT Sun 300
PT Moon 650
PT Star 550
Jumlah 1500

Perkiraan biaya transportasi :


Perusahaan
Pabrik PT PT Moon PT Star
Sun
Hope 12 42 23
Believ 21 45 44
e 15 49 12
Imagin

Hasil perhitungan dengan m e t oVdAeM :


Tujuan
Sumber PT PT PT KAPASITAS
Pabrik Hope Sun Moon Star 250
Pabrik 250 4 500
- -
Believe 23 750
200 2
Pabrik 1 200 4 - 1500
Imagine 300 650 4
KEBUTUHAN 5 550 1
2
4 4
- 9
2
2 550
300
1
1
5
Total biaya = (250x42)+(300x21)+(200x27)+(200x49)+(550x8) = 42.200
Dari hasil tersebut, kita akan memastikan biaya tersebut sudah paling minimal
atau belum dengan menggunakan menggunakkan transportasi solusi akhir.

RISET OPERASIONAL 1 38
B.
METODE MODI
Langkah penyelesaian:
1. Penggunaan metode MODI untuk solusi akhir, dimulai dengan
mencari lalu memberi nilai untuk setiap baris dan kolom yang ada.
Pemberian nilai pertama kali diberikan untuk baris, dengan nilai 0
(nol).
PERHATIKAN !
1. Nilai diberikan pada baris yang pertama.
2. Nilai diberikan kepada baris yang memiliki sel terisi alokasi paling banyak.
Tujua
PT Sun PT Moon PT KAPASITA
Sumbe n
Star S
0 r 12 250 42 23 250
Pabrik Hope - -
Pabrik Believe 30 21 200 45 - 44 500
0
Pabrik Imagine - 15 200 49 550 12 750
KEBUTUHA 30 65 55 150
N

Selanjutnya dilakukan pemberian nilai untuk baris dan kolom yang lain
dengan cara memanfaatkan setiap sel yang telah teralokasi:
Keterangan: B = baris, K = kolom

Sel terisi Cbk = Bb + Kk = biaya


pada sell

C12=B1+K2=42□0+K2=42□K
2=42
C22=B2+K2=45□B2+42=45□
B2=3
C21=B2+K1=21□3+K1=21□K
1=18 C32=B3+K2=49□B3+4
2=49□B3=7
C33=B3+K3=12□7+K3=12□
K3=5
18 42 5
PT Moon PT
Tujua
PT Star KAPASITA
Sumbe n
Sun S
0 r Pabrik Hope - 250 42 -
12 23 250
3 Pabrik 300 21 200 45 - 44 500
Believe
7
Pabrik - 15 200 49 550 12 750
KEBUTUHA 30 65 55 150
N
RISET OPERASIONAL 1 39
2. Melakukan perhitungan indeks perbaikan dengan menguji apakah sel
yang masih kosong dalam tabel tersebut masih dapat memberikan
penurunan biaya, dengan cara:

Biaya pada sel kosong – nilai baris – nilai kolom

C11 = 12– 0 = -6
– 18
= 18
C13 = 23– 0
–5 = 36
C23 =44– 3 –
5

C31 = 15 – 7 – 18 = -1 0N I□L A I NEGATIF TERBESAR. Maksudnya,


pengiriman ke sel C31 akan memberikan penurunan biaya
transportasi paling besar 10

3. Merubah alokasi pengiriman ke sel C31


Tujuan
Sumber PT PT Moon PT KAPASITAS
Pabrik Hope Sun 250 Star 250
Pabrik 42 500
- -
Believe 200 750
Pabrik 45
1 2 1500
Imagine
300 200 -
KEBUTUHAN 49
2 3
- 650 550

2 4
300 550
1 4
1 1
5 2
Perhatikan angka yang bertanda minus saja !
C31= 0 +

C32 = 200 - N□EGATIF dengan ANGKA TERKECIL, maka 200


dijadikan angka untuk mengurangi atau menambah alokasi
yang ada pada tabel

C22 = 200
+ C21 =
300 -

RISET OPERASIONAL 1 40
Maka perubahan alokasinya :

C31 = 0 + 200 = 200


C32 = 200 - 200 = 0
C22 = 200 + 200 = 400
C21 = 300 - 200 = 100

RISET OPERASIONAL 1 40
Masukkan hasil di atas ke dalam tabel!
Tujua
n PT PT PT KAPASITA
Sumbe
Sun Moon Star S
r
Pabrik Hope - 12 250 42 - 23 250

Pabrik Believe 100 21 400 45 - 44 500

Pabrik Imagine 200 15 - 49 550 12 750

KEBUTUHAN 300 65 55 1500


0 0

Lakukan pengecekan (m+n)-1, lalu sudahkah tersebut optimal? Lakukan


tabel pengecekan dengan mengulang kembali
langkah 2.

4. Sel Terisi

C12=B1+K2=42□0+K2=42□K
2=42
C22=B2+K2=45□B2+42=45□
B2= 3
C21=B2+K1=21□3+K1=21□K
1=18
C31=B3+K1=15□B3+18=15□
B3=-3 C33=B3+K3=12□-
3+K3=12□K3=15
18 42 15
Tujua
PT PT PT KAPASITA
Sumbe n
Sun Moon Star S
0 r 250
Pabrik Hope - 12 250 42 - 23
3 Pabrik 100 21 400 - 44 500
45
Believe
-3
Pabrik 200 15 - 49 550 12 750

KEBUTUHA 30 65 55 150
N

Sel Kosong

C11 = 12 – 0 – 18 = n-6i l a□i negatif, lakukan perubahan alokasi pada sel C11
C13 = 23 – 0 –15 = 8
RISET OPERASIONAL 1 41
C23 = 44 – 3– 15 = 26
C32 = 49– (-3) – 42 = 10

RISET OPERASIONAL 1 41
5. Merubah alokasi pengiriman ke sel C11
Tujua
n PT PT PT KAPASITA
Sumbe
Sun Moon Star S
r
Pabrik Hope - 12 250 42 - 23
250
Pabrik Believe 100 21 400 45 - 44

Pabrik 200 4 1 75
- 55
Imagine 0
KEBUTUHA 150
30 65 55
N

Perhatikan angka yang bertanda minus saja !


+C1C11=2 0=
250 – C22 =
400 +

C21 = 100 –
NEGATIF dengan ANGKA TERKECIL, maka 100 dijadikan
□a n g k a untuk mengurangi atau menambah alokasi yang pada tabel
Maka perubahan alokasinya :
C11 = 0 + 100
= C22= 400+ = 500
C12 = 250 – 100 100
=0
100
= C21= 100-
150 100

Masukkan hasil di atas ke dalam tabel!


Tujua
n PT PT PT KAPASITA
Sumbe
Sun Moon Star S
r
Pabrik Hope 100 12 150 42 - - 23
250
Pabrik Believe - 21 500 45 550 44
500
Pabrik Imagine 200 15 - 49 12

KEBUTUHAN 150
300 650 550

Lakukan pengecekan (m+n)-1, Sudahkah tabel tersebut optimal?


Lakukan pengecekan dengan mengulang kembali langkah 2.

6. Sel terisi

C11=B1+K1=12□0+K1=12□K
1=12
C12=B1+K2=42□0+K2=42□K
2=42
C22=B2+K2=45□B2+42=45□
B2=3
RISET OPERASIONAL 1 42
C31=B3+K1=15□B3+12=15□B3=3
C33=B3+K3=12□3+K3=12□K3=9
12 42 9
Tujua
PT PT PT KAPASITA
Sumbe n 4 52
Sun Moon 4 Star S 75
0 r 2
P a b r 10- 2 1 - 2 150
P ak b ri i k
Pabr 20 1 5- 55 1
3 Imagin
ikKEBUTUHA
H o p 0
0 5 0
B e lie v 0
N
3

30 65 55

Sel kosong
C13 = 23 – 0 – 9 = 14
C21 = 21 – 3 – 12 = 6
C23 = 44 – 3 – 9 = 32
C32 = 49 – 3 – 42 = 4 Dari perhitungan sel kosong diatas terlihat bahwa semua

kemungkinan pemindahan
alokasi pengiriman sudah positif, sehingga dengan demikian tabel di
atas telah OPTIMAL dan memiliki total biaya yang paling minimal.
Total biaya = (100 x 12) + (150 x 42) + (500 x 45) + ( 200 x 15) + (550 x 12)

= 39.600

Langkah-langkah pengerjaan menggunakan software WinQSB

1. Start -> All Program -> WinQSB, buka Program network modeling

2. Untuk memulai pilih menu File -> New Problem

RISET OPERASIONAL 1 43
Pada form NET Problem Specification pilih
3.
□ Problem type = Transportation Problem□
□ □ Objective Criterion = Minimization□
□ □ Problem Title (isi data anda)□
□ □ Number of Sources = 3□
□ □ Number of Destinations = 3□

□ Ubah node names dari menu Edit -> Node Names. Edit Node Names,
klik OK untuk melanjutkan

4
.

5. Input sesuai dengan soal

RISET OPERASIONAL 1 44
6. Untuk melihat hasil akhir dari metode Transportasi Akhir pilih menu

7. Hasil akhir dengan menggunakan software Network Modeling WinQSB

Soal - soal Uji Kemampuan


1. Ny. Grace adalah pemilik PT Nainggolan yang memiliki 4 pabrik
pengrajin berlian. Untuk memenuhi permintaan dari 3 negara yaitu
Jepang, China dan Korea. Ny. Grace telah menghitung biaya
transportasi dengan menggunakan metode solusi awal NWC.

Tujuan
Jepan Chin Korea KAPASITAS
Sumber g a
P. Ash 150 6 - 8 - 1 150
P. Florist 50 7 100 11 25 0 175
P. Cosmic - 4 - 5 27 1 275
KEBUTUHAN 200 5
100 300 600
1
1
2

Dengan menggunakan solusi awal metode NWC metode solusi akhir


Stepping Stone, berapakah biaya optimum yang dihasilkan?

2. Ny. Danica adalah pemilik PT Mutiara yang memiliki 4 restoran


makanan cepat saji. Untuk memenuhi permintaan dari 3 supermarket
yaitu Giant, Ceria dan Robinson. Ny. Danica telah menghitung biaya
transportasi dengan menggunakan metode solusi awal VAM.

RISET OPERASIONAL 1 45
Tujuan
Sumber Giant Ceria Robinson KAPASITAS
P. Suva - 6 150
8 1 150
P. Kitsui 175 7 11 0 175
P. Asapira 25 100
4 150
5 1 275
KEBUTUHAN 200 100 300 1 600
1
Dengan menggunakan solusi awal metode VAM met2ode solusi akhir
MODI, berapakah biaya optimum yang dihasilkan?

3. PT Danielo yang dimiliki oleh Tuan Didi memiliki 3 pabrik perakit Smartphone
yang nantinya akan memenuhi permintaan dari 3 negara yaitu Thailand,
Vietnam, dan Taiwan. Tuan Didi telah menghitung biaya transportasi dengan
menggunakan metode solusi awal NWC.

Tujua
Thailand Vietnam Taiwan KAPASITA
rn
S
Sumbe
Pabrik 56 8 - 4 - 7
Santuy 46 36 - 56
Pabrik 82
Santay 24 15 16 77
Pabrik - 36 9 41

Dengan Menggunakan Metode Solusi akhir Stepping Stone, Berapakah


biaya optimum yang dihasilkan...

RISET OPERASIONAL 1 46
PENUGASAN

Deskripsi Modul
Masalah penugasan berkaitan dengan sejumlah sumber daya manusia yang
produktif untuk sejumlah tugas, yaitu antara assignment (tugas) dengan assignee
(penerima tugas).
Syarat yang harus dipenuhi adalah satu tugas untuk satu penerima tugas (one assignment
for
one assignee). Tujuannya adalah meminimumkan biaya,
ataupun untuk
waktu memaksimumkan keuntungan.

Tujuan modul
Setelah menyelesaikan praktikum pada modul ini, praktikan akan memahami:
1. Bagaimana cara mengatur pemberian tugas agar didapatkan hasil yang optimal
2. Bagaimana meminimumkan biaya dan memaksimumkan keuntungan dari
pemberian tugas yang dilakukan
3. Apa saja hakikat dari suatu pengambilan keputusan
4. Tahapan apa saja yang harus dilalui dalam mengambil suatu keputusan
agar dapat memberikan hasil yang efektif dan efisien

Isi
Pembelajaranp: enugasan minimalisasi tanpa dummy
Latihan 1 Menghitungpenugasan minimalisasi tanpa dummy
Pembelajaranp: enugasan minimalisasi dengan dummy
Latihan 2 Menghitungpenugasan minimalisasi dengan dummy
Pembelajaranp: enugasan maksimalisasi tanpa dummy
Latihan 3 Menghitungpenugasan maksimalisasi tanpa
dummy Pembelajarapne: nugasan maksimalisasi dengan dummy
Latihan 4 Menghitungpenugasan maksimalisasi dengan dummy

RISET OPERASIONAL 1 48
PENUGASAN
Seperti masalah transportasi, masalah penugasan (assignment problem)
merupakan suatu kasus dari masalah linear programming. Dalam dunia usaha
(bisnis) dan industri,
manajemen sering menghadapi masalah-masalah yang berhubungan dengan
pemberian tugas untuk para karyawannya. Masalah penugasan berkaitan dengan
sejumlah sumber daya manusia yang produktif untuk sejumlah tugas, yaitu antara
assignment (tugas) dengan
assignee (penerima tugas).

Syarat: satu tugas untuk satu penerima tugas (one assignment for one
assignee).
Sejarah dan Penjelasan singkat tentang Metode Penugasan
Pertama kali dikembangkan oleh seorang ahli matematika berkebangsaan
Hungaria bernama D. Konig pada tahun 1916. Metode assignment sering
pula disebut sebagai metode Hungarian, syarat utama metode ini ialah
berpasangan satu-satu sehingga dapat mencakup n! penugasan yang
mungkin dilakukan. Masalah penugasan berkaitan dengan masalah
minimalisasi (biaya, waktu) atau masalah maksimalisasi (keuntungan,
volume penjualan, kemenangan).

Apabila tugas lebih besar daripada penerima tugas maka harus ditambah dummy
pada penerima tugas dengan nilai sebesar “0”. Dan apabila tugas lebih kecil
daripada penerima tugas maka harus ditambahkan dummy pada tugas dengan
nilai sebesar “0”.

□ Dummy ada untukmenyeimbangkan antara banyaknya tugas


dengan banyaknya penerima tugas.□

□ Apabilapenerima tugas mendapatkan pekerjaan Dummy, berarti
diasumsikan bahwapenerima tugas tersebut menganggu.r□

□ Apabilatugas tersebut diberikan kepada Dummy,
diasumsikanpekerjaan itu tidak ada yang mengerjakan□.

Minimalisasi
Contoh Minimalisasi tanpa DUMMY
MAMEN SCHOOL mengadakan studi lapangan untuk 6 Kelompok mahasiswa
terpilih yang harus ditempatkan di perusahaan. Karena karakteristik
RISET OPERASIONAL 1 49
perusahaan yang berbeda, menimbulkan biaya yang berbeda dari berbagai
alternatif penugasan tersebut. Dibawah ini adalah biaya yang timbul dari
perbedaan karakteristik tiap perusahaan.

RISET OPERASIONAL 1 41
0
PT A PT B PT C PT D
Kelompok 18 12 32 10
1
Kelompok 11 16 30 13
2
Kelompok 27 25 19 33
3
Kelompok 14 22 32 21
4

Berdasarkan data tersebut, lakukan penugasan untuk tiap kelompok, agar biaya yang
harus dikeluarkan menjadi optimal!

Langkah Penyelesaian
Step1: Cari nilai terkecil untuk setiap baris.
Step2: Gunakan biaya terkecil tersebut untuk mengurangi semua biaya yang ada
pada baris yang sama.

PT A PT B PT C PT D
Kelompok 1 18– 12– 32– 10–
10=22 10=0
Kelompok 2 10=8 10=2 30– 13–
11=19 11=2
Kelompok 3 11– 16– 19–19=0 33–
19=14
Kelompok 4 11=0 11=5 32– 21–
Step3: Pastikan semua b1 a4 –r i s dan ko lo2m2–SU DA H memiliki nilai NOL. Jika ada
yang belum memiliki nilai nol (kolom 21)4,=m0 aka cari n1i4la=i8terkecil di kolom
tersebut digunakan untuk mengurangi semua nilai yang ada di kolom tersebut.
*sehingga menjadi*

Kelompok 1 18– 12–12=0 32–10=22 10–


10=0
Kelompok 2 10=8 16–12=4 30–11=19 13–
PT PT PT PT
11=2
Kelompok 3 A
11– B C
25–12=13 19–19=0 D
33–
19=14
Kelompok 4 11=0 22–12=10 32–14=18 21–
14=7
27–
Step4: Jika tiap kolom da1n9=b8aris sudah memiliki nilai nol. Maka cek, apakah ditemukan
nilai
14–
nol sebanyak sumber d a y1 a4 =( 0b a n y a k baris) dan sebanyak pekerjaan (kolom). Misal: Jika
jumlah baris 3 kolom 3, maka jumlah nilai nol minimal harus ada 3.

Step5: Jika sudah menemukan nilai nol sejumlah baris dan kolom. Maka tandai
dengan melakukan coretan.
RISET OPERASIONAL 1 50
PERHATIKAN!

Walau nilai nol sudah memenuhi syarat. Namun pada kolom 1 terdapat 2
nilai 0 walaupun terdapat pada baris yang berbeda. Maka dapat dipastikan
belum optimal.

RISET OPERASIONAL 1 50
Step6: Karena belum optimal, maka tarik garis yang menghubungkan setiap nilai nol.
PT A PT B PT C PT D
Kelompok 8 0 22 0
1
Kelompok 0 4 19 2
2
Kelompok 8 13 0 1
3
Kelompok 0 10 18 7
4
Step7: Perhatikan nilai yang TIDAK TERKENA GARIS. Cari nilai yang terkecil.
Lalu gunakan untuk menambah atau mengurang nilai lainnya, dengan
ketentuan berikut:
□ Mengurangi Nilai Yang Tidak Kena Coret□

□ Menambah Nilai Yang Kena Coret 2x□



□ Untuk Nilai Yang Kena Coret 1x, Nilainya
Tetap□

PT A PT B PT C PT D
Kelompok 10 0 22 0
1
Kelompok 0 2 17 0
2
Kelompok 10 13 0 14
3
Kelompok 4 0 8 16 5

Step8: Setelah menemukan perusahaan yang paling tepat untuk tiap kelompok.
Langkah selanjutnya, cari biaya penugasannya.

Penugasan Optimum :

Kelompok : PTB = 12
1
Kelompok : PTD = 13
2
Kelompok : PTC = 19
3
Kelompok : PTA = 14
4 +
Total biaya 58

Analisis :
Kelompok 1 ditugaskan ke PT B dengan biaya 12, Kelompok 2 ditugaskan ke
PT D dengan biaya 13, Kelompok 3 ditugaskan ke PT C dengan biaya 19,
Kelompok 4 ditugaskan ke PT A dengan biaya 14, dengan Total biaya
sebesar 58.

Contoh Minimalisasi dengan DUMMY


RISET OPERASIONAL 1 51
Langkah penyelesaian sama seperti kasus minimalisasi tanpa dummy. Namun,
jika kasus dengan DUMMY, berarti yang dianggap sebagai BIAYA TERKECIL
adalah DUMMY.

RISET OPERASIONAL 1 52
Contoh soal :
Perkebunan Mekar memiliki 4 petani baru yang akan ditugaskan untuk menanam
satu jenis tanaman saja. Berikut biaya yang mungkin muncul.
Tanama
n Pad Singkon Ub
Nam 3
i g i
a Petani M 44 19 22
Petani N 34 48 22
Petani O 41 26 21
Petani P 12 15

Berdasarkan data biaya tersebut maka tentukanlah tanaman untuk masing-


masing petani!! berikan analisinya .

Langkah Penyelesaian
Step1: Cari nilai terkecil untuk setiap baris,karena ada dummy jadi nilai
terkecil adalah dummy.

Step2: Pastikan semua baris dan kolom SUDAH memiliki nilai NOL. Jika ada yang
belum memiliki nilai nol , maka cari nilai terkecil di kolom tersebut digunakan
untuk mengurangi semua nilai yang ada di kolom tersebut.

Jara
k Pad Singkon Ub Dumm
Nam
i g i y
a Petani M 44– 39– 22– 0-0=0
Petani N 0=44 0=39 0=22 0-0=0
Petani O 34– 19– 22– 0-0=0
Petani P 0=34 0=19 0=22
41– 48– 21–
* Lalu menjadi 0=41 0=48 0=2
1
12– 26– 15–
Jara 0=12 0=26 0=1
k Padi Singkon 5 Dumm
44– g Ub y
Nama
12=32 39– i 0
Petani
M 34– 19=20 22– 0
Petani 12=22 19– 15= 0
N 19=0 7
Step3: Jika tiap kolom dan baris sudah memiliki n1il5a=i6 nol. Maka cek, apakah
22–
15–
ditemukan nilai nol sebanyak sumber daya (banyak ba1r5is=)0 dan sebanyak pekerjaan
(kolom). Misal: Jika jumlah baris 4 kolom 4, maka jumlah nilai nol minimal
harus ada 4.

Step4: Jika sudah menemukan nilai nol sejumlah baris dan kolom. Maka tandai

dengan

RISET OPERASIONAL 1 53
melakukan coretan.

RISET OPERASIONAL 1 54
PERHATIKAN!
Walau nilai nol sudah memenuhi syarat. Namun pada kolom 4 terdapat 4
nilai 0 walaupun pada baris yang berbeda. Maka dapat dipastikan belum
optimal.

Step5: Karena belum optimal, maka tarik garis yang menghubungkan


setiap nilai nol, Lakukan dengan menghubungkan nilai 0 lebih dari satu
terlebih dahulu.
Jarak
Nama Padi Singkong Ubi Dummy
Petani M 32 20 7 0
22 0 7 0
Petani N
29 29 6 0
Petani O
Petani P 0 7 0 0

Step6: Perhatikan nilai yang TIDAK TERKENA GARIS. Cari nilai yang terkecil.
Lalu gunakan untuk menambah atau mengurangi nilai lainnya, dengan
ketentuan berikut:
□ Untuk Mengurangi Nilai Yang Tidak Kena
Coret□
□ □ Untuk Menambah Nilai Yang Kena Coret 2x□
□ Dan Untuk Nilai Yang Kena Coret 1x, Nilainya

* sehingga menjadi
Jarak
Nama Padi Singkong Ubi Dummy
Petani M 26 14 1 0
Petani N 22 0 7 6
0
Petani O 23 23 0 6
Petani P 0 7 0
Step7: Setelah menemukan tugas yang paling tepat untuk tiap anak didik.
Langkah selanjutnya, cari waktu penugasannya.

Penugasan optimum :

Petani M : Dummy =
0
Petani N : Singkong = 19
Petani O : Ubi = 21
Petani P : Padi = 12
+
52
Analisis : Untuk mendapatkan biaya paling minimum, Perkebunan Mekar harus
menugaskan Petani M menanam Dummy dengan biaya 0, Petani N menanam
Singkong dengan biaya 19, Petani O menanam Ubi dengan biaya 21, dan Petani P
menanam Padi dengan biaya 12.
Sehingga didapat biaya paling minimal sebesar 52.

RISET OPERASIONAL 1 53
Maksimalisasi Contoh Maksimalisasi tanpa dummy
Berdikari Service mengharuskan spesialisasi untuk setiap karyawan. Masing-
masing karyawan akan dipilih untuk mengejakan satu pekerjaan saja sesuai
dengan keterampilan yang dapat memberikan keuntungan paling optimal.

TV AC Kulkas Dispenser Kipas


Ari 12 20 18 21 18
Ira 16 28 44 28 32
Ria 28 33 24 34 21
Arra 37 23 21 32 30
Aan 19 16 47 22 27

Langkah Penyelesaian
Step1: Cari biaya terbesar di setiap baris
Step2: Gunakan biaya terbesar sebagai pengurang biaya yang ada pada baris yang sama.

T A Kulka Dispens Kipa


Ari V
21–12=9 C
21–20=1 s
21–18=3 er
21–21=0 s
21–
18=3
Ira 44–16=28 44–28=16 44–44=0 44–28=16 44–
32=12
Ria 34–28=6 34–33=1 34–24=10 34–34=0 34–
21=13
Arra 37–37=0 37– 37–21=16 37–32=5 37–
30=7
Aan 47–19=28 23=14 47–47=0 47–22=25 47–
27=20
47–
Step3: Pastikan semua b a r i1s6 =d 3a 1n kolom SUDAH memiliki nilai NOL. Jika ada
yang belum memiliki nilai nol (kolom 2 dan 5), maka cari nilai terkecil di kolom
tersebut digunakan untuk mengurangi semua nilai yang ada di kolom tersebut.
TV AC Kulkas Dispenser Kipas
Ari 9 1 –1=0 3 0 3–3=0
Ira 28 16 –1=15 0 16 12–3=9
Ria 6 1–1=0 10 0 13–3=10
Arra 0 14–1=13 16 5 7–3=4
Aan 28 31–1=30 0 25 20–3=17

Step4: Jika tiap kolom dan baris sudah memiliki nilai nol. lalu cek, apakah
ditemukan nilai nol sebanyak sumber daya (banyak baris) dan sebanyak
pekerjaan (kolom). Misal: Jika jumlah baris 5 kolom 5, maka jumlah nilai nol
minimal harus ada 5.
Step5: Jika sudah menemukan nilai nol sejumlah baris dan kolom. Maka tandai
dengan melakukan coretan.
PERHATIKAN ! Walau nilai nol sudah memenuhi syarat. Namun pada kolom 2, 3
dan 4 terdapat 2 nilai 0 walaupun terdapat pada baris yang berbeda. Maka dapat
dipastikan belum optimal.
RISET OPERASIONAL 1 54
Step6: Karena belum optimal, maka tarik garis yang menghubungkan setiap nilai nol.

TV AC Kulkas Dispenser Kipas


Ari 9 0 3 0 0
Ira 28 15 0 16 9
Ria 6 0 1 0 1
Arra 0 13 0 5 4
0
Aan 2 30 1 25 17
8 6

Step7: Perhatikan nilai yang TIDAK TERKENA GARIS. Cari nilai yang terkecil.
Lalu gunakan untuk menambah atau mengurangi nilai lainnya, dengan
ketentuan berikut:

□ Untuk Mengurangi Nilai Yang Tidak Kena


□ Coret□

□ Untuk Menambah Nilai Yang Kena Coret 2x□


□ Dan Untuk Nilai Yang Kena Coret 1x, Nilainya
*Sehingga Menjadi

TV AC Kulkas Dispenser Kipas


Ari 9 0 12 0 0
Ira 19 6 0 7 0
Ria 6 0 19 0 10
Arra 0 13 25 5 4
Aan 19 21 0 16 8

Step8: Setelah menemukan tugas yang paling tepat untuk tiap karyawan.
Langkah selanjutnya, cari hasil produksinya.

Ari : Dispenser = 21
Ira : Kipas = 32
Ria : AC = 33
Arra : TV = 37
Aan : Kulkas = 47 +
Tota Keuntungan 170
l

Analisis : Untuk mendapatkan keuntungan maksimum, Ari ditugaskan menservice


Dispenser dengan keuntungan 21, Ira menservice Kipas dengan keuntungan 32,
Ria menservice AC dengan keuntungan 33, Arra menservice TV dengan keuntungan
37 dan Aan menservice Kulkas dengan keuntungan 37. Jadi total keuntungan
maksimum yang akan diperoleh adalah 170.

RISET OPERASIONAL 1 55
Contoh maksimalisasi dengan dummy
Les BIMBU menugaskan karyawannya untuk mengajar anak dengan tingkatan
kelas. Berikut merupakan data keuntungan dari keterampilan pengajar les
bimbu menghadapi banyaknya anak.

KELAS KELAS KELAS


RESA 3 55 4 24 5
SANTI 23 42 23
LELIENI 34 33 18
CITRA 12 20 21
Tentukan penugasan optimumnya agar keuntungan “LES BIMBU” maksimum,
sertakan analisisnya!

Langkah Penyelesaian
Step1: Cari nilai terbesar di setiap baris
Step2: Gunakan biaya terbesar sebagai pengurang biaya yang ada pada baris yang sama.

KELAS 3 KELAS 4 KELAS 5 DUMM


Y
RESA 55–55=0 55–24=31 55– 55–
SANTI 42–23=19 42–42=0 23=32 0=55
LELIENI 34–34=0 34–33=1 42– 42–
CITRA 20–12=8 20–20=0 18=24 0=42
34– 34–
Step 3: Pastikan semua baris dan kolom SUDAH memilik2i1n=il1a3i NOL. J i k a 0a= d3 a4 yang
belum
20–12=8 20–
memiliki nilai nol (kolom 3 dan4), maka cari nilai terkecil di kolom tersebut
d0 i=g2u0n a k a n untuk mengurangi semua nilai yang ada di kolom tersebut.

KELAS 3 KELAS 4 KELAS 5 DUMMY


RESA 0 31 32– 8= 24 55–
20=35
SANTI 19 0 24–8= 16 42–
20=22
LELIENI 0 1 13–8=5 34–
20=14
CITRA 8 0 8–8= 0 20–
20=0

Step 4 : Jika tiap kolom dan baris sudah memiliki nilai nol. lalu cek, apakah
ditemukan nilai nol sebanyak sumber daya (banyak baris) dan sebanyak
pekerjaan (kolom). Misal: Jika jumlah baris 4 kolom 4, maka jumlah nilai nol
minimal harus ada 4.
Step5: Jika sudah menemukan nilai nol sejumlah baris dan kolom. Maka tandai
dengan melakukan coretan.
PERHATIKAN ! Walau nilai nol sudah memenuhi syarat. Namun pada kolom 1 dan 2
terdapat 2 nilai 0 walaupun terdapat pada baris yang berbeda. Maka dapat
dipastikan belum optimal.
RISET OPERASIONAL 1 56
Step6: Karena belum optimal, maka tarik garis yang menghubungkan setiap nilai nol.
KELAS 3 KELAS 4 KELAS 5 DUMMY
RESA 0 31 2 35
1 0 4 2
SANTI 9 1
LELIENI 80 1 14
6
CITRA 0 50 0

Step7: Perhatikan nilai yang TIDAK TERKENA GARIS. Cari nilai yang terkecil.
Lalu gunakan untuk menambah atau mengurangi nilai lainnya, dengan
ketentuan berikut:

□ Untuk Mengurangi Nilai Yang Tidak Kena


□ Coret□

□ Untuk Menambah Nilai Yang Kena Coret 2x□


□ Dan Untuk Nilai Yang Kena Coret 1x, Nilainya
*sehingga menjadi*
KELAS 3 KELAS 4 KELAS 5 DUMMY
RESA 0 30 23 34
SANTI 20 0 16 22
LELIENI 0 0 5 13
CITRA 9 0 0 0

Step8: Setelah menemukan tugas yang paling tepat untuk tiap karyawan.
Langkah selanjutnya, cari volume penjualannya.

Penugasan optimum :

Resa : Kelas 3 = 55
Santi : Kelas 4 = 42
Lelieni : Kelas 5 = 21
Citra : Dummy =0+

Total 118
Keuntungan

Analisis : Resa mengajar Kelas 3 dengan keuntungan 55, Santi mengajar Kelas 4
dengan keuntungan 42, Lelieni mengajar Kelas 5 dengan keuntungan 21, Citra
mengajar Dummy dengan keuntungan , dengan total keuntungan 118.

RISET OPERASIONAL 1 57
Langkah-langkah pengerjaan menggunakan software WinQSB

1. Start -> All Program -> WinQSB, buka Program Network Modelling.

2. Untuk memulai pilih menu File -> New Problem

3. Pada form NET Problem Specification pilih


□ □ Problem type = Assignment Problem□
□ □ Objective Criterion = Minimization□
□ □ Problem Title (isi data anda)□
□ □ Number of Sources = 4□
□ Number of Destinations = 3□

RISET OPERASIONAL 1 58
4. Edit Node Names dari menu Edit -> Node Names. Edit Node Names.

5. Isikan tabel sesuai dengan soal

6. Untuk melihat hasil langkah-langkah pengerjaan setiap iterasi pilih menu

7. Tabel iterasi pertama

8. Untuk melihat iterasi berikutnya pilih menu Iteration -> Next Iteration

RISET OPERASIONAL 1 59
9. Tabel Iterasi kedua

10. Hasil akhir perhitungan menggunakan metode penugasan

Soal - soal Uji Kemampuan


1. PT Pacman Candy akan mengadakan pemilihan leader untuk semua
department, maka masing-masing karyawan dipilih untuk memimpin 1
department dengan biaya paling optimum. Berikut data biaya masing-masing
leader.

Accounting Finance Marketing Engineer


Batman 950 850 750 840
Wowoman 985 860 780 820
Flash 970 840 770 830
Superman 900 870 760 850

Berapakah biaya minimum yang dihasilkan dari penugasan tersebut?


dan berikan analisisnya!

2. Salon Cantika Sandra melakukan penugasan untuk karyawannya


agar dapat meminimumkan biaya. Berikut data kecepatan masing-
masing karyawan:

Hair Cut Bleaching Creambath


Shafa 250 100 500
Imel 150 300 450
Kalila 500 400 200
Grace 600 500 300

RISET OPERASIONAL 1 60
Berapakah biaya minimum yang didapat dari penugasan tersebut? Berikan analisisnya!

3. Ganesha Operation menugaskan 4 orang tutor ke 3 daerah berbeda untuk


mengajar di tempat les. Penugasan dipilih berdasarkan laba gaji yang
diinginkan oleh masing- masing tutor.

Karawaci Cengkareng Salemb


a
Didi 1050 740 730
Rully 730 920 680
Yosua 840 830 710
Arif 620 700 620

Berapakah laba gaji optimum yang dihasilkan dari penugasan tersebut? dan
berikan analisisnya!

RISET OPERASIONAL 1 61
TEORI PERMAINAN

Deskripsi Modul
Teori permainan (game theory) adalah suatu pendekatan matematis untuk
merumuskan situasi persaingan dan konflik antara berbagai kepentingan.
Teori ini dikembangkan untuk menganalisa proses pengambilan keputusan
dari situasi persaingan yang berbeda-beda dan melibatkan dua atau lebih
kepentingan.

Tujuan Modul
Setelah menyelesaikan praktikum pada modul ini, praktikan akan memahami:

1. Mengetahui apa itu teori permainan.

2. Mengetahui unsur-unsur dalam membentuk teori

permainan 3 .Mengetahui jenis-jenis strategi dalam

teori permainan.

4. Dapat menganalisis strategi terbaik dengan menggunakan teori permainan

Isi
Pembelajaran: Game Theory

Latihan 1 Menghitung Teori Permainan

Pembelajaran: Penggunaan Software QSB

RISET OPERASIONAL 1 63
PENGANTAR: TEORI PERMAINAN
Teori permainan adalah suatu pendekatan matematis untuk merumuskan
situasi persaingan dan konflik antara berbagai persaingan. Teori ini
dikembangkan untuk menganalisa proses pengambilan keputusan dari situasi
persaingan yang berbeda dan melibatkan dua atau lebih kepentingan.
Kepentingan-kepentingan yang bersaing dalam permainan disebut pemain
(players). Anggapan yang digunakan adalah bahwa setiap pemain mempunyai
kemampuan untuk mengambil keputusan secara bebas dan
rTaesoi or inpael . r m a i n a n mula-mula dikemukakan oleh seorang ahli matematika
Perancis yang bernama Emile Borel pada tahun 1921. Kemudian, John Von
Neumann dan Oskar Morgenstern mengembangkan lebih lanjut sebagai alat
untuk merumuskan perilaku ekonomi yang bersaing.
Model teori permainan dapat diklasifikasikan dengan sejumlah cara seperti
jumlah pemain, jumlah keuntungan dan kerugian serta jumlah strategi yang
digunakan dalam permainan. Sebagai contoh, bila jumlah pemain adalah dua,
permainan disebut sebagai
permainan dua-pemain. Begitu juga, bila jumlah pemain adalah N (dengan N>3),
ini disebut permainan N-pemain.
Jika jumlah keuntungan dan kerugian adalah nol, disebut permainan jumlah-nol atau
jumlah-konstan. Sebaliknya bila tidak sama dengan nol, permainan disebut permainan
bukan
jumlah nol (non zero - zum game).
Unsur-unsur dalam membentuk teori permainan
Untuk pembahasan teori ini digunakan contoh permainan dua pemain jumlah nol.

Pemain B
Pemain A
B1 B2 B3
A1 6 4 8
A2 7 3 1

Tabel 4.1 Matriks permainan dua pemain jumlah nol

Dari tabel diatas beberapa unsur dasar permainan ini adalah:


a. Angka-angka dalam matriks pay off (matriks permainan), menunjukkan hasil
dari strategi permainan yang berbeda. Dalam permainan dua pemain jumlah nol
ini, bilangan positif menunjukkan keuntungan bagi pemain baris dan merupakan
kerugian dari pemain kolom.
RISET OPERASIONAL 1 64
b. Anggapan yang digunakan adalah bahwa suatu strategi tidak dapat dirusak
oleh pesaing atau faktor lain.

RISET OPERASIONAL 1 65
c. Suatu strategi dikatakan dominan bila setiap pay off dalam strategi adalah
superior terhadap setiap pay off yang berhubungan dalam suatu strategi
alternatif. Contoh dalam permainan diatas untuk pemain A, strategi permainan
A1 didominasi oleh strategi A2.

d. Suatu strategi optimal adalah rangkaian kegiatan atau rencana yang


menyeluruh yang menyebabkan seorang pemain dalam posisi yang paling
menguntungkan tanpa memperhatikan kegiatan-kegiatan pesaingnya.
e. Tujuan model permainan adalah mengidentifikasikan strategi atau rencana
optimal untuk setiap pemain.

JENIS STRATEGI DALAM TEORI PERMAINAN


1. PERMAINAN STRATEGI MURNI ( PURE-STRATEGY GAME)
Dalam permainan strategi murni, strategi optimal untuk setiap pemain adalah
dengan menggunakan strategi tunggal. Pemain baris mengidentifikasikan
strategi optimalnya melalui aplikasi kriteria maksimin (maximin) dan
pemain kolom dengan kriteria minimaks (minimax). Nilai yang dicapai harus
merupakan maksimum dari minimaks baris dan minimum dari maksimin
kolom, titik ini dikenal sebagai titik pelana
(saddBl ielapon iilnati).minimaks tidak sama dengan nilai maksimin maka permainan tidak
dapat
dipecahkan dengan strategi murni harus menggunakan strategi campuran.

Langkah-langkah penyelesaian:
1. Carilah nilai minimum baris dan maksimum kolom.
2. Dari nilai-nilai minimum setiap baris cari nilai maksimalnya atau disebut
nilai maksimin. Sedangkan dari nilai maksimum kolom tentukan satu nilai
minimal sebagai nilai minimaks.

3. Bila nilai minimaks sama dengan nilai maksimin, berarti strategi yang
paling optimal untuk masing-masing pemain telah ditemukan.
Pemain
Pemain Minimum
B B B2 B
A Baris
1 4 3
A 6 3 8 4*(Maks)
1 7 1 1
A 4*(Min)
2 7 8

Dari hasil tabel diatas nilai maksimin dan minimaks sama, sehingga
RISET OPERASIONAL 1 66
strategi yang optimal untuk A adalah strategi A1 (baris dimana terdapat
nilai maksimin) dan untuk B adalah strategi B2 (strategi dimana terdapat
nilai minimaks).

RISET OPERASIONAL 1 67
2. PERMAINAN STRATEGI CAMPURAN ( MIXED-STRATEGY GAME)
Seperti dikatakan sebelumnya bahwa bila nilai maksimin dan minimaks
tidak sama. Penyelesaian soal adalah dengan strategi campuran. Untuk
memperjelas penjelasan strategi ini digunakan contoh berikut:
Pemain
Pemain Minimum
B B B
A Baris
A1 12 B2
9 38 2
A2 1 6 4 1
A3 7 3 5 3*(Maks)
Maksimum 7*(Min) 9 8
kolom

Tabel 4.3

Dari tabel diatas diketahui bahwa nilai maksimin tidak sama dengan
nilai minimaks. Dengan menerapkan aturan dominan maka strategi B2
didominasi oleh
strategi B2 sehingga kolom B3 dihapuskan. Demikian juga strategi A2
didominasi oleh strategi A3 sehingga baris A2 dihilangkan. Matriks permainan
berubah menjadi seperti berikut :
Pemain
Pemain Minimum
B B
A Baris
A1 B1
2 3
8 2
A3 7 5 5
Maksimum 7 8
Kolom
Tabel 4.4

Karena nilai maksimin tetap tidak sama dengan nilai minimaks maka
penyelesaian permainan strategi ini dapat dilakukan dengan menggunakan
metode grafik, metode aljabar matriks, metode analitis atau linear
programming. Dibawah ini hanya akan dijelaskan mengenai metode analitis.

a. Metode Analitis
Dalam pola ini kita menentukan suatu distribusi probabilitas untuk
strategi-strategi yang berbeda. Nilai-nilai probabilitas pay off dapat dihitung
dengan cara berikut:
□ □
□ Untuk pemain A
Anggap bahwa digunakan strategi A1 dengan probabilitas P, dan untuk strategi A3
□ probabilitasnya 1-p.
- Jika strategi yang digunakan oleh B adalah B1 maka keuntungan

yang diharapkan A adalah: 2p + 7(1 -p) = 7 - 5p


RISET OPERASIONAL 1 66
- Bila B menggunakan strategi B3, maka keuntungan yang diharapkan
A adalah: 8p + 5(1 - p) = 5 + 3p

Strategi optimal untuk A diperoleh dengan menyamakan kedua pay


off yang diharapkan, sehingga diperoleh:
7 - 5p = 5 +
3p p =
0,25
Ini berarti pemain A harus menggunakan strategi A1 25% dan strategi
A3 75%. Keuntungan yang diharapkan pemain A :
= 2(0,25)+7(0,75)
= 8(0,25)+5(0,75)
= 5.75

□ □ □
Untuk pemain B

Dengan cara yang sama dapat dihitung pay off yang diharapkan untuk pemain B.
□ Probabilitas untuk strategi B1 adalah q dan B3 adalah 1 - q. Maka :
- Kerugian B, jika A menggunakan strategi A1 adalah : 2q + 8 (1 - q) = 8 - 6q
- Kerugian B, jika A menggunakan strategi A3 adalah : 7q + 5 (1 - q) = 5 + 2q

Strategi optimal untuk pemain B adalah :


8 - 6q = 5 + 2q
q = 0,375
Hasil ini berarti pemain B seharusnya menggunakan strategi B1 37,5%
dan strategi B3 menggunakan 62,5%.
Kerugian yang diharapkan untuk pemain B:
= 2(0,375)+8(0,625)
= 7 (0,375)+5(0,625)
= 5.75

RISET OPERASIONAL 1 67
Soal – soal Uji Kemampuan

1. Dua tim badminton memiliki masing-masing strategi jitu untuk bisa


memenangkan pertandingan final di ajang Asian Games. Berikut merupakan
formasi yang akan digunakan masing-masing tim :

TIM ASA
TIM ADA
Strategi 1 Strategi 2 Strategi 3
Strategi 1
Strategi 2 20 40 50

Strategi 3 30 35 45
10 10 55

Tentukanlah strategi mana yang harus dipilih kedua tim dan berapa jumlah
kemenangan yang akan didapat dari masing-masing tim tersebut.
Kedua Jose dan Rado sedang terlibat dalam pertandingan final kejuaraan catur nasional
untuk mewakili negaranya dan akan dikirimkan untuk mengikuti kejuaraan
2.

internasional di Jerman. Masing-masing memiliki strategi untuk bisa

memenangkan kejuaraan tersebut. Berikut strategi yang digunakan Jose

dan Rado :

Rado
Jose
Strategi 1 Strategi 1 Strategi 2 Strategi 3

Strategi 2 4 10 7

Strategi 3 6 8 5
3 12 9

Tentukan strategi mana yang harus dipilih oleh Jose dan Rado untuk bisa
memenangkan pertandingan dan berapa jumlah kemenangan yang akan
didapat oleh Jose dan Rado.
RISET OPERASIONAL 1 68
3. Dua perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur, mempunyai 3
strategi dalam bersaing untuk menambah laba bagi kedua perusahaan
tersebut. 3 strategi yang digunakan adalah sebagai berikut :

Mitsubishi
Hino
Strategi 1 Startegi 1 Strategi 2 Strategi 3

Strategi 2 75 80 65

Strategi 3 80 70 90
60 75 85

Strategi mana yang akan dipilih kedua perusahaan tersebut dan berapa
customer yang didapat?

RISET OPERASIONAL 1 69
DAFTAR PUSTAKA

Sumber buku.

Howard J. Weiss. 2010. POM-QM for Windows version 4. New Jersey:


Pearson Prentice Hall.

Siswanto. 2007. Operations Research Jilid 1, Jakarta: Erlangga.

Andi Wijaya. 2011. Pengantar Riset Operasi. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Dwi Hayu Agustini & Yus Endra Rahmadi. 2004. Riset Operasional Konsep-
Konsep Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.

Johanes Supranto. 2006. Riset Operasi. Jakarta: Universitas Indonesia.

Z. Hartawan. 2013. Praktikum Riset Operasional Dengan Software POM-QM for

Windows ver. 3. Bengkulu.

Harsuko Riniwati. 2014. Buku Panduan Praktikum Operation

Research. Malang.

Nuhfil Hanani & Rosihan Anwar. Metode Kuantitatif.


Hasyim, S. (2006). Psikologi Pendidikan. Kuala Lumpur,
Malaysia: PTS Professional [Link].

Herzberg F. Mausner. B. dan Synderman. B. B. (1959), The Motivation To


Work.
Edisi Kedua, New York: Wiley Internasional

Hidayat, Aziz. (2003). Riset Keperawatan dan Teknik Penelitian Ilmiah.


Jakarta: Salemba Medika.

([Link]
Ilyas, Y. (2002). Kinerja, Teori, Penilaian & Penelitian. Jakarta: Pusat Kajian
Ekonomi Kesehatan FKM UI

. (2001). Kinerja, Teori, Penilaian & Jakarta: Pusat


Penelitian.
Kajian Ekonomi Kesehatan FKM UI
Kotler, Philip (2003) Manajemen Pemasaran, Jakarta: Penerbit Prenhallindo
LAN., (2000). Modul
Sosialisasi Sistem Kinerja Instansi
Pemerintah. Jakarta
Akuntabilitas

Locke, E. A. (1976). The Nature and Cause of Job Satisfaction. New York:
John Wiley and Sons.

Mangkunegara, AP. (2001). Manajemen SDM Perusahaan (Cetakan


Ketiga).
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset
Notoatmojo, S. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka
Cipta
. (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Nursalam, (2008). Konsep dan Penerapan
Metodologi Keperawatan. Jakarta: Penelitia Ilm
Salemba Medika

, (2003). Konsep dan Penerapan


Metodologi Keperawatan. Jakarta: n u
Salemba Medika

Penelitia Ilm

n u

Ridwan. (2005). Belajar Penelitian Untuk guru. Karyawan dan peneliti


pemula.
Bandung: CV Alfaheta
Robbins, Stephen P. (1996). “Prilaku Organisasi: Konsep Kontroversi
Aplikasi Jilid I. “Terj. Pujaatmaka dan Hadyana. Jakarta:
Prenhallindo.

(2003)“Prilaku Organisasi: Konsep Kontroversi Jilid I.


Aplikasi
“Terj. Pujaatmaka dan Hadyana. Jakarta:
Prenhallindo.
Rozikin, Zainur, (2010). Kepuasan Kerja, Malang: Averroes Press
Ruky, Achmad, (2001). Manajemen Penggajian dan Pengupahan Untuk
Karyawan Perusahaan, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Soedjono. 2005. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja


Organisasi dan Kepuasan Kerja Karyawan Pada Terminal
Penumpang Umum di [Link] Manajemen dan
Kewirausahaan. Vol. 7, No. 1.

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Administrasi. Jakarta: Rineka Cipta


Wexley, K. N., dan G. A. Yuki., (1992). Prilaku Organisasi dan
Psikologi Personalia. Terjemahan. Cetakan kedua. Jakarta:
Rineka Cipta

Anda mungkin juga menyukai