Modul Riset Operasional: Pemrograman Linier
Modul Riset Operasional: Pemrograman Linier
RISET
OPERASIONAL
DOSEN PENGAMP
U:FADHUL MUBA
[Link].,[Link].,P
H.D.,
Kelompok 6 :
Adelia Febrina Wardani
D1B22065
Hania Safira
D1B22079
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI TAHUN 2024
Simplex
Deskripsi Modul
Linear Programming (LP) adalah suatu cara untuk menyelesaikan persoalan
pengalokasian sumber-sumber yang terbatas di antara beberapa aktifitas
yang bersaing, dengan cara yang terbaik yang mungkin dilakukan.
Persoalan pengalokasian ini akan muncul manakala seseorang harus memilih
tingkat aktifitas- aktifitas tertentu yang bersaing dalam hal penggunaan
sumber daya langka yang dibutuhkan untuk melaksanakan aktifitas-aktifitas
tertentu.
Tujuan Modul
Setelah menyelesaikan praktikum pada modul ini, praktikan akan memahami:
1. Perencanaan aktifitas untuk memperoleh hasil optimum dengan batasan-batasan yang
dimiliki;
2. Keputusan mana yang harus dipilih.
Isi
PembelajaranL:inear Programming
Latihan 1 MenghitungSimplex
Pembelajaran: PenggunaSaonftware QSB
RISET OPERASIONAL 1 5
kecelakaan kerja, kerugian, produk cacat, dll).
RISET OPERASIONAL 1 6
Sejarah munculnya OR
OR diterapkan untuk
Perang Dunia
memecahkan masalah
selesai.
manajerial dan
operasional.
Metode yang terkenal yaitu Linier
Programing yang dikenalkan oleh George
Dantzig (Bapak Linier Programing).
LINEAR PROGRAMMING
Linear Programming atau pemrograman linier berasal dari kata pemrograman
dan linier. Pemrograman mempunyai arti perencanaan, dan linier berarti
fungsi-fungsi yang digunakan merupakan fungsi linier.
Secara umum arti dari pemrogaman linier adalah suatu teknik perencanaan
yang bersifat analitis yang analis-analisisnya memakai model matematika,
dengan tujuan menemukan beberapa kombinasi alternatif pemecahan masalah,
kemudian dipilih yang
terbaik diantaranya dalam rangka menyusun strategi dan langkah-langkah kebijaksanaan
lebih lanjut tentang alokasi sumber daya dan dana yang terbatas guna mencapai
tujuan dan sasaran yang dinginkan secara optimal.
RISET OPERASIONAL 1 7
3. Adanya sumber daya terbatas;
4. Bisa dilakukan perumusan kuantitatif;
5. Adanya keterkaitan peubah.
RISET OPERASIONAL 1 8
Untuk membentuk suatu model pemrogaman linier perlu diterapkan
asumsi sebagai berikut:
1. Linearity
Fungsi obyektif dan kendala haruslah merupakan fungsi linier dan variabel
keputusan. Hal ini akan mengakibatkan fungsi bersifat proporsional dan
additif, misalnya untuk memproduksi 1 kursi dibutuhkan waktu 3 jam
maka untuk memproduksi 2 kursi dibutuhkan waktu 6 jam
2. Divisibility
Nilai variabel keputusan dapat berupa bilangan pecahan
3. Nonnegativity
Nilai variabel keputusan haruslah nonnegatif
4. Certainty
Semua konstanta mempunyai nilai yang sudah pasti.
METODE SIMPLEX
Tahun 1947 diperkenalkan oleh George B. Dantzig merupakan suatu
algoritma yang digunakan untuk pemecahan berbagai masalah Linear
Programming (LP). Pemecahan masalah dengan menggunakan metode ini
sangat menguntungkan bagi pengguna karena tidak hanya fungsi tujuan
dan nilai optimum dari variabel dapat kita ketahui tapi kita juga dapat
memberikan interpretasi ekonomi dan melakukan analisis sensitivitas yang
didasarkan pada proses iterasi.
RISET OPERASIONAL 1 9
Ada 3 ciri utama dari suatu bentuk baku pemrograman linier untuk algoritma simplex:
a. Semua kendala harus berada dalam bentuk persamaan dengan nilai kanan tidak
negatif
b. Semua variabel yang terlibat tidak dapat bernilai negatif
c. Dapat berupa maksimisasi dan minimsasi
Contoh Soal
PT Elfrianda memproduksi tiga jenis keramik untuk dijadikan souvenir, yaitu
mug keramik, piring keramik, dan vas bunga keramik. Keuntungan yang
diharapkan dari masing-masing keramik adalah Rp 2.800.000, Rp
2.000.000, dan Rp 2.400.000. Untuk memproduksi mug keramik dibutuhkan
80 pcs keramik, 40 liter pewarna, dan waktu pencetakan selama 40 menit.
Untuk piring keramik dibutuhkan 60 pcs keramik,
35 liter pewarna, dan waktu pencetakan selama 25 menit. Sedangkan
untuk vas bunga keramik dibutuhkan 70 pcs keramik, 60 liter pewarna, dan
waktu pencetakan selama 90 menit. PT Elfrianda mempunyai kapasitas
maksimum untuk keramik adalah 2.800 pcs, pewarna 1.600 liter, dan waktu
pencetakan selama 2.400 menit. Tentukanlah keuntungan yang diperoleh
perusahaan!
Langkah menjawab ~
RISET OPERASIONAL 1 1
1
□
□□ Kendalanya : keramik, pewarna, dan waktu pencetakan.
□
□□ Diurutkan sesuai jenis kendalanya, menjadi seperti dibawah ini.
□ Karena perwujudan□ informasi paling banyak atau maksimum pada
soal diatas
kita pakai simbol <
Fungsi
Kendala
80X1 + 60X2+ 70X3≤
1. keramik
2. pewarna 2.800 40X1 + 35X2+
Fungsi Tujuan
Maksimumkan Z – 2.800.000X1 – 2.000.000X2 – 2.400.000X3 = 0
Fungsi Kendala
Baris kunci ditentukan dengan membuat nilai perbandingan antara nilai kanan
(NK) dengan nilai pada kolom kunci dari setiap baris, kecuali baris fungsi tujuan.
Baris dengan RISET OPERASIONAL 1 9
perbandingan yang terkecil akan berperan sebagai baris kunci. Pertemuan antara
kolom kunci dan baris kunci dinamakan Angka kunci.
VD X 1 X 2 X 3 S1 S2 S3 NK Index
Z - - - 0 0 0 0 -
2.800.000 2.200.000 2.200.000
S1 80 60 70 1 0 0 2800 35
S2 40 35 60 0 1 0 1600 40
S3 40 25 90 0 0 1 2400 60
NBBK X1 X2 X3 S1 S2 S3 NK
1 0 0 35
S2 40 35 60 0 1 0 1.600
(40) ( 1 0 0 35 )
( 40 30 35 0.5 0 0 1.400 )
0 5 25 -0.5 1 0 200
S3 40 25 90 0 0 1 2400
(40) ( 1 0 0 35 )
( 40 30 3 0.5 0 0 1400
0 -5 5 -0.5 0 1 1000
5
RISET OPERASIONAL 1 10
5
RISET OPERASIONAL 1 10
Step 10: Masukkanlah nilai-nilai baru ke dalam tabel iterasi 1
V X X 2 X 3 S1 S2 S3 NK
D 1
Step 11: Karena nilai di baris Z sudah tidak ada lagi nilai (-) jadi tidak
perlu diterasi lagi. Bila masih terdapat nilai negatif pada baris Z, maka
langkah selanjutnya
ulangi langkah mulai Step 5, menentukan Kolom Kunci, Baris Kunci, NBBK.
Analisis:
RISET OPERASIONAL 1 12
□
Fungsi yang digunakan adalah fungsi
maksimalisasi (Maximization) Klik OK untuk
melanjutkan□
4. Tampilan spreadsheet
RISET OPERASIONAL 1 13
7. Hasil spreadsheet dengan nama variabel baru, isikan data sesuai dengan fungsi
kendala dari soal
RISET OPERASIONAL 1 14
10. Hasil akhir yaitu keuntungan yang akan diperoleh [Link]
keramik adalah Rp 98.000.000 dengan memproduksi 35 mug keramik
tanpa memproduksi piring keramik dan vas bunga keramik.
3. Toko Didi’s Furniture memproduksi berbagai macam produk yang diolah dari
plastik yaitu piring, mangkok, dan wrap. Dimana untuk memproduksi piring
dibutuhkan 35 getah perca, 20 lt shellac, dan waktu penyelesaian selama 4 jam.
Untuk mangkok membutuhkan 15
RISET OPERASIONAL 1 14
getah perca, 25 lt shellac, dan waktu penyelesaian selama 8 jam. Untuk
wrap membutuhkan 10 getah perca, 5 lt shellac, dan waktu penyelesaian
selama 2 jam. Kapasitas maksimum untuk getah perca adalah 100, untuk
shellac adalah 75 liter, dan untuk waktu penyelesaian adalah 25 jam.
Keuntungan yang diharapkan masing- masing sebesar Rp. 200.000, Rp.
300.000, dan Rp. 500.000. Keuntungan optimal yang diperoleh Toko Alat
Makan adalah sebesar?
RISET OPERASIONAL 1 15
TRANSPORTASI
Deskripsi Modul
Metode transportasi merupakan metode yang digunakan untuk mengatur
distribusi dari sumber yang menyediakan produk ke tempat tujuan yang
membutuhkan secara optimal. Alokasi produk ini harus diatur, karena
terdapat perbedaan biaya-biaya alokasi dari satu sumber ke tempat-tempat
tujuan.
Tujuan manajemen adalah menentukan jumlah yang harus dikirimkan dengan biaya
yang seminimum mungkin. Atau dengan kata lain, mengoptimalkan distribusi
sumber daya sehingga biaya yang dikeluarkan minimal.
Tujuan modul
Setelah menyelesaikan praktikum pada modul ini, praktikan akan memahami:
1. Bagaimana cara mengatur distribusi dari sumber yang menyediakan produk
yang sama ke tempat yang membutuhkan secara optimal
2. Bagaimana meminimalkan biaya untuk memperoleh hasil optimal
3. Apa sajaha kikat dari suatu pengambilan keputusan
4. Tahapan apa saja yang harus dilalui dalam mengambil suatu keputusan
agar dapat memberikan hasil yang efektif dan efisien.
Isi
PembelajaranN: orth West Corner
Latihan 1 MenghitungNorth West Corner
PembelajaranL:east Cost
Latihan 2 MenghitungLeast Cost
Pembelajaran: VAMV(ogel Approximation Metho)d
Latihan 3 MenghitungVAM
Pembelajaran: RAMR(ussel Approximation Metho)d
Latihan 4 MenghitungRAM
RISET OPERASIONAL 1 17
METODE TRANSPORTASI
Metode transportasi untuk pertama kali dikemukakan
(1941) dan
Fo .leL hHitchcock dijelaskan lebih mendetail oleTh.C
Koopmans (1949).
MASALAH TRANSPORTASI
Masalah transportasi secara umum berhubungan dengan masalah
pendistribusian barang dari beberapa kelompok tempat penyediaan yang
disebut SUMBER ke beberapa kelompok tempat penerimaan yang disebut
TUJUAN dalam masalah tertentu yang dapat meminimumkan total biaya
distribusi. Secara umum, penyelesaian masalah transportasi dilakukan dengan
dua tahap, yakni:
□ Tahap SOLUSI AWAL□
1.
□ Metode NWC (North West Corner)
Pengalokasian dimulai dari pojok kiri atas dan berakhir di pojok kanan bawah.
2. Metode LC (Least Cost)
Pengalokasian dimulai dari biaya terendah dalam tabel
3. Metode VAM (Vogel Approximation Method)
Pengalokasian dilakukan pada kotak variabel dengan biaya terendah pada
baris atau kolom yang terpilih
4. Metode RAM (Russel Approximation Method)
□ SOLUSI AKHIR□
Tahap
1. Stepping Stone
2. MODI (Modified Distribution), merupakan modifikasi dari metode Stepping
Stone. Namun demikian, solusi akhir akan digunakan bila dalam solusi awal,
penyelesaian biayanya belum optimal.)
Catatan Penting!
□
1. Syarat sel terisi (M+N)-1, dimana M adalah jumlah baris, N adalah jumlah kolom.
2. Bila (M+N)-1 TIDAK SAMA sel terisi, maka harus ditambahkan 0 (nol).
DENGAN
3. Jumlah KAPASITAS harus sama deng ajunmlah KEBUTUHAN, jika tidak
maka perlu ditambahkan DUMMY.
RISET OPERASIONAL 1 18
TRANSPORTASI SOLUSI AWAL
Contoh soal : PT. KAI memiliki 3 pilihan kereta untuk membantu masyarakat yang
ingin mudik pada saat lebaran. Tiga pilihan kereta itu adalah Kereta
Matarmaja, Majapahit, dan Malabar, dengan tujuan Malang ke Jakarta melalui
Semarang. Kapasitas masing- masing kereta tersebut adalah 290, 380, dan
230 dengan kebutuhan atau permintaan tiket sebesar 125, 415, dan 360.
Berikut adalah biaya transportasinya per unit.
Tujuan
Sumber Malang Semarang Jakarta
Matarmaja 4 2 7
Majapahit 1 8 6
Malabar 5 3 9
Tentukan biaya transportasi dengan metode NWC, LC, VAM dan RAM!
JAWAB :
Keterangan :
1. Alokasi C11 dengan memperhatikan jumlah kapasitas dan kebutuhan (125 ; 90).
Minimum 125, maka untuk C11 dialokasikan sebanyak 125.
RISET OPERASIONAL 1 19
2. Ketika 125 produk dialokasikan pada C11, ternyata kebutuhan pada baris
pertama sebanyak 290 belum terpenuhi, dan kebutuhan (kolom pertama) sudah
terpenuhi, sehingga terjadi kelebihan jumlah kapasitas pada sumber pertama,
maka akan dialokasikan sebanyak 165 untuk C12.
Tujuan
Sumber Kapasitas
Malang Semarang Jakarta
Matarmaja X 4 290 2 X 7 290
Majapahit 125 1 X 8 255 6 380
Malabar X 5 125 3 105 9 230
Kebutuhan 125 415 360 900
RISET OPERASIONAL 1 20
Penyelesaian:
1. Pada contoh soal, biaya terkecil terletak pada C21, sehingga sel ini
adalah yang diprioritaskan terlebih dahulu, dengan kebutuhan dan
kapasitas (125 ; 380) = dengan minimum 125. Kemudian sisa kebutuhannya
dialokasikan ke sel lain.
2. Kemudian biaya terkecil kedua terletak pada C12, sehingga sel ini
adalah yang diprioritaskan yang ke dua, dengan kebutuhan dan kapasitas
(415 ; 290) = dengan minimum 290. Kemudian sisa kapasitasnya
dialokasikan ke sel lain
3. Kemudian berlanjut ke biaya terkecil berikutnya, yaitu C32, dst.
4. Alokasi dihentikan jika jumlah persediaan telah dihabiskan dan jumlah
permintaan telah terpenuhi.
Total Biaya = Jumlah (biaya dikalikan dengan alokasi)
Analisis :
Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode LC, Matarmaja didistribusikan
ke Semarang sebesar 290. Majapahit didistribusikan ke Malang dan Jakarta masing-
masing sebesar 125 dan 255. Malabar didistribusikan ke Semarang dan Jakarta
masing-masing sebesar 125 dan 105. Total biaya transportasi yang dikeluarkan PT
KAI adalah sebesar 3.555.
RISET OPERASIONAL 1 21
dipenuhi pada baris atau kolom tersebut. Hapuslah baris dan kolom apabila
persediaan sudah dialokasikan atau permintaan yang sudah terpenuhi.
RISET OPERASIONAL 1 21
HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MENGERJAKAN VAM!!!
Bila dalam kasus tidak normal (dengan dummy), pengalokasian DUMMY
diperhitungkan. Karena metode VAM memperhitungkan biaya dummy ketika
mencari selisih biaya terkecil.
Tabel 1
Tujuan
Sumber Kapasit Selisih
Malang Semarang Jakarta 4-2=2
Matarma as
ja 290
Majapahit X 4 2 380 6-1=5
Malabar 125 1 8 230 5-3=2
Kebutuhan X 5 3 900
Selisih 125 415 360
4-1=3 3-2=1 7-6=1
Tabel 2
Tujuan
Sumber Kapasitas Selisih
Malang Semarang Jakarta
Tabel 3
Tujuan
Sumber Kapasitas Selisih
Malang Semarang Jakarta
Matarmaja X 4 185 2 105 7 290 7-2=5
Majapahit 125 1 X 8 255 6 380 8-6=2
Malabar X 5 230 3 X 9 230 -
Kebutuhan 125 415 360 900
Selisih - 8-2 = 6 7-6=1
Analisis :
RISET OPERASIONAL 1 22
METODE RUSSEL APPROXIMATION METHOD)
RAM (
1. Penyelesaian dimulai dengan mencari biaya yang tertinggi untuk setiap baris
dan kolom yang ada dalam tabel transportasinya.
2. Selanjutnya biaya pada setiap sel akan dikurangi dengan biaya tertinggi untuk
baris itu dan dikurangi lagi dengan biaya tertinggi kolom itu.
3. Alokasi diberikan kepada sel yang memiliki nilai negatif terbesar dari
perhitungan langkah dua. Alokasi selanjutnya dilakukan kembali seperti pada
langkah pertama dan kedua, di mana baris/kolom yang telah habis
kapasitas/kebutuhannya tidak diikutsertakan.
Tabel awal
Tujuan
Malan Semaran Jakart
Sumbe Kapasit
g g a
r
Matarmaj 4 2 7 as290
a
Majapahit 1 8 6 380
Malabar 5 3 9 230
Kebutuha 125 415 360 900
n
Biaya tertinggi :
Baris 1 (B1) =
7 Kolom 1 (K1)= 5
Baris 2 (B2) = Kolom 2 (K2)= 8
8
Kolom 3 (K3) = 9
Baris 3 (B3) =
9
SEL = biaya sel – biaya tertinggi untuk baris itu – biaya tertinggi kolom itu
Tabel 1
Tujuan
Sumber Kapasit
Malang Semarang Jakarta as
Matarmaj 4 2 7 290
a
Majapahit 1 8 6 380
Malabar X 5 230 3 X 9 230
Kebutuha 125 415 360 900
n
RISET OPERASIONAL 1 23
PERHATIKAN!!!
Baris 3, kapasitas yang dimiliki PT KAI sudah habis, itu artinya biaya-biaya pada
baris 3 tidak ikut lagi dalam perhitungan langkah 1 dan 2, maka:
Biaya tertinggi : B1 = 7 K2= 8
B2 = 8
K3= 7 □ mengalami perubahan
K1 = 4 □ mengalami perubahan
karena baris 3 sudah tidak diperhitungkan lagi
SEL = biaya sel – biaya tertinggi untuk baris itu – biaya tertinggi
kolom itu
C11 = 4-7-4= -7 mengalami perubahan C21= 1-8-4= -11
C12 = 2-7-8= -13
(-) C22= 8-8-8= -8
C13 = 7-7-7= -7 terbesar
C23= 6-8-7= -9
Tabel 2
Tujuan
Sumbe Kapasit
r Malan Semaran Jakart as
g g a
Matarmaj 4 185 2 7 290
a
Majapahit 1 X 8 6 380
Malabar X 5 230 3 X 9 230
Kebutuha 12 415 36 900
n 5 0
PERHATIKAN!!!
Kolom 2, kebutuhan yang yang diperlukan sudah terpenuhi, itu artinya biaya-
biaya pada kolom 2 tidak ikut lagi dalam perhitungan langkah 1 dan 2, maka:
Biaya tertinggi : B1= 7 K1=4
SEL = biaya sel – biaya tertinggi untuk baris itu – biaya tertinggi
kolom itu
C11 = 4-7-4 = -7
C13 = 7-7-7 = -7
C21 = 1-6-4 = -9 pilih negative terbesar lalu alokasikan ke C21
C23 = 6-6-7 = -7
RISET OPERASIONAL 1 24
Tabel 3
Tujuan
Sumber Kapasita
Malang Semarang Jakarta s
Matarmaja X 4 185 2 7 290
X 8
Majapahit 125 1 3 6 380
9
Malabar X 5 230 X 230
Kebutuha 125 415 360 900
n
terkecil. Tabel 4
Tujuan
Sumber Kapasit
Malan Semaran Jakart as
Matarmaj g g 2 a 105 7
X 4 185 6 290
a 125 1 8 X
9 380
Majapah 5 X 3
it X 230 230
36
Malabar 125 0 900
Tabel 5
Tujuan
Sumber Kapasita
Malang Semarang Jakarta s
Matarmaj X 4 185 2 105 7 290
a
Majapahit 125 X 8 255 6 380
1
3 9
Malabar X 5 230 230
Kebutuha 125 415 900
n
360
Analisis :
Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode RAM, Majapahit didistribusikan
ke Semarang dan Jakarta masing-masing 185 dan 105. Majapahit didistribusikan ke
Malang dan Jakarta sebesar 125 dan 255. Sedangkan Malabar mendistribusikan ke
Semarang sebesar 230. Total biaya transportasi yang dikeluarkan PT KAI adalah
sebesar 3.450.
RISET OPERASIONAL 1 25
Setelah mengerjakan secara manual coba kita cek pengerjaannya dengan
software WinQSB
1. Start -> All Program -> WinQSB, Buka Program Network modeling
RISET OPERASIONAL 1 26
5. Input sesuai dengan soal
6. Pilih menu Solve and Analyze > Select Initial Solution Method
8. Pilih menu Solve and Analyze > Select and Display Steps – Tabelau untuk
melihat hasil akhir
RISET OPERASIONAL 1 27
9. Hasil akhir menggunakan metode NWC
12. Untuk melihat hasil akhirnya pilih menu Solve and Analyze -> Select and
Display Steps – Tabelau
RISET OPERASIONAL 1 28
13. Hasil akhir menggunakan metode VAM
16. Untuk melihat hasil akhirnya pilih menu Solve and Analyze -> Select and
Display Steps – Tabelau
RISET OPERASIONAL 1 29
17. Hasil akhir dari metode RAM
Tujuan
Sumber Kapasitas
Lahat Indralaya Martapura
TP 1 4 10 8 450
TP 2 9 5 12 455
TP 3 12 7 6 195
350
Kebutuhan 480 270 1100
RISET OPERASIONAL 1 30
[Link] merupakan seorang pengusaha yang bergerak di bidang
minuman manis yang dimana memiliki 3 pabrik yang menghasilkan
produk yang berbeda yaitu Thai Tea, Green Tea, dan Coffe Tea. Suatu
hari, masing-masing pabriknya menerima pesanan untuk dikirimkan ke
Bogor, Bandung, dan Lembang dengan menggunakan truk dari setiap
masing-masing pabriknya. Dengan kapasitas masing-masing 250, 350,
dan 400. Serta kebutuhan masing-masing 300, 250, dan 450. Berikut
adalah data transportasinya, Tentukan biaya transportasi dengan
menggunakan metode NWC, LC, dan RAM!
Tujuan
Sumber Bandung
Bogor Lembang
9
Thai Tea 7 5
11
Green Tea 8 4
3
Coffe Tea 12 2
Tujuan Modul
Setelah menyelesaikan praktikum pada modul ini, praktikan akan memahami:
1. Pengalokasian produk kesejumlah tujuan (destination)
2. Mengalokasikan dengan biaya total yang seminimal mungkin
Isi
Pembelajaran: Stepping Stone
Latihan 1 Menghitung Pengalokasian dengan MeStotedpeping Stone
Pembelajaran: MODI
Latihan 2 Menghitung Pengalokasian dengan
M e Mt o Od eD I Pembelajaran: Software QSB untuk metode
Stepping S t o nMeOdDaI n
RISET OPERASIONAL 1 33
Pembelajaran: Stepping Stone
Metode Stepping Stonedigunakan sebagai pengecekan apakah perhitungan
yang telah kita hitung menggunakan solusi transportasi awal sudah benar
optimal atau belum.
Contoh soal :
PT Dream memiliki 3 cabang pabrik dalam memenuhi permintaan produksinya.
Dengan kapasitas masing-masing:
Pabrik Kapasitas
produksi
Hope 250
Believe 500
Imagine 750
Jumlah 1500
RISET OPERASIONAL 1 34
A.
METODE STEPPING STONE
Langkah penyelesaian:
1. Lakukan pengecekan terhadap sel-sel yang . Dari tabel VAM di
masih kosong
atas, sel yang masih kosong adalah C11, C13, C23, dan C31.
Pada metode ini, pengujian dilakukan mulai dari sel kosong
tersebut, selanjutnya lakukan penarikan garis, garis bergerak (searah
jarum jam/berlawanan) secara lurus ke arah sel yang telah
terisi dengan alokasi, tidak boleh diagonal!!! begitu seterusnya
sampai kembali ke sel kosong tersebut. Setiap pergerakan ini
akan mengurangi dan menambah
secara bergantian biaya pada sel kosong tersebut.
PERHATIKAN !
Tujua
n PT PT PT KAPASITA
Sun Moon Star S
Sumber - 25 - 2 250
1 4
Pabrik 0
Hope 30 20 - 3 500
2 4
0
Pabrik 0 5 5 750
Imagine 2 4
04
-
KEBUTUHA 1 65 1500
550
N
4
1
1
2
Untuk pengujian sel C11 dengan biaya 12, bergerak ke sel C12, sehingga biaya
5
dikurangi 42, kemudian bergerak ke sel C22, sehingga biaya ditambah 45, dan
kemudian bergerak ke sel C21, sehingga biaya dikurangi 21, dan
hasilnya adalah 12–42+45–21=-6
Untuk pengujian sel kosong lainnya, diberlakukan cara yang
serupa. Berikut pengujian terhadap sel kosong.
PENGUJIAN SEL KOSONG
C11=12–42+45–21
C13=23–
= -6
12+49–42
= 18
C23=44–
= 36
45+49–12
= -10 (minus terbesar)
C31=15–
49+45–21
RISET OPERASIONAL 1 35
PERHATIKAN !
Bila dihasilkan angka negatif lebih dari satu sel (berbeda-beda besar
angkanya), maka pilih angka negatif dengan angka yang paling besar.
RISET OPERASIONAL 1 36
2. Perubahan alokasi pengiriman. Dari pengujian di atas, di dapat C31
bernilai negatif (-10), maka pada sel C31 perlu dilakukan perubahan
alokasi pengiriman. Perhatikan angka yang bertanda minus atau negatif
saja!
C31 = 0 +
PERHATIKAN !
Sebelum melanjut ke langkah berikutnya, lakukan pengecekan berikut !
1. Apakah semua alokasi bila dijumlah ke bawah dan ke samping
sudah sama dengan total kebutuhan dan kapasitas yang ada ?
2. Apakah jumlah sel terisi sudah memenuhi syarat
y a n g( ma +d na ) - 1 ?m = sumber dan n = tujuan, (3+3)-1 =
5, jadi jumlah sel terisi adalah 5
RISET OPERASIONAL 1 37
3. Jika ya, tabel di atas sudah benar. Tapi apakah sudah OPTIMAL ?
Untuk mengetahui, mari kita lakukan pengecekan kembali ke sel-
sel yang masih kosong seperti pada langkah 1.
RISET OPERASIONAL 1 38
3. PENGUJIAN SEL KOSONG
C11=12–42+45–21 = -6
C13 = 23 – 12 + 15–21+45–42 = 8
C23 = 44 – 12 + 15– 21 = 26 C32 =
49 – 45 + 21– 15 = 10
PERHATIKAN !
Bila dihasilkan angka negatif lebih dari satu sel (berbeda-beda besar
angkanya), maka pilih angka negatif dengan angka yang paling besar.
5. Apakah sudah
Ulangi langkah 1 untuk membuktikannya.
OPTIMAL ?
PENGUJIAN SEL
KOSONG
C13=23–12+15─12=14
C21=21–45+42–
12=6
C23=44–12+15–12+42–45=32
C32=49–42+12–15=4
PERHATIKAN!!!
RISET OPERASIONAL 1 39
Dari hasil pengujian di atas, tidak ditemukan lagi hasil negatif, itu
artinya, Tabel no 4 sudah benar dengan hasil total biaya yang paling
minimal !
RISET OPERASIONAL 1 31
0
Pembelajaran: MODI
Metode MODI merupakan modifikasi dari metode Stepping Stone. Metode Modi
menghitung indeks perbaikan untuk setiap sel kosong tanpa menggunakan
jalur tertutup. Indeks perbaikan dihitung dengan terlebih dahulu menentukan
nilai baris dan kolom.
Contoh soal :
PT Dream memiliki 3 cabang pabrik dalam memenuhi permintaan
produksinya. Dengan kapasitas masing-masing:
Pabrik Kapasitas produksi
Hope 250
Believe 500
Imagine 750
Jumlah 1500
RISET OPERASIONAL 1 38
B.
METODE MODI
Langkah penyelesaian:
1. Penggunaan metode MODI untuk solusi akhir, dimulai dengan
mencari lalu memberi nilai untuk setiap baris dan kolom yang ada.
Pemberian nilai pertama kali diberikan untuk baris, dengan nilai 0
(nol).
PERHATIKAN !
1. Nilai diberikan pada baris yang pertama.
2. Nilai diberikan kepada baris yang memiliki sel terisi alokasi paling banyak.
Tujua
PT Sun PT Moon PT KAPASITA
Sumbe n
Star S
0 r 12 250 42 23 250
Pabrik Hope - -
Pabrik Believe 30 21 200 45 - 44 500
0
Pabrik Imagine - 15 200 49 550 12 750
KEBUTUHA 30 65 55 150
N
Selanjutnya dilakukan pemberian nilai untuk baris dan kolom yang lain
dengan cara memanfaatkan setiap sel yang telah teralokasi:
Keterangan: B = baris, K = kolom
C12=B1+K2=42□0+K2=42□K
2=42
C22=B2+K2=45□B2+42=45□
B2=3
C21=B2+K1=21□3+K1=21□K
1=18 C32=B3+K2=49□B3+4
2=49□B3=7
C33=B3+K3=12□7+K3=12□
K3=5
18 42 5
PT Moon PT
Tujua
PT Star KAPASITA
Sumbe n
Sun S
0 r Pabrik Hope - 250 42 -
12 23 250
3 Pabrik 300 21 200 45 - 44 500
Believe
7
Pabrik - 15 200 49 550 12 750
KEBUTUHA 30 65 55 150
N
RISET OPERASIONAL 1 39
2. Melakukan perhitungan indeks perbaikan dengan menguji apakah sel
yang masih kosong dalam tabel tersebut masih dapat memberikan
penurunan biaya, dengan cara:
C11 = 12– 0 = -6
– 18
= 18
C13 = 23– 0
–5 = 36
C23 =44– 3 –
5
2 4
300 550
1 4
1 1
5 2
Perhatikan angka yang bertanda minus saja !
C31= 0 +
C22 = 200
+ C21 =
300 -
RISET OPERASIONAL 1 40
Maka perubahan alokasinya :
RISET OPERASIONAL 1 40
Masukkan hasil di atas ke dalam tabel!
Tujua
n PT PT PT KAPASITA
Sumbe
Sun Moon Star S
r
Pabrik Hope - 12 250 42 - 23 250
4. Sel Terisi
C12=B1+K2=42□0+K2=42□K
2=42
C22=B2+K2=45□B2+42=45□
B2= 3
C21=B2+K1=21□3+K1=21□K
1=18
C31=B3+K1=15□B3+18=15□
B3=-3 C33=B3+K3=12□-
3+K3=12□K3=15
18 42 15
Tujua
PT PT PT KAPASITA
Sumbe n
Sun Moon Star S
0 r 250
Pabrik Hope - 12 250 42 - 23
3 Pabrik 100 21 400 - 44 500
45
Believe
-3
Pabrik 200 15 - 49 550 12 750
KEBUTUHA 30 65 55 150
N
Sel Kosong
C11 = 12 – 0 – 18 = n-6i l a□i negatif, lakukan perubahan alokasi pada sel C11
C13 = 23 – 0 –15 = 8
RISET OPERASIONAL 1 41
C23 = 44 – 3– 15 = 26
C32 = 49– (-3) – 42 = 10
RISET OPERASIONAL 1 41
5. Merubah alokasi pengiriman ke sel C11
Tujua
n PT PT PT KAPASITA
Sumbe
Sun Moon Star S
r
Pabrik Hope - 12 250 42 - 23
250
Pabrik Believe 100 21 400 45 - 44
Pabrik 200 4 1 75
- 55
Imagine 0
KEBUTUHA 150
30 65 55
N
C21 = 100 –
NEGATIF dengan ANGKA TERKECIL, maka 100 dijadikan
□a n g k a untuk mengurangi atau menambah alokasi yang pada tabel
Maka perubahan alokasinya :
C11 = 0 + 100
= C22= 400+ = 500
C12 = 250 – 100 100
=0
100
= C21= 100-
150 100
KEBUTUHAN 150
300 650 550
6. Sel terisi
C11=B1+K1=12□0+K1=12□K
1=12
C12=B1+K2=42□0+K2=42□K
2=42
C22=B2+K2=45□B2+42=45□
B2=3
RISET OPERASIONAL 1 42
C31=B3+K1=15□B3+12=15□B3=3
C33=B3+K3=12□3+K3=12□K3=9
12 42 9
Tujua
PT PT PT KAPASITA
Sumbe n 4 52
Sun Moon 4 Star S 75
0 r 2
P a b r 10- 2 1 - 2 150
P ak b ri i k
Pabr 20 1 5- 55 1
3 Imagin
ikKEBUTUHA
H o p 0
0 5 0
B e lie v 0
N
3
30 65 55
Sel kosong
C13 = 23 – 0 – 9 = 14
C21 = 21 – 3 – 12 = 6
C23 = 44 – 3 – 9 = 32
C32 = 49 – 3 – 42 = 4 Dari perhitungan sel kosong diatas terlihat bahwa semua
kemungkinan pemindahan
alokasi pengiriman sudah positif, sehingga dengan demikian tabel di
atas telah OPTIMAL dan memiliki total biaya yang paling minimal.
Total biaya = (100 x 12) + (150 x 42) + (500 x 45) + ( 200 x 15) + (550 x 12)
= 39.600
1. Start -> All Program -> WinQSB, buka Program network modeling
RISET OPERASIONAL 1 43
Pada form NET Problem Specification pilih
3.
□ Problem type = Transportation Problem□
□ □ Objective Criterion = Minimization□
□ □ Problem Title (isi data anda)□
□ □ Number of Sources = 3□
□ □ Number of Destinations = 3□
□ Ubah node names dari menu Edit -> Node Names. Edit Node Names,
klik OK untuk melanjutkan
□
4
.
RISET OPERASIONAL 1 44
6. Untuk melihat hasil akhir dari metode Transportasi Akhir pilih menu
Tujuan
Jepan Chin Korea KAPASITAS
Sumber g a
P. Ash 150 6 - 8 - 1 150
P. Florist 50 7 100 11 25 0 175
P. Cosmic - 4 - 5 27 1 275
KEBUTUHAN 200 5
100 300 600
1
1
2
RISET OPERASIONAL 1 45
Tujuan
Sumber Giant Ceria Robinson KAPASITAS
P. Suva - 6 150
8 1 150
P. Kitsui 175 7 11 0 175
P. Asapira 25 100
4 150
5 1 275
KEBUTUHAN 200 100 300 1 600
1
Dengan menggunakan solusi awal metode VAM met2ode solusi akhir
MODI, berapakah biaya optimum yang dihasilkan?
3. PT Danielo yang dimiliki oleh Tuan Didi memiliki 3 pabrik perakit Smartphone
yang nantinya akan memenuhi permintaan dari 3 negara yaitu Thailand,
Vietnam, dan Taiwan. Tuan Didi telah menghitung biaya transportasi dengan
menggunakan metode solusi awal NWC.
Tujua
Thailand Vietnam Taiwan KAPASITA
rn
S
Sumbe
Pabrik 56 8 - 4 - 7
Santuy 46 36 - 56
Pabrik 82
Santay 24 15 16 77
Pabrik - 36 9 41
RISET OPERASIONAL 1 46
PENUGASAN
Deskripsi Modul
Masalah penugasan berkaitan dengan sejumlah sumber daya manusia yang
produktif untuk sejumlah tugas, yaitu antara assignment (tugas) dengan assignee
(penerima tugas).
Syarat yang harus dipenuhi adalah satu tugas untuk satu penerima tugas (one assignment
for
one assignee). Tujuannya adalah meminimumkan biaya,
ataupun untuk
waktu memaksimumkan keuntungan.
Tujuan modul
Setelah menyelesaikan praktikum pada modul ini, praktikan akan memahami:
1. Bagaimana cara mengatur pemberian tugas agar didapatkan hasil yang optimal
2. Bagaimana meminimumkan biaya dan memaksimumkan keuntungan dari
pemberian tugas yang dilakukan
3. Apa saja hakikat dari suatu pengambilan keputusan
4. Tahapan apa saja yang harus dilalui dalam mengambil suatu keputusan
agar dapat memberikan hasil yang efektif dan efisien
Isi
Pembelajaranp: enugasan minimalisasi tanpa dummy
Latihan 1 Menghitungpenugasan minimalisasi tanpa dummy
Pembelajaranp: enugasan minimalisasi dengan dummy
Latihan 2 Menghitungpenugasan minimalisasi dengan dummy
Pembelajaranp: enugasan maksimalisasi tanpa dummy
Latihan 3 Menghitungpenugasan maksimalisasi tanpa
dummy Pembelajarapne: nugasan maksimalisasi dengan dummy
Latihan 4 Menghitungpenugasan maksimalisasi dengan dummy
RISET OPERASIONAL 1 48
PENUGASAN
Seperti masalah transportasi, masalah penugasan (assignment problem)
merupakan suatu kasus dari masalah linear programming. Dalam dunia usaha
(bisnis) dan industri,
manajemen sering menghadapi masalah-masalah yang berhubungan dengan
pemberian tugas untuk para karyawannya. Masalah penugasan berkaitan dengan
sejumlah sumber daya manusia yang produktif untuk sejumlah tugas, yaitu antara
assignment (tugas) dengan
assignee (penerima tugas).
Syarat: satu tugas untuk satu penerima tugas (one assignment for one
assignee).
Sejarah dan Penjelasan singkat tentang Metode Penugasan
Pertama kali dikembangkan oleh seorang ahli matematika berkebangsaan
Hungaria bernama D. Konig pada tahun 1916. Metode assignment sering
pula disebut sebagai metode Hungarian, syarat utama metode ini ialah
berpasangan satu-satu sehingga dapat mencakup n! penugasan yang
mungkin dilakukan. Masalah penugasan berkaitan dengan masalah
minimalisasi (biaya, waktu) atau masalah maksimalisasi (keuntungan,
volume penjualan, kemenangan).
Apabila tugas lebih besar daripada penerima tugas maka harus ditambah dummy
pada penerima tugas dengan nilai sebesar “0”. Dan apabila tugas lebih kecil
daripada penerima tugas maka harus ditambahkan dummy pada tugas dengan
nilai sebesar “0”.
Minimalisasi
Contoh Minimalisasi tanpa DUMMY
MAMEN SCHOOL mengadakan studi lapangan untuk 6 Kelompok mahasiswa
terpilih yang harus ditempatkan di perusahaan. Karena karakteristik
RISET OPERASIONAL 1 49
perusahaan yang berbeda, menimbulkan biaya yang berbeda dari berbagai
alternatif penugasan tersebut. Dibawah ini adalah biaya yang timbul dari
perbedaan karakteristik tiap perusahaan.
RISET OPERASIONAL 1 41
0
PT A PT B PT C PT D
Kelompok 18 12 32 10
1
Kelompok 11 16 30 13
2
Kelompok 27 25 19 33
3
Kelompok 14 22 32 21
4
Berdasarkan data tersebut, lakukan penugasan untuk tiap kelompok, agar biaya yang
harus dikeluarkan menjadi optimal!
Langkah Penyelesaian
Step1: Cari nilai terkecil untuk setiap baris.
Step2: Gunakan biaya terkecil tersebut untuk mengurangi semua biaya yang ada
pada baris yang sama.
PT A PT B PT C PT D
Kelompok 1 18– 12– 32– 10–
10=22 10=0
Kelompok 2 10=8 10=2 30– 13–
11=19 11=2
Kelompok 3 11– 16– 19–19=0 33–
19=14
Kelompok 4 11=0 11=5 32– 21–
Step3: Pastikan semua b1 a4 –r i s dan ko lo2m2–SU DA H memiliki nilai NOL. Jika ada
yang belum memiliki nilai nol (kolom 21)4,=m0 aka cari n1i4la=i8terkecil di kolom
tersebut digunakan untuk mengurangi semua nilai yang ada di kolom tersebut.
*sehingga menjadi*
Step5: Jika sudah menemukan nilai nol sejumlah baris dan kolom. Maka tandai
dengan melakukan coretan.
RISET OPERASIONAL 1 50
PERHATIKAN!
Walau nilai nol sudah memenuhi syarat. Namun pada kolom 1 terdapat 2
nilai 0 walaupun terdapat pada baris yang berbeda. Maka dapat dipastikan
belum optimal.
RISET OPERASIONAL 1 50
Step6: Karena belum optimal, maka tarik garis yang menghubungkan setiap nilai nol.
PT A PT B PT C PT D
Kelompok 8 0 22 0
1
Kelompok 0 4 19 2
2
Kelompok 8 13 0 1
3
Kelompok 0 10 18 7
4
Step7: Perhatikan nilai yang TIDAK TERKENA GARIS. Cari nilai yang terkecil.
Lalu gunakan untuk menambah atau mengurang nilai lainnya, dengan
ketentuan berikut:
□ Mengurangi Nilai Yang Tidak Kena Coret□
PT A PT B PT C PT D
Kelompok 10 0 22 0
1
Kelompok 0 2 17 0
2
Kelompok 10 13 0 14
3
Kelompok 4 0 8 16 5
Step8: Setelah menemukan perusahaan yang paling tepat untuk tiap kelompok.
Langkah selanjutnya, cari biaya penugasannya.
Penugasan Optimum :
Kelompok : PTB = 12
1
Kelompok : PTD = 13
2
Kelompok : PTC = 19
3
Kelompok : PTA = 14
4 +
Total biaya 58
Analisis :
Kelompok 1 ditugaskan ke PT B dengan biaya 12, Kelompok 2 ditugaskan ke
PT D dengan biaya 13, Kelompok 3 ditugaskan ke PT C dengan biaya 19,
Kelompok 4 ditugaskan ke PT A dengan biaya 14, dengan Total biaya
sebesar 58.
RISET OPERASIONAL 1 52
Contoh soal :
Perkebunan Mekar memiliki 4 petani baru yang akan ditugaskan untuk menanam
satu jenis tanaman saja. Berikut biaya yang mungkin muncul.
Tanama
n Pad Singkon Ub
Nam 3
i g i
a Petani M 44 19 22
Petani N 34 48 22
Petani O 41 26 21
Petani P 12 15
Langkah Penyelesaian
Step1: Cari nilai terkecil untuk setiap baris,karena ada dummy jadi nilai
terkecil adalah dummy.
Step2: Pastikan semua baris dan kolom SUDAH memiliki nilai NOL. Jika ada yang
belum memiliki nilai nol , maka cari nilai terkecil di kolom tersebut digunakan
untuk mengurangi semua nilai yang ada di kolom tersebut.
Jara
k Pad Singkon Ub Dumm
Nam
i g i y
a Petani M 44– 39– 22– 0-0=0
Petani N 0=44 0=39 0=22 0-0=0
Petani O 34– 19– 22– 0-0=0
Petani P 0=34 0=19 0=22
41– 48– 21–
* Lalu menjadi 0=41 0=48 0=2
1
12– 26– 15–
Jara 0=12 0=26 0=1
k Padi Singkon 5 Dumm
44– g Ub y
Nama
12=32 39– i 0
Petani
M 34– 19=20 22– 0
Petani 12=22 19– 15= 0
N 19=0 7
Step3: Jika tiap kolom dan baris sudah memiliki n1il5a=i6 nol. Maka cek, apakah
22–
15–
ditemukan nilai nol sebanyak sumber daya (banyak ba1r5is=)0 dan sebanyak pekerjaan
(kolom). Misal: Jika jumlah baris 4 kolom 4, maka jumlah nilai nol minimal
harus ada 4.
Step4: Jika sudah menemukan nilai nol sejumlah baris dan kolom. Maka tandai
dengan
RISET OPERASIONAL 1 53
melakukan coretan.
RISET OPERASIONAL 1 54
PERHATIKAN!
Walau nilai nol sudah memenuhi syarat. Namun pada kolom 4 terdapat 4
nilai 0 walaupun pada baris yang berbeda. Maka dapat dipastikan belum
optimal.
Step6: Perhatikan nilai yang TIDAK TERKENA GARIS. Cari nilai yang terkecil.
Lalu gunakan untuk menambah atau mengurangi nilai lainnya, dengan
ketentuan berikut:
□ Untuk Mengurangi Nilai Yang Tidak Kena
Coret□
□ □ Untuk Menambah Nilai Yang Kena Coret 2x□
□ Dan Untuk Nilai Yang Kena Coret 1x, Nilainya
* sehingga menjadi
Jarak
Nama Padi Singkong Ubi Dummy
Petani M 26 14 1 0
Petani N 22 0 7 6
0
Petani O 23 23 0 6
Petani P 0 7 0
Step7: Setelah menemukan tugas yang paling tepat untuk tiap anak didik.
Langkah selanjutnya, cari waktu penugasannya.
Penugasan optimum :
Petani M : Dummy =
0
Petani N : Singkong = 19
Petani O : Ubi = 21
Petani P : Padi = 12
+
52
Analisis : Untuk mendapatkan biaya paling minimum, Perkebunan Mekar harus
menugaskan Petani M menanam Dummy dengan biaya 0, Petani N menanam
Singkong dengan biaya 19, Petani O menanam Ubi dengan biaya 21, dan Petani P
menanam Padi dengan biaya 12.
Sehingga didapat biaya paling minimal sebesar 52.
RISET OPERASIONAL 1 53
Maksimalisasi Contoh Maksimalisasi tanpa dummy
Berdikari Service mengharuskan spesialisasi untuk setiap karyawan. Masing-
masing karyawan akan dipilih untuk mengejakan satu pekerjaan saja sesuai
dengan keterampilan yang dapat memberikan keuntungan paling optimal.
Langkah Penyelesaian
Step1: Cari biaya terbesar di setiap baris
Step2: Gunakan biaya terbesar sebagai pengurang biaya yang ada pada baris yang sama.
Step4: Jika tiap kolom dan baris sudah memiliki nilai nol. lalu cek, apakah
ditemukan nilai nol sebanyak sumber daya (banyak baris) dan sebanyak
pekerjaan (kolom). Misal: Jika jumlah baris 5 kolom 5, maka jumlah nilai nol
minimal harus ada 5.
Step5: Jika sudah menemukan nilai nol sejumlah baris dan kolom. Maka tandai
dengan melakukan coretan.
PERHATIKAN ! Walau nilai nol sudah memenuhi syarat. Namun pada kolom 2, 3
dan 4 terdapat 2 nilai 0 walaupun terdapat pada baris yang berbeda. Maka dapat
dipastikan belum optimal.
RISET OPERASIONAL 1 54
Step6: Karena belum optimal, maka tarik garis yang menghubungkan setiap nilai nol.
Step7: Perhatikan nilai yang TIDAK TERKENA GARIS. Cari nilai yang terkecil.
Lalu gunakan untuk menambah atau mengurangi nilai lainnya, dengan
ketentuan berikut:
Step8: Setelah menemukan tugas yang paling tepat untuk tiap karyawan.
Langkah selanjutnya, cari hasil produksinya.
Ari : Dispenser = 21
Ira : Kipas = 32
Ria : AC = 33
Arra : TV = 37
Aan : Kulkas = 47 +
Tota Keuntungan 170
l
RISET OPERASIONAL 1 55
Contoh maksimalisasi dengan dummy
Les BIMBU menugaskan karyawannya untuk mengajar anak dengan tingkatan
kelas. Berikut merupakan data keuntungan dari keterampilan pengajar les
bimbu menghadapi banyaknya anak.
Langkah Penyelesaian
Step1: Cari nilai terbesar di setiap baris
Step2: Gunakan biaya terbesar sebagai pengurang biaya yang ada pada baris yang sama.
Step 4 : Jika tiap kolom dan baris sudah memiliki nilai nol. lalu cek, apakah
ditemukan nilai nol sebanyak sumber daya (banyak baris) dan sebanyak
pekerjaan (kolom). Misal: Jika jumlah baris 4 kolom 4, maka jumlah nilai nol
minimal harus ada 4.
Step5: Jika sudah menemukan nilai nol sejumlah baris dan kolom. Maka tandai
dengan melakukan coretan.
PERHATIKAN ! Walau nilai nol sudah memenuhi syarat. Namun pada kolom 1 dan 2
terdapat 2 nilai 0 walaupun terdapat pada baris yang berbeda. Maka dapat
dipastikan belum optimal.
RISET OPERASIONAL 1 56
Step6: Karena belum optimal, maka tarik garis yang menghubungkan setiap nilai nol.
KELAS 3 KELAS 4 KELAS 5 DUMMY
RESA 0 31 2 35
1 0 4 2
SANTI 9 1
LELIENI 80 1 14
6
CITRA 0 50 0
Step7: Perhatikan nilai yang TIDAK TERKENA GARIS. Cari nilai yang terkecil.
Lalu gunakan untuk menambah atau mengurangi nilai lainnya, dengan
ketentuan berikut:
Step8: Setelah menemukan tugas yang paling tepat untuk tiap karyawan.
Langkah selanjutnya, cari volume penjualannya.
Penugasan optimum :
Resa : Kelas 3 = 55
Santi : Kelas 4 = 42
Lelieni : Kelas 5 = 21
Citra : Dummy =0+
Total 118
Keuntungan
Analisis : Resa mengajar Kelas 3 dengan keuntungan 55, Santi mengajar Kelas 4
dengan keuntungan 42, Lelieni mengajar Kelas 5 dengan keuntungan 21, Citra
mengajar Dummy dengan keuntungan , dengan total keuntungan 118.
RISET OPERASIONAL 1 57
Langkah-langkah pengerjaan menggunakan software WinQSB
1. Start -> All Program -> WinQSB, buka Program Network Modelling.
RISET OPERASIONAL 1 58
4. Edit Node Names dari menu Edit -> Node Names. Edit Node Names.
8. Untuk melihat iterasi berikutnya pilih menu Iteration -> Next Iteration
RISET OPERASIONAL 1 59
9. Tabel Iterasi kedua
RISET OPERASIONAL 1 60
Berapakah biaya minimum yang didapat dari penugasan tersebut? Berikan analisisnya!
Berapakah laba gaji optimum yang dihasilkan dari penugasan tersebut? dan
berikan analisisnya!
RISET OPERASIONAL 1 61
TEORI PERMAINAN
Deskripsi Modul
Teori permainan (game theory) adalah suatu pendekatan matematis untuk
merumuskan situasi persaingan dan konflik antara berbagai kepentingan.
Teori ini dikembangkan untuk menganalisa proses pengambilan keputusan
dari situasi persaingan yang berbeda-beda dan melibatkan dua atau lebih
kepentingan.
Tujuan Modul
Setelah menyelesaikan praktikum pada modul ini, praktikan akan memahami:
teori permainan.
Isi
Pembelajaran: Game Theory
RISET OPERASIONAL 1 63
PENGANTAR: TEORI PERMAINAN
Teori permainan adalah suatu pendekatan matematis untuk merumuskan
situasi persaingan dan konflik antara berbagai persaingan. Teori ini
dikembangkan untuk menganalisa proses pengambilan keputusan dari situasi
persaingan yang berbeda dan melibatkan dua atau lebih kepentingan.
Kepentingan-kepentingan yang bersaing dalam permainan disebut pemain
(players). Anggapan yang digunakan adalah bahwa setiap pemain mempunyai
kemampuan untuk mengambil keputusan secara bebas dan
rTaesoi or inpael . r m a i n a n mula-mula dikemukakan oleh seorang ahli matematika
Perancis yang bernama Emile Borel pada tahun 1921. Kemudian, John Von
Neumann dan Oskar Morgenstern mengembangkan lebih lanjut sebagai alat
untuk merumuskan perilaku ekonomi yang bersaing.
Model teori permainan dapat diklasifikasikan dengan sejumlah cara seperti
jumlah pemain, jumlah keuntungan dan kerugian serta jumlah strategi yang
digunakan dalam permainan. Sebagai contoh, bila jumlah pemain adalah dua,
permainan disebut sebagai
permainan dua-pemain. Begitu juga, bila jumlah pemain adalah N (dengan N>3),
ini disebut permainan N-pemain.
Jika jumlah keuntungan dan kerugian adalah nol, disebut permainan jumlah-nol atau
jumlah-konstan. Sebaliknya bila tidak sama dengan nol, permainan disebut permainan
bukan
jumlah nol (non zero - zum game).
Unsur-unsur dalam membentuk teori permainan
Untuk pembahasan teori ini digunakan contoh permainan dua pemain jumlah nol.
Pemain B
Pemain A
B1 B2 B3
A1 6 4 8
A2 7 3 1
RISET OPERASIONAL 1 65
c. Suatu strategi dikatakan dominan bila setiap pay off dalam strategi adalah
superior terhadap setiap pay off yang berhubungan dalam suatu strategi
alternatif. Contoh dalam permainan diatas untuk pemain A, strategi permainan
A1 didominasi oleh strategi A2.
Langkah-langkah penyelesaian:
1. Carilah nilai minimum baris dan maksimum kolom.
2. Dari nilai-nilai minimum setiap baris cari nilai maksimalnya atau disebut
nilai maksimin. Sedangkan dari nilai maksimum kolom tentukan satu nilai
minimal sebagai nilai minimaks.
3. Bila nilai minimaks sama dengan nilai maksimin, berarti strategi yang
paling optimal untuk masing-masing pemain telah ditemukan.
Pemain
Pemain Minimum
B B B2 B
A Baris
1 4 3
A 6 3 8 4*(Maks)
1 7 1 1
A 4*(Min)
2 7 8
Dari hasil tabel diatas nilai maksimin dan minimaks sama, sehingga
RISET OPERASIONAL 1 66
strategi yang optimal untuk A adalah strategi A1 (baris dimana terdapat
nilai maksimin) dan untuk B adalah strategi B2 (strategi dimana terdapat
nilai minimaks).
RISET OPERASIONAL 1 67
2. PERMAINAN STRATEGI CAMPURAN ( MIXED-STRATEGY GAME)
Seperti dikatakan sebelumnya bahwa bila nilai maksimin dan minimaks
tidak sama. Penyelesaian soal adalah dengan strategi campuran. Untuk
memperjelas penjelasan strategi ini digunakan contoh berikut:
Pemain
Pemain Minimum
B B B
A Baris
A1 12 B2
9 38 2
A2 1 6 4 1
A3 7 3 5 3*(Maks)
Maksimum 7*(Min) 9 8
kolom
Tabel 4.3
Dari tabel diatas diketahui bahwa nilai maksimin tidak sama dengan
nilai minimaks. Dengan menerapkan aturan dominan maka strategi B2
didominasi oleh
strategi B2 sehingga kolom B3 dihapuskan. Demikian juga strategi A2
didominasi oleh strategi A3 sehingga baris A2 dihilangkan. Matriks permainan
berubah menjadi seperti berikut :
Pemain
Pemain Minimum
B B
A Baris
A1 B1
2 3
8 2
A3 7 5 5
Maksimum 7 8
Kolom
Tabel 4.4
Karena nilai maksimin tetap tidak sama dengan nilai minimaks maka
penyelesaian permainan strategi ini dapat dilakukan dengan menggunakan
metode grafik, metode aljabar matriks, metode analitis atau linear
programming. Dibawah ini hanya akan dijelaskan mengenai metode analitis.
a. Metode Analitis
Dalam pola ini kita menentukan suatu distribusi probabilitas untuk
strategi-strategi yang berbeda. Nilai-nilai probabilitas pay off dapat dihitung
dengan cara berikut:
□ □
□ Untuk pemain A
Anggap bahwa digunakan strategi A1 dengan probabilitas P, dan untuk strategi A3
□ probabilitasnya 1-p.
- Jika strategi yang digunakan oleh B adalah B1 maka keuntungan
□ □ □
Untuk pemain B
Dengan cara yang sama dapat dihitung pay off yang diharapkan untuk pemain B.
□ Probabilitas untuk strategi B1 adalah q dan B3 adalah 1 - q. Maka :
- Kerugian B, jika A menggunakan strategi A1 adalah : 2q + 8 (1 - q) = 8 - 6q
- Kerugian B, jika A menggunakan strategi A3 adalah : 7q + 5 (1 - q) = 5 + 2q
RISET OPERASIONAL 1 67
Soal – soal Uji Kemampuan
TIM ASA
TIM ADA
Strategi 1 Strategi 2 Strategi 3
Strategi 1
Strategi 2 20 40 50
Strategi 3 30 35 45
10 10 55
Tentukanlah strategi mana yang harus dipilih kedua tim dan berapa jumlah
kemenangan yang akan didapat dari masing-masing tim tersebut.
Kedua Jose dan Rado sedang terlibat dalam pertandingan final kejuaraan catur nasional
untuk mewakili negaranya dan akan dikirimkan untuk mengikuti kejuaraan
2.
dan Rado :
Rado
Jose
Strategi 1 Strategi 1 Strategi 2 Strategi 3
Strategi 2 4 10 7
Strategi 3 6 8 5
3 12 9
Tentukan strategi mana yang harus dipilih oleh Jose dan Rado untuk bisa
memenangkan pertandingan dan berapa jumlah kemenangan yang akan
didapat oleh Jose dan Rado.
RISET OPERASIONAL 1 68
3. Dua perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur, mempunyai 3
strategi dalam bersaing untuk menambah laba bagi kedua perusahaan
tersebut. 3 strategi yang digunakan adalah sebagai berikut :
Mitsubishi
Hino
Strategi 1 Startegi 1 Strategi 2 Strategi 3
Strategi 2 75 80 65
Strategi 3 80 70 90
60 75 85
Strategi mana yang akan dipilih kedua perusahaan tersebut dan berapa
customer yang didapat?
RISET OPERASIONAL 1 69
DAFTAR PUSTAKA
Sumber buku.
Andi Wijaya. 2011. Pengantar Riset Operasi. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Dwi Hayu Agustini & Yus Endra Rahmadi. 2004. Riset Operasional Konsep-
Konsep Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.
Research. Malang.
([Link]
Ilyas, Y. (2002). Kinerja, Teori, Penilaian & Penelitian. Jakarta: Pusat Kajian
Ekonomi Kesehatan FKM UI
Locke, E. A. (1976). The Nature and Cause of Job Satisfaction. New York:
John Wiley and Sons.
Penelitia Ilm
n u