0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan10 halaman

Pengertian dan Fungsi Transistor Elektronik

Diunggah oleh

naydicreative1
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan10 halaman

Pengertian dan Fungsi Transistor Elektronik

Diunggah oleh

naydicreative1
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian transistor

Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat,

sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan,

modulasi sinyal atau sebagai fungsi dimana berdasarkan arus input (BJT) atau

tegangan input (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari

sirkuit sumber listriknya.

Pada umumnya transistor memiliki tiga terminal, antara lain:

 Basis (B) adalah bahan semikonduktor dengan doping yang sangat rendah.

 Emitor (E) adalah bahan semikonduktor dengan doping yang sangat tinggi.

 Kolektor (C) adalah bahan semikonduktor yang diberi doping dengan

tingkat sedang.

Transistor terdiri dari dua macam dioda, dan banyak dibuat dari bahan-bahan

seperti germanium, silikon dan garnium arsenide. Menurut Fajar (2010) “kemasan

dari transistor itu sendiri biasanya terbuat dari Plastik, Metal, Surface Mount, dan

ada juga beberapa transistor yang dikemas dalam satu wadah yang disebut IC

(Intregeted Circuit)”. Di kehidupan nyata transistor memiliki 3 terminal.

Tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih

besar yang melalui 2 terminal lainnya. Transistor merupakan komponen yang

sangat penting dalam dunia elektronik modern. Pada rangkaian analog, transistor

digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog dapat berupa pengeras

suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Pada rangkaian digital,

2
transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi dan beberapa transistor

juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, dan

memori.

Gambar 1.1 Transistor

Perlu diingat bahwa semakin rendah tingkat doping suatu bahan, maka

semakin kecil konduktivitasnya ( electron untuk bahan N dan hole untuk bahan P)

adalah sedikit.

B. Cara Kerja Transistor

Pada dasarnya BJT dan FET masing – masing bekerja secara berbeda. BJT

(dinamakan transistor bipolar) karena kanal konduksi utamanya menggunakan dua

polaritas pembawa muatan:electron dan lubang, untuk membawa arus listrik.

Dalam BJT arus listrik utama harus melewati satu daerah atau lapisan pembatas

dinamakan depletion zone, dan ketebalan lapisan ini dapat diatur dengan

kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengatur aliran arus utama tersebut.

FET ( juga dinamakan unipolar) karena hanya menggunakan satu jenis pembawa

muatan (electron atau hole tergantung pada tipe FET). Dalam FET arus listrik

utama mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone dikedua

3
sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar dimana daerah basis memotong

arah arus listrik utama). Dan ketebalan dari daerah pembatas ini dapat dirubah

dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk mengubah ketebalan kanal

konduksi tersebut.

C. Konstruksi transistor bipolar

Transistor merupakan komponen semikonduktor yang terdiri atas sebuah

bahan type P dan diapit oleh dua bahan type N ( transistor NPN) atau terdiri atas

sebuah bahan type N dan diampit oleh dua type P (transistor PNP). Sehingga

transistor tiga terminal yang berasal dari masing - masing tersebut. Yang perlu

diperhatikan adalah bahwa ukuran basis sangatlah tipis dibandingkan emitor dan

kolektor. Perbedaan lebar basis ini dengan lebar emitor dan kolektor kurang lebih

adalah 1: 50, sehingga ukuran basis yang sangat sempit ini nanti akan

mempengaruhi kerja transistor.

D. Jenis – jenis transistor

Jenis Transistor Sama halnya dengan komponen elektronika yang lain,

transistor juga memiliki jenis yang berbeda-beda. Menurut Fathi (2011) “Jenis-

Jenis Transistor yang paling umum di bedakan menjadi dua jenis, yaitu Transistor

Bipolar dan Transistor Efek Medan”. Jenis transistor tersebut sangat

mempengaruhi rangkaian yang terdapat transistor tersebut, beberapa rangkaian

yang sangat dipengaruhi oleh jenis transistor yang digunakan atau dipasang adalah

4
rangkaian amplifier, rangkaian audio, rangkaian saklar , rangkaian tegangan tinggi

dan lain-lain.

1. Transistor Bipolar (Transistor Dwikutub)

Transistor jenis ini banyak sekali digunakan pada peralatan-peralatan

elektronik di sekitar. Transistor ini memiliki 3 kaki yang berbeda-beda kaki

pertama diberi nama Basis atau biasanya dengan kode (B), kaki Emitor atau (E),

dan kaki Kolektor (K).

Gambar 1.3 Kaki-Kaki Transistor

1. Transistor Efek Medan (Transistor FET)

Transistor jenis ini bekerja dengan prinsip mengalirkan aliran elektron dari

tegangan. Menurut [Link] (2012) “ FET beroperasi dengan

efek medan listrik pada aliran elektron melalui satu jenis bahan semikonduktor”.

Sama dengan transistor bipolar, transistor efek medan ini memiliki 3 kaki yang

diberi nama Drain (D), Source (S) dan Gate (G). Sistem kerja dari transistor ini

5
adalah dengan cara mengendalikan arus aliran elektron dari terminal Source ke

Drain melalui saluran dengan menggunakan tegangan yang diberikan oleh

terminal Gate. Saluran tersebut terbuat dari bahan semikonduktor jenis N dan P.

Transistor FET ini memiliki 2 jenis yaitu Enhancement Mode dan Depletion

Mode. Kedua jenis transistor FET tersebut menandakan polaritas tegangan pada

Gate dibandingkan dengan Source saat transistor menghantarkan listrik. Contoh

pada depletion mode Gate negatif dibandingkan dengan Source, sedangkan pada

enhancement mode Gate positif. Apabila tegangan pada Gate di rubah menjadi

positif maka aliran arus kedua mode di antara Source dan Drain akan meningkat.

Gambar 1.6 Transistor Efek Medan (FET)

E. Fungsi Transistor

Transistor memiliki beberapa fungsi di antaranya adalah :

 Amplifier : Penguat

 Mixer : Mencampur Frekuensi

 Rectifier : Penyearah

 Switcher : Penghubung (saklar)

 Oscilater : Pembangkit getaran

6
Contoh Rangkaian Elektronik Menggunakan Transistor

Gambar 1.7 transistor Sebagai Gambar 1.8 Transistor Sebagai

Gerbang NOT Gerbang AND

Gambar 1.9 Transistor Sebagai Gambar 2.0 Transistor Sebagai

Gerbang OR Oscilator

7
F. IC (integrated circuit).

IC ( integrated circuit) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan sirkuit

terpadu adalah komponen dasar yang terdiri dari resistor, transistor, dan lain lain.

IC merupakan komponen yang dipakai sebagai otak peralatan elektronika.

Pada computer IC yang digunakan adalah mikroprosesor, dalam

mikroprosesor intel Pentium 4 dengan frekuensi 1,8 triliyun getaran per detik

terhadap 16 juta transistor.

IC mempunyai ukuran seukuran tutup pena sampai ukuran ibu jari dan

dapat diisi sampai 250 kali dan digunakan pada alat elektronika seperti:

 Telepon

 Kalkulator

 Ponsel

 Radio

G. Penemuan IC ( intergrated circuit).

Penemuan awal IC dimulai pada tahun 1949, ketika engineer jerman

Werner Jacobi, mengajukan hak paten untuk ampliflying divice semikonduktor

dengan struktur mirip dengan struktur sirkuit terpadu yang menggunakan lima

transistor yang dimuat pada sebuah substrat dalam susunan amplifer 2 tahap.

Jacobi mengemukakan alat bantu pendengaran sebagai contoh tipikal aplikasi

industry.

Ide IC dipikirkan oleh seorang ilmuwan radar yang bekerja untuk royal

radar establishment di ministry of defence, Geoffrey. W.A. Dummer (1909-2002).

8
Dummer mencetuskan idenya didepan public pada the symposium on progressin

quality electronic components di wasington DC pada tanggal 7 mey 1952. Ia

mencetuskan idenya dibeberapa symposium lainnya dan berusaha untuk membuat

sirkuit seperti dulu pada tahun 1956, tetapi tanpa keberhasilan.

Ide pendahulu IC atau sirkuit terpadu yaitu membuat kotak persegi kecil

dari keramik dan setiap persegi memuat sebuah miniature komponen, komponen

tersebut disatukan dan dihubungkan dengan kabel untuk membentuk kisi 2 atau 3

dimensi, karena diyakini ide itu benar kemudian jack kilby mengajukan di US

pada tahun 1957.

H. Transistor Jenis PNP

Transistor NPN terdiri dari dua lapis bahan semi konduktor jenis N, dan satu

lapis bahan semi konduktor jenis P. Transistor jenis ini banyak digunakan karena

pergerakan elektron pada bahan semi konduktor lebih tinggi sehingga

memungkinkan operasi arus besar dan kecepatan tinggi. Cara kerja transistor ini

berlawanan dengan transistor jenis PNP, atau dengan kata lain transistor jenis

NPN akan bekerja saat Basis lebih tinggi daripada Emitor. Lambang transistor ini

memiliki tanda panah yang menunjuk ke luar pada kaki Emitor.

Gambar 1.5 Transistor NPN

9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Transistor adalah alat semi konduktor yang berguna untuk penguat,

penyambung, stabilisasi modulasi sinyal dan lain-lain pada suhu atau keadaan

tertentu. Transistor terdiri dari dua dioda yang terbuat dari germanium, silikon,

dan garnium arsenide yang dibungkus dengan plastik, metal atau surface Mount.

Transistor memiki 2 jenis yaitu transistor bipolar (transistor dwikutub), dan

transistor efek medan (FET). Transistor bipolar dibagi menjadi 2 berdasarkan

susunan bahan semikonduktor yaitu transistor PNP (2 lapis bahan semikonduktor

P dan 1 lapis bahan semi konduktor N) dan transistor NPN (2 lapis bahan

semikonduktor N dan 1 lapis bahan semikonduktor P). Sedangkan pada transistor

efek medan (FET) juga dibagi menjadi dua yaitu enhancemen mode dan depletion

mode, hal tersebut berdasarkan polaritas pada saluran-saluran yang ada pada

transistor.

Transistor memiliki beberapa fungsi di antaranya adalah amplifier (penguat),

mixer (mencampur frekuensi), rectifier (penyearah), switcher(penghubung/saklar),

oscilater (pembangkit getaran).

10
DAFTAR PUSTAKA

[Link], Pengertian dan Fungsi Transistor, (Online)

([Link] diakses pada 25


November 2013.

Fathi M, Jenis-Jenis Transistor, (Online)

([Link]
diakses pada 20 November 2013

Fajar, Transistor dan Penjelasannya (Dasar-Dasar Elektronika), (Online),


([Link]
penjelasannya-dasar-dasar/#ixzz2ltVEf9ML), diakses pada 27 November
2013

[Link], Mengenal Field Effect Transistor (FET) / Transistor


Efek Medan, (Online),([Link]
[Link]), diakses pada 27
November 2013

Wikipedia Indonesia, Transistor, (Online),

([Link] diakses pada 20 November 2013

11

Anda mungkin juga menyukai