Pengertian dan Fungsi Transistor Elektronik
Pengertian dan Fungsi Transistor Elektronik
PEMBAHASAN
A. Pengertian transistor
modulasi sinyal atau sebagai fungsi dimana berdasarkan arus input (BJT) atau
tegangan input (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari
Basis (B) adalah bahan semikonduktor dengan doping yang sangat rendah.
Emitor (E) adalah bahan semikonduktor dengan doping yang sangat tinggi.
tingkat sedang.
Transistor terdiri dari dua macam dioda, dan banyak dibuat dari bahan-bahan
seperti germanium, silikon dan garnium arsenide. Menurut Fajar (2010) “kemasan
dari transistor itu sendiri biasanya terbuat dari Plastik, Metal, Surface Mount, dan
ada juga beberapa transistor yang dikemas dalam satu wadah yang disebut IC
Tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih
sangat penting dalam dunia elektronik modern. Pada rangkaian analog, transistor
suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Pada rangkaian digital,
2
transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi dan beberapa transistor
juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, dan
memori.
Perlu diingat bahwa semakin rendah tingkat doping suatu bahan, maka
semakin kecil konduktivitasnya ( electron untuk bahan N dan hole untuk bahan P)
adalah sedikit.
Pada dasarnya BJT dan FET masing – masing bekerja secara berbeda. BJT
Dalam BJT arus listrik utama harus melewati satu daerah atau lapisan pembatas
dinamakan depletion zone, dan ketebalan lapisan ini dapat diatur dengan
kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengatur aliran arus utama tersebut.
FET ( juga dinamakan unipolar) karena hanya menggunakan satu jenis pembawa
muatan (electron atau hole tergantung pada tipe FET). Dalam FET arus listrik
utama mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone dikedua
3
sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar dimana daerah basis memotong
arah arus listrik utama). Dan ketebalan dari daerah pembatas ini dapat dirubah
konduksi tersebut.
bahan type P dan diapit oleh dua bahan type N ( transistor NPN) atau terdiri atas
sebuah bahan type N dan diampit oleh dua type P (transistor PNP). Sehingga
transistor tiga terminal yang berasal dari masing - masing tersebut. Yang perlu
diperhatikan adalah bahwa ukuran basis sangatlah tipis dibandingkan emitor dan
kolektor. Perbedaan lebar basis ini dengan lebar emitor dan kolektor kurang lebih
adalah 1: 50, sehingga ukuran basis yang sangat sempit ini nanti akan
transistor juga memiliki jenis yang berbeda-beda. Menurut Fathi (2011) “Jenis-
Jenis Transistor yang paling umum di bedakan menjadi dua jenis, yaitu Transistor
yang sangat dipengaruhi oleh jenis transistor yang digunakan atau dipasang adalah
4
rangkaian amplifier, rangkaian audio, rangkaian saklar , rangkaian tegangan tinggi
dan lain-lain.
pertama diberi nama Basis atau biasanya dengan kode (B), kaki Emitor atau (E),
Transistor jenis ini bekerja dengan prinsip mengalirkan aliran elektron dari
efek medan listrik pada aliran elektron melalui satu jenis bahan semikonduktor”.
Sama dengan transistor bipolar, transistor efek medan ini memiliki 3 kaki yang
diberi nama Drain (D), Source (S) dan Gate (G). Sistem kerja dari transistor ini
5
adalah dengan cara mengendalikan arus aliran elektron dari terminal Source ke
terminal Gate. Saluran tersebut terbuat dari bahan semikonduktor jenis N dan P.
Transistor FET ini memiliki 2 jenis yaitu Enhancement Mode dan Depletion
Mode. Kedua jenis transistor FET tersebut menandakan polaritas tegangan pada
pada depletion mode Gate negatif dibandingkan dengan Source, sedangkan pada
enhancement mode Gate positif. Apabila tegangan pada Gate di rubah menjadi
positif maka aliran arus kedua mode di antara Source dan Drain akan meningkat.
E. Fungsi Transistor
Amplifier : Penguat
Rectifier : Penyearah
6
Contoh Rangkaian Elektronik Menggunakan Transistor
Gerbang OR Oscilator
7
F. IC (integrated circuit).
terpadu adalah komponen dasar yang terdiri dari resistor, transistor, dan lain lain.
mikroprosesor intel Pentium 4 dengan frekuensi 1,8 triliyun getaran per detik
IC mempunyai ukuran seukuran tutup pena sampai ukuran ibu jari dan
dapat diisi sampai 250 kali dan digunakan pada alat elektronika seperti:
Telepon
Kalkulator
Ponsel
Radio
dengan struktur mirip dengan struktur sirkuit terpadu yang menggunakan lima
transistor yang dimuat pada sebuah substrat dalam susunan amplifer 2 tahap.
industry.
Ide IC dipikirkan oleh seorang ilmuwan radar yang bekerja untuk royal
8
Dummer mencetuskan idenya didepan public pada the symposium on progressin
Ide pendahulu IC atau sirkuit terpadu yaitu membuat kotak persegi kecil
dari keramik dan setiap persegi memuat sebuah miniature komponen, komponen
tersebut disatukan dan dihubungkan dengan kabel untuk membentuk kisi 2 atau 3
dimensi, karena diyakini ide itu benar kemudian jack kilby mengajukan di US
Transistor NPN terdiri dari dua lapis bahan semi konduktor jenis N, dan satu
lapis bahan semi konduktor jenis P. Transistor jenis ini banyak digunakan karena
memungkinkan operasi arus besar dan kecepatan tinggi. Cara kerja transistor ini
berlawanan dengan transistor jenis PNP, atau dengan kata lain transistor jenis
NPN akan bekerja saat Basis lebih tinggi daripada Emitor. Lambang transistor ini
9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
penyambung, stabilisasi modulasi sinyal dan lain-lain pada suhu atau keadaan
tertentu. Transistor terdiri dari dua dioda yang terbuat dari germanium, silikon,
dan garnium arsenide yang dibungkus dengan plastik, metal atau surface Mount.
P dan 1 lapis bahan semi konduktor N) dan transistor NPN (2 lapis bahan
efek medan (FET) juga dibagi menjadi dua yaitu enhancemen mode dan depletion
mode, hal tersebut berdasarkan polaritas pada saluran-saluran yang ada pada
transistor.
10
DAFTAR PUSTAKA
([Link]
diakses pada 20 November 2013
11