PORTOFOLIO PRAKTEK KERJA PROFESI (PKPA)
FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN
RSUD DAYA KOTA MAKASSAR
Nama Mahasiswa Kriyelsi Pandung
NIM N014232010
Angkatan 70
Periode PKPA Gelombang I (9 September s/d 5 Oktober 2024)
Hari/ Learning Checklist*
No. Waktu Proses Belajar, Hasil Belajar dan Kesan Belajar
Tanggal 0 I II III IV
Selasa 08.00- Diskusi dengan kepala ruangan instalasi Central Sterile Supply
dan 14.00 Jenis Department (CSSD) terkait pelayanan sterilisasi untuk mengendalikan
Rabu, 1 kegiatan kebutuhan alat steril yang dibutuhkan di rumah sakit khususnya RSUD
Oktober Daya Kota Makassar.
dan 2
Oktober Tujuan Mampu mengetahui prosedur pelayanan instalasi Sentral Sterile
2024 Belajar Supply Department (CSSD) di RSUD Kota Makassar
1. Melakukan diskusi dan tanya jawab bersama kepala ruangan CSSD
2. Membantu malakukan proses sterilisasi alat untuk ruang operasi
Proses
yang di dampingi langsung oleh satff CSSD
Belajar
3. Melakukan penyiapan dan packing kasa yang akan disterilkan dan
didistribusikan ke ruang operasi dan depo-depo perawatan.
1. Central Sterile Supply Departement (CSSD) merupakan suatu unit dari rumah sakit yang menyelenggarakan proses pencucian,
Hasil Belajar
pengemasan, dan sterilisasi terhadap semua alat atau bahan yang dibutuhkan dalam kondisi steril. Instalasi CSSD RSUD Daya Kota
Makassar terletak digedung lantai tiga yang berada terpisah dari ruang perawatan ataupun keramaian. Ruangan, Sarana dan Prasarana
yang terdapat di instalasi CSSD meliputi;
a) Ruang dekontaminasi atau ruang kotor untuk proses penerimaan dan penyimpanan barang kotor yang berasal dari ruang
operasi dan depo-depo perawatann yang akan dilakukan proses pencucian dan sterilisasi.
b) Ruang pembersihan atau pencucian yang digunakan untuk melakukan proses pembersihan, pencucian, dan pembilasan alat
sebelum dilakukan proses sterilisasi.
c) Ruang pengemasan yang digunakan untuk penyimpanan alat yang bersih dan proses pengemasan alat dan pakaian sebelum
dilakukan proses sterilisasi. Ruangan ini harsu memiliki tempat penyimpanan yang tertutup
d) Ruang produksi dan prosessing digunakan sebagai ruangan untuk melipat kasa sebelum disterilkan. Ruangan ini juga
digunakan untuk pemeriksaan linen, pelipatan, dan pengemasan sebelum dilakukan sterilisasi.
e) Ruang sterilisasi yang digunakan untuk proses sterilisasi alat/bahan. Di ruangan ini dilengkapi dengan alat sterilisasi tekanan
rendah dan tinggi.
f) Ruang penyimpanan barang steril, ruangan ini terhubung dengan ruangan sterilisasi, dimana mesin sterilisasi dua pintu yang
digunakan menjadi penghubung dari kedua ruangan, pintu belakang langsung terhubung dengan raung penyimpanan
sehingga saat selesai sterilisasi alat/bahan yang steril langsung masuk di ruang penyimpanan barang steril. Diruangan ini
penerangan harus memadai, suhu antara 18°C 22°C dan kelembaban 35-75%, ventilasi menggunakan sistem tekanan positif.
Petugas yang dapat akses ke ruangan ini adalah petugas sterilisasi yang terlatih dan bebas dari penyakit menular.
g) Ruang ganti personel dan kantor penanggung jawab CSSD yang digunakan untuk menyimpan pakaian atau APD dari
personel dan merupakan tempat dilakukannya penggantian pakaian oleh personel sebelum atau setelah dilakukannya proses
sterilisasi. Kantor penanggung jawab CSSD digunakan sebagai ruang kerja dan penyimpanan berkas bagi penanggung jawab
dari isntalasi CSSD.
2. Alur Pelayanan di CSSD diantaranya :
Penerimaan dan Proses Pencucian
Alat Barang dari ruangan operasi (OK) yang diterima akan melewati loket depan akan dilakukan pencatatan barang yang
diserahkan. Barang yang diterima langsung dilakukan pencucian dengan meredam alat dengan air yang telah dicampurkan
alkazyme sebanyak 2 bungkus dalam sebuah wadah kontainer diatas wastafel hingga penuh, rendam alat selama 15-30 menit
kemudian dilakukan pembilasan sebanyak 2 kali.
Pengeringan
Alat yang telah dicuci kemudan dikeringan di mesin pengering dengan suhu 90º C selama 15 menit hingga alat benar-
benar kering dan mesin berhenti secara otomatis.
Pengemasan/Packing
Pengemasan dilakukan, pengemasan yang pertama menggunakan pouches yang diseuaikan dengan banyaknya atau
besarnya barang yang akan dikemas. Sebelum alat-alat yang dari bagian OK dipacking kedalam pouches, terlebih dahulu
dimasukkan indikator internal. Fungsi dari indikastor internal ialah untuk memastikan kondisi barang yang terpacking dalam
pouches benarbenar dalam keaadan steril yang ditandai dengan perubahan warna indicator yang mulanya pink menjadi
warna ungu. Pada bagian luar pouches juga terdapat indicator eksternal yang mana indicator tersebut akan berubah warna
apabila terjadi pemanasan yang fungsi utamanya sebagai indikator steril. Selanjutnya, pada saat melakukan sealing (suhu
200ºC) pada pouches tersebut pastikan tidak terdapat celah/kebocoran pada pouches. Kemasan kedua menggunakan
wrapping paper dan diberikan label yang berisi identitas berupa ruang/unit pengirim alat dan expired date/kadaluarsa alat.
Untuk penentuan tanggal kadaluarsa ditentukan selama 1 bulan sejak alat/bahan disterilisasi. Barang kemudian disusun
dikeranjang/troli untuk disterilkan. Untul bahan linen, proses pengemasan dibagi menjadi 2 paket yaitu, paket duk sedang
yang berisikan 4 jas operasi dan paket duk besar yang berisikan 1 duk lubang besar + 6 duc sedang (3-3). Selanjutnya linen-
linen yang telah terbungkus selanjutnya dibalut dengan pembungkusnya dan diberikan indicator tape eksternal pada bagian
terluarnya dan menuliskan judul linen yang mewakili isi didalamnya. Sebelum lanjut ke tahap sterilisasi, alat yang telah
dicuci dan dikeringkan terlebih dahulu di cek.
Sterilisasi
Metode sterilisasi suhu tinggi adalah steam sterilizer. Untuk menggunakan alat tersebut sebelumya mesin tersebut diuji
kelayakannya sebelum proses sterilisasi dimulai dengan mengetest alat dengan test bowie dick menggunakan kertas yang
awalannya berwarna biru yang selanjutnya akan di selipkan diantara helaian linen yang telah diwrapping kemudian di proses
pada alat sterilizer lalu dimulai proses sterilisasinya dan ditunggu hingga selesai. Proses test bowie-dick adalah uji efektifitas
pompa vakum pada mesin sterilisasi uap berpompa vakum, yang penemu metodenya adalah J.H. Bowie dan J. Dick. Test ini
merupakan salah satu test yang mewakili dari penggunaan alat dalam 1 hari siklus penggunaan alat tersebut. Setelah
rangkaian sterilisasi dari mesin tersebut selesai linen yang berisikan kertas tersebut dicek kembali untuk melihat perubahan
warna yang terjadi. Jika kertas tersebut berubah warna menjadi pink maka mesin tersebut dapat dikatakan layak untuk
beroprasi. Adapun beberapa metode sterilisasi yang lainnya, salah satu metode yang umum digunakan adalah sterilisasi
panas basah menggunakan sebuah alat yang disebut steam autoklaf. Pada metode ini, bahan atau alat yang akan disterilkan
dipaparkan pada suhu tinggi sekitar 134 °C. Tekanan yang diterapkan adalah sekitar 2-3 Bar, dan bahan tersebut harus
dipaparkan pada suhu ini selama sekitar 45 menit, dengan waktu sterilisasi sekitar 15 menit. Terdapat juga metode sterilisasi
suhu rendah menggunakan plasma, di mana suhu sekitar 50 °C digunakan. Pada metode ini, bahan harus dipaparkan selama
sekitar 1 jam, dengan waktu sterilisasi sekitar 15 menit. Klasifikasi spaulding dibagi menjadi 3 jenis yaitu;
a. Peralatan kritis ialah instrument yang wajib disterilisasi karena berkontak langsung dengan pembuluh darah atau
jaringan, contohnya instrumen bedah.
b. Peralatan semi kritis ialah instrument yang berkontak langsung dengan permukaan, seperti pada mukosa atau rongga
mulut contohnya sendok cetak atau handpiece. Instrument ini akan disterilisasi dengan menggunakan desinfektan
tingkat tinggi yang mampu menghilangkan semua mikroorganisme.
c. Peralatan non kritis ialah intrumen yang hanya berkontak pada permukaan kulut contohnya tensimeter, stetoskop, dan
beberaoa peralatan endoskopi. Alat-alat ini hanya memerlukan desinfektan tigkat rendah saja. 5. Penyimpanan Setelah
alat, linen ataupun BMHP telah disterilisasi selanjutnya dikeluarkan dari mesin lalu di letakkan kedalam masing-
masing keranjang sesuai kelompok tempat asal barang tersebut diambil /tempat tujuan yang akan didistribusikan.
Pendistribusian
Alat Pendistribusian alat yaitu dengan menggunakan pencatatan dibuku. Petugas OK yang akan mengambil barangnya
yang sudah disterilisasi akan menekan bell masuk, lalu petugas CSSD akan menyiapan barang OK ataupun bagian poli
lainnya sesuai permintaan dan mencatat barang yang akan keluar dengan menyertakan nama dan paraf petugas penerima dan
penyerah. Kemudian transportasi kebagian unit masingmasing menggunkan troli yang disertai wadah container tertutup untuk
mencegah kontaminasi dari luar pada saat proses pendistribusian. Proses pendistribusian yang dilakukan di CSSD dicatat
dibuku distribusi sebagai dokumentasi penyerahan barang.
3. Pengemasan alat dilakukan di ruang pengemasan dengan memasukkan alat yang akan disterilkan ke dalam wadah plastik poli
propilen standing pouch anti panas dengan suhu tinggi, kemudian dimasukkan indikator tipe 4 kedalam wadah dan dilakukan proses
standing pouch menggunakan mesin continuos sealer. Setelah dilakukan proses pengemasan maka dilakukan proses pelabelan dengan
menempelkan label yang tertera kode petugas, nomor pengerjaan, siklus, set/nama alat, ruangan, tanggal sterilisasi, dan expiret date.
Sebelum dilakukan proses sterilisasi terlebih dahulu dilakukan tes bowiedick dengan steril clin. Selanjutnya dilakukan proses
sterilisasi menggunakan autoclave dengan suhu tinggi dengan waktu yang ditetapkan secara otomatis oleh mesin. Ketika proses
sterilisasi selesai maka pintu belakang dari mesin sterilisasi yang terhubung langsung dengan ruang penyimpanan barang steril akan
terbuka secara otomatis, kemudian petugas akan melakukan penyimpanan barang di ruang penyimpanan dan menunggu pihak ruang
operasi untuk mengambil alat jika ingin digunakan.
Skema Alur Pelayanan CSSD
4. Melakukan proses pelipatan dan packing kasa sebelum dilakukan sterilisasi dan pendistribusiaan ke ruang operasi maupun ruangan
perawatan. Instalasi CSSD menentukan 3 jenis ukuran kasa yang diproduksi di RSUD Daya Kota Makassar diantaranya; kasa
berukuran 10x10 cm yang khusus untuk ruang operasi dengan tekhnik pelipatan khusus untuk menghindari terdapatnya serat
dipermukaan kasa, kasa ukuran 7x7 cm yang ditujukan untuk depo-depo perawatan, dan kasa ukuran 5x5 cm yang ditujukan untuk
poli gigi. Alur sterilisasi untuk sediaan kasa sama dengan alur sterilisasi dari alat. Proses packing kasa dilakukan dengan pelipatan
secara rapi dengan ketentuan ukuran berdasarkan depo tujuan kasa. Kasa yang telah dilipat dikemas menggunakan pouch yang
dilengkapi dengan indikator external lalu dipres dan dilakukan sterilisasi. Setelah proses sterilisasi selesai maka dilakukan penyortiran
dengan mengecek apakah terdapat kasa yang gagal steril dengan melihat apakah indikator tidak berubah warna atau terjadi kerusakan
pada bahan pengemas. Kasa yang telah steril disimpan di ruang penyimpanan dan disusun berdasarkan ukuran. Proses pendistribusian
yang dilakukan di CSSD dicatat dibuku distribusi sebagai dokumentasi penyerahan barang.
Kesan Belajar Cukup berkesan karena kami diberi kesempatan untuk melakukan proses sterilisasi, dan penyiapan kasa steril.
Rekomendasi yang dapat saya sampaikan diharapkan pada saat melakukan diskusi terkait materi CSSD dipaparkan dalam bentuk PPT.
Kiranya lebih memperhatikan kinerja dari mesin-mesin yang ada di ruang CSSD karena beberapa mesin sudah tidak dapat dioperasikan.
Rekomendasi
Kiranya dapat dilakukan proses kalibrasi dan pengecekan alat secara berkala untuk meminimalisir terjadi kerusakan alat yang ada di
CSSD.
Makassar, November 2024
Pembimbing Fakultas Preseptor Lahan PKPA
Prof. Yulia Yusrni Djabir, [Link]., [Link]., [Link]., Ph.D.,Apt Apt. Hj. Megawati, [Link]., MARS
NIP : 19780728200212200 NIP : 198405122010012038